
FUKUSHIMA.
(Note belum terjadi bencana gempa dan Tsunami yang melanda negara Jepang yang mengakibatkan reaktor pembangkit listrik tenaga Nuklir mengalami kebocoran.
Untuk kosakata panggilan,mohon maaf jika berubah - ubah,soalnya author gak paham bahasa jepang dan cara memanggil kerabat keluarga,tahunya tata cara memanggil kerabat keluarga dalam bahasa jawa saja. sekian terima kasih).
Nampak hamparan salju tersebar di wilayah Fukushima. Bahakan di salah wilayah Fukushima terdapat obyek wisata permainan ski ,seluncur ea di saat musim dingin. Rata - rata penduduk Fukushima merupakan petani ada pula yang bekerja di pabrik.
Penduduk Fukushima sangat ramah,banyak wisatawan mancanegara yang berkunjung di sana.
Nampak 4 unit mobil Fortuner berjalan di salah satu jalan kota Fukushima.
Bayu melihat di jendela,ada sebuah bangunan besar bergaya lama.
"Itu apa yomesan?" ucap Bayu penasaran sambil menunjuk.
"Itu kastil Tsuruga shujin..." ucap Hinata.
"Di buka untuk umum gak dik?" ucap Khalisa.
"Iya... Itu di buka untuk umum.." ucap Hinata.
"Nanti kita yuk...Aku pengen lihat kastil susugara.." ucap Diana.
"Kastil Tsuruga sayang... Bukan susugaram.." ucap Bayu.
"Ya maaf..." ucap Diana..
Mobil yang di tumpangi Bayu tak berani mengebut di karenakan jalan bersalju.
"Buset dah...Salju semua..." ucap Bayu dalam hati melihat hamparan salju menutupi tanah dan beberapa bangunan.
Setelah menempuh perjalanan selama 1 jam lebih,akhirnya mereka tiba di suatu tempat.
Bayu melihat beberapa bangunan,ada rumah dan juga sekolahan dan lain-lain. Ada beberapa anak sekolah di halaman sekolah,perbukitan yang tertutup salju.
"Itu sekolah SMPku shujin,aku pernah bersekolah di situ..." ucap Hinata.
"Ooo... Di situ ta...
"Nobita sekolah di situ gak yomesan?" ucap Bayu.
"Nobita??" ucap Hinata.
"Itu loh yang ada di film Doraemon..." ucap Bayu.
"Ooo..Gak ada shujin..." ucap Hinata.
"Seandainya saja Doraemon itu nyata,pasti aku meminjam pintu ke mana saja... Tinggal masuk,.
"Taraaaa.... Sampai ke indonesia tanpa perlu naik pesawat.Terus bisa bolak baik ke jepang." ucap Bayu dalam hati.
Kemudian Bayu menyanyikan lagu Doraemon versi Japan sambil melihat pemandangan.
"Konna koto ii na 🎶
"Dekitara ii na🎶
"Anna yume konna yume ippai aru kedo🎶
"Minna minna minna🎶
"Kanaete kureru🎶
"Fushigina pokke de kanaete kureru🎶
"Sora wo jiyuu ni nobitai ina 🎶
"Hai! Taikekoputaa! 🎶
(Hai, baling-baling bambu!)
"An, An, An🎶
"Tottemo daisuki Doraemon🎶
Lalu Bayu melihat seorang pria yang pernah ia temui di stasiun kereta api berhenti. Pria itu berada di depan sebuah penginapan berdiri di samping mobil lalu masuk ke dalam penginapan.
Hingga akhirnya mobil yang mereka tumpangi memasuki sebuah pintu gerbang yang terbuka,lalu berhenti di halaman rumah. Rumah itu sangat jauh dari PLTN.
Rombongan Bayu keluar dari mobil. Lalu mereka berkumpul. Kemudian mereka berjalan ke rumah. Tas mereka di bawa oleh para pelayan keluarga ayah Kakashi.
Dalam satu lingkup pagar terdapat 6 bangunan. Bangunan itu tingkat 2 semua hanya 1 bangunan saja yang tidak bertingkat. Di kelilingi pagar tembok setinggi 2 meter. Luasnya lebih luas dari lahan rumah Bayu serta hampir mirip dengan kediaman Kakashi.
"Assalam Mua'alaikum..." ucap Bayu saat mau masuk kedalam rumah.
"Wa'alaikum salam..." ucap Lukman dan Bimo yang menjawab salam Bayu.
Mereka tiba di sebuah ruangan.Nampak keluarga keluarga Kakashi berkumpul di dalam ruangan itu.
"#Ini dia suami Hinata chan ayah..." ucap Kakashi pada ayahnya.
Keluarga Kakashi berdiri menyambut rombongan Bayu.
Hinata membungkukkan badan,lalu Bayu dan yang lainnya mengikuti Hinata membungkukkan badan 30 ° lalu menegapkan kembali, begitu juga keluarga Kakashi.
"Tampan sekali menantumu " ucap ibunya Kakashi melihat wajah Bayu.
"Itu yang disamping ayah kakek dan nenek dari ayah shujin.." ucap Hinata memberi tahu.
Bayu yang tak pernah belajar tata krama kebiasan orang jepang bertamu ,ia langsung menghampiri keluarga ayah mertuanya seperti ia berkunjung ke rumah keluarga besarnya,Bayu bersalaman tak lupa mencium tangan.Di ikuti ketiga istri Bayu,kemudian Hana,Melisa dan ketiga sahabat Bayu.
Keluarga Kakashi terkejut atas sikap Bayu yang mencium tangan mereka.
"#Itu adalah tradisi mereka ayah... Untuk menghormati orang yang lebih tua. Bagi wanita dewasa yang bukan keluarganya hanya menangkupkan tangan ke lawan jenis,jika sesama jenis mereka akan bersalaman." ucap Kakashi.ia tahu itu dari Hinata dan juga melihat sendiri di saat dirinya berada di Jakarta.
Keluarga Kakashi menganggukkan kepala. Mereka memakluminya,sebab bukan asli orang jepang,lagian mereka sudah memberi hormat layaknya orang Jepang menghormati orang lain.
Setelah mereka bersalaman,lalu mereka di persilahkan duduk oleh kakeknya Hinata.
Bayu melepas mantelnya,karena merasa di dalam rumah hawanya tidak dingin seperti di luar rumah. Yang lain pun melepaskan mantelnya.
Bayu memperkenalkan dirinya.
"# Oh iya..Perkenalkan nama saya Bayu.. Nama lengkap saya Muhammad Bayu Samudra Han...
Kemudian Bayu memperkenalkan keluarganya.
"# Ini istri pertama saya bernama Putri...
Khalisa menangkupkan tangan karena dirinya merasa Bayu memperkenalkan anggota keluarganya,sebab dirinya mendengar namanya di sebut oleh Bayu..
"# Istri kedua adalah Hinata,lalu istri ke tiga saya bernama Diana..
Diana menangkupkan tangan.
"#Ini adik sepupu saya bernama Melisa..
Melisa menangkupkan tangan.
"#Lalu Ketiga pemuda ini adalah sahabat saya..
"# Bimo...
"#Daniel
"# Dan Lukman..." ucap Bayu.
Ketiga sahabat Bayu menangkupkan tangan.
"# Saya Hana..Hana Oktaviana Han, saya ibu kandung Bayu..." ucap Hana.
Kemudian keluarga Kakashi memperkenalkan nama dirinya.
Setelah selesai memperkenalkan diri.
"#Bayu san... Bagaimana perjalanannya tadi ?" ucap ayahnya Kakashi bernama Kiyoshi berbasa basi agar lebih akrab dengan Bayu.
"#Alhamdulillah berjalan lancar kakek...
"#Hanya saja..."# ucap Bayu.
"# Hanya saja apa Bayu san?" ucap Kiyoshi
"# Dingin sekali di sini kek, apakah ada yang menaikkan suhu lemari pendingin." ucap Bayu.
Kakashi mendengar ucapan Bayu hendak tertawa tapi di tahan.
"# Kak...Menantumu ini punya selera humor juga rupanya.." ucap Akihiro pelan yang duduk di samping Kakashi.
"#Apakah di sana tidak ada saljunya Bayu san?." ucap Adik ayah Kakashi bernama Naruto.
"# Mohon maaf,...Saya minta izin untuk pergi ke toilet" ucap Hana.
"#Mari saya antar..." ucap bibinya Hinata bernama Akane (putrinya Naruto).
Hana dan Akane lantas keluar ruangan.
"# Tidak ada kakek..
"# Di negara saya hanya ada 2 musim..
Seorang pelayan meletakkan minuman teh pada rombongan Bayu.
__ADS_1
"# Musim hujan dan musim kemarau.." ucap Bayu.
"# Ooo... Begitu..." ucap Kiyoshi
"# Saya dengar dari Kakashi chan,bahwa Bayu san menyelamatkan cucu kesayanganku saat pergi bepergian..
"# Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih banyak telah menyelamatkan cucu kesayanganku.." ucap Kiyoshi.
"#Sudah kewajiban saya menolong orang yang membutuhkan pertolongan..
"# Jika saya sanggup menolong,maka saya tolong selama saya mampu dan tidak melanggar aturan dalam agama saya kakek.." ucap Bayu.
"#Silahkan di minum... Mumpung masih hangat" ucap adiknya Kakashi bernama Yukari.
"Neneknya Ayu mempersilahkan kita untuk minum" ucap Bayu.
Mereka kemudian meminum teh yang telah di suguhkan.
"Dik...Aku kebelet..." ucap Khalisa lirih ke Hinata.
"Ayo kuantar kak.." ucap Hinata.
"Kak Putri mau kemana?" ucap Melisa.
"Mau pipis dek.." ucap Khalisa.
"Ikuut....Mel juga pengen pipis.." ucap Melisa.
"Sama...Aku juga..." ucap Diana.
"Bay....Oleh ngerokok gak nang kene?" ucap Bimo.
"Jangan...Di luar saja kalau mau merokok,kecuali mereka ada yang merokok.." ucap Bayu.
Bayu melihat jam di dinding.
"Sudah Dzuhur..." ucap Bayu dalam hati.
Bayu bingung harus ngapain,sebab dirinya baru pertama kali bertemu dengan keluarga besar ayah mertuanya di tambah bahasa jepangnya masih berantakan,meskipun dirinya tahu arti kosa kata yang di ucapkan.
"#Hemm...Kakashi kun ada cerita soal Bayu san bisa menyentuh orang tanpa di sentuh..
"# Kakek sangat penasaran sekali ..
"# Apakah Bayu san bisa melakukannya terhadap kakek?" ucap kakeknya Hinata.
"# Bisa kek... Saya akan menyentuh kakek tanpa saya sentuh " ucap Bayu.
Bayu memejamkan mata,lalu mengucapkan mantra.
Sukma Bayu keluar,lalu menghampiri kakeknya Hinata,kemudian menggelitikinya.
"Eh....!!!??? kakeknya Hinata terkejut,ia merasa pinggangnya ada yang menggelitiki.
Bayu menyudahinya,lalu kembali ke raganya. Hinata ,Khalisa,Hana,dan Melisa kembali.
"# Bagaiamana pa..?
"# Apakah papa merasakannya?" ucap Kakashi.
"# Iya...Aku merasakannya..." ucap Kiyoshi
"# Mohon maaf...
"# Saya ingin melaksanakan ibadah dalam agama saya.. Saya pamit undur diri dulu untuk melaksanakan ibadah.." ucap Bayu.
Kiyoshi menoleh ke Kakashi.Karena penasaran kenapa Bayu minta izin untuk beribadah.
Kakashi paham maksud ayahnya,lalu berkata
"# Bayu chan beragam islam, bagi penganut kepercayaannya di wajibkan beribadah 5 kali dalam sehari semalam. Waktu pelaksanaanya sudah di tentukan oleh waktu"
Kakashi tahu itu dari Hinata saat dirinya mengobrol lewat telpon.
"# Ooo..Begitu..
"#Baiklah...Silahkan.." ucap Kiyoshi
Bayu beserta rombongannya meninggalkan ruangan tersebut menuju kamar untuk melakukan shalat. Mereka di antar oleh pelayan.
"# Apakah Hinata chan mengikuti agamanya Bayu chan ?" ucap putra ke dua Naruto bernama Akiro.
"# Iya.. Hinata chan juga ikut menganut kepercayaan Bayu chan.." ucap Kakashi.
***
Di dalam kamar Hinata.
" Mas..." ucap Khalisa.
"Iya dek.." ucap Bayu.
" Badanku rasanya pegel semua mas..." ucap Khalisa.
Bayu duduk di belakang Khalisa lalu memijat punggung Khalisa.
"Di sini saljunya tebal banget...
"Hem...Aku jadi ingin mencoba bermain ski..
"Oh iya kak Ayu, kalau kita bermain ice skating di mana tempatnya?"" ucap Diana.
"Kalau berjalan kaki 30 menit baru sampai..
"Lalu kalau mau bermain papan seluncur 1 jam perjalanan naik mobil" ucap Hinata.
"Hem...Besok kita kesana gimana yank?" ucap Diana.
" Main ice skating atau papan luncur yank?" ucap Bayu sambil memijat pundak Khalisa.
"Main ice skating..Aku pengen nyobain..
"Ya..Kesana ya sayang.." ucap Diana.
"Iya sayang...Besok pagi kita kesana.." ucap Bayu.
"Ayo kita ngumpul lagi.Nanti mereka nungguin kita.." ucap Hinata.
Bayu menyudahi memijat Khalisa,lalu berjalan bersama ke tiga istrinya.
Saat berjalan Bayu melihat 2 orang gadis yang belum ia lihat sebelumnya. kedua gadis itu mengobrol dengan Akane.
Kedua gadis itu memakai pakaian rok selutut,kaos lengan pendek. Rambut sepunggung,kulitnya putih bersih. Berbadan langsing. Wajahnya juga sangat cantik seperti Hinata.
Kedua gadis itu melihat ke arah Bayu. Bayu tersenyum lalu melihat ke arah yang lain.
"Mereka itu putri dari paman Arashi shujin.." ucap Hinata lirih di samping Bayu.
"Kenapa tadi mereka tidak ada?" ucap Bayu pelan.
"Mereka tadi sekolah..." ucap Hinata.
"Ooo... Begitu..." ucap Bayu.
Benar saja,saat Mereka tiba di ruangan,nampak meja di susun memanjang,tak ada kursi di ruangan tersebut. Di atas meja tersaji berbagai macam makanan.
Nampak sebagian keluarga Kakashi sudah berada di ruangan itu.
"# Duduklah di sini Bayu san." ucap Kiyoshi.
Bayu berjalan sedikit membungkuk,meletakkan tangan kanan ke bawah karena melewati Akiro yang sedang duduk. kemudian duduk di samping Kiyoshi
"# Maaf kakek dan semuanya...
"# sebelumnya saya belum belajar cara bertata krama dan juga baru belajar bahasa jepang , jika saya dan yang lainnya ada salah dalam cara tata krama ataupun ucapan saya,saya minta maaf.." ucap Bayu.
"# Tidak apa - apa Bayu san...Kakek memakluminya..." ucap Kiyoshi
Satu persatu muncul lalu duduk. Ada beberapa orang yang baru Bayu lihat. Mereka masih muda,ada pria dan wanita.
Kemudian Bayu melihat ada sumpit,sendok dari kayu dan juga garpu dari kayu di depannya. Lalu ada 7 wadah berbentuk bulat. Lalu ada kain basah di meja.
Akane memgambil nasi ,lalu di taruh dalam mangkuk. Kemudian meletakkan di meja.
Bayu diam tak bicara,kecuali di ajak bicara.
Setelah semua mendapatkan nasi.
Keluarga Kakashi mengelap tangan menggunakan kain basah.
Bayu dan rombongan Bayu mengikuti gaya keluarga Kakashi makan.
Keluarga Kakashi manangkupkan tangan,sedangkan keluarga Bayu mengadahkan tangan sambil membaca do'a makan kecuali Melisa.
"#Itadakimasu*.." ucap Kiyoshi saat menangkupkan tangan.
*Ucapan rasa bersyukur.
Wadah berbentuk bulat di buka. Nampak berbagai macam lauk,dan sayur ada di dalam wadah tersebut. Nampak uap air saat tutup wadah itu di buka. Itu menandakan bahwa makanan itu masih panas.
Keluarga Kakashi menggunakan sumpit.
Bayu ingin sekali makan tanpa memakai sendok,tapi berhubung bertamu di rumah kakek istrinya,mau tak mau pakai sendok.
__ADS_1
"Pakai sendok sajalah..." ucap Bayu dalam hati.
Bayu menggunakan sendok,ia makan seperti biasanya.
"Ini daging apa ya?" ucap Bayu dalam hati. Ia takut jika itu adalah daging dari babi.
Keluarga Kakashi terutama yang masih muda memperhatikan Bayu dan juga lainnya.
"Yomesan..Itu daging apa?" ucap Bayu.
"Daging sapi shujin.."ucap Hinata.
"Ooo...Daging sapi.." ucap Bayu.
"Shujin tenang saja,tak ada daging babi di sini" ucap Hinata.
"Syukurlah..." ucap Bayu.
Dua gadis yang tadi di lihat oleh Bayu memperhatikan Bayu saat makan.
Tak lama kemudian,mereka pun selesai makan.
"Alhamdulillah...Nikmat mana lagi yang kau dustakan.." ucap Bayu lirih.
Hana dan ketiga istri Bayu membantu membersihkan meja,mereka mengangkat peralatan makan. Ketiga sahabat Bayu juga ikut membawa alat makan yang mereka pakai. Ada pula yang meninggalkan ruangan.
"#Apakah Bayu mau minum sake?" ucap Naruto.
"# Terima kasih atas tawarannya Kakek..
"# Saya tidak minum minuman yang bisa membuat saya mabuk.." ucap Bayu.
"# Ooo..Begitu..." ucap Naruto.
"# Apakah Bayu san sudah bekerja atau kuliah?" ucap Kiyoshi.
"# Dua - duanya kek.. Saya kuliah juga membuka usaha menjual makanan dan minuman semacam Cafe." ucap Bayu.
"# Apakah Cafe Bayu san ramai.?" ucap Naruto.
Hinata kemudian muncul,lalu duduk di samping Bayu.
"# Alhamdulillah ramai kek..." ucap Bayu.
"# Selama Bayu san di sini.. Paman ingin mengajarimu berpedang..
"# Apakah Bayu san mau berlatih pedang?" ucap Akiro.
"# Hemm... Saya lihat keadaan dulu paman..
"# Jika sempat,saya akan berlatih pedang." ucap Bayu.
" Shujin..." ucap Hinata.
"Iya yomesan.." ucap Bayu.
" Tantang paman Akiro berpedang... Pasti dia kalah...Soalnya waktu bertanding denganku dia selalu kalah.." ucap Hinata.
"Emmoooh..." ucap Bayu.
"Kenapa tidak mau shujin?" ucap Hinata
"Aku baru kenal yomesan,masa iya nantang gitu.." ucap Bayu.
"#Ayah...
"# Shujin bisa berpedang... Dan saat kita bertanding hasilnya imbang.." ucap Hinata.
"# Seriuss....!!! " ucap Kakashi tak percaya.
"#Iya...Aku serius ayah..." ucap Hinata.
"# Apakah suamimu bisa memakai Shuriken ?" ucap Kakashi.
"# Bisa... Bahkan ayah saja kalah jika di adu.." ucap Hinata.
"Diampuut..." ucap Bayu dalam hati.
"# Waah... Ternyata putrimu tak salah dalam mencari jodohnya " ucap Naruto.
"# Bagaimana jika kita buktikan.." ucap Kiyoshi.
"Nah kan...Sudah diluar dingin begini di suruh keluar untuk membuktikan...
"Diampuut tenan og.." ucap Bayu dalam hati.
"# Ayoo...Siapa takut... Jika aku menang,kalian harus berdiri di luar tanpa menggunakan pakaian selama 2 jam....
"# Jika aku kalah,aku juga akan berdiri selama 2 jam tanpa pakaian. " ucap Kakashi.
"# Jika Bayu chan kalah,maka Bayu chan harus bersedia membuka baju selama 2 jam berdiri di luar rumah...
"# Bagaimana Bayu chan...?" ucap Kakashi.
" Waaassssuuu... 30 menit aja aku menggigil,ini di suruh 2 jam lagi,bisa mati kedinginan aku.. Juancoook tenan og" ucap Bayu dalam hati.
"# Setuju..." ucap keluarga Kakashi yang pria,Sedangkan wanita diam saja.
"# Oke...Saya setuju ayah..." ucap Bayu mau tak mau menerima tantangan ayah mertuanya.
Mereka kemudian keluar ruangan.
Bayu memakai Baju tebal agar tidak kedinginan.
Mereka kini sudah berada di halaman.
Di depan Bayu ada batang pohon tingginya 2 meter berdiameter 10 cm. Jarak antara Bayu dan batang pohon itu 30 meter.
Bayu memegang 10 Shuriken,begitu juga dengan Kakashi.
Kakashi mulai duluan melempar Shuriken tersebut.
Wuuuuut....
Wuuuuut....
Wuuuutt...
Wuuuutt...
Wuuuuut...
Sebanyak 10 Shuriken di lempar,hanya 1 yang meleset.
"# Ayooo Bayu san ,jangan mau kalah...Kakek tidak ingin mati kedinginan oleh taruhan ayahmu yang bodoh itu " ucap Kiyoshi.
Sekarang giliran Bayu yang melempar Shuriken.
"#Siap kek...
"Bismillah..." ucap Bayu lalu melempar.
Wuuuut....
Wuuuut...
Wuuut...
Wuuuut..
Wuuuut....
Wuuuut...
Sebanyak 10 Shuriken berhasil menancap di batang pohon.
Prok....Prook.... Proook... Proook... Proook...
Keluarga Kakashi menepuk tangan.
"#Bajingan.... Aku kalah..." ucap Kakashi meruntuk kesal.
"# Ha....Ha...Ha...Ha.....Ha...Ha...Ha...(Kiyoshi tertawa)
"# Ternyata suami cucuku hebat sekali,bisa mengalahkan putraku (Kakashi)... Kakek bangga sekali padamu..Akhirnya Kakek tidak jadi mati kedinginan" ucap Kiyoshi lega.
"# Biasa saja Kek... Ayah juga hebat kok..." ucap Bayu merendah.
"#Ayah tidak hebat,ayah mengakui kehebatanmu." ucap Kakashi.
"#Ayah juga hebat... Buktinya punya seorang putri yang bisa mengajariku melempar Shuriken dan berpedang.." ucap Bayu.
Kemudian mereka masuk kedalam rumah lagi. Sedangkan Kakashi melakukan taruhannya.Ia berdiri agak bersembunyi sambil minum sake agar badan hangat dan di awasi anak buah Kiyoshi.
Glek.....Glek....Glek....Glek..( Kakashi minum sake)
"Aaahh....
"# Hari ini aku benar - benar sial..." ucap Kakashi sambil menahan dingin.Untung saja dirinya bisa minum sake sambil menjalani taruhannya.
---***---
Sementara di tempat penginapan. Seorang pria yang merupakan mata - mata musuh Kakashi menelpon bosnya. Ia memberi tahu Jika Kakashi berada di rumah orang tuanya. Lantas bosnya memerintah anak buah yang lain untuk pergi menyusul. Musuh Kakashi mempunyai sebuah rencana jahat.
__ADS_1