
Sulis menyambut tangan Bayu lalu hendak Sulis menunduk untuk di letakkan di keningnya.Namun Bayu menahannya.
"Selamat ya..." ucap Bayu masih menjabat tangan Sulis.
"Selamat apa mas.." ucap Sulis bingung.
"Enaknya selamat apa Lis...?" ucap Bayu.
"Ya aku gak tahu mas..." ucap Sulis.
"Selamat karena kamu beruntung Lis..." ucap Bayu.
"Beruntung kenapa mas?..." ucap Sulis penasaran.
"Bayu..." ucap Lukman sambil berjalan menghampiri Bayu.
Bayu menoleh ke Lukman.
"Opo Man..?" ucap Bayu.
"Melu aku " ucap Lukman.
"Melu nangdi ?" ucap Bayu (ikut kemana)
"Sediluk wae kok " ucap Lukman.(sebentar aja kok)
"Nangdi to.." ucap Bayu
Lukman menarik tangan Bayu.
"Nang Gazebo..." ucap Lukman.
Bayu melepaskan jabatan tangannya ke Sulis karena tangan satunya di tarik oleh Lukman.
Sulis berjalan menghampiri Bayu karena penasaran akan ucapan Bayu yang tertunda tadi.
"Mas...Tadi mas mau bilang apa seh? "ucap Sulis di samping Bayu.
"Nanti Lis tak kasih tahu...
"Oh iya...Kamu masih berantem sama kang Ahmad ya Lis?" ucap Bayu.
"Iya mas..." ucap Sulis.
"Soal ulang tahunmu?" ucap Bayu.
Sulis menganggukkan kepala.
Mereka sampai di Gazebo.
Nampak sebuah kandang besi berukuran 2 x 2 meter terdapat burung kakak tua Raja sepasang yang masih muda.
"Lah... Kapan datangnya ini Man?" ucap Bayu
"Tadi jam 3 Bay...Gimana? bagus gak?" ucap Lukman.
"Bagus....
Bayu mengelilingi kandang tersebut.
Sementara Sulis hendak pergi meninggalkan Gazebo,baru 2 langkah berjalan.
"Jangan pergi dulu Lis.." ucap Bayu sambil melihat burung kakak tua.
Sulis menghentikan langkahnya,lalu menghampiri Bayu.
"Mas..Aku lagi masak.."ucap Sulis.
"Bukannya aku ikut campur dalam masalah kalian,aku cuman kasih saran aja.kalau bisa...Maafin kang Ahmad,karena dia gak tahu ulang tahunmu...
"Jika mau melakukannya ya syukur ,kalau gak mau ngelakuin saranku gak masalah,karena bukan aku yang jalanin,aku sebagai kepala rumah tangga di sini hanya bisa memberi saran saja." ucap Bayu sambil memperhatikan burung kakak tua.
"Dia ada hubungi mas kah?" ucap Sulis.
"Iya...Dia bilang sikapmu berubah..."ucap Bayu.
"Cobalah jadi pacar tanya tanggal lahir...Ini enggak ada mas.." ucap Sulis.
"Mungkin dia lupa Lis...
"Jujur aja ya Lis...
"Aku aja gak pernah merayakan ulang tahun,karena bagiku...Percuma merayakan jika ayahku tidak pernah muncul..Dan yang kedua..Aku ini orang miskin...
"Waktu aku pacaran dengan Putri,aku gak pernah tanya ulang tahunnya . Pas dia ngundang aku kerumahnya,ternyata dia ulang tahun...
"Malu aku Lis,mau pulang di tahan. Gak pulang malu.Putri bilang kejutan,..
"Setelah itu aku baru tahu tanggal lahirnya...
" Kalau gak percaya,tanyakan ne Cempe...Dia juga ada di situ... ucap Bayu sambil nunjuk Lukman.
"Betul yang di katakan Wedus ini Lis,kita bertiga gak pernah merayakan ulang tahun,hanya Daniel saja yang merayakannya.Jika Bayu di undang ke ulang tahun oleh orang lain,Bayu gak datang...Dia bilang malu...
"Aku aja selama pacaran di desa gak pernah tanya tanggal lahir pacarku,malah dia yang memberi tahuku.Besoknya aku belikan kado untuknya..." ucap Lukman.
"Kang Ahmad pernah aku tanya soal ulang tahunnya dia. Apakah di rayain seperti adiknya apa enggak...
Dia jawab pernah,tapi terakhir kali waktu umur 7 tahun,setelah itu enggak lagi.. Dia gak mau di rayain katanya seperti anak kecil kalau di rayain....
Sulis terdiam tak berbicara.Bayu menghampirinya. Kemudian memegang pundak Sulis.
"Ini bulan puasa...Memaafkan seseorang itu pahalanya berlipat ganda,...
"Yuk masuk ke dalam..." ucap Bayu.
Mereka pun berjalan menuju rumah.
"Tadi itu mas mau bilang apa seh?" ucap Sulis masih penasaran saat Bayu menjabat tangannya.
"Nanti aku beri tahu saat mau buka puasa Lis.." ucap Bayu.
***
10 menit menjelang berbuka.
Bayu dan yang lainnya berkumpul di meja makan.
Bayu meletakkan kedua tangan di meja,lalu melihat ke arah Sulis.
"Lis..." ucap Bayu.
Sulis menoleh ke arah Bayu.
"Iya mas..." ucap Sulis.
"Kamu masih penasaran dengan ucapanku yang tadi itu?" ucap Bayu.
"Iya mas...Aku penasaran banget" ucap Sulis.
"Tadi aku mau bilang...
"Selamat ya,...Tahun ini kamu berangkat ke tanah suci untuk menjalankan rukun islam yang ke 5.Kamu berada di kloter pertama Lis.." ucap Bayu.
"Eh...!!!!??? Sulis terkejut,ia tak menyangka dirinya akan naik Haji. Padahal waktu itu ia hanya kepikiran soal ucapannya Siti,jika mau terkabul do'anya maka berdo'a di depan ka'bah. Lalu sulis menanyakan Ka'bah itu apa,Siti menjawab Ka'bah itu adanya di mekkah,kalau mau kesana ya harus naik haji dulu.
"Wuuiiihh... Sulis naik haji..Selamat ya Lis" ucap Paijo yang duduk di samping Sulis.
Mereka pun mengucapkan selamat pada Sulis.
"Serius mas? " ucap Sulis.
"Iya aku serius...Mbahku mengirim surat di kementrian agama setelah ku beri tahu jika kamu ingin naik haji,lalu kementrian agama membalas surat mbahku...Tadi siang aku di beritahunya.." ucap Bayu.
"Terus...Mas ikut gak?" ucap Sulis.
"Enggak....Kamu duluan aja Lis...Aku masih lama..." ucap Bayu.
"Lis ..." ucap bu Intan.
"Iya bu.." ucap Sulis.
"Siapa yang memberi tahukanmu tentang ibadah haji itu?" ucap bu Intan.
"Temanku bu...Katanya jika berdo'a di sana pasti di kabulkan..." ucap Sulis.
"Oouh...Temanmu..." ucap bu Intan
"Oh iya Bay... Aku mau nanya..
"Mengapa orang - orang di arab menyembah batu yang bentuknya kotak,sedangkan kalian tidak?" ucap Daniel penasaran.
"Ka'bah itu Niel..." ucap Bayu.
"Iya Ka'bah....Kenapa orang arab menyembah Ka'bah ?" ucap Daniel
"Ka'bah itu untuk menentukan arah kiblat bagi orang - orang yang hendak menunaikan Shalat,bukan menyembahnya Niel...
"Dulu... Sebelum turun turun ayat Al Qur'an yang mengenai perintah menghadap Ka'bah... Orang - orang yang Shalat ketika itu menghadapnya ke Masjidil Aqsa yang ada di palestina,lalu muncul konflik antara orang islam dengan kelompok pembenci islam.
"Kelompok itu merasa ajaran nabi Muhammad SAW sama seperti ajarannya..
"Pemikiran itu di gunakan untuk menyebarkan keraguan dan kabar tidak baik yang terkait islam pada masyarakat umum..
"Kelompok itu juga mengajak nabi Muhammad SAW bergabung...
"Kemudian nabi Muhammad SAW berdo'a pada Allah SWT untuk minta petunjuk..
"Turunlah ayat Al Qur'an surah Al Baqarah ayat 144 mengenai arah kiblat,yaitu kiblatnya di masjidil haram....Begitu Niel.." ucap Bayu.
"Mas...Dah magrib.." ucap Khalisa.
Mereka pun membaca do'a berbuka puasa.
Selesai makan dan minum.
"Lis...Nanti beri tahukan pada keluargamu dan juga kang Ahmad..Jika dirimu akan menunaikan ibadah Haji..
"Takutnya keluarga pak Haji datang melamarmu,tapi kamu ke mekkah..." ucap Bayu.
"Iya mas...." ucap Sulis.
***
Mesjid Menteng.
__ADS_1
Bayu tiba di mesjid bersama keluarga dan teman - temannya.Seperti biasa,Bayu memakai sarung ,baju muslim surban,songkok rajutan dan sandal jepit.
Ahmad yang duduk di teras menunggu kedatangan mereka ,kemudian melihat Bayu turun dari mobil lantas datang memghampiri Bayu.
"Bay..." ucap Ahmad.
"Opo kang..?" ucap Bayu.
"Kenapa kamu gak memberitahuku jika Sulis ulang tahun?" ucap Ahmad.
"Sampeyan ada nanya tanggal lahirnya apa enggak?" ucap Bayu.
"Kagak..." ucap Ahmad.
"Ya sudah...
"Sulis juga gak bolehin kita memberi tahumu...
"Jadi yaaa aku diem aja...Kalau gak percaya,tuh orangnya..Tanya aja sendiri." ucap Bayu lalu menunjuk ke arah Sulis Berada.
"Gue percaya,oh iya...Sulis bilang dia mau berangkat naik haji,sama siapa dia berangkatnya Bay.." ucap Ahmad.
"Sama orang - oranglah kang..Kita gak ikut..."ucap Bayu.
Mereka masuk mesjid untuk shalat isya' dan shalat Tarawih.
Setelah selesai shalat mereka pulang,begitu sampai di rumah. Bayu mengajarkan Sulis tata cara naik haji yang ia tahu.Serta memberi arahan.
Sulis diam menyimak penjelasan Bayu.
"Ada pertanyaan?" ucap Bayu.
"Sayang...Mengapa selelah ibadah Haji ada yang ke sana ? Apakah mereka mengulang hajinya?" ucap Diana penasaran.
Diana tahu itu sebab sering lihat,hanya saja ia diam karena bukan urusannya.
"Itu namanya Umrah sayang..
"Umrah itu jalan - jalan saja... Cara pelaksanaannya hampir sama, hanya saja yang membedakan itu Wukuf di Padang Arafah..." ucap Bayu.
Hinata yang diam saja menyimak,sebab ia baru mengenal agama islam,sebab selama di Jepang,ia tak memgenal apa itu islam.
---***---
H - 2 lebaran
Pagi Hari pukul 8.10
Bayu beserta keluarganya bersiap - siap menuju Jogja.Bayu juga sudah memberi tahu pada keluarga Han yang lain jika ia lebaran di kampung halaman.
Sedangkan teman - teman Bayu sudah lebih dulu pulang duluan.
Sebenarnya Bayu ingin bersama teman - temannya pulang kampung,akan tetapi ia terhalang oleh jadwal di mesjid. dan tadi malam adalah malam terakhir ia menjadi imam shalat Tarawih.
"Gak ada yang ketinggalan?" ucap Bayu pada ketiga istrinya.
"Gak ada mas.." ucap Khalisa.
Mereka pun naik ke mobil Pajero yang sudah siap. Satu persatu mobil berjalan. Ada 6 mobil dalam rombongan tersebut.
"Biasanya aku itu hanya lihat di TV banyak oramg mudik ke kampung halamannya sayang..
"Sekarang...Aku malah ikut mudik.." ucap Diana.
"Namanya juga tradisi yank...Orang yang jauh dari kampung halaman pasti senang bila bertemu dengan keluarganya..." ucap Bayu.
"Kasihan mbak Dewinya mas... Dia gak punya keluarga... Aku pikir dia itu punya keluarga...Gak tahunya anak yatim piatu..Terus saudaranya entah kemana.." ucap Khalisa.
"Iya dek...Aku pikir dia itu punya keluarga loh...Gak tahunya enggak..." ucap Bayu.
---***---
Desa Sidodadi.
Rombongan mobil Bayu tiba di depan rumah Hana.
Nampak rumah Hana halaman rumahnya kotor,banyak daun berserakan.
Bayu dan yang lainnya turun dari mobil.
Khalisa melihat rumah Bayu masih seperti dulu,hanya sebagian kecil saja yang di renovasi. Kemudian ia teringat saat dirinya dulu pertama kali datang kerumah Bayu.
"Mas..." ucap Khalisa yang berdiri di samping Bayu.
"Ya dek..." ucap Bayu.
"Kerjakan tugas yuk..." ucap Khalisa.
"Ayoo..." ucap Bayu.
"Ada jerigennya ." ucap Khalisa.
"Buanyaak...
"Masih ingat gak dek berapa jumlah lubang Jerigennya..?" ucap Bayu.
Hana membuka pintu rumah.
"Masih mas...20 kan " ucap Khalisa.
Melisa ikut bersama rombongan Bayu,sebab ia penasaran dengan tempat tinggal Bayu sebelum tinggal di jakarta.Ia melihat sekeliling rumah.
Bayu dan keluarganya masuk kedalam rumah,di ikuti beberapa pengawal yang membawa tas berisi pakaian,kue lebaran,dan lain - lain.
Setelah itu sebagian pengawal menuju rumah sewaan,mereka bergantian menjaga rumah Hana. Sebab bu Intan masih trauma dengan kejadian waktu itu yang menimpa dirinya. Waktu kejadian,dirinya di perkossa lalu dianiaya, beruntung waktu itu ia dalam masa tidak subur. Sehingga ia tidak hamil.Kemudian ia melihat 2 orang pria dan wanita memakai penutup wajah membantai semua penjahat memakai pedang Katana,tak ada yang selamat saat kejadian itu.
Ke 3 istri Bayu membersihkan rumah,karena sudah lama tak di tinggali.
Tetangga yang melihat depan rumah ada mobil terparkir lantas menghampiri.
***
Malam hari.
Setelah Bayu dan yang lainnya makan,mereka bersiap - siap pergi ke mesjid untuk melaksanakan shalat tarawih terakhir. sedangkan Hana dan bu Intan ikut.
Bayu merasakan sangat berbeda dari puasa sebelumnya. Sebelumnya ia hanya bersama ibunya saja. Kini dirinya bersama keluarga barunya,orang yang selama di rindukan dan di impikan telah ia temukan.
Bayu memandang wajah Khalisa saat sedang bersiap - siap menuju mesjid.
"Terima kasih ya Allah... Engkau telah mempertemukanku. Lebaran ini aku bersama orang yang aku cintai dan sayangi.." ucap Bayu dalam hati.
"Yuk mas kita berangkat..." ucap Khalisa.
"Ayooo..." ucap Bayu.
"Kak...Ikut donk..." ucap Melisa.
"Ayooo.." ucap Bayu.
Mereka pun berjalan keluar menuju mesjid,4 orang pengawal berjalan bersama mereka. Sisanya menjaga di teras rumah.
Seperti biasa,Bayu melihat hantu pocong yang selalu menemaninya.Wajahnya sangat menyeramkan,akan tetapi bagi Bayu itu hal yang biasa. Karena sering melihatnya.
Hantu pocong melompat - lompat seperti kesenangan melihat Bayu lagi,karena sudah lama hantu Pocong itu tak melihat Bayu. Hantu pocong itu melompat - lompat di depan Bayu.
"Mas..." ucap Khalisa.
"Iya dek.." ucap Bayu.
"Mas Cong(pocong) masih ada gak?" ucap Khalisa.
"Masih dek..." ucap Bayu.
"Kalau Putri bisa melihat,pasti ketakutan..." ucap Bayu dalam hati.
"Mas Cong itu siapa kak?" ucap Diana.
"Kak...Ternyata di sini sepi ya gak ada Mall..." ucap Melisa.
"Pocong " ucap Khalisa.
"Ya mang sepi Mel.. Kalau mau ke Mall ya kita harus ke kota...
"Besok malam baru ramai,karena ada yang keliling takbiran sambil bawa obor sambil mengumandangkan takbir" ucap Bayu.
"Serius di sini ada hantu pocongnya?" ucap Diana.
"Iya...Gak usah takut...Dia gak ganggu kok.." ucap Khalisa.
Seorang wanita lanjut usia memakai mukena berjalan pelan menuju mushalla. Meskipun usianya kepala 8,wanita lanjut usia tersebut rajin sekali datang ke Mesjid.
Bayu menghampiri wanita tua tersebut.
"Mbah Yem...Pripun kabare..." ucap Bayu menyapa.
"Alkamdulillah apik lee.. Kapan kowe tekone.?" ucap mbah Yem.
"Awan wau mbah..." ucap Bayu.
"Iki sopo" ucap mbah Yem menujuk istri Bayu.
"Istriku mbah..." ucap Bayu.
"Ealaah.... Kapan kowe rabine le...Mbah kok ra di undang.." ucap mbah Yem.
"Sak derenge poso mbah,teng Lampung.." ucap Bayu. ( sebelum puasa nek..di Lampung).
"Lampung kuwi endi lee.." ucap mbah Yem.
"Sumatra mbah..." ucap Bayu.
"Ealaaah... Sumatra.. Adoohee.." ucap mbah Yem.
Mereka tiba di halaman mesjid.
Nampak orang - orang sebagian sudah datang. Tapi tak seramai saat awal puasa.
Orang - orang yang masih di teras melihat ke arah Bayu.
"Loh..Kapan kowe teko Bay?" ucap Bapak 1.
Bayu bersalaman pada orang yang berdiri di teras sambil ngobrol menunggu isya'.
"Awan wau pak.." ucap Bayu.( tadi siang).
__ADS_1
Mereka melihat ke tiga istri Bayu dan Melisa. Para pria remaja melihat ke arah Melisa,sebab mereka baru pertama kali meluhatnya.
"Kak...Nanti kak Daniel kesini gak?" ucap Melisa.
"Gak tahu aku Mel..."ucap Bayu.
"Kuwi sopo Bay. ?" ucap bapak 2.
"Niku adik kulo pak.." ucap Bayu.
"Adek..?? Adek songko endi...Kowe loh dewean..(adik dari mana..Kamu loh sendirian.)
Melisa mengambil hapenya lalu menghubungi seseorang.
Lalu muncul Bimo dan Lukman.
"Opo ibumu rabi oleh wong sugih nang Jakarta ?" ucap bapak 1.(apa ibumu nikah dapat orang kaya).
"Mboten pak..Niku adik sepupu ..Yen jenengan mboten percoyo..Jengenengan tanglet kiyambak kaleh wonge. Nopo gak kaleh Lukman nopo Bimo." ucap Bayu.(Bukan pak...Itu adik sepupu..kalau anda tidak percaya,anda tanya sendiri sama orangnya,atau gak sama Lukman atau Bimo).
"Itu adik sepupune Bayu pak.." ucap Lukman.
"Kok mirip wong cino..?" ucap bapak2.
"Ya memang orang cina pak..Bayu punya keluarga orang cina..." ucap Lukman.
Terdengar suara Bedug di pukul.
"Wooo... Dadi keluargamu kuwi wong cino,.." ucap bapak 1.
"Injih pak..." ucap Bayu.
Bayu dan yang lainnya masuk dalam mesjid.
Selesai shalat Tarawih,Bayu berjalan menuju teras.
Bayu melihat Melisa duduk bersama Ketiga istrinya,Daniel,Lukman,Bimo dan beberapa para remaja.Para remaja pria melihat ke arah Melisa,karena parasnya yang begitu cantik,ada pula pemuda yang melihat ke arah ketiga istri Bayu.
Lalu ada bapak - bapak sedang mengobrol. Seorang pria berumur yang sempat mengobrol dengan Bayu sebelum adzan Isya' memanggil Bayu.
"Bay..Lungguh kene disek...
Bayu datang menghampiri,lalu duduk di lantai.
"Jarene Lukman..Awakmu wes rabi ta?" ucap bapak itu.(Katanya Lukman..Dirimu sudah nikah ya)
"Sampun pak.." ucap Bayu.
"Kapan awakmu rabine?" ucap bapak itu.
"Sak durunge poso,neng Lampung." ucap Bayu.
"Biyuuuh...Adoohhee... Terus bojomu seng endi
?" ucap bapak itu.(Jauhnya...Terus istrimu yang mana)
"Itu istriku pak.." ucap Bayu sambil menunjuk.
Bapak itu melihat arah yang di tunjuk Bayu.
"Mas...Pulang yuk.." ucap Khalisa.
"Tak tinggal dulu ya pak.." ucap Bayu lalu berdiri lalu menghampiri keluarga dan teman - temannya.
Mereka pun berjalan kaki,Lukan dan Bimo menuntun sepedanya.
"Aku wes gawe lampu obor akeh..Sesuk tak antar ke rumahmu Bay.." ucap Bimo.
"Buat petasan gak Bim?" ucap Bayu.
"Buat lah...Tadi pagi aku nyalain di dekat sawah.." ucap Bimo.
"Wuihh....Buat berapa ?" ucap Bayu.
"Wuakeeh Bay... Mung siji tok seng gede..Setelah shalat Ied aku akan menyalakannya..." ucap Bimo.
Setelah sampai di rumah,Bimo,Daniel dan Lukman mampir di rumah Bayu.
Mereka duduk di emperan rumah.
"Oh iyo man...Kamu masih pacaran?" ucap Bayu.
"Dah putus Bay...Dia kira aku anak orang kaya sama sepertimu.." ucap Lukman.
"Oalah...Sayange rek." ucap Bayu.
" Lah gimana,aku diem dia dekatin aku terus... Ya aku iyain aja..Terus aku jatuh cinta sama dia,terus jadian...
"Dia bilang minta di jemputin pakai mobil..
"Ya aku jawab,aku gak punya mobil,adanya motor..
"Terus dia bilang gue lihat lu sering naik mobil hape lu bagus.. Masa lu gak punya mobil..
"Ya aku pikir ne cewek kok matre banget...Dikiranya aku orang kaya..Ya sudah aku putusin aja.." ucap Lukman.
"Selain minta jemputin,dia minta apa man?" ucap Bayu.
"Minta belikan hape baru,tapi gak ku belikan..Lha wong baru jadian kok minta hape baru...Emang aku bapaknya apa" ucap Lukman.
Diana muncul sambil membawa nampan berisi minuman kopi.Lalu meletakkan di dekat Bayu,
"Terima kasih sayang..." ucap Bayu.
"Sama - sama sayang" ucap Diana lalu masuk ke dalam.
"Aseek...Ada kopinya..Pas neh buat ngudud..
Bimo merogoh kantongnya.
"Jancook...Rokokku ketinggalan lagi
Daniel menyodorkan rokoknya.
"Emmoh aku rokok kansas...Gak ada rasanya.." ucap Bimo lalu memgadahkan tangan ke Lukman untuk minta rokoknya.
"Aku ra gowo rokok loh Bo..." ucap Lukman.
"Bentar...Aku ambil dulu..
Bayu berdiri untuk mengambil rokok di dalam tokonya.
Tak lama kemudian Bayu muncul sambil membawa 2 bungkus surya serta korek.
"Neh rokoknya.." ucap Bayu sambil memyerahkan rokok yang ia pegang.
"Suwun bos.." ucap Bimo menyambut rokok tersebut.
"Lebaran ke 4 lomba mancing belut lagi yook.." ucap Lukman.
"Aku gak iso melu..." ucap Bayu.
"Enak'e lomba opo yooo.." ucap Bimo.
"Menek rondo nom wae.." ucap Daniel.(Naik janda muda aja).
"Waaasssuuu..." ucap Lukman dan Bimo.
"Oh iyo... Awakmu sudah kerumah pak Warso kah Bay?" ucap Lukman.
"Belum..Paling lebaran aku kesana,lebaran ke dua kerumah pakdeku." ucap Bayu.
"Lebaran berapa ke rumah Sulisnya Bay?" ucap Daniel.
"Hem...Sore lah...Nanti aku telpon Sulisnya.." ucap Bayu.
---***---
Di suatu tempat yang sangat Jauh sekali,nampak pria remaja sedang berlatih bersama gurunya yang seorang pria dewasa di sebuah hutan.Pemuda itu ingin membalas dendam,karena keluarganya di bunuh.
Mata pemuda itu pinggiran berwarna kuning tengahnya hitam seperti mata Harimau. Gerakannya sangat gesit dan mematikan. Siapapun yang terkena serangannya akan mati.Sang guru juga begitu,matanya sama dengan muridnya yang masih memiliki ikatan keluarga
Pemuda itu melayangkan tangan seperti mencakar,sang guru menghindar. Serangan pemuda itu mengenai batang pohon.
Nampak batang pohon itu bergaris - garis setelah terkena serangan pemuda itu.
"Cukup " ucap guru itu.
Pemuda itu menormalkan lagi matanya.
"Apakah guru sudah tahu,siapa yang membunuh ayahku.." ucap pemuda itu.
"Menurut datuk Abu,yang membunuh ayahmu adalah 2 orang,laki - laki dan perempuan.
"Lalu setelah di telusuri,rupanya korban yang di bunuh ayahmu itu adalah dari keluarga Jati.
"Keluarga Jati pernah di datangi seorang pemuda yang mengamuk karena mencari keberadaan ibu mertuanya,ia mengira yang menculik itu adalah keluarga Jati.
"Kao jangan bertindak gegabah...
"Eyangmu saja sangat mudah di bunuh.." ucap wanita itu.
"Tapi bi...Aku tak terima bila ayahku dan eyang di bunuh secara keji.." ucap pemuda itu.
Tiba - tiba seekor Harimau coklat memghampirinya.
Mereka memberi hormat pada Harimau tersebut.
Harimau itu berubah menjadi manusia berumur. Dia adalah Datuk Abu.
"Salam datuk..." ucap pemuda itu.
"Aku sudah tahu,siapa yang membunuh keluarga kita.." ucap datuk Abu
"Siapa yang membunuhnya datuk?" ucap pemuda itu.
"Bayu..." ucap datuk Abu.
Lalu muncul lagi Harimau coklat. Kemudian berubah menjadi manusia yang sudah berumur. Dia adalah Datuk Tunggal.
Pemuda itu memberi hormat.
"Jangan dulu kao menyerang dia,sebab ilmumu belum cukup.." ucap datuk Abu.
"Tapi Datuk..Nyawa harus di balas dengan nyawa..." ucap pemuda itu menahan amarahnya,matanya berubah seperti mata Harimau.
__ADS_1