
Hinata memegang lengan Bayu saat berjalan.
Bayu memakai mengambil hapenya sambil berjalan ke parkiran,untuk memghubungi Alex.
Tuuuut....Tuuuut....Tuuut...Tuuut...
"Haloo..." suara wanita.
Para Siswi melihat Bayu berjalan bersama Hinata , mereka tak berani mendekat,sebab takut di hajar oleh Hinata.
"Asem....Cewek lagi yang angkat." ucap Bayu dalam hati.
"Halo mbak...Maaf ganggu,ini saya Bayu...Apakah Alexnya ada?" ucap Bayu.
"Ada....Tunggu sebentar..
"ALEEEEX.... TEMEN LU NELPON..
Tak lama kemudian.
"Ya Bay...Ada apa?" suara Alex.
"Yang mengejek itu biasanya nongkrong di mana,dan siapa namanya?" ucap Bayu.
"Lu mau nyerang mereka pakai pengawal lu?" suara Alex.
"Pengawal keluarga Han khusus melindungi keluargaku aja Lex,mereka gak mau melakukan hal - hal yang sepele..
Alex pun memberi tahu.
"Oke...Suwun yo..." ucap Bayu.
Bayu mematikan telponnya,lalu memakaikan Helm ke Hinata,lalu mereka pergi meninggalkan sekolahan tersebut,di belakangnya ada sebuah mobil pengawal keluarga Han mengikut Bayu.
***
Rumah Bayu
Sore hari.
Bayu duduk sendirian di kamar Diana.Ia memgambil hapenya yang di cas.
Bayu menekan kontak bernama Malik.
Tuuut....Tuuuut....Tuuuut...
"Assalam mua'laikum Bay..." suara Malik
"Wa'laikum salam warah matullah... Sibuk gak kang?" ucap Bayu.
"Enggak... Ne lagi santai...Ada apa Bay?" suara Malik.
"Aku mau minta tolong...
Bayu memberi tahu maksud dan tujuannya,lalu memberi tahu tempat tongkrongan kelompok yang mengejek kampusnya. Bayu menyuruh Malik mencari tahu rumah kelompok tersebut,lalu menculik mereka,kemudian di hajar hingga babak belur,setelah itu di kembalikan lagi saat tengah malam. Kemudian menebar isu,jika ada Mahasiswa yang berani mengejek atau menghina kampusnya maka akan berakhir di rumah sakit.
"Gimana kang? Apa sampeyan sanggup?" ucap Bayu.
"Sangguplah Bay,itu mah pekerjaan mudah,dah lama aku gak ada mukulin orang ." suara Malik.
"Iya...Tapi jangan sampai patah tulang,buat bonyok aja ya kang." ucap Bayu.
"Siap Bay..." suara Malik
"Assalam mua'alaikum kang" ucap Bayu.
"Wa'alaikum salam ." suara Malik.
Bayu mematikan hapenya.
Lalu Diana masuk dalam kamar.
"Sayang...." ucap Diana.
"Iya yank..." ucap Bayu.
"Bentar lagi magrib,yang lain dah menunggu.." ucap Diana.
"Iya sayang..." ucap Bayu.
Mereka kemudian keluar kamar.
"Dengan begini...Tak ada lagi yang berani menghina kampus B******* dan tak ada tawuran antar mahasiswa" ucap Bayu dalam hati sambil berjalan.
"Aturan biarin aja Bay.... Kan mayan buat olah raga..." suara Jalu.
"Kalau luka lebab aja gak masalah pakde...Rata - rata kalau tawuran itu bawa senjata tajam.... Kadang ku lihat berita di tv ada korban tewas." ucap Bayu dalam hati.
Bayu sengaja menyuruh Malik melakukan itu, bila memakai pengawalnya dirinya merasa sungkan,sebab hanya masalah sepele.
---***---
Hari Rabu.
Di jalan Raya nampak Bayu membawa sepeda motor membonceng Khalisa. Bayu meletakkan tasnya di depan. Khalisa memeluk Bayu.
"Mas..." ucap Khalisa.
"Iya dek..." ucap Bayu.
"Kalau begini...Jadi teringat saat kita sekolah di SMP ya" ucap Khalisa.
"Iya...Tapi bedanya dulu kita naik sepeda pancal" ucap Bayu.
Di belakang Bayu sebuah mobil Pajero mengikuti Bayu dari belakang,mobil itu adslah para pengawal Bayu.
Setelah menempuh perjalanan akhirnya mereka sampai di kampus.
Khalisa memegang lengan Bayu saat berjalan menuju kelasnya.
Setelah sampai di kelas,Bayu duduk di kursi.
Vivi membalikkan badannya.
"Bay..." ucap Vivi.
"Iya Vi..." ucap Bayu.
"Hem....Gue penasaran sama wajah hantu,soalnya gue gak pernah lihat,lu kan bisa gambar. Tolong gambarkan hantu dong Bay...gue pengen lihat..." ucap Vivi.
"Oke...Yang cewek apa yang cowok?" ucap Bayu.
"Semuanya yang pernah lu lihat.." ucap Vivi.
"Oke..." ucap Bayu.
Bayu mengambil buku gambar,lalu menggambar hantu yang sering ia lihat.
Alex masuk ke dalam kelas bersama Gery.
Tiba - tiba hape Bayu bergetar pendek,ia mengambil hapenya.
From Alex.
Sabtu sore kumpul di rumah Sambo. Kita akan berduel dengan mahasiswa T****** saat malam minggu
Bayu membalas pesan tersebut.
to Alex.
Insya Allah.
Bayu mengirim pesan tersebut kemudian mengantongi hapenya.Ia lanjut menggambar.
---***---
Hari Jum'at.
Universitas Tenik T******* menjadi gempar,puluhan mahasiswa masuk rumah sakit dengan kondisi babak belur,giginya sebagian rontok,badan biru - biru, muka lebam. Setelah itu terdengar isu bila mereka yang masuk rumah sakit akibat mengejek dan menghina kampus B****** tempat Bayu kuliah. Para mahasiswa dan mahasiswi yang tak ikut - ikutan mengejek dan menghina kampusnya Bayu menjadi ketakutan. Namun ada beberapa mahasiswa dan warga yang tak percaya lalu mengejek dan menghina saat nongkrong di luar,kebetulan ada anak buah Bayu yang sedang menyamar. Mahasiswa yang mengejek itu di culik lalu tengah malam di geletakkan di pinggir jalan yang sepi dalam keadaan babak belur,giginya rontok,muka bonyok,badan biru - biru.dan mulut mengeluarkan darah,akan tetapi masih hidup.
Esok harinya.
Terdengar kabar,jika ada mahasiswa T****** serta warga di temukan dalam keadaan terluka.
Para Mahasiswa T******* tak ada yang berani mengejek atapun menghina kampusnya Bayu. Sebab ada saksi yang bilang bahwa korban sempat tak percaya lalu mengejek dan menghina. Kini mereka percaya dengan isu tersebut. Sehingga tak ada lagi yang menghina ataupun mengejek kampus B******.
----***---.
Hari Sabtu
Di Kampus.
Bayu sedang duduk sambil menggambar memakai pensil warna. Ia menggambar Sulis saat berada di rumah orang tuanya.
__ADS_1
Sedangkan Sulis melamun,karena hari ini adalah hari ulang tahunnya, baru orang tuanya saja yang ngucapin selamat ulang tahun,sementara Ahmad,Bayu dan yang lainnya tak ada yang ngucapin selamat ulang tahun dirinya. Ia berharap baik Ahmad maupun Bayu mengucapkan selamat ulang tahun untuk dirinya seperti waktu Hinata ulang tahun.
"Mungkin mereka tidak tahu aku ulang tahun hari ini..." ucap Sulis dalam hati.
Alex muncul lalu berjalan menghampiri Bayu.
"Bay..." ucap Alex.
Bayu melihat ke arah Alex.
"Opo Lex?" ucap Bayu.
"Nanti jam istirahat gue ada perlu,kita bicara 4 mata..." ucap Alex.
"Oke..." ucap Bayu
Tak terasa waktu cepat berlalu.
Ketika jam pelajaran bu Eva selesai,alex menghampiri Bayu.
"Yuk Bay..." ucap Alex.
"Kemana?" ucap Bayu.
"Ikut gue sebentar..." ucap Alex.
Bayu berdiri lalu berjalan bersama Alex.
Setelah di tempat yang agak sepi.
"Lu dengar kabar berita gak?" ucap Alex.
"Kabar apaan?" ucap Bayu.
"Para mahasiswa T****** masuk rumah sakit...
"Rata - rata mereka yang mengejek kampus kita,pelaku penganiayaan itu belum tertangkap." ucap Alex.
"Ooo...Itu..
"Aku dah tahu dari koran... Syukurlah mereka masuk rumah sakit..." ucap Bayu.
"Apa ini ulah lu..?" ucap Alex curiga.
"Lah... Kamu ingat gak saat kita ngobrol di kampus itu ada penjaga tak jauh dari kita?" ucap Bayu.
"Hem...Iya gue ingat..
"Siapa tahu aja penjaga itu memberi tahu pada keluarga Han..."ucap Bayu.
"Iya juga seh..." ucap Alex sambil menggaruk - garukkan kepala.
"Seharusnya kita bersyukur... Tak ada yang berani mengganggu kita,kita hanya fokus belajar..." ucap Bayu.
"Hem....Besok datang ke rumah Sambo, sebab dia pengen ketemu sama lu..." ucap Alex.
"Dia gak masuk kuliah kah Lex?"." ucap Bayu.
"Dia masuk siang Bay... " ucap Alex.
"Ooo...Masuk siang...Insya Allah ya Lex." ucap Bayu.
Alex meninggalkan Bayu,Bayu mengambil hapenya.
To Malik
Kang....Sudahi dulu operasinya. Cukup awasi saja.
Bayu mengirim pesan tersebut. Lalu berjalan ke arah kelasnya.
Sesampai di depan kelas kelas.Hapenya bergetar pendek.Bayu mengecek pesan yang masuk.
From Malik.
Siap laksanakan.
Bayu menghapus pesan dari Malik maupun yang ia kirim,lalu berjalan masuk ke dalam kelas.
"Mas...Tadi Alex ngapain?" ucap Khalisa.
"Cuman nanya kabar yang di koran itu loh dek.." ucap Bayu.
"Ooo...Kirain apa..." ucap Khalisa.
"Tumben kamu gak ke kantin Vi?" ucap Vivi duduk sambil membaca.
Vivi menoleh ke Bayu.
"Oh iya...Lu tahu gak Bay " ucap Vivi.
"Aku bukan Tahu Vi..." ucap Bayu.
"Iiisssh...Nyebelin...
"Lisa...Kok lu mau seh nikah sama dia.." ucap Vivi kesal.
"Lah....Kamu ngomongnya setengah - setengah gitu..Mana aku ngerti...Terus kamu ngatain aku Tahu..Ya aku bukan Tahu..." ucap Bayu.
"Bodoh....." ucap Vivi lalu membalikkan badannya.
"Dia kesurupuan kah dek?"
Vivi berdiri lalu berjalan.
" Gitu aja ngambek....Nanti di datangi hantu lagi baru tahu rasa..." ucap Bayu.
Vivi berhenti melangkah,lalu membalikkan badan,ia berjalan ke arah Bayu.
"Gue itu cuman mau bilang, Ada tetangga gue yang kuliah di kampus T*******,dia gak percaya isu itu,lantas di mengejek kampus kita saat dia nongkrong. Besok paginya dia ditemukan tergeletak di pinggir jalan,gak sadarkan diri di dekat stasiun" ucap Vivi.
"Ooooh...Begituu..
"Serem juga ya...." ucap Bayu.
"Iya...Kok jadi serem gitu ya Bay..." ucap Vivi.
"Ya makanya,jangan suka mengejek,apa lagi bulan puasa,kalau yang di ejek itu terima gak masalah,kalau gak terima bisa tawuran." ucap Bayu.
Vivi duduk di kursinya.
"Gak jadi pergi Vi?" ucap Bayu.
Vivi menoleh ke Bayu.
"Pergi kemana?" ucap Vivi.
"Yo ndak tahu...Kok tanya saya..." ucap Bayu.
"Lisa....Tadi malam,lu gak kasih jatah ke Bayu kah? kok hari ini gangguin gue?" ucap Vivi.
"Masa kamu gak tahu Bayu...Dia itu lagi konslet." ucap Khalisa.
"Aseemmm......
Bayu mengeluarkan buku gambar lalu memberikan ke Vivi.
"Ini Vi gambar yang kamu minta.." ucap Bayu.
"Thanks ya Bay..." ucap Vivi.
"Iya...Sama - sama..." ucap Bayu.
Begitu Vivi membuka buku gambar tersebut,jantung Vivi terasa mau copot,sebab yang ia lihat adalah gambar wajah pocong yang sangat menyeramkan. Ia menutup lagi buku gambar itu.
Bayu menggambar memakai pensil warna. sehingga hasilnya nampak seperti nyata.
"Bay... Itu beneran wajah hantu yang lu lihat?" ucap Vivi.
"Iya benar...Itu sesuai yang aku lihat Vi..Buku gambar satunya itu bukan gambar hantu.." ucap Bayu.
Vivi membuka buku gambar satunya.
Nampak Gambar dirinya sedang duduk membaca buku,lalu ada gambar Sulis di dekatnya,Bayu dan Khalisa juga ada,lalu ia melihat gambar lainnya,ada gambar ibunya,di sebelah gambar ayahnya,sebelahnya lagi gambar dirinya yang berdiri di ruang keluarga memakai seragam kampus.
"Bay...Bagus banget.... Gue suka sama gambaran lu...Seperti nyata.." ucap Vivi.
"Coba aku lihat Vi..." ucap Sulis penasaran.
Vivi memberikan buku gambar yang isinya gambar hantu. Begitu Sulis membuka,ia terkejut lalu melempar buku gambar tersebut.
Buku gambar yang di lempar Sulis jatuh di samping seorang pemuda yang sedang duduk. Pemuda itu mengambil buku gambar tersebut.
Ia melihat Hantu Kuntilanak dan Genderuwo,lalu melihat lagi gambar lainya. Saat ia melihat gambar pocong,ia terkejut,sebab dirinya pernah melihatnya.
__ADS_1
Lalu ia melihat ke arah Bayu.Kemudian berdiri,ia berjalan ke arah Bayu. Pemuda itu bernama Anton.
"Bay..." ucap Anton.
"Iya Ton.." ucap Bayu
"Gambar hantu ini lu yang gambar kah?" ucap Anton.
"Iya...Jelek ya gambaranku Ton.." ucap Bayu.
"Jelek apamu...Ini seperti asli tahu...Gue pernah lihat hantu pocong tepat di depan wajah gue gambarnya sama dengan yang lu gambar,terus gue lari karena takut banget...
"Sumpah....Gambar lu keren dan bagus..." ucap Anton
Teman - teman yang lain mendekati Anton,karena penasaran,mereka pun melihat hasil gambaran Bayu.
"Bajingaaan.... Sumpah gue pernah lihat tuh kuntilanak...Gambarnya sama dengan yang ini...
"Anjeeeng..Gue juga Sama...Gue juga pernah lihat pocong...Wajahnya mirip banget...Hiiii ...Takut Gue...Sampai terkencing di celana...
Alex masuk dalam kelas,lalu ia penasaran,kenapa orang - orang berkumpul di dekat Bayu,lalu berjalan mendekat.
"Ada apa ini?" ucap Alex penasaran.
"Coba lu Lihat ini Lex..." ucap pria yang memegang buku gambar lalu menyerahkan ke Alex.
Alex menerima buku gambar itu lalu membuka.
"JUANCOOOK...... !!! Alex terkejut
"Ini siapa yang gambar...?" ucap Alex sambil melihat gambar yang lain.
"Bayu..." ucap Anton.
"Itu ada gambar pacarmu Lex...Si mbak Kunti" ucap Bayu.
"Anjeeng... Pacar gue bukan hantu dodol..." ucap Alex.
Ha....Ha....Ha...Ha...Ha...Ha... Sebagian tertawa.
---***---
Di rumah Bayu.
30 menit sebelum buka puasa.
Bayu berdiri bersama Lukman menunggu Sulis masuk dalam kamarnya.
Bayu memakai Sarung,baju kaos biasa,di balik sarungnya ia tak makai pengaman.
"Bay... Awakmu ono seng ngejak tawuran gak?" ucap Lukman.(dirimu ada yang ngajak tawuran tidak).
"Ada... Lah awakmu sopo seng ngejak tawuran?" ucap Bayu.( lah dirimu siapa yang memgajak tawuran)
"Pandu... Aku moh melu,meskipun aku iso gelut..." ucap Lukman (Aku tidak ikut,meskipun aku bisa berantem).
"Jarno waee... Ojo melu tawuran...Kecuali kalau kita di serang." ucap Bayu.(Biarkan saja...Jangan ikut tawuran)
Bayu melihat Sulis lalu masuk dalam kamar.
"Nah...Saatnya beraksi..."ucap Bayu dalam hati.
Bayu berjalan ke arah kamar Sulis lalu menempelkan kupingnya di pintu untuk mendengar suara langkah kaki Sulis.Ia memasukkan kunci serep kamar Sulis,lalu mencoba memutarnya.
Ceklek... suara kunci pintu.
"Berarti dia masih pakai grendel.." ucap Bayu dalam hati.ia tahu sifat Sulis bila mengunci pintu kamar saat di dalam kamar selalu memakai grendel saat Sulis tidur di kamar kossannya.
Bayu membiarkan kunci tersebut dalam kondisi miring,agar Sulis tak bisa memutar lubang kunci saat memasukkan kuncinya. Sebab sebelumnya ia pelajari dulu kunci kamar miliknya telebih dahulu.
20 menit menit kemudian
Keluarga,teman -temannya dan pembantunya datang. Lukman mendorong meja beroda yang terdapat kue ulang tahun,botol mineral dan teh kotak.
"Mas...Apa gak keterlaluan neh kita ngerjain Sulis..?" ucap Khalisa lirih.
"Enggak sayang..." ucap Bayu lirih.
"Jangan ada yang bicara..." ucap Bayu lirih.
15 menit kemudian.
Ceklek...Ceklek.... ( suara tuas pintu bergerak)
"Kok gak bisa aku buka.." suara Sulis.
Dook.....Dok....Dok... (suara pintu di gedor)
"TOLOOONG....." suara Sulis berteriak.
Dok.....Dok...Dook...(suara pintu di gedor.)
"TOLOOONG.....
Dok....Dook....Dook....(suara pintu di gedor)
"MAAAASSS....
"BIMOO....
"LUKMAN...
"TOOOOOLOOOOOOOONG......" suara Sulis berteriak.
Dok....Doook....Dok.....( suara pintu di gedor)
"Lis....Ada apa Lis..." ucap Bayu.
"Mas....Pintunya gak bisa aku buka mas." suara Sulis.
"Masa seh Lis...?" ucap Bayu.
"Beneran mas..." suara Sulis.
"Waduuh...." ucap Bayu.
"Mas....Tolong dong bukain...Ini aku gak bisa buka..." suara Sulis panik
"Tenang Lis...Jangan panik...Kamu nguncinya pakai grendel atau kunci Lis?" ucap Bayu.
"Pakai grendel mas..." suara Sulis.
"Coba kamu buka pakai kunci..." ucap Bayu.
"Gak bisa mutar mas...Gimana ini mass..." suara Sulis.
Ceklek....Ceklek...Ceklek...( suara tuas pintu.)
"Aku panggil mbak Dewi dulu ya Lis buat nanyain kunci serepnya..." ucap Bayu.
"Iya mas..." suara Sulis.
3 menit menjelang buka puasa.
"Lis... Kata mbak Dewi,dia gak ada pegang kunci serepnya Lis.." ucap Bayu.
"Jadi gimana mas...Aku gak bisa keluar ini..." suara Sulis.
"Hem.... Bentar aku pikir dulu..." ucap Bayu.
"Mas...Aku lewat jendela aja ya..."suara Sulis.
"Jangan....Tangga kita di pakai sama penjaga buat baikin lampu jalanan..."ucap Bayu alasan.
"Dobrak aja mas..." suara Sulis.
"Jangan...Nanti pintunya rusak...Kakek bisa marah..." ucap Bayu.
"Tolongin nah mas..." suara Sulis seperti menangis.
"Tenang Lis....Di kamarmu ada air minum apa enggak buat buka puasa" ucap Bayu.
"Gak ada mas....Dobrak aja mas...Nanti aku ganti kalau pintunya rusak..." suara Sulis.
"Pintunya mahal ini Lis...Harus pesan dulu di negeri cina sana...
"Tenang dulu ya Lis...Aku lagi mikir..." ucap Bayu.
" Cepetan mas..." suara Sulis.
Bayu memberi kode untuk menyalakan lilin.lalu mencabut kunci serepnya karena sudah masuk magrib. Lalu meletakkan buku gambar di atas tumpukan teh kotak,lalu memgambil kue ulang tahun.
"Coba kamu lepas kuncinya,lalu baca bismilah,kemudian putar lagi kuncinya Lis..." ucap Bayu.
__ADS_1
Ceklek...Ceklek..Ceklek...
Kriiiieeeet...Pintu terbuka.