
Pagi hari.
Bayu melakukan aktifitasnya seperti biasa. Shalat,menjala ikan,memasak dan pergi kepasar.
Saat ini Bayu berada di pasar bersama Anming.
Bayu memberikan 4 ekor ikan bakar ke Zhouzu,karena Zhouzu membantu dirinya mempelajari bahasa china.Kemudian bertanya ke Zhouzu saat tak ada yang membeli dagangannya Zhouzu.
" Jiang..." ucap Zhouzu.
" Iya...Ada apa?" ucap Bayu.
" Apakah kamu ada menyukai wanita di sini.." ucap Zhouzu.
" Tidak ada...." ucap Bayu.
" Jika ada wanita yang menyatakan rasa cintanya padamu bagaimana?" ucap Zhouzu.
" Aku akan menolaknya..." ucap Bayu.
" Kenapa kamu menolaknya?" ucap Zhouzu.
" Karena aku tak cinta.. "
" Tunggu dulu...Apakah kamu mencintaiku?" ucap Bayu.
" Ti..Ti..Tidak...Aku tidak mencintaimu.." ucap Zhouzu berbohong. Sebab ia jatuh cinta pada Bayu.
Bayu menanyakan lagi kosa kata yang belum ia pahami sambil memekai bahasa isarat dan gambar kepada Zhouzu.
Zhouzu memberitahu ke Bayu kosa kata tersebut.
Di sisi lain,Shoutang pergi ke rumah Jiang dengan membawa sesuatu di dalam kantong plastik.
Tak terasa jualan Anming ludes terjual.
"Aku pulang dulu ya.." ucap Bayu.
" Iyaa..." ucap Zhouzu.
Zhouzu menatap punggung Bayu yang sedang berjalan kaki kerumah Anming.
" Apakah aku tidak cantik,sehingga kamu tidak jatuh cinta padaku Jiang?" ucap Zhouzu dalam hati.
Sebelum pulang,Anming mampir ke toko membeli bahan makanan pesanan istrinya.
Selesai membeli,mereka pulang kerumah.
Bayu membawa barang belanjaan,karena Anming tak kuat mengangkatnya.
Sesampai di rumah,Bayu meletakkan barang belanjaan di dalam rumah. Lalu keluar rumah.
Bayu mengambil kapak ,kemudian membelah kayu untuk kayu bakar.
Anming melihat Jala yang di gantung nampak berbeda dari sebelumnya,lalu memeriksa jala tersebut.
Begitu ia memeriksa,alangkah terkejut dirinya melihat Jala itu telah rusak.
" Istriku...Apakah tadi ada seseorang kemari..?" ucap Anming.
" Tidak ada suamiku..." ucap Xoukang.
" Jalanya kenapa ayah...?" ucap Bayu.
" Rusak...Kita tak bisa menangkap ikan jika jala ini rusak.." ucap Anming.
Bayu meletakkan kapaknya,lalu menghampiri Anming.
Setelah dekat,ia memegang Jala ikan tersebut.
" Heemm...."
" Apakah ayah punya tali seperti ini.." ucap Bayu menunjuk jaring Jala yang terbuat dari nilon.
" Ada...Sebentar ayah ambilkan.." ucap Anming.
Anming mengambil peralatan untuk memperbaiki Jalanya,setelah itu memberikan ke Bayu.
Bayu menerima lalu mencoba memperbaiki Jala ikan tersebut.
" Apa kamu bisa memperbaikinya ?" ucap Anming.
" Tidak tahu. Tapi akan aku coba.." ucap Bayu.
Bayu menyulam Jala ikan tersebut.
Anming memperhatikan Bayu memperbaiki Jala ikan.
" Ternyata kamu bisa...Anak pintar..." ucap Anming melihat Bayu dengan cekatan menyulam kembali Jala yang telah rusak itu.
***
Sore hari.
Zhouzu kembali berkunjung ke rumah Anming,ia membawa beberapa buku untuk Bayu. Ia memakai riasan di rambutnya,sehingga Zhouzu tampil lebih cantik. Agar Bayu tertarik pada dirinya.
Sementara Shoutang mengikuti Zhouzu dari belakang.
Bayu menemui Zhouzu,kemudian mereka duduk di teras rumah.
" Ini...Aku punya buku untukmu.." ucap Zhouzu memberikan buku yang ia bawa.
" Terima kasih...Kamu baik sekali.."
Bayu melihat tampilan Zhouzu semakin cantik.
Shoutang bersembunyi di balik pohon mengintip Zhouzu dan Bayu yang duduk di teras rumah.
" Kamu terlihat makin cantik" ucap Bayu.
"Terima kasih.." ucap Zhouzu. Mukanya memerah karena di sanjung oleh pria yang ia sukai.
Bayu kembali belajar bersama Zhouzhu.
" Besok kamu libur ya?" ucap Bayu.
" Iya..."
" Besok ibuku akan pergi ke rumah pamanku.."
" Bagaimana jika besok,setelah kamu berjualan main kerumahku.." ucap Zhouzu.
" Heem...."
" Iya..."
Bayu terdiam lalu berkata lagi.
" Cium itu apa bahasa chinanya?" ucap Bayu sambil memberi isarat.
" Apa...? Coba ulangi" ucap Zhouzu pura - oura tidak paham.
" Cium...Emmuaahh.."
" Itu apa bahasa chinanya..?" ucap Bayu.
Zhouzu lantas mencium pipi Bayu.
Cup...
" Apa itu?" ucap Zhouzu.
" Iya..." ucap Bayu.
" Wěn "
" Jika menyentuh pipi seperti ini"
Cup...
" Itu...Wěn nǐ " ucap Zhouzu.
Shoutang yang melihat Zhouzu mencium Bayu menjadi marah. Tadi pagi,ia telah merusak Jala. Agar Bayu bisa menangkap ikan. Kini ia memiliki rencana jahat lainnya.
" Ooo...Begitu..." ucap Bayu.
" Apakah kamu pernah mencium seorang gadis?" ucap Zhouzu.
" Aku tidak ingat,akan tetapi. Gadis yang mencium diriku...Aku ingat.." ucap Bayu.
" Siapa gadis yang mencium kamu?" ucap Zhouzu.
Bayu menunjuk Zhouzu.
" Ini gadisnya..." ucap Bayu.
" Oh iya...."
" Aku jadi malu..." ucap Zhouzu.
" Apa kamu sudah makan?" ucap Bayu.
" Sudah..."
" Aku memakan ikan yang kamu berikan tadi pagi.." ucap Zhouzu.
Bayu merasakan ada seseorang yang mengintip,lalu melihat sekeliling.
Bayu melihat ada sosok yang bersembunyi di balik pohon.
" Keluar... Aku tahu kamu di pohon itu.." ucap Bayu.
" Sial...Dia tahu aku mengintip..." ucap Shoutang dalam hati,kemudian lari dari persebunyiannya
Bayu berlari mengejar Shoutang.
Tap....
Bayu memegang pundak Shoutang.
" Kamu kutang...Kenapa kamu di pohon itu?"ucap Bayu.
" Sial...Dia bisa mengejarku.." ucap Shotang dalam hati,lalu membalik badannya.
" Emangnya kenapa haaah...?"
" Ini juga bukan wilayahmu...Jadi aku bebas melakukan yang aku mau.." ucap Shoutang.
" Apa kamu yang potong Jala milik ayahku?" ucap Bayu.
" Jika iya kenapa...?"
" Kamu tidak terima?" ucap Shoutang.
" Jangan kamu ulangi lagi.." ucap Bayu lalu meninggalkan Shoutang.
" Aku akan menghancurkannya hingga kamu tak bisa memperbaikinya...Lihat saja nanti.." ucap Shoutang dalam hati lalu pergi.
Bayu duduk kembali.
" Siapa yang bersembunyi Jiang?" ucap Zhouzu.
" Kutang..."
" Dia yang merusak Jala milik ayahku.." ucap Bayu.
" Apakah kamu di pukul oleh dia.." ucap Zhouzu.
" Tidak..."
" Aku meninggalkannya setelah aku berkata jangan kamu ulangi lagi.." ucap Bayu.
" Kenapa tidak kamu pukul saja dia..." ucap Zhouzu.
" Tidak..Aku tidak mau melakukannya hanya karena Jala yang dia potong.."
" Jika dia menyakiti ayah dan ibuku...Barulah aku akan pukul dia.." ucap Bayu.
" Jika dia menyakitiku..Apakah kamu akan memukul dia..?" ucap Zhouzu.
" Tentu saja aku akan memukul dia.." ucap Bayu.
" Terima kasih..." ucap Zhouzu.
Cupp....
Zhouzu mencium pipi Bayu.
" Kenapa kamu cium pipi aku?" ucap Bayu.
" Tidak apa - apa.." ucap Zhouzu.
Cuup...
Zhouzu mencium pipi Bayu lagi.
" Jangan cium aku lagi.." ucap Bayu.
" Kenapa kamu tidak mau aku cium?" ucap Zhouzu.
" Nanti warna bibirmu hilang..." ucap Bayu.
" Tidak apa - apa..."
" Aku membawa pewarna bibir..."
__ADS_1
" Jadi kamu tidak usah khawatir.." ucap Zhouzu.
" Jiangkreek...Ini cewek nyosor terus kalau gincunya masih ada..." ucap Bayu dalam hati.
" Hari sudah mau gelap..."
" Jika tidak pulang cepar,nanti kamu tidak bisa pulang.." ucap Bayu.
" Iya..."
" Besok ke rumahku ya.." ucap Zhouzu.
" Iya..." ucap Bayu.
" Paman...Bibi....Aku pulang dulu..." ucap Zhouzu lalu pergi meninggalkan Bayu.
***
Pagi hari.
Seperti biasa Bayu melakukan aktifitasnya,Shalat,mencari ikan,membakar ikan,mandi lalu pergi kepasar bersama Anming.
Saat ini Bayu berada di pasar. Ia mencoba membantu ayah angkatnya.
" IKAN....IKAN....IKAAAAN..."
" MARI BIBI YANG CANTIK...PAMAN YANG TAMPAN..."
"BELI IKAN INI.....IKANNYA MASIH SEGAR TANPA BAHAN PENGAWET..." Teriak Bayu sambil membawa ikan yang di ikat menggunakan tali bambu.
Orang - orang yang mendengar teriakan Bayu melihat ke arah Bayu.
Seorang ibu - ibu lewat di depan Bayu..
" Mari bibi yang cantik....Silahkan di pilih ikannya..." ucap Bayu.
" Kamu bisa saja tampan...Baikalah...Aku beli ikanmu.." ucap ibu itu.
" Terima kasih bibi...."
" Bibi semakin cantik bila membeli ikan ini.." ucap Bayu.
" Iya...Sama - sama tampan..." ucap ibu itu.
" Mari paman tampan..Beli ikan ini...Buat istri paman...Murah meriah..." ucap Bayu.
" Aku tidak punya istri.." ucap pria itu.
" Ya sudah...Buat kekasih paman,supaya semakin cinta ke paman..." ucap Bayu.
" Nah...Aku suka itu...Baiklah...Aku beli ikanmu..." ucap pria itu,padahal ia tak berniat beli ikan tersebut.
Tak sampai 1 jam.Dagangan mereka ludes terjual.
" Waaah..."
" Kamu pandai berdagang rupanya Jiang'er..." ucap Anming.
" Tentu saja.....Jiang..." ucap Bayu.
Anming merapikan barang - barangnya.
" Ayo kita pulang..." ucap Anming.
" Jiang pergi kerumah Zhouzu ayah...Apakah boleh?" ucap Bayu.
" Baiklah..."
" Jangan pulang larut malam.." ucap Anming.
" Siap laksanakan..." ucap Bayu sambil memberi hormat alat militer.
" Apakah kamu membawa uang?" ucap Anming.
" Tidak ayah...." ucap Bayu.
Bayu menyimpan uangnya di tempat rahasia,karena takut di ambil orang. Sedangkan Jala rusak saja ibu angkatnya tidak tahu.
Anming memberikan uang ke Bayu.
" Ini untukmu..." ucap Anming.
" Terima kasih ayah...." ucap Bayu.
Anming berjalan kaki sendirian menuju rumahnya,sementara Bayu berjalan menuju rumah Zhouzu.
" Woiii Jiang...Mau kemana?"
" Apa kamu tidak berjualan.." ucap pria yang mengenali Bayu.
" Mau kerumah teman paman..."
" Ikan sudah habis terjual.." ucap Bayu.
Nampak seorang pria mencoba mengangkat barang yang begitu besar. Bayu datang menghampiri.
" Aku bantu paman..." ucap Bayu lalu membantu pria itu mengangkat barang tersebut.
Setelah selesai meletakkan barang.
" Terima kasih..." ucap pria itu.
" Sama - sama paman..." ucap Bayu lalu pergi meninggalkan pria itu.
" Tunggu..."
Bayu menghentikan langkahnya lalu menoleh pria yang barusan dia bantu.
" Siapa namamu.. ?" ucap pria itu.
" Jiang paman...Aku pergi dulu paman.." ucap Bayu lalu melanjutkan jalannya menuju rumah Zhouzu.
Setelah menempuh perjalanan,akhirnya ia sampai di rumah Zhouzu.
" Zhouzu..." ucap Bayu berdiri di depan pintu.
Pintu rumah terbuka,nampak Zhouzu yang membukakan pintu.
" Mari masuk..." ucap Zhouzu.
Bayu kemudian masuk ke dalam. Lalu duduk.
" Mau minum apa?" ucap Zhouzu.
" Teh saja..."
" Oh iya...Ini untukmu.." ucap Bayu. Sambil memberikan bungkusan berisi ikan bakar.
" Tunggu sebentar.." ucap Zhouzu.
" Silahkan di minum..." ucap Zhouzu.
" Iya..." ucap Bayu.
" Apakah kamu sudah mengingat kembali?" ucap Zhouzu.
" Belum...Aku belum mengingatnya.." ucap Bayu.
" Seandainya saja kamu punya ibu..Pasti ibumu akan khawatir." ucap Zhouzu.
" Entahlah...Aku tidak tahu.."
" Jika aku tak punya ibu,maka aku tidak khawatir.."
Zhouzu mendekatkan wajahnya ke wajah Bayu. Ia hendak mencium bibir Bayu.
" Oh iya... Aku baru ingat..."
Zhouzu tak jadi mencium Bayu.
" Ke kota itu jaraknya berapa jam?" ucap Bayu.
" Apa kamu mau pergi ke kota?" ucap Zhouzu.
" Tidak...Aku bertanya saja..." ucap Bayu.
" 3 jam menggunakan bis.." ucap Zhouzu.
" Jauh juga ya..."
" Apakah kamu memiliki buku lagi..?" ucap Bayu.
" Ada...Tapi yang banyak buku waktu aku sekolah.." ucap Zhouzu.
" Tidak apa -apa.." ucap Bayu.
" Tunggu sebentar."
Zhouzu lantas berdiri lalu berjalan untuk mengambil bukunya. Setelah dapat,ia memberikan buku itu ke Bayu.
" Ini bukunya.." ucap Zhouzu.
" Terima kasih cantik..." ucap Bayu.
Bayu mengambil buku pelajaran,lalu membacanya.
Ada kata - kata yang ia tidak pahami,lalu bertanya ke Zhouzu.
Zhouzu lantas memberi tahu memakai bahasa isarat,kadang menggambar jika Bayu tak paham bahasa isaratnya.
Tak terasa masuk waktu dzuhur.
Bayu melihat jam tangannya.
" Boleh pinjam sumurnya?" ucap Bayu.
" Boleh...Mau ngapain?" ucap Zhouzu.
" Mau cuci muka.." ucap Bayu.
Zhouzu lantas mengantar Bayu ke sumur.
Ia memperhatikan Bayu saat membasuh anggota tubuhnya.
Setelah selesai,mereka kembali ke rumah.
Lantai rumah Zhouzu terbuat dari semen,lantas Bayu tak perlu lagi kain untuk alasnya.
Bayu berdiri lalu memgangkat kedua tangannya.
" Alllaah huakbar..." ucap Bayu.
" Apa yang kamu lakukan Jiang?"
Bayu tak menjawab ucapan Zhouzu.
Zhouzu berdiri didepan Bayu.
" Kenapa diam saja Jiang...?" ucap Zhouzu.
Bayu yang hendak ruku' terhalang oleh Zhouzu lantas menggeser badannya. Kemudian rukuk.
" Pria yang aneh..."
" Tapi aku suka..."
" Tapi...Kenapa dia tak menyukaiku..."
" Lalu...Apa yang dia lakukan" ucap Zhouzu dalam hati melihat gerakan Bayu.
Setelah selesai shalat. Bayu berdiri lalu duduk di kursi.
" Apa yang barusan kamu lakukan Jiang?"
" Kenapa aku tanya tidak kamu jawab?" ucap Zhouzu.
" Aku tidak tahu apa yang aku lakukan.."
" Jika aku tak melakukannya..Hatiku merasa tidak enak..Dan tidak nyaman..."
" Setelah aku selesai melakukannya,aku merasa nyaman..." ucap Bayu.
" Kamu belajar dari mana gerakan itu?" ucap Zhouzu.
" Entahlah...Aku tidak ingat..."
" Tetapi..Aku merasa pernah melakukannya..." ucap Bayu.
Zhouzu duduk di samping Bayu.
" Di sini gatal...Apa kamu tahu penyakit ini?" ucap Zhouzu berpura - pura.
" Yang mana?" ucap Bayu.
Zhouzu membuka bajunya. Nampak kedua bukit keluar dari sarangnya.
" Yang ini..."
Zhouzu menunjuk ujung susunya.
" Ini terasa gatal sekali.." ucap Zhouzu.
Bayu memperhatikan bukit kembar tersebut.
" Aku tidak tahu..." ucap Bayu.
__ADS_1
" Coba kamu pegang..." ucap Zhouzu.
" Tidak...Aku tidak mau..." ucap Bayu.
Zhouzu lantas memegang tangan Bayu lalu meletakkan di bukit kembarnya.
" Tidak apa - apa.." ucap Zhouzu.
Bayu diam saja tak menggerakkan tangannya.
" Jantungmu berdetak lebih kencang.." ucap Bayu lalu menarik tangannya lalu menutup kembali bukit kembar itu,dan memakaikan kembali pakaian Zhouzu.
Zhouzu tak percaya apa yang di lakukan oleh Bayu. Ia mengira bahwa Bayu akan menggauli dirinya. Namun ternyata tidak.
" Apakah kamu tidak menyukai wanita..?" ucap Zhouzu.
" Aku suka wanita..Tapi..."
" Tidak semua wanita aku sukai.." ucap Bayu.
" Apakah kamu menyukaiku?" ucap Zhouzu.
" Tidak....Aku dan kamu teman.." ucap Bayu.
" Jika aku tidak memakai pakaian di depanmu..Apa yang akan kamu lakukan...?" ucap Zhouzu.
" Memakaikan pakaianmu..Agar dirimu tidak telanjangg.." ucap Bayu.
Zhouzu berdiri lalu melepaskan semua pakaiannya,ia tak perlu khawatir orang lain melihat,sebab pintu depan sudah ia kunci.
" Kenapa kamu melepas semua pakaianmu...?"
" Apakah kamu mau mandi?" ucap Bayu.
" Aku ingin bercinta denganmu?" ucap Zhouzu.
" Bercinta itu apa?" ucap Bayu.
Zhouzu memegang burung Bayu.
" Ini dimasukkan ke dalam punyaku ini" ucap Zhouzu menunjuk lubangnya.
" Ooo...Bercinta seperti itu..." ucap Bayu.
" Apakah kamu mau bercinta denganku..?" ucap Zhouzu.
Bayu tak menjawab,ia menghampiri Zhouzu.
Zhouzu deg ...deg ...Kan...Bayu akan menyentuh dirinya,dan bercinta dengannya.
Bayu mengambil pakaian milik Zhouzu,lalu memakaikan pakaian itu ke tubuh Zhouzu.
" Nanti kamu sakit bila tidak pakai baju.." ucap Bayu sambil memakaikan baju.
Zhouzu lantas mencium bibir Bayu. Bayu menghindar.
" Jangan cium aku..." ucap Bayu.
" Apa kamu menyukai pria?" ucap Zhouzu.
" Tidak...Aku tidak menyukai pria.." ucap Bayu.
Setelah selesai memakaikan pakaian,Bayu duduk di kursi lalu mengambil buku.
" Dia sungguh berbeda...Aku jadi semakin jatuh cinta pada dia.." ucap Zhouzu dalam hati lalu duduk di samping Bayu.
Bayu kembali bertanya tentang kalimat yang belum ia pahami. Zhouzu lantas memberi tahu.
Tak terasa waktu sudah masuk Ashar.
" Aku pinjam sumurmu lagi boleh?" ucap Bayu.
" Boleh..." ucap Zhouzu.
Zhouzu tak lagi mengantar Bayu,karena Bayu sudah tahu tempatnya.
Selesai Bayu wudhu,ia masuk kedalam rumah lalu shalat.
Zhouzu kembali bingung apa yang di lakukan Bayu. Sebab sebelumnya Bayu juga melakukan hal itu.
Setelah selesai shalat,Bayu kembali duduk.
" Dalam 1 hari...Berapa kali kamu melakukan hal seperti tadi?" ucap Zhouzu.
" Hemmm..."
" 5 kali..." ucap Bayu.
" Apakah itu harus?" ucap Zhouzu.
" Entahlah..Pernah sekali aku tak melakukannya.."
" Aku merasa gelisah...Lalu aku tak mau meninggakannya lagi. Agar aku tidak gelisah.." ucap Bayu.
Bayu kembali belajar. Hingga ibunya Zhouzu pulang.
Took...Took...Took...
" Zu'er...." suara ibunya Zhouzu.
" Iya...." ucap Zhouzu lantas berdiri lalu berjalan menuju pintu.
Ceklek...Krriiieeet....
Bayu melihat ke pintu.Nampak di luar gelap..
" Kok gelap..."
Bayu berdiri lalu berjalan ke pintu.
" Ada jiang rupanya..."ucap ibunya Zhouzu.
Bayu melihat awan gelap di langit.
" Aku pulang dulu ya.....Mau hujan..." ucap Bayu.
" Iya..." ucap Zhouzu.
Bayu berlari menuju rumahnya,ia tak menyangka jika sudah mendung.
" Apa yang kalian lakukan tadi?"
Zhouzu lantas menceritakan saat Bayu tak tergoda dengan dirinya.
Ibunya Zhouzu kaget,dan tak percaya.
" Benarkah apa yang kamu ucapkan itu Zu'er..?" ucap ibunya Zhouzu.
" Benar ibu...Apakah aku kurang menarik?" ucap Zhouzu.
" Kamu cantik dan menarik.." ucap ibunya Zhouzu.
****
Di rumah Anming.
Bayu tiba di rumah Anming basah kuyup. Karena dirinya kehujanan.
Bayu masuk rumah,lalu mengganti pakaiannya.
" Jiang'er....Apa kamu sudah makan?" ucap Xoulang.
" Belum ibu...." ucap Bayu.
" Ada yang menghancurkan Jala kita ..."
" Tadi ayah membeli Jala yang baru..." ucap Anming.
" Kurang ajar....Kutang berulah lagi..." ucap Bayu dalam hati.
" Nanti Jalanya di simpan di tempat yang aman saja ayah.." ucap Bayu,lalu ia pergi wudhu.
Bayu wudhu menggunakan tetesan air hujan yang menimpa atap rumah.
****
Pagi hari.
Setelah Bayu selesai menjala,ia menyimpan Jala itu di tempat yang aman,agar tidak di rusak lagi oleh Shoutang.
Kini Bayu bersama Anming berjualan di pasar.
Bayu kembali memanggil pembeli. Ia berkat manis di depan semua orang,kadang memuji. Tapi ia tak sembarangan memuji seorang wanita,takut suaminya marah.
Setelah dagangannya habis.
" Ayah pulanglah lebih dulu.. Jiang mau jalan - jalan di pasar.." ucap Bayu.
" Ini untuk uang jajanmu..." ucap Anming memberikan uang kepada Bayu.
" Terima kasih ayah..." ucap Bayu.
Bayu kemudian berjalan melihat - lihat pasar.
Ada seorang pemuda mengangkat karung beras. Ada pula yang mengangkat sayuran di dalam keranjang.
Bayu melihat ada orang menjual,daging babi, ayam potong.ikan. Dan lain - lain.
Ikan itu sebagian masih di box putih sebagian di letakkan di meja. Bayu mendengarkan ucapan pedagang menyebut harga ikan tersebut.
" Pantesan aja cepat habis,ternyata memang lebih murah ikan yang aku jual." ucap Bayu dalam hati.
Bayu menghampiri penjual ayam,ia ingin membuat ayam panggang. Selesai membeli ayam. Bayu membeli bahan lainnya yang tidak ada di rumah. Kemudian pulang.
Sesampai di rumah,Bayu memeriksa Jala yang ia simpan.
" Syukurlah aman....Jika rusak... Awas saja kamu..." ucap Bayu dalam hati.
Bayu tak mengetahui apa yang telah di lakukan Shoutang pada dirinya dan juga orang tua angkatnya.
3 hari kemudian.
Anming dan Xoukang mengeluh sakit.
Terpaksa Bayu kepasar sendirian untuk menjual ikan. Setelah ikannya habis,lantas ia pergi ke apotik untuk membeli obat sesuai gejala yang di alami orang tua angkatnya.
Bayu merawat mereka dengan telaten.
Esok harinya.
Penyakit Xoulang dan Anming tambah parah.
" Sebenarnya mereka sakit apa seh.." ucap Bayu dalam hati.
Zhouzu datang kerumah Anming.
" Nah...Kebetulan sekali..."
" Aku pinjam sepedanya ya Zu'er..." ucap Bayu.
" Iya..." ucap Zhouzu.
Bayu mengambil uang yang ia simpan,lalu pergi menuju dokter.
Sesampai di tempat,Bayu segera masuk.
" Permisi... Apakah ada dokter di sini.." ucap Bayu
" Saya seorang dokter..." ucap pria.
" Tolong aku dokter...Orang tua aku sakit...Sudah aku beri obat tapi tidak sembuh..." ucap Bayu.
" Bisa di bawa kemari orang tuanya..?" ucap dokter.
" Tidak bisa...Tolong dokter ke sana..Berapapun biayanya,akan saya bayar." ucap Bayu.
" Baiklah...." ucap dokter.
Bayu menggonceng dokter tersebut memakai sepeda Zhouzu.
Setelah sampai di rumah,dokter itu memeriksa Anming dan Xoulang.
" Bagaimana dokter...Apa penyakit ayah dan ibu saya?" ucap Bayu.
" Mereka keracunan...."
" Segera bawa ke rumah sakit... Sebab peralatan yang aku miliki tak bisa mengobati." ucap dokter.
" Sial.... Siapa yang meracun mereka." ucap Bayu dalam hati.
" Apakah rumah sakit di sini sangat jauh?" ucap Bayu.
" Iya... Kamu harus pergi kekota..." ucap dokter.
" Mengapa mereka bisa keracunan dokter?" ucap Bayu.
" Ya bisa saja... Bisa dari makanan,minuman.. " ucap dokter.
" Barapa biayanya doker..." ucap Bayu.
" Tidak perlu...."
" Aku mengenal paman Anming..."
" Apakah kamu putranya...?" ucap dokter.
__ADS_1
" Iya dokter...Aku putranya.." ucap Bayu.