
* Note. Maaf percakapan bahasa jepang aku pakai google translate. Jika terasa aneh maka salahkan aja googlenya...Hehehehe...Matur suwun sudah meluangkan waktu membaca ceritaku ini yang sedikit ngawur,meskipun ada sedikit bagian yang terjadi di dunia nyata.)
Pagi harinya setelah kejadian saat Jumadi gagal menjalankan aksinya.
Pukul 10. 20.
Orang - orang yang hendak membeli soto lamongan maupun bakso di tempat pak Jumadi melihat warung itu tutup. Padahal nyatanya warung itu buka.
Salah satu langganan Bakso pak Jumadi nampak kecewa. Karena warung itu tutup,kemudian ia melihat Cafe Mantan buka dan beberapa orang keluar masuk di Cafe itu. Lantas ia pun pergi kesana karena dirinya belum pernah kesana.
Saat orang itu sampai di dalam Cafe,Ia melihat beberapa orang membawa senjata laras panjang berdiri agak berjauhan.Lalu orang - orang sedang menyantap makanan,ada pula yang mengobrol.
"Gilaaa...Tempat ini di jaga polisi...
Orang itu lantas di hampiri salah satu pelayan Cafe seorang wanita.
"Selamat datang di Cafe Mantan..
"Kakak mau makan di sini atau di bungkus" ucap pelalayan Cafe ramah,ia sengaja memanggil kakak karena melihat usianya masih muda.Meskipun dirinya lebih tua,ia tetap memanggil kakak agar pembeli merasa senang.
"Hem...Makan di sini saja mbak.." ucap orang itu.
"Silahkan duduk kak,...
Orang itu lantas duduk di meja yang kosong.
Lalu pelayan itu menyodorkan menu yang terpajang di meja.
"Ini daftar menunya kak..." ucap pelayan Cafe.
Orang itu melihat daftar menu,di sampingnya ada harga menu tersebut.
"Hem...
Pria itu melihat menu memakai nama daerah di pulau Sulawesi.Lalu pria itu mencoba menu tersebut.
"Gue pesan Coto Makassar lalu minumannya Es teh mbak..." ucap orang itu.
Pelayan Cafe mencatat pesanan orang itu.
"Oke kak...Di tunggu dulu ya kak,.." ucap oelayan Cafe.
Orang itu sengaja memesan Coto Makassar karena baru pertama kali melihat menu tersebut dan ingin sekali mencobanya.
Tak lama kemudian,pesanannya datang lalu fi letakkan di meja.
"Seperti lebaran saja pakai ketupat..." ucap orang itu dalam hati.
Kemudian orang itu mencoba Coto Makassar tersebut.
"Eh...!!!?? orang itu terkejut saat merasakan cita rasa Coto Makassar di mulutnya.
"Enak banget...." ucap orang itu lalu memakan lagi,hingga ia memghabiskan 4 ketupat dalam 1 mangkuk kecil Coto Makassar.
Heeeek.....orang itu bersendawa karena kekenyangan. Kemudian minum.
Setelah itu ia berdiri untuk membayar makanan tersebut dan ingin membeli lagi untuk di bawa pulang. Ia memghampiri pelayan Cafe yang berdiri tak jauh darinya.
"Bang...." ucap orang itu.
"Iya kak...Ada yang bisa saya bantu?" ucap pelayan Cafe.
"Saya pesan lagi 2 Coto Makassar,tapi di bungkus ya.." ucap Orang itu.
"Baik kak...Atas nama siapa?" ucap pelayan Cafe.
"Andik" ucap orang itu.
"Baik kak...Ditunggu ya..." ucap pelayan Cafe lantas berjalan meninggalkan orang itu.
Tak lama kemudian.
"Pesanan atas nama kak Andik..." ucap pelayan cafe lainnya.
Andik berjalan mendekati pelayan itu.
"Berapa semuanya mbak.." ucap Andik.
"Hem...Tadi makan di sini meja nomor berapa kak?" ucap pelayan Cafe seorang wanita.
"Meja nomor 4 mbak...
Pelayan Cafe menghitung pesanan Andik lalu menyebut total harganya,Andik mengeluarkan uang di dompet lalu menyerahkan ke pelayan Cafe.
"Ini kak kembaliannya,terima kasih telah mengunjungi Cafe Mantan.." ucap pelayan Cafe.
"Iya mbak...Sama - sama " ucap Andik lalu berjalan ke parkiran.
"Pelayanannya ramah,meskipun aku lihat ada tato di badannya... Terus ada polisi yang berjaga lagi" ucap Andik dalam hati.
Sesampai di parkiran ia merogoh kantongnya,ia memberikan uang receh ke petugas parkir.
"Maaf bang...Parkirnya gratis.." ucap tukang parkir yang juga anak buah Bayu.
"Gakpapa ambil saja..." ucap Andik.
Mau tak mau tukang parkir menerima,sebab ia sudah mengatakan parkir gratis serta ada tulisannya,bebas parkir khusus pelanggan Cafe Mantan. Meskipun begitu,anak buah Bayu yang memjaga parkiran tetap di gaji oleh Paijo. Sebab di beri tanggung jawab secara penuh untuk menjaga keamanan,agar barang - barang pengunjung tak di curi orang.
"Terima kasih bang..." ucap tukang parkir.
Andik menjalankan motor menuju kossan pacarnya.
Sesampai di rumah kosaan pacarnya ia memberikan Coto Makassar itu pada pacarnya.
"Ini Beb aku punya sesuatu untukmu..." ucap Andik.
"Apa ini beb..?" ucap wanita itu.
"Coto Makassar..." ucap Andik.
Lalu pacar Andik mengambil piring dan sendok.
"Ayo beb kita makan." ucap wanita itu.
"Aku barusan makan di sana,sengaja ku belikan itu untukmu.." ucap Andik.
Wanita itu memakan Coto Makassar.
"Enak banget beb...." ucap wanita itu.
"Ya enak lah..." ucap Andik.
Andik mencoba mencicipi lagi.Rasanya sama dengan yang ia makan di Cafe.sedangkan saat ia membeli Soto lamongan,rasanya jauh berbeda. Lebih enak makan di tempat dari pada di bawa pulang.
"Katanya sudah makan..." ucap wanita itu.
"He...He...He...He...
"Aku penasaran aja,apakah rasanya sama dengan yang ku makan di Cafe ,Ternyata sama yank" ucap Andik.
"Masa seh beb..." ucap wanita itu tak percaya.
"Suueeer...Ngapain gue bohong sama lu beb...Beda banget sama Warung di depan Cafe itu. " ucap Andik.
"Iya seh....Jadi kamu beli di depan warung pak Madi?" ucap wanita itu.
"Iya..." ucap Andik.
Andik menyalakan TV lalu menambah volumenya,agar orang lain tak mendengar suaranya.Karena Andik ingin bercinta dengan pacarnya.
Selesai wanita itu makan. Andik mendekat ke pacarnya,lalu memeluknya.
Entah siapa yang duluan mulai,mereka berciuman.
"Beb...Tunggu sebentar ya...Aku habis makan..." ucap wanita itu.
"Iya beb..." ucap Andik.
20 menit kemudian.
"Ayo beb...Aku juga sudah gak tahan ..." ucap wanita itu lalu melepaskan pakaiannya,begitu pula dengan Andik.
Mereka kemudian bergumul di kasur.
Suara rintihan wanita itu teredam oleh suara tivi.
----***---
Warung pak Jumadi.
Pukul 11.10
Nampak karyawan pak Jumadi duduk santai sambil mainan hapenya.
Salah satu karywannya heran,mengapa tak ada pelanggan satu pun yang datang ke warung tersebut.
"Dul (Abdul)..."ucap pria yang duduk bersama temannya yang bernama Abdul yang asik main game di hapenya karena tak ada pembeli.
"Iya..Ada apa Lih(Malih) " ucap Abdul sambil memainkan game di hapenya.
"Kok jam segini gak ada yang beli ya? mana bos belum balik lagi.." ucap Malih.
"Mana gue tahu... Gue kan cuman pembantu aja di sini.. " ucap Abdul.
1 jam kemudian.
Jumadi datang ke warungnya,ia melihat warungnya sepi pembeli. Lalu memdatangi Abdul yang duduk santai.
"Dul...Kok sepi amat warungnya..?" ucap Jumadi heran. Ia tak tahu jika air penolak rejeki tersebut menetes di warungnya.
"Gue aja juga bingung bos...Kenapa warungnya sepi." ucap Abdul.
"Sial....Lama - lama beneran bangkrut warungku" ucap Jumadi dalam hati.
__ADS_1
Lalu Jumadi duduk di kursi.
"Lih... Kopiku mana?" ucap Jumadi.
"Bentar bos...Ku buatkan dulu" ucap Malih,lalu beranjak dari kursinya untuk membuatkan kopi bosnya.
2 jam telah berlalu.
Tak ada seorang pun yang datang ke warungnya.
Jumadi nampak berpikir kenapa warungnya sepi pembeli tak seperti kemarin meskipun tak seramai seperti sebelum Cafe di depan itu buka.
"Sepertinya aku harus datang lagi kesana..." ucap Jumadi dalam hati.
---***---
Di Cafe Mantan
Pukul 16.10
Bayu bersama ketiga istrinya duduk bersama di Gazebo. Mereka menunggu bu Intan untuk pulang.
Di depan Bayu ada buku bahasa China. Diana sengaja menyuruh Bayu belajar bahasa Cina karena Bayu masih ada keturunan darah orang cina.
Sudah 5 kali pertemuan Bayu belajar bahasa cina.
Awalnya Bayu ingin menolak tawaran Diana belajar bahasa cina,karena orang tua Diana ada di indonesia. Berhubung ia menghargai Diana,maka mau tak mau ia belajar bahasa Cina.
Sambil mengawasi Cafenya,Bayu belajar bahasa Cina.
Khalisa membantu Hinata memgerjakan tugas sekolah,jika ia tak tahu maka bertanya ke Bayu.
" Mas..." ucap Khalisa.
"Iya dek.." ucap Bayu.
"Yang ini gimana cara memgerjakannya?" ucap Khalisa sambil menunjukkan soal pertanyaan di buku.
"Bentar ya sayang..." ucap Bayu pada Diana.
Bayu melihat soal di buku itu,lalu ia teringat dengan rumus - rumus yang ia pelajari saat masih sekolah. Kemudian memberitahu pada Hinata tentang rumus tersebut,lalu memberitahu caranya ke Hinata.
"Mas hebat...Bisa mengerjakannya...
"Tapi kenapa mas gak rangking satu saat SMP waktu itu?" ucap Khalisa heran.
"Males aku dek jadi rangking satu, dulu pernah kelas 5 SD rangking kelas. setelah itu sudah gak mau lagi...Belum lagi kalau ada perlombaan,di suruh ikut. Mending aku belajar ilmu agama setelah pulang sekolah di pondok pesantren." ucap Bayu.
"Dulu sayang waktu SD di pondok pesantren kah?" ucap Diana.
"Iya yank...Ibu memasukkanku di pondok pesantren...
"Sebelum masuk sekolah SD aku sudah belajar bahasa arab,padahal anak seusiaku saat itu masih pengen maen.terus ibuku bilang kalau maen terus nanti ayah gak akan pulang..
"Mau gak mau aku masuk pondok pesantren yank...
" Saat aku gak rangking kelas,ayahku gak ada datang untuk memgambil buku rapotku.
"Lalu aku berpikir,jika aku rangking satu maka ayahku akan datang. Ku bela - belain belajar hingga tengah malam,tidurku hanya 3 jam saja.
"Agar ayahku datang dan melihatku aku rangking satu.Agar dia merasa bangga dan senang.
"Tapi nyatanya...
"Dia gak ada muncul...
"Sejak saat itu aku membencinya, bahkan menyebut namanya saja terasa jijik..." ucap Bayu.
"Lalu kenapa mas menemuinya lagi?" ucap Khalisa.
"Karena dia memiliki alasan yang kuat tak datang kerumah,serta dia selalu mengawasiku dari orang lain..." ucap Bayu.
"Alasannya itu apa yank? kok dia tega meninggalkan sayang?" ucap Diana.
"Karena ibunya ayah... Dia telah terhasut oleh ucapan istrinya itu..Mau gak mau dia menuruti ucapan ibunya,karena takut di anggap anak durhaka..Di tambah lagi keluarga yang lain ikut memghina ibuku... Jika saja aku bisa memutar waktu kembali,maka aku akan membunuh mereka saat menghina ibuku yang tengah mengandungku." ucap Bayu.
"Pantas saja Bayu jarang bertemu dengan keluarga dari ayahnya... Rupanya karena masalah itu..." ucap Diana dalam hati.
"Adek sempat mengobrol dengan almarhum neneknya mas...
"Beliau orangnya baiiiiik... Banget mas..." ucap Khalisa.
"Apakah mereka masih menghubungi sayang?" ucap Diana.
"Sering,tapi hanya lewat hape saja. Jika mereka ingin bertemu lagi aku malas menemuinya yank... Masih ada rasa kecewaku pada mereka...Cukup terakhir itu saja aku menemuinya.."ucap Bayu.
Salah satu anak buah Bayu bernama Didik datang menghampiri. Didik ini yang di beri tugas menjaga keamanan di malam hari.
Nampak Didik baru selesai mandi.
"Bos..." ucap Didik.
"Ya kang.." ucap Bayu.
"Apakah kang Didik melihat wajah orang itu?" ucap Bayu.
"Enggak bos...Soalnya pakai helm lalu kacanya di turunkan...
"Terus pas aku ke sini,warung di depan nampak sepi bos...Biasanya kan selalu rame.." ucap Didik.
"Ooo...Begitu..
"Ya sudah kalau begitu...Suwun infonya kang...Jika ada sesuatu yang mengancam keamanan Cafe ini,segera telpon aku ya kang..." ucap Bayu.
"Siap bos..." ucap Didik lalu pergi.
"Jangan ganggu aku dulu..." ucap Bayu.
Bayu duduk bersila,lalu memejamkan matanya . Kemudian membaca mantra ajian Rogoh Sukmonya.
Sukma Bayu keluar dari raganya,lalu melesat ke arah warung seberang jalan.
Karena Bayu tak ada keinginan untuk membeli maka Bayu bisa melihat para karyawan warung tersebut nampak santai saja,lalu ada pocong di dekat rombong jualannya.
"Tumben gak ada yang beli,biasanya ada aja yang beli...
Bayu memperhatikan jalanan. Ada beberapa orang berhenti hendak beli soto Lamongan tapi gak jadi karena melihat warung pak Madi tutup. Lalu orang itu pergi lagi.
"Aneh....
Kemudian Bayu melesat kembali lagi ke dalam raganya.
Setelah sukma Bayu kembali ke raganya,ia membuka mata.
Nampak di depannya ada bu Intan.
"Ibu mau pulang...?" ucap Bayu.
"Iya Wan...Tadi ibu panggil kamu diam saja..." ucap bu Intan.
"Maaf bu...Tadi Bayu sedang bermeditasi sebentar..." ucap Bayu.
Kemudian mereka pulang ke rumah.
----***---
Di rumah Bayu.
Pukul 20.10.
Bayu bersama sahabatnya berada di balkon lantai 2.
Lukman mengerjakan tugas kuliahnya. Jika mereka mengalami kesulitan maka mereka bertanya pada Bayu meskipun berbeda jurusan.
Bayu membaca buku cetak kuliahnya Lukman,di mulutnya terdapat choki - choki.
"Kang...." ucap Bayu.
"Opo Bay?" ucap Paijo.
"Tadi sampeyan lihat gak warung di depan itu?" ucap Bayu.
"Lihat Bay...Warungnya sepii..." ucap Paijo.
"Kok bisa gitu ya...Padahal kemarin masih ramai " ucap Bayu penasaran
"Gak tahu aku Bay...
"Oh iya Bay...Aku mau usul neh..." ucap Paijo.
"Usul apa kang" ucap Bayu sambil membaca buku dalam hati.
" Teman - teman di kasih waktu libur 1 hari dalam seminggu.. Waktunya bebas tapi bergantian dengan yang lain dalam 1 tim." ucap Paijo.
"Hem....Gimana kalau jum'at saja liburnya kang" ucap Bayu.
"Jika masih bujangan gak masalah Bay...
"Jika mereka dah berkeluarga maka akan sulit,biasanya hari berkumpul keluarga itu hari sabtu atau minggu..."ucap Paijo.
"Iya seh...
"Ya sudah... Hari minggu aja liburnya kang..." ucap Bayu.
"Sama waktu tutupnya Bay...
"Jika jam 8 malam tutup,teman - teman merasa ngantuk saat belajar ngaji,gimana kalau Jam 6 tutupnya,agar setelah magrib mereka bisa mengaji..." ucap Paijo.
"Sampeyan atur aja kang gimana baiknya,kan sampeyan yang nentukan jam berapa buka dan tutupnya..." ucap Bayu.
"Oke...." ucap Paijo.
"Bay...Ini caranya gimana seh? Bingung aku..." ucap Lukman.
__ADS_1
Bayu melihat ke buku tulis Lukman.
"Nomor berapa ?" ucap Bayu.
"Nomor 2 Bay.." ucap Lukman.
Bayu melihat soal nomor 2. Pertanyaan itu hampir sama dengan yang ia baca barusan.
Bayu memberi tahu cara mengerjakannya.
---***---
Di suatu darah pedesaan di Jawa Timur.
Nampak seorang bapak - bapak dudul di depan seorang pria tua yang memakai blankon,di jari nya terdapat beberapa cincin batu akik berbagai jenis.
Pria itu bernama Jumadi sedangkan pria di depannya adalah Ki Winarko.
Jumadi menduga bahwa air yang sudah di bacain mantra itu menutup rejekinya saat air tumpah di teras rumah akibat di gigit kucing.
"Kenapa kamu datang lagi?" ucap Ki Winarko.
"Nganu Ki...Air yang kemarin itu di anu kucing,sehingga menetes di teras rumahku.." ucap Jumadi.
"Kok bisa di anu kucing? apa kamu memakai plastik bekas?" ucap Ki Winarko heran.
"Iya Ki...Aku pakai plastik bekas" ucap Jumadi.
Ki Winarko menepuk keningnya.
"Kamu ini benar - benar bodoh...Terus kamu kesini mau minta air itu lagi?" ucap Ki Winarko.
"Benar Ki...
Jumadi lantas menceritakan kejadian saat dirinya datang ke Cafe Mantan hendak menyiramnya hingga saat ia mengetahui airnya bocor.
Ki Winarko mangut - mangut sambil memegang jenggotnya.
"Siangnya aku ke Warung tak ada satupun yang beli Ki...." ucap Jumadi.
"Hem....Itu air bocornya di warungmu,makanya usahamu tertutup..." ucap Ki Winarko.
"Terus gimana Ki...Usahaku akan bangkrut...
"Dan setiap hari selalu ada beberapa orang membawa senjata api seperti tentara*" ucap Jumadi.
*Sebelumnya Jumadi tak menceritakan perihal pengawal Bayu yang menjaga bu Intan.
"Sebentar... ucap Ki Winaroko.
Ki Winarko memejamkan mata lantas komat - kamit. Ia menggunakan ilmu mata batinnya untuk melihat warung Jumadi dan juga Cafe Mantan.
Ki Winarko melihat ada sesuatu yang melindungi Cafe tersebut.
Jumadi diam memperhatikan Ki Winarko.
Tak lama kemudian.
Ki Winarko membuka matanya.
"Susah....
"Lebih baik kamu jangan ganggu Cafe itu.. Jika kamu lanjutkan maka kamu bisa celaka..." ucap Ki Winarko.
"Mengapa bisa begitu Ki..." ucap Jumadi penasaran.
"Aku gak bisa menjelaskannya padamu..
"Aku hanya bisa menghilangkan mantraku itu...
"Kamu tetap berjualan seperti biasa...
"Jika kamu mencari orang lain untuk mencelakai dia,aku jamin orang itu akan mati begitu juga dengan dirimu..." ucap Ki Winarko.
"Eh....!!!?? Jumadi terkejut dengan ucapan Ki Winarko.
"Baiklah Ki..." ucap Jumadi.
"Pergilah ke rumah pak Suroso untuk membeli ayam Jantan Cemani untuk menghilangkan mantraku itu...
"Dan aku akan memberimu pengelaris lagi agar jualanmu lancar..." ucap Ki Winarko.
"Baik Ki..." ucap Jumadi.
Jumadi lantas pergi ke rumah pak Suroso.
"Hem......
Ki Winarko mengusap - usap jenggotnya.
"Jika aku ikut campur,maka aku bisa juga tewas..." ucap Ki Winarko.
Ki Winarko tak mau hal itu terjadi,karena Cafe itu di lindungi dinding gaib dan juga Cafe itu selalu di jaga tentara. Ia berpikir yang punya Cafe itu orang yang berpengaruh dan berpangkat.
Sebelumnya Cafe Mantan di buka. Ki Kartolo sempat berkunjung ke Cafe besama kakek buyut Bayu tanpa sepengetahuan Bayu,karena dirinya tahu akan ada orang jahat akan mengganggu usahanya Bayu. Jadi Ki Kartolo memasang sesuatu di Cafe tersebut
2 Hari kemudian. Usaha Jumadi berjalan lancar,hanya saja tak seperti dulu lagi.
---***----
Hari berganti minggu ,Minggu berganti bulan.
Sulis yang dulunya mencintai Bayu,kini tidak lagi,karena rasa cintanya itu di curahkan ke anaknya yang masih di dalam kandungan.Serta mencintai Ahmad.Ia tak melanjutkan kuliahnya,karena fokus kehamilannya.
Saat ini Sulis telah selesai menenunaikan ibadah haji. Dan seminggu lagi Hinata akan ada ujian semester pertama.Bayu berencana liburan ke jepang setelah Hinata selesai ulangan nanti.
Nampak Bayu beserta keluarganya dan juga sahabat berada di rumah pak H. Ridwan menyambut kedatangan Sulis. Karena saat Sulis berangkat,Bayu tak datang,hanya mengirim pesan saja.Karena saat itu Bagu sedang sibuk memgurus Cafenya.
Tak lama kemudian 2 mobil datang. Mobil itu milik Ahmad dan kedua orang tua Sulis.
Mobil itu berhenti lalu mereka turun dari mobil.
Bayu yang duduk di teras bersama sahabatnya dan juga warga sekitar melihat Sulis turun dari mobil.
Nampak wajah Sulis bercahaya dan semakin cantik.
"Buset dah...Lama gak lihat,semakin cantik aja dia.." ucap Bayu dalam hati melihat wajah Sulis kemudian memalingkan pandangannya.
Suara rebana bergema menyambut kedatangan Sulis.
Sulis berjalan kerumah bersama Ahmad, dan kedua orang tua Sulis.
"Assalam mu'alaikum.." ucap Sulis.
"Wa'alaikum salam warahmatullah..." ucap pak H. Ridwan dan yang lainnya.
Sulis mencium tangan pak H . Ridwan lalu ke ibunya Ahmad.
Kemudian Sulis mendatangi Bayu yang tak jauh darinya.Bayu menundukkan kepalanya.
"Assalam mua'alaikum mas..." ucap Sulis.
"Wa'alaikum salam warah matullah... Hajjah Sulis..." ucap Bayu.
Sulis meraih tangan Bayu lalu menaruh di keningnya kemudian mencium tangan Bayu.
"Eh....!!!?? Bayu kaget saat Sulis mencium tangannya.Jika di taruh di kening gak masalah.
Orang - orang melihat ke arah Bayu dan Sulis.
Ahmad juga melihatnya, ia tak mempermasalahkannya,karena Bayu memang menganggap Sulis sebagai keluarga bukan seorang teman. Tanpa Bayu,dirinya akan kehilangan Sulis,sebab sebelum kejadian berdarah di kampus,dirinya telah jatuh cinta pada Sulis,tapi malu untuk mengatakannya,di tambah Sulis belum masuk agama islam.
Lalu Sulis menatap wajah Bayu masih memegang tangan Bayu.
"Terima kasih banyak mas...
"Tanpamu... Aku tak mungkin bisa pergi ke tanah suci Mekkah mas... " ucap Sulis lalu mengeluarkan air mata.
Bayu melihat ke wajah Sulis.
"Kamu itu sudah ku anggap keluaragaku Lis,apapun yang kamu inginkan pasti kulakukan, selama aku mampu... Jika kamu minta naik haji lagi bilang ya Lis" ucap Bayu.
"Iya mas..." ucap Sulis lalu melepas jabatan tangannya. Kemudian memeluk Bayu.
Sulis merasa senang banget bisa kembali pulang ke tanah air.Karena saat di sana banyak jemaah haji yang meninggal,ia sempat khawatir jika nanti meninggal dunia di mekkah,lalu ia berdo'a kepada Allah agar dirinya sehat selalu agar bisa membahagiakan keluarganya.
Sulis melepaskan pelukannya lalu berjalan masuk ke dalam rumah.
Bayu bersalaman ke ayahnya Sulis lalu hendak mencium tangannya,akan tetapi ayahnya Sulis memeluk dirinya.
"Terima kasih ya nak...Kamu memujudkan keinginan Sulis...Menjaga Sulis selama ini.." ucap ayahnya Sulis.
"Sama - sama pak...." ucap Bayu.
Ayahnya Sulis melepas pelukannya.
Bayu mengatupkan tangan ke ibunya Sulis.
"Bay...." ucap Bimo.
"Apa Bim..." ucap Bayu.
"Lihat Sulis naik haji kok aku jadi kepingin ya.." ucap Bimo.
"Tahun depan aja kalau mau naik Haji Bim...Kita sama - sama berangkat.Gimana?." ucap Bayu.
"Tenane?" ucap Bimo( Serius)
"He eh...Ngapain aku ngapusi kowe..." ucap Bayu.
"Jika kalian ke arab aku kesepian donk..." ucap Daniel.
"Kan ada Melisa,Kevi,mbak Dewi Niel?..." ucap Bayu.
__ADS_1