SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
MENGUMANDANGKAN ADZAN DI MESJID AL HIJRAH.


__ADS_3

Kedua orang tua Sulis awalnya tidak percaya dengan makhluk ghaib bernama Kumala Sari. Semenjak Bayu meminta Kumala Sari menunjukkan keberadaannya dengan memunjukkan koin emas. Kini mereka percaya.


Koin emas di meja menghilang,hanya tersisa koin emas yang di pegang oleh kedua orang tua Sulis. Mereka pun kaget.


" Koinnya di ambil lagi.." ucap Bayu


" Aku kembali dulu ke istana ya suamiku.." ucap Kumala Sari.


" Sebelum kembali..Tolong sepeda motorku di keluarin dong cantik..Biar aku bisa pulang.." ucap Bayu.


" Iya..." ucap Kumala Sari lalu menghilang


Bayu melanjutkan kisahnya. Ia tak menceritakan saat dirinya menyetubuhi banyak gadis yang masih perawan.


Apapun yang Bayu ucapkan,mereka percaya. Hingga tak terasa adzan Dzuhur terdengar dari Mesjid - mesjid.


" Aku shalat dulu Lis.." ucap Bayu.


" Shalat berjamaah yuk mas...Kita lama tidak shalat berjamaah.." ucap Sulis.


" Ayoo" ucap Bayu.


Mereka pun beranjak dari tempat duduk untuk segera wudhu. Sementara ibunya Sulis mempersiapkan makan siang bersama suaminya.


Selesai mereka Wudhu. Mereka shalat di ruang keluarga. Bayu berdiri di depan menjadi imam. Sulis berada di belakang Bayu


Tak sampai 10 menit. Mereka selesai shalat,lalu lanjut dzikir dan berdo'a.


Selesai berdo'a,Bayu membalikkan badannya ke arah Sulis.


" Lis...Aku balik dulu ya..." ucap Bayu.


" Kenapa buru - buru mas..?" ucap Sulis sambil melepas mukena. Nampak sebagian rambut Sulis terlihat yangb ak sepenuhnya tertutup oleh kain.


" Aku ada perlu..."


" Keluarga besarku belum tahu jika aku telah kembali ke Indonesia.." ucap Bayu.


" Hem...Nanti mas ke sini lagi kan..?" ucap Sulis.


" Insya Allah Lis...Aku akan sering ke sini"


" Oha iya...Berapa nomor hapemu?Apakah masih yang dulu ucap Bayu.


" Sudah ganti mas... 0852*******" ucap Sulis.


Bayu mengambil ponsel Nokianya,lalu memgetik nomor pemberian Sulis.


" Sudah...Aku mau pulang dulu.."ucap Bayu.


" Makan dulu nak Bayu..." ucap ibunya Sulis datang menghampiri.


" Makan dulu ya mas..." ucap Sulis.


" Iya deh..." ucap Bayu.


Mereka kemudian makan bersama di meja makan.


" Kapan mas melamarku.." ucap Sulis.


Uhuuuk...Uhuuuk...Uhuuuk.... Bayu yang sedang makan tersedak. Tak menyangka Sulis memberikan pertanyaan itu. Lalu ia mengambil gelas berisi air mineral dan meminunnya.


Glek..Glek.. Glek....


Bayu melihat ke arah Sulis.


" Aku gak bisa jawab sekarang Lis...Sabar ya.." ucap Bayu.


" Asem..."


" Kalau aku nikahin dia.."


" Otomatis jadi 3 istriku,belum lagi Aisyah..Jadi 4. Kalau Putri masih ada 5"


" Aseem...Banyak juga istriku.."ucap Bayu dalam hati.


" Aku akan menunggumu mas.Tapi jangan lama - lama ya.."ucap Sulis.


" Insya Allah Lis..."


" Oh iya..Edi tadi ke sini naik apa?" ucap Bayu.


" Mobil mas...Dia mau mengajakku jalan - jalan,tapi aku gak mau karena paoaku nanti siang ada oerlu,jadi tidak bisa menemaniku." ucap Sulis.


" Tadi dia pulang naik apa pak?" ucap Bayu.Sebab tak mungkin Edi pulang dengan kondisi tangan kanan teluka akibat Bayu mematahkan lengannya.


" Mobilnya dia masih di depan nak.." ucap ayahnya Sulis.


" Waduuh....Nanti polisi datang ke sini dan menanyakan perihal kenapa mobilnya Edi ada di rumah Sulis." ucap Bayu dalam hati.


" Oh iya pak..."


" Jika polisi datang dan menanyakan kenapa mobilnya ada di sini."


" Bilang saja mobilnya di tinggal pergi.."


" Gak usah kasih tahu tentang saya mematahkan tangannya.." ucap Bayu.


" Nak Bayu tenang saja....Saya tidak akan memberi tahu hal itu..." ucap ayah Sulis.


Setelah acara makan selesai.Bayu berpamitan pulang. Ia melihat sepeda motornya ada di teras.


" Syukurlah...Motorku sudah ada.." ucap Bayu dalam hati.


Bayu mencium punggung tangan ayahnya Sulis,lalu menangkupkan tangan ke ibunya Sulis dan Sulis.


" Saya pukang dulu...Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam.." ucap Sulis dan keluarganya.


Bayu berjalan ke arah motornya.


" Titip salam ke ibumu ya nak.." ucap ibunya Sulis.


" Iya bu.." ucap Bayu sambil menaiki sepeda motor,lalu menyalakan sepeda motornya.


" Mas....Helemnya.." ucap Sulis.


" Oh iya...Lupaa..." ucap Bayu.


Sulis memgambil Helem di meja teras lalu memberikan ke Bayu.


Bayu menerima,dan memakai helmnya.


" Malam minggu ke sini ya mas.." ucap Sulis.


" Malam minggu?"


" Ini hari apa Lis?" ucap Bayu.


" Kamis mas..Masa mas lupa.." ucap Bayu.


" Lupa...Meskioun aku lupa hari,tapi aku masih mengingatmu. Bahkan tanggal lahirmu.."


Sulis hendak memeluk Bayu,tapi di tahan oleh Bayu.


" Kita bukan suami istri Lis...Jangan maen peluk aja.." ucap Bayu.


" Makanya...Cepetan nikahi aku mas...Biar aku bisa memelukmu.." ucap Sulis.


" Iya....Aku pulang dulu...Sampe kiamat gak pulang - pulang kalau di ajak ngobrol terus." ucap Bayu.


" Iya mas hati - hati,jangan ngebut ..." ucap Sulis.


Bayu naik ke sepeda motornya.


" Assalam mu'alaikum.." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam.." ucap Sulis.


Bayu menjalankan sepeda motornya menuju rumah ibunya. Berhubung ia tak menghapal jalan,Bayu pun nyasar hingga ke Trenggalek.


" Jancoook...Kok aku sampai di Trenggalek seh..." ucap Bayu melihat plang arah jalan.


Kemudian ia menghentikan sepeda motornya ke tepi jalan.


Lalu merogoh kantong bajunya untuk mengambil peta,namun ia tak menemukan peta tersebut.


" Waasssuuu..."


" Petanya ketinggalan...Mana sudah malam lagi..."


Bayu mengambil hapenya lalu menelpon ibunya.


Tuuut....Tuuut...Tuuuut...Tuuuut...Tuuut....


" Assalam mu'alaikum bu..Ini Bayu.." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam sayang...Sayang di mana?" suara Hana.


" Bayu dalam perjalanan,tapi nyasar bu.. Ini Bayu ada di Trenggalek.." ucap Bayu.


" Astagfirullah..."


" Sayang lupa jalan pulang atau belum sampai di rumah Sulis?" suara Hana.


" Sudah sampai bu...Lalu pulang habis Dzuhuran..." ucap Bayu.


" Sayang bisa menghilang kan.." suara Hana.


" Bisa bu.." ucap Bayu.


" Sayang menghilang saja,pergi ke istana Kumala Sari. Lalu minta tolong ke Bejo untuk mengantar lagi.." suara Hana.


" Oh iya...."


" Kenapa Bayu gak kepikiran ya bu...Ya sudah bu...Bayu mau menghilang bu..Assalam mu'alaikum.." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam.." suara Hana.


Bayu mematikan panggilannya.


" Jancook...Kenapa aku gak kepikiran memakai ajian menghilangku.." ucap Bayu.


Bayu mencoba ilmu memghilangnya,ia memusatkan pikiran ke rumah ibunya,sambil memegang erat stang sepeda motor.

__ADS_1


****


Rumah Hana.


Teras rumah.


Muncul Bayu bersama sepeda motornya,Bayu membuka matanya,apakah berhasil atau tidak.


" Eh.....!!!?? Bayu terkejut,dirinya bisa berpindah tempat bersama sepeda motornya.


" Alhamdulilah...Sampe..."


" Tahu gitu...Aku pakai ajian menghilang saja.." ucap Bayu.


Kemudian Bayu memcabut kunci motor tak lupa mengunci ganda. Lalu berjalan ke pintu.


Tok....Tok...Tok...


"Assalam mua'alaikum....Bu...Ini Bayu bu.." ucap Bayu.


Tak lama kemudian,pintu rumah terbuka.


Nampak Hana berdiri memakai jilbab tertutup.


" Looh...Katanya sayang nyasar di Trenggalek..Kok cepat sampainya.." ucap Hana penasaran. Sebab Trenggalek sangat jauh dari desa yang di tinggali Hana.


" Sesuai saran ibu..Bayu menghilang saja.." ucap Bayu,lalu mencium tangan ibunya.


" Serius sayang..?" ucap Hana.


" Iya bu...Bayu serius...Bayu gak berani bohong ke ibu.." ucap Bayu.


Bayu masuk ke dalam rumah. Hana menutup pintu dan menguncinya.


" Sayang sudah makan?" ucap Hana.


" Belum bu...Tadi siang aja Bayu makan.." ucap Bayu.


" Sebentar...Ibu ambilkan dulu.." ucap Hana.


" Ibu istirahat saja,Bayu gak lapar bu.." ucap Bayu yang tak enak hati,sudah jam 2 malam harus menyiapkan makanan untuk dirinya.


Kruuucuk...Kruucuk..( suara perut Bayu.)


" Nah itu perut sayang bunyi...Dah..Sayang cuci kaki dan tangan..Ibu akan menggoreng nasi.." ucap Hana.


" Iya bu.." ucap Bayu.Mau gak mau menuruti ucapan ibunya.


Bayu berjalan ke kamar mandi,sementara Hana berjalan ke dapur.


" Hem...."


" Berarti aku bisa pindah tempat tanpa pergi ke alamnya Kumala Sari.."


" Yesss...."


" Jadi aku bisa pergi kemana saja,tanpa perlu repot - repot naik kendaraan.."ucap Bayu dalam hati.


Kemuadian ia teringat saat Sulis mengembalikan cincin tunangannya. Kejadian itu mengingatkan kembali tentang Putri,di mana Putri sudah bertunangan lalu melepas cincin dan mengembalikan ke Sandi.


Setelah Hana selesai membuat nasi goreng dan teh,ia berjalan ke ruang tamu,lalu meletakkan piring dan gelas di meja. Kemudian duduk.


Bayu mengambil piring berisi nasi goreng lalu memakannya.


" Sayang sampai di sana jam berapa?" ucap Hana.


" Jam berapa ya..Bayu gak lihat jam bu.."


" Bayu di antar sama Kumala Sari.." ucap Bayu lalu memasukkan nasi goreng ke mulutnya.


" Kumala Sari? "


" Kok dia bisa ikut sayang...?" ucap Hana.


Bayu menelan nasi yang ia kunyah.


" Bayu memanggilnya bu..."


" Sebab Bayu bingung arah jalannya"


" Setwlah dia datang,sepeda motor Bayu hilang,di taruh di istana.."


" Lalu Bayu terbang bersama Kumala Sari..".


" Seperti di film Mak Lampir bu.."


" Wuuuussh...Terbang melesat di langit.."


" Terus Bayu memperhatikan ke bawah, sambil mencari petunjuk jalan.."


" Begitu dapat petunjuk yang ibu berikan,Kita langsung mengikuti jalan itu.."


" Sampai dah.." ucap Bayu lalu memasukkan nasi goreng.


" Ooo...Begitu..."


" Dia makhluk Jin sayang...Sayang jangan sampai terlena,apa lagi menyembahnya" ucap Hana memperingatkan.


" Ibu tenang saja,Bayu tidak akan menyembahnya. Hanya memujinya saja.."


" Apakah Sulisnya sudah sembuh sayang?" ucap Hana.


" Sudah.."


Bayu cepat - cepat memgunyah,lalu menelannya. Kemudian mengambil teh.


Glek....Glek...Glek...


" Tadi oas Bayu datang,Bayu menyamar sebagai orang suruhan ibu.."


" Bayu melihat ibunya Sulis menyiram tanaman.".


" Ibunya Sulis mempercayai Bayu,lalu ibunya Sulis memanggil Sulis bu.."


" Bayu menunggu di teras,begitu mereka keluar,Bayu melihat seorang pemuda."


Bayu menceritakan kisahnya saat di rumah Sulis.


" Setelah itu Bayu pamit pulang,dan nyasar sampai ke Trenggalek." ucap Bayu.


" Ya sudah...Ibu tinggal dulu mau shalat.." ucap Hana.


" Iya ibuku sayang.." ucap Bayu.


Selesai Bayu makan,Bayu membawa piring dan gelas ke dapur,lalu wudhu untuk shalat tahajud,karena sudah jam setengah 4.


***


Setekah Bayu selesai shalat Subuh bersama ibu dan kedua istrinya. Bayu memutuskan untuk lari pagi,karena dirinya telah lama tidak melakukannya.Sekalian Bayu memgenali daerah lingkungan rumah ibunya.


" Sayang mau kemana?" ucap Diana.


" Lari pagi dulu sayang..Badanku pegal jika gak lari.." ucap Bayu.


" Jangan lupa bawa maskernya sayang.." ucap Diana.


" Siap kanjeng ratu.." ucap Bayu.


Bayu mengambil masker di kotak,lalu berjalan keluar rumah sambil memakai masker. Dirinya hanya memakai kaos lengan pendek,dan celana panjang .


Di jalan tempat Hana tinggal,jalanan itu masih nampak sepi.Hanya sebagian warga saja yang beraktifitas di luar rumah.


Bayu berlari santai tak memakai alas kaki.


" Oooo...Begini toh desa ini..."


Bayu berhenti di jembatan lalu melihat ke bawah.


" Ada ikannya apa enggak ya?"


" Hem..."


" Nanti coba aah..Habis shalat Jum'at mancing di sini.." ucap Bayu dalam hati.


Nampak 2 gadis memakai seragam putih biru naik sepeda melewati Bayu.


Bayu teringat saat dirinya pergi ke sekolah naik sepeda.Lalu Bayu memutuskan pulang sambil berjalan.


Di jalan,Bayu melihat toko sudah buka,lalu Bayu masuk ke dalam toko itu untuk membeli Teh kotak dan choki - choki.


"Bulek beli...." ucap Bayu.


Muncul seorang ibu - ibu.


" Beli apa?" ucap ibu itu.


" Teh kotak 1 sama choki - choki 5 bu.."


" Ini bu uanganya"ucap Bayu.


Ibu itu memberi uang kembalian.


Bayu berjalan keluar,laku mencari tempat duduk untuk menikmati teh kotak dan choki - choki yang telah lama belum ia rasakan.


Bayu duduk di bawah pohon pinggir jalan,lalu membuka maskernya.


Nampak 6 gadis remaja berpakaian putih abu - abu. Mereka melihat Bayu duduk dibtanah sambil makan choki - choki.


" Sek..Sek...Mandek sek." ucap gadis 1


Mereka pun berhenti.


" Lapo mandek..?" ucap gadis 2.


" Kowe ndelok wong lungguh nang ngisor we nongko opo ora? Ono arek guanteng" ucap gadis 1.


" Yo ndelok...Kuwi wonge.." ucap gadis 2 sambil menunjuk Bayu yang tak jauh darinya.


" He eh...Guanteng tenan...Sopo yo kuwi.." ucap gadis 3


" Embooh..." ucap gadis 1.


" Kalian ada dengar berita gak?" ucap gadis 3.


" Berita opo Tri?" ucap gadis 2.

__ADS_1


" Jika ada pemuda tampan menyamar menjual pakaian menemui istrinya. Kalau gak salah jenenge Bayu.." ucap gadis 3.


" Mosok to..."


Gadis 1 yang penasaran lantas memanggil Bayu yang tak jauh darinya.


" Kang Bayuu.." ucap gadis 1 agak nyaring.


Bayu menoleh ke arah gerombolan anak sekolah.


" Iya...Mbak manggil saya...?" ucap Bayu sambil menunjuk dirinya.


" Iyaa...Dia Bayu.." ucap Gadis 1.


Bayu datang menghampiri.


" Ada apa mbak?" ucap Bayu.


" Nganu kang...Aku cuman penasaran aja sama sampeyan.." ucap gadis 1.


" Ooo...Begitu.."


" Ya sudah...Saya tinggal dulu ya mbak.." ucap Bayu lalu berlari.


" Hemmm...Nanti sajalah aku mancing.."


" Aku datangin teman - temanku,sekalian aku shalat Jum'at di sana.." ucap Bayu dalam hati.


Setekah sampai di rumah,Bayu mandi lalu menjaga kedua anaknya. Semntara Ayu dan Diana sibuk menyelesaikan pekerjaan rumahnya.


Hana sengaja tak memakai jasa pembantu,agar Ayu dan Diana bisa belajar,bagaimana cara merawat dan membesarkan anak,serta mengurus rumah seoerti yang ia kakukan saat membesarkan Bayu.Bedanya Hana membesarkan Bayu sendirian,hanya di bantu dukun bayi yang datang kerumah selama 40 hari. Setelah itu ia melakukannya sendirian,tak memgharaokan belas kasihan ke tetangganya.


2 jam sebelum shalat Jum'at.


Bayu memakai sarung,baju muslim dan songkok hitam.


" Yomesan...Aku mau shalat jum'at di mesjid Al Hijrah ya.." ucap Bayu.


" Iya shujin.." ucap Ayu mengiyakan,sebab ia tak hapal mesjid di sekitarnya.


Bayu menghampiri Diana.


" Sayang...Aku pergi ke mesjid Al Hijrah ya.." ucap Bayu.


Diana menghampiri Bayu.


" Mesjid Al Hijrah yang mana sayang?" ucap Diana penasaran.


" Dekat kok sayang.." ucap Bayu.


" Iya sayang.." ucap Diana.


Bayu berjalan laku memakai sandal jepitnya.


Kemudian memfokuskan pikiran ke mesjid Al Hijrah. Mesjid yang ia bangun yang berada di Jakarta.


Tak lama kemudian Bayu menghilang dari rumah Hana.


***


Jakarta.


Mesjid Al Hijrah.


Bayu muncul di halaman mesjid. Kebetulan kondisi halaman mesjid belum ramai.


" Alhamdulilah... Sampai.." ucap Bayu lalu memakai masker dan berjalan untuk masuk ke mesjid.


Bayu bersyukur,Mesjid yang ia bangun telah jadi dan sangat indah serta megah. Nampak hiasan ornamen Kaligrafi di depan mesjid,Saat Bayu berada di dalam mesjid. Suasananya adem. Banyak kipas angin teroasang. Lukisan kaligrafi ada di dinding.


Bayu menemui marbot mesjid untuk mengajukan diri sebagai muadzin.


Ia melihat seorang pria merapikan sajadah.


" Assalam mua'laikum..Permisi kang.." ucap Bayu.


Pria itu menoleh ke Bayu.


" Wa'alaikum salam..Iya pak..Ada yang bisa saya bantu." ucap pria itu.


" Saya ingin menjadi muadzin shalat jum'at di sini untuk hari ini saja..Apakah boleh kang?" ucap Bayu.


" Maaf pak..Sudah ada petugasnya sendiri.." ucap pria itu.


" Tolong lah kang..Sekali ini saja.."


" Ini permintaan istri saya yang sedang hamil..." ucap Bayu alasan.


" Baiklah..Sebelum itu,saya ingin mendengar suara adzan anda."


Bayu lantas menurunkan maskernya lalu mengumandangkan Adzan tanpa mic.


" Cukup...Cukup..."


" Baiklah..Anda boleh jadi Muadzin di sini.." ucap pria itu. Setelah mendengar suara adzan Bayu sangat bagus dan merdu.


Bayu menaikkan kembali Maskernya


" Terima kasih kang..." ucap Bayu merasa senang. Akhirnya bisa Adzan di mesjid yang ia bangun.


Bayu lantas shalat sunnah,lalu berzikir sambil menunggu waktu shalat jum'at masuk.


Satu persatu orang berdatangan. Hingga tak terasa,Bedug di pukul.


Bayu yang mendengar suara bedug,lantas menyudahi zikirnya. Lalu berdiri di depan Mic,kemudian mengumandangkan Adzan pertama kali di mesjid yang ia bangun.


Suara Bayu menggema di ruangan.


Paijo yang duduk mendengar suara adzan tak jauh dari tempat Bayu berdiri,ia merasakan yang adzan itu suaranya mirip dengan Bayu.


" Jancook...Suarane mirip Bayu.." ucap Paijo dalam hati lalu melihat orang yang sedang adzan.


Namun karena posisinya di belakang Bayu,ia tak dapat melihat wajah Bayu.


Di saat selesai adzan dan shalat sunnah,Bayu berdiri lalu mengambil tongkat,ia menghadap ke para Jamaah.


" Bayuuu...!!!! " ucap Paijo reflek. Karena melihat wajah muadzin mirip dengan Bayu meskipun memakai masker.


Kedua sahabat Bayu yakni Lukman dan Bimo juga shalat di mesjid itu. Mereka pun kaget dan terkejut melihat wajah muadzin mirip sekali dengan Bayu,bahkan suaranya juga mirip dan juga tubuh Bayu.


Khatib berdiri,Bayu menyerahkan tongkat itu ke Khatib.


" Assalam mu'alaikum warah matullahi wabarakatuh.." ucap Khatib,lalu duduk.


Bayu membalikkan badan lalu mengumandangkan adzan lagi.


" Jancook...Itu Bayu apa bukan seh.." ucap Paijo dalam hati penasaran.


Setelah Shalat Jum' at selesai. Bayu segera berdiri setekah ia berdo'a. Ia tak ingin berdzikir lama -lama,cepat - cepat ia meninggalkan mesjid Al Hijrah. Paijo yang melihat hal itu lantas menghampiri pemuda yang mirip Bayu.


" Tunggu pak..." ucap Paijo.


" Jancook...Ada Paijo di sini...Aku pikir gak ada.." ucap Bayu dalam hati.


Bayu menghentikan langkahnya lalu menghadap ke Paijo.


" Anda memanggil saya?" ucap Bayu mengubah suaranya.


" Iya..."


" Kalau boleh tahu,nama anda siapa?"


" Mengapa bisa Adzan di mesjid ini?" ucap Paijo. Ia tahu dan kenal semua Mudzin di mesjid ini.


" Saya Ahmad pak..Tadi sudah izin pak..Maaf permisi saya mau pergi dulu..." ucap Bayu lalu berjalan ke pintu. Di pintu sudah ada pengawal yang membagikan makanan secara gratis.


Tiba - tiba sebuah tangan memegang lengan Bayu.


Bayu menoleh kebelakang.


" Juancok..." ucap Bayu dalam hati melihat Bimo memegang tangannya.


" Kowe arep nangdi Bay?" ucap Bimo.


" Maaf..Anda siapa?" ucap Bayu.


" Wedus..."


" Ben awakmu gawe suworo arek wedok,aku ra bakalan iso mbok apusi..." ucap Bimo.( Biar dirimu memakai suara anak cewek,aku tidak akan bisa kamu tipu).


" Jancook..." ucap Bayu memakai suara aslinya. Ia lupa kalau ketiga sahabatnya tahu suara palsunya. Jadi Bimo tidak bisa di bohongin.


" Tenan too.." ucap Bimo lalu memeluk Bayu,karena sudah lama tidak berjumpa.


" Diam - diam aja bo...Jangan sampai pengawal tahu.." ucap Bayu pelan.


Bimo melepaskan pelukannya.


Lukman dan Paijo datang menghampiri.


" Weduuuuuus...." ucap Lukman sambil berjalan ke arah Bayu.Setekah sampai,ia memeluk Bayu.


" Menengo cook...Aku datang ke sini diam - diam" ucap Bayu.


" Waasssuu...." ucap Paijo merasa di tipu oleh Bayu.


Paijo memeluk Bayu lalu melepaskan pelukannya.


" Maaf yoo...Jangan beri tahu siapapun.."


" Bahkan kepada keluargaku yang ada di Jakarta..Aku saat ini tinggal bersama ibuku..Nanti aku akan menemui kalian." ucap Bayu.


" Kapan tekone?" ucap Lukman.


" 5 hari yang lalu.."


" Tolong ya..Rahasiakan dulu kedatanganku di sini..Nanti aku akan ke sini lagi.Aku pulang dulu..Assalam mualaikum..." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam..." ucap teman - teman Bayu.


" Nanti telpon yoo.." ucap Bimo.


Bayu mengangkat tangan sambil berjalan.


Ia berjalan ke arah kamar mandi,sebab di luar masih ramai. Begitu sampai di kamar mandi. Bayu menghilang menuju rumah ibunya.

__ADS_1


__ADS_2