SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
CHOKI -CHOKIKU MANA


__ADS_3

Setelah selesai gotong royong,Bayu kembali kerumah. Acara ceramah akan di laksanakan setelah shalat Isya'.


Nampak Bayu duduk di teras ,menyender di tembok.


Hana menghampiri Bayu lalu duduk di sampingnya.


" Apakah besok sayang mau ke Jakarta?" ucap Hana.


" Iya bu..Bayu mau menyelidiki siapa dalang pembunuh Putri.."


" Jika Bayu belum menemukan,Bayu gak tenang bu.." ucap Bayu.


" Lalu bagaimana dengan Sulis dan Aisyah?" ucap Hana.


" Bayu serahkan urusan itu pada ibu ya.."


" Bayu pusing bu mikirin masalah ini..


" Nanti ibu tentukan kapan dan di mana ijab kabulnya" ucap Bayu.


" Ya sudah...Ibu akan membantumu sayang.."


" Hemmm...


" Menurut ibu,bagaimana acaranya itu di rumah Jakarta,gak usah undang orang luar" ucap Hana.


" Bayu nurut aja bu.."


"Tapi apa kata tetangga nanti ya bu..Apakah tetangga kita undang juga?" ucap Bayu.


" Nah itu...Ibu bingung.."


" Nanti mereka akan bertanya,siapa wanita yang tinggal bersama kita.." ucap Hana.


" Bagaimana jika kita bilang bahwa mereka istri Bayu yang ada di luar desa..Lalu Bayu menyatukan mereka.." ucap Bayu.


" Hemmm..Ide yang bagus.." ucap Hana.


" Oh iya bu...Ibu sudah tahu belum siapa yang akan mengisi ceramah nanti malam" ucap Bayu.


" Ibu belum tahu sayang..Emangnya ada apa?"


" Apakah pak KH. Mustafa yang isi ceramah itu sayang?" ucap Hana.


" Bukan bu...Dia itu Gus Wafiq yang biasa Bayu panggil gus Sapi.." ucap Bayu. Ia memanggil gus Sapi di kala dirinya di erjain oleh gus Wafiq,sehingga memanggil gus Wafis dengan sebutan gus sapi.


" Serius sayang..?" ucap Hana.


" Iya...Bayu serius..."


" Pas lihat spanduk yang di pasang di panggung,ada gambar dan juga namanya bu.."


" Nanti malam ibu datang kan acara itu" ucap Bayu.


" Insya Allah datang sayang..." ucap Hana.


***


Malam hari.


Setelah shalat isya. Bayu bersama keluarganya pergi ke lapangan tempat di mana acara cermah itu berlangsung. Dengan mengendarai mobil Rubicon miliknya.


" Untung aku bawa mobil ini,jadi aku bisa bawa keluargaku.." ucap Bayu dalam hati.


Sementara para pengawal menggunakan mobil Pick up.


Sesampai di tempat acara,Bayu duduk di 2 baring dari depan.


Warga desa berbondong - bondong menghadiri acara syukuran tersebut.


Tak lama kemudian acara pun di mulai. Acara pertama di isi oleh penampilan anak - anak remaja bershalawat memakai rebana.


Tak terasa memasuki acara inti. Yakni cermah.


Gus Wafiq naik ke panggung. Lalu ia pun mulai berceramah.


Di saat Gus Wafiq ceramah,Bayu mengomentari ceramahnya.


" Mosok to Gus...."


Gus Wafiq merasa familiar dengan suara itu,lalu melihat ke arah sumber suara yang bicara tadi,namun tak menemukannya. Lalu ia melanjutkan ceramahnya.


" Sapimu wes manak po durung gus.." ucap Bayu nyaring.( Sapimu sudah melahirkan apa belum gus)


" Seng ngomong kuwi sopo..Ayo ndang rene.." ucap gus Wafiq.


Orang - orang melihat ke arah Bayu.


" Emmoh gus..." ucap Bayu.


" Bayuu...!!


" Opo kowe Bayu..?" ucap gus Wafiq.


" Injiiii...Lereeees guuus.." suara sebagian pria yang kenal dengan Bayu.


Gus Wafiq turun dari panggung,lalu menghampiri Bayu.


" Masya Allah..."


Bayu berdiri hendak bersalaman ,namun gus Wafiq memeluk Bayu.


" Kok iso nang kene awakmu gus..?" ucap gus Wafiq sambil melepaskan pelukannya.


" Kulo nyasar gus.." ucap Bayu.


Gus Wafiq memakai mic untuk berbicara.


" Bayu ini salah satu muridku.."


" Hapal 30 Juz Al Qur'an.."


" Suarane uapik.."


" Juara MTQ "


" Iso boso arab,hapal ribuan hadits..."


" Ayoo..Kancani aku ngoceh nang panggung ucap gus Wafiq.


" Aku nang kene wae gus.." ucap Bayu.


" Ayo to...Aku seng ceramah,awakmu seng moco hadits lan Al Qur'an tentang apa yang aku sampaikan.." ucap gus Wafiq sambil memarik tangan Bayu.


" Jancook.." ucap Bayu mau gak mau mengikuti ajakan gus Wafiq.


Saat sudah berada di panggung,Bayu di beri Mic oleh panitia.


Kemudian Gus Wafiq melanjutkan ceramahnya lagi,lalu menyebut surah Al Qur'an.


Bayu membuka maskernya lalu melantunkan Ayat Al Qur'an yang di maksud gus Wafiq.


" Apik to suarane..." ucap gus Wafiq setelah Bayu selesai melantunkan Ayat Al Qur'an dengan irama yang merdu.


" APIIIK...." suara semua orang .


" Wes apik tur guanteng maneh..


"sopo seng ngajari gus.." ucap gus Wafiq.


" Gus sapi.." ucap Bayu memakai mic.


Ha....Ha...Ha....Ha...Ha...Ha...Ha... Tawa semua orang.


" Ojo kenceng - kenceng to gus..." ucap gus Wafiq.


" Lali aku gus.. yen nyekel mic.." ucap Bayu.


" Engko bojomu nambah maneh loh.." ucap gus Wafiq.


" Laah..Bojoku kan wes akeh gus.." ucap Bayu.


" Oh iyoo..Lali aku...Sak iki wes piro bojomu?ucap gus Wafiq.


" Ono Limo.." ucap Bayu.


" Biyuh...Akeh men.." ucap gus Wafiq.


" Iyo to gus..Biar seperti lagu"


"Istriku ada 5..Rupa - rupa wajahnya."


" Cantik - cantik rupanya..Begitu.." ucap Bayu. Sambil mengucaokan seperti bernyanyi balonku ada 5.


Kemudian gus Wafiq melanjutkan ceramahnya,lalu menyebut nama hadits. Bayu mengucapkan hadits yang di maksud oleh gus Wafiq.


" Kowe jek eling to gus..?" ucap gus Wafiq.


" Ijek lah...Mosok lali.."


" Engko bayaran sampeyan di potong yoo.Soalle aku melu ceramah iki." ucap Bayu.


" Guampang...Mbok pek kabeh yo rapopo.." ucap gus Wafiq.( kamu ambil semua ya gakpapa)

__ADS_1


" Rejeki jenengan oleh tak pek kabeh gus?" ucap Bayu.( Rejeki anda boleh ku ambil semua gus).


" Oleh..." ucap gus Wafiq.(boleh)


" Yo wes..Engko bojo lan anak jenengan tak pek yoo.." ucap Bayu.( ya sudah..Nanti istri dan anak andaku ambil ya)


" Yen kuwi ojo...Engko aku turu karo sopo.." ucap gus Wafiq.(Kalau itu jangan..nanti aku tidur sama siapa)


" Gampang kuwi gus...Sapine tonggoku dewean...Ra ono koncone.." ucap Bayu.( mudah itu gus..Sapinya tetanggaku sendirian..Tidak ada temannya)


Ha....Ha...Ha...Ha...Ha...Ha..Ha...Tawa semua orang.


Gus Wafiq lantas melanjutkan ceramahnya lagi,manyampaikan ajaran islam ,dan juga memberikan arahan kepada warga, bagaimana caranya menjadi seorang muslim sejati dalam kehidupan sehari - hari di selingi canda tawa .


Bayu mengikuti gaya ceramah gus Wafiq. Ia juga menyelipkan candaan. Agar para hadirin tidak bosan mendengarkan ceramah.


Orang - orang yang hadir pun dengan antusias menyimak. Terutama kaum hawa. Mereka tak bosan - bosan melihat wajah Bayu yang tampan rupawan.


Hingga tak terasa sudah 2 jam lebih mereka di atas panggung,yang seharusnya hanya 1 jam saja


" Lah kok wes 2 jam luwih.." ucap gus Wafiq sambil melihat jam tangannya.


" Belum subuh gus... Mosok arep bubaran to." ucap Bayu.


" Pengenku yo ngono gus.." ucap gus Wafiq.


" Pripun bapak - bapak lan ibu - ibu..Lanjut nopo setop..?" ucap Bayu.


" LANJUUUUUT..." ucap semua orang yang hadir.


" Nah tuh gus..Mereka mau lanjut..Ayo ndang di Gass pooooolll.." ucap Bayu.


" Yo wes...Tak tambahi maneh setengah jam.." ucap gus Wafiq.


Gus Wafiq lantas melanjutkan ceramahnya dengan Bayu. Ia merasa senang bisa berduet dengan Bayu.


Tak terasa sudah 1 jam mereka ceramah,yang seharusnya sudah selesai dari tadi.


" Loh kok wes jam loro(dua) iki.." ucap gus Wafiq melihat jam tangannya.


" Jam jenengan kuwi jam Hongkong. Jamku loh lagek jam sepuluh.." ucap Bayu.


" LANJUUUUT...." suara para hadirin.


" Teleek...Teleek..." ucap gus Wafiq.


" Anggep wae nonton wayang gus...Enggih nopo enggih.." ucap Bayu.


" ENGGIIIHH..."suara para hadirin.


Gus Wafiq menjauhkan mic dari mulutnya.


" Kowe iki ngajak melek 'an to Bay..?" ucap gus Wafiq.


" He eh.." ucap Bayu.


" Asem..." ucap gus Wafiq.


Gus Wafiq lantas menutup acaranya,jika di lanjutkan maka akan sampai subuh.


Setelah selesai membaca do'a sebagai penutup acara,para hadirin pun membubarkan diri.


Bayu dan Gus Wafiq lantas berdiri.


" Lebaran wingi lapo kowe gak muncul?" ucap gus Wafiq sambil berjalan menuruni panggung.


" Sepurane gus..Aku ono perlu.."


" Bapak pripun gus kabare?" ucap Bayu.


" Alhamdulilah sehat..."


" Kok awakmu nang kene..? " ucap gus Wafiq.


" Aku gawe omah nang kene gus.." ucap Bayu.


" Jadi ibumu lan bojo - bojomu nang kene?" ucap gus Wafiq.


" Injih gus.." ucap Bayu.


***


Pagi hari.


Bayu berada dipinggir jalan deoan rumah ibunya sambil melemaskan tubuhnya. Ia ingin berlari pagi. Di rumah pengawalnya nampak para pengawal juga berolah raga,agar tubuhnya tidak kaku.


" Assalam mu'alaikum gus..." ucap seorang pria naik sepeda hendak melewati Bayu.


" Jiangkreek..."


" Gara - gara gus Sapi,aku di panggil gus.." ucap Bayu dalam hati.


Setelah pemanasan selesai,Bayu segera berlari tanpa alas kaki.Hanya memakai celana panjang dan kaos.


Bayu tersenyum lalu menganggukkan kepala saat dirinya dilihat oleh warga saat berlari.


" Habis sarapan,terus pergi ke Jakarta..."


" Datangin anak buah,lalu memancing mereka di Cafe." ucap Bayu dalam hati.


Seorang pemuda berpakaian lusuh, naik sepeda motor hendak ke sawah .


" Guus ...Arep nangdi gus..?" ucap pemuda itu.


Bayu menoleh ke pemuda itu.


" Ngukur dalan kang...Monggo kang" ucap Bayu.


" Tenan to...Aku di panggil gus..Asem tanan og.." ucap Bayu dalam hati sambil berlari.


Para warga menyapa Bayu dengan sebutan gus,Bayu meladeni sapaan mereka hingga Bayu kembali ke rumahnya.


Di saat Bayu hendak mandi,Hana yang tak jauh dari Bayu pun berkata" Mau mandi ya gus.."


" Ibu ini...Ikut - ikutan orang aja manggil Bayu gus.." ucap Bayu.


Ha....Ha...Ha...Ha...Ha.. Hana tertawa.


Ayu muncul sambil menggendong Imam.


" Mau mandi bareng gak gus..?" ucap Ayu.


" Ayoo..." ucap Bayu lalu menarik tangan Ayu.


" Eeeeee...."


" Aku sudah mandi shujin..." ucap Ayu.


" Katanya ummi ngajakin mandi." ucap Bayu.


" Abi telat...Ya kan Mam..." ucap Ayu.


1 jam kemudian.


Bayu duduk memangku Bintang di ruang keluarga. Bersama ke dua istrinya.


" Abi mau ke Jakarta..."


" Mau melihat anak buah abi yang ada di Cafe dan juga pasar. Serta ingin menyelidiki kasus pembunuhan Putri.." ucap Bayu.


" Sayang naik apa ke sana?"


" Terus berapa lama?" ucap Diana.


" Abi kan bisa menghilang mi... Jadi ummi gak usah khawatir,setiap hari abi akan selalu oulang,jika tidak pulang,abi akan menelpon." ucap Bayu.


" Oh iya..Aku lupa bi..." ucap Diana.


" Jangan beri tahu siapa - siapa..Hanya kalian yang tahu,teman - temanku enggak,kecuali kang Bejo dan keluarganya.."


" Sebentar..."


Bayu memgeluarkan ponselnya,lalu mencari kontak Paijo. Setelah dapat,ia pun menelpon.


Tuuut....Tuuuut...Tuuuut...Tuuut...


" Ya haloo.." suara Paijo.


" Assalam mu'alaikum kang..." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam...Oalah kowe to Bay.." suara Paijo.


" He eh..."


" Aku Jaluk tulung,ruangan dulu yang di pakai untuk istirahat istriku itu apakah kondisinya sama seperti yang dulu?" ucap Bayu.


" Masih Bay..." suara Paijo.


" Jangan di kunci kang.." ucap Bayu.


" Kuncinya di bawa sama istrimu Bay.."suara Paijo.


" Kuncinya aku bawa abi.." ucap Diana.

__ADS_1


" Oalah...Ya sudah kalau gitu kang,kirain sampeyan bawa kuncinya.." ucap Bayu.


" Enggak Bay...Itu kan ruang istirahat istrimu.." suara Paijo.


" Assalam mu'alaikum.." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam.." suara Paijo.


Bayu mematikan panggilannya.


" Kenapa umi gak ngomong kalau kunci kamar itu umi bawa.." ucap Bayu.


" Mana aku tahu kalau abi mau ke kamar itu..Abi gak ada bilang ke aku" ucap Diana.


"Oh iyok..Lali aku.."


" Kuncine endi..." ucap Bayu.


" Sebentar sayang.." ucap Diana,lalu pergi ke kamarnya.


Tak lama kemudian Diana kembali sambil membawa gantungan kunci yang berisi banyak kunci ruangan.


" Banyak banget.." ucap Bayu.


" Ini kunci rumah yang ads di jakarta bi,serta kunci Cafe.." ucap Diana sambil melepas kunci kamar.


Setelah kunci itu terlepas dari kaitan,Diana memberikan ke Bayu.


" Abi siap - siap dulu ya.." ucap Bayu.


" Iya bi.." ucap kedua istri Bayu.


Bayu berdiri,lalu mengganti pakaiannya.


Setelah persiapan sudah siap,Bayu memghampiri ke dua istrinya.


" Abi pergi dulu ya.."


Bayu mencium Bintang,lalu Imam setelah itu mencium pipi ke dua istrinya.


" Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam.." ucap kedua istri Bayu.


Bayu memfokuskan pikirannya ke kamar istirahat istrinya yang ada di Cafe.


Tak lama kemudian Bayu menghilang.


" Eh...!!! Diana. Terkejut,padahal dirinya pernah melihat Bayu memghilang.


---****----


Jakarta.


Cafe Mantan.


Bayu muncul di dalam kamar istirahat istrinya. Lalu memandang isi dalam kamar tersebut.


Nampak beberapa foto terpajang di dinding.


" Masih seperti yang dulu." gumam Bayu lalu mengeluarkan kunci kamar.


Ceklek...Ceklek..


Bayu membuka sedikit pintunya untuk melihat apakah ada orang atau tidak di depan pintu.


Setekah yakin tak ada orang,Bayu keluar lalu mengunci kembali pintu kamar dan berjalan santai.


Nampak para pegawai Cafe melayani pelanggan.


" Alhamdulilah masih ramai" ucap Bayu dalam hati. Ia merasa senang tampat usaha yang ia bangun bersama teman - temannya masih berjalan dengan lancar.


Bayu berjalan ke arah pelayan Cafe.


"Permisi kang..." ucap Bayu.


" Iya pak..." ucap pelayan.


" Bisa pesan teh Kotak 4, sama choki - choki..Apakah ada?" ucap Bayu.


" Untuk teh Kotak kami bisa menyediakan,untuk choki - choki kami mohon maaf pak,kami tidak menjualnya.." ucap pelayan.


" Ya sudah..Aku minta saja kalau gak di jual.." ucap Bayu.


" Maaf pak..."


" Kami tidak menyediakannya..." ucap pelayan.


" Ya sudah..Aku minta tolong ke masnya,belikan choki - choki..Apakah bisa?" ucap Bayu.


" Maaf pak,saya harus izin dulu ke atasan saya.." ucap pelayan.


" Ya sudah...Masnya izin sana...Aku tunggu di Gazebo.." ucap Bayu.


" Maaf sekali pak..Gazebo itu tidak untuk umum" ucap pelayan.


" Mereka masih menjaga tempat keluargaku.." ucap Bayu dalam hati.


" Ya sudah...Aku duduk di meja itu..."


" Sekalian kopi tanpa gula 1 gelas.." ucap Bayu.


" Baik pak..Apakah ada lagi yanga mau bapak pesan?" ucap pelayan.


" Hemm..Gak ada" ucap Bayu.


" Baik pak..Di tunggu.." ucap pelayan.


Bayu duduk di salah satu meja yang kosong.


10 menit kemudian muncul pelayan yang tadi membawa pesanan Bayu dan meletakkan di meja.


Bayu mengeluarkan uang 200rb.


" Choki - chokinya mana pak?" ucap Bayu tak melihat makana. Favoritnya.


" Maaf pak..Saya tak mendapat izin untuk keluar,kecuali jam istirahat.." ucap pelayan.


" Ya sudah..Ini aku bayar..Sisanya bapak ambil saja.." ucap Bayu sambil memberikan uang 200ribu.


" Terima kasih pak.." ucap pelayan.


" Kasih tahu manajermu...Kasih menu choki - choki..Masa aku mau pesan gak ada...asem.." ucap Bayu.


" Baik pak..Nanti akan saya sampaikan.." ucap pelayan.


Pelayan itu pun pergi,Bayu membuka masker dan kaca mata,lalu menikmati kopi yang masih panas.


" Mau panas atau dingin...Lidahku mati rasa cook.." ucap Bayu dalam hati merasakan lidahnya tak merasakan panas,hanya merasakan cairan kopi tersebut.


Sambil menikmati minuman,sesekali dirinya melihat orang - orang di sekeliling,apakah ada yang mencurigakan atau tidak,juga melihat mantan napi yang keluar penjara karena berhubungan dengan dirinya. Bayu menghapal wajah dari berkas yang di berikan oleh kakek Zhang.


30 menit berlalu.


" Jangkrek...Mana neh mereka..."


" Satupun gak ada muncul..." ucap Bayu dalam hati.


Di dekatnya ada pelayan yang sedang merapikan meja setelah di pakai pengunjung,lalu melihat ke arah Bayu,ia kaget. Karena wajahnya sama persis yang ada di foto ruangan Manajer Cafe yakni Paijo.


" Itu pak Bayu apa bukan ya..." ucap pelayan itu dalam hati. Setwlah selesai membereskan meja,pelayan itu pergi dan melaporkan ke Paijo.


Bayu mengambil rokok untuk menghilangkan rasa suntuknya. Begitu rokok ada di bibir,Bayu membakarnya dengan ajian Tapak Geni.


Nampak ujung rokok terbakar,lalu memgeluarkan bara api.


Huuuuufft..... Asap rokok keluar dari mulutnya.


" Wasssu...."


" Kalau nunggu begini terus,panas bokongku.." ucap Bayu dalam hati.


Paijo datang bersama pelayan yang tadi membersihkan meja.


" Bayuu..." ucap Paijo sambil berjalan.


Bayu menoleh ke samping.


" Opo kang?" ucap Bayu.


" Jancoooook..."


" Kenapa gak bilang - bilang kalau mau ke sini?" ucap Paijo.


Paijo duduk menghadap Bayu.


" Aku pengen sidak aja...Gimana keadaan Cafe tanpa kalian mengetahui ini aku yang datang.."ucap Bayu.


" Entuuut..."


" Koyok pejabat ASN wae pakai acara sidak.." ucap Paijo.


" Choki - chokiku mana?" ucap Bayu sambil membuka telapak tangan ke Paijo.

__ADS_1


__ADS_2