
Setelah Shalat Dzuhur.
Mei Lien duduk di dekat Sulis dan Hinata menyender tembok.
"Tolong jangan pergi dulu...
Teman - teman Bayu yang awalnya mau pergi meninggalkan ruang shalat tak jadi pergi.
"Mei....Kemarilah...
Mei Lien kemudian mendekat.
"Baiklah...
"Hari ini,...Hari ini Mei Lien akan mengucapkan 2 kalimat sahadat,kalian sebagai saksinya..." ucap Bayu.
"Bulekmu mau masuk islam pak Kyai?" ucap Bimo.
"Iya Bo...
"Mei...Ikuti ucapanku ya.." ucap Bayu.
"Iya Bay..." ucap Mei Lien.
"Ash Hadu...." ucap Bayu.
"As hadu.." ucap Mei Lien.
Hingga Bayu mengucapkan.
"Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah,dan aku bersaksi Nabi muhammad utusan Allah.." ucap Bayu.
"Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah,dan aku bersaksi Nabi muhammad utusan Allah.." ucap Mei Lien.
"Alhamdulilah...Sekarang dirimu telah menjadi muslimah..
Mei Lien hendak memeluk Bayu,
"Eee...Jangan maen peluk...Belum sah..
Mei Lien mengurungkannya.
"Hem...kalian apakah sudah tahu mengapa Mei Lien masuk islam?"ucap Bayu.
"Enggak..." ucap mereka kecuali Hinata.
"Karena aku akan menikahinya...
"APAAAA.....!!!??? Mereka terkejut.
"Serius Bay?" ucap Lukman.
"Iya aku serius...Karena aku sudah melakukan perbuatan melanggar agama,dan aku bertanggung jawab,aku mohon pada kalian, jangan beritahu siapapun...Sebab..Selain keluarga Mei Lien...Tak ada yang tahu.." ucap Bayu.
"Iya pak Kyai..." ucap teman - teman Bayu.
"Dah itu saja...Matur suwun yo...Kalian emang teman terbaikku..." ucap Bayu.
Bayu kemudian berdiri lalu berjalan ke kamarnya untuk mengambil hapenya yang di cas.
Setelah sampai di dalam kamar,Bayu menelpon Khalisa.
Tuuuut....Tuuuut....Tuuuut...
"Assalam mua'alaikum Awanku sayang..." suara Khalisa.
"Wa'alaiukum salam Putriku sayang... Lagi apa neh?" ucap Bayu.
"Lagi kangen sama mas..Di tungguin gak ada nelpon." suara Khalisa.
"Ya maaf,soalnya lagi sibuk yank...Oh iya,Sayang jangan makan dan minum pemberian orang asing ya..Meskipun membawa namaku dan juga keluargaku,pastikan dulu apakah benar atau tidak.." ucap Bayu.
"Iya mas...Kok jadi serem gini mas...Sebelum - sebelumnya tidak begini..." suara Khalisa.
"Ada yang tak suka dengan kita dek..Soalnya tadi pas kita ke Mall ada orang yang hendak mencelakai kita..Untung pengawal sigap menghadang...Lalu orang itu kabur..
"Lalu kita kejar...Begitu dapat..
"Pelakunya malah bunuh diri...Padahal mau aku introgasi dek.." ucap Bayu.
"Apaaa....!!!??? Serius mas.." suara Khalisa.
"Iya mas serius.." ucap Bayu.
"Mas...Adek jadi takut..." suara Khalisa.
"Gak usah takut...Kan ada pengawal yang menjaga di depan rumah..." ucap Bayu.
"Iya...Tapi adek tetap takut mas..." suara Khalisa.
"Adek punya nomor ayahnya Sandi apa gak?" ucap Bayu.
"Ada mas..." suara Khalisa.
"Nanti sms ya dek nomornya.." ucap Bayu.
"Iya mas.." suara Khalisa.
"Hem....Sebenarnya mas mau kesana mau ngomong berita penting" ucap Bayu.
"Berita apa mas?" suara Khalisa.
"Besok saja yank,sekalian kita ketemu,sekalian melepas kangen.." ucap Bayu.
"Iya mas...Oh iya..Adek mau nanya.. Mbah buyut mas itu punya peranan penting di institusi keamanan negara kah mas?" suara Khalisa.
"Gak tahu...Emangnya kenapa dek?" ucap Bayu.
"Soalnya yang jaga seperti polisi mas,bawa senjata laras panjang..." suara Khalisa.
"Sepertinya seh iya..Soalnya mas juga gak tahu dek..
"Yang mas tahu itu ya mbah buyut seorang pengusaha..Oh iya..Kirimkan dek nomornya pak Agus...Mas ada perlu.." ucap Bayu.
"Iya mas.." suara Khalisa.
"Assalam mu'alaikum.." ucap Bayu.
"Wa'alaikum salam...Emmuaachh.." suara Khalisa.
Bayu mematikan panggilannya.
Tak lama kemudian Bayu menerima pesan dari Khalisa. Lalu Bayu menelpon nomor hape Agus Irawan.
Tuuuut....Tuuuut....Tuuuut....Tuuut...
Tuuuut...Tuuuut....Tuuut....
Bayu mematikan panggilan lantas mengirim pesan.
To 0813********
Ini saya Muhammad Bayu Samudera,saya ada perlu dengan anda,dan ini sangat PENTING.
Bayu mengirim pesannya.
Baru saja Bayu hendak menelpon,Agus Irawan duluan menelpon.
"Berarti dia tidak mau menerima panggilan dari nomor asing...
Bayu menerima panggilan itu.
"Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.
"Wa'alaikum salam... " suara Agus Irawan.
"Maaf jika saya mengganggu bapak,ada hal penting yang ingin ku sampaikan.." ucap Bayu.
"Iya ,kamu gak ganggu kok Bay...Hal penting apa itu nak?" suara Agus Irawan.
Bayu lantas memberitahu soal kejadian di Mall dan di rumah Khalisa.
"Jika itu perbuatan dari istri bapak,maka saya akan datang untuk menangkap dan menyiksanya..Jika bapak menghalangi saya,saya juga tak segan - segan membunuh bapak..Karena telah berani mengusik keluargaku.." ucap Bayu.
"Ayah akan bantu menyelidikinya,tapi ayah mohon padamu,jangan kamu kesini dulu ya nak...Tunggu kabar dari Ayah..." suara Agus Irawan.
"Baiklah lah...Saya akan menunggu kabar dari anda..." ucap Bayu.
"Terima kasih nak...Ayah sangat senang kamu menghubungi Ayah" suara Agus Irawan.
"Assalam Mua'alaikum..." ucap Bayu.
"Wa'alaikum salam...Maafkan Ayah.." suara Agus Irawan.
Bayu mematikan hapenya.Lalu mengetik pesan.
To Agus Irawan.
Jika anda berhasil mengungkapnya,maka saya akan memaafkan kesalahan anda. Tapi jika saya sendiri yang mengungkap kasus itu duluan daripada anda,dan benar pelakunya adalah istri anda,saya akan membakar seluruh tubuh istri anda,dan saya tidak memaafkan kesalahan anda sampai kiamat.
Bayu mengirim pesan tersebut.Lalu merebahkan badannya ke kasur.
Tiba - tiba Bayu teringat Alvin.
Bayu mencari nomor hape Alvin lalu menelponnya.
Tuuut...Tuuuut....Tuuut...
"Halo mas Bayu..." suara Alvin.
__ADS_1
"Halo juga kang...Maaf ganggu. Apakah ibumu ada di rumah?" ucap Bayu.
"Tidak ada mas...Ibuku di singapura..." suara Alvin.
"Sejak kapan ibumu ke singapur kang?" ucap Bayu.
"Sudah 6 hari yang lalu mas...Emangnya ada apa mas? Mas mau mencelakai ibuku lagi?" suara Alvin.
"Tidak...Aku hanya bertanya saja.. Kalau aku mau mencelakainya lagi,aku gak akan menghubungimu kang..Aku langsung otewe...Oh iya sama siapa ibu sampeyan ke singapur" ucap Bayu.
"Sama ayahku mas.." suara Alvin.
"Ya sudah kalau gitu kang...Maaf loh ya aku ganggu.." ucap Bayu.
"Iya mas..Emangnya ada apa mas? kok tiba - tiba nanyain ibuku?" suara Alvin.
"Gakpapa...Hanya nanya saja..Dah dulu ya kang.." ucap Bayu.
"Ya mas.." suara Alvin.
Bayu mematikan hapenya.
"Oh iya...Pak Ridwan....Semoga saja mereka tak di teror.
Lalu Bayu menelpon Ahmad.Karena ia khawatir keluarga pak H. Ridwan juga ikut di ganggu.
Tuut.....Tuuut....Tuuuut....Tuuuut....
"Assalam mu'alaikum mas....." suara Annisa.
"Wa'alaikum salam Nur...Maaf ganggu.." ucap Bayu.
"Gak ganggu kok mas...Ada apa mas?" suara Annisa
"Aku cuman memberi tahu,jangan menerima makanan ataupun barang mengatasnamakan diriku dan keluargaku ya...Telpon aku jika itu terjadi.." ucap Bayu.
"Iya mas...Emangnya ada apa seh mas...?" suara Annisa.
"Siapa yang nelpon niss" suara Ahmad.
"Bayu bang..."suara Annisa.
"Halo Bay...Ada apa ?" suara Ahmad.
"Gakpapa,cuman mau nanya saja...Kapan nyebar undangannya...." ucap Bayu.
"Jancoook...Kirain ada apa...Nanti di tunggu Bay undangannya..." suara Ahmad.
"Habis lebaran idul adha ya kang?" ucap Bayu.
"Kok kamu tahu Bay...Sulis ya yang memberi tahu.." suara Ahmad.
"Ho oh...Sulis loh orangnya jujur,gak ada di tutup - tutupi kang...Oh iya,tadi aku ngasih tahu ke Nur...Jangan terima makanan ataupun apalah yang mengatasnamakan namaku dan keluargaku kang" ucap Bayu.
"Emangnya kenapa Bay?" suara Ahmad.
"Soalnya tadi ada yang berusaha mencelakaiku dan keluarga pacarku...Aku gak ingin keluarga sampeyan juga ikut terkena.Sampeyan langsung telpon aku untuk memastikannya." ucap Bayu.
"Ooo...Begitu..." suara Ahmad.
"Ya sudah kalau gitu kang...Assalam mu'alaikum.." ucap Bayu.
"Wa'alaikum salam..." suara Ahmad.
Bayu mematikan panggilan telponnya.
"Ibunya Alvin ke Singapur 6 hari yang lalu,terus aku bertemu dengan Putri hari minggu...
Nampak Bayu berpikir.
"Jika benar ini dalangnya adalah ibunya Sandi,maka aku akan menyeret dia dan menyiksa.." ucap Bayu dalam hati.
Tok...Tok...Tok... suara pintu kamar Bayu di ketuk.
"Masuk...Gak aku kunci..." ucap Bayu agak nyaring.
Ceklek...Kriiieeet... Pintu terbuka,nampak Hinata memakai Baju kaos lengan panjan dan celana panjang serta memakai jilbab memegang buku tulis di pintu lalu berjalan ke arah Bayu.
Bayu kemudian bangun.
"Bayu san mau belajar bahasa jepang lagi?" ucap Hinata.
"Hai..." ucap Bayu mengikuti kebiasaan Hinata.
Hinata menggelitiki Bayu.
Ha....Ha....Ha....Ha...
"Geli sayang..." ucap Bayu.
Hinata menghentikan menggelitiki Bayu.
Kemudian mengajari Bayu bahasa Jepang.
"Aligatogozaimasseee...." ucap Bayu saat mengulangi ucapan Hinata.
"Bukan begitu sayang...Tapi begini..
"Arigatōgozaimashita " ucap Hinata.
" Arigetuk masshita...." ucap Bayu.
"Arigatō......"
Bayu mengikuti ucapan Bayu.
"Gozaimashita...
"Arigatōgozaimashita" ucap Hinata pelan.
"Arigatōgozaimashitaaaaaaaaaaa....
"Benar gak yank..." ucap Bayu.
"Iya sayang.." ucap Hinata.
"Oh iya...Sudah menghubungi ayah yank?" ucap Bayu.
"Sudah...Hari Jum'at ayahku akan datang sayang." ucap Hinata.
"Iya sayang sayang...Oh iya..Bentar dulu yank..
Bayu meraih hapenya lalu menghubungi pak Adi.
Tuuut....Tuuuut....Tuuuut...
"Assalam mu'alaikum bos..." suara pak Adi.
"Wa'alaikum salam warahmatullah...
"Pak Adi...Apakah sudah ketemu siapa dalangnya?" ucap Bayu.
"Belum bos...Masih kami selidiki.." suara pak Adi.
"Aku curiga dalangnya itu istri pak Agus Irawan,sebab istri pak Johan berada di singapur bersama pak Johan pak....." ucap Bayu.
"Siap bos...Kami akan menempatkan pengintaian di rumah Agus Irawan..Apakah bos punya no hapenya istri Agus Irawan?" suara Pak Adi.
"Enggak pak...Hanya nomor pak Agus saja..Hem...
"Nanti aku tanya ke yang lain pak...Ya sudah kalau begitu assalam Mu'alaikum" ucap Bayu.
"Wa'alaikum salam...." suara pak Adi.
Bayu mematikan panggilan.
"Sayang tahu siapa pelaku utamanya?" ucap Hinata.
"Tidak yank...Hanya curiga saja.." ucap Bayu.
"Siapa yang sayang curigai..." ucap Hana tiba - tiba muncul dari pintu,sebab pintu kamar Bayu terbuka.
Bayu melihat ke arah ibunya.
"Istri pak Agus bu...Kalau ibu sendiri?" ucap Bayu.
"Seluruh keluarga besar Mahendra..." ucap Hana.
"Keluarga besar?
"Yang Bayu tahu hanya pak Agus dan pak Johan saja bu.." ucap Bayu.
Hana duduk di pinggir kasur samping Bayu.
"Agus irawan punya 3 sauradara kandung,sedang ayahnya mempunyai 6 saudara,lalu kakeknya Agus mempunyai 8 saudara..Mereka rata - rata sudah menikah dan ada juga yang belum menikah.." ucap Hana.
"Ibu tahu dari mana?" ucap Bayu.
"Dari Agus sendiri sebelum ibu bercerai dengan dia...
"Mereka tersebar di pulau jawa,sumatra dan kalimantan....
"Oh iya...Apakah sayang sudah beritahu ke Ayu masalah tadi malam?" ucap Hana.
"Sudah bu...Tinggal Putri saja yang belum Bayu beri tahu..Rencananya besok Bayu akan ke sana.." ucap Bayu.
Zhang muncul di balik pintu lalu berjalan menghampiri Bayu.
"Ayo ikut aku..." ucap Zhang.
__ADS_1
"Kemana mbah buyut..." ucap Bayu.
"Menemui Agus Irawan Mahendra..."ucap Zhang.
"Bayu tidak ikut mbah buyut..." ucap Bayu.
"Kalau tidak ikut,maka seluruh keluarga Mahendra akan aku habisi tanpa sisa.." ucap Zhang.
"Eh....!!!??? Bayu dan Hana terkejut.
"Bayu sudah menelpon pak Agusnya mbah...Jika istri dia adalah dalangnya,maka Bayu akan menyiksa dia.
"Apakah mbah buyut sudah tahu siapa pelaku utamanya?" ucap Bayu.
"Belum...Hanya filing saja dari informasi yang kakek buyut terima.." ucap Zhang.
---***---
Pulau Sumatera.
Di salah satu bangunan yang berdiri di kota Lampung.
Nampak Agus Irawan bersama staf karyawannya sedang mengadakan rapat di ruang Rapat.
Agus Irawan menyimak ucapan salah satu stafnya yang menjelaskan melalui layar proyektor.
Tiba - tiba hapenya bergetar di atas meja.
Agus Irawan melihat siapa yang menelpon.
"Nomor asing...
Agus Irawan meletakkan kembali hapenya dia atas meja dan membiarkan saja panggilan tersebut.Kemudian menyimak lagi ke arah depan.Hapenya berhenti bergetar.
Tak lama kemudian,hapenya bergetar lagi. Ia tahu bahwa itu adalah sebuah pesan masuk,lantas Agus Irawan mengecek pesan itu.
"Bayu.....!!
Agus Irawan segera berdiri dan keluar dari ruang rapat untuk menelpon Bayu.
Tuuuut....
"Assalam mu'alaikum..." suara Bayu.
"Wa'alaikum salam... " ucap Agus Irawan.
"Maaf jika saya mengganggu bapak,ada hal penting yang ingin ku sampaikan.." suara Bayu.
"Iya ,kamu gak ganggu kok Bay...Hal penting apa itu nak?" ucap Agus Irawan.
Bayu lantas memberitahu soal kejadian di Mall dan di rumah Khalisa.
"Siaaal....Dia mencurigai Desi(istri Agus). Aku akan menanyakan langsung." ucap Agus dalam hati saat Bayu menjelaskan peritiwa yang terjadi.
"Jika itu perbuatan dari istri bapak,maka saya akan datang untuk menangkap dan menyiksanya..Jika bapak menghalangi saya,saya juga tak segan - segan membunuh bapak..Karena telah berani mengusik keluargaku.." suara Bayu.
"Ayah akan bantu menyelidikinya,tapi ayah mohon padamu,jangan kamu kesini dulu ya nak...Tunggu kabar dari Ayah..." ucap Agus Irawan.ia tak ingin putrinya kenapa - kenapa.
"Baiklah lah...Saya akan menunggu kabar dari anda..." suara Bayu.
"Terima kasih nak...Ayah sangat senang kamu menghubungi Ayah" ucap Agus Irawan.
"Assalam Mua'alaikum..." suara Bayu.
"Wa'alaikum salam...Maafkan Ayah.." ucap Agus Irawan.
Agus Irawan lantas masuk ke dalam ruang rapat lagi.
"Maaf bapak - bapak....Ibu ibu...Tiba - tiba saya ada keperluan mendadak,dan ini sangat penting sekali. Rapatnya di lanjutkan besok...Terima kasih.." ucap Agus Irawan.
Agus Irawan mengambil laptop dan perlengkapan lainnya dia atas meja,lalu di masukkan dalam tas. Lalu berjalan ke arah pintu keluar menuju rumahnya. Ia takut pasukan bayangan Bayu menghabisi keluarganya.
Sesampai di mobil,pengawalnya membuka pintu mobil lalu Agus Irawan masuk dalam mobil. Pengawalnya menutup pintu.
"Siaaal....Gara - gara dia...Hidupku di hantui rasa bersalah dan sekarang...
"Rasa bersalahku menjadi ketakutan...
"Ya Allah...Inikah cobaan yang engkau berikan padamu, karena aku menelantarkan istri dan anakku..." ucap Agus dalam hati.
Agus Irawan menikahi Desi karena di jodohkan oleh orang tuanya. Awalnya Agus tak mau.Karena ingin mencari sendiri.
Setelah sampai di rumah,Agus Irawan langsung membuka pintu mobil sendiri lalu berjalan cepat.
Agus Irawan mendorong pintu kuat.
Braaaak....
"DESSIIIIIII..... DI MANA KAMU....." teriak Agus Irawan. Ia sangat marah karena ada orang yang mencelakai Bayu.
Agus Irawan mencari keberadaan istrinya.Lalu bertanya pada pengawal yang menjaga di depan.
"Apa kau tahu di mana istriku?" ucap Agus Irawan pada pengawalnya. Karena di dalam rumah tak menemukan istrinya.Bahkan nomor hapenya tak aktif saat di telpon.
"Sekitar jam 12.40,ibu keluar bos..." ucap pengawal.
"Sama siapa dia pergi?" ucap Agus Irawan.
"Sendirian bos..." ucap Pengawal.
Agus Irawan kemudian masuk ke dalam rumah.
Pukul 17.20.
Agus melihat putrinya juga tak ada di rumah, ia pikir putrinya sedang tidur di kamar.Lalu Agus mendatangi kamar putrinya.
Tok...Tok...Tok..
"Dek....
Tok...Tok....Tok...
Tak ada jawaban,lantas Agus mencoba membuka pintu kamar.
Ceklek...Kriiiiiieeeeeet....
Tak ada orang di dalam kamar.
Lantas Agus mengambil hapenya untuk menghubungi Bening.
Tuuuut....Tuuuut....Tuuut....
"Halloo paa..." suara Bening.
"Adek dimana?" ucap Agus.
"Lagi di pantai sama mama..." suara Bening.
"Sial...Dia kepantai..." ucap Agus dalam hati.
"Kasihkan ke mama hapemu dek..."ucap Agus.
"Ya pa..." suara Desi.
"Pulang sekarang...Jangan di tunda...Jika tidak...Semua fasilitas yang aku berikan aku cabut semua..." ucap Agus.
"Ada apa seh paa...Semenjak papa bertemu dengan Bayu...Sifat papa berubah..." suara Desi.
"Gak usah banyak bicara...Jika kamu ingin selamat dari incaran Bayu pulang sekarang juga.."ucap Agus.
"Oke...Oke...Aku pulang sekarang..." suara Desi.
Panggilan putus.
"Semoga saja Bayu belum menemukan pelakunya,dan pelakunya bukan Desi..Jika sudah dan Desi adalah pelakunya...Bisa kacau nanti...
"Keluarga Desi pasti tak akan terima...
Malam harinya.
Agus Irawan duduk di sofa ruang tamu menunggu kedatangan istri dan anaknya.
Ia sangat gelisah dan cemas,dan sambil berdo'a agar Bayu tak menelpon dirinya.
Lalu Agus berdiri,lalu berjalan mondar mandir.
"Assalam mu'alaikum..." ucap Bening saat muncul di pintu bersama istrinya.
Agus Menoleh ke asal suara.
"Wa'alaikum salam..."
Agus menghampiri Desi.
Bening mencium tangan Agus.Lalu masuk ke dalam rumah.
"Apakah kamu mengirim seseorang untuk membunuh Bayu,...." ucap Agus Irawan sambil menatap istrinya
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG.
__ADS_1