
Nampak 5 orang bermain kartu di lantai.
Grace menutup kartunya karena menang. Bimo duduk jongkok karena tadi ia kalah.
"Jancoook...
" Iam Winner.." ucap Grace kesenangan.
"Iki bule kok pekok ngene yoo..." ucap Lukman. ( Ini bule kok bodoh begini yaa)
"Lah...Gurune wae pekok...Yo muridnya juga pekok" ucap Bayu.
"Jancoook..." ucap Daniel.
"What's that a Pekok?" ucap Grace.
"Pekok this is a...
Bimo menoleh ke Bayu
"Pintar bahasa inggrisnya apa Bay?." ucap Bimo.
"Smart..." ucap Bayu.
"Oh iya..Pekok this a smart..." ucap Bimo.
"Ooo..Pekok this is smart...Oke...
Grace menunjuk ke Daniel.
"You very - very pekok Daniel..." ucap Grace.
"Huakakakakakakakakakaka......." Bayu,Lukman,Khalisa,Diana,Hana dan Bimo tertawa terbahak - bahak.
"Diampuuutt....
" Ngerti ngono aku ogah jawab maeng...."ucap Daniel kesal.(Tahu gitu aku tidak mau jawab tadi)
"Grace.... who do you go with?" ucap Bayu.(Dengan siapa kamu pergi)
"My Family..." ucap Grace.
"Ooo...Family" ucap Bayu.
"And you..?" ucap Grace.
"My Family and my freind....
" Where do you come from" ucap Bayu.
"Iam from England.And you...." ucap Grace.
"Iam Indonesian..." ucap Bayu.
" are you serious" ucap Grace.
"Yes... Iam serious..." ucap Bayu.
"Bay...Nilaimu banyak minusnya.." ucap Lukman.
Bayu melihat kartu teman - temannya.
"He eh..." ucap Bayu lalu duduk jongkok,kemudian mengumpulkan kartu.Lalu mengocok kartu tersebut.
"Eee...Bayu..
"You ke Jepang holiday or bisnis?" ucap Grace.
"Holiday...You?"" ucap Bayu.
"Holiday and bisnis..
"My parents are in business in Japan "ucap Grace.
Bayu membagikan kartu yang ia pegang.
Seorang bapak - bapak berdiri hendak ke toielet,bapak itu jalan terhalang oleh Bayu dan teman - temannya yang duduk di lantai.
"Permisi..." ucap bapak itu.
"Monggo pak..." ucap Bayu dan yang lainnya memberikan tempat saat bapak itu akan lewat.
Setelah itu Bayu melihat jam tangannya.
"Hem...Kalau naik pesawat aku gak bisa lihat dah Dzuhur apa belum..." ucap Bayu dalam hati.
"Bay..." ucap Bimo.
"Opo..." ucap Bayu.
"Yen wes nang jepang,dilalah petuk an karo musuhhe morotuamu piye?" ucap Bimo.(Jika sudah di jepang,tiba - tiba bertemu sama musuhnya mertuamu gimana?).
Bimo takut jika bertemu musuh ayahnya Hinata menyerang.
"Hemm....Ojo metu songko wilayah kekuasaanne morotuaku...Ben kalian kabeh aman" ucap Bayu.(Jangan keluar dari wilayah kekeuasaannya mertuaku,agar kalian semua aman).
"Omahe Ayu cedak karo rumah pruduksi film biru gak Bay?" ucap Lukman.
"Emboh...
"Awakmu pengen dadi artis film biru kah Man?" ucap Bayu.
"Ogaaaaah.... Ra sudi aku..
"Tiwas kenek aids..." ucap Lukman.
"Kirain..." ucap Bayu.
"what language do you use? " ucap Grace. (kalian menggunakan bahasa apa).
"Languange java..." ucap Bayu.
"Ooo...Java.." ucap Grace.
Tiba - tiba ada pramugari membawa troli hendak melewati mereka.
"Kita udahan aja ya..." ucap Daniel.
"Okee..." ucap Bayu.
Mereka semua berdiri.
"Grace...You very - very pekok..." ucap Daniel.
"Thanks... Iam Really pekok..." ucap Grace lalu tersenyum.
"Ha....Ha...Ha...Ha...Ha....Ha.... Diana dan Khalisa tertawa. Sedangkan Hana menahan tawanya melihat mereka mengobrol dengan wanita bule.
"Grace..." ucap Lukman.
"Yaa..." ucap Grace.
"Do you want to mentil *?" ucap Lukman.
*Mentil \= Bayi minum air asi.
"Mentil..?" What'a that mentil..?" ucap Grace.
"Makan...." ucap Lukman sambil memperagakan makan.
"Ooo..Mentil is eating ? ucap Grace.
"Yess...Mentil is eating, Mentil language java.."ucap Lukman.
"do you want to mentil with me ?" ucap Grace.
"No..But..My freind is Bimo want to mentil with you" ucap Lukman.
"Kamu ngomong apa seh Man? kok pakai acara mentil - mentilan segala...
"Bay mereka ngomong apaan seh?" ucap Bimo.
"Waah...Gak beres neh...Masa bule di kerjain sama mereka" ucap Bayu dalam hati.
"Lukman nawarin Grace makan bersama denganmu.." ucap Bayu.
Bimo memandang wajah Grace lalu melihat ke Bayu.
"Ngerjain apa Bay?" suara Sekar.
"Emang ada bahasa inggris mentil - mentillan di inggris?" ucap Bimo.
"Itu.. Seperti kata pekok di artikan sama lukman menjadi pintar ke wanita kebangsaan inggris mbak,terus mentil di artikan makan..." ucap Bayu dalam hati.
"Ada..." ucap Daniel.
"Ha.....Ha...Ha...Ha...Ha...Ha...." suara Sekar tertawa.
Bayu memgambil Aqua botol yang masih tersegel. Lalu berjalan ke toilet.
"Oooo...Begitu..." suara Sekar.
Setelah Bayu selesai dari toilet,Muka Bayu nampak basah,lalu ia menghampiri ibunya.
Nampak Grace mengobrol bersama Daniel. Lukman hanya sedkit saja bisa bahasa inggris,sedangkan Daniel lancar bahasa inggrisnya.
"Bu..." ucap Bayu.
"Iya sayang..." ucap Hana.
"Ini sudah Dzuhur kan " ucap Bayu.
"Hem....( Hana melihat jam tangannya)
"Jika menurut jam tangan seh sudah sayang.." ucap Hana.
"Sayang ?" ucap Diana dibelakangnya Hana.
"Iya sayang..." ucap Bayu.
"Hem.....
"Di sini tak ada mushalla,lalu gimana caranya aku mau shalat?" ucap Diana.
"Duduk saja,seperti kita sedang sakit..." ucap Bayu.
"Oooo...Begitu..Lalu wudunya apakah tayamum?." ucap Diana.
"Cukup pakai air di botol yang,lubangi sedikit saja,lalu basuh sekali tapi harus rata..." ucap Bayu.
"Oke..." ucap Diana.
Bayu berjalan ke tempat duduknya.
Nampak di tempat duduknya sudah tersedia makanan yang di letakkan di meja kecil oleh pramugari.
Bayu duduk lalu niat untuk shalat Dzuhur kemudian mengangkat kedua tangan lalu bersedekap.
Grace melihat ke arah Bayu,lalu memperhatikan Bayu shalat.
"What did your friends do ? " ucap Grace. (Apa yang di lakukan oleh temanmu?)
Daniel melihat ke arah Bayu.
"He'a a muslim..And Bayu..
"He is praying." ucap Daniel.(Dia sedang b?eribadah.)
"Ooo...
" why don't you worship?" ucap Grace.
"No...Iam Katolik not Muslim." ucap Daniel.
Setelah Bayu shalat,ia menyantap makanan yang di sediakan oleh pihak maskapai penerbangan.
"Bay..." ucap Lukman.
"Opo Man?" ucap Bayu.
"Hem....Aku lihat kok gak ada burung terbang ya.." ucap Lukman.
"Burung itu terbangnya di ketinggian tertentu,sedangkan pesawat ini melibihi ketinggian burung terbang Man..." ucap Bayu.
"Pantesan...Aku lihat dari tadi hanya gumpalan awan aja..." ucap Lukman.
Selesai Bayu makan,ia mengubah kursinya menjadi tempat tidur.
Lukman memperhatikan Bayu.
"Loh...Ini kursi bisa di rubah jadi tempat tidur ta Bay?" ucap Lukman.
"Bisa....Ini tinggal kamu pencet saja Man.." ucap Bayu sambil memberi tahu.
Lukman kemudian mencobanya.
"Eh iyooo..." ucap Lukman.
Bayu mematikan lampu,kemudian mengambil headsetnya di dalam kantong jaket.
Setelah itu Bayu mengambil hapenya yang Samsung kemudian menekan file Murattal Al Qur'an.
Bayu mendengarkan lantunan ayat - ayat suci Al Qur'an sambil memejamkan matanya.
Bayu belum mengetahui pekerjaan ayah mertuanya,yang ia tahu ayah mertuanya itu kepala preman. Sama seperti Malik. Akan tetapi Bayu tak mengetahui pasti preman apa, sebab di bahu Hinata terdapat sebuah tatto naga.
Meskipun Hinata seorang putri ketua Gangster,dirinya masih menjaga kesuciannya. Ia tak terpengaruh oleh gaya hidup wanita seusianya yang telah melakukan hubungan badan terhadapan lawan jenisnya.
----***----
Cafe Mantan.
Pukul 13.40
Nampak Paijo sedang duduk di ruang kerjanya.
Ia menghitung jumlah pemasukan dan pengeluaran untuk pembukuan akhir tahun.
__ADS_1
"Jancoook...
"Kalau sendirian gini malah mumet aku ngitungnya...
Biasanya Paijo mengerjakan itu bersama Bayu,akan tetapi Bayu tidak ada. Paijo kuliah memgambil jurusan Teknik mesin.Sehingga untuk memgerjakan pembukuan dirinya merasa bingung dan pusing.
Paijo lantas menaruh kertas -kertas yang ia pegang,lalu berdiri.
"Nanti sajalah kalau Bayu sudah datang...
Paijo menyerah mengatasi masalah tersebut.Lalu ia berjalan untuk melihat teman - temannya bekerja.
Baru saja hendak memegang tuas pintu.
Tok...Tok...Tok... pintu ruangannya di ketuk.
Paijo membuka pintunya.
Ceklek....Kriiieetttt.
Nampak Rahman bersama Annisa dan Cintya berdiri di depan pintu.
"Assalam mua'alaikum..." ucap Rahman.
"Wa'alaikum salam..." ucap Paijo.
Mereka kemudian bersalaman.
"Bayu kemana Jo?..
"Kok gak ada kelihatan..." ucap Rahman.
"Ke jepang dia..." ucap Paijo.
"Jancook....Pantesan aku telpon gak bisa..." ucap Rahman.
"Mari masuk..." ucap Paijo.
"Di Gazebo aja Jo..." ucap Rahman.
Mereka kemudian berjalan ke Gazebo.
"Aku mau ngajakin dia mancing..Kapan mereka berangkatnya" ucap Rahman.
"Mereka berangkat tadi pagi.." ucap Paijo.
Mereka kemudian duduk di Gazebo.
Azzahra berjalan mendekati mereka.
"Kak Paijo..." ucap Azzahra.
"Iya Ra.." ucap Paijo.
"Kak Bayu ada di mana?" ucap Azzahra.
"Dia lagi liburan di Jepang Ra.." ucap Paijo.
"Yaaaaa.... " ucap Azzahra seperti kecewa tak melihat Bayu.
"Kalian sudah makan?"ucap Paijo.
"Belum..." ucap Rahman dan Annisa.
"Mau pesan apa? " ucap Paijo.
"Aku soto makasar.." ucap Rahman.
"Aku sop konro..." ucap Annisa dan Azzahra.
"Kamu Cin..." ucap Paijo.
"Aku sushi minumnya Jus alpukat aja.." ucap Cintya.
"Kang Didit...." ucap Paijo memanggil anak buahnya yang tak jauh dari Paijo.
Didit berjalan ke Gazebo.
"Tolong layanin mereka,aku mau ke kamar kecil dulu..." ucap Paijo.
"Siap..." ucap Didit.
Paijo berjalan menuju Toilet.Sementara Didit mencatat pesanan mereka.
Tak lama kemudian Paijo kembali.
"Kapan mereka pulangnya Jo?" ucap Rahman.
"Gak tahu....Mungkin 2 minggu mereka liburannya.." ucap Paijo.
Paijo melihat ke arah Cintya.Ia terpesona akan kecantikan Cintya,akan tetapi dirinya sadar,bagaikan langit dan bumi,dirinya hanya orang miskin,dan Cintya anak orang kaya.
"Seandainya saja dia juga orang miskin seperti aku.." ucap Paijo dalam hati.
Cintya menoleh ke arah Paijo.
Tatapan mereka saling bertemu.
Cintya menjulurkan lidahnya,lalu melihat ke arah lain.
"Diamput..." ucap Paijo dalam hati lalu melihat ke Rahman.
"Oh iya...Tahu rumahnya Sulis gak kamu bro?" ucap Paijo.
"Tahulah...Kamu mau kesana kah?" ucap Rahman.
"Enggak...Cuman nanya aja.." ucap Paijo.
Nampak gadis memegang amplop besar,rambut sepunggung,kulit sawo matang,mukanya hanya memakai bedak tipis, ,memakai baju kemeja putih dan rok hitam selutut,tinggi badan 155 cm,tidak terlalu gemuk dan kurus, Memakai sepatu yang sudah berlubang. datang menghampiri.
"Permisi..." ucap wanita itu.
Paijo melihat dari atas ke bawah penampilan wanita itu.
"Iya mbak..Ada yang bisa saya bantu.." ucap Paijo.
"Saya ingin bertemu dengan Manajer Cafe...Kata bapak disana( wanita itu menunjuk arah)Manajer Cafe berada di Gazebo." ucap wanita itu.
"Iya...Saya Manajernya di sini..Ada apa ya mbak.." ucap Paijo.
Wanita itu menyodorkan tangan ke Paijo.
"Saya Dwi Fitriana pak..." ucap wanita itu.
Paijo lantas berdiri lalu menyambut tangan wanita itu.Ia merasakan kulit tangan wanita itu agak kasar sedikit.
"Saya Paijo.." ucap Paijo.
Pesananan Rahman cs datang di bawa 2 orang pelayan,kemudian di letakkan di Gazebo.
"Saya ingin menyerahkan ini pak.." ucap Dwi Fitriana sambil menyodorkan amplop coklat tersebut.
Paijo menerima amplop itu lalu membukanya,untuk memgetahui isi di dalam surat tersebut.
Nampak surat - surat lamaran pekerjaan.Paijo melihat foto copy ijasah SMA.
"Mari ikut saya...
"Ku tinggal dulu ya " ucap Paijo.
"Iyaa..." ucap Rahman dan Annisa.
Paijo dan Dwi Fitriana berjalan menuju ruang kerja Paijo. Sengaja Paijo membawa wanita itu ke ruang kerjanya,karena tak ingin di lihat oleh orang lain.
Setelah sampai,mereka duduk di kursi.
"Hemmmm...
"Maaf mbak....
"Bukannya saya menolak ,tapi kita di sini belum membutuhkan karyawan." ucap Paijo sambil memasukkan berkas lamaran ke dalam amplop coklat.
"Tolonglah pak...
"Saya butuh pekerjaan untuk biaya sekolah adik saya...Saya mohon dengan sangat." ucap Dwi Fitriana sambil menangkupkan tangannya.
Krucuk...Kruuucuk....(suara perut Dwi Fitriani)
Paijo mendengar suara perut Dwi Fitriani yang sedang berteriak.
"Kasian....Kalau di lihat - lihat,cantik juga ne cewek..Tapi di sini gak membutuhkan karyawan.." ucap Paijo dalam hati.
Paijo mengambil radio HT yang ada di meja.
"Kang Asep..." ucap Paijo.
"Iya pak..."suara Asep.
"Tolong bawakan Sop konro dan minuman teh hangat ke ruangan saya ya kang.." ucap Paijo.
"Siaap..." suara Asep.
Sejak Bayu memberikan fasilitas HT ke anak buahnya yang berada di pasar dan beberapa anak buahnya yang menjaga parkiran di tempat lain,Paijo cukup memakai HT untuk memesan bahan di dapur. Tak perlu lagi memakai hape.
"Pak...Saya mohon... Saya sangat membutuhkan pekerjaan... Apapun pekerjaan itu,saya akan lakukan itu pak.." ucap Dwi Fitriana.
Paijo merasa bingung,antara mengiyakan atau menolak,sebab rata - rata yang bekerja di Cafe
merupakan para preman anak buah Bayu.
"Coba aja ada Bayu..." ucap Paijo dalam hati.
Lalu Paijo mendapatkan sebuah ide.
"Kamu bisa pembukuan apa tidak?" ucap Paijo.Sebab tadi Paijo melihat ijasah SMA.
"Bisa pak..." ucap Dwi Fitriana.
"Bisa pakai komputer?" ucap Paijo.
"Belum terlalu lancar untuk mengetik pak.." ucap Dwi Fitriana.
"Apakah sebelumnya pernah bekerja?" ucap Paijo.
"Hanya membantu ibu saya pak.." ucap Dwi Fitriana.
Tok...Tok...Tok...(pintu ruangan Paijo di ketuk.)
"Masuk...
Nampak anak buahnya membawa pesanan yang Paijo pesan.
"Taruh di meja situ kang (sambil menunjuk).
"Matur suwun..." ucap Paijo.
"Sama - sama pak.." ucap anak buahnya lalu keluar.
"Kamu sudah makan apa belum?" ucap Paijo.
"Sudah pak.." ucap Dwi Fitriana berbohong, karena sungkan.
"Saya lebih suka orang yang jujur daripada pembohong..." ucap Paijo.
"Be...Be..Belum pak...Maaf saya sungkan..." ucap Dwi Fitriana.
"Makanlah dulu...Setelah itu bantu aku mengurus pembukuan.." ucap Paijo.
"Saya di terima kah pak?" ucap Dwi Fitriana.
"Hem...Tergantung...
"Jika mbak Fitri bisa mengerjakannya,maka..
"Mbak saya terima...Jika tidak..
"Dengan berat hati,saya tidak menerima mbak Fitri..
"Sekarang anda makan dulu,setelah itu bantu saya.." ucap Paijo.
"Baik pak...." ucap Dwi Fitriana.
Dwi Fitriana berdiri lalu duduk di kursi yang di depannya ada makanan.
"Hem...Bapak gak makan..?" ucap Dwi Fitriana.
"Saya sudah makan..." ucap Paijo.
Dwi Fitriana kemudian makan.
Paijo memperhatikan Dwi Fitriana memakan sop Konro dengan lahap.
Tak lama kemudian,Dwi Fitriana selesai makan,akan tetapi hanya di makan separu saja.
Paijo lantas menghampiri.
"Kenapa gak di habiskan.?" ucap Paijo heran.
"Maaf pak,boleh saya bungkus makanan ini?" ucap Dwi Fitriana.
"Kenapa di bungkus?" ucap Paijo .
"Untuk adik saya pak.." ucap Dwi Fitriana.
"Habiskan saja...Untuk adikmu aku akan membungkusnya sendiri.." ucap Paijo.
"Baik pak...." ucap Dwi Fitriana lalu memakan lagi sisa makanannya.
Setelah Dwi Fitriana selsai makan,Paijo memanggil anak buahnya untuk mengambil piring kotor,setelah itu memberikan berkas ke Dwi Fitriana.
"Coba kamu kerjakan,pemasukan dan pengeluaran,serta pendapatan Cafe ini selama buka hingga sekarang...." ucap Paijo.
"Baik pak..." ucap Dwi Fitriana.
Paijo sebenarnya ingin menolak pekerjaan yang di berikan oleh Bayu,akan tetapi memgingatvdirinya telah di bantu banyak oleh Bayu,mau gak mau di kerjakan.Meskipun memeras otaknya untuk pekerjaan tersebut.
Pintu ruangan terbuka,nampak Rahman yang membuka lalu berjalan ke arah Paijo.
__ADS_1
"Jo...Aku pulang dulu ya..."ucap Rahman.
"Okee...Suwun ya .." ucap Paijo.
"Aku yang terima kasih,tadi aku mau bayar malah di kasih gratis.." ucap Rahman.
"Kalau mau bayar...Sini 100 juta..." ucap Paijo.
"Jancooook...Mahal banget..." ucap Rahman.
"Ha...Ha...Ha...Ha...Ha....
"Guyon...." ucap Paijo.
"Iyoo...Aku tahu...
"Tadi adikku mau ngobrol sama kamu,berhubung kamu ada tamu ya gak jadi" ucap Rahman.
"Mau ngobrol apaan Man?" ucap Paijo.
"Gak tahu...Tanya aja sendiri...Atau gak kamu datang kerumahku...Daripada malam minggu kamu sendirian di rumah.." ucap Rahman.
"Hem...Insya Allah " ucap Paijo.
Mereka bersalaman.
"Assalam mua'alaikum..." ucap Rahman.
"Wa'alaikum salam....Hati - hati.." ucap Paijo.
"Iyaa..." ucap Rahman.
Setelah Rahman pergi,Paijo menghampiri Dwi Fitriana.
Nampak Dwi Fitriana sedang melihat buku keuangan di awal Cafe di buka.
"Jika kamu bisa membuat mengerjakannya, maka kamu bisa kerja di sini..." ucap Paijo.
"Iya pak.." ucap Dwi Fitriana.
Tak terasa waktu cepat berjalan. Hingga suara adzan terdengar di pengeras suara Mushalla.
"Stop dulu,ayo kita shalat..." ucap Paijo.
"Saya tidak bawa mukena pak.." ucap Dwi Fitriana.
"Di mushalla ada mukena..." ucap Paijo.
Mereka kemudian berjalan menuju Mushalla.
Selesai mereka shalat,mereka kembali lagi.
Paijo mengawasi Dwi Fitriana bekerja.
Dwi Fitriana mengetik agak lambat,karena tidak terbiasa memakai komputer.
Tak terasa sudah jam 16.30.
Pintu ruangan di buka.
Nampak bu Intan yang membuka pintu tersebut.
"Jo...." ucap bu Intan.
"Iya ma..." ucap Paijo.
Bu Intan berjalan memghampiri Paijo.
"Dia siapa?" ucap bu Intan.
"Dia Dwi Fitriana ma... Tadi itu ingin melamar pekerjaan di sini,berhubung aku gak bisa ngerjakan pembukuan,maka aku tes dia,jika bisa maka aku angkat jadi karyawan di sini ma.." ucap Paijo.
"Ooo...Begitu...
"Ini mama mau pulang ,kamu ikut mama atau pulang sendiri?" ucap bu Intan.
"Hem...Mama pulang duluan aja,soalnya aku tafi bawa motor..." ucap Paijo.
"Baiklah...Mama tinggal ya Jo..." ucap bu Intan.
"Iya ma..." ucap Paijo.
Bu Intan berjalan ke pintu.
"Hem...Ku beri waktu kamu 2 minggu untuk mengerjakannya,hari Minggu libur. Pulang kerja jam 5.." ucap Paijo.
"Iya pak..." ucap Dwi Fitriana.
Tak terasa pukul 16.50.
Paijo melihat hasil kerja Dwi Fitriana.
"Yuk pulang..." ucap Paijo.
"Masih 10 menit lagi pak." ucap Dwi Fitriana.
"Kalau gak mau ya sudah....
"Kamu tak kunci di ruangan ini..." ucap Paijo.
"Eh...!!!??? Dwi Fitriana terkejut.
"I...I...Iya pak..." ucap Dwi Fitriana.
"Nah gitu donk..." ucap Paijo.
Dwi Fitriana merapikan meja kerja. Setelah itu Mereka keluar. Paijo mengunci ruangan kerjanya. Lalu berjalan bersama Dwi Fitriana.
"Fit..." ucap Paijo.
"Iya pak..."ucap Dwi Fitriana.
"Jangan pulang dulu,aku akan mengambilkan makanan untuk adikmu. Tunggu di sini." ucap Paijo lalu masuk kedalam dapur.
"Baik pak.." ucap Dwi Fitriana.
Tak lama kemudian Paijo muncul membawa tas plastik bewarna bening,berisikan makanan. Ada sop Konro dan Coto Makasar.
"Ini buatmu..." ucap Paijo.
"Terima kasih banyak pak..." ucap Dwi Fitriana merasa senang,akhirnya ia bisa membawakan makanan untuk adik serta ibunya.
Mereka kemudian berjalan ke pintu keluar.
"Kamu tadi ke sini naik apa?" ucap Paijo.
"Jalan kaki pak..." ucap Dwi Fitriana.
'Terus tahu Cafe ini darimana?" ucap Paijo.
"Lihat brosur Cafe ini di tempat sampah pak..Lalu saya mencoba melamar...
"Saya sudah menyebar 10 surat lamaran kerja,tapi belum ada panggilan..." ucap Dwi Fitriana.
"Ooo...Begitu..Ayo kuantar kamu pulang.." ucap Paijo.
"Gak usah pak...Saya bisa jalan kaki..." ucap Dwi Fitriana.
"Kalau gak mau..... Hari senin kamu gak usah datang kesini..." ucap Paijo.
"Eh...!!!?? Jangan pak...Iya deh..." ucap Dwi Fitriana.
"Nah...Gitu dong..." ucap Paijo.
Paijo lantas mendatangi temannya yang menjaga parkir untuk pinjam helm.
Setelah Paijo menerima helm,ia memberikan helm itu ke Dwi Fitriana. Lalu mereka naik sepeda motor Shogun milik Paijo,yang awalnya milik Bayu.
"Yang mana rumahmu Fit.." ucap Paijo.
"Sebentar lagi pak..." ucap Dwi Fitrianana.
Paijo sudah menempuh jarak 3 KM.
"Yang mana rumahmu?" ucap Paijo.
"Masuk gang itu pak..." ucap Dwi Fitriana.
Paijo membelokkan motornya.
Tak lama kemudian mereka sampai di rumah Dwi Fitriana.
Paijo melihat rumah yang di tempati Dwi Fitriana.
"Terima kasih pak..." ucap Dwi Fitriana.
"Kalau di luar Cafe panggil saja mas atau abang ya Fit" ucap Paijo.
"Iya bang" ucap Dwi Fitriana sambil melepas helm.
Lalu ada seorang anak perempuan berusia 13 tahun menghampiri Dwi Fitriana.
"Kak...Tadi pak Ganjar datang,jika tak membayar uang sewaan,besok kita di usir.." ucap anak itu.
Paijo yang mendengar suara anak kecil itu merasa iba. Lalu ia mengeluarkan dompetnya kemudian mengeluarkan uang untuk di berikan ke Dwi Fitriana.
"Fit...
Paijo memegang tangan Dwi Fitriana.
"Ini rejeki untukmu..." ucap Paijo.
"Tapi bang...Aku..." ucap Dwi Fitriana berusaha menolak,karena dirinya baru setengah hari kerja itu pun belum tentu di terima.
"Tenang aja...Itu bukan gajimu..
"Itu buat bayar rumah sewaanmu..sisanya terserah..
"Oh iya..Satu lagi...
"Hari senin pakai celana panjang yang longgar,jika tak ada rok panjang..Jangan pakai rok pendek..Terus pakai jilbab" ucap Paijo.
Nampak Dwi Fitriana mengeluarkan air matanya.
"Terima kasih bang...." ucap Dwi Fitriana.
"Sama - sama...
"Oh iya...Berapa nomor hapemu.." ucap Paijo sambil mengeluarkan hapenya.
"08*******" ucap Dwi Fitriana.
"Okee...
"Senin jam setengah 8 sudah ada di sana...
"Aku tinggal dulu ya...Assalam mu'alaikum..." ucap Paijo.
"Wa'alaikum salam..." ucap Dwi Fitriana.
Dwi Fitriana melihat uang yang di berikan Paijo. Ia merasa bersyukur karena tak di usir dari rumah kontrakan,ibunya hanya seorang pekerja serabutan,kadang mencuci baju tetangga,ataupun hal lainnya yang penting halal. Ayahnya telah tiada.
"Tadi itu siapa kak?" ucap adik Dwi Fitriana.
"Itu bosku dek..." ucap Dwi Fitriana lalu masuk ke dalam rumah.
---***---
Pesawat Garuda.
"JUANCOOOK....." teriak Lukman berkata nyaring saat pesawat menurunkan ketinggiannya.
Bayu membuka matanya,karena mendengar suara lukman berteriak.
"Lapo Man? kok bengok - bengok.(Teriak - teriak)" ucap Bayu.
"Jantungku meh copot Bay....Gateelllii tenan kok supirre iki" ucap Lukman.
"Ha....Ha....Ha...Ha....Ha....Ha..." Bayu tertawa.
"Diampuut...Malah guyu maneh...." ucap Lukman.
"Enak kan rasanya...Mak nyuuuut..." ucap Bayu.
"Enak apamu.Rasane ngalah - ngalahi numpak Lift.." ucap Lukman menggurutu.
Bayu melihat jam tanganya.
"Sebentar lagi kayanya" ucap Bayu.
"Aku pengen turu ra iso blas...
"Ono mendung keroso gruduk - gruduk ngono Bay..." ucap Lukman.
"Masa seh...Kok aku gak keroso yoo.." ucap Bayu.
"Turumu angkler ngono" ucap Lukman.(Tidurmu nyenyak begitu..." ucap Lukman.
Setelah menempuh perjalanan yang jauh,akhirnya pesawat itu sampai di tujuan yaitu di Osaka.
Mereka kemudian bersiap - siap keluar dari pesawat.
"Sial...Ternyata 7 jam lebih..." ucap Bayu dalam hati.
Grace menghampiri Bayu.
"Bayu..." ucap Grace.
Bayu menoleh ke Grace.
"Yes..." ucap Bayu.
"what is your phone number?
" I want to invite you to mentil together" ucap Grace.
"Juancoook...." ucap Bayu dalam hati.
__ADS_1