
Rumah Bayu.
Pukul 21.20.
Bayu berkumpul bersama keluarga dan sahabatnya di ruang.
Nampak Melisa dan Hinata sedang membaca buku,karena besok ujian semester pertama. Begitu pula dengan Bayu dan yang lainnya. Mereka sama - sama belajar. Sebab sekolah mereka berada di bawah yayasan yang sama.
"Kak Bayu...Yang ini gimana caranya.? Mel lupa kak?" ucap Melisa.
Bayu memdekati Melisa.
"Yang mana Mel?" ucap Bayu.
"Yang ini kak" ucap Melisa sambil menunjuk.
Bayu memperhatikan soal tersebut.
"Bentar Mel...Aku ingat - ingat dulu...
"Hem.....
Bayu mencoba memgingat pelajaran saat ia duduk di SMA.
Tak lama kemudian,Bayu ingat kembali.
Lalu memberi tahu pada Melisa.
"Mas...Aku bingung neh..." ucap Khalisa.
"Bingung yang mana dek...?" ucap Bayu.
Khalisa mendekat ke Bayu.
"Yang ini..." ucap Khalisa sambil menunjuk.
"Ooouuh itu....
Bayu lantas memberi tahu pada Khalisa.
"Gimana...Sudah paham dek?" ucap Bayu.
"Sudah...Makasih ganteeng..." ucap Khalisa lalu mencium pipi Bayu.
Emmmuaaachh....
"Kira - kira Sulis ngapain ya..." ucap Bayu dalam hati masih teringat Sulis. Sebab jika belajar bersama,biasanya Sulis juga bertanya pada Bayu.
Bayu mengambil teh Kotak di atas meja,lalu meminumnya.
"Vin..... Keviiiin..." ucap Bayu memanggil kucingnya Diana.
Kevin yang tidur tak jauh dari Bayu mendengar suara Bayu memanggil,lantas Kevin terbangun lalu berjalan ke arah Bayu.
"Dari mana kamu Vin..." ucap Bayu.
"Meeeong..." ucap Kevin.
"Ooo...Cari cewek...
"Mana ada cewek di sini Vin...." ucap Bayu.
Kevin naik di pangkuan Bayu lalu tiduran.
Lantas Bayu memejamkan matanya,untuk melihat Sulis di rumah orang tuanya.
Bayu mengucapkan mantra ajian Rogoh Sukmo dalam hati.
Tak lama kemudian sukma Bayu keluar dari raganya.
Kevin melihat sukma Bayu keluar dari tubuh Bayu kaget.
"Diam saja di situ Vin.." ucap Bayu.
"Meeeoong..." ucap Kevin.
Sukma Bayu menghilang. Kevin lantas bangun karena melihat sukma Bayu tiba - tiba hilang. Lalu celingukan mencari sukma Bayu.Kemudian melihat raga Bayu yang diam terpejam.
Hana yang melihat sukma Bayu keluar,diam saja tak bicara.
"Mau kemana Bayu malam - malam begini" ucap Hana dalam hati penasaran.
---****----
Rumah orang tua Sulis..
Sukma Bayu muncul di teras rumah.
Bayu melihat sekitar rumah orang tua Sulis.
"Hem....Gak ada mobil Ahmad...
Bayu melesat kedalam rumah.
Bayu melihat kedua orang tua Sulis bersama keluarga kakak kedua Sulis sedang mengobrol di ruang keluarga.
"Asem...Kirain Sulis maen kerumah orang Tuanya...
Nampak bayi di letakkan di lantai beralaskan kasur kecil bersama seorang wanita yang sedang mengobrol dengan ibunya Sulis,Bayu mendekati bayi tersebut.
Nampak bayi perempuan itu memegang mainannya.
"Cliluuukk...
Bayu menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya
"Baaaa....
Bayu membuka telapak tangannya.
Bayi itu tertawa melihat sukma Bayu.
Bayu mengulangi lagi.
"Ciluuuuk..... Baaaaa......
Bayi itu kembali tertawa.
Bayu menoel pipi Bayi tersebut...Kemudian mencubit gemas...
"Namanya siapa...
Bayi tersebut nampak seperti bicara menjawab pertanyaan Bayu.
"Ooo... Namanya Poniyem...
Bayu asal berbicara karena tak mengerti bahasa bayi lalu memyudahinya.
"Kalau dah besar nanti,kamu jadi ustadzah aja ya...
"Da..Da... Cantik...Kapan - kapan kita ketemu lagi....
Kemudian Bayu menghilang dari rumah orang tua Sulis kembali lagi kerumahnya.
Bayi yang di ajak ngobrol oleh Bayu tiba - tiba menangis.
Oooweeek.....Oooweeekk....Ooweek...
"Cup...Cup...Sayang...Ibu di sini nak.." ucap wanita itu mencoba menenangkan anaknya yang tiba - tiba menangis. Nampak sebuah kalung berliontinkan salib yang di pakai ibu bayi tersebut menggantung dari leher ibu bayi tersebut.
----***---
Di rumah Bayu.
Sukma Bayu muncul,ia melihat Melisa kembali bertanya pada dirinya,lalu sukma Bayu kembali ke raganya.
"Kak...Kok diam aja seh...
Melisa melihat mata Bayu terpejam.
"Kakak ngantuk?" ucap Melisa.
Mata Bayu terbuka,lalu menoleh ke arah Melisa.
"He..He...He.... Sedikit Mel..." ucap Bayu.
"Tumben jam segini kamu dah ngantuk Bay..?" ucap Lukman.
"He eh...
"Kalau kamu buatin aku kopi,hilang ngantukku ini Man.." ucap Bayu.
"Asem....Mending aku diam aja tadi.." ucap Lukman.
Lukman lantas berdiri lalu berjalan ke arah dapur membuatkan kopi untuk Bayu.
"Pinterrr..." ucap Bayu.
"Sekalian buatin aku Man.." ucap Daniel.
"Aku juga Man.." ucap Paijo dan Bimo.
"Yoooo..." suara Lukman yang sedang berjalan ke arah dapur.
"Kak yang ini gimana caranya.." ucap Melisa.
" Yang mana cantik..." ucap Bayu.
"Yang ini kak..." ucap Melisa sambil menunjuk.
Bayu memberi tahu cara memgerjakannya.
10 menit kemudian.
Lukman muncul sambil membawa beberapa gelas yang ia letakkan di nampan.
"Ini kopinya..." ucap Lukman sambil meletakkan nampan di meja.
"Alhamdulilah... Semoga kamu dapat istri 4 Man...Amiin.." ucap Bayu.
"Amiiiin..." ucap Paijo,Bimo dan Daniel serempak.
"Jancooook....Satu aja gak habis - habis kok,malah istri empat..." ucap Lukman.
"Bagus itu Man...Jadi biar kamu menang dari Bayu.." ucap Paijo.
"Jiangkreeek... " ucap Lukman.
"Ha....Ha....Ha...Ha...Ha...Ha... Ha...." Bimo,Daniel dan Paijo tertawa.
Hape Bayu tiba - tiba berdering nada pesan.
Bayu mengecek hapenya.
From pak Agus.
Liburan nanti ayah harap kamu datang kerumah.
"Heemmm.....Datang gak ya...
"Kalau datang aku gak bisa ke Jepang,soalnya sudah janji.." ucap Bayu dalam hati.
Bayu membalas pesan tersebut.
To Pak Agus.
Maaf yah...Kita akan liburan ke Jepang,soalnya Bayu sudah janji.
Bayu mengirim pesan tersebut.
Paijo lantas berdiri lalu mengambil gelas berisi kopi lalu berjalan hendak menuju teras depan untuk merokok.
"Mau kemana kang?" ucap Lukman .
"Ngudud..." ucap Paijo.
Daniel,Lukman dan Bimo memgikuti Paijo sambil membawa gelas berisi kopi dan buku pelajaran.
Bayu berdiri hendak ke dapur mengambil karet gelang.
"Sayang mau ke depan?" ucap Diana.
"Enggak...Aku mau ke dapur yank..." ucap Bayu lalu berjalan.
Setelah kembali dari dapur,Bayu duduk di samping Melisa.Ia memegang rambut Melisa ,lalu membuat kunciran kelabang,sebab bayu teringat membuat kunciran kelabang pada rambut Khalisa saat dirinya masih pacaran.
Sedangkan Hana dan Intan telah pergi menuju kamarnya untuk istirahat.
Melisa yang rambutnya di mainin oleh Bayu diam saja,ia fokus dengan buku pelajarannya.
"Yomesan..." ucap Bayu sambil menguncir rambut Melisa.
"Hai..." ucap Hinata.
"Yomesan gak ada beritahu ayahkan jika nanti ke sana?" ucap Bayu.
"Tidak ada shujin..." ucap Hinata.
Bayu sengaja tak memberi tahu jika dirinya akan ke jepang. Untuk memberi kejutan pada ayah mertuanya. Hanya Hiroshi(Paman Hinata) saja yang tahu.
Selesai membuat kunciran kecil di samping kanan,Bayu mengambil karet gelang kemudian memgikatnya. Setelah itu ia beralih ke sebelahnya .
Khalisa memperhatikan Bayu menguncir rambut Melisa.
"Mel...." ucap Bayu.
"Iya kak.." ucap Melisa.
"Sudah punya pacar apa belum?" ucap Bayu.
"Belum kak" ucap Melisa.
"Pinteer.... Jika sudah punya....
__ADS_1
"Jangan mau di ajak berhubungan badan ya...
"Kamu harus menjaga kesucianmu.... Selama kamu belum menikah " ucap Bayu.
"Iya kak..." ucap Melisa.
"Jika kak Bayu mau kesucian Mel..
"Mel dengan senang hati memberikannya kepada kakak" ucap Melisa dalam hati.
Sejam kemudian.
Bayu berjalan di samping Khalisa sambil menggendong Hinata yang tertidur.
"Mas..." ucap Khalisa.
"Iya dek..." ucap Bayu.
"Kira - kira di Jepang itu ada mesjidnya gak ya..." ucap Khalisa.
"Gak tahu dek...Soalnya mas belum pernah kesana..." ucap Bayu.
***
Sore hari di Cafe Mantan.
Setelah ujian selesai, Bayu dan yang lainnya mampir ke Cafe.
Nampak Bayu menjadi pelayan di Cafenya,ia mengenakan pakaian seragam Cafe.
Suasana Cafe Mantan sangat ramai,belum 5 menit meja di bersihkan,sudah ada pengunjung yang duduk. Mereka ada yang sudah langganan,ada pula yang baru pertama kali datang.
Bayu berjalan ke meja yang telah di tinggal pergi oleh pengunjung sambil membawa nampan.
Pengunjung wanita yang melihat Bayu berjalan terpesona akan ketampanan Bayu. Bahkan ada yang rela datang dari jauh demi melihat wajah Bayu.
"Mas...." ucap salah satu pengunjung Cafe yang seorang wanita karir.
Bayu berhenti lalu menoleh kearah wanita itu tanpa melihat wajah wanita tersebut.
"Iya mbak...Ada apa?" ucap Bayu.
"Kamu gak cocok kerja di sini..." ucap wanita itu.
"Iya...Kamu cocoknya jadi foto model" ucap teman wanita tersebut.
"Gakpapa mbak...Yang penting halal...Permisi mbak saya lanjut kerja lagi... " ucap Bayu.Lalu berjalan ke meja yang terdapat peralatan makan yang kotor.
Saat Bayu sedang mengambil piring kotor,sepasang mata menutup mata Bayu.
"Asem....Siapa seh ini yang nutupin mataku.." ucap Bayu dalam hati.
Bayu memegang tangan yang menutup matanya,setelah ia berhasil melepaskannya,kemudian membalikkan badannya.
"Hai mas ganteng...." ucap Kirana.
"Juaancooook.........!!" ucap Bayu kaget melihat makhluk jadi - jadian yang dulu ia temui di rumah Sambo.Kini dirinya bertemu lagi.
"Sombong ya sekarang..." ucap Kirana.
"Asem....Aku kerjo kang...Ojo ganggu aku.." ucap Bayu lalu membalikkan badan lagi.
"Jahat banget mas ganteng ini...Sudah tampil cantik begini di panggil kang" ucap Kirana.
Bayu selesai mengambil peralatan makan yang kotor,Bayu mengelap meja tersebut ,kemudian membalikkan badan.
"Yo wes....Ono opo mbah Kirana...Seng ayu dewe diantara dedemit yang ada sak alam dunyo " ucap Bayu.
"Eke bukan demit mas...Eke ini makhluk paling seksi.." ucap Kirana.
"Sak karepmu..." ucap Bayu mengambil nampan lalu meninggalkan Kirana.
Kirana mengikuti Bayu yang sedang mengangkangkat peralatan makan yang kotor.
"Mas ganteng kerja di sini?" ucap Kirana.
"Injih ndoro..." ucap Bayu.
"Jangan pakai bahasa jawa...Gue gak paham cin. " ucap Kirana.
"Sampeyan rene kaleh sinten kang?" ucap Bayu.
"Maksud mas ganteng apa?" ucap Kirana.
"Sama siapa ke sininya kang.." ucap Bayu.
"Biasa...Sama teman - teman.." ucap Kirana.
Hinata yang melihat Bayu berjalan bersama seorang wanita lantas bertanya pada Khalisa yang ada di sampingnya.
"Ano....Dia siapa kak?" ucap Hinata sambil menunjuk.
Khalisa melihat arah yang di tunjuk oleh Hinata melihat Bayu berjalan bersama seorang wanita.
"Gak tahu...Mungkin temannya dik ." ucap Khalisa.
Diana turun dari Gazebo,untuk menghampiri Bayu karena penasaran Bayu dengan siapa.
Nampak Bayu meletakkan peralatan makan yang kotor di lantai. Ada anak buah Bayu yang bertugas mencuci peralatan makan dengan sigap mencucinya.
"Eh Bay...Kamu sudah lama kerja di sini.." ucap Kirana.
Diana berdiri di samping Kirana lalu melihat dari ujung kepala hingga ujung kaki.
"Sialan...Kirain tadi cewek beneran,gak tahunya banci..." ucap Diana dalam hati.
"Baru aja kang..." ucap Bayu lalu berdiri.
Kirana menoleh ke Diana.
"Cantiknyaa.....
"Tapi masih kalah cantik sama eke...You nilainya 60 eke 100" ucap Kirana dengan pedenya sambil melihat wajah Diana.
"Iyain aja yank...Soalnya aku lupa bawa kembang kuburan..." ucap Bayu.
"Ha....Ha....Ha...Ha...Ha...Ha... anak buah Bayu tertawa.
"Dia dari TPU mana yank?" ucap Diana.
"Iiiiiiiih....Mas ganteng kok gitu seh sama Kirana.." ucap Kirana kesal.
"TPU jeruk purut yank...
"Dia itu istriku kang..." ucap Bayu.
"Eh....!!!?? Kirana kaget.Ia tak menyangka wanita berjilbab di sampingnya itu istrinya Bayu .
Kirana memegang tangan Diana.
"Maaf ya cin...Eke gak tahu...Kalau you itu istrinya mas ganteng.." ucap Kirana.
"Ya gakpapa...Kamu kenal suamiku dari mana?" ucap Diana penasaran.
Bayu berjalan ke lemari pendingin,setelah sampai ia mengambil Aqua botol dan teh Kotak,lalu berjalan ke Gazebo.
"Bay...." suara pria yang agak jauh dari Bayu memanggil.
Bayu menoleh ke arah suara tersebut.
Nampak Sambo dan teman - temannya duduk.
"Pantesan makhluk jadi - jadian itu muncul,gak tahunya ada bos gengnya to..." ucap Bayu dalam hati.
Sambo melambaikan tangannya memberi kode agar mendekat.
Baru saja hendak melangkah,Bayu melihat anak buahnya berjalan tertatih tatih di bantu Lukman.
Anak buah Bayu tersebut bagian pengantaran pesanan bila ada yang nelpon memesan makanan.
Bayu menghampiri anak buahnya tersebut.
Nampak beberapa pakaiannya di bagian celana robek serta luka. Luka itu nampak sudah di beri obat betadine.
"Sampeyan habis jatuh kang?" ucap Bayu.
"Iya bos,tadi aku menghindari kucing yang tiba - tiba nyebrang..." ucap anak buah Bayu.
"Ya sudah...Sampeyan istirahat saja dulu..Jika sudah sembuh,baru kerja lagi ...." ucap Bayu.
"Iya bos.." ucap anak buah Bayu.
Bayu berjalan memghampiri Sambo.Saat ia berjalan menghampiri Sambo,Bayu melihat Kirana berjalan bersama Diana sambil mengobrol.
"Opo kang..." ucap Bayu.
"Lu kok ikut kerja Bay,bukannya lu itu Bos di sini?" ucap Sambo heran.
"Iya Kang...Dari pada di rumah aku jenuh,mending di sini aja...Ramee..Sambil bantuin teman - teman." ucap Bayu.
Bayu menoleh ke arah Gazebo.
Nampak Kirana duduk mengobrol dengan para istrinya.Lalu Bayu kembali menoleh ke arah teman - temannya.
Seorang wanita di dekat Bayu memfoto Bayu yang sedang mengobrol dengan teman - temannya.
"Bay....." ucap Alex.
"Opo Lex" ucap Bayu.
"Liburan nanto kita mau ke puncak...Lu mau ikut apa enggak?" ucap Alex.
"Istriku ngajakin aku liburan Lex di tempat lain...
"Ku tinggal dulu ya..." ucap Bayu lalu pergi meninggalkan teman - teman menuju Gazebo.
Nampak para istri Bayu serta Melisa tertawa cekikikan mendengar celotehan Kirana.
Baru saja 6 langkah Bayu berjalan.
"Mas...Mas..." suara wanita di dekat Bayu.
Bayu menoleh ke arah wanita tersebut.
"Mbak manggil saya.?" ucap Bayu.
"Iya... Boleh foto bareng gak?" ucap wanita itu.
"Waduuuuuh...." ucap Bayu dalam hati.
" Boleh.." ucap Bayu.
Wanita itu menyerahkan hapenya ke temannya. Lalu wanita itu berdiri di samping Bayu.Lalu berpose.
"Satu....Dua...Ti...Ga..." ucap teman wanita itu memfoto mereka.
"Terima kasih mas..." ucap wanita itu kesenangan,akhirnya bisa berfoto berdua dengan Bayu.
Bayu lanjut berjalan lagi ke Gazebo.
Bu Intan juga berjalan ke arah Gazebo.
Setelah sampai di Gazebo.
"Yuk sayang kita pulang..." ucap bu Intan.
Bayu mengambil tas di Gazebo.
"Ingat ya cin...Kalau mau ke salon,datang aja ke salon eke... Di jamin hasilnya memuaskan..." ucap Kirana.
"Iya..." ucap Diana dan Khalisa.
"Ku pulang dulu ya kang..." ucap Bayu.
"Ya elah Bay...Bay...Panggil aku mbak kek...Jeng..Atau cin gitu..." ucap Kirana memakai suara aslinya.
"Oh iya..Lupa aku kek....
"Kakek....Aku Pulang dulu ya ..." ucap Bayu.
"Sebeel....Sebeel....Sebeeel...." ucap Kirana meniru suara wanita lagi.
"Ha....Ha...Ha...Ha...Ha...Ha...Ha... suara tawa ketiga istri Bayu.
----***----
Hari Rabu.
Pagi pukul 8.10
Bayu berada di halaman tempat biasa Bayu latihan. Ia tak pergi ke kampus karena tak ada kegiatan kampus,
Nampak Bayu melempar batu kerikil le arah pensil yang berdiri.
Wuuuut..... Tak..... batu kerikil tepat mengenai ujung pensil.
Lalu Bayu melempar ke pensil satunya.
Diana datang menghampiri Bayu sambil membawa pistol dan tas .
Wuuuuut..... Tak..... batu kerikil mengenai ujung pensil.
"Sayang...." ucap Diana.
"Iya... " ucap Bayu sambil menoleh ke arah Diana.
"Sudah pernah belajar menembak apa belum?" ucap Diana.
"Belum...Aku itu gak pernah nembak yank...
"Jangankan pakai pistol,pakai panah asmara aja gak pernah..." ucap Bayu.
"Terus waktu sayang pacaran sama Putri ituuu..?" ucap Diana.
__ADS_1
"Dia yang duluan yang ngungkapin perasaannya yank..." ucap Bayu.
"Ooouuhh... Begitu.." ucap Diana.
Diana lantas memyuruh pengawal memasang papan target yang biasa di pakai untuk melempar Shuriken.
Setelah persiapan selesai.Diana memgeluarkan pistolnya.
"Yank...Ini tombol pengunci. Bila masih terkunci,pistol ini gak bisa nembak,seperti ini..
Diana memperagakannya.Bayu melihat pistol yang di pegang oleh Diana.
"Lalu,ketika tombol ini posisi on maka pelatuknya bisa berfungsi,janan lupa di tarik..
"Ini untuk melihat target agar kena sasaran yank...
"Lalu cara pegangnya begini..Jari posisi seperti saat belum menembak,jika inging menembak letakkan jari di pelatuknya..Lalu arahkan ke target.
Diana menekan pelatuk pistol yang di arahkam ke papan target.
DOOR........
"Begitu yank..." ucap Diana.
Tembakan Diana tepat sasaran yang jaraknya 23 meter.
"Ooo...Begitu.. " ucap Bayu.
"Coba sayang praktekkan..." ucap Diana sambil mengunci kembali pistolnya lalu memberikan pada Bayu.
Bayu menerima lalu melihat tombol kunci itu terkunci lalu membuka kunci pengaman,kemudian manarik bagian atas pistol lalu mengarahkan ke papan target.
Diana menggunakan teropongnya untuk melihat hasil tembakan.
Bayu memegang erat pistol tersebut,lalu menekan pelatuknya.
DOOORRR..... tembakan Bayu meleset.
"Meleset yank...
Diana memegang tangan Bayu lalu mengarahkan ujung pistol,serta membenarkan posisi menembak.
"Coba sayang sayang tembak..." ucap Diana.
DOOORRR......
Diana melihat hasil tembakan Bayu.
"Meleset ya sayang?" ucap Bayu.
Khalisa muncul berjalan mendekati Bayu
"Iya....Coba sayang arahkan yang benar...
Bayu mengeker pistolnya ke arah target,lalu menekan pelatuknya.
DOOOORRR..... tembakan Bayu hampir mengenai sasaran
"Hampir kena..
Bayu menekan lagi pelatuk pistol.
DOOORRR.....tembakan Bayu masih meleset.
"Masih meleset yank...
Bayu mengunci pistolnya lalu mengambil batu kerikil,kemudian melempar kuat -kuat.
Wuuuuut........ batu kerikil mengenai sasaran.
"Ehh....!!!??? Diana terkejut saat melihat batu kerikil mengenar target lalu menoleh ke Bayu.
"Pakai pistol yank..." ucap Diana.
Bimo,dan Daniel mendatangi Bayu.
"Hehehehe...Lebih enak melempar pakai kerikil yank..." ucap Bayu.
"Buat jaga diri yank...
"Jika seumpama ada penjahat yang kabur lalu sqyang mengambil batu kerikil untuk melempar ya keburu kabur penjahatnya..." ucap Diana.
"Iya juga seh..." ucap Bayu.
Lantas Bayu mencoba lagi menembak.
DOOOORR.....DOOOOORRR.....DOOOORRRR....
Satu peluru tepat sasaran.
"Nanti jika sayang dah mahir menembak,aku ajukan buat surat kepemilikan senjata api..." ucap Diana.
"Suarane banter yo...." ucap Bimo.
"Ada surat kepemilikan bom gak yank..." ucap Bayu.
"Lebih banter (Lebih nyaring)suara kentutmu Bo... Mambu maneh(Bau lagi)" ucap Daniel.
"Ada....Sayang harus jadi prajurit TNI.." ucap Diana.
"Jangkreeekk..." ucap Bimo.
"Gak ahh...Mending aku jadi orang biasa aja..."ucap Bayu.
Bayu menarik menekan pelatuk pistolnya lagi.
Cekleek...Ceklek...Ceklek...
"Pelurunya habis yank...
Diana mengambil pistol di tangan Bayu.
"Tekan ini untuk memgeluarkan magazinnya...
Magazin peluru keluar dari gagang pistol.
Diana memgambil kotak berisi peluru,lalu mengisi magazin tsrsebut.
"Ngisinya begini yank...Jangan sampai terbalik. " ucap Diana.
"Ada gak yank...Peluru yang sampai ke bulan?" ucap Bayu.
"Ada...Jika sayang sendiri yang buat...Jika sayang gak bisa buat ya gak ada..." ucap Diana.
"Kirain ada...." ucap Bayu.
Selesai Diana mengisi peluru, ia memberikan pistol itu pada Bayu.
Bayu mengokang pistol tersebut,lalu ia menutup mata sebelahnya agar pas target,karena sebelumnya ia tak menutup mata sebelah.
DOOOOR..... tembakan Bayu sedikit meleset.
"Hampir kena yank..." ucap Diana.
Bayu menaikkan sedikit pistolnya agar pas target.
DOOORRR.... tembakan Bayu tepat sasaran.
"Bagus yank..." ucap Diana.
Bayu sudah tahu celahnya,lantas ia menekan lagi pelatuk pistol hingga pelurunya habis.
DOOORRR.....DOOORRR....DOOORR.....
Diana melihat tembakan Bayu mengenai sasaran,dan tak meleset.
DOOORR....DOOORRR.....DOOOORR...
DOOORRR....DOORR....DOOORR....
DOORR...DOOORR....DOOORRR...DOOORRR
Ceklek...Ceklek..Ceklek...
"Sayang hebat....Semua peluru tepat sasaran..." ucap Diana.
"Bisa neh kubuat ambil mangga di rumah pakde..." ucap Bayu sambil melihat body pistol yang ia pegang.
" Jangan yank...." ucap Diana.
"Emangnya gak boleh ya yank?" ucap Bayu.
"Gak boleh sayang...Nanti orang - orang pada heboh lihat sayang ambil mangga pakai senjata api.." ucap Diana.
" Aiiisshhh...Gak seru...Gak jadi deh yank aku punya senjata api.. Lebih baik aku pakai Shuriken aja....
"Tanpa suara... Target bisa langsung tumbang,dan musuh tak mengetahui keberadaan kita....Terus gak perlu surat ijin" ucap Bayu.
"Jadi sayang gak mau neh punya senjata api?" ucap Diana.
"Aku punya kalian dah cukup kok...Di tambah ada pengawal yang membawa senjata...
Bayu menoleh ke pengawalnya.
"Betul gak kang..." ucap Bayu.
"Betul bos..." ucap pengawal.
"Ya udah kalau gitu..." ucap Diana.
Bayu merangkul Diana.
Emmmuaachh... (Bayu mencium pipi Diana.)
"Jangan marah ya sayang..." ucap Bayu.
"Aku gak marah kok yank..." ucap Diana.
Bayu menoleh ke Khalisa.
"Adek mau belajar nembak..?" ucap Bayu.
"Takut adek mas..." ucap Khalisa.
"Gak usah takut sayang...
Bayu mengeluarkan Magazin lalu mengisi peluru sebanyak 10 butir saja. Lalu menjelaskan seperti Diana menjelaskan padanya tentang pistol tersebut.
Bayu memegang tangan Khalisa lalu mengarahkan ke target.
DOOORR.....tembakan Khalisa meleset.
Khalisa sempat tersentak ketika menembak,beruntung tangan Bayu menahan.
"Pegang yang erat dek..." ucap Bayu.
"Sudah mas...
"Adek takut..." ucap Khalisa.
"Ya sudah...
Bayu menyudahinya,karena Khalisa ketakutan.
"Niel...Kamu mau nyoba kah?" ucap Bayu.
"Boleh..." ucap Daniel.
Diana menjelaskan kepada Daniel cara - cara menggunakan pistol pada Daniel.
Bayu dan Khalisa berjalan ke Gazebo,lalu duduk.
Bayu memgbil teh Kotak di meja yang tadi ia bawa,lali meminumnya.
DOOOR....suara tembakan.
"Dek..." ucap Bayu.
"Ya mas..." ucap Khalisa.
"Menurut adek,lebih enak tinggal di sini atau di Jogja.?" ucap Bayu.
"Hem....Menurut adek seh tinggal di Jogja mas...
"Siang adek ke sawah ngantar makanan,lalu kita makan bareng di sawah..." ucap Khalisa.
"Mas seh juga begitu dek...
"Lebih enak tinggal di desa...
"Jika mas pemimoin keluarga Han...
"Ribeet...
"Urus yang ini...Urus itu...
"Belum lagi jika ada keluarga terkena masalah,." ucap Bayu.
"Kenapa gak mas serahkan pada keluarga mas aja..."ucap Khalisa.
"Maunya mas juga begitu..Tapi gak ada yang mau...
"Waktu itu mas sempat berbicara pada paman Zhuan Lie..
"Mas suruh dia jadi pemimpin..
"Dia nolak... Katanya gak mampu...
"Terus mas bicara ke yang lain juga gak mau..
Bayu mengambil Choki - choki lalu memakannya.
"Katanya gak ada yang bisa menandingi aku dalam hal menyelamatkan keluarga.." ucap Bayu.
__ADS_1
Saat Bayu dan Hana menyelamatkan ibunya Khalisa,Zhang Yong Han memberi tahu pada keluarganya. Mereka terkejut saat mendengarnya. Bahkan mereka sendiri gak ada yang mampu menyelamatkan jika tak di dampingi pengawal.