
Cafe Mantan.
Bayu duduk di Gazebo sambil melihat pengunjung. Di tangannya sedang menganyam janur membentuk ketupat.
" Jika di perluas,maka gak ada lagi yang antri.." ucap Bayu dalam hati.
Seorang wanita asing nampak berbicara pada anak buah Bayu,lalu anak buah Bayu menunjuk ke arah Bayu.
Wanita asing itu berjalan ke arah Bayu.
" Siapa ya....Azzz...lupa...Ini cewek muncul di bandara.."
" Hemmmmm....."
" Nathalie,Yesie....Hemmmm...Grace..."
" Ah iya....Grace....Kok dia tahu Cafe ini ya." ucap Bayu dalam hati.
" Apa khabar Bayu.." ucap Grace.
" Alhamdulilah baek...Sudah bisa bahasa indonesia?" ucap Bayu.
Grace menyodorkan tangan ke Bayu,Bayu menangkupkan ke dua telapak tangan.
" Hanya sedikit yang saya mengertii..."
" Di mana teman yang lain..." ucap Grace.
" Itu...." ucap Bayu sambil menunjuk ke arah teman - temannya.
Grace pun menoleh arah yang di tunjuk oleh Bayu.
" Oh iya...Bagaimana anda tahu jika saya ada di sini?" ucap Bayu.
" Ituuu...Daniel yang memberi tahu saya... " ucap Grace.
" Oalah Daniel to..." ucap Bayu.
Grace berjalan menghampiri Daniel.
---***---
Rumah sakit.
Bimo berangsur pulih dari lukanya,kini dokter memperbolehkan pulang. Bimo menghubungi Bayu untuk memberi kabar jika dirinya boleh pulang.
Tuuut....Tuuuut....Tuuut...
" Assalam mua'laikum...Ono opo Bim?" suara Bayu.
" Dokter bolehin aku pulang Bay..Ini kita siap - siap mau pulang.." ucap Bimo.
" Jarene kerasan nang omah sakit,ra gelem muleh..." suara Bayu.( katanya betah di rumah sakit,tidak mau pulang).
" Jancook... Bosen aku Bay..."
" Mangan turu,ngisink nang jero kamar.." ucap Bimo.
" Clara ada di situ gak?" suara Bayu.
" Gak ada...Dia kerja.."ucap Bimo.
" Tunggu... Aku meluncur kesana.." suara Bayu.
" Kalau kowe sibuk gak usah rene Bay.." ucap Bimo.
" Wes to...Iki aku otewe..."
" Ono seng golek i awakmu.." suara Bayu.
" Sopo Bay..?" ucap Bimo.
" Ada deh...Dah tungguin kita...Assalam mu'alaikum..." suara Bayu.
" Wa'laikum salam..." ucap Bimo.
Setelah menunggu sekian lama,akhirnya rombongan Bayu tiba di rumah sakit.
Bimo duduk di kursi roda.
Bayu,Lukman,Daniel dan ketiga istri Bayu masuk ke dalam ruangan.
" Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu dan yang lainnya.
" Wa'alaikum salam..." ucap kedua orang tua Bimo dan Bimo.
" Bim...." ucap Daniel.
" Opo Niel..." ucap Bimo.
" Kowe gelem mentil gak?" ucap Daniel.
" Mental mentil...Opo to.." ucap Bimo.
" Ono cah wedok ngejak mentil.." ucap Daniel.
" Ehem...Ehem...." ibunya Bimo berdehem.
" Guyon bulek..." ucap Daniel.
Pintu terbuka,Grace masuk ke dalam lalu menghampiri Bimo.
" Hai Bimo..." ucap Grace.
" Grace....!!!!!??? " ucap Bimo terkejut.
" Wahat happened to you..?" ucap Grace.( apa yang terjadi denganmu).
" Artine opo wi..?" ucap Bimo.
" Artine kapan kowe mentil karo aku.." ucap Lukman.
" Jancook...Engko aku di sampluk sapu sodo karo mbokku.." ucap Bimo.( Nanti aku dipukul sapu lidi sama ibuku).
" Apa yang terjadi dengamu..." ucap Bayu.
" Ooo....Aku habis kecelakaan.." ucap Bimo.
" Kecelakaan..? " ucap Grace.
" was hit from behind while riding a motorcycle " ucap Bayu.
"Bimo naik motor sikil.."
Lukman memperagakan memakai telapak tangannya. Grace melihat ke arah Lukman.
" Ini Bimo...Ngeeeeng..."
" Lalu ada Car...Nabrak Bimo..."
" Braaakk....Bimo ndelosor ke aspal...Gitu.." ucap Lukman.
" Oke...Saya paham.."
Grace melihat jam tangannya.
" Sory...Saya ada jadwal..."
" Next time kita berjumpa lagi.." ucap Grace.
" Iya...." ucap Bayu dan teman - temannya.
" Thangs Grace...Sudah menjenguk saya.." ucap Bimo.
" Welcome..."
" See you again all... Byee..." ucap Grace.
" Bye Grace..." ucap Bayu dan yang lainnya.
Grace keluar dari ruangan.
" Gak usah pulang Bim...Enak loh di sini.." ucap Lukman.
" Enak gundulmu...Aku sumpek nang kene.." ucap Bimo.
Mereka akhirnya keluar dari ruangan.
" Clara sudah kamu kasih tahu Bim?" ucap Bayu.
" Sudah...Dia lagi ada rapat Bay.." ucap Bimo.
****
Rumah Bayu.
Rombongan Bayu memasuki halaman lalu berhenti.
" Iki omahmu Yu?" ucap ibunya Bimo.
" Injih bulek..." ucap Bayu.
" Biyuh...Biyuh...Gedinee...." ucap ibunya Bimo.
Mereka berjalan ke pintu rumah.
" Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu dan yang lainnya.
Nampak kedua orang tua Bimo merasa takjub dengan rumah Bayu.
" Dadi wong sugeh koyok ngene yoo...."( Jadi orang kaya seperti ini yaa)
" Apik tenan...." ucap ucap ibunya Bimo.
Bayu membiarkan saja tingkah laku ibunya Bimo.
" Bisa jalan sendiri gak Bim?" ucap Bayu.
" Iso...Cuman agak sakit.." ucap Bimo.
" Miber waee." ucap Bayu.( terbang aja..).
" Endi sayappe?" ucap Bimo.( mana sayapnya).
"Pegangan Bim..." ucap Bayu.
Bayu mendorong kursi roda Bimo agak cepat.
" Jancoook...Woiii...Alon - alon Bay..."ucap Bimo.
Bayu berhenti di depan pintu lift.Lalu menekan tombol.
" Bay...Gantian..." ucap Lukman.
" Nah..." ucap Bayu.
Pintu lift terbuka.
" Jancook...Wes tahu aku lagi loro ngene...Malah di gawe dolanan....Wasssuuu..." ucap Bimo. ( Sudah tahu aku lagi sakit begini...Malah di buat mainan..).
" Sekali - sekali lah Bim.." ucap Lukman lalu mendorong ke dalam lift.Kemudian orang tua Bimo masuk ke dalam lift.
" Melu gak Bay?" ucap Lukman.
" Enggak..." ucap Bayu.
Pintu lift tertutup,Bayu berjalan ke arah tangga.
" Ojo banter - banter coook...Wasssuuu..." suara Bimo di lantai atas.
" Aku kan Valentino Rossi..." suara Lukman.
Setelah Bayu berada di lantai 2.
" Man...Gantian...Aku mau dorong juga..." ucap Daniel.
" Diampuut..."
" Wes...Aku tak mlaku wae....Daripada aku ciloko "ucap Bimo.(Sudah..Aku jalan kaki saja..Daripada aku celaka).
" Ora - ora..." ucap Daniel.
Bimo masuk ke dalam kamarnya.
" Iki kamarmu Pras" ucap ibunya Bimo.
" Inggih mbok..." ucap Bimo.
" Kok ombo ngene...Iso di gawe omah siji iki.." ucap ibunya Bimo.( kok luas begini...Bisa di buat rumah satu ini).
Dewi datang menghampiri Bayu.
" Mbak Dewi...Nanti tolong antarkan orang tua Bimo ke kamar yang masih kosong ya.." ucap Bayu.
" Siap mas...Laksanakan.."
__ADS_1
" Apa lagi mas..." ucap Dewi.
" Sudah itu aja.." ucap Bayu.
Dewi memghampiri kedua orang tua Bimo,lalu mengantar ke kamar yang kosong.
***
Malam hari.
Di Balkon lantai 2.
Bayu bersama teman - temannya berkumpul. Kini mereka sudah komplit.
Ayahnya Bimo ikut nongkrong bersama Bayu.
" Iki omahe sopo yu...?" ucap ayahnya Bimo.
" Rumahku paklek..." ucap Bayu.
" Kok iso kowe duwe omah gedine koyok ngene?" ucap ayahnya Bimo.( Kok bisa kamu punya rumah besarnya seperti ini).
" Ini rumah punyanya mbah buyutku paklek.."
" Terus aku di kasih..."ucap Bayu.
" Berarti dulur - dulurmu sugeh yoo.." ucap ayahnya Bimo.
"Injih paklek..," ucap Bayu.
" Man...Aku jaluk udutmu.." ucap Bimo.
" Kowe apik gak ngerokok loh Bim.." ucap Bayu.
" Aku pengen merokok Bay..." ucap Bimo.
" Coba takon karo Clara...Dia suka kamu merokok apa enggak" ucap Bayu.
" Gak aku tanya seh Bay..." ucap Bimo.
" Waktu itu aku ada lihat orang keluar dari rumah sakit setelah di rawat,terus gitu dia kembali lagi masuk rumah sakit gara - gara merokok lagi..."
" Besoknya dia mati.." ucap Bayu menakut - nakutin Bimo.
" Mosok seh Bay..." ucap Lukman.
" Iya...Masa kamu gak lupa seh Man " ucap Bayu lalu mengedipkan sebelah matanya.
" Aaaaaaa....Iya Bim...Betul itu..Aku baru ingat.."
" Raine( mukanya) biru kabeh,terus mengeluarkan busa di mulutnya.." ucap Lukman.
" Yo wes...Gak jadi kalau gitu..." ucap Bimo.
" Kenapa ada polisi di sini Yu?" ucap ayahnya Bimo melihat salah satu pengawal menenteng senjata laras panjang di halaman.
" Biar aman paklek...Kalau ada maling tinggal di dor..." ucap Bayu.
Ayahnya Bimo geleng - geleng kepala.
" Bay..." ucap Bimo.
" Opo Bim..." ucap Bayu.
" Clara besok mau maen kesini..."
" Boleh gak?" ucap Bimo.
" Boleh...Asal ngobrolnya di ruang tamu...Bila ngobrolnya di dalam kamar langsung ku bawa ke pak penghulu.." ucap Bayu.
" Ibumu kerjo nangdi Bay...Kok tadi baru kelihatan.." ucap ayahnya Bimo.
" Kerja di kantor mbah buyutku paklek.." ucap Bayu.
"Nah Bim...Daripada tanganmu nganggur..." ucap Lukman sambil memberikan daun janur ke Bimo.
" Ini ketupat mau buat apa Man..?" ucap ayahnya Bimo lalu mengambil daun janur,kemudian membuat ketupat.
" Buat Coto Makassar paklek..." ucap Lukman.
" Nyopo gak gawe sego wae..." ucap ayahnya Bimo.( Kenapa tidak pakai nasi saja).
" Gak enak pakai nasi paklek...Ini soto berbeda dengan soto di jawa..." ucap Lukman."
"Sudah dapat kah orangnya Niel?" ucap Bayu.
" Belum sempat Bay..."
" Jika gak ada halangan,hari sabtu aku pulang keJogja..." ucap Daniel.
" Telpon aja... Suruh datang ke Cafe,nanti ongkosnya di ganti,asal bisa buat ketupat dan buatnya itu cepat..." ucap Bayu.
" Dulurku oleh gak Bay kerjo nang Cafe..?" ucap Lukman.
" Boleh...Asal gak nakal aja..."
" Kalau nakal langsung tak pulangin.." ucap Bayu.
" Insya Allah ora nakal Bay.." ucap Lukman.
" Bapak gelem gak kerjo nang kene?" ucap Bimo.
" Terus sopo seng ngurus sapi nang omah?" ucap ayahnya Bimo.
" Iyo seh...."
" Lah iki sapine sinten seng ngurus pak?"ucap Bimo.
" Darjo seng ngurus..." ucap ayahnya Bimo.
***
Hari demi hari Bayu lalui bersama keluarga dan teman - temannya. Kondisi Bimo sudah membaik,dan bisa berjalan normal. Kedua orang tua Bimo kembali ke rumah.
Bayu memberikan sejumlah uang kepada ibunya Bimo
Pembangunan Cafe nampak sudah 90 %.
Para pekerja mengebut proyek tersebut. Sedangkan mesjid baru 50 %. Perlahan tapi pasti,para pekerja mengerjakan proyek tersebut.
Kampus.
Bayu berkumpul bersama ke dua istrinya dan teman - temannya di Cafe.
" Opo Bay?" ucap Bimo.
" Kamu maujenguk si Nando gak?" ucap Bayu.
" Emmoh...Ngapain aku datangin dia di penjara,mending aku datangi pacarku." ucap Bimo.
" Yo wes...Berarti kita bertiga aja..." ucap Bayu.
" Ikut aja Bim...Kita kesana mau kasih salam olah raga ke dia.." ucap Lukman.
" Diamput..."
" Kalau salam olah raga yo aku melu.." ucap Bimo.
***
Lapas.
Bayu bersama ketiga temanya dan para pengawal tiba di lapas. Bayu memakai kaca mata hitam buat jaga - jaga.
Kemudian salah satu pengawal memberi tahukan ke petugas Lapas jika Bayu hendak bertemu Nando lagi.
Pihak petugas Lapas segera memindahkan Nando ke ruang khusus lagi,kemudian Bayu dan ketiga teman - temanya berjalan menuju ruangan tersebut.
Petugas Lapas membuka pintu,lalu mereka masuk ke dalam ruangan.
Nando melihat ke arah pintu.
" Kita ketemu lagi..." ucap Bayu.
" Sial.... Ucapannya dia gak maen - maen.Dan..."
Nando melihat ke arah Bimo yang sudah sembuh.
" Si brengsek itu juga ada..."
Bimo berjalan ke arah Nando.
" Lebih baik gue minta maaf saja... Daripada gue di hajar terus sama mereka"ucap Nando dalam hati.
Jarak 2 meter,Nando segera bersujud ke Bimo.Ia membuang jauh - jauh harga dirinya,sebab jika tidak ia akan kembali di hajar oleh Bayu dan teman - temannya. Percuma teriak minta tolong bila petugas Lapas tutup mata dan telinga.
" Bang maafin gue...Gue benar - bener nyesel bang..." ucap Nando sambil bersujud.
" Semoga aja dia gak menghajar gue lagi." ucap Nando dalam hati.
" Maaf kamu bilang?"
" Aku hampir mati setelah kamu tabrak.."ucap Bimo.
Bimo menendang pinggang Nando.
BUUUUGGGGGHHHH.....
" Ampuun bang...Ampuuun...." ucap Nando sambil menahan rasa sakit.
" Orang tuaku menangisi aku saat aku kritis..." ucap Bimo.
Bimo memegang kerah kaos Nando,lalu diangkat. Kemudian Bimo memukul perut Nando.
BUUUUUGGGHHHH....
BUUUGGGHHHH....
Bimo memukul wajah Nando sambil memegang kerah baju Nando.
BUUUUGGHHH....
BUUUGGGGHHH...
BUUUGGGHHHH...
Nampak bibir Nando mengeluarkan darah.
" Ampuuun bang...."
Bimo memukul perut Nando.
BUUUUGGGHHH....
" Ampuuuuun..." ucap Nando lirih.
BUUUUGHHHH...
BUUUGGGHHHH...
BUUUGGGHHHH...
BUUUGGGHHH...
BUUUUGGGHHH...
Bayu berjalan cepat ke arah Bimo yang memukuli perut Nando.
BUUUGGHHH....
Nando memuntahkan seteguk darah.
BUUUUGGGHHH...
BUUUGGGHHH...
BUUUGGGHHH...
BUUUGGGHHH...
Mata Bayu memerah semua,lalu
Tap..... Bayu memegang tangan Bimo.
" Cukup..." ucap Bayu sambil menahan. Jika tidak di tahan,maka Nando bisa mati di hajar Bimo.
Bimo tak bisa menggerakkan tangannya karena di tahan oleh Bayu.
" Aku pengen dia sekarat seperti aku Bay.." ucap Bimo sambil berusaha melepaskan tangan Bayu.
" Aku gak mau kamu masuk penjara..." ucap Bayu.
" Ampuun bang..." ucap Nando lirih.
" Dia sudah minta maaf Bim..." ucap Bayu.
__ADS_1
Bimo melepaskan tengannya yang memegang kerah baju Nando.
Nando terjerembab di lantai.
" Ampuun bang..." ucap Nando lirih.
" Tumben dia minta ampun,waktu di hajar yang lalu gak ada minta ampun.." ucap Bayu dalam hati.
" Kamu beruntung temanku mencegahku.." ucap Bimo.
"Ampuuun..." ucap Nando lirih.
Bayu membawa Bimo agak menjauh dari Nando.
" Sekarang giliran kita kan Bay?" ucap Lukman.
" Jangan...Kalau kalian hajar Nando lagi..Dia bisa mati...Kalian gak lihat kah kondisinya dia?" ucap Bayu.
" Yo wes...Gak jadi.." ucap Lukman.
Mereka kemudian pergi meninggalkan Nando sendirian.
Tak lama kemudian 2 petugas lapas masuk,lalu membawa Nando keluar dari ruanagan tersebut.
***
Hari demi hari pembangunan di kebut,agar cepat selesai.
Hingga akhirnya,bangunan Cafe yang Baru itu selesai semuanya. Baik itu kelengkapan Cafe maupun interiornya.
Bayu menghubungi Ariyanto untuk kerja.
"Assalam mu'alaikum kang Ari.." ucap Bayu.
" Wa'laikum salam bang Bayu.." suara Ari.
" Sibuk apa enggak neh?" ucap Bayu.
" Ini lagi angkutin sembako bang...Ade ape bang?" suara Ari.
" Besok bisa datang ke Cafe?" ucap Bayu.
" Bisa...Bisa bang...Apakah Cafenya sudah selesai di bangun bang?" suara Ari.
" Sudah... Ini lagi menyusun aja. Ku pikir kang Ari gak kepasar..Jika gak ke pasar,ku suruh datang hari ini.." ucap Bayu.
" Hari ini gue bisa bang...Bentar bang...Gue mau bilang dulu sama yang punya toko,setelah itu gue pulang dan meluncur kesana bang.." suara Ari.
" Iya...Hati - hati...Assalam mu'laikum..." ucap Bayu.
" Waaikum salam..." suara Ari.
Esok harinya.
Bangunan Cafe yang Baru di buka.
Nampak para pelanggan dengan antusias berjalan ke gedung baru Cafe mantan. Mereka sangat senang sekali,karena tak perlu lagi mengantri.
Bangunan Cafe yang lama masih di pakai. Sehingga para pengunjung tak perlu lagi khawatir tidak kebagian tempat duduk.
Para karyawan Cafe melayani para pembeli,karyawan yang baru sbelumnya sudah di training oleh karyawan lama sebelum bangunan Cafe yang baru di buka.
Nampak Bayu berdiri di samping pintu tempat karyawan keluar masuk.
" Alhamdulilah ramai....." ucap Bayu dalam hati.
Nampak karyawan Baru menghampiri Bayu,ia tidak tahu bahwa Bayu adalah pemilik Cafe tersebut.
" Permisi pak...Maaf...Apakah bapak sudah memesan makanan?" ucap karyawan baru.
" Sudah.... Lagi di buatin.." ucap Bayu.
" Ooo...Begitu...Atas nama siapa pak?" ucap karyawan bayu.
" Bayu..." ucap Bayu.
" Baik pak...Permisi " ucap karyawan baru lalu meninggalkan Bayu.
Bayu berjalan ke Cafe yang lama menemui istrinya yang berada di bekas ruangan Paijo.
Ruangan bekas Paijo di sulap menjadi kamar tidur. Pengawal menjaga di depan pintu jika ada istri Bayu berada di dalam kamar tersebut.
***
Hari - hari berikutnya Bayu lalui bersama keluarga dan teman - temannya.
Setiap hari Jum'at. Bayu bersama teman - temannya ke mesjid Menteng untuk membagikan makanan.Yang awalnya 100. Kini 130 porsi. Sebab ada orang yang tidak kebagian. Mereka awalnya enggan shalat jum'at,begitu dengar kabar bahwa di mesjid dekat rumahnya selalu ada makanan,maka orang itu datang untuk mendapatkan makanan tersebut.
Di sisi Sulis.
Kehamilan Sulis memasuki tahap kelahiran,hanya menunggu waktu saja.
Ahmad senantiasa menemani Sulis,ia tak berani meninggalkan Sulis sendirian. Untuk pekerjaan di bengkel,Ahmad menambah lagi seorang mekanik. Agar dirinya bisa fokus merawat dan menjaga Sulis.
Hingga suatu malam hari..
" Mas....Perutku sakit..." ucap Sulis.
" Mana yang sakit sayang..." ucap Ahmad.
" Sepertinya aku mau melahirkan mas..." ucap Sulis.
Ahmad mengambil kunci mobil,lalu membawa Sulis ke rumah sakit.
Ahmad mengemudikan mobil membunyikan klakson terus,agar pengendara lain memberikan jalan untuknya.
" Jangan terlalu ngebut mas..." ucap Sulis.
" Iya sayang..." ucap Ahmad.
Ketika sampai di rumah sakit. Ahmad berlari menemui petugas rumah sakit.
" Sus....Tolongin saya...Istri saya mau melahirkan..." ucap Ahmad.
" Di mana istri bapak.." ucap suster.
" Di sana sus..." ucap Ahmad.
Para petugas dengan sigap menunju mobil Ahmad.
Setelah sampai,Sulis di bawa ke ruangan bersalin.
Sementara di rumah Bayu.
Bayu nampak terbaring di tempat tidur. Ia merasakan badannya lemah. Sebab hari ini adalah hari lahirnya Bayu.
Di samping Bayu ada ketiga istrinya.
Diana melihat bola mata Bayu. Awalnya normal,lalu berubah hitam semuanya, kemudian merah semuanya ,kemudian warna - warni.
" Bola mata sayang kok ada warna merah dan hitam?" ucap Diana penasaran.
" Aku kan keturunan keluarga Jati sayang...Jadi ya begini..." ucap Bayu.
" Ooo...Begitu..." ucap Diana.
" Mas bisa gerakin tangan gak?" ucap Putri.
" Enggak dek..Rasanya seperti gak punya tulang" ucap Bayu.
" Shujin mau makan?" ucap Ayu.
" Enggak yomesan...Untuk sementara aku kurangin makanku...Biar gak ke wc" ucap Bayu.
" Kita ke rumah sakit ya mas.." ucap Putri.
" Gak usah dek..."
" Besok siang mas sudah baikan..." ucap Bayu.
" Ini mas lemas gitu...Adek takut mas kenapa - kenapa.." ucap Putri.
" Suami kita akan baik - baik saja,jadi gak perlu ke rumah sakit. Beaok siangnya sudah kembali normal.." ucap Diana.
" Panggilkan dokter ya mas.." ucap Putri.
" Enggak usah dek...Mas baik - baik aja kok... Hanya lemas" ucap Bayu.
Tiba - tiba hape Bayu berdering nada pesan.
" Siapa yang sms itu dek...?" ucap Bayu.
Putri mengambil hape Bayu yang tergeletak di atas lemari kecil.
" pak haji Ridwan mas...Beliau bilang kalau Sulis melahirkan bayi laki - laki" ucap Putri.
" Ooo...Begitu.. Balas aja Alhamdulilah...Sekarang pak haji jadi seorang kakek." ucap Bayu.
" Iya mas..."
Putri membalas pesan tersebut.
" Kapan neh mas hamilin kita bertiga?" ucap Putri.
" Jika Ayu sudah lulus dek.." ucap Bayu.
" Sayang gak jenguk Sulis?" ucap Diana.
" Semingguan lagi lah kita kesana..."
" Jika besok lusa kasian mereka,terutama Sulis..." ucap Bayu.
" Oke...."
" Terus kita kesana bawa kado apa?" ucap Diana.
" Gak tahu aku..."ucap Bayu.
" Kado perlengkapan bayi saja,seperti pakaian, kereta bayi,tas bayi gitu.." ucap Putri.
" Oke...Nanti kita belanja bareng aja ya..." ucap Diana.
Beberapa hari kemudian.
Bayu bersama ketiga istrinya datang ke sebuah toko perlengkapan bayi.
" Mas...Lihat deh...Bagus - bagus bajunya..."
" Jika anak kita cewek,aku mau memakaikan pakaian ini mas.." ucap Putri sambil menunjukkan baju bayi perempuan.
" Kalau cowok yang mana dek?" ucap Bayu.
" Yang ini....Tapi aku pengennya bayi perempuan mas...Bisa ku ikat rambutnya,terus aku kuncir.." ucap Putri.
"Kalau yang di beri bayi laki - laki" ucap Bayu.
" Ya gakpapa..." ucap Putri.
" Mau perempuan maupun laki - laki kita harus bersyukur dek... Kita hanya bisa berharap agar anak kita sehat..." ucap Bayu.
" Iya mas..." ucap Putri.
***
Sabtu .
Pukul 13.10.
Bayu bersama keluarga dan teman - temannya pergi untuk melihat Sulis. Bu Intan dan Paijo ikut dalam rombongan tersebut.
" Apakah tidak ada yang ketinggalan?" ucap Bayu.
" Bentar mas..."
Putri memeriksa barang bawaan.
" Cassan hape ketinggalan mas..." ucap Putri.
" Pakai punya mas aja,kan lubangnya sama.." ucap Bayu.
" Oh iya...Lupa..." ucap Putri.
Setelah semua memeriksa tak ada ketinggalan.
" Sudah semua?" ucap Bayu.
" Bentar mas...Adek kebelet pipiss.." ucap Putri.
" Oke..." ucap Bayu.
Putri berjalan masuk ke rumah.
Tak lama kemudian Putri muncul.
Satu persatu mobil meninggalkan rumah Bayu menuju Jogjakarta untuk menengok Sulis.
__ADS_1