SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
ADU PANCO LAGI


__ADS_3

Ya lama kang...Sampai - sampai banyak gadis mendekatiku,tapi aku gak tertarik. Karena aku masih mencintai pacarku yang pergi itu." ucap Bayu.


"Dia pergi ninggalin lu apa karena pacar lu punya pengganti lu?" ucap Sambo.


"Dia pergi karena mengikuti keluarganya kang. Dia pindah rumah..." ucap Bayu.


"Oooo....Begitu..Terus lu kok bisa nemukan dia gimana ceritanya..?" ucap Sambo.


"Dari keluarganya Cintya kang..." ucap Bayu.


"Cintya...Cintya...


"Cintya adiknya Rahman itu kah?" ucap Sambo.


"Iya...Kok sampeyan tahu kang?" ucap Bayu.


"Tuh ikan Arwana yang ada di situ gue beli dari dia.." ucap Sambo sambil menunjuk akuarium yang berisi ikan arwana biasa.


"Kenapa gak beli yang putih kang..." ucap Bayu.


"Anjeeeng.... Itu harganya mahal Bay...Dari pada beli ikan yang harganya ratusan juta mending di tabung duitnya..." ucap Sambo.


"Riko...." ucap Sambo nyaring.


"Iya kang..." ucap Riko.


"Ambil koran di ruang tamu...Bawa kesini..


Tak lama kemudian pria yang bernama Riko datang,lalu memyerahkan koran pada Sambo.


"Lu baca koran ini...Berita itu masuk halaman pertama..." ucap Sambo sambil menyerahkan koran pada Bayu.


Bayu menerima koran itu.


"Aku dah baca kang..."ucap Bayu.


"Apa itu ulah pengawal keluarga Han Bay?" ucap Sambo.


"Pengawal Han gak mau mengurus masalah sepele seperti itu kang...


"Bila memyangkut keselamatan hidup keluaraga Han,baru bertindak...


"Oh iya...Ibumu mana kang?" ucap Bayu tak melihat orang tua Sambo untuk me galihkan pembicaraan.


"Selamet,untung aku punya anak buah preman..." ucap Bayu dalam hati.


"Ortu gue lagi ada bisnis di Singapur Bay.. seminggu lagi pulangnya" ucap Sambo.


"Bentar kang...Aku samperin Herman dulu.." ucap Bayu,karena ia melihat Herman merintih kesakitan memegang perutnya. akibat ia pukul.


Bayu berdiri lalu berjalan ke arah Herman yang duduk di lantai. Kemudian duduk jongkok di samping Herman.


"Maaf,tadi aku memukulmu...


"Sini aku obatin.." ucap Bayu.


Herman menoleh ke Bayu.


Bayu meletakkan telapak tangan di perut Herman.,lalu mengucapkan sesuatu tanpa suara kemudian mengalirkan energinya.


Herman yang awalnya masih kesakitan di perutnya,kini rasa sakit itu berkurang.


Bayu menarik tangan kembali.


"Kamu masih ingin berduel sama aku?" ucap Bayu.


"Enggak... Sory...Tadi gue emosi sama lu.." ucap Herman.


"Iya...


"Kirain mau duel...Kalau mau duel, Ayooo...


"Tapi aku akan nelpon ambulan dulu,biar lebih cepat membawamu ke rumah sakit dan cepat mendapat pertolongan setelah aku menghajarmu dan membuat tulangmu patah semua..Terus lebaran di rumah sakit." ucap Bayu.


Alex datang menghampiri Bayu.


"Resek lu Bay...


"Lihat neh baju gue Bay.." ucap Alex sambil menunjuk bajunya yang terkena lipstik Kirana.


Bayu melihat Alex,nampak di baju Alex ada bekas lipstik menempel seperti gambar bibir.


"Ha....Ha....Ha....Ha...Ha...Ha...Ha...Ha..." Bayu tertawa.


"Berapa ronde tadi Lex...?" ucap Bayu.


"4 ronde mas ganteng " ucap Kirana muncul sambil membenarkan bajunya yang berantakan setelah mengejar Alex.


"Woow.... .Mantap..." ucap Bayu.


"Juancoook.....Gue lebih memilih cewek tulen dari pada lu.." ucap Alex.


Sambo memghampiri Bayu.


"Bay...Lu belum kenalan sama teman -teman gue.." ucap Sambo.


Bayu berdiri kemudian berjalan bersama Sambo ke arah geng Lion Kings.


Bayu menjabat tangan sambil berkenalan, sedangkan ke wanita, Bayu menangkupkan tangannya.


"Neh Bay...Buat lu..." ucap pria bernama Bimbim menyodorkan botol Bir.


"Maaf kang,aku lagi puasa..." ucap Bayu.


"Oooo...Lu lagi puasa.Sory gue gak tahu." ucap Bimbim.


"Bay...Kenapa lu gak masuk di kepolisian aja.." ucap pria bernama Riko.


"Ogaaah kang... Dari pada jadi polisi mending aku jadi petani kang...Yang cocok jadi polisi itu Kang Sambo ini..." ucap Bayu.


"Cocok banget lu jadi polisi terus jadi intel...Dari pakaian lu seperti gembel,tapi nyatanya lu anak orang kaya...Gue aja sempat kaget,kok ada gembel masuk sini,begitu gue dengar sambo menyebut nama lu,barulah gue tahu bahwa itu lu. ." ucap Riko.


"Makanya,ada pepatah mengatakan,jangan pandang orang dari luarnya aja..Kenali dulu kepribadiannya..." ucap Bayu.


"Lu pakai pelet apa Bay...Kok Mei Lien ngejar lu.." ucap Pria bernama Zen.


"Aku pakai pelet dari guruku kang,neh guruku yang ngasih ilmu peletnya (Bayu menunjuk Alex.)


"Dia yang ngajari aku buat memikat cewek,sampai - sampai mbak Kirana mengejar Alex" ucap Bayu.


"Bangsaaat... Gue gak ada ngajarin lu..." ucap Alex.


"Ngaku aja Lex...


"Teman - teman penasaran loh dengan peletmu yang top cer itu...." ucap Bayu.


"Anjeeeeeeeengggg..." ucap Alex.


Ha....Ha....Ha...Ha...Ha...Ha...Ha...Ha...Ha.. Mereka tertawa.


"Bay...Adu panco yuk...." ucap Riko yang badan besar dan kekar.


"Ayok..." ucap Bayu.


Bayu dan Riko berhadapan,tangan kanan di meja,tangan kiri di punggung. Tangan mereka saling memegang.


Sambo memegang tangan mereka.


"Satu....Dua... Tiga...." ucap Sambo.


Riko mengerahkan tenaganya,untuk menjatuhkan tangan Bayu.


Bayu sengaja mengalah lebih dulu karena ia memiliki sebuah rencana.


"Yang serius Bay..." ucap Riko jengkel,sebab ia tahu Bayu tak serius. Sebelumnya ia pernah adu panco dengan Alex,dan ia menang. Sedangkan dengan Bayu ia tak merasakan tenaga Bayu,padahal tenaga Alex lebih besar dari tenaga Bayu yang barusan itu.


"Kalau gak ada taruhannya gak seru..." ucap Bayu.


"Oke...Siapa yang kalah harus menuruti yang menang. Gimana?" ucap Riko.


"Kalau tak melanggar Syariat agamaku,aku setuju..." ucap Bayu.


"Oke...Deal..." ucap RiKo.


"Deal..." ucap Bayu.


Sambo kembali memegang kepalan tangan mereka yang saling memegang.


"Satu...


"Dua....


"Tigaaaaa..." ucap Sambo.


Riko kembali memgerahkan kekuatannya. Bayu juga menggunakan kekuatannya.


Tangan Bayu bergerak miring separo.


Bayu merasakan tenaga Riko sangat kuat,kemudian Bayu menundukkan kepala sambil memejamkan mata,ia memggunakan kekuatan mata hitamnya. Mata Bayu berubah hitam semua.


"Siall... Kalau aku gak punya mata hitam bisa kalah aku..." ucap Bayu dalam hati mengakui kekuatan Riko.


Kemudian Bayu menarik tangan Riko perlahan.


Riko berusaha menekan kembali,tapi tak bisa.


Bayu berhasil memposisikan tangannya seperti semula.


Riko berusaha sekuat tenaga untuk menjatuhkan tangan Bayu kembali,namun tangan Bayu menjadi keras tak seperti saat pertama kali ia miringkan.

__ADS_1


"Gery mana Lex?" ucap Bayu santai sambil menundukkan kepala.


"Sial.... Kuat banget tenaga Bayu..." ucap Riko dalam hati sambil berusaha menjatuhkan tangan Bayu sekuat tenaga,tapi tangan Bayu tetap tak bergerak seperti yang tadi.


"Lagi ada perlu dia Bay..." ucap Alex.


"Loh kang...Kok gak di tarik - tarik tanganku?" ucap Bayu.


"Bangsat ...Ne Gue lagi berusaha begoo..." ucap Riko kesal.


"Mbak Kirana..." ucap Bayu.


"Ya mas ganteng..." ucap Kirana.


"Coba cium kang Riko biar dia tambah semangat..." ucap Bayu.


Kirana mendekati Rikom


"Bajingan...Lu cium gue,gue hajar lu..." ucap Riko emosi.


Kirana tak jadi mencium Riko,ia duduk kembali.


"Aiiissh.... Padahal jika mbak Kirana cium sampeyan itu bisa menang loh lawan aku...


Bayu menekan tangan Riko hingga setengah.


Terdengar suara adzan Dzuhur.


"Cepat banget dah dzuhur,perasaan masih jam 11..


Bayu menekan tangan Riko hingga menyentuh meja. Setelah itu Bayu menormalkan lagi matanya.Bayu mendongakkan kepala melihat ke arah Riko.


"Aku menang..." ucap Bayu.


"Oke...Lu minta apa ke gue?" ucap Riko.


"Aku mintaa...


"Minta tolong ke sampeyan... suruh teman - teman yang beragama islam untuk shalat di mesjid.Jika gak shalat,sampeyan hajar hingga babak belur..


"Eh.....!!!??? Riko terkejut dengan permintaan Bayu.


"Bisa gak kang ? Kalau gak bisa ya sudah,aku gak mau lagi datang ke sini " ucap Bayu.


"Bisa....


"Kalian dengar ucapan Bayu yang barusan...Yang agamanya Islam ayoo berangkat ke mesjid...Jika tidak...Gue akan menghajar kalian hingga masuk rumah sakit." ucap Riko.


"Waasssuu.....


"Bajingann....


"Juancooook....


"Anjeeeng....


Makian orang - orang yang beragama islam.


Bayu berdiri lalu berjalan keluar.


Sebagian orang - orang mau tak pergi ke mesjid.


Riko melihat Arip tak beranjak dari tempat duduknya.


"Rip....Lu pergi sono ke mesjid atau gue akan menghajar lu meskipun lu sahabat gue.." ucap Riko melihat Arip tak pergi.


"Bangsaaat... Lu sengaja kan mengalah dari anak baru itu?" ucap Arip tak terima.


"Gue gak sengaja mengalah ke dia begoo...Kalau lu gak percaya coba aja...Dah sono lu ke mesjid atau kita berduel.." ucap Riko.


"Iya...Gue ke mesjid.." ucap Arip


Mau tak mau Arip pergi ke mesjid,Ia berjalan keluar menuju parkiran.


"Nah gitu dong..


"Gilaaa.... Tenaga Bayu kuat banget,gue gak mampu merobohin tangannya... " ucap Riko sambil memegang tangannya terasa linu akibat menahan tekanan tangan Bayu dan berusaha menjatuhkannya.


"Berarti benar yang di ucapkan Bayu...Kalau dia menghajar Herman gak memakai kekuatan penuhnya.." ucap Sambo.


"Serius Sam...?" ucap Riko tak percaya.


"Gue serius bang...Kalau Bayu memakai kekuatan penuhnya,maka Herman bisa mati..." ucap Sambo.


"Oh iya Sam...Nanti lu tanyain dia,apakah dia di balik dalang penganiayaan mahasiswa T***** itu " ucap Riko.


"Sudah gue tanyain bang...Kata dia seh bukan pengawal keluarga Han yang melakukan itu.Terus pengawal keluarga Han tidak mau menangani masalah sepele" ucap Sambo.


"Ooo...Gitu.. Tapi kok seram gitu ya...Sebelumnya mereka gakpapa,begitu kita ajak duel malah mereka masuk rumah sakit.." ucap Bimbim.


"Filingku seh ini ulah Bayu...Sebab sebelumnya dia aada tanya tentang informasi kelompok Zilong,lalu ada seorang penjaga kampus tak jauh dari gue dan dan Bayu sedang ngobrol bahas masalah anak kampus T******" ucap Alex.


"Nanti gue akan tanya dia." ucap Riko.


Di tempat Bayu berada.


Bayu melihat spion motornya.


Nampak beberapa motor mengikuti Bayu.


"Nah gitu dong shalat...Kan enak di lihat..Masa gak puasa jugaa gak mau shalat..." ucap Bayu dalam hati.


Setelah sampai di mesjid,Bayu wudhu,


Nampak teman - teman Riko dan dan Sambo muncul untuk wudhu.


Arip mendatangi Bayu yang sedang wudhu.


"Gue akan tantang lu adu panco..." ucap Arip.


"Siap kang..." ucap Bayu.


Selesai wudhu ia mengambil pakaian shalatnya kemudian masuk dalam mesjid.


Setelah selesai Shalat, Bayu tak langsung keluar dari mesjid,ia wirid dahulu,sedangkan yang lain langsung keluar.


Bayu berjalan keluar mesjid menuju parkiran setelah selesai berdo'a.Ia tak melepas Sarung dan baju muslim.


Bayu tiba di rumah Sambo,ia masuk berjalan ke arah orang - orang yang berkumpul.


"Kang Riko....Lanjut lagi gak neh?" ucap Bayu.


"Enggak Bay...Gue nyerah...Lu kuat banget,sampai tangan gue masih terasa linu" ucap Riko.


"Kang Arip... Ayo kita adu panco.." ucap Bayu.


"Gak jadi Bay...Gue dah coba adu panco ke Riko,dan gue kalah.." ucap Arip.


"Ya sudah...." ucap Bayu lalu berjalan menjauhi kerumunan,


"Bay...Duduk sini aja.." ucap Sambo.


"Maaf kang...Aku puasa,takut tergoda" ucap Bayu. Bayu tak ingin duduk bersama mereka,sebab ada cewek yang berpakaian seksi duduk bersama mereka.


Bayu duduk di lantai dekat pintu kamar.Ia mengeluarkan hape samsungnya,lalu membuka aplikasi Al Qur'an digital. Bayu membaca Al Qur'an itu dengan suara pelan.


Pintu kamar yang di dekat Bayu terbuka,lalu keluar seorang gadis cantik,memakai rok selutut,kaos tanpa lengan warna pink bergambar kartun.Rambut sepunggung bergelombang.


Bayu menoleh ke orang yang baru saja keluar,ia melihat sepasang kaki,lalu pandangannya ke atas. Begitu Bayu melihat rok,ia mengalihkan pengelihatannya ke hape lagi.


"Diamput...Kirain cowok,gak tahunya cewek.." ucap Bayu dalam hati.


Gadis itu terkejut melihat seorang cowok duduk bersender di tembok memakai pakaian muslim. Gadis itu berjalan untuk melihat wajah pemuda tersebut,setelah itu berjalan ke arah Sambo.


Gadis itu bernama Fenti adik Sambo.


"Kak Sam..." ucap Fenti.


"Iya..." ucap Sambo.


"Dia siapa?" ucap Fenti sambil menunjuk pemuda yang memakai pakaian muslim


"Dia Bayu...Kenapa dek." ucap Sambo.


"Kok dia pakai baju muslim?" ucap Fenti.


"Dia habis dari mesjid.." ucap Sambo.


"Kenapa gak suruh duduk di kursi kak?" ucap Fenti.


"Dia gak mau gabung,karena lagi puasa " ucap Sambo.


"Ooo... Begitu....


Fenti berjalan ke arah Bayu.


Sambo memperhatikan adiknya.


"Kak...." ucap Fenti.


"Iya mbak..." ucap Bayu tanpa melihat Fenti.


"Kenapa duduk di situ..?" ucap Fenti.


"Gakpapa mbak..." ucap Bayu.


"Duduk di kursi tamu aja kak.." ucap Fenti.


"Oh iya...Terima kasih mbak.." ucap Bayu lalu berdiri kemudian berjalan ke ruang tamu.

__ADS_1


Fenti mengikuti Bayu dari belakang.Lalu duduk berhadapan dengan Bayu. Sambo memgawasi adiknya dari jauh.


Fenti mengulurkan tangannya.


"Gue Fenti adiknya kak Sambo.." ucap Fenti.


"Saya Bayu mbak" ucap Bayu sambil menangkupkan tangan.


Fenti menarik tangannya kembali.


"Jangan panggil gue mbak kak...Soalnya gue masih kelas 1 SMA..." ucap Fenti.


"Maaf...Aku gak tahu..." ucap Bayu.


"Hem...Kak Bayu orang cina apa korea?" ucap Fenti.


"Aku orang Jogja..." ucap Bayu.


"Oooouhh Jogja...


"Oh iya...Kak Bayu kok baru kelihatan?" ucap Fenti.


"Di undang sama kakakmu,jika gak di undang ya aku gak kesini.." ucap Bayu.


"Kak Bayu semester berapa?" ucap Fenti.


"Baru semester pertama..." ucap Bayu.


Riko berjalan hendak menghampiri Bayu,tapi di tahan oleh Sambo.Ia memberi kode pada kakaknya.


"Ooo...Baru semester pertama...


"Kak Bayu tinggal di mana?" ucap Fenti.


"Dekat sini aja..." ucap Bayu.


Kemudian mereka terdiam. Bayu masih menundukkan kepala tak berani melihat ke Fenti.


"Kenapa kak Bayu nunduk terus.." ucap Fenti.


"Gakpapa Fen.." ucap Bayu.


"Asem...Kok dia tetap di sini sih.." ucap Bayu dalam hati.


"Dia pengen kamu sentuh Bay...Lalu bawa ke kamar.." suara Jalu.


"Jancook..." ucap Bayu dalam hati.


Riko berjalan menghampiri Bayu. Fenti


"Dek...Masuk ke dalam kakak mau ngobrol dengan Bayu.


Fenti berdiri lalu berjalan masuk ke dalam.


Riko duduk di kursi yang tadi di duduki Fenti.


"Bay..." ucap Riko.


Bayu melihat ke arah Riko.


"Ya.." ucap Bayu.


"Apakah kamu menyuruh penjaga kampus menghajar anak - anak T******.." ucap Riko.


"Enggak kang,tugas mereka hanya menjaga keamanan di kampus saja... " ucap Bayu.


"Lantas untuk apa lu tanya tentang tongkrongan anak kampus T****** yang memgejek kampus B******?" ucap Riko penasaran.


"Pengen tahu aja kang" ucap Bayu.


"Apakah Lu menyuruh pengawal keluarga Han yang melakukan itu?" ucap Riko.


"Aku ini kucing di dalam kandang singa kang...


"Gak bisa bebas menyuruh atau minta...Aku masih ada rasa sungkan,kecuali untuk keamanan keluargaku....Maka aku minta tolong. Dan alhamdulillah mereka mau menolong. Contoh saja keluargaku yang bernama Sulis, Dia mengadu padaku kalau di ganggu sama cowok karena tak di jaga sama pengawal keluarga Han, kemudian aku minta tolong..


"Jika aku minta tolong mengenai masalah anak kampus T*****,mereka gak mau nolong,karena itu bukan tugas mereka dan itu hanya masalah sepele..." ucap Bayu.


Hape Bayu bergetar panjang,ia mengambil hapenya lalu mengecek siapa yang nelpon.


Di layar nampak nama Ahmad muncul, kemudian ia menerima panggilan tersebut.


"Assalam mu 'alaikum kang..." ucap Bayu


"Wa'alaikum salam... Sibuk gak Bay" suara Ahmad.


"Enggak...Ne lagi santai di rumah teman,ada apa kang." ucap Bayu.


"Begini... Lebaran nanti,kamu pulang kampung apa enggak?" suara Ahmad.


"Ya mudik to kang... " ucap Bayu.


"Hem....Rumahmu yang di Jogja itu sama rumah Sulis jauh gak?" suara Ahmad.


"Lumayan jauh seh kang jika naik sepeda..." ucap Bayu.


"Gue mau nginap di rumah lu,sehari aja.


"Gue pengen ngajak Sulis jalan - jalan..." suara Ahmad.


"Lebih dari sehari juga gakpapa kang...Asal jangan bawa Annisa dan Zahra ya... Bisa berabe nanti..." ucap Bayu.


"Aku sendirian aja Bay..." suara Ahmad.


"Ya..." ucap Bayu.


"Itu aja Bay yang mau ku tanyakan...Assalam mu'alaikum " suara Ahmad.


"Wa'laikum salam..." ucap Bayu.


Bayu mengantongi hape Nokianya.


"Lu asli Jogja kah Bay?" ucap Riko.


"Iya kang..." ucap Bayu.


"Kok kulit lu putih gitu? Apa ortu lu berasal dari cina?" ucap Riko.


"Orang jawa kang..Ibu jawa,ayah jawa,." ucap Bayu.


"Tapi gue lihat,lu itu bukan orang jawa deh ...Soalnya jauh berbeda dengan orang - orang jawa,rata - rata kulit mereka kuning langsat..."ucap Riko.


"Mungkin saat membuatku,mereka memakai bahan khusus,sehingga kulitku putih kang.." ucap Bayu.


"Anjeeeng... Mana seperti.. Ngentu ya ngentu"


"Lu tinggal di perumahan Golden Hills atau di luar perumahan itu Bay?"ucap Riko.


"Di perumahan Golden Hills kang..." ucap Bayu.


"Wuiiih...Enak dong....


"Gue pernah dengar dari teman gue yang pernah berkunjung di sana...


"Katanya...Rumah di sana itu besar - besar dan mewah...Halamannya sangat luas.."ucap Riko.


"Ya memang rumah di sana bagus - bagus kang..." ucap Bayu.


"Lu berlatihnya gimana Bay? kok tenaga lu kuat banget,bagaikan tiang pencakar langit.."ucap Riko.


"Cuman angkat barbel aja kang.." ucap Bayu.


"Kok badan lu gak berotot gitu?" ucap Riko heran.


"Barbelku itu 2 istriku kang,tiap malam kuangkat...." ucap Bayu.


"Bangkek.....Itu mah lu ngentu begoo..." ucap Riko.


"Dulu aku jadi kuli angkut beras kang... Makanya aku kuat..." ucap Bayu.


"Ooo...Begitu...Pantas saja tenagamu kuat" ucap Riko.


"Kang...Aku pamit undur diri" ucap Bayu.


"Lah...Belum aja magrib...Lu buka puasa di sini aja..." ucap Riko.


"Maaf kang...Aku mau ngaji di pondok pesantren..." ucap Bayu.


Sambo datang memghampiri.


"Oh Gitu..." ucap Rico.


"Kenapa buru - buru sekali Bay..." ucap Sambo.


"Takut telat aku kang..." ucap Bayu.


"Ya sudah kalau gitu..." ucap Sambo.


Bayu bersalaman dengan Riko dan Sambo,kemudian mereka berjalan ke teras rumah.


"Kalau lu mau ke sini,kesini aja...Atau gak di tempat tongkrongan..." ucap Sambo.


"Iya kang...


"Asssalam mu'alaikum..." ucap Bayu.


"Wa'alaikum salam... ucap Sambo.


Setelah Bayu pergi meninggalkan rumah Sambo.

__ADS_1


"Dia seperti anak keluarga Han... Jika gue berkelahi dengan dia,pasti gue kalah..." ucap Riko.


Riko termasuk salah satu orang yang pernah di hajar oleh anak keluarga Han tanpa senjata,hanya mengandalkan kekuatan fisik.


__ADS_2