
Bayu yang mendapat kabar dari Mayjen Tang Shin bahwa Xiang sedang sakit. Mau tak mau kembali ke China,ia membatalkan pergi ke Magelang. Bagi Bayu bertemu dengan keluarganya sudah sangat senang sekali. Terutama kedua istrinya. Misteri wanita berjilbab yang tak nampak wajahnya sudah terpecahkan. Dia adalah Diana,yang mengajarinya menembak dan bahasa China.
Bayu duduk di samping Aisyah.
" Habib Albi.." ucap Aisyah.
" Iya..." ucap Bayu.
" Sayang panggil aku ya amar..." ucap Aisyah.
" Ya amar...Wonten nopo.." ucap Bayu.
" Iiissh...Saya tak paham bahasa jawe.." ucap Aisyah.
" Maaf..." ucap Bayu.
" Habib albi.." ucap Aisyah.
" iya ya amar.." ucap Bayu.
" Saya senang sangat,keluarga habib albi menerima saya..." ucap Aisyah.
" Mereka orang baik...Pastilah menerimamu.." ucap Bayu.
" Lalu Xiang bagaimana?" ucap Aisyah.
" Entahlah...Mungkin keluargaku juga akan menerima dia..."
" Oh iya...Jika seandainya,ingatanku pulih,lalu kamu tak di bawa kecina,kemudian saya ke Malaysa bersama ke dua istri saya..Apakah kamu mau menerima saya..?" ucap Bayu.
" Tak..Saya tak mau menerimamu...Karena saya ingin cintamu tidak terbagi..." ucap Aisyah.
" Sudah kuduga...Dia seperti Xiang yang tak mau cintanya terbagi" ucap Bayu dalam hati.
" Sekarang bagaimana " ucap Bayu.
" Ya...Kini saya mau kawin denganmu,karena kamu telah memgambil kesucianku.Dan aku sangat mencintaimu." ucap Aisyah dalam hati.
" Jika aku orang miskin,bagaimana?" ucap Bayu.
" Tak masalah...Yang penting di dapur ada beras dan garam...Kita bisa makan itu saje.." ucap Aisyah.
" Ya sudah...Ya amar makan nasi dan garam,saya makan nasi pakai ayam.." ucap Bayu.
" Appaaa...." ucap Aisyah agak nyaring.
Ssssttt....... Penumpang di sekitar Aisyah.
" Becanda sayang..."
" Saya akan berusaha semampuku mencari uang untuk kita hidup bersama,mungkin saya akan mencari ikan,lalu menjualnya di pasar.Seperti yang aku lakukan waktu itu" ucap Bayu.
" Iya habib albi..." ucap Aisyah.
" Ketika bermain sepak bola...Saya teringat tentang ketiga sahabat saya.." ucap Bayu pelan.
" Siapa sahabat habib albi.?" ucap Aisyah.
" Sii Bimo,Lukman dan Daniel itu loh..."
" Teman satu kampung.."
" Jika main sepak bola,kita selalu bertiga.."
" Bimo jadi kiper. Lukman dan Daniel jadi bertahan,saya penyerang."
" 2 pemandu wisata itu,saya menduga mata - mata dari Xiang.."ucap Bayu pelan.
" Sekejap...Apakah mereka yang bertemu dan bermain bersama habib albi saat di pantai itu?" ucap Aisyah pelan.
" Betul sekali...Makanya saya bercakap memakai bahasa jawa. Agar mata - mat itu tidak paham aku bicara apa" ucap Bayu pelan.
" Istri habib albi elok sangat.." ucap Aisyah.
" Elok itu apa?" ucap Bayu.
" Cantik sekali.." ucap Aisyah.
" Ya jelas...Jika meraka tampan,tak mungkin Saya nikahi mereka,sebab saya lelaki normal " ucap Bayu.
Aisyah menggelitiki Bayu.
Bayu berpura - pura geli.
Aisyah menghentikan aksinya. Kemudian Bayu mengambil kertas pemberian kakek Zhang.
Nampak tulisan nama dan juga nomor telpon. Bayu menghapal nama dan nomor telpon tersebut agar tak ada kecurigaan ke Xiang.Jika di simpan akan menjadi masalah.
" Saya nak tidur dulu...Ngantukk..." ucap Bayu lalu merubah posisi kursi tempat duduknya agak miring,agar bisa tidur nyenyak. Sebab tadi malam dirinya hanya tidur 1 jam saja.
Aisyah memandang wajah Bayu yang sedang tertidur.Lalu ia pun ikut tidur.
Setelah menempuh pernerbangan yang cukup lama,akhirnya pesawat yang di tumpang mendarat secara sempurna di landasan pacu.
Begitu pesawat telah berhenti di tempat menurunkan penumpang. Bayu dan Aisyah segera meninggalkan pesawat.Mereka berjalan untuk memgambil tas.
Di saat Bayu menunggu tasnya muncul,ada rombongan orang datang,seorang wanita meletakkan tas di lantai di samping Bayu. Saat Bayu melihat tas miliknya muncul. Bayu meletakkan tas berisi buku ke lantai,bersamping dengan tas milik wanita. Warna dan bentuknya sama,hanya tulisannya yang berbeda.
Setelah mengambil tas koper,Bagu mengambil tas koper milik Aisyah,lalu mengambil tas pemberian Malik,namun sayang. Bayu salah mengambil,tas belanja milik wanita itu yang ia ambil.
Bayu berjalan sambil menarik tas,di tangan kanannya memegang tas belanja yang tertukar, Mereka berjalan ke petugas untuk dinperiksa barang bawaan.Dokumen mereka di periksa oleh petugas,saat petugas melihat dokumen Bayu,petugas itu langsung memberikan dokumennya tanpa bertanya.Lalu memeriksa Dokumen Aisyah.
" * Wanita ini bersamaku.." ucap Bayu sambil memegang pundak Aisyah.
Petugas itu memberikan Dokumen Bayu Aisyah.
Bayu dan Aisyah segera berjalan lagi. Bayu mengambil ponselnya,ia menghubungi anak buah Xiang yang mengantar dirinya.
Tuuut...Tuuut...Tuuut...
" Ya halo pak.." suara pria.
" * Kami sedang berjalan ke pintu keluar..Apakah kamu sudah ada di depan pintu keluar.?" ucap Bayu.
__ADS_1
" Sudah pak..." suara pria.
" * Bagus..." ucap Bayu lalu mematikan ponselnya.
Di ointu keluar,Bayu melihat sekeliling lalu melihat anak buah Xiang.
" Itu dia..Ayo kesana..." ucap Bayu.
Bayu dan Aisyah menghampiri pria tersebut.
" Maaf pak...Kita naik pesawat Helikopter,agar cepat sampai.." ucap pria itu.
" * Kenapa tidak bilang dari tadi.."
" Jancok..." ucap Bayu.
" Maaf pak...aku mau menghubungi anda tidak bisa..Mari pak ikut saya." ucap pria itu.
Lantas Bayu dan Aisyah mengikuti pria itu.Mereka naik mobil kecil seperti di lapangan Golf menuju pesawat Helikopter.
Tak lama kemudian mereka tiba di lapangan pesawat terbang,mereka naik Helikopter yang telah menunggu kedatangan Bayu.
Setelah Bayu dan Aisyah Naik,para oengawal menaikkan tas koper,lalu mereka ikut naik dan menutup pintu.
Bayu dan Aisyah di beri alat penutup telinga
Pesawat Helikopter perlahan terangkat,setelah terbang tinggi,Helikopter itu meninggalkan Bandara.
Aisyah msmegang lengan Bayu saat Helikopter tinggal landas,ia sangat takut karena baru pertama kali naik pesawat Helikopter.
" Tak perlu takut...Santai saja...Jika jatuh..Kita akan mati bersama.." ucap Bayu.
Aisyah makin mengeratkan pegangan tangan di lengan Bayu.
Tak sampai 1 jam mereka tiba di halaman rumah Xiang. Halaman rumah Xiang terdapat landasan Helipad,dan pesawat yangvdi tumpangi Bayu adalah milik Xiang.
" Katanya sakit...Kenapa aku di antar di rumah?" ucap Bayu dalam hati heran.
Bayu dan Aisyah turun lalu berjalan ke rumah Xiang. Tas koper mereka di bawa oleh pengawal.
" Di mana Xiang..?" ucap Bayu sambil berjalan.
" Ada di dalam kamar pak..." ucap pengawal.
Bayu dan Aisyah berjalan ke arah kamar tidur Xiang.
Begitu sampai di deoan pintu,Bayu membuka pintu kamar. Ia melihat Xiang terbaring di tempat tidur.Di samoingnya ada 2 wanita berdiri di dekat Xiang.
Bayu mempercepat langkahnya menghampiri Xiang.
Begitu sampai,ia duduk di samping Xiang lalu menempelkan tangan di kening dan leher. Bayu merasakan panas. Di lengan Xiang tertancap jarum infus.
" * Sayang..." ucap Bayu sambil mengusap kepala Xiang.
Xiang membuka matanya.
" Kamu sudah pulang sayang..." ucap Xiang.
"* Iya...Aku sudah pulang.."
" * Ayo kita kerumah sakit.." ucap Bayu.
" Tidak perlu sayang...Tadi ada dokter kesini..."
" Katanya aku hanya keletihan saja...Nanti juga baikan.."
" Bukannya 2 hari lagi baru sayang pulang?" ucap Xiang.
" *Tadi aku di telpon sama pak Mayor Jendral...Katanya sayang sakit,dan kalau bisa datang kesini. Makanya aku ke sini.." ucap Bayu.
" Maaf ya sayang...Liburanmu terganggu.." ucap Xiang.
"* Iya tidak apa - apa...Sayang sudah minum obat" ucap Bayu.
Xiang melihat Aisyah berdiri di belakang Bayu.
" Sudah..." ucap Xiang.
" Dia sakit apa?" ucap Aisyah.
" Badannya panas..." ucap Bayu.
Aisyah berjalan keluar untuk mengambil sesuatu.
" Dia bilang apa sayang?" ucap Xiang.
"* Dia tanya..Sayang sakit apa..Aku jawab sakit panas.." ucap Bayu.
Tak ada ucapan sepatah katapun hingga Aisyah muncul membawa baskom berisi air dan kain.
Aisyah mendekati Xiang,ia memeras kain lalu menempelkan ke dahi Xiang.
" Apa yang kamu lakukan padaku...?" ucap Xiang sambil mengambil kain basah di kening lalu membuangnya.
" Maaf,saye hanya ingin mengobatimu..?" ucap Aisyah.
" * Dia bilang ingin mengobatimu...."
"Hargailah orang lain. Agar kamu juga di hargai sayang..." ucap Bayu.
Bayu mengambil kain lap,lalu memasukkan dalam baskom kemudian memerasnya dan menempelkan ke kening Xiang.
" Biasanya jika badan saya panas,ibuku selalu memberikan kain basah,lalu di letakkan di kening saya.." ucap Aisyah.
" * Dia bilang,jika dia sakit panas,ibunya selalu memberikan kain itu di keningnya agar cepat sembuh.." ucap Bayu.
" Maaf...Aku salah sangka..." ucap Xiang.
" Dia meminta maaf telah berprasangka buruk padamu..." ucap Bayu.
" Iya tak apa,saya minta maaf..." ucap Aisyah.
" * Dia bilang...Iya tidak apa - apa. Aku ingin kamu cepat sembuh.." ucap Bayu.
__ADS_1
" Ternyata dia perhatian juga padaku..Padahal aku telah berbuat jahat padanya.." ucap Xiang dalam hati.
Bayu melihat jam di meja kecil.
" * Aku sujud dulu ya sayang.." ucap Bayu.
" Iya sayang..." ucap Bayu.
Bayu berdiri lalu melepas alas kakinya. Meskipun Bayu memakai alas kaki di dalam rumah,alas kakinya bersih. Tak ada kotoran yang menempel.
Aisyah mendekati Xiang,ia melihat ada termometer di rak meja,lalu mengambilnya dan menaruh di ketiak Xiang.
Xiang diam saja melihat perlakuan wanita itu. Ia seperti melihat ibunya yang sedang merawatnya di kala sakit.
" Maafkan aku yang telah menculikmu.." ucap Xiang.
" Saya tak paham apa yang anda cakap.." ucap Aisyah.
Selesai Bayu shalat,ia menghampiri Xiang.
" Jika kamu lapar..Makanlah dulu.." ucap Bayu.
" Iya..Apakah ada minyak kayu putih?" ucap Aisyah.
" Untuk apa?" ucap Bayu.
" Saya ingin mengolesi perut xiang dengan bawang merah dan minyak kayu putih..." ucap Aisyah.
" Tunggu sebentar..Mungkin ada di kotak P3K.. " ucap Bayu.
Bayu berjalan ke arah kotak P3K berada. Setelah daoat,ia membuka kotak itu,nampak ada minyak kayu putih,Bayu mengambil botol minyak kayu putih lalu berjalan kembali.
" Ini minyaknya..." ucap Bayu sambil menyerahkan ke Aisyah.
" Saya akan mengambil bawang merah ke dapur.." ucap Aisyah lalu pergi.
" Apa yang mau di lakukan oleh Aisyah?" ucap Xiang.
" * Dia membuat obat alami,agar panasmu cepat turun..." ucap Bayu.
Tak lama kemudian Aisyah kembali sambil membawa bawang merah telah hancur yang di letakkan di piring ,lalu Aisyah menuangkan minyak kayu putih ke piring itu. Setelah itu Aisyah menaikkan baju Xiang,lalu mengoleskan minyak kayu putih yang bercampur bawang di perut Xiang lalu ke dada.
Xiang diam saja tidak protes.
Bayu yang melihat Aisyah mengolesi dengan minyak kayu outih bercampur bawang merah diam memperhatikan saja.
" Kok sepertinya gak asing ya sama yang di lakukan oleh Aisyah ke Xiang..." ucap Bayu dalam hati.
Tiba - tiba sebuah ingatan muncul.
Di mana dirinya masih kecil,lalu terbaring tak berdaya lalu melihat wajah ibunya memakai jilbab sedang mengolesi minyak bawang ke dirinya.
" Ibu..."
" Ayah mana...?" ucap Bayu.
" Ayah sedang kerja sayang.." ucap Hana.
" Bayu ingin bertemu ayah bu.." ucap Bayu.
" Sabar ya sayang...Nanti ayah akan pulang,dan membelikan mainan untukmu..."
" Sayang mau mainan apa?" ucap Hana.
" Bayu mau mainan mobil - mobilan bu...Seperti punyanya gus Miftah.." ucap Bayu.
" Iya...Nanti ibu akan bilang ke ayah...Agar ayah membelikan mobil untuk sayang..Sayang mau berapa?." ucap Hana.
" Bayu mau banyak bu...Biar Bayu banyak temannya yang bisa Bayu ajak bermain.."ucap Bayu.
" Iya sayang..." ucap Hana.
Nampak Bayu memegang kepalanya. Ia merasakan sakit saat mendapatkan ingatan itu.
Aisyah yang lihat Bayu kembali kesakitan sambil memegang kepalanya langsung membantu Bayu.
" Sakiiiit...Aaaaakkkhhh...."
Bayu meletakkan kedua tumitnya di lantai karena tak kuat menahan rasa sakit.
" IBUUUUUUUUUUUUU....."teriak Bayu sambil memegang kepalanya. Saat melihat ibunya sedang mengolesi minyak bawang ke tubuhnya ketika dirinya sedang sakit panas.
Xiang yang melihat Bayu kesakitan hendak bangkit,namun karena badannya lemah.Xiang tak bisa berdiri.Ia hanya bisa duduk saja.
" Sayang...Kamu kenapa?" ucap Xiang khawatir.
2 wanita yang ada di dekat Xiang lantas menghampiri Bayu yang merintih kesakitan.
" Ada obat sakit kepala?" ucap Aisyah sambil memberi isarat,agar Bayu di beri obat pereda sakit.
Pelayan itu paham maksud Aisyah,ia pun segera mengambil obat pereda nyeri,tak lupa air minum lalu di berikan ke Aisyah.
" Ini obatnya...Minumlah..." ucap Aisyah.
Di sisi Hana.
Hana nampak membaca Al Qur'an. Menjaga cucunya yang terlelap tidur. Sementara Ayu sedang makan dan Diana berada di kamar mandi.
Tiba - tiba ia merasakan sesuatu yaitu perasaan tidak enak di hatinya. Perasaan di mana Bayu menyebut dirinya di saat sakit.
Hana menghentikan bacaan Al Qur'annya.
" Bayu...."
"Anakku..."
" Apa yang terjadi padamu sayang.."
Hana melihat ke arah pelafon rumah.
" Ya Allah...Hamba mohon padamu...Lindungilah putraku.."
" Dan kembalikan ingatan dia...Agar dia tak jerumus dalam kemaksiatan...Amin ya rabbal 'alamin..."ucap Hana dalam hati.
__ADS_1
Semenjak Hana tahu Bayu telah menyetubuhi Melisa,ia tak memberi tahu siapapun,termasuk pada kedua istri Bayu.