
Di sebuah hutan yang lebat. Nampak orang - orang sedang duduk santai,ada pula yang berdiri sambil mengawasi sekitar.
Mereka adalah Bayu bersama rombongannya.
Mereka terpaksa melewati hutan,karena jalan utama di jaga, dan tak ada jalan lain selain jalan utama.
Orang - orang yang dekat dengan ki Kartolo melihat ki Kartolo merebus air tanpa menggunakan api terkejut.
" Mengapa dia bisa merebus air tanpa api?" ucap pria 1 heran.
" Membunuhmu tanpa di sentuh saja sanggup,apa lagi merebus air tanpa api." ucap kakek Zhang yang mendengar ucapan pria 1 tersebut.
10 menit kemudian,mereka melanjutkan lagi perjalanan.
Tak terasa mereka berjalan sejauh 35 Km.
" Masih jauh gak kang?" ucap Bayu pada Malik.
" 1 kilo lagi Bay..."
" Kenapa? Kamu capek..?" ucap Malik.
" Enggak...Cuman nanya aja kang." ucap Bayu.
" Bilang aja kalau capek.." ucap Malik.
" Jiangkrek..."
" Balapan lari 100 kilo yok kang..." ucap Bayu menantang.
" Emang kamu bisa lari sejauh itu?" ucap Malik.
" Bisa lah kang...Sampeyan bisa gak..?" ucap Bayu.
" Bisa lah..." ucap Malik.
" Yang benar..." ucap Bayu.
" Kalau lari terus bisa semaput aku Bay...Paling separo lari separo jalan kaki..." ucap Malik.
" Jarang lari pagi ya kang?" ucap Bayu.
" Dulu sering ketika masih di angkatan," ucap Malik.
" Sekarang?" ucap Bayu.
" Sekarang jarang Bay...Soalnya aku sibuk ke sawah.. Belum lagi ngurus adiknya Bella.." ucap Malik.
Setelah menempuh perjalanan,akhirnya mereka tiba di titik penjemputan. Namun mereka tak bisa menginap di hotel.
Bayu dan yang lainnya istirahat jauh dari desa. Agar tidak ketahuan oleh tentara yang berjaga.
Bayu mengambil botol mineral di dalam mobil,untuk wudhu.
Selesai wudhu,ia memghampiri ibunya yang sedang mempersiapkan makanan berupa mie instan.
" Ayo bu...Kita shalat.." ucap Bayu.
" Ibu libur dulu sayang..." ucap bu Hana.
" Ooo..Begitu.." ucap Bayu.
Bayu menghadap matahari yang tenggelam lalu menggelar sajadahnya untuk shalat magrib.
Selesai shalat Magrib,Bayu memgambil tas di sampingnya,lalu membaca hapalan Al Qur'an.
Tak ada cahaya menerangi mereka,bila pun ada. Itu hanya sebentar saja. Beruntung malam itu bulan purnama,sehingga mereka dapat melihat,meskipun tidak seberapa jelas.
Keluarga Hatake berjaga di sekitar.
Kakek Zhang menghampiri Kakashi yang tak jauh darinya bersama penerjemahnya.
" Bagaimana setelah misi ini selesai "
" Kita menyatukan keluarga kita?" ucap kakek Zhang.
Penerjemah berbicara bahasa Jepang ke Kakashi.
" Apa maksud anda?" ucap Kakashi.
" Keluargamu dan keluargaku kita nikahkan.." ucap kakek Zhang.
Kakek Zhang ingin keturunanya bisa memiliki kemampuan seperti keluarga Hatake,yaitu mampu melihat dalam keadaan gelap sekalipun.
" Saya tidak bisa memutuskan sendiri.."
" Itu harus di bicarakan bersama - sama" ucap Kakashi.
" Jika anda mau..Saya akan menikahkan cucuku dengan anda..." ucap kakek Zhang.
" Ayo kita makan dulu.." suara bu Hana.
" Aku tidak mau menikah lagi.." ucap Kakashi.
" Cucuku cantik - cantik..."
" Anda bisa memilihnya..." ucap kakek Zhang.
Nampak Kakashi terdiam sambil berpikir.
" Pak tua...Jangan kopi terus yang sampeyan minum...Ini makan mie sampeyan.." suara bu Hana.
" Endi segone.." suara ki Kartolo.
" Gak ada beras...Makan yang ini aja dulu..." suara bu Hana.
" Endi lombok e.." suara ki Kartolo.
" Ada... Neh karet gelang..Tak jepret ke bibir sampeyan.Mau..." suara bu Hana.
" Diamput...." suara ki Kartolo.
" Ha...Ha...Ha...Ha..Ha...Ha..." Bayu dan Bejo tertawa.
Tiba - tiba hape milik kakek Zhang berdering nada panggil,lalu ia mengambil hapenya.
Nampak nama Jien Lie muncul.
Jien Lie Han tidak ikut dalam misi itu,sebab ia harus mengendalikan perusahaan ayahnya.
" Ya halo.." ucap kakek Zhang.
" Ayah... Besok mesjid yang Bayu bangun sudah selesai pengerjaannya..."
Bu Hana datang menghampiri,lalu memberikan semangkuk mie pada kakek Zhang dan Kakashi.
" Siapa nanti yang meresmikan mesjid itu?" suara Jien Lie.
Kakashi menatap Hana.
" Terima kasih.." ucap Kakashi.
" Ke tiga istri Bayu... Jangan lupa panggil pak kyai Syukron sebagai pengganti Bayu.." ucap kakek Zhang.
" #Iya...Maaf hanya mie saja yang ada.." ucap bu Hana.
" Kapan ayah pulang?" suara Jien Lie.
" Gak tahu...Ini masih di hutan..Banyak sekali penjagaan menuju markas mereka" ucap kakek Zhang.
" Tidak apa - apa...Kamu sungguh cantik sekali..." ucap Kakashi meskipun dirinya belum pernah melihat wajah Hana.
Bu Hana tak menjawab ucapan Kakashi,lalu berjalan kembali ke tempatnya.
" Lalu rapat dengan presiden direktur Kwong Mong bagaimana?" suara Jien Lie.
" Kapan itu rapatnya?" ucap kakek Zhang.
"2 hari lagi.." suara Jien Lie.
" Hubungi saja mereka...Minta waktunya di undur" ucap kakek Zhang.
" Baiklah.." suara Jien Lie.
Kakashi mengambil mangkuk mie,lalu memakannya.
" Ada lagi yang mau di sampaikan?" ucap kakek Zhang.
" Tidak ada..Hanya itu saja ayah.." suara Jien lie.
Kakek Zhang mematikan panggilan telpon.
" Anda menyukai ibunya Bayu?" ucap kakek Zhang.
Uhuk...Uhuk....Uhuuk..... Kakashi kesedakan mendengar ucapan penerjemah.
Lalu ia mengambil botol air mineral dan meminumnya.
" Anda tak bisa menikah dengan Hana.." ucap Kakek Zhang.
" Kenapa tidak bisa?" ucap kakashi.
" Putrimu menikah dengan putranya Bayu.."
" Di dalam agama islam tidak boleh.."
" Jika bukan ibunya Bayu...Maka boleh.." ucap kakek Zhang.
1 Jam kemudian.
Malik mengeluarkan peta dan senternya.
" Kita berkumpul di titik ini.."
Malik menunjuk ke peta.
" Mereka ada di sini..."
" Di sini banyak sekali penjaganya,Namun di sisi sini hanya 2 orang."
" Setiap 3 jam sekali bergantian yang jaga..." ucap Malik.
" Masih lama ya kita sampai di penjagaan ke empat kang?" ucap Bayu.
" Jika malam ini kita lanjut lagi berjalan,besok pagi kita akan sampai di penjagaan ke empat Bay.." ucap Malik.
" Kalau gak salah,di titik ini ada persenjataan mereka.." ucap Bayu sambil menunjuk peta.
" Betul itu Bay.." ucap Malik.
" Sebagian nanti mengambil senjata mereka dan kendaraan mereka.." ucap Bayu.
" Pulangnya gimana Yu?" ucap Daniel.
" Hemm..."
" Jika naik kendaraan militer maka akan ketahuan..."
" Oh iya..."
" Ini kan ada sungai tuh..."
" Kita akan memakai perahu...Jika pakai kendaraan.."
" Mereka pasti mengepung jalan menuju desa itu" ucap Bayu.
" Boleh juga..."
" Jadi kita harus mencari perahu dulu.." ucap Malik.
" Iya kang...Itu rencana B..Rencana A ya kita naik mobilnya mereka saja..."
" Soalnya aku lihat di bangunan itu banyak mobil terparkir..Lalu ada sebuah Helikopter di sana"ucap Bayu.
" Oke...Setuju..." ucap Malik.
" Yang lain bagaimana?" ucap Bayu.
" Kakek setuju saja...Sebab di pikir - pikir,emang begitu jalan satu - satunya.." ucap kakek Zhang.
"Bagaimana jika kita naik helikopter " ucap Akiro.
" # Bahaya paman...Pihak keamanan bisa mengetahui keberadaan kita..." ucap Bayu.
***
Pagi Hari.
Nampak cahaya matahari menyinari sekitar bukit,tempat di mana Bayu berada.
Bayu bersama rombongannya lanjut berjalan lagi. Karena jika naik mobil akan sangat berisiko di curigai dan ketahuan.
Mereka mengambil jalan pintas menuju lapisan penjagaan ke empat.
6 kemudian.
Mereka sampai di tepi sungai.
Bayu mengambil sabun mandi,lalu mandi di pinggir sungai.
Sementara para pengawal ada yang membuat dinding dari ranting pohon yang mereka potong untuk Hana mandi.
Setelah Jadi,Hana pun mandi. Karena badannya terasa lengket.
__ADS_1
1 Jam kemudian.
Bayu duduk menyender di pohon.
" Semoga saja misi malam ini berjalan sukses...Amin ya Allah..." ucap Bayu dalam hati.
Nadya memghampiri Bayu,lalu duduk di sampingnya.
" Bay..." ucap Nadya.
" Iya mbak..." ucap Bayu.
" Jangan sampai lewat 7 hari ya Bay.." ucap Nadya.
" Emangnya kenapa mbak?" ucap Bayu.
" Jika lewat 7 hari..."
" Maka mbak gak bisa menyantet mereka.."
" Dan itu harus di ukang dari awal.." ucap Nadya.
" Iya mbak..."
" Malam ini kita beraksi.." ucap Bayu.
---***---
Jakarta.
Cafe Mantan.
Ketiga istri Bayu nampak istirahat di Gazebo setelah mereka selesai makan.
" Besok peresmian mesjid ya kak?" ucap Ayu pada Putri.
" Iya... Pak kyai Syukron nanti sebagai pengganti suami kita.." ucap Putri.
" Gubernur di undang apa enggak?" ucap Diana.
" Gak usah...Cukup pak lurah saja sebagai wakil pemerintah.."
" Oh iya...Setelah acara peresmian mesjid,aku mau ke Lampung "ucap Putri.
" Mau ngapain di sana kak?" ucap Ayu.
" Mau ziarah ke kuburan ayahku dan adikku.." ucap Putri.
" Lebih baik jangan dulu..."
" Tunggu suami kita pulang..."
" Keadaan masih belum aman.." ucap Diana.
" Tapi aku ingin ke sana..." ucap Putri.
" Jangan...Bayu akan melarangmu kak.." ucap Diana.
Putri mengambil hapenya,lalu menghubungi Bayu.
Tuuut....Tuuut...Tuuut...
" Assalam mu'alaikum dek..." suara Bayu.
" Wa'alaikum salam mas..."
" Mas...Adek minta izin mau pergi ziarah ke kuburan ayah setelah acara peresmian mesjid...." ucap Putri.
" Jangan pergi dulu dek...Keadaan masih gawat di sana..."
" Tunggu mas pulang.." suara Bayu.
" Iya mas...Assalam mu'alaikum.." ucap Putri.
" Wa'alaikum salam warah matullah... I love you.." suara Bayu.
Panggilan terputus.
" Love.. ( Putri melihat ke layar hapenya).
" Yaaa...Keburu mati lagi.." ucap Putri pelan.
" Gimana kak?" ucap Diana.
" Gak di izinkan..." ucap Putri.
---***---
China.
Tempat Bayu berada.
Bayu mengantongi hapenya setelah Putri menelpon.
Tiba - tiba mendung muncul.
" Aku harus membunuh mereka semua..."
" Agar keluargaku tenang menjalani kehidupan ini..." ucap Bayu dalam hati.
Bayu menoleh ke Nadya yang duduk di sampingnya.
Nampak Nadya memejamkan mata.
" Mbak..." ucap Bayu.
" Heemmmm..." ucap Nadya.
" Kalau ngantuk istirahat di sana mbak..." ucap Bayu.
" Hawanya bikin aku ngantuk Bay..."
Nadya membuka matanya.
" Oh iya...."
" Bulan depan datang kerumah ya Bay.." ucap Nadya.
" Bulan depan?."
" Emangnya ada apa bulan depan mbak..?" ucap Nadya.
" Pacarku akan melamarku.." ucap Nadya.
" Wiiih.....Selamat ya mbak..." ucap Bayu.
" Nanti lah Bay...Ngucapin selamatnya.." ucap Nadya.
Air perlahan turun dari atas langit.
" Eh...Hujan..." ucap Nadya.
Bayu dan Nadya segera ke arah Tenda.
***
Malam hari setelah Bayu shalat Isya'.
Sebagian orang sudah bergerak lebih dulu mengintai tentara yang sedang berjaga.
Bayu berjalan bersama rombongannya.
30 menit berjalan,mereka berhenti. Sebab 100 meter dari temoat Bayu ada tentara yang mengawasi ke arah hutan. Mereka berjalan secara berhati - hati menuju tentara tersebut.
Sementara,pasukan yang lain stanby di mobil mini bus.
Nadya dan Bejo beraksi. Mereka duduk bersila. Di depan mereka ada 2 buah tungku kecil yang berisi arang yang telah membara.
Lalu ada tumpukan paku 5" dan pecahan beling dalam jumlah yang banyak.Ada juga bunga kantil yang tak segar karena sudah lama. Mereka komat kamit membaca mantra lalu meletakkan rambut dari target sambil membaca mantra.
Tumpukan Paku dan beling di depan Nadya dan Bejo lenyap menuju target yang mereka santet.
Bayu bersama yang lain menunggu reaksi para tentara terkena santet. Ia mengambil choki - choki di dalam kantong celana. Sedangkan hape dan dompetnya ia titipkan ke Bejo. Bayu hanya membawa potongan kuku,Choki - choki,Shuriken,kunai dan pedang katana.
Tak lama kemudian,para tentara yang berjaga tiba - tiba mengerang kesakitan.
" Go...Go..Go.." ucap Bayu melesat maju sambil menarik pedang katananya.
Bayu dan pasukannya segera menghabisi tentara yang mengerang kesakitan.
Setelah menghabisi tentara itu. Mereka berlari menuju mobil tentara yang terparkir.
Pasukan yang stanby di bis mendapat laporan dari pasukan pengintai bahwa tentara mengalami kesakitan segera meluncur ke penjagaan ke empat,untuk misi penjemputan.
Pasukan Hatake membunuh para tentara yang mengerang kesakitan akibat terkena santet. Lalu mengambil senjata tentara tersebut.
Mereka naik mobil truk tentara menuju tempat persembunyian keluarga Zue Lin. Sebagian menuju tempat penyimpanan amunisi.
Bayu dan yang lainnya memburu waktu, karena dalam 1 jam. Mereka harus bisa menghabisi semua keluarga Zue Lin Fang Qing.
Bu Hana,Bejo kakek Zhang, dan Nadya pergi menuju tempat jemputan mobil bis bersama 15 orang pasukan bersenjata lengkap.
Setelah jarak mereka 200 meter dari bangunan utama. 20 orang turun sambil membawa senjata untuk melumpuhkan penjagaan. Posisi mereka terlindungi pepohonan,sehingga menara pengawas tak mengetahuinya.
Pasukan ninja juga turun dari mobil,mereka bergerak menuju bangunan utama.
Lalu 20 orang yang membawa senjata berat menembakkan senjata itu ke arah musuh.
Boomm....
Boomm...
2 menara hancur terkena senjata Bazoka.
Booom...
Boomm...
Helikopter yang terparkir terkena mortil meledak berkeping - keping.
Booom...
Booomm...
Boomm...
Boomm...
Booom...
Booom..
Atap rumah tak luput di serang dengan Bazoka dan Mortil.
Musuh yang berada di atap tewas terbunuh terkena ledakan tersebut.
Keluarga Zue Lin Fang Qing yang mendengar suara ledakan itu terkejut bukan maen. Mereka tak mengira bahwa mereka di serang memakai senjata yang biasa di pakai dalam dunia militer.
Dinding bangunan yang menghadap ke jalan juga terkena serangan.
3 keluarga Zue Lin yang berada di dekat jendela terkena serangan tersebut.
Mereka terlempar,lalu tewas.
Seluruh keluarga Zue Lin Fang Qing panik,lalu Zue Lin memerintahkan semua keluarganya untuk segera masuk ke dalam ruang bawah tanah.
Keluarga Zue Lin lantas pergi menuju ruang bawah tanah. Namun mereka tak semuanya masuk ke sana,karena mereka tidak berkumpul dalam satu ruangan.
Setelah menyerang memakai bazoka dan mortil,Bayu dan yang lainnya meringset masuk.
Sementara pasukan Ninja memanjat tembok.
Braak....
Mobil truk militer menabrak pagar rumah.
Tentara yang berada dalam rumah segera keluar sambil menenteng senjatanya. Belum sempat mereka menembak,pasukan ninja lebih dulu menembak mereka.
Dooor....Door...Dooor...Dooorr...
Doorr...Doorr...Dooor...Doorr...
Dooor....Door...Dooor...Dooorr...
Doorr...Doorr...Dooor...Doorr...
Para tentara itu tumbang terkena tembakan.
Di sisi lainnya,para pasukan Ninja menembak tentara yang selamat dari ledakan.
Door...Dooor...Dooorr...Dooorr....
Dooorr....Doorr...Doorr...Doorr...
Ki Kartolo yang berada dalam mobil menggunakan ajian Rogoh Sukmonya,lalu melesat ke dalam.
Bayu bersama pasukannya keluar dari mobil,lalu berlari ke arah pintu masuk.
Jantung Bayu berdetak lebih kencang, adrenalinnya terpacu.
Tangan kanan memegang senjata pistol.
Semua pasukan mengepung bangunan tersebut. Mereka menembaki setiap orang yang mereka temui.
__ADS_1
Bayu berlari mengejar musuh. Ia sempat melihat sukma ki Kartolo melewati dirinya.
" Itu kan pakde" ucap Bayu dalam hati sambil berlari menaiki tangga.
Sebuah bom granat meluncur ke arah dirinya.Ia bergerak ke samping memghindari granat tersebut sambil memejamkan mata,takut sepihannya mengenai mata dan karena granat itu tepat mengenai dadanya.
Lalu granat itu meledak saat Bayu menghindar.
Booom....
Bayu tepental kesamping.Beruntung ia hanya sendirian.
Seorang tentara keluar setelah melempar granatnya.
" Juancook..." ucap Bayu,lalu menembak ke tentara tersebut tepat di kepalanya.
Dooorr.....
Tentara itu tumbang dengan dahi berlubang akibat terkena tembakan.
Bayu bangun lalu menembaki musuh yang ia temui.
Dooor...Dooor.... Dooorr...Doorr...
Ceklek...Ceklek...
Amunisi di dalam pistol habis,lantas Bayu menarik pedang katananya.
Bayu menebas musuh yang ia temui,namun ia tak menyadari,kalung yang ia pakai terlepas karena terkena ledakan granat tadi.
Baju yang Bayu kenakan robek .
Ki Kartolo muncul di hadapan Bayu.
" Le...Pakde menemukan mereka di ruang bawah tanah..." ucap ki Kartolo.
" Siap pakde....Tunjukkan jalannya.." ucap Bayu.
Ki Kartolo menuntun Bayu menuju ruang bawah tanah.
Di saat Bayu berlari menuju ruang bawah tanah,Akiro melihat Bayu.
" Aku tak menemukan mereka " ucap Akiro.
"# Ikut Bayu paman..."
" #Mereka ada di ruang bawah tanah." ucap Bayu.
Akiro lantas mengikuti Bayu bersama para pasukannya.
Setelah sampai di pintu masuk ruang bawah tanah. Mereka meledakkan pintu tersebut. Ki Kartolo kembali ke raganya.
Booom....
Pintu ruang bawah tanah hancur.
" Biar aku saja yang ke sana." ucap Bayu.
Bayu berlari masuk ke dalam saat debu masih berterbangan.
Dorr...Dooorrr....Dooorr...Doorr...
Bayi di sambut tembakan. Beruntung Akiro dan yang lainnya tak di depan pintu.
Bayu melihat 26 orang berkumpul.
1 orang tentara bersama mereka menembak ke arah Bayu.
Doorr...Doorrr...Doorr..
Bayu melempar shuriken ke tentara tersebut.
Wuuut....
Jleebb....
Shuriken mengenai leher tentara.
Zue Lin dan keluarganya ketakutan,sebab sosok yang di tembaki tentara tak mati.
" Siapa kalian? Dan kalian mau apa?...."ucap Zuen Lin
" * Kalian telah membunuh seorang bayi dari keluargaku..."
" * Kalian harus mati..."ucap Bayu.
Bayu menebas kepala Zue Lin hingga teputus,lalu menyerang yang lainnya.
Satu persatu Bayu menebas keluarga Zue Lin,ada yang berusaha lari keluar,namun di sambut tembakan.
Dooor....Dooorr...Dooor....
"Tolong....Jangan bunuh saya" ucap wanita tua memohon.
"* Tak ada ampunan bagi kalian yang telah membunuh keluargaku..." ucap Bayu lalu menebas wanita tua tersebut.
Kemudian ada 3 anak kecil menangis karena ketakutan.
" Jika aku biarkan,mereka akan menuntut balas...Lebih baik aku bunuh saja.." ucap Bayu dalam hati.
Bayu menebas ke tiga anak kecil tersebut.
Akiro datang menghampiri Bayu.
" Gawat...Pihak militer menuju kemari Bay...Ayo kita segera pergi.." ucap Akiro.
" Iya paman..." ucap Bayu.
Bayu dan Akiro segera berlari.
Pasukan Han dan Hatake juga telah berhasil menumpas semua musuh,dan mereka sudah berkumpul di mobil.
Bayu keluar dari rumah itu lalu masuk ke dalam mobil.
Mereka kemudian meninggalkan bangunan tersebut.
Di saat Bayu melihat ke arah bangunan yang hancur,ia memegang dadanya.
" Eh...!!!?? Bayu terkejut.
Sebab biasanya Bayu merasakan ada yang menonjol di dadanya,yaitu sebuah kalung terbuat tempurung kelapa.
" Kalungku...."
Bayu melompat dari mobil.Lalu berlari ke arah bangunan.
Akiro ikut melompat mengejar Bayu.
" Ada apa Bayu - san?" ucap Akiro.
" #Kalung saya hilang...Paman tunggu saja di mobil...Aku tidak akan lama mengambilnya..." ucap Bayu.
" Jangan...Pihak militer menuju kemari.." ucap Akiro.
"# Maaf paman,kalung itu sangat berharga bagiku...Aku tak ingin kalung itu hilang...Paman kembali saja..." ucap Bayu.
Bayu mengerahkan kekuatannya.Ia berlari sangat cepat menuju bangunan tersebut.
Akiro kembali ke mobil yang berhenti,karena Bayu dan Akiro melompat.
10 menit kemudian.
2 buah helikopter melesat ke arah bangunan melewati mobil truk rombongan Bayu.
" Sial...Mereka membawa pesawat militer.." ucap Akiro.
Mobil itu mau tak mau meninggalkan Bayu yang pergi mengambil kalung.
Terdengar suara ledakan hingga ke rombongan Bayu.
BOOOMMM.....
BOOOMMM....
BOOOMMM....
BOOOMMM....
BOOOMMM...
BOOOMMM...
Semua orang di dalam truk itu terkejut.
Muncul lagi 4 helikopter melesat ke markas Zue Lin.
Akiro tak bisa berbuat banyak,ia hendak menyusul Bayu tak bisa. Sebab jaraknya sangat jauh.
---***---
Di sisi Bayu sebelum helikopter militer datang.
Nampak Bayu mencari kalungnya di tempat di mana ia terkena granat.
" Mana kalungku..."
Bayu celingukan mencari kalung tersebut.
" Jiancook..."
Bayu menyusuri jalan,berharap kalungnya ketemu. Ia tak mau kehilangan kalung itu,sebab kalung itu membawa kenangan bersama pacarnya yang kini menjadi istrinya.
" Nah...Ini dia..."
Bayu menemukan kembali kalungnya.
Tiba - tiba ia mendengar suara helikopter.
" Diampuut..."
" Mereka datang lagi..."
Bayu terkena sorotan lampu helikopter. Lalu sebuah rudal meluncur ke arahnya.
" Bajingan...." ucap Bayu lalu cepat cepat menghindari serangan tersebut.Bayu mengerahkan semua tenaganya untuk berlari.
BOOMM...
BOOMM...
Sebuah rudal meledak di belakang Bayu.
BOOOM...
Bayu terpental terkena ledakan. Namun ada sebuah cahaya hijau menyelimuti tubuh Bayu,agar Bayu tak terbakar.
BOOOM....
Sebuah batu menghantam kepala Bayu.
Duuughh...
" Allaaah...Hu.." ucap Bayu tak sempat menyeselaikan ucapannya pingsan.
Byuuuurrr........
Bayu tercebur ke sungai yang alirannya sangat deras. Sebab selama 4 jam hujannya turun sangat .
Para tentara menembaki bangunan tersebut,karena informasi yang mereka terima,keluarga Zue Lin Fang Qing berada di ruang bawah tanah,sehingga aman bila mereka menggunakan senjata berat untuk melenyapkan musuh.Dan mereka mendapat laporan,bahwa penjaga yang bertugas tak merespon saat di panggil memakai radio di kala ada serangan datang.
BOOOM....
BOOOM....
BOOOM....
Kemudian mereka menghentikan aksinya,lalu mendaratkan helikopter tersebut.
Para tentara turun dari Helikopter,lalu bergerak maju menuju bangunan yang hancur porak poranda.
Mereka menyusuri bangunan itu sambil mengarahkan senjatanya.
Tubuh Bayu nampak terbawa arus yang bergitu deras.
.
.
TAMAT.
.
.
.
.
.BELUM TAMAT
Masih berlanjut.😊.
Kita saksikan dulu iklan yang mau lewat.
__ADS_1