
Ku berjalan kaki menuju rumah sambil melihat sekitar,Lalu ku lihat ke langit.
Nampak bulan bersinar menerangi kota Jakarta.
Laura muncul kembali di depanku.Lalu ku berhenti.
"Bang..." ucap Laura.
" Opo Ra.." ucapku.
" Abang kemana saja..."
" Kata ibu,abang meninggal. Tapi kok masih hidup.." ucap Laura.
Ku berjalan lagi,Laura mengikutiku,ia terbang melayang di sampingku.
" Aku ada perlu Ra.."
" Sempat hilang ingatan lebih setahun.."
Tiba - tiba aku teringat jika Laura bisa mencari orang yang aku cari.
" Nah...Aku punya tugas untukmu..Kamu mau gak terima tugas ini?" ucapku sambil menoleh.
" Wani piro bang.." ucap Laura sambil memainkan jari tangannya.
" Jancook...Hantu kok mata duitan ngene iki koyok Jin 76 aja..." ucapku.
" Becanda bang..." ucap Laura.
" Aku mencari orang..."
" Aku menduga mereka yang telah membunuh Putri.." ucapku.
" Gue dengar seh memang begitu bang.."
" Ada yang membunuhnya.." ucap Laura.
" Kamu bisa mencari pelakunya kan Ra? Kalau berhasil,aku akan memberi uang untuk orang tuamu.." ucapku.
" Bisa bang..."
Tiba - tiba ada pocong muncul di depanku yang jaraknya 3 meter.
" Ngapain lu di sini...Pergi sonooo.." ucap Laura.
" Dia kangen sama kamu Ra.." ucapku.
Saat ku lewati hantu pocong
Hantu poncong melompat - lompat di sampingku,kakinya tak menyentuh tanah.
" Najis gue sama dia bang..." ucap Laura.
" Nanti aku panggilkan yang lain untuk membantumu Ra.." ucapku.
Ku lihat ada sorot lampu dari belakang,lalu kumenoleh ke belakang.
" Siapa yang bantu gue bang ?.." ucap Laura.
Ku lihat ada dua orang pengawal naik sepeda motor.
" Loh pak...Kok jalan kaki" ucap pria yang membonceng.
" Iya pak...Sekalian ukur jalan..." ucapku.
" Mari pak...Kami duluan.." ucap pria itu lagi.
" Monggo..." ucapku.
Setelah mereka agak menjauh.
" Aku punya anak buah juga Ra...Mereka hampir sama denganmu..."
"Besok siang kamu jangan kemana - mana ya..Nanti aku panggil.." ucapku.
" Siap bang..." ucap Laura.
Laura menghilang dari pandanganku.
Tak terasa aku sudah sampai di rumah.
Ku lihat tak ada suara orang yang memgobrol,lalu ku berjalan ke kamarku berada,yang kini di tempati Ayu. Dulunya di tempati oleh Putri.
Sesampai di depan pintu kamar,ku putar gagang pintu.
Ceklek...Kriiieeet....
Nampak Ayu sudah tertidur.
Kututup perlahan agar Ayu tak terbangun.
" Shujin..." ucap Ayu.
Ku menoleh ke Ayu.Nampak Ayu terduduk.
" Asem...Dia tahu kalau aku masuk,apa dia belum tidur ya.." ucapku dalam hati.
" Iya yomesan..." ucapku.
" Tadi dari mana?" ucap Ayu.
Ku berjalan mendekati Ayu.
" Habis kerumah Melisa..."
Ku duduk di tepi ranjang dekat dengan Ayu.
" Begini yomesan.."
Ku ceritakan saja apa yang terjadi pada dia,sebab Ayu adalah istriku.
" Yomesan masih ingat apa enggak saat di Bali,aku menemuimu di kamar sebelah lalu ada Melisa" ucapku.
" Ingat..." ucap Ayu.
" Terus Melisa ikut ke kamarku.." ucapku.
" Hemm...Iya..Ada emangnya shujin?" ucap Ayu.
" Di saat aku bercinta dengan Aisyah.."
Aku ceritakan saat Melisa memberi tahu akan janjiku padanya,hingga aku menyetuhi Melisa. Ayu nampak kaget saat aku bercerita.
" Ternyata Melisa telat datang bulan setelah aku menyetubuhinya. Maafkan aku yomesan"
" Aku tidak bisa menjaga keluarga ini "
" Karena Melisa hamil,aku akan menikahinya,sebagai pertanggung jawabanku pada Melisa.."ucapku.
" Jadi shujin mau menikahi adik Mel? " ucap Ayu.
" Iya.. Jika kalian tak setuju,maka aku akan malu.."
" Malu pada diriku dan juga pada keluarga besarku..." ucapku.
" Selain Melisa,siapa lagi wanita yang shujin hamili?" ucap Ayu.
" Tak ada.." ucapku.
" Shujin yakin?" ucap Ayu.
"Yakin.."
" Karena gadis yang aku setubuhi selama hilang ingatan hanya Melisa,Xiang dan Aisyah saja aku buangnya di dalam. "
" Aisayah memakai sesuatu agar tidak hamil.." ucapku.
" Xiang pacar sekaligus istri shujin yang ada di China?"ucap Ayu.
" Iya..Meskipun dia istriku,tapi aku sudah melupakannya,karena dia keluarga musuh kita. Kan aku sudah cerita ke yomesan.." ucapku
" Jika shujin jadi menikah dengan adik Mel,lalu bagaimana dengan ibu shujin?Apakah tinggal bersama kita"
" Di rumah kamarnya hanya 5 saja.." ucap Ayu.
" Halaman rumah kan masih luas,nanti bangun lagi ruangan buat kamar yomesan."
"Kenapa belum tidur? " ucapku.
" Sudah tertidur,hanya tadi mendengar suara pintu terbuka"
" Apakah Ana ( Diana) tahu jika adik Mel hamil? " ucap Ayu.
" Belum...Sebab Mel baru memberitahukannya.."
" Dan aku sudah berbicara pada ayahnya.." ucapku.
" Lalu..Apa kata paman Zhao?"ucap Ayu.
Ku ceritakan saja semuanya saat aku berada di rumah Melisa.
" Begitulah..."
Ku lihat jam tangan.
" Ayo bobo yomesan...Nanti aku telat bangun sahur.." ucapku.
***
Pagi hari.
Aku telah meminta tolong kepada salah satu pengawal untuk memperbesar foto,agar nanti bisa di lihat dengan jelas oleh para prajurit Kumala Sari.
Saat ini aku bersama ke dua istriku,Aisyah, dan Sulis berada dalam kamar ibuku untuk membicarakan masalah Melisa.
" Bakklah,terima kasih sudah hadir."
" Maaf ibu memanggil kalian semua.." ucap ibuku.
Tok...Tok...Tok...
" Biar aku saja.." ucapku lalu berjalan ke pintu.
Ceklek...Ceklek....Kriiieeet...
Pintu terbuka,nampak Melisa berdiri di depan pintu.
" Masuk Mel..." ucapku.
Melisa masuk ke dalam,Aku menutup pintu tak lupa memguncinya lalu kembali ke tempat semua.
Ayu dan Diana berada di tempat tidur,sementara yang lain berdiri kecuali ibuku yang duduk di tepi tempat tidur.
" Ini membahas tentang Melisa.."
" Aisyah sudah tentu paham,saat kejadian di Bali waktu itu.."
" Ibu tahu saat malam itu kalian melakukan apa di kamar,"
Aisyah terkejut,bahwa dirinya di ketahui oleh ibunya Bayu,begitu juga dengan Melisa. Sementara Diana tidak terkejut,sebab Ayu telah memberitahu lebih dulu.
" Ibu ingin mendobrak pintu,tapi takut ketahuan oleh para tamu."
" Akibat dari perbuatan itu,kini Melisa hamil.." ucap ibuku.
" Apaaa....!!!" Sulis terkejut.
" Kamu hamil Mel? Siapa yang menghamilimu?" ucap Sulis.
" Kalian diam dulu,ibu belum selesai bicara.."
" Aisyah...Apakah kamu menceritakan tentang Melisa kepada orang tuamu?" ucap ibuku.
" Tak..Saye tak ada kisah kepada orang tua saye,jangankan Melisa. Saye tak berani bercerita tentang perzinahan Bayu dengan wanita lain,selajn kepada ibu dan juga kak Diana dan Ayu" ucap Aisyah.
" Mel..."
Melisa menundukkan kepala,tak berani mendongakkan kepalanya. Badannya gemetar menahan rasa takut.
__ADS_1
" Sebenarnya ibu sangat marah dan kecewa pada Melisa..Mengapa anak ibu tega melakukan itu kepada sodaranya..Memanfaatkan Bayu yang sedang lupa ingatan.."
" Kamu juga Bayu..Kenapa kamu tega melakukan itu pada adikmu sendiri?"ucap ibuku menahan amarah terlihat dari ia mengepalkan tangannya. Jika tidak,pasti tangan ibuku sudah melayangkan tangannya.
" Maafkan Bayu bu.." ucapku.
" Ji...Ji..Jika kak Bayu tidak menikahi Mel.."
" Tidak apa - apa bu..Mel yang salah.." ucap Melisa.
" Memang kamu salah Mel...."
" Sekarang ibu mau tanya,setelah kamu melakukan itu pada Bayj,apakah kamu ada bermain dengan pria lain..?"
Melisa terdiam.
" JAWAAAB..." ucap ibuku membentak.
" A...A...Ada bu.." ucap Melisa.
" Jiangkrek...Ternyata dia ada ngentu sama cowok lain.." ucapku dalam hati.
" Kapan dan sama siapa?" ucap ibuku.
" 2 minggu yang lalu bu. Ta..Ta..Tapi Mel melakukan itu hanya sekali saja bu,karena karena tiba - tiba Mel merasakan sesuatu di dalam tubuh Mel.."
" Te..Terus pacar Mel menyentuhku,dan Mel tak dapat menanan diri bu.." ucap Melisa.
" Sial...Pacarnya Mel memasukkan sesuatu dalam makanan atau minuman,sehingga Mel menjadi sangeek.." ucapku dalam hati.
" Di mana kamu melakukannya?" ucap ibuku.
" Di rumah pacar Mel.." ucap Melisa.
" Apakah hanya satu kali kamu melakukan itu?" ucap ibuku.
Melisa mendongakkan kepalanya.
" Demi tuhan,dewa Langit dan dewa bumi. Apa yang Mel katakan adalah kejujuran bu.." ucap Melisa.
"Baiklah..Ibu percaya.."
" Acara pernikahan kalian di adakan tertutup,tak ada orang luar yang datang, hanya orang tua kalian saja yang ada di sini.."
" Ibu lakukan itu atas pertimbangan dari keluarga besar Han dan juga keamanan.."
"Untuk Melisa..."
" Apakah kamu mau mau islam? " ucap ibuku.
" Untuk apa Mel masuk islam bu?" ucap Melisa.
" Karena kamu akan menikah dengan Bayu,bila beda agama itu tak boleh dalam islam..."
" Jadi..Apakah kamu mau masuk agama islam?" ucap ibuku.
" Ma..Mau bu..." ucap Melisa.
"Setelah kalian menikah,kalian tinggal di Sragen.."
" Jangan pernah berkeliaran di Jakarta..."
" Gunakan cadar kalian,bila keluar rumah..." ucap ibuku.
" Maaf bu.." ucapku.
" Ya..Ada apa?"ucap ibuku.
Ku tahu ibuku masih marah,biasanya memanggilku nak atau sayang.
"Apakah ibu tinggal bersama kami?"ucapku.
"Tidak..."
"Kalian harus belajar mandiri,dan kamu juga sudah dewasa.."
Air mataku keluar,karena aku telah membuat ibu marah akibat perbuatanku.
" Ibu menjaga Ayu dan Diana karena kamu tidak ada,apakah kamu paham?" ucap ibuku.
" Paham bu.." ucapku.
" Hari Sabtu kalian menikah,setelah itu kalian akan tinggal di Sragen tanpa mobil mewah,tanpa pengawal,dan barang - barang mewah lainnya.."
" Ibu gak mau cucu ibu menjadi orang malas karena di manja dengan kekayaan..."
" Jadi,poin yang ibu sampaikan tadi adalah"
" Melisa akan menikah dengan Bayu karena Melisa telah hamil anak Bayu.."
" Ke dua,setelah kalian menikah,kalian tinggal di Sragen,tanpa pengawal,tanpa barang mewah.. Hiduplah menjadi orang sederhana.."
" Itu saja yang mau ku sampaikan pada kalian.."
" Kalian keluarlah..Kecuali Bayu,dan untuk Melisa,tunggu di luar." ucap ibuku.
Mereka kemudian keluar kamar ibuku. Setelah mereka keluar,ibuku melepas cadarnya lalu memelukku.
" Maafkan ibu ya sayang..Ibu gak marah sama kamu tadi nak..." ucap ibuku.
Rupanya ibuku melihat aku mengeluarkan air mata.
" Ibu gak salah kok,"
" Bayu yang salah.." ucapku.
Emmmuaachh...
Emmmuaacch...
Ibuku mencium kedua pipiku lalu menatapku.
" Ibu lakukan itu,agar kamu bertanggung jawab atas apa yang sayang lakukan.."
"Jaga mereka...Ajarkan mereka ilmu agama"
" Terutama Melisa.."ucap ibuku.
" Masukkan cucu ibu ke pondok ya sayang..Agar mereka menjadi seperti sayang yang pintar ilmu agama" ucap ibuku.
" Iya bu... "
"Lalu bagaimana tentang Bayu yang sebagai penerus pimpinan keluarga Han bu?"ucapku.
" Serahkan pada yang lain,atau ke ayahnya Diana.."
" Ibu lihat dia pintar mengatur perusahaan.."ucap ibuku.
" Bayu dah janji mau bantu mbah buyut bu?" ucapku.
" Fokus kepada keluargamu,jika sayang di Jakarta. Cepat atau lambat akan ketahuan oleh pihak militer China." ucap ibuku.
Selama tinggal di Sragen,ku merasa tidak cocok,lalu ku utarakan saja pada ibuku.
" Bayu ingin tinggal di Jogja bu,ingin menjadi petani,Bayu gak betah di Sragen bu.." ucapku.
" Rumah di sana kecil.." ucap ibuku.
" Ya di besarin lagi bu... Ya bu.."
" Biar Bayu ada kegiatan bu..."
" Setiap pagi ke sawah..Ya bu...Plissss..." ucapku.
" Baiklah..." ucap ibuku.
Ku peluk ibuku.
" Terima kasih bu...Bayu sayang ibu.." ucapku
Tiba - tiba Kumala sari muncul di kamar ibuku.
Ibuku melihat ke Kumala Sari.
" Kalian mau bercinta .?" ucap Kumala Sari.
" Mau apa kamu kemari?" ucap ibuku.
Ku lepas pelukanku.
" Mau apa? Apa kamu sudah lupa atau pikun?"
" Sudah tentu aku ke sini mau jemput suamiku" ucap Kumala Sari.
" Nah kebetulan cantik datang..."ucapku, rencanaku nanti siang akan memanggil dia. Tapi berhubung sudah datang,maka sekalian saja.
" Ada apa suamiku?" ucap Kumala Sari.
" Aku mencari seseorang,kepolisian sampe sekarang belum menemukannya.."
" Bu...Bayu ke kamar dulu ya,mau ambil foto.."ucapku.
" Iya sayang.." ucap ibuku.
" Mari cantik ..Ikut aku aku" ucapku.
Ibuku membuka pintu ,lalu aku keluar dari kamar ibuku.
" Masuk Mel.." ucap ibuku di balik pintu.
Melisa yang berdiri di dekat pintu lalu masuk ke dalam.
Sesampai di kamarku ,tak ada Ayu. Ku berpikir mungkin istriku berada di kamar Diana atau Sulis. Ku kunci aja pintu mamar.
Lalu ku mengambil tumpukan kerta bergambar Sebastian dan Hendi,lalu menunjukkan foto Sebastian dan Hendi yang berukuran kertas A 4 Ke Kumala Sari d. Sebab Sebastian dan Hendi belum di temukan,sisanya sudah,namun berada di luar Jakarta,sehingga mereka lepas dari dugaan. Polisi juga gak bisa menjerat pelaku karena tak ada barang bukti yang cukup kuat.
" Ini namanya Sebastian,sampai sekarang belum di temukan.."
" Lalu ini Hendi.."
Kumala Sari memperhatikan foto Sebastian dan Hendi.
" Jika berhasil memukan,aku akan membawanya ke rumah pakdeku untuk menghipnotisnya,agar dia tidak berbohong saat aku bertanya.." ucapku.
" Kenapa tidak kamu saja yang menghipnotisnya dan mencarinya suamiku" ucap Kumala Sari.
" Jakarta ini luas,dan juga aku sibuk,lalu aku gak bisa menghipnotis cantik." ucapku.
" Sebentar " ucap Kumala Sari menggerakkan kedua tangan dan jari,lalu mengarahkan jari telunjuknya padaku.
Terlihat sinar hijau melesat di keningku.
"Apa yang cantik berikan padaku?"ucapku penasaran. Seperti waktu itu memberikan sebagian ilmunya padaku.
"Agar sayang bisa mengendalikan orang lain,dan bisa membuat orang berkata jujur."ucap Kumala Sari.
"Terima kasih cantik.. "
" Laura...Laura...Muncullah.." ucapku.
"Siapa yang kamu panggil suamiku?" ucap Kumala Sari.
Laura muncul di dekatku,dia kaget melihat Kumala Sari.
" Diam jangan bicara.."
Sengaja aku katakan itu agar Laura tidak berkata macam - macam pada Kumala Sari.
"Dia adalah ratu Kumala Sari..."
" Cantik...Dia adalah Laura,wanita yang ku temukan di rumah sakit,lalu mengikutiku" ucapku.
" Panggil aku kanjeng Ratu,jika tidak. Aku akan menghukummu.." ucap Kumala Sari.
"Bang... Tante itu beneran seorang ratu?" ucap Laura.
" Iya..."ucapku.
Ku katakan maksud dan tujuanku kepada Kumala Sari.
__ADS_1
Akhirnya Kumala Sari membawaku dan juga Laura ke Istana. Laura terkejut ketika berada di istana.
" Jangan kemana - mana,di sini saja.."
Kumala Sari memanggil semua prajuritnya.
Tak lama kemudian muncul semua pasukan Kumala Sari.
"Silahkan suamiku.." ucap Kumala Sari.
"Terima kasih..."
Ku bagikan foto Sebastian dan Hendi kepada pranurit.
"Itu adalah pria yang aku cari..."
" Kalian pergi cari orang yang ada di foto itu,Dia ada di Jakarta "ucapku.
" Baik gusti prabu.." ucap para prajurit.
" Kalian cari setiap tempat. Ayo ikut aku.." ucapku.
Lalu aku kembali ke kamarku bersama para prajurit serta Kumala Sari dan Laura.
" Laura..." ucapku.
" Iya bang.." ucap Laura.
" Kamu jangan panggil dia bang,dia adalah suamiku,kamu harus memanggilnya gusti prabu.." ucap Kumala Sari.
" Iya gusti prabu.." ucap Laura.
" Ikut bersama para prajuritku mencari sebastian.." ucapku.
" Baik gusti prabu..." ucap Laura.
Laura bersama prajurit kerajaan menghilang.
" Aku bilang dulu ke istriku ya cantik,nanti mereka mencariku jika aku pergi begitu saja tanpa pesan.." ucapku.
" Baik suamiku..Aku akan menunggumu.." ucap Kumala Sari. Lalu menghilang.
Ku buka pintu kamar,lalu mencari Ayu dan Diana untuk memberitahu bahwa 2 hari aku tidak ada di rumah.
;***
Non Pov.
Di suatu tempat masih di wilayah Jakarta.
Nampak seorang pria duduk di sofa di temani gadis cantik yang memakai pakaian mini.
Ponsel yang ada di meja bergetar. Lalu gadis itu mengambil ponsel itu ke.udian memberikan ke pria di sampingnya.
Pria itu melihat ke layar lalu menerima panggilan.
" Ada apa?" ucap pria itu.
" Polisi sedang menyelidiki kasus kecelakaan itu bos.." suara pria.
" Apa lu di tanya sama polisi.?" ucap pria itu.
" Tentu saja,gue di tanya.." suara pria.
" Lu jawab apa? "ucap pria itu.
" Gue jawab apa yang seperti bos katakan.." suara pria.
" Bagus..."
" Jika lu bocorin,maka lu bisa mati,juga keluarga lu.." ucap pria itu.
" Tenang saja bos,mereka tidak punya barang bukti,jadi santai saja..." suara pria.
" Oh iya..Apa lu sudah ada ke Cafe Mantan?" ucap pria itu.
" Belum bos...Besok gue kesana.." suara pria.
" Kabari jika melihat Bayu atau istrinya,juga cari informasi di mana Bayu. Tapi harus berhati - hati. Jangan bertanya pada pelayan Cafe,nanti mereka curiga.." ucap pria itu.
" Siap bos...Beres.." suara pria.
----****----
China.
Detektif Chen telah mendapatkan sebuah bukti bahwa Jiang(Bayu) salah pemuda di salah satu rombongan wisatawan,namun belum tahu siapa nama aslinya. Kemudian membentuk sebuah tim untuk mencari alamat yang terdapat di daftar tamu hotel yang dulu pernah Bayu menginap.Tim itu berpencar mencari orang - orang yang menginap di hotel itu,sambil membawa foto Bayu.
Nampak Detektif Chen berjalan ke sebuah kantor polisi yang berada di desa terpencil,di temani seorang tentara yang menyamar sebagai asisten detektif Chen.
Di saat detektif Chen masuk,terdapat 3 orang polisi. Ia pun mendatangi salah satu polisi yang semuanya pria.
" Selamat siang pak..Ada yang bisa kami bantu.." ucap polisi 1.
" Siang juga.."
Detektif Chen mengeluarkan pengenalnya,lalu mengeluarkan berkas yang berada dalam tas. Sengaja ia datang ke kantor polisi,karena polisi itu hapal dengan daerah desa tempat ia bekerja.
Detektif Chen mengeluarkan foto Bayu
" Kami mencari pria yang ada di foto" ucap detektif Chen.
Polisi itu memperhatikan dengan seksama foto Bayu.
" Apakah anda pernah melihat atau mengenalnya?" ucap detektif Chen.
" Tidak pak.." ucap polisi 1.
" Yakin anda tidak pernah melihatnya..?"
" Sebab menurut petunjuk yang aku dapat,pria ini tinggal di desa ini,dan lahir di desa ini" ucap detektif Chen.
" Sangat yakin pak detektif.."
" Saya tinggal di desa ini selama 25 tahun,tapi tak pernah bertemu dengan pria ini" ucap polisi 1.
Ke 2 rekannya mendekat,lalu melihat ke foto.
" Apakah kalian ada melihatnya?" ucap detektif Chen.
" Tidak pak...Saya baru 6 bulan bertugas." ucap polisi 2.
" Pak Hong saja yang telah lama tinggal di sini saja tidak tahu,apa lagi saya pak.." ucap polisi 3.
Detektif Chen memgambil berkas satunya,lalu mencoret di sebuah kolom alamat.
Nampak sudah 68 tempat yang pernah singgahi baik dirinya maupun Tim yang lain,namun belum menemukan petunjuk lagi. Baik itu dirinya,maupun Timnya. Sisa 1 tempat yang belum ia kunjungi,kebetulan tempat itu dekat dengan posisi dia berada.
" Jika kalian menemukan pria ini,hubungi aku. Ada nomorku di sini"
" Aku pamit undur diri dulu." ucap detektif Chen. Lalu keluar dari pos Polisi
" Jika di desa yang aku datangi juga tak menemukan Jiang,berarti dia bukan penduduk asli.." ucap detektif Chen dalam hati lalu masuk ke dalam mobil.
" Kita ke desa berikutnya.." ucap detektif Chen pada pria yang mengantarnya.
Mobil itu bergerak berjalan menuju desa berikutnya.
Setelah sampai,detektif Chen mendahangi kepala desa. Lalu menanyakan tentang Bayu.
" Aku tidak pernah melihat pemuda ini.." ucap kepala desa.
" Apakah bapak yakin?" ucap detektif Chen.
" Heemmm...Tunggu sebentar.."
" Iya.. Aku yakin sekali. Di desa ini hanya di huni 310 orang.."
" Aku hapal semua pemuda di sini.." ucap kepala desa.
" Baiklah pak...Terima kasih atas waktunya,aku permisi dulu.." ucap detektif Chen.
5 menit kemudian.
Detektif Chen berada dalam mobil,lalu mengambil ponselnya untuk memghubungi Mayjen Tang Shin.
Tuuut...Tuuut...Tuuut...
" Haloo..." suara Mayjen Tang Shin.
" Halo pak..Maaf aku mengganggu.."
" Hasil penyelidikan kami,tak menemukan. Jiang,bahkan aku sudah meninggalkan foto,jika ada yang melihat untuk menghubungiku " ucap detektif Chen.
" Baiklah..Terima kasih detektif Chen.." suara Mayjen Tang Shin.
****
Kediaman Xiang.
Nampak Xiang sedang belajar dengan guru pembimbing tentang tata cara berbisnis.
Mayjen Tang Shin berjalan mendekati Xiang.
Xiang menoleh ke arah Mayjen Tang Shin.
" Ada apa paman?" ucap Xiang.
Mayjen Tang Shin memberi kode ke guru les,untuk menjauh. Guru les itu pergi.
" Ini tentang Jiang..."
" Kata detektif Chen,dia bersama Timnya tak menemukan keluarga Jiang.." ucap Mayjen Tang Shin.
" Serius paman?" ucap Xiang tak percaya.
" Iya,aku serius.."
" Apakah ada hal lain yang di tunjukkan Jiang selama tinggal bersamamu?" ucap Mayjen Tang Shin.
" Di rumah hanya mengajatiku,lalu dia belajar bahasa inggris,lalu belajar bahasa indonesia.." ucap Xiang.
" Selain itu?" ucap Mayjen Tang Shin.
" Hanya lagu dari negara Indonesia" ucap Xiang.
" Apakah keluargamu mempunyai musuh yang berada di luar China atau keluargamu melakukan seauatu di luar negeri?"
Xiang menggeleng - gelengkan kepala.
" Apakah keluargamu pernah menculik atau membunuh orang?"ucap Mayjen Tang Shin.
" Hemmmm..."
" Aku pernah dengar,bahwa Xia Xing Tao menghilang di Indonesia bersama anak buahnya,namun alu gak tahu kenapa bisa menghilang" ucap Xiang.
" Kapan kejadiannya itu?" uvap Mayjen Tang Shin.
" Kurang lebih 2 bulan sebelum mereka menyerang keluargaku" ucap Xiang.
Mayjen Tang Shin lantas mengambil ponselnya,lalu memghubungi sang Jendral.
" Halo pak," ucap Mayjen Tang Shin.
" Ya ada apa?"suara sang Jendral.
" Hasil penyelidikan,detektjf Chen belum menemukan keluarga Jiang pak. Menurutku,Jiang seperti anggota pasukan khusus. Pandai memanipulasi data serta dapat memghapus rekaman CCTV di hotel.."
" Dan dugaan sementara Jiang berasal Korea Selatan dan Indonesia" dariucap Mayjen Tang Shin.
" Apakah bandara sudah di periksa rekaman CCTVnya?" suara sang Jendral.
" Siap..Belum pak.." ucap Mayjen Tang Shin.
" Periksa rekaman CCTV"
" Terutama rekaman pemeriksaanidentitas dari berbagai negara.." suara sang Jendral.
" Siap laksanakan.." ucap Mayjen Tang Shin.
__ADS_1
"