SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
PERTEMUAN TAK DI SENGAJA


__ADS_3

Kemudian Zhang kembali ke dalam mobilnya.


"Di mana kamu cucuku... Maafkan kakek ... Jikalau tahu akan seperti ini,maka aku tidak akan merahasiakannya.." ucap Zhang dalam hati.


Tiba - tiba ia teringat sesuatu yang begitu penting.


Zhang kemudian mengambil hapenya.Lalu menekan kontak.


"Hallo Tuan besar.." suara Dewi.


"Bayu keluar memakai mobil apa?" ucap Zhang.


"Mobil Rubicon Tuan besar.." suara Dewi.


"Terima kasih" ucap Zhang.


Zhang mematikan hapenya,lalu mencari kontak lainnya.


"Iya bos..." suara di telpon.


"Lacak mobil Robicon Plat B 4 YUU.Sekarang..." ucap Zhang.


"Siap bos...Laksanakan.."suara di telpon.


Zhang mematikan hapenya.


"Semoga saja Bayu masih memakai mobil itu.." ucap Zhang dalam hati.


10 menit kemudian


Hape Zhang Berdering.Lalu Zhang mengangkat panggilan tersebut .


"Bagaimana?" ucap Zhang.


"Mobil itu Berada di Palembang bos..." suara di telpon.


"Kirim alamatnya,dan terus pantau pergerakannya.Bila dia pindah lokasi kabari aku.." ucap Zhang.


"Siap bos...." suara di telpon.


Panggilan itu terputus.


"Jakankan mobil...Kita ke Palembang.." ucap Zhang pada supirnya.


"Siap tuan.." ucap supir.


Mobil itu kemudian berjalan menjauhi rumah Hana.


----***---


Pukul 3.30


Sebuah mobil Rubicon warna hitam metalik membelah jalan raya.


"Bu...Kita mau kemana?" ucap seorang pemuda yang sedang menyetir bingung arah tujuan.


Di samping pemuda itu ada seorang wanita berjilbab yang sedang tidur.


"Jalan saja terus nak.." ucap seorang wanita bercadar.


Mereka ada Bayu,Hana dan Hinata.


Mobil itu berada di jalan Tol.


Di kepala Bayu.. Muncul banyak pertanyaan. Mengapa tiba - tiba ibunya mengajak mereka pergi dari rumah,lalu kenapa tak pulang ke jogja tapi malah ke luar pulau jawa.Jika di tanya,selalu jawaba ibunya,ikuti saja ucapan ibu..Tidak usah banyak tanya. Mau tak mau Bayu diam saja. Hapenya pun di suruh nonaktifkan.


Bayu melihat ke arah jarum bensin.


"Hem....Sisa separo..." ucap Bayu dalam hati sambil menyetir.


Tak lama setelah itu,Bayu melihat rest area.Bayu membelokkan mobil tersebut untuk istirahat sejenak,karena badannya terasa letih.


"Bu...Kita istirahat di sini ya.." ucap Bayu.


"Iya..." ucap Hana.


Bayu keluar dari mobilnya,kemudian berjalan ke mini market yang buka 24 jam.


Bayu mendorong pintu yang terbuat dari kaca kemudian masuk ke dalam.Lalu berjalan ke arah tempat stand makanan ringan,Bayu mengambil beberapa bungkus kemudian memasukkan dalam keranjang,lalu berjalan ke arah tempat minuman,Bayu mengambil minuman,setelah itu berjalan ke kasir.


"Mbak.... Rokok Surya 16 2 bungkus ya,sama korek 1.." ucap Bayu.


Kasir mini market memgambil rokok yang di pesan Bayu,lalu memghitung semua belanjaan Bayu.


Bayu membayar ,lalu berjalan keluar menuju mobilnya.


Setelah sampai di mobil,Bayu meliahat ibunya tertidur.


Bayu memutuskan untuk duduk di luar.


Bayu duduk agak jauh dari mobilnya,lalu mengambil teh kotak dan rokok surya serta korek.


Pikiran Bayu saat ini sedang pusing memikirkan apa yang sebenarnya terjadi.


"Bismillah..." ucap Bayu.


Glek...Glek...Glek..Glek... Bayu meminum teh kotak.


Bayu tak meneruskan puasa mutihnya,karena pikirannya sangat kacau.

__ADS_1


Setelah itu ia mengambil rokok surya 16,lalu membakarnya.


Huuuuufft... Asap keluar dari mulut dan hidung.


"Bu... Apa yang sebenarnya terjadi? apakah ini tentang ayah? Jika iya... Bayu tidak segan - segan menghajar ayah bu.." ucap Bayu dalam hati.


Sebuah mobil Toyota Rush muncul dari arah tol ke arah rest area.Lalu mobil itu parkir di samoing mobil Bayu.


Bayu diam memperhatikan mobil tersebut.


Seorang pria berumur 40 an turun dari mobil,lalu di ikuti 2 orang pengawalnya.


"orang kaya mah kemana - mana selalu bawa pengawal..." ucap Bayu lirih.


Pria itu melihat ke arah Bayu yang duduk lesehan di lantai depan mini market.Lalu ia masuk ke dalam.


Bayu mengambil cemilan lalu membukanya,setelah itu memakan cemilan tersebut.


Tak lama kemudian,Pria yang masuk dalam mini market keluar,lalu menghampiri.


"excuse me. May I sit here with you " ucap pria itu.


Pria itu mengira Bayu adalah seorang turis mancanegara.


"Monggoo..." ucap Bayu.


"Eh...!!!?? pria itu terkejut.


"Maaf saya pikir anda adalah turis.." ucap pria itu.


Pria itu duduk di samping Bayu.


"Saya itu orang indonesia pak... Made In Indonesia.100 persen asli.. Bukan kaleng - kaleng." ucap Bayu.


"Ha...Ha...Ha...Ha.... Pria itu tertawa. Lalu ia memgambil rokok samsu kemudian menyalakannya. Setelah itu ia meminum kopi dalam kemasan botol.


Pria itu adalah Agus Irawan Mahendra.


"Maaf... Saya anda tadi orang Korea...Makanya saya memakai bahasa inggris.." ucap Agus.


Bayu meminum teh kotak lalu meng rokoknya.


"Ini masnya mau kemana?" ucap Agus.


"Gak tahu,saya ini hanya sopir... Di suruh ke sana ya saya ke sana,di suruh ke situ ya saya ke situ" ucap Bayu.


"Oooh.... Begitu... Lalu masnya dari mana?" ucap Agus.


"Dari jakarta pak...Bapak sendiri dari mana?" ucap Bayu.


"Saya dari Jogja... Ada rapat di sana. Lalu ada seorang Klien menawarkan investasi.." ucap Agus.


"Iya.... Investasi ternak ikan.. " ucap Agus.


Agus meminum kopi,lalu menghisap rokoknya.


"Itu bagus pak... Saya aja mau ternak ikan malah di omelin pak..." ucap Bayu.


"Di omelin....?


"Di omelin kenapa mas?" ucap Agus.


"Di omelin sama teman - teman saya.. Di rumah saya kan ada kolam renang tuh pak.. Kolam renangnya jarang di pakai.. Saya berencana mau naruh bibit ikan lele di situ... Eh malah teman - temanku mengomel dan juga mbak Dewi ikutan mengomel,ngomelnya mbak Dewi begini pak...


"Kang... Jangan di masukin ikan lele.. Nanti pak Saiful capek bersihinnya,dan tuan besar bisa mengamuk ke saya. (Bayu menirukan suara Dewi)


"Begitu pak..." ucap Bayu.


Ha....Ha...Ha...Ha...Ha... Agus kembali tertawa.


"Ya sudah saya gak jadi ternak Lele pak..


"Padahal lumayan hasilnya..." ucap Bayu.


Bayu kembali menghisap rokoknya,lalu membuang puntung rokoknya,kemudian mengambil sebatang lagi.Setelah itu membakarnya.


"Ya jelas di marahin lah mas.. Kolam renang itu ya untuk berenang. Bukan untuk ternak Lele.." ucap Agus.


"Ini bapak mau kemana?" ucap Bayu.


"Mau pulang mas..." ucap Agus.


"Ooo... Mau pulang... Pulang kerumah mana pak." ucap Bayu.


"Ya ke rumahku lah mas..." ucap Agus.


"Ooo... Kirain ke rumah janda pak..." ucap Bayu.


Ha...Ha...Ha...Ha...Ha... Agus kembali tertawa.


"Kalau saya ke rumah janda,begitu sampai dirumah.. Saya mendapat gamparan dari istri saya mas..." ucap Agus.


"Ya juga seh... " ucap Bayu.


"Emangnya mas pernah ke rumah janda?" ucap Agus.


"Pernah pak...Cuman ngantar bapaknya Nabila tetangga saya.... Waktu saya masih SMP.. Pas saya tanya bapak ngapain datang kesitu. Katanya nyuci kerisnya. Terus dia bilang jangan beri tahu pada istrinya.. Begitu pak.." ucap Bayu.


"Waahh... Itu namanya ngen**t mas..bukan nyuci keris..." ucap Agus.

__ADS_1


"Ya saya mana tahu pak..." ucap Bayu.


"Ya sudah mas... Saya mau lanjut lagi" ucap Agus.


Agus kemudian berdiri.


"Iya pak...Hati - hati... Kalau ketemu sama cewek pakai daster putih di jalan,bapak jangan berhenti." ucap Bayu.


"Kenapa gak boleh berhenti mas.." ucap Agus heran.


"Itu mbak Kunti sedang menunggu mas pocong" ucap Bayu.


Ha....Ha...Ha...Ha...Ha...Ha... Agus kembali tertawa.


"Saya pergi dulu.." ucap Agus.


"Monggo ... Semoga selamat sampai di rumah pak.." ucap Bayu.


"Amin...." ucap Agus.


Agus berjalan ke mobilnya di ikuti pengawalnya.


Setelah masuk,mobil itu berjalan meninggalkan Rest area.


Bayu memghabiskan teh kotak,lalu membuang rokok.Setelah itu berjalan ke tempat sampah.


Pluung.... Sampah masuk ke dalam.


Setelah itu Bayu berjalan ke mobil.Lalu masuk dan menghidupkan mesinnya.


Bayu mengisi BBM terlebih dahulu sebelum meninggalkan Rest area.


Bayu turun dari mobilnya.


"Isi 200 rb pak.." ucap Bayu pada petugas SPBU.


"Dari angka nol ya pak.." ucap petugas SPBU.


"Iya... Oh iya... Subuh jam berapa ya pak?" ucap Bayu.


"20 menit lagi pak.." ucap petugas SPBU.


"Hem...Nanggung kalau lanjut,mending aku ke mushala aja.." ucap Bayu.


Petugas SPBU selesai mengisi BBM di mobil Bayu.


"Terima kasih pak.." ucap Bayu.


"Sama - sama pak..." ucap petugas SPBU.


Bayu mengemudikan mobilnya ke mushalla.


Setelah sampai di Mushalla.


"Bu....Ibu..." ucap Bayu.


"Hem...Iya nak..." ucap Hana.


"Shalat dulu ya bu..." ucap Bayu.


"Iya nak..." ucap Hana.


"Ayu san..." ucap Bayu sambil memegang pundak Hinata lalu menggoyangakan.


Hinata membuka matanya.


"Kita shalat dulu ya " ucap Bayu.


Mereka pun keluar dari mobil,lalu berjalan ke mushalla.


Setelah mereka selesai shalat.Mereka berjalan ke mobil


Hooaaaamm..... Bayu menguap karena mengantuk.


"Bayu san ngantuk?" ucap Hinata.


"Iya.. Ayu san..." ucap Bayu.


"Biar Ayu saja yang menyetir ya..Bayu san tidur saja.." ucap Hinata.


"Ayu san bisa bawa ini mobil?" ucap Bayu.


"Bisa...." ucap Hinata.


"Baiklah....Jangan terlalu ngebut ya sayang.." ucap Bayu.


"Hai..." ucap Hinata.


Akhirnya Hinata menggantikan Bayu menyetir.


Bayu duduk di belakang ,Hana duduk di samping Hinata.


Mobil Rubicon itu meninggalkan Rest area.


Bayu memperhatikan Hinata membawa mobil.


"Hem...Rupanya dia mahir...Ya sudah aku tidur saja.." ucap Bayu dalam Hati.


Bayu memiringkan kursinya,lalu memejamkan mata.

__ADS_1


__ADS_2