
Bayu berjalan keluar menuju Lift.
Sesampai di dalam Lift.
"Hem...Lantai 15 ya..
Bayu menekan angka 15 di tombol Lift.
"Jancoook....!!
Bayu kaget ketikaLiftnya turun
"Bikin kaget aja.
Jantung Bayu terasa mau copot,sebab ketika turun,rasanya berbeda saat naik.
Sesampai di lantai 15. Bayu keluar dari dalam Lift. Ia melihat banyak orang ber lalu lalang. Kemudian Bayu berjalan mendekati seorang pria memakai jas hitam.
"Permisi...Maaf pak... Ruangan Ibu Hana di mana ya?" ucap Bayu.
"Hana siapa?" ucap pria itu.
"Ibu Hana Oktaviana Han.." ucap Bayu.
"Anda siapa dan ada perlu apa menemui ibu Hana?" ucap pria itu.
"Saya Bayu pak,saya ingin memgantarkan berkas ke bu Hana.." ucap Bayu.
"Lurus aja lalu belok kanan kemudian belok kiri..." ucap pria itu.
"Terima kasih pak..." Bayu lalu berjalan meninggalkan pria itu.
"Buset dah...Rame banget di sini....
Bayu melihat orang - orang sibuk dengan pekerjaannya masing - masing.Ada yang mengetik di komputer,ada yang menulis di kertas,ada yang menelpon,ada pula yang mengobrol masalah pekerjaan.
Para Karyawati terutama yang masih single melihat ke arah Bayu yang sedang berjalan seorang diri memakai pakaian seragam kampus.
Seorang wanita muda berjilbab berjalan dari arah berlawan arah dengan Bayu membawa beberapa Map yang berisikan kertas berkas.
Wanita itu melihat ke arah Bayu,wanita itu terpesona akan wajah Bayu yang Tampan dan rupawan.
Di lantai terdapat sebuah pulpen,wanita itu berjalan menginjak pulpen tersebut karena pandangannya melihat ke arah Bayu. Kakinya terpleset akibat menginjak pulpen tersebut.
Jarak wanita itu dengan Bayu hanya berjarak 1 meter.
Bayu yang melihat wanita itu terpleset sigap menahan tubuh wanita itu agar tak jatuh ke lantai.
Wajah mereka bertemu hanya berjarak 30 cm.
"Tampan bangeet.... " ucap wanita itu dalam hati melihat wajah Bayu dari dekat.
"Ibu gakpapa...?" ucap Bayu sambil menahan wanita itu.
Wanita itu diam saja tak menjawab seperti terkena hipnotis.
Bayu menegapkan tubuh wanita itu,lalu memgambil kertas yang tercecer di lantai.
Setelah semua di kumpulkan,Bayu memberikan kertas tersebut pada wanita itu.
"Ini berkasnya bu.." ucap Bayu sambil menyodorkan.
Wanita itu tetap diam.
"Asem... "Sepertinya dia melamun." ucap Bayu dslam
Bayu menepuk pundak wanita itu agar tersadar.
Puk...
"Eh....!!!?? wanita itu kaget karena di tepuk oleh Bayu.
"Ibu gakpapa...?" ucap Bayu.
"Gakpapa terima kasih ya..." ucap wanita itu sambil menerima berkas tersebut.
"Sama - sama..." ucap Bayu lalu berjalan.
"Tungggu..." ucap wanita itu.
"Ada apa bu?" ucap Bayu tak menoleh ke arah wanita itu.
Wanita itu berjalan lalu berdiri di depan Bayu. Bayu menundukkan kepala.
"Kamu siapa? mengapa kamu ada di sini?" ucap wanita itu.
"Maaf bu... Saya ke sini ada keperluan. Permisi..." ucap Bayu lalu meninggalkan wanita itu.
Bayu yang baru pertama kali kekantor tidak tahu tata cara ketika ingin bertemu seseorang,tertutama yang di temuinya itu adalah bos besar.
Nampak seorang wanita berjilbab duduk di kursi sambil mengetik di komputer. Bayu melewati saja wanita tersebut.
Wanita yang di toling Bayu,mendekat ke arah wanita yang sibuk mengetik di komputer.
"Maaf bu.... Itu pemuda yang berjalan ke arah ruangan bu Hana itu apakah mahasiswa yang magang di sini?" ucap wanita A.
Wanita itu menoleh ke arah ruang bosnya.
"Eh....!!!??? wanita itu terkejut lanttas berdiri lalu berjalan cepat.
Bayu sampai di depan pintu ruangan ibunya yang bertuliskan Direktur utama Keuangan.
Wanita berjilbab yang mendatangi Bayu itu bertugas sebagai sekertaris Hana datang menghampiri.
"Maaf pak...anda siapa dan mau apa?" ucap wanita itu.
"Saya Bayu bu...Saya ingin menemui ibu Hana" ucap Bayu.
"Maaf pak apakah sebelumnya ada janji dengan beliau..?" ucap wanita itu.
"Sudah,tadi bertemu di ruang rapat,hanya saja saya ingin menemui ibu Hana di ruangannya." ucap Bayu.
"Sebentar pak... Saya tanya dulu ke ibu Hana,takutnya beliau tidak ingin di ganggu" ucap wanita itu.
"Okee bu..." ucap Bayu.
Wanita itu berjalan ke mejanya untuk menelpon.
Tak lama kemudian
Pintu ruangan ibunya terbuka.
"Ayo masuk sayang .." ucap Hana.
Bayu masuk ke dalam,Hana mengunci pintunya. Kemudian mengandeng Bayu ke kursi sofa lalu duduk di sofa panjang.Bayu meletakkan tasnya di lantai,setelah itu ia menyenderkan kepalanya di pundak Hana.
"Tumben sayang datang ke kantor..." ucap Hana.
"Bayu di panggil mbah buyut bu..." ucap Bayu.
"Ooo begitu..." ucap Hana.
"Sulis nanti berangkat naik haji bu... Ibu mau ikut apa enggak?" ucap Bayu.
"Hem....Ibu pengen seh...Tapi ibu gak mau sendirian ke sananya sayang ." ucap Hana.
"Tahun depan gimana bu kita berangkat naik Haji..." ucap Bayu.
"Ayook... Sekalian ramai - ramai kita kesana,tapi jangan beritahu ke Sulis sayang,nanti dia gak jadi pergi lagi.." ucap Hana.
"Iya ibuku sayang..." ucap Bayu sambil memeluk Hana.
"Jangan bertindak gegabah lagi ya sayang...." ucap Hana.
"Iya bu...
Bayu merebahkan dirinya di sofa,kepalanya di taruh di paha ibunya.
Hana mengusap rambut Bayu.
"Bu...." ucap Bayu.
"Iya sayang..." ucap Hana.
"Hem....Ibu gak pengen nikah lagi kah?" ucap Bayu.
"Enggak... Kenapa sayang bertanya seperti itu?" ucap Hana.
"Hem...Bayu merasa kasihan sama ibu,jika ibu tidur sendirian.." ucap Bayu.
"Mentang - mentang sekarang sayang dah punya istri 3 lalu sayang merasa kasihan sama ibu.... Tega banget sayang sama ibu." ucap Hana pura - pura ngambek.
Bayu bagun lalu duduk menempel dengan Hana kemudian merangkulnya.
"Jangan marah nah bu...
Hana diam tak menjawab,di dalam hatinya tertawa karena berhasil mengerjai Bayu.
"Ya sudah deh...Nanti Bayu tidur di kamar ibu.."ucap Bayu.
"Gak usah sayang..." ucap Hana.
"Gakpapa bu...Daripada ibu marah sama Bayu.." ucap Bayu.
"Ya sudah...Bawa ke tiga istrimu ya sayang,kalau mau tidur sama ibu.." ucap Hana.
"Mana muat bu tidur ber lima..." ucap Bayu.
"Muat lah sayang....
"Ibu...Putri...Diana,...Hinata tidur kasur... Sayang tidur di lantai..." ucap Hana.
Bayu kembali berebah di sofa.
"Iya bu...." ucap Bayu.
Bayu memejamkan mata menikmati usapan ibunya,ia merasa seperti anak kecil kembali,yang dulu sering tidur di pangkuan ibunya,Hana mengusap rambut Bayu.
"Sayang jangan tidur... 40 menit lagi shalat Dzuhur..." ucap Hana.
"Iya bu...Bayu gak tidur,cuman merem aja." ucap Bayu.
Perlahan Bayu hanyut ke dalam mimpi.
"Sayang...Apakah Agus Irawan ada menghubungi sayang lagi?..
Tak ada jawaban dari Bayu .
"Sayaaang...." ucap Hana.
Tak ada jawaban dari Bayu.
Hana membiarkan saja Bayu tertidur di pangkuannya,
Hana mengambil hapenya yang ada di kantong bajunya untuk menyetel alarm,setelah itu ia menyenderkan kepalanya di sofa kemudian memejamkan memejamkan mata lalu tertidur.
10 menit sebelum waktu shalat dzuhur.
__ADS_1
Alarm di HP Hana berdering nyaring.
Hana dan Bayu membuka matannya.
Bayu melihat jam tangannya,lalu terbangun.
"Ayo sayang...Kita Shalat..." ucap Hana.
"Di sini ada kamar mandinya gak bu?." ucap Bayu.
"Ada sayang...Tuh kamar mandinya." ucap Hana sambil menunjuk.
Bayu berdiri kemudian berjalan ke arah kamar mandi.
Tak lama kemudian Bayu keluar dari kamar mandi,gantian Hana yang masuk dalam kamar mandi.
Setelah itu mereka keluar dari ruangan menuju mushalla.
Saat mereka berjalan,para karyawan dan karyawati memberi jalan.Mereka menundukkan kepala tak berani melihat. Namun di hati mereka penuh tanda tanya, Siapakah pemuda yang sangat tampan dan rupawan itu yang berjalan bersama Ibu Direktur Utama Keuangan tersebut.
Sesampainya Bayu didepan ruangan yang di jadikan mushalla,suara adzan berkumandang. Mereka pum masuk ke dalam.
Selesai shalat Dzuhur. Hana terlebih dahulu berjalan ke ruangannya.
Sedangkan Bayu masih di dalam Mushalla.
Saat Bayu berjalan keluar,tiba - tiba hapenya bergetar panjang.Ia mengecek siapa yang menelpon dirinya.
Nampak nama Diana muncul.
"Assalam mua'laikum sayang..." ucap Bayu.
"Wa'alaikum salam, sayang masih di kantor?" suara Diana.
"Iya ... Bentar lagi aku pulang sayang..." ucap Bayu.
"Ya sudah..Hati - hati ya sayang... Assalam mu'alaikum. " suara Diana.
" Iya sayang...Wa'alaikum salam..." ucap Bayu.
Bayu mengantongi hapenya,lalu berjalan ke ruangan ibunya untuk memgambil tas dan berpamitan.
Wanita yang di tolong Bayu menunggu Bayu datang melewati dirinya. Setelah Bayu muncul,wanita itu menghampiri Bayu karena penasaran.
Bayu yang melihat wanita yang di tolong menghampirinya.
"Maaf pak saya menggangu,ada hubungan apa bapak dengan ibu Hana?" ucap wanita itu. Sebab ia melihat Bayu masuk ke ruangan Hana,dan juga melihat Bayu berjalan bersama Hana.
"Hemm.... Ibu kepo ya...
"Kalau ibu sangat penasaran,langsung tanya ke ibu Hana,saya tidak mau menjawab pertanyaan ibu... Permisi" ucap Bayu lalu berjalan melewati wanita itu.
Sesampai di depan pintu ruangan.
Tok...Tok...Tok....
"Bu....Ini Bayu bu.." ucap Bayu.
"Masuuk aja nak...." suara Hana.
Bayu masuk ke dalam ruangan ibunya.
Nampak Hana duduk di kursi kerjanya memeriksa berkas.
Bayu duduk di kursi .
"Ibu hebaat langsung menjadi Dirut keuangan" ucap Bayu.
Hana melipat kedua tangan di meja.
"Baru seminggu ibu menjabat sayang...Padahal ibu ingin jadi staff aja... Tapi sama kakek di angkat menjadi Direktur Utama."ucap Hana.
"Kok bisa begitu bu..?" ucap Bayu penasaran.
"Karena ibu bisa memecahkan masalah keuangan.." ucap Hana.
"Hemmm... Bayu pulang dulu ya bu.." ucap Bayu.
"Kenapa gak bareng sama ibu sayang pulangnya..." ucap Hana.
"Tadi Diana nelpon,terus Bayu bilang bentar lagi pulang.." ucap Bayu.
"Telpon lagi Diana,bilangin kalau sayang pulang bareng istri ke empat..." ucap Hana.
"3 istri aja Bayu bingung,apa lagi 4 sayang.." ucap Bayu mengimbangi candaan ibunya.
"Gampang sayang,Mereka jatahnya sehari aja, 4 hari ke aku,mau ya sayang..." ucap Hana menggoda.
"Jangan bu..Nanti mereka ngamuk ke Bayu..Seharian Bayu dikurung di dalam kamar." ucap Bayu.
Ha....Ha...Ha...Ha.... Hana tertawa.
Bayu mengambil hapenya lalu memghubungi Diana.
"Sayang bilang ke Diana kalau gak jadi pulang sekarang karena mau pulang bareng calon istri ke 4,di loudspeker ya... Ibu pengen dengar reaksi Diana.." ucap Hana.
"Iya bu..." ucap Bayu.
Bayu menelpon Diana.
Tuuuut.....Tuut...Tuuuut....
"Assalam mua'laikum sayang..."suara Diana.
"Wa a'laikum salam... Yank..." ucap Bayu.
"Hem...Aku gak jadi pulang,3 jam lagi baru aku pulang sayang,bareng sama calon istri ke empat .." ucap Bayu.
"APAAAAA.....!!!??
"Se...Se...Se..Serius yank?" suara Diana.
"Orangnya ada di depanku yank..." ucap Bayu.
"Hiks....Hiks....Hiks...Hu..
"Apakah sayang masih kurang dengan pelayanan kita..Hiks." suara Diana sambil menangis
"Ha....Ha...Ha...Ha...Ha....
Hana tertawa karena berhasil mengerjai Diana.
"Yaaa... Gak boleh sayang...Ya udah kalau gitu,sayang pulang aja duluan," ucap Hana.
"Ibuuuu....!!! " suara Diana
"Iya sayang... " ucap Hana.
"Sayaaang jahaaaaat..Hu...Huuu.." suara Diana lalu menangis lagi.
"Maaf yank...Ibu yang nyuruh ..." ucap Bayu.
"Ibu minta maaf ya nak Diana... Ibu yang nyuruh Bayu untuk mengerjaimu.." ucap Hana.
"Iya bu...
"Ibu boleh kok pulang bersama mas Bayu..." suara Diana
"Iya... Ya sudah kalau gitu...Asssalam mu'alaikum..." ucap Hana.
"Wa'alaikum salam bu..." ucap Diana.
Bayu mematikan panggilan tersebut.
"Apakah ibu merasa pusing?" ucap Bayu.
"Iya sayang... Ibu pusing... Mending ibu jaga toko, sama jahit di rumah...
Bayu berdiri lalu berjalan menghampiri ibunya.Ia berdiri di belakang,lalu memijat pundak ibunya.
"Enak banget pijatanmu sayang..." ucap Hana menikmati pijatan Bayu.
"Bu... " ucap Bayu.
"Iya sayang..." ucap Hana.
"Kita tinggal di Jogja yuk bu..." ucap Bayu.
"Apakah sayang gak betah di jakarta?" ucap Hana.
"Gimana ya bu.... Bayu lebih enak tinggal di Jogja bu...." ucap Bayu.
"Ibu juga sebenarnya gak ingin tinggal di sini sayang... Tapi kalau di jogja,kita jauh dari keluarga kita...
" Hem....
"Setelah sayang lulus Kuliah,gimana kita tinggal di desa sayang...
"Sayang bangun usaha sendiri... " ucap Hana.
"Hem...Ya udah deh bu" ucap Bayu ucap Bayu
Telpon di meja berdering,Hana mengangkat gagang telpon tersebut.
"Ya ada apa..?
"Suruh masuk saja.... Hana meletakkan gagang telpon ke tempatnya.
"Kalau sayang mau tidur,..
"Tidur aja...Nanti ibu bangunin." ucap Hana.
"Bayu gak ngantuk bu..." ucap Bayu.
Tok....Tok....Tok....
Pintu terbuka.
Nampak pria memakai jas hitam dan berdasi muncul di pintu lalu berjalan ke arah Hana.
"Silahkan duduk..." ucap Hana.
Pria itu duduk tak berani menatap Hana.
Bayu tetap memijati ibunya,meskipun ada orang yang masuk ke dalam ruangan ibunya.
"Ini berkas yang ibu minta.." ucap pria itu sambil menyerahkan map.
Hana menerima lalu membuka berkas tersebut dan memeriksanya. Kemudian mencocokkan di berkas satunya.
Bayu memijat sambil memperhatikan berkas yang di pegang ibunya.
"Buset dah...Jumlahnya banyak banget" ucap Bayu dalam hati melihat nilai dari belanja perusahaan.
"Apakah tim audit sudah memeriksanya?" ucap Hana.
"Sudah bu... Di sana tak ada keganjilan dan mencurigakan" ucap pria tersebut.
__ADS_1
"Kenapa emangnya bu? apakah ada masalah?" ucap Bayu.
"Ini loh sayang... Ada banyak keganjilan di cabang perusahaan.... Setiap di audit,gak di temukan masalah..Tapi ibu dapat laporan dari kantor cabang jika ada yang komplain...Ibu pusing." ucap Hana.
"Bayu bisa kasih solusinya bu... " ucap Bayu.
"Solusinya gimana itu sayang?" ucap Hana.
"Ya bapak ini harus keluar dulu,baru Bayu bisa kasih tahu ke ibu.." ucap Bayu.
"Oke...
"Bapak keluar dulu,nanti saya akan panggil kembali jika saya butuhkan,sebab saya akan berbicara pada anak saya.." ucap Hana.
"Baik bu..." ucap pria itu lalu pergi meninggalkan ruangan Hana
"Ibu dapat laporan itu dari siapa?" ucap Bayu.
"Dari salah satu karyawan kontrak di kantor cabang..
"Mereka mengeluh soal hak mereka...
"Tapi...Ketika ada tim Audit datang untuk memeriksa.. Tak ada masalah..."ucap Hana
"Itu mah gampang bu...Ibu tinggal buat tim jadi mata - mata untuk mengawasi. Beberpa orang mengawasi di dalam,terus beberapa orang di luar untuk bagian lapangan,jadi mereka tak bisa bermain curang...Istilahnya intel bu...Indomie Telur" ucap Bayu.
"Hemmm intel ya....." ucap Hana
"Iya bu...Tapi jangan ada orang lain tahu. Hanya ibu dan intel tersebut,serta tim itu bersih dari hubungan keluarga Han dan juga perusahaan ini...Contohnya kang Malik..Dia kan orang luar keluarga Han dan tak ikut kerja di perusahaan ini,dan dia bisa kita percaya karena dia dari kesatuan khusus..." ucap Bayu.
"Sayang pinter... Ibu gak sampai berpikiran ke situ....
" Ya...Ya..Ya...Ibu paham sekarang...
"Ibu akan minta bantuan Malik untuk mencari orang yang ahli di bidang itu.." ucap Hana.
"Ibu seh nonton Film sinetron terus,coba nonton film aksi seperti Jackie Chan,Film detektif,Andi lau... " ucap Bayu.
"Ibu gak suka nonton film itu sayang,..Ibu lebih suka mempraktekkannya langsung..." ucap Hana.
"Emangnya dulu ibu pernah ikut syuting kah?"ucap Bayu.
"Enggak pernah sayang...
"Ibu hanya mempraktekkannya langsung,di Film kan hanya bohongan saja. Sedangkan ibu... Ibu nyata berkelahi dan membunuh orang sayang" ucap Hana.
"Jadi ibu pernah membunuh sebelum penyerangan di Lampung itu?.." ucap Bayu.
"Iya sayang..." ucap Hana.
"Buset dah....Ternyata ibuku seorang pembunuh ya...Sama seperti kang Malik" ucap Bayu dalam hati.
Hoooaaaam.... Bayu menguap.
"Sayang tidur aja,nanti ibu bangunin...Apa perlu ibu kelonin?" ucap Hana.
"Bayu dah gede bu..." ucap Bayu.
"Bagi ibu,kamu masih anak kecil meskipun sayang telah memiliki istri.." ucap Hana.
Bayu berjalan ke sofa panjang,setelah sampai,ia merebahkan tubuhnya kemudian tidur.
Pukul 14.50.
Hana menghampiri Bayu yang tertidur di sofa.
"Sayang...Banguun..." ucap Hana sambil menggoyangkan tangan Bayu.
Bayu membuka matanya lalu melihat jam tangan.
"Tumben ibu sudah pulang" ucap Bayu belum sadar sepenuhnya,ia mengira dirinya tidur di rumah.
"Ini masih di kantor sayang.." ucap Hana.
Bayu bangun lalu berdiri.
"Kirain tadi Bayu tidur di rumah bu...Hehehe..." ucap Bayu.
"Karena bulan puasa maka jam 3 pulangnya,jika hari biasa jam 4 sayang..." ucap Hana.
Kemudian mereka berjalan keluar menuju lantai bawah.
Saat mereka berjalan,karyawan dan karyawati melihat ke arah mereka. Ada sebagian menundukkan kepala tak berani menatap.
"Kenapa mereka menundukkan kepala.." ucap Bayu dalam hati heran.
"Sayang naik Lift apa tangga?" ucap Hana.
"Tangga aja bu...Di Lift jantung Bayu rasanya mau copot..." ucap Bayu.
"Sama...Ibu juga sayang...Yook kita pakai tangga..." ucap Hana.
Mereka berjalan ke arah tangga.
Begitu sampai di tangga.
"Oalah... Di sini ta tangganya..." ucap Bayu dalam hati.
"Ibu sering pakai tangga apa Lift?" ucap Bayu sambil menuruni anak tangga.
"Ibu pakai tangga..." ucap Hana.
Yang memakai tangga tak hanya Bayu dan Hana saja.Para karyawan yang tak sabar menunggu antrian di Lift memakai tangga,agar lebih cepat sampai di bawah.
Mereka yang mengenal Hana memberikan jalan. Sedangkan yang tak mengetahui bersikap biasa saja,sebab ada beberapa karyawati yang memakai cadar seperti Hana..
Saat di lantai 4,Bayu bertemu lagi dengan salah satu karyawati yang bersama Bayu saat berada di lantai daaar hendak naik Lift.
Wanita itu penasaran dengan siapa Bayu berjalan.Kemudian ia mendekati Bayu.
"Bayuu..." ucap wanita itu sambil berjalan cepat mendekati Bayu.
Bayu menoleh ke asal suara.
"Iya bu..." ucap Bayu.
"Apakah kamu magang di sini?" ucap wanita itu.
"Enggak bu.." ucap Bayu.
Wanita itu melihat ke Hana.
"Apakah kamu kesini menemui pacarmu?" ucap wanita itu.
"Ini ibu saya bu...Bukan pacar saya" ucap Bayu.
"Ooo...Ibumu..
"Maaf tante saya tidak tahu.." ucap wanita itu.
"Ya gakpapa.." ucap Hana santai.
Salah seorang wanita berusia 40 an tahun yang mengenal Hana karena 1 lantai,ia berada di belakang Hana lantas mendekati wanita yang berjalan di samping Bayu,lalu menarik tangan wanita itu agar tak berjalan bersama Hana.
"Apakah kamu tahu dengan siapa kamu berjalan?" ucap wanita yang menarik tangan ke wanita yang berjalan bersama Bayu tadi.
"Tidak bu.. Emangnya kenapa bu.." ucap wanita itu.
"Kamu berjalan bersama putra ibu Direktur Utama Keuangan,di mana sopan santunmu terhadap pimpinan di sini.?."
"Eh....!!!???
"Maaf bu saya tidak tahu..." ucap wanita itu.
"Jangan di ulangi lagi,kecuali kamu di minta menemaninya.."
"Iya bu..." ucap wanita itu.
---***---
Rumah Bayu.
Setelah menempuh perjalanan,akhirnya Bayu dan Hana sampai di rumah.
"Assalam mua'laikum..." ucap Bayu saat melewati pintu masuk.
Bayu berjalan menuju lantai untuk mandi dan shalat.
Selesai shalat,Bayu mencari keberadaan Sulis.
Tok...Tokk....Tok...
"Lis....Suliss..
tak ada jawaban,lantas bayu mencoba membuka pintu kamar.
Ceklek..Kriiieeet..
"Lisss...
Bayu tak melihat Sulis di dalam kamar,lalu menutup kembali.
Bayu berjalan ke arah tangga,Bimo keluar kamar saat Bayu berjalan ke arah tangga,Bayu datang menghampiri Bimo.
"Bim...Sulis nang endi?" ucap Bayu.
"Paling nang kamar opo gak nang dapur." ucap Bimo.
"Nang kamar gak ono.." ucap Bayu.
"Yo nang pawon..." ucap Bimo.
Bayu lanjut berjalan lagi.
Begitu sampai di dapur,Bayu melihat Sulis sedang di dapur bersama Ketiga istrinya.
Ketiga istri Bayu bersalaman dan mencium tangan Bayu.
"Lis..." ucap Bayu.
"Iya mas..." ucap Sulis.
Bayu menyodorkan tangan.
"Salaman dulu....
Sulis menyambut tangan Bayu lalu hendak Sulis menunduk untuk di letakkan di keningnya.Namun Bayu menahannya.
"Selamat ya..." ucap Bayu masih menjabat tangan Sulis.
"Selamat apa mas.." ucap Sulis bingung.
"Enaknya selamat apa Lis...?" ucap Bayu.
"Ya aku gak tahu mas..." ucap Sulis.
"Selamat karena kamu beruntung Lis..." ucap Bayu.
__ADS_1
"Beruntung kenapa mas?..." ucap Sulis.