
Bayu memperhatikan soal nomor 4.
" Ada buku tulis yang gak di pakai buat coret -coret sama pulpen." ucap Bayu.
" Ada..." ucap Ida.
" Tolong ambilkan..Nanti aku kasih tahu caranya.." ucap Bayu.
Ida masuk ke dalam mengambil buku tulis.
" Kamu bisa ngerjakan Mad..?" ucap Fuad.
" Bisa kang..." ucap Bayu.
Ida muncul lalu duduk di samping Bayu.
" Neh..Perhatikan baik - baik ya.."
Bayu mulai menjelaskan soal tersebut,tak lupa memberikan rumus fisika agar Ida bisa mengerjakan soal tersebut.Sementara pak Anwar berbicara memakai bahasa daerah ke Fuad. Cuad pun membalas.
" Apakah sudah paham..." ucap Bayu.
" Paham kak..." ucap Ida lalu masuk ke dalam lagi.
" Besok aku ajukan cuti broo.."
" Semoga aja di setujui.." ucap Fuad.
" Amin.." ucap Bayu.
Ida kembali menemui Bayu,lalu duduk di sampingnya.
" Yang ini gimana kak..?" ucap Ida sambil menunjuk.
" Da...Bawa aja Ahmad ke kamarmu..Daripada bolak balik begitu..." ucap Fuad.
" Asem..." ucap Bayu dalam hati.
" Ayo kak..." ucap Ida.
Bayu melihat ke arah pak Anwar.
Pak Anwar menganggukkan kepalanya. Bayu berdiri lalu berjalan bersama Ida ke kamar.
Setelah sampai di dalam kamar
Bayu melihat meja kecil buat belajar Ida.
Bayu duduk di depan meja kecil tersebut,lalu Ida duduk di samping Bayu. Sementara,pintu kamar tetap terbuka. Ida memakai baju kaos lengan panjang,celana panjang berbahan katun,juga ada gambar Micky Mouse.
Bayu mulai menjelaskan soal yang di tanya oleh Ida.
Ida menyimak penjelasan Bayu.
Ibunya Ida melihat mereka di pintu lalu pergi.
Ida mengerjakan soal itu sambil bergumam. Bayu mendengar suara gumamam Ida seperti lagu Lily Alan Walker. Namun Bayu diam saja tak berkomentar.
Setelah tugas itu selesai.
" Kak Ahmad jago Fisika...Ulun aja gak pintar - pintar amat...Cuman amat yang pintar.." ucap Ida.
" Jika rajin belajar..Maka menjadi pintar.." ucap Bayu.
" Tadi siang itu bukan pacarku kak.." ucap Ida.
" Yang mana ya...?" ucap Bayu pura - pura lupa.
" Pas siang tadi kakak pulang..." ucap Ida.
" Ooo...Itu..." ucap Bayu.
" Dia itu temanku sekolah..." ucap Ida.
Bayu tersenyum.
" Maafkan aku Da....Aku belum bisa jujur kepadamu sekarang.Nanti aku akan jujur kepadamu..." ucap Bayu dalam hati.
" Kakak marah ya...?" ucap Ida.
" Enggak..." ucap Bayu.
" Kak Ahmad sudah punya pacar...?" ucap Ida.
" Kan waktu itu sudah ku jawab...Aku gak punya pacar Ida Laila... " ucap Bayu asal menyebut nama lengkap Ida.
Bayu berdiri karena sudah selesai membantu Ida. Saat Bayu berdiri,ia melihat ada gitar di sudut kamar.
" Mau kemana kak.." ucap Ida.
" Ke depan...Kan dah selesai...Itu gitar siapa?" ucap Bayu.
" Punya kak Fuad.." ucap Ida.
" Boleh pinjam.." ucap Bayu.
" Boleh...Ambil aja kak.." ucap Ida.
Bayu mengambil gitar tersebut lalu berjalan ke luar menuju teras. Sementara Ida mengikuti Bayu dari belakang.
Saat Bayu duduk di kursi,ia pun segera memeriksa nada gitar tersebut,lalu menyetel ulang agar pas dengan nada yang di inginkan.
Jreeeng...Jreeeng..Jreeeng...
" Ampar - ampar pisang..Pisangku belum masak.." ucap Bayu sambil memetik gitar,namun ia sengaja mainkan gitar itu secara asal.
" Kak Ahmad kada bisa main gitar..." ucap Ida.
Fuad muncul dari balik pintu.
" He...He...He...He..."
" Kan belajar..." ucap Bayu.
" Mau ku ajarin kah main gitar broo..?" ucap.Fuad.
" Sebentar kang..." ucap Bayu.
Kemudian Bayu mulai serius,ia memetik alunan lagu Lily Alan Walker.
" Eh...!!!" Fuad terkejut mendengar suara petikan gitar yang di maenkan Bayu. Sebab suaranya sama persis dengan lagu Lily.
" Wuuiih...Kak Ahmad jago ternyata.."
" Kak Fuad aja kada bisa maenkan itu .." ucap Ida.
Bayu berhenti memetik gitar.
" Adek bisa nyanyi lagu Lily?" ucap Bayu.
" Bisa...Tapi kada semua ulun bisa semuanya menyanyikan.." ucap Ida.
" Okee.." ucap Bayu lalu mulai kembali memetik ulang lagu Lily.
Ida pun menyanyikan lagu tersebut mengikuti suara petikan gitar yang Bayu petik. Namun Ida tak hapal keseluruhan lirik lagu tersebut dan juga suaranya kebanyakan fales.Bayu cuek aja sambil memetik gitar.
Di saat Ida dia tak bernyanyi,maka Bayu melanjutkan lagu tersebut sambil memetik gitar.
" don't go there
There's creatures who are hiding in the dark
Then something came creeping
It told her, don't you worry just..."
Di sekitar rumah Ida ada para pemuda dan gadis mendengar suara Bayu bernyanyi lantas mendatangi suara tersebut,lalu mereka berkumpul di teras rumah Ida.Suara Bayu terdengar merdu danenak di dengar.
"Follow everywhere I go
Top over the mountains or valley low
Give you everything you've been dreaming of
Just let me in, ooh
Everything you want in gold, I'll be the magic story you've been told
And you'll be safe under my control
Just let me in, ooh
Just let me in, ooh..."
Bayu menghentikan lagu itu hingga selesai.
Prok...Prook...Prok...Prok.... Suara tepuk tangaan.
Bayu melihat ke arah Ida.
" Ida..." ucap Bayu.
" Enggeh..Ada apa kak?" ucap Ida.
" Jitsuwa watashi wa ( Sebenarnya aku..).."
??? Ida tak paham apa yang di ucapkan oleh Bayu.
" Aishitemasu ( Aku mencintaimu)"
" Demo watashi ( Tetapi aku)"
" Kekkon shite imasu ( telah beristri)" ucap Bayu.
" Ulun kada ngerti kak..." ucap Ida.
Bayu tersenyum lalu memetik gitar itu kembali,lalu bernyanyi.
"Watashi nimo... ikiteyuku yuuki nga waite kuru..
"Anata to deau made wa kodoku na sasurai-bito..
Salah satu gadis mendengar lagu itu,ia tahu dan hapal lagu tersebut. Lalu ikut bernyanyi.
"Sono te no nukumori o kanji sasete
"Ai wa itsumo rarabai
"Tabi ni tsukareta toki
"Tada kokoro no tomo to
"Watashi o yonde."
"Shinjiau koto sae dokoka ni wasurete
"Hito wa naze su’ngita hi no shiawase oikakeru
__ADS_1
"Shisuka ni mabutaa tojite kokoro no doa o hiraki"
Hingga Bayu selesai menyanyikan lagu tersebut.
" Wuuiih..Keren...Angkat aku jadi muridmu guru.." ucap pemuda 1.
" Lah...Itu guruku..." ucap Bayu sambil menunjuk Fuad.
" Mana ada....Piyan lah guruku.." ucap Fuad.
" Lagi dong..." ucap gadis 1.
"Tadi itu kak Ahmad ngomong apa seh sebelum nyanyi?ulun kada ngerti.."ucap Ida.
" Gakpapa..Itu tadi bahasa jepang." ucap Bayu.
" Kak Ahmad bisa bahasa Jepang?" ucap Ida.
" Bisa.."
Bayu melihat jam tangannya,lalu melihat ke arah penonton.
" Oke satu lagu lagi ya..."
Bayu mengenjreng gitar.
" Kalian pasti sudah pernah mendengar lagu ini.."
" Tapi aku akan menyanyikan ke dalam bahasa Jepang..."
Bayu mulai memetik gitar lalu bernyanyi.
" Hanashite okitainda.."
"Kitto kore ga Saigo sa
"Subete tebanashite shimau wo
"Sore ga ima da to omounda
Kimi wa kawatte shimattan darou
Ai wa kiete shimattan darou
Moshimo mata itsuka
Bokura ga de au nara
Onegai dakara mou nani mo kikanai de
Kinou made koko ni atta
Kimi e no ai wa
Okizari ni shite kita kara
Semua diam menyimak,lalu ada yang menyelutuk
" Eh..Ini sperti lagu Ariel peterpan,mungkin bila nanti..Kita kan bertemu lagi.."
"Husst..Diem..." Mereka pun terdiam
"Mou nani mo kikanide
Mune ni shimaikonde
Subete no koukai to
Kimi ga kureta kono ai wo.."
" Maaf para penonton..Waktuku sudah habis...Cukup sekian dulu...Terima kasih..." ucap Bayu.
" Kak...Sekali lagi dong..Ya...Mau ya..." ucap Ida.
" Baiklah...Hemm....Ini lagu dari jepang.." ucap Bayu.
" Jangan jepang lagi kak...Adek gak ngerti.." ucap Ida.
Bayu tersenyum.
" Kamu bisa kok dek.." ucap Bayu lalu memetik gitarnya. Ia memainkan lagu Doraemon.
" Ini kan lagu Doraemon.." ucap Ida.
Sebagian penonton bernyanyi dalam bahasa indonesia. Namun Bayu menyanyikan dalam bahasa Jepang hingga lagu itu selesai.
" Sudah ya..."ucap lalu memberikan gitar itu ke Fuad.
Mereka pun kecewa karena Bayu tak lanjut lagi,para pemuda berjalan menjauhi Bayu,sementara para gadis masih berdiri melihat ke Bayu.
" Gak hanya pandai mengaji,dan pintar Fisika..Ternyata kamu hebat juga bermain gitar broo.." ucap Fuad memuji.
" Biasa aja kang..." ucap Bayu.
" Suaramu juga bagus.Dan kamu jago bahasa Jepang." ucap Fuad.
" Suara adikmu juga bagus kang..Oh iya..Aku pamit ya kang.." ucap Bayu.
" Mana ada...Suara ulun kadada bagusnya..Masih bagus suara kak Ahmad.." ucap Ida.
" Kenapa buru - buru..Belum jam sebelas.." ucap Fuad.
" Maaf..Aku lupa ada tugas.." ucap Bayu beralasan.
" Kak..Fotoin dong.." ucap Ida menyerahkan ponselnya ke Fuad. Lalu berdiri di samping Bayu kemudian berpose. Bayu tersenyum ke kamera.
***
Setelah sampai di rumah sewaan,Bayu memasukkan motor Wardoyo ke dalam rumah. Takut di curi orang. Lalu ia memeriksa jemuran.
" Asem...Masih basah.."
" Jika pakai mesin cuci sudah kering ini " ucap Bayu dalam hati.
Lantas Bayu munckul ide untuk membeli pakaian saja. Sebab ia pikir masalah yang ia hadapi hanya cukup 2 hari saja selesai,ia pun hanya membawa sedikit aja baju gantinya. Gak tahunya lebih 2 hari.
Bayu masuk kembali ke dalam rumah,tak lupa mengunci pintu.
Sebelum tidur,Bayu menelpon ke semua istrinya,untuk sekedar mengobrol ringan.Namun tak semua mengangkat telpon Bahu,karena sudah tengah malam.
Saat menelpon Sulis.
" Apakah sudah dapat alamatnya yank?" ucap Bayu.
" Belum mas...Tadi aku gak ketemu Daniel.." suara Sulis.
" Ya sudah...Besok aja..." ucap Bayu.
" Apa perlu ku datangi ya mas..?" suara Sulis.
" Jangan sayang...Sayang jangan kerumahnya Alvin.." ucap Bayu.
" Iya...Mas cemburu ya.." suara Sulis.
" Enggak..."ucap Bayu.
" Haah...Enggak..? Serius mas..?" suara Sulis.
"Enggak salah lagi...Ya sudah..Sayang tidur ya...Jaga kesehatan,jangan telat makan.." ucap Bayu.
" Iya mas...Mas juga jangan telat makan ya.." suara Sulis.
" Iya...Assalam mu'alaikum....Emmuaach" ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam...Emmuaaachh.. E.muaaach..." suara Sulis.
Bayu mematikan panggilan,lalu ia melihat pesan masuk.
Rupanya itu dari Ida. Bayu membalas pesan tersebut. Kemudian tidur dalam keadaan gelap gulita,sebab Bayu sengaja tak menyalakan lampu. Toh ia dapat melihat dalam kegelapan,tapi hanya sebatas 100 meter saja.
Pagi harinya pukul 8.30
Bayu duduk bersender di tembok sambil mengetik di hapenya. Pintu rumah ia biarkan terbuka.
Bayu mendengar suara aktifitas orang - orang di sekitar rumah.
Kruucuk...Kruuucuk.... Suara perut Bayu.
Bayu belum ada sarapan,hanya air mineral saja yang ia minum.
" Cari sarapan dulu lah..." ucap Bayu.
Bayu mengambil masker di dalam kotak masker. Lalu mengambil helm. Kemudian memgeluarkan sepeda motor Wardoyo.
Ia melihat seorang wanita menjemur pakaian di teras rumah lalu memalingkan wajahnya.
Baru saja hendak mengunci pintu. Bu Nita muncul mendatangi Bayu.
" Mas Bayu..." ucap bu Nita.
Bayu menoleh ke arah bu Nita.Ia memcium aroma parfum yang di pakai oleh bu Nita.
" Iya bu..." ucap Bayu.
" Aku mau ambil rantangnya.. " ucap bu Nita.
" Oh iya..Sebentar bu.."
Bayu membuka pintu,lalu masuk untuk mengambil rantang.
Tak lama kemudian Bayu muncul dan menyerahkan rantang itu ke bu Nita.
" Ini..Terima kasih ya bu..." ucap Bayu.
" Sama - sama...Ini masnya mau ke mana?" ucap bu Nita.
" Mau beli sarapan bu...Laper.." ucap Bayu.
" adi situ ada jual nasi kuning di dekat rumahku.." ucap bu Nita.
" Nasi kuning? " ucap Bayu.
"Iya...Nasi pecel juga ada.." ucap bu Nita.
" Jauh apa dekat bu..?"ucap Bayu.
" Dekat...Gak sampai 10 menit.." ucap bu Nita.
" Ya udah deh..." ucap Bayu.
Bayu melepas helm dan mengunci ganda.sepeda motor Wardoyo,lalu berjalan bersama bu Nita.
Bu Nita melihat ke samping,ia memperhatikan Bayu lalu melihat ke dapan lagi.
" Coba aja lakiku tampannya seperti Bayu.." ucap bu Nita dalam hati.
"Mas Bayu kerja apa?" ucap bu Nita.
__ADS_1
" Nganggur saya bu..."
Bayu merasakan ponselnya bergetar lalu mengambil ponsel yang ia kantongi di celana.
Nampak panggilan dari Daniel.
" Ya haloo Niel..." ucap Bayu.
" Hallo juga Bay..Sibuk apa enggak?" suara Daniel.
" Enggak..Enek opo? Eh..Jarene Sulis awakmu gelut yo ambek Marthen.." ucap Bayu.
" He eh...Meh tak pateni wonge.." suara Daniel.
" Ojo...Sampeyan weruh omahe Marthen?" ucap Bayu.
" Aku tahu alamatnya,cuman belum pernah ku datangi.." suara Daniel.
Bayu sampai di penjual nasi kuning.
" Bu...Pesan nasi kuning lauknya ayam yang paha ya.." ucap Bayu.
" Itu rumahku mas..." ucap bu Nita sambil menunjuk.
Bayu melihat ke arah yang di tunjuk bu Nita.
" Kamu masih lama di kalimantan kah Bay..?" suara Daniel.
" Gak tahu aku Niel.." ucap Bayu.
Bu Nita mengeluarkan ponsel Nokia 6600.
" Nomor mas Bayu berapa..?" ucap bu Nita.
" Sebentar Niel.."
" 0813******"ucap Bayu.
" Oke...Ku tinggal dulu ya mas.." ucap bu Nita.
" Iya bu terima kasih..."
Penjual nasi kuning memberikan kantong olastik berisi nasi bungkus ke Bayu.
" Berapa bu..?" ucap Bayu.
" Tujuh ribu.." ucap penjual nasi kuning.
Bayu memberikan 10 ribu,lalu penjual memberikan uang kembalian.
" Terima kasih bu..."
" Hallo Niel.." ucap Bayu.
" Iya..." suara Daniel.
" Kirimin alamatnya Marthen..." ucap Bayu.
" Kamu mau nyamperin dia kah Bay?" suara Daniel.
" Iya..." ucap Bayu.
" Gak usah Bay...Aku bisa menyelesaikan masalah ini.." suara Daniel.
" Sudahlah....Aku takut kamu kenapa - kenapa seperti Lukman dan Bimo..."ucap Bayu.
" Kamu mau menghajar dia ya Bay?" suara daniel.
Bayu melihat wanita tetangga sampingnya sedang menyuapi anaknya dalam gendongan.
Wanita itu melihat ke Bayu. Bayu memalingkan wajahnya lalu segera membuka pintu.
" Enggak...Cuman kasih peringatan aja..Kalau masih nekat mengulangi..Aku akan menyuruh semua anggotaku menghabisi dia bersama keluarganya..." ucap Bayu.
" Oke...Padahal mau ku santet dia Bay..." suara Daniel.
" Jangan....Ya sudah..Kirim alamat ya Niel,aku mau sarapan dulu.." ucap Bayu.
" Oke..." suara Daniel.
Bayu mematikan panggilan lalu segera sarapan nasi Kuning yang ia beli.
Di saat ia makan,ponselnya kembali bergetar panjang,Bayu melihat ke layar ponsel yang ia letakkan di lantai.
Nampak nomor baru menelpon. Bayu membiarkan saja nomor baru tersebut,hingga panggilan itu berhenti. Tak lama kemudian ponselnya kembali bergetar. Bayu melihat nomor yang tadi masih menghubungi.
" Siapa seh...?"
Bayu hendak menerima,tapi ia gak kenal.
" Angkat gak ya..."
" Hemmm...Gak usah deh.." ucap Bayu dalam hati.
Tak lama kemudian muncul pesan.
From 081347******
Ini nomorku mas..by Nita.
" Oalah...Bu Nita to.." ucap Bayu lalu tak membalas pesan tersebut.
Bayu keluar rumah,jngin pergi ke pasar untuk membeli baju. Tak lupa ia memakai Masker.
Di dalam perjalanan.
Bayu berhenti di lampu merah. Di sampingnya ada orang naik motor berboncengan.
Pria di depannya berbicara memakai bahasa cina.
" Pusing aku mencari Jiang." ucap pria itu.
Bayu yang mendengar ucapan pengendara itu terkejut.
" Siapa mereka..Kenapa menyebut nama Jiang..?Jiang diriku yang dulu atau Jiang orang lain ya.." ucap Bayu dalam hati penasaran.
Lampu Lalin bewarna hijau.
Bayu menjalankan motornya secara perlahan sambil melihat plat nomor kendaraan.
Bayu merasakan hapenya bergetar panjang,ia pun segera menepikan motornya. Lalu melihat siapa yang menelpon.
Rupanya kakek buyutnya.
" Assalam mu'alaikum mbah .." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam..Kamu di mana Bay?" suara kakek Zhang.
" Di jalan mbah..Mau ke pasar beli baju.." ucap Bayu.
" Kakek telat di kasih info,soalnya infonya juga telat Bay..,Infonya itu ada tentara China sedang latihan gabungan di Nunukan bsrsama TNI.."
Bayu tekejut,lalu ia teringat orang yang naik motor berbicara menyebut nama Jiang.
" Kamu harus hati - hati ya Bay...Pakai maskermu jika keluar rumah.." suara kakek Zhang.
" Iya mbah..."ucap Bayu.
" Segera kembali ke Jakarta...."
" Kakek takut jika ada tentara melihatmu dan mengenalmu,mereka akan gempar. Besok pagi kamu harus pulang.." suara kakek Zhang.
" Insya Allah mbah.." ucap Bayu.
" Jika kamu suka dengan gadis yang mirip dengan Putri,langsung kamu bawa saja ke Jakarta.." suara kakek Zhang.
" Asemm..Emangnya dia barang apa,maen langsung bawa" ucap Bayu dalam hati.
" Sudah itu saja yang mau kakek bicarakan,assalam mu'alaikum.." suara kakek Zhang.
" Wa'alaikum salam warahmatullah.." ucap Bayu dalam hati.
" Jangan - jangan mereka tentara china..."
" Asem....Masalah belum kelar lagi,masa harus muncul masalah baru.." ucap Bayu dalam hati.
Bayu melanjutkan perjalanannya menuju pasar membeli jaket dan pakaiannya sambil waspada dan berhati - hati jika ada tentara yang menyamar.
Setelah selesai membeli pakaian,Bayu membeli roti,air mineral,gelas stenlis dan teh. Setelah itu ia kembali ke kamar sewaan.
Sesampai di kamar sewaan ia mengirim pesan ke Ida untuk meminta nomor ponsel Fuad. Karena ia belum meminta ke Fuad.
Setelah lama menunggu,akhirnya Ida membalas peaannya.
From Ida.
085247*******. Kak..Jemputin dong.
To Ida.
Maaf..Kakak belum tahu posisi sekolahmu dek. Takut nyasar.
Setelah mengirim pesan ke Ida.Bayu segera menelpon Fuad.
Tuuuut...Tuuut...Tuuut..
" Haloo.." suara Fuad.
" Assalam mua'alaikum kang..Ini aku Ahmad.." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam... Ada apa broo..?" suara Fuad.
" Sampeyan sudah ngajukan cuti?" ucap Bayu.
Bila Fuad berhasil mendapatkan cuti,maka Bayu akan menghubungi papah Jien,kemudian para istri Bayu datang melihat Ida,lalu pulang ke Jakarta. Namun bila belum mendapatkan cuti,maka Bayu masih tertahan di Balikapan. Sebab keluarga Harati ternyata masih ada hubungan keluarga,namun jauh(besan).
" Sudah..." suara Fuad.
" Di setujui?" ucap Bayu.
.
.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG.
__ADS_1
Â