SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
MENGAJARKAN ILMU TAPAK GENI KE KELUARGA HAN.


__ADS_3

Malam hari di rumah Bayu.


Pukul 18.50.


Bayu duduk bersama keluarga dan juga teman - temannya.


" Mel kok gak ada?" ucap Bayu tak melihat Melisa.


" Gak ke sini dia mas..." ucap Putri.


" Ooo... Gitu..."


" Yok kita mulai..."


Semua orang mengadahkan tangan.


" Allahhumma bariklana fima razak tana wakina adza bannar..."


" Amin...."


" Selamat makan..." ucap Bayu.


Mereka pun mulai makan.


Setelah selesai makan.


" Yank...Berangkat sekarang yuk...Nanti gak kebagian tiketnya.." ucap Diana.


"Ayook..." ucap Bayu.


" Kalian mau ke mana?" ucap Hana.


" Ke bioskop bu...Ibu mau ikut?" ucap Bayu.


" Ooo... Ke bioskop.."


" Ibu gak ikut..." ucap Hana.


Bayu dan ke tiga istrinya pergi ke kamar untuk ganti baju. Setelah selesai,mereka pun berjalan ke teras.


Bayu melihat Lukman datang mengendarai sepeda motor.


" Dari mana kamu Man? Kok baru sampe?" ucap Bayu.


" Ngantar Fitri Bay..."


" Kasihan kalau dia jalan kaki pulang ke rumahnya..." ucap Lukman.


" Ooo...Begitu..." ucap Bayu lalu naik ke mobil.


" Kamu mau ke mana Bay..?" ucap Lukman.


Bayu menurunkan kaca mobil.


" Ke Bioskop Man....Ikut kah?" ucap Bayu.


" Enggak Bay...Ya udah kalau gitu..."


" Hati - hati..." ucap Lukman.


" Yoo.... Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam..." ucap Lukman.


Bayu menurunkan kaca mobil,lalu mobil yang di tumpangi Bayu berjalan.


Tak sampai 5 menit,sebuah mobil masuk ke halaman rumah Bayu,lalu berhenti. Seorang gadis cantik turun dari mobil lalu berjalan kerumah Bayu. Gadis itu adalah Melisa.


" Assalam mu'alaikum..." ucap Melisa sambil berjalan,di ikuti pengawal yang membawa tas milik Melisa.


" Wa'alaikum salam..." suara penghuni rumah.


Melisa berjalan ke atas,ia menaiki tangga.Setelah itu Melisa berjalan ke arah balkon.


Nampak Bimo dan Daniel duduk sambil merokok.


" Kak Bayu dimana?" ucap Melisa.


" Baru aja pergi Mel..." ucap Daniel.


" Pergi kemana?" ucap Melisa.


" Katanya seh ke Bioskop.." ucap Daniel.


Melisa mengambil hapenya,lalu menghubungi Bayu.


Tuuuut....Tuuuut...Tuuut...


" Hallo adikku yang cantik...." suara Bayu.


" Halo juga kakakku yang jelek...Ninggalin Mel sendirian..." ucap Melisa.


" Sendirian..?"


" Kok bisa..." suara Bayu.


" Kenapa Mel gak di ajak " ucap Melisa.


" Di ajak kemana cantik..." suara Bayu.


" Ke Bioskop..." ucap Melisa.


" Lah...Tadi Mel gak ada..." suara Bayu


" Susul aja Mel...Kita masih di jalan kok.." suara Putri.


" Oke..." ucap Melisa.


Melisa mematikan panggilan lalu berjalan menuju teras.


****


BIOSKOP.


Rombongan Bayu sampai di bioskop,lalu mereka turun.


Mereka berjalan ke arah pintu masuk.


" Kita tunggu Mel gimana?"


" Nanti dia ngambek loh..." ucap Bayu.


" Oke...Kita tunggu..." ucap Diana.


Setelah menunggu beberapa menit,akhirnya Melisa datang bersama 2 pengawal.


" Curaang... Mel di tinggalin..." ucap Melisa lalu memanyunkan bibirnya.


" Laaah... Ku pikir Mel gak datang kok..."


" Makanya kita langsung pergi.." ucap Bayu.


" Yuk kita masuk...Nanti gak kebagian tiketnya.." ucap Diana.


Mereka pun masuk ke dalam.


Bayu melihat susana di dalam Bioskop,sebab ia baru pertama kali menginjakkan kakinya di bioskop.


" Begini ya bioskop itu..." ucap Bayu dalam hati.


Bayu melihat gambar yang di tempel mengenai Film yang sedang tayang.


" Mas...Kita beli makanan dulu ya..." ucap Putri.


" Iyaa dek..." ucap Bayu.


Ketiga istri Bayu,Melisa dan para pengawal pergi meninggalkan Bayu.


Bayu menoleh kanan dan kiri,ia melihat banyak gadis ABG,sedangkan yang pria hanya sedikit saja.


" Film apa seh yang mereka tonton?"


" Apa Film Jacky Chan..?"


" Hemm...Kayaknya gak mungkin deh..."


" Paling Film drama percintaan" ucap Bayu dalam hati.


2 orang gadis menghampiri Bayu.


" Haai...."


Bayu melihat sebentar ke arah gadis yang datang menghampirinya,lalu menundukkan kepalanya tak menjawab sapaan gadis tersebut.


" Boleh kenalan gak...?" ucap gadis ke dua.


" Maaf...." ucap Bayu lalu berjalan 4 langkah menjauhi 2 gadis tersebut.


" Sombong banget..." ucap gadis pertama.


" Kalau ku ladenin,yang ada Ayu akan menghajar kalian..." ucap Bayu dalam hati mendengar ucapan gadis tersebut.


5 menit kemudian.


" Itu kan Bayu..." suara gadis.


Bayu yang mendengar namanya di sebut tak melihat ke arah gadis tersebut.


Tiba - tiba Bayu merasakan seseorang menghampiri dari arah belakang. Bayu langsung waspada dan membalikkan badan.


" Halloo Ciiiin... Apa kabaaar...." suara pria yang menirukan suara perempuan.Dia adalah Kirana.


Bayu melompat karena kaget.


" Jancook....Kageet aku...."


Kirana memeluk Bayu.Namun ketika Kirana hendak cipika cipiki,Bayu menahannya.


" Emmmoh aku kang...." ucap Bayu.


" Iissssh... Kangen tahu eke Bay... Lama tak jumpa..." ucap Kirana sambil melepaskan pelukannya.


" Aku yang gak kangen...." ucap Bayu.


Bayu melihat di sebelah Kirana ada gadis cantik,Bayu mengenali gadis tersebut,dia adalah adiknya Sambo.Namun Bayu tidak tahu namanya.


Adiknya Sambo mengulurkan tangan untuk berjabat tangan.


Bayu menangkupkan kedua telapak tangannya.


" Terima kasih ya kak atas bajunya...." ucap adiknya Sambo.


" Iya sama - sama..." ucap Bayu tak melihat wajah adiknya sambo.


" Kak Bayu sama siapa ke sini?" ucap adiknya Sambo.


" Sama keluarga dan teman - teman.." ucap Bayu.


" Bay...Lu kok jahat seh..."


" Eke gak lu kasih baju... Kan Eke juga pengeen..." ucap Kirana.


" He....He...He...He...."


" Lupa aku kang...."


" Maaf yoo.." ucap Bayu.


" Tiada maaf untukmu Bayu..."


" Lu tegaaa....Hiks...Hikss...Hikss.." ucap Kirana pura - pura sedih.


" Jancoook...."


" Aku beneran lupa kang...." ucap Bayu.


" Ya sudah...Eke mau maafin jika kamiyu temenin eke karaoke.." ucap Kirana.


" Boleh...Tapi karaokenya di kuburan ya....Tanpa sound sistem.." ucap Bayu.


" Ha...Ha....Ha....Ha...Ha....Ha" Tawa orang di sekitar Bayu yang mendengar obrolan Bayu dan Kirana.


" Amit - amit eke karaoke di kuburan... Mending Eke di salon..." ucap Kirana.


" Kok cuman kalian berdua...?" ucap Bayu tak melihat keberadaan Sambo.


" Kita berempat... Tuh yang lainnya.." ucap Kirana lalu menunjuk 2 orang.


Bayu melihat ke arah yang di tunjuk oleh Kirana,nampak 2 orang gadis berdiri.


" Ooo... " ucap Bayu lalu melihat ke arah ke tiga istrinya yang berjalan ke arah dirinya sambil memegang makanan dan minuman,serta para pengawal.


" Dia siapa shujin...?" ucap Hinata menunjuk adiknya Sambo.


" Dia adiknya temanku Yomesan..Untuk namanya aku belum tahu..." ucap Bayu.

__ADS_1


" Pantesan,di bungkus baju hanya tulisan adiknya Sambo,rupanya Bayu belum tahu nama gue..." ucap adiknya Sambo dalam hati.


" Nama gue Desy.. Pakai Y bukan I.." ucap adiknya Sambo sambil mengulurkan tangan ke Ayu.


Ayu menerima uluran tangan tersebut.


" Saya Ayu..." ucap Ayu lalu melepaskan jabatan tangannya.


Desy berkenalan kepada Diana dan Putri.


" Ini siapa?" ucap Ayu menunjuk Kirana.


" Adiknya Suzana yomesan... Baru aja di bangkitkan dari kuburan..." ucap Bayu.


" Ha....Ha...Ha...Ha...Ha....Ha..." tawa orang - orang di sekitar Bayu.


" Enak aje ngatain eke adiknya Suzana..."


" Nama Eke Kirana Larasati" ucap Kirana sambil menyodorkan tangan ke Ayu.


Ayu menangkupkan tangannya.


" Saya Ayu..."


" Kok kakak pakai pakaian seperti wanita? Rambutnya juga panjang..." ucap Ayu.


" Yomesan... "


"Jangan terlalu jujur...,nanti dia balik ke kuburan lagi loh...Terus penjaga kuburan gak mau terima dia lagi.Kan kasihan...." ucap Bayu.


" Huakakakakakaka....." orang - orang di sekitar Bayu tertawa.


Terdengar suara dari speker bahwa Film akan segera di mulai,para penonton di harapkan masuk dalam studio.


" Iiiisssshh.... Sebel.... Sebel....Sebel...." ucap Kirana.


" Yuk masuk..." ucap Diana.


Mereka kemudian berjalan memasuki studio.


" Oooo....Begini di dalamnya..." ucap Bayu dalam hati,melihat ruang pemutaran film.


Bayu duduk di kursi sesuai nomor tiket.Di sekitar Bayu,para pengawal duduk sambil waspada.


Lampu ruangan padam,kemudian Film pun di mulai.


Bayu melihat film tersebut.


" Nah loh... Drama cinta kan..."


" Coba film eksen kek... Ciat...Ciat... Watau...Gitu"


" Kan seru...." ucap Bayu dalam hati.


Karena Bayu tak menyukai Film tersebut ia pun melihat sekeliling.


Bayu duduk di deretan kursi paling belakang,dan berada di tengah. Ia melihat sepasang kekasih duduk di pojokan.


Sang pria tak melihat ke depan layar.Namun melihat ke kasihnya.


" Apa dia lagi mesum ya..."


" Samperin saja lah..." ucap Bayu dalam hati.


Bayu memejamkan mata,di dalam hati ia membaca mantra ajian Rogoh Sukmo.


Setelah Sukma Bayu keluar,ia pun melesat ke sepasang kekasih yang sedang duduk mojok.


Setepah dekat,Bayu memperhatikan gerak gerik pria tersebut.


Tangan sang pria masuk ke dalam baju sang wanita.


" Jangkreek..."


" Malah mesum...."


" Kerjai aaah...." ucap Bayu.


Bayu menyentil telinga pria yang sedang berbuat mesum.


Pria itu terkejut,lalu menoleh ke sebelahnya. Namun di sebelahnya tak ada orang. Pria itu lanjut lagi menyentuh kekasihnya.


Bayu menyentil telinga pria itu 3 kali.


Pria itu tersentak kaget hingga tangan yang masuk dalam baju kekasihnya itu ia keluarkan lalu berdiri.


Bulu kuduk pria itu berdiri karena tak ada melihat orang yang menyentil telinganya.


" Kamu kalau mesum jangan di tempat umum..."


" Mending ke KUA terus di dalam kamar..." ucap Bayu.


Pria itu tak dapat mendengar suara Bayu.Kemudian pria itu duduk. Tangannya tidak kembali masuk ke dalam baju kekasihnya.


" Awas kalau kamu mesum lagi..." ucap Bayu lalu melesat lagi ke raganya.


Setelah sukma Bayu kembali ke raganya,Bayu membuka mata lalu melihat ke pria mesum tersebut.


Nampak pria itu tegang,sambil melihat ke depan.


" Nah...Gitu kan baguss..." ucap Bayu dalam hati lalu melihat ke depan.


20 menit kemudian,Bayu melihat ke pria itu lagi lalu melihat ke depan. Posisi pria itu tetap sama hingga Film selesai.


Lampu ruangan menyala.Para penonton berdiri lalu berjalan ke arah pintu keluar.


Bayu dan yang lainnya menunggu orang - orang keluar.


Desy menghampiri Bayu.


" Kak Bayu..." ucap Desy.


Bayu menoleh ke arah desy,namun tak melihat wajah Desy.Hanya melihat lantai.


" Iya..." ucap Bayu.


" Mamaku ingin sekali bertemu dengan kak Bayu..."


" Kapan kak Bayu maen ke rumah lagi..?" ucap Desy.


" Hem..."


" Kalau ada waktu,aku akan mampir ke sana..." ucap Bayu.


" Kapan sayang ke rumah dia..?" ucap Diana.


Mereka berjalan keluar.


" Ooo...Begitu..."


" Sambo....?"


" Sepertinya aku kenal...."


" Dia anak semester terakhir kah yank?" ucap Diana.


" Iya...Sayang kenal Sambo" ucap Bayu.


" Gak kenal...Cuman pernah dengar..."


" Dia dan teman - temanya itu para begundal kampus kita sayang..."


" Tapi mereka gak berani menggangguku" ucap Diana.


" Gimana mau ganggu..."


" Lha wong pengawalnya aja bawa senjata api kok..." ucap Bayu dalam hati.


" Tapi aku tuh merasa aneh loh yank..." ucap Diana.


" Aneh kenapa?" ucap Bayu.


" Para pengawalku itu selalu berbuat tegas sama orang mengganggu.. Tapi kenapa dengan sayang para pengawal gak seberapa tegas ya...Sebelum kita kenal" ucap Diana.


" Gak tahu aku yank...Coba tanya ke Kevin..." ucap Bayu.


" Kevin mah diem aja aku tanya...Beda sama sayang yang selalu jawab....".


" Kok bisa begitu ya..." ucap Diana.


" Emboooh..." ucap Bayu.


***


Rumah Bayu.


Bayu sampai di rumah.


" Yook kita shalat dulu..Biar gak males n ngantuk." ucap Bayu.


" Iya shujin..." ucap Ayu.


" Iya mas...." ucap Putri.


" Iya sayang..." ucap Diana.


Mereka pun shalat berjama'ah. Setelah itu mereka pergi ke kamar masing - masing.


Bayu malam ini tidur bersama Ayu.


Di dalam kamar.


Ayu mengambil Al Qur'an. Bayu yang melihat merasa kagum atas sifat Ayu.


" Yomesan gak ngantuk?"


Ayu menggeleng - gelengkan kepala.


" Ya sudah...." ucap Bayu.


Bayu mengajari Ayu mengaji.


Ayat demi ayat Ayu baca.


Bayu diam menyimak bacaan Ayu.


Setelah Ayu selesai membaca Al Qur'an.


" Malam ini maen gak yomesan..."ucap Bayu.


Ayu menganggukkan kepala.


***


Hari Jum'at.


Bayu bersama teman - teman dan pengawal pergi ke mesjid tempat H. Ridwan.


Bayu mengenakan sarung,baju muslim warna putih,sorban dan songkok hitam.


Setelah sampai,mereka turun dari mobil.


Di saat Bayu turun mobil, H. Ridwan melihat Bayu. Lalu ia berjalan ke arah Bayu.


" Assalam mu'alaikum pak Kyai..." ucap H. Ridwan.


" Wa' alaikum salam warah matullah pak haji..." ucap Bayu lalu bersalaman tak lupa cium tangan.


" Gimana kabarnya..." ucap H. Ridwan.


" Alhamdulilah sehat pak haji..Pak haji sendiri gimana kabarnya" ucap Bayu.


Teman - teman Bayu ikut bersalaman tak lupa cium tangan.


Daniel ikut serta dalam rombongan tersebut.


" Alhamdulilah sehat...


" Oh iya...Waktu itu bapak nelpon pak Kyai...


" Kok gak bisa ya...?" ucap H. Ridwan.


" Kapan pak haji...?" ucap Bayu.


" Seminggu yang lalu..." ucap H. Ridwan.


" Ooo... Kami lagi di Jepang pak Haji..."


" Nengokin mertua saya..." ucap Bayu.


" Ooo...Begitu..."


" Ayook kita masuk..." ucap H. Ridwan.


Mereka pun berjalan ke mesjid,kecuali Daniel dan 3 orang pengawal,karena mereka non islam.

__ADS_1


Di saat mereka melaksakan shalat Jum'at,Daniel dan 3 orang pengawal mengeluarkan kotakan berisi makanan,lalu mereka berjalan ke setiap pintu 3 sisi bangunan.


Selesai jamaah shalat,satu persatu keluar dari mesjid.


Daniel dan ke tiga pengawal memberikan ke setiap orang yang ke luar.


Nampak mereka terkejut,sebab baru kali ini mendapatkan makanan setelah selesai shalat jum'at.


Nampak Bayu berjalan bersama H. Ridwan. Sementara Lukman dan Bimo sudah lebih dulu keluar.


" Bay... Ini sisanya..." ucap Daniel menunjuk kresek berisi kotakan makanan.


Nampak tersisa 15 kotak.


" Di dalam masih orang Niel..."


Bayu mengambil kresek lalu di berikan ke Lukman.


" Man...Tolong kasih orang yang masih di dalam..." ucap Bayu.


" Siaap..." ucap Lukman.


Lukman berjalan ke dalam mesjid.


" Dalam rangka apa ini pak kyai?" ucap H.Ridwan penasaran karena melihat kotakan.


" Sedekah pak haji..." ucap Bayu.


" Alhamdulilah.... "


" Bapak pikir ada yang ulang tahun..." ucap H. Ridwan.


" Enggak pak haji...."


" Kan sedekah gak harus kita ulang tahun atau apalah..."


" Selama di beri umur panjang,dan ada rejeki. Kita bisa memberi sedekah.."


" Sedekah itu bisa menghindarkan kita dari bala( Musibah)" ucap Bayu.


" Betul sekali pak kyai..."


" Sedekah itu menghindarkan kita dari musibah. Tapi perlu di ingat "


" Kita sedekah itu jangan sampai menimbulkan sifat ria.." ucap H.Ridwan.


Lukman muncul lalu duduk di samping Daniel.


" Iya pak haji..." ucap Bayu.


" Pak kyai gak mampir kerumah?" ucap H. Ridwan.


" Setelah ini saya mau mampir ke rumah pak haji..." ucap Bayu.


Mereka pun berjalan kerumah H. Ridwan. Seorang pengawal membawa 1 kantong kresek warna merah berisi pakaian khas Jepang,dan pengawal satunya membawa kresek berisi makanan.


" Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu saat tiba di depan rumah H. Ridwan.


" Wa'alaikum salam warah matullah..."


" Ayo masuk..."


Mereka pun masuk ke dalam.


" Silahkan duduk..." ucap H. Ridwan.


2 pengawal memberika kantong kresek ke Bayu. Bayu menerima.


" Ini pak Haji...Saya ada sesikit rejeki dan oleh - oleh..." ucap Bayu.


H. Ridwan menerima pemberian Bayu.


" Alhamdulilah.... Terima kasih pak kyai..."


" Bapak masuk dulu..." ucap H. Ridwan.


" Iya pak Haji..." ucap Bayu.


Bayu melihat ada Annisa dan Zahra berdiri tak jauh dari Bayu. Kemudian Bayu tersenyum lalu melihat ke teman - temannya.


" Bay..." ucap Lukman.


" Opo man...?" ucap Bayu.


" Kang Ahmad ada di sini gak yo..." ucap Lukman.


" Kan dia di Jogja Man...." ucap Bayu.


" Kangen aku sama Sulis..." ucap Lukman.


" Jangkreek..."


" Tadi nanya Ahmad,tapi kangen sama Sulis.." ucap Bayu.


" Lah piyee.... Lama gak ketemu Sulis kok.."


" Kalau kang Ahmad yo aku gak kangen..." ucap Lukman.


" Kowe naksir Sulis kah?" ucap Bimo.


" Enggak Bim...Aku cuman pengen ketemu aja,setelah ketemu ya sudah..." ucap Lukman.


" Podo... Aku yo kangen rek..." ucap Bimo.


" Sial...Mereka bicarakan Sulis..."


" Tapi.. Aku juga pengen melihat dia,walau 5 detik saja...." ucap Bayu dalam hati.


Tak lama kemudian datang H. Ridwan bersama istrinya dan kedua putrinya.


Bayu bersalaman ke istri H. Ridwan.


Annisa meletakkan kue,sedangkan Zahra meletakkan minuman teh Kotak.Setelah itu mereka masuk kedalam lagi.


" Kok baru muncul Bay...? Kemane aje lu..." ucap istri H. Ridwan sambil membawa pakaian pemberian Bayu.


" Gak kemana - mana bu..." ucap Bayu.


Mereka kemudian duduk.


" Oh iya... Ini pakaian dari mane? Kok bagus banget kainnye...?" ucap istri H. Ridwan.


" Dari Jepang bu...." ucap Bayu.


" Pantesan...."


" Ini kain adem banget...Makasih ye."ucap istri H. Ridwan merasa senang.


" Kang Ahmadnya kemana pak haji?" ucap Lukman.


" Ada di Jogja,malam tahun baru dia ke sini..."


" Oh iya...Silahkan di makan...Maaf hanya ada ini.." ucap H. Ridwan.


" Iya pak Haji..." ucap Bayu bersama teman - temannya.


Mereka makan dan minum.


20 menit kemudian,mereka pamitan pulang.


" Coba aje Bayu nikah same anak kite.." ucap istrinya H. Ridwan.


" Maunye seh begitu... Tapi mau gimana lagi.."


" Jodoh sudah ada yang ngatur" ucap H. Ridwan.


" Sudah ganteng,baek,sopan,rajin ibadahnye...Kaya lagi..." ucap istrinya H. Ridwan.


***


Malam harinya.


Pukul 20.10.


Bayu tiba di rumah kakek buyutnya,karena tadi pagi Bayu di hubungi oleh Zhang untuk datang ke rumah.


Bayu berjalan ke pintu masuk sambil menenteng kresek hitam berisi kertas.


4 orang pengawal membungkukkan badan ke arah Bayu.


" Assalam mu'laikum...." ucap Bayu saat melewati pintu.


" Wa'alaikum salam " suara keluarga Han yang berkumpul di ruang tamu.


Bayu berjalan ke arah keluarganya yang sedang menunggu dirinya.


" Maaf Bayu datang agak telat..." ucap Bayu.


" Duduk di sini Bay...." ucap Zhang .


Bayu kemudian duduk di samping kakek buyutnya. Lalu melihat ke anggota keluarganya.


" Kok sedikit ya..." ucap Bayu dalam hati.


" Yang lain kemana?" ucap Bayu.


" Mereka ada keperluan Bay..." ucap Tian Fei.


" Baiklah...."


" Bismillah...."


" Terima kasih yang sudah meluangkan waktunya untuk hadir di sini.."


" Pertama - tama dalam melakukan ajian tapak geni,kalian harus bisa mengucapkan kalimat..."


" Kalimat itu memggunakan bahasa jawa..."


Bayu membagikan kertas yang ia bawa.


" Kertas itu berisikan kalimat yang kalian baca sebelum makan atau minum saat berbuka,lalu di saat sahuur..." ucap Bayu.


Keluarga Bayu mencoba membaca kalimat tersebut.


" Bayu..." ucap Zhang.


" Sebenarnya ada apa? Mengapa tiba - tiba kamu mengajarkan kita ilmu tersebut.." ucap Zhang.


" Asem...Mbah yut seperti masih penasaran..." ucap Bayu dalam hati.


" Begini mbah..."


Bayu menceritkan awal mula saat Kakashi melihat aksi mencairkan salju yang di lakukan oleh Melisa,Ayu dan Diana hingga saat terakhir Bayu akan mengatakan akan kembali ke Jepang untuk memgajarkan ilmu tersebut.


Keluarga Bayu diam menyimak Bayu bicara.


" Jadi begitu mbah ceritanya..." ucap Bayu.


" Ooo... Begitu...Iya..Iya....Kakek paham"


" Memang benar, bila kita terkena benda tajam dan butuh pertolongan medis,kita bisa menggunakan ajian itu untuk memghentikan pendarahan karena darurat..." ucap Zhang.


" Ini bagaimana cara ngucapinnya Bay?" ucap Jien Lie.


" Sebentar...Perhatikan dan dengarkan ucapan Bayu.." ucap Bayu.


" Tahan Bayu...Lebih baik kita ke lantai 3 saja.." ucap Zhang.


" Kenapa mbah?" ucap Bayu.


" Nanti yang lain dengar Bay" ucap Zhang.


" Tenang aja mbah..."


" Itu kalimat saat menjalankan puasa saja,"


" Untuk mengaktifkannya lain lagi.."


" Nanti akan Bayu beri tahu.." ucap Bayu.


" Ooo...Begitu...Iya..Iya..." ucap Zhang.


Bayu mengucapkan kalimat yang ada di kertas berulang kali.


" Apakah ayah sudah paham dan mengerti?" ucap Bayu.


" Sudah Bay..." ucap Jien Lie.


" Khusus yang wanita,Bayu sarankan setelah bersih dari halangan saja,baru menjalankan puasa ini..."


" Sebab...Jika pertengahan kalender haid,maka akan gagal karena halangan..." ucap Bayu.


" Jika makan nasi campur garam gimana Bay?" ucap Edwin.


" Gagal paman.."

__ADS_1


" Harus nasi putih dan air putih saja..."


" Tidak boleh di campur" ucap Bayu.


__ADS_2