
Nampak Bayu duduk bersama 4 orang ketua ormas.
" Apakah piyan ini dari perusahaan itu?" ucap pria tua 1.
" Saya ini tidak bekerja di perusahaan manapun pak...Saya orangnya bebas"
Tiba - tiba ponselnya Bayu berdering nada panggil.Bayu mengecek siapa yang nelpon.
Nampak di layar muncul bu Nita.
" Maaf..Saya terima telpon dulu..."
" Assalam mu'alaikum...Ada apa bu.." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam...Apakah mas Bayu ada di rumah?" suara bu Nita.
" Saya lagi di rumah teman bu..." ucap Bayu.
" Ooo...Di rumah teman...Aku mau minta tolong,pasangkan gas... Aku takut..Mati lampu lagi." suara bu Nita.
" Suami ibu kan ada..." ucap Bayu.
" Suamiku lagi kerja di lokasi..." suara bu Nita.
" Asem...Ne.modus atau apa seh...Kan ada tetangganya..Kenapa minta tolong ke aku.." ucap Bayu dalam hati.
" Kalau sudah pulang telpon ya..." suara bu nita.
" Insya Allah bu..." ucap Bayu.
Panggilan berakhir.
Ke tiga pria tua itu lantas pamit undur diri.
Bayu bersalaman ke 3 pria tua tersebut,tak lupa mencium punggung tangannya.
Setelah ke tiga pria tua itu pergi.
" Idaaa..." ucap pak Anwar.
" Enggeh pak.." suara Ida dari dalam.
" Ke sini..."
Ida muncul dari dalam.
" Temanin Bayu..Bapak mau kebelakang.." ucap pak Anwar.
Ida duduk 1 meter dari Bayu. Sementara pal Anwar masuk ke dalam rumah.
" Kak Ahmad mau ceramah di mana?" ucap Ida.
" Aku mana bisa ceramah dek..." ucap Bayu.
" Oh iya...Ajarin maen gitar dong kak.." ucap Ida.
" Susah kalau mati lampu..."
" Enaknya ngapain ya..."
Ida menggeser duduknya,sekarang ia di samping Bayu.
" Oh iya...Setelah lulus,adek mau kuliah di mana?" ucap Bayu.
" Paling adek kerja kak..Mau kuliah kadada duit..." ucap Ida.
" Kalau kakak bayarin...Adek mau kuliah..?" ucap Bayu.
" Kada usah kak...Paling itu ijasah di simpan.."
" Ujung - ujungnya adek masak,nyuci beberes rumah..Sama itu.." ucap Ida.
" Sama apa?" ucap Bayu.
" maen di kasur sama suami.."
Mereka terdiam tak bicara,mungkin ada 5 menit.
" Kak.." ucap Ida.
" Iya..." ucap Bayu.
" Heemm..Anuu...Hemmm..." ucap Ida.
" Anu apa..?" ucap Bayu.
" Anunya minta kamu sodokin Bay...Ayoo Bay..Dia ngasih sinyal tuh...Hajar.." suara Jalu.
" Diampuuut.." ucap Bayu dalam hati.
" Sebenarnya adek..." ucap Ida.
Tiba - tiba lampu menyala.
" Alhamdulillah...Nyala lampunya.."
" Sebenarnya apa dek.." ucap Bayu.
" Kada jadi..." ucap Ida lalu mematikan lampu minyak tanah.
Tiba - tiba lampu kembali mati lagi.
Terdengar makian di luar yang memaki - maki PLN.
Cuuuuph....... Bayu merasakan pipinya di cium oleh Ida.
Bayu membalas mencium pipi Ida.
" Adek suka sama kak Ahmad..." ucap Ida pelan.
__ADS_1
Bayu melihat Fuad masuk ke dalam rumah sambil.menyalakan korek,
" Mana lampunya Da..." ucap Fuad.
" Diam di situ kang..."
Bayu memgambil lampu minyak tanah lalu berjalan ke Fuad.
" Koreknya kang.." ucap Bayu.
Fuad memberikan korek ke Bayu,lalu Bayu menyalakan lampu tersebut.
Ruangan yang semula gelap,kini terang kembali oleh cahaya lampu minyak.
Bayu kembali duduk ke tempat semula.
" Sepertinya lama neh mati lampunya.." ucap Fuad.
" Beli genset aja kang..." ucap Bayu.
" Malas broo.." ucap Fuad lalu keluar kembali ke teras.
" Kak..."
" Besokkan tuh tanggal abang.. Adek ingin jalan - jalan kerumah kakak,boleh gak?" ucap Ida.
" Di rumah gak ada ibuku dek.." ucap Bayu.
" Kemana ibunya kakak?" ucap Ida.
" Kerja..." ucap Bayu.
"Kok tanggal abang kerja kak?" ucap Ida.
"Ya gak tahu.." ucap Bayu.
" Tapi adek pengen tahu rumah kakak..." ucap Ida.
" Hemmm...Kalau kesana ajakin kak Fuad atau sama Dewi..." ucap Bayu.
Lampu listrik kembali menyala. Ida mematikan lampu minyak.
Baru saja lampu minyak di matikan,lampu listrik kembali mati.
Ida memeluk Bayu.
" Takut gelap kah?" ucap Bayu pelan.
" Iya kak.." ucap Ida pelan.
Bayu melihat ke arah pintu masuk,apakah Fuad masuk kedalam lagi apa enggak.
Namun Fuad tak muncul lagi.
Muncul ide mempertemukan Ida dengan para istrinya. Karena masalah tanah sudah beres. Tapi Bayu bingung mau ketemuan di rumah sewaan,pantai atau restoran.
" Hayuuk..Tapi pantai mana kak..?" ucap Ida.
" Dekat sini aja,sambil memancing.." ucap Bayu.
" Kada jadi...Nanti kakak sibuk mamancing ja.." ucap Ida.
" Aku tuh gak hapal daerah sini Ida Laila..." ucap Bayu.
" Siapa tuh Ida Laila..." ucap Ida.
" Adek lah..Namanya Ida Laila kan..Laila janggung Laila Janggung..Laila resah hatinya binguung.." ucap Bayu.
" Itu lagu kak..Nama adek Ida Zahratul Azizah.." ucap Ida.
" Wuiiih...Nama yang cantik...Secantik orangnya.." ucap Bayu.
" Gombal...Adek gak punya uang receh.."
" Oh iya kak...Putri itu seperti apa orangnya..?" ucap Ida.
" Sebelas dua belas dengan adek..."
" Awal kali bertemu itu saat masuk SMP kelas 1.."
" Kakak kan punya sahabat,namanya Lukman,Bimo dan Daniel.."
" Cuman Daniel aja yang gak satu sekolahan.."
" Terus saat mos,kita di suruh buat tugas.."
"Aku sama Lukman,Bimo dan Putri ngerjakan tugas itu di rumahku.."
" Rumah Putri 15 menit jika jalan kaki dari rumahku.."
" Jika pergi ke sekolah,kakak naik sepeda,lalu mampir kerumah Putri.."
" Setiap pulang dan pergi ke sekolah,kami selalu berboncengan.."
" Terus Putri sering kerumahku untuk mengerjakan PR,kadang juga bantu ibuku yang sedang menjahit.." ucap Bayu.
" Ibunya kakak buka usaha menjahit?" ucap Ida.
" Iya..Itu dulu sebelum kerja di kantor.."
" Ibuku buka toko kecil - kecilan..Pulang sekolah kakak jaga toko jika ibuku banyak orderan jahitan.."
Lampu listrik kembali menyala. Ida melepas pelukannya.
" Karena sering kerumah,Putri juga tidur dirumahku jika besok hari libur.." ucap Bayu.
" Haah..!!!.Dia tidur di rumah kakak? Kakak sekamar dengan dia..?" ucap Ida.
" Enggaklah...Putri tidurnya sama ibuku..Kakak tidur sendiri di kamar.."
__ADS_1
" Pas kelas 2,Putri pindah rumah tanpa kakak tahu.
" Kakak di beri tahu oleh ibuku bahwa Putri pindah rumah.Dia menitipkan surat,sampe sekarang masih ku simpan suratnya itu."
" Kakak gak percaya..Lalu kakak samperin rumahnya dia..Begitu sampai .Rumahnya gelap.."
Muncul pak Anwar dari dalam sambil membawa kopi lalu duduk,ia menghisap rokok yang ada di tangannya.
" Setelah dia pergi meninggalkan kakak.."
" Kakak janji gak ada buka hatiku ini pada wanita manapun hingga usiaku 25 tahun.."
" Kakak ingin pergi mencari Putri setelah tamat SMA..Pas Kakak lulus SMA,kakak mendapat tawaran kuliah di jakarta..."
" Selama sekolah...Banyak cewek yang mendekatiku..Tapi kakak gak menanggapinya.. Ada yang ngasih makanan,minuman,surat.."
" Makanan dan minuman pemberian cewek yang suka sama kakak,di ambil oleh sahabatku.." ucap Bayu.
" Bagaimana kakak bisa menemukan Putri?" ucap Ida.
" Kakak punya teman namanya Rahman saat berada di Jakarta.."
" Dia itu pengusaha ikan hias ,rata - rata ikan Arwana.."
" Usut punya usut,ternyata ikan hias yang di jual itu salah satunya dari pemberian ayahnya Putri."
" Mereka tahu alamat Putri.."
" Lalu kakak samperin aja Putri. Betul apa enggak.."
Bayu melepas kalung pemberian Putri.
" Dia kuliah dan ngekost di Lampung.."
" Setelah sampai di kossannya,ternyata kata temannya dia sedang jalan dengan tunangannya.."
" Hatiku hancur saat mendengar itu..Padahal kakak sudah persiapkan kado untuknya.."
" Pas mau pergi temannya bilang..Itu Putri.."
" Ku lihat seorang cewek berjilbab berjalan bergandengan tangan dengan cowok.."
" Ku samperin aja itu Putri,lalu kuberikan kalung ini ke dia. Karena Aku dan Putri membeli kalung ini saat di pantai,lalu kuberikan kado tersebut.."
" Ku ucapkan selamat..Semoga bahagia.."
" Dia kaget melihat kalung yang ku berikan ini,lalu menyadari bahwa aku adalah pacarnya waktu SMP."
" Lantas Putri memelukku..Dan memutuskan pertungannya dia.."
" Tunangannya dia marah lalu menghajarku.."
" Ya ku lawan saja...Untung Putri meleraiku..Bila tidak,dia mati kubunuh.." ucap Bayu.
Bayu menyerahkan kalungnya ke Ida.
Ida menerima kalung itu,ia melihat nama Bayu dan Putri terbuat terukir di tempurung kelapa berbentuk love.
" Nama kakak Bayu..?" ucap Ida.
" Namaku Muhammad Bayu Samudra..Bisa di panggil Bayu kadang di panggil Ahmad.."
Bayu melihat jam tangannya.
" Aku pamit pulang dulu ya dek..Dah tengah malam.." ucap Bayu.
Ida mengembalikan kalung itu ke Bayu.
Bayu memakai kalung itu kembali.
Fuad masuk ke dalam rumah lalu dudul berhadapan dengan Bayu.
" Broo.." ucap Fuad.
" Opo kang..."ucap Bayu.
" Tadi kan ku bekisah sama teman - temanku..."
" Nah dia itu cerita..Ada seorang pria mendatangi temanku.."
" Terus menunjukkan foto.."
" Foto itu mirip dengan kamu broo.."
" Dia tanya,apakah kamu pernah melihat orang di foto ini.." ucap Fuad.
Deeg....Bayu tersentak kaget
Lalu Bayu berpikir bahwa orang yang menunjukkan foto itu adalah militer China yang sedang menyamar.
" Dia bilang...
.
.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG.
__ADS_1