SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
MEMBUNUH TANPA SENTUH.


__ADS_3

Pria 2 lantas mendekati Bayu.


" Maaf pak...Apakah anda pernah melihat orang di foto ini.." ucap pria 2.


Bayu memperhatikan foto yang di sodorkan pria 2 tersebut.


Nampak di foto itu adalah dirinya memakai seragam militer.


" Aseemm.."


" Ini kan fotoku.." ucap Bayu dalam hati.


Kumala Sari yang berdiri di depan Bayu juga melihat ke arah Foto tersebut.


" Ini kan foto sayang..." ucap Kumala Sari.


Kumala Sari lantas memakai ilmunya,yakni ilmu hipnotis.


" Aku pernah melihatnya pak.." ucap Bayu.


" Dia sudah ku hipnotis sayang..." ucap Kumala Sari.


" Yang satunya juga sayang.." ucap Bayu pelan.


" Iya sayang..." ucap Kumala Sari.


Kumala Sari memakai ilmunya lagi.


Kini,kedua orang itu dalam kendali Kumala Sari.


" Suruh tunggu di motornya sayang.." ucap Bayu pelan.


Pria 2 lantas berjalan ke arah temannya.


" Untung Kumala Sari ikut...Terima kasih ya Allah.." ucap Bayu dalam hati.


Kedua pria itu berdiri di dekat motornya dengan tatapan kosong.


Setelah selesai membayar uang ban,Bayu mengirim sms ke Ida,untuk mengatakan agak telat datang karena ada urusan. Setelah itu menyuruh Kumala Sari agar ke dua orang itu mengikuti dirinya.


Kumala Sari menuruti Bayu.


Bayu akan membawa ke dua orang itu ke rumah sewaannya.


Setelah sampai di rumah sewaan.


Bayu mengintrogasi ke dua pria itu.


" Kalian di suruh sama siapa?" ucap Bayu.


" Atasan kami..." ucap ke dua pria tersebut serempak.


" Kalian berapa orang di Balikpapan?" ucap Bayu.


" Berdua saja..." ucap kedua pria tersebut serempak.


" Selain kalian,apakah masih ada lagi yang mencari orang yang ada di foto itu?" ucap Bayu.


" Ada..." ucap ke dua pria tersebut serempak.


" Kamu...Sebutkan,di mana mereka?" ucap Bayu menunjuk pria 1.


" Ada di jawa dan Bali..." ucap pria 1.


" Mati aku...Kalau seumpama mereka ada di Jogja..."


" Bisa - bisa mereka tahu keberadaanku...Bangkek..." ucap Bayu dalam hati.


" Katakan kepada atasanmu..Kalian mendapat informasi dari orang pelabuhan.Bahwa pria yang di foto itu berlayar ke papua.Dan minta atasanmu untuk tim yang ada di jawa ikut bergabung dengan kalian pergi ke papua.Tapi,kamu minta tim yang di jawa datang ke sini..SEKARANG..." ucap Bayu.


Lantas pria 1 mengambil ponselnya.


" Di Loudspeker.." ucap Bayu.


Pria 1 menghubungi atasannya.


Bayu mendengarkan percakapan mereka yang memakai bahasa china.


" Alhamdulillah..Atasannya percaya...." ucap Bayu dalam hati rencananya berhasil.


Percapakan mereka pun berakhir.


" Kamu menginap di mana?" ucap Bayu.


" Di hotel.." ucap pria 1.


" Hotel mana?" ucap Bayu.


" Hotel Sagita.." ucap pria 1.


" Kamu punya nomor Timmu itu?" ucap Bayu.


" Punya..." ucap pria 1.


" Siapa ketua Tim kalian?" ucap Bayu.


" Saya ketua tim.." ucap pria 2.


" Aseek...Ternyata dia ketuanya...Jadi lebih mudah aku mengatur mereka.."ucap Bayu dalam hati.


" Hubungi seluruh orangmu..Katakan untuk segera datang ke Balikpapan...Dan berkumpul di hotel Sagita,di loud speker..." ucap Bayu.


Pria 2 lantas menghubungi anak buahnya.


Bayu mendengarkan obrolan tersebut.


Dari obrolan mereka,Bayu memperhitungkan waktu ke datangan mereka.


" Kalau aku jalan - jalan,waktu gak nuntut.."


" Lebih baik aku di rumahnya aja.." ucap Bayu dalam hati.


Setelah pria 2 selesai menelpon seluruh anak buahnya.


" Kalian di sini aja..Jangan kemana - mana.."


" Bila ada yang mengetuk pintu atau memanggil,cuekin saja.."


" Dan bila timmu sudah datang beri tahu aku..Sini hapemu.."


Pria 2 menyerahkan hapenya ke Bayu.


Bayu melihat daya batrei itu masih full,lalu memasukkan nomornya dan memberi nama Khong Guan.


" Bila timmu telah datang,hubungi Khong Guan di kontak hapemu." ucap Bayu.


" Isine asli Khong Guan opo rengginang Bay..?" suara Jalu.


" Isine emping pakde..." ucap Bayu dalam hati.


Bayu memasukkan motor yang di pakai tentara China tersebut ke dalam rumah.


" Aku pergi dulu..Bila mau makan..Itu roti makanlah,mau minum..Minum saja.."


" Bila mau buang air besar dan buang air kecil di kamar mandi.."


" Aku tinggal dulu.." ucap Bayu lalu memgunci pintu rumah. Setelah itu meluncur ke rumah Ida.


Di tengah perjalanan,Bayu melihat langit nampak mendung hitam.


" Asem....Mau hujan kayaknya.."ucap Bayu dalam hati.


Sesampai di rumah Ida.


Awan hitam di langit tak mampu menahan lagi . Lalu turun hujan cukup deras.


Bayu setengah berlari ke teras rumah. Tak ingin pakaiannya basah.


" Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu agak nyaring.


" Wa'alaikum salam.." suara Ida,lalu muncul Ida.


" Masuk kak..." ucap Ida.


Bayu melihat Ida memakai pakaian yang rapi.


" Iya...Dia mirip istri sayang yang meninggal..." ucap Kumala Sari memperhatikan Ida.


Bayu masuk ke dalam rumah lalu duduk dan menyender di dinding.


" Hujan deras...Untung dah sampe sini..." ucap Bayu.


" Iya...Kok lama sekali kakak datang?" ucap Ida.


" Ya maaf..Tadi muless...Daripada brojol di jalan,mending balik pulang ."


" Bapak adek mana?" ucap Bayu.


" Lagi buat perahu kak..." ucap Ida.


" Bapaknya adek bisa buat perahu..?" ucap Bayu.


" Bisa kak...Jika ada yang pesan ya di buatkan.." ucap Ida.


" Kalau buat perahu besar, bisa gak dek...? " ucap Bayu.


"Bisa...Kakak mau kopi atau teh..." ucap Ida.


" Gak usah dek..."


" Oh iya..Tadi itu kakak di tawarin kopi sama tetangga,katanya kalau gak minum bisa membuat kepohonan ya..?Apa itu benar" ucap Bayu


" Bukan kepohonan kak,tapi kepuhunan..." ucap Ida.


" Nah itu dia,kepuhunan..Bila gak minum kopi akan terjadi kecelakaan." ucap Bayu.


" Enggeh kak...Itu sering terjadi..Jika gak mau minum,kakak japai aja.." ucap Ida.


" Japai? Apa lagi itu.." ucap Bayu.


" menyantap atau menyicip kak..Sebagai syarat.." ucap Ida.


" Oalah...Ngono to..."


JEEDDDEEEEEER......suara petir tiba - tiba terdengar sangat nyaring.


" Allahu akbar..." ucap Bayu.


" Kak... " ucap Ida.


" Iya.." ucap Bayu.


" Cerita kak Bayu tadi malam membuat adek kepikiran.." ucap Ida.


" Kepikiran kenapa?" ucap Bayu.


" Adek kan suka sama kak Bayu...Tapi kak Bayu gak ada bilang suka ke adek"

__ADS_1


" Apa kak Bayu gak memyukaiku?" ucap Ida.


" Mati aku..Aku kasih tahu sekarang apa enggak ya.." ucap Bayu dalam hati.


Muncul pak Anwar dari pintu,lalu berjalan masuk ke dalam rumah.


" Kak...Kak Bayu gak suka sama adek?" ucap Ida.


" Heemm...Kalau kakak gak suka..Kakak gak bakalan menemuimu Ida Zahratul Azizah.." ucap Bayu.


" Kirain gak suka.." ucap Ida.


" Suka lah...Makanya sering ke sini.." ucap Bayu.


" Adek gak pintar masak loh kak..." ucap Ida.


" Gak masalah..Nanti aku yang masak.." ucap Bayu.


" Emang kak Bayu bisa masak..?" ucap Ida.


" Bisa..Masak air,masak mie..." ucap Bayu.


" Itu adek juga bisa ai..." ucap Ida.


" Kalau seumpama neh..Seumpama kakak sudah memiliki istri..Apakah adek masih suka dengan kakak? " ucap Bayu.


" Kada mau kak..Nanti adek di katain merebut lakik orang.." ucap Ida.


" Oooo..Begitu.." ucap Bayu.


" Nanti aku akan jujur padamu,bila mereka telah pergi dari Balikpapan.." ucap Bayu dalam hati.


" Kak Putri pandai memasak apa enggak kak?" ucap Ida.


" Awal pertama bertemu ya gak pandai memasak.."


" Terus...Karena sering ke rumah kakak,dan bantuin ibuku..Dia bisa memasak.." ucap Bayu.


" Masak apa kak..?" ucap Ida.


" Hemmm..Masak sayur bening,sup,ayam di sayur santan,botok,sambel, sama itu,Coto Makasar.." ucap Bayu.


" Coto Makasar? Kak Putri orang Makasar kah kak?" ucap Ida.


" Bukan..Dia orang sulawesi dekat dengan Manado.." ucap Bayu lalu melihat Ida.


" Ya Allah...Kalau lihat dia,aku melihatnya itu seperti Putri..Ingin kepeluk dan ku cium.." ucap Bayu dalam hati.


Bayu sengaja tak melihat terus menerus wajah Ida.Ia memalingkan wajahnya ke arah lain.


Ida meletakkan tangannya di paha Bayu.Lalu menyenderkan kepalanya di bahu Bayu.


" Kalau kita nikah nanti,kita tinggal di mana?" ucap Ida.


" Selesaikan dulu sekolahmu dek..Baru mikirin nikah.." ucap Bayu.


" Lama kak...Adek pengen cepat - cepat kak Bayu melamar adek..Pusing tiap hari ada PR " ucap Ida.


"Asem...." ucap Bayu dalam hati.


" Ya sabar...Kakak aja belum lulus kuliah.." ucap Bayu.


" Lama gak kak..?" ucap Ida.


" Bisa lama,bisa sebentar aja. Tergantung dosennya.." ucap Bayu.


" Dewi mana?" ucap Bayu.


" Di rumah temannya kak..."


" Kakak seh di tungguin dari tadi lawas banar gak datang - datang,sampe bedak adek hilang.." "ucap Ida.


" He...He...He...He...He..Ya maaf.." ucap Bayu.


Pak Anwar muncul sambil membawa segelas kopi.


Ida segera menegapkan tubuhnya dan menarik tangannya.


" Bayu gak di buatkan minum?" ucap pak Anwar.


" Katanya kada usah pak..Ya sudah ulun gak buatkan.." ucap Ida.


" Gak usah pak..Di rumah tadi habis minum.."


Bayu melihat ke jendela,nampak hujan masih turun deras. Lalu melihat ke pak Anwar.


" Kata Ida,bapak bisa buat kapal" ucap Bayu.


" Iya..Jika ada yang pesan ya aku buatin..." ucap pak Anwar.


" Jika buat kapal panjangnya 20 meter lebar 4 meter itu berapa pak?" ucap Bayu.


" Polosan atau lengkap..?" ucap pak Anwar.


" Lengkap dengan atap kemudi pak,sama lantainya dan tempat penyimpanan ikan.." ucap Bayu.


" Sekitar 120 juta lah kira - kira habisnya itu...Lunas ulin,pakai papan ulin bawahnya,lalu naik papan bungur,tanpa mesin.." ucap pak Anwar.


" Mahal juga ya...Kirain gak sampai 10 juta.." ucap Bayu.


" 10 juta itu ukurannya kecil.." ucap pak Anwar.


" Kakak mau jadi nelayan?" ucap Ida.


" Enggak...Cuman nanya aja.."


" Di jualnya kak,pas di terima kerja..Katanya gak bisa urus kapal setelah begawi.."


" Jika malam hujan lebat,kak Fuad harus begadang menguras air di kapal.."


" Emang..Kak Fuafa kada bekisah ke kak Bayu?ucap Ida.


" Ooo...Begitu..,Enggak ada cerita.." ucap Bayu.


Muncul Dewi dari pintu dengan pakaian basah kuyup akibat terkena air hujan.Lalu berjalan masuk ke dalam.


" Jika mau jadi Nelayan...Ulun bisa buatkan,asal piyan beli bahannya..Nanti ulun rakitkan.." ucap pak Anwar.


" Nanti saja pak..."


Bayu melihat jam tangannya.


" Sudah Dzuhur..Kok gak kedengaran adzan ya.." ucap Bayu.


Ida berdiri lalu menekan saklar lampu.


" Mati lampu kak ai..." ucap Ida.


" Pantesan...." ucap Bayu.


" Ayoklaj..Ambil air wudhu.." ucap pak Anwar lalu bangkit.


Sementara di luar hujan masih turun sangat lebat.


Bayu shalat berjamaah dengan keluarga pak Anwar di ruang tamu.


Setelah selesai shalat,ibunya Ida dan Ida memgeluarkan makanan.


Mereka pun makan bersama - sama.


" Ini adek yang masak kak.." ucap Ida.


" Botek dia kak..Mamak yang masak.." ucap Dewi.


Ida membalas ucapan adiknya memakai bahasa daerah.


Bayu sedikit paham dengan bahasa tersebut. Hampir mirip dengan bahasa jawa,tapi tidak semuanya.


" Kak Bayu.." ucap Dewi.


" Iya.." ucap Bayu.


" Ke bioskop yok kak..Ada film baru..Kata temanku bagus filmnya kak..?" ucap Dewi.


" Hemmm...Kalau hari ini gak bisa wiik..."


" Besok aja...Gimana wiik? Soalnya aku ada perlu..."" ucap Bayu.


" Benar ya kak..?" ucap Dewi.


" Insya Allah..Jika gak ada halangan.." ucap Bayu.


Selesai makan,ibunya Ida,Ida dan Dewi membereskan peralatan makan.


Pak Anwar menyodorkan rokok ke Bayu.


" Enggak pak...Matur suwun.." ucap Bayu.


Bayu merasakan ponselnya bergetar panjang.Lqlu Bayu melihat ke ponselnya.


Nampak panggilan dari Fitri cafe.


" Maaf pak..Saya terima telpon dulu.."


Pak Anwar menganggukkan kepala.


" Hallooo..Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu lalu berdiri lalu berjalan ke teras rumah.


" Wa'alaikum salam. Maaf pak saya mengganggu.."


" Saya butuh uang pak..." suara Fitri.


" Buat apa Fit?" ucap Bayu.


" Ibu saya pak,masuk rumah sakit..Boleh kah saya memakai uang Cafe pak..?" suara Fitri.


" Jangan dulu Fit...Bentar telpon Daniel,nanti Daniel akan menelponmu.."


Bayu mematikan panggilan.Lalu menghubungi Daniel.


Tuuut...Tuuut.....Tuuut...


" Ya haloo Bay..." suara Daniel.


Muncul Ida di pinti,ia melihat Bayu berdiri sambil menelpon.


" Tolong bantu Fitri Niel.." ucap Bayu.


" Fitri kenapa Bay..?" suara Daniel.


" Ibunya masuk rumah sakit...Talangin dulu biayanya..Nanti aku ganti.." ucap Bayu.


" Ooo...Gitu..Gak usah di ganti Bay..." suara Daniel.


" Yakin gak mau di ganti..?" ucap Bayu.


" Yakin lah....Masih banyak duitku.." suara Daniel.

__ADS_1


" Cieee...Iya iya...Masih banyak duitmu...Suwun loh...Segera telpon Fitri.." ucap Bayu.


" Oke..." suara Daniel.


Bayu mematikan panggilannya. Lalu membalikkan badannya,ia melihat Ida berdiri di pintu,lalu Bayu berjalan ke Ida.


" Tadi kakak nelpon siapa?: ucap Ida.


" Nelpon Daniel ngasih tahu..Bahwa Fitri butuh uang,kakak minta bantuan ke Daniel untuk membiayai berobat ibunya.." ucap Bayu lalu masuk ke dalam rumah di ikuti Ida.


Bayu duduk di tempat semula,lalu menyenderkan punggung ke dinding. Ida duduk di samping Bayu.


" Fitri itu siapa?" ucap Ida.


" Fitri itu teman kakak.." ucap Bayu.


" Ooo...Teman.." ucap Ida.


" Kalau gak percaya,telpon aja..Neh.." ucap Bayu sambil menyodorkan ponselnya yang ia pegang.


" Kada mau..Adek percaya.."


" Oh iya kak...Kita jalan ke pantai hari Minggu aja ..Kan hari ini tuh hujan.." ucap Ida.


" Maaf..Kakak gak bisa.." ucap Bayu.


" Kenapa kada bisa kak?" ucap Ida.


" Keluarga angkat kakak sedang ada hajatan.."


" Kang Bejo nikah dek..Dan kakak harus datang ke sana.." ucap Bayu.


" Di mana acaranya kak?" ucap Ida.


" Jogja dek..." ucap Bayu.


" Umaa ai..Jauhnya pang...Kadada yang lebih jauh lagi kak kah?" ucap Ida.


" Ada... Setelah acara nikahnya kang Bejo..Kakak pergi ke Kediri jawa timur.." ucap Bayu.


" Ngapain kak Bayu ke sana?" ucap Ida.


" Teman sekaligus sahabat kakak nikah..."


" Dia nikah dengan adiknya kang Rahman yang memberi tahu kakak alamat rumahnya Putri.." ucap Bayu.


" Kapan buliknya kak?" ucap Ida.


" Selesai acara kakak pulang..." ucap Bayu.


" Naik apa ke sananya kak?" ucap Ida.


Hujan di luar perlahan reda.


" Hemm... Antara kapal laut,atau gak pesawat.." ucap Bayu.


" Ibunya kakak juga ikut ke sana?" ucap Ida.


" Iya dek..."


" Waktu kakak masih sekolah SMP.."


" Kakak itu gak punya kerabat keluarga....Paman,pakde,kakek..Kakak gak punya. Hanya ibu yang kakak punya"


" Terus kakak bertemu dengan tetangga agak jauh rumahnya,dan di mintai tolong.Namanya pak Warso.."


" Ya kakak tolong lah..."


" Pak Warso itu salah satu juragan beras di desa kakak.."


" Sambil membantu,kakak di ajari bawa mobil. Pak Warso sering memberi kakak uang,uang itu kakak tabung"


" Lama kelamaan...Mereka menganggap kakak ini keluarganya.Kakak manggil pak Warso paklek atau paman"


" Terus kakak di bawa ke tempat keluarganya..Di situ kakak di kenalin keluarganya itu,namanya pak Kartolo,kakak di suruh memanggilnya pakde."


" Naah..Yang punya hajatan ini pakdeku itu..." ucap Bayu.


" Ooo..Begitu.." ucap Ida.


" Iya...Adek mau ikut?" ucap Bayu.


" Adek sekolah...Gimana mau ikut?" ucap Ida.


" Gampang...Izin aja hari sabtu...Jum' at sore berangkat,malam senin pulang..." ucap Bayu.


" Adek malu kak aii..." ucap Ida.


" Ya sudah... " ucap Bayu.


Mereka pun terdiam.


" Emangnya Ida mau ikut Bayu ke Jogja?" ucap pak Anwar.


" Enggeh..Amun ulun kada wani pak.." ucap Ida.


" Nanti di jemput sama ibuku di bandara.." ucap Bayu.


Nampak Ida berpikir.


Ponsel Bayu tiba - tiba bergetar panjang,ia melihat siapa yang menelpon.


Nampak di layarnya nomor baru.


Bayu segera menerima.ia berpikir yang menelpon itu adalah orang yang berada di dalam rumah sewaannya. Begitu ia terima,ternyata benar. Bayu di beritahu oleh pria yang berada di rumah sewaannya,bahwa rekan - rekannya sudah sampai di bandara Sepinggan dan akan meluncur ke hotel Sagita.


" Oke..Kasih tahu rekanmu kalau kamu berada di luar jika rekanmu sudah sampai.Aku akan segera meluncur.."


Bayu menutup panggilan tersebut.


" Maaf,kakak pulang dulu ya.." ucap Bayu.


" Kenapa buru - buru pulang kak..?" ucap Ida.


" Ada urusan mendadak..."


Terdengar suara adzan.


"Pak,saya pulang dulu...Assalam mu"alaikum.." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam.." ucap pak Anwar dan Ida.


Bayu berjalan ke teras,Ida mengikuti Bayu.


" Hati - hati kak..Jangan ngebut.." ucap Ida.


Ada anak perempuan masih kecil menghampiri Kumala Sari yang berdiri di dekatBayi yang sedang memakai helm.


" Tante namanya ciapa.." ucap anak.


" Iya dek.."ucap Bayu.


Ida yang melihat anak kecil tersebut penasaran. Karena ia melihat tak ada siapapun.


" Kamu bicara sama siapa?" ucap Ida.


Anak kecil itu menoleh ke Ida.


" Ama tante antik ini kak..." ucap anak tersebut.


Bayu naik sepeda motor,lalu Kumala Sari naik. Setelah itu Bayu menyalakan sepeda motor dan meninggalkan rumah Ida.


" Tante cantik...??" ucap Ida.


" Yaaa...Ante antiknya pelgi..." ucap anak tersebut.


Ida menghampiri anak kecil tersebut.


" Mana tantenya..?" ucap Ida.


"Itu..." ucap anak tersebut sambil menunjuk Bayu yang sedang mengendarai motor.


Ida berjalan masuk ke dalam rumah.


***


Hotel Sagita.


Nampak Bayu memakai helm,bermasker dam kacamata,sarung tangan karet.duduk di trotoar memandang jalan raya 40 meter dari hotel Sagita,ia menunggu 2 tentara china.Sementara Kumala Sari mengikuti 2 tentara china masuk ke hotel.


Sebelum Bayu pergi,ia merencanakan dulu secara matang akan tindakan yang akan di lakukan di rumah sewaan. Setelah itu memberi tahu ke 2 tentara china dan Kumala Sari apa saja yang akan di lakukan.


Setelah beberapa lama menunggu,akhirnya yang di.tunggu datang juga.


Bayu melihat 8 orang. 6 pria dan 2 wanita


Ke 8 orang tersebut berhenti di dekat Bayu.


Bayu memberi arahan ke 8 orang tersebut memakai bahasa china. Setelah memberikan arahan. Bayu memberikan bungkusan plastik ke pria 2 yang sebagai ketua tim. Bungkusan plastik itu berisi botol kecil bertuliskan racun babi.


Bayu akan membuat mereka mati saat tiba di hutan papua.


" Kembali kehotel..." ucap Bayu.


Ke delapan orang itu mematuhi Bayu.


Bayu segera meninggalkan tempat tersebut


Namun dari kejauhan,Bayu di awasi oleh salah seorang pengawal keluarga Han yang menyamar.


Esok harinya,ke delapan orang tentara china pergi ke papua.


Setelah menempuh perjalanan jauh,akhirnya ke delapan tentara china itu tiba di Bandara.


Ke delapan tentara china membuka botol kecil yang berisi racun Babi dosis tinggi(sebab Bayu menggabungkan 4 botol jadi 1)lalu menenggaknya. Setelah itu minum air minum dalam botol di pintu keluar.


Nampak ke delapan tentara itu kejang - kejang seusai menenggak racun Babi pemberian Bayu. Mulut mereka mengeluarkan busa.


Sontak saja orang - orang yang ada di sekitar ke delapan tentara itu terkejut melihat mereka kejang - kejang.


Petugas bandara menghampiri ke delapan tentara yang menggelepar di lantai.Petugas nampak panik lalu memanggil ambulan.


Setelah itu tak bergerak lagi. Pengawal keluarga Han yang secara diam - diam mengikuti kaget melihat ke delapan tentara china itu tewas,ia tak berani menyentuh mayat tersebut. Lalu pengawal itu segera pergi menjauh dan melaporkan ke Jien Lie Han.


Bayu sengaja menghabisi ke delapan tentara itu dengan cara bunuh diri di tempat umum,karena bila ilmu hipnotisnya hilang,maka ke delapan tentara itu akan menyadarinya dan melaporkan ke atasan. Awalnya Bayu ingin ke delapan tentara itu mati di hutan,tapi itu akan menimbulkan masalah diplomatik antar kedua negara. Sehingga Bayu memutuskan membuat mereka mati bunuh diri di depan publik.


Berita kematian tentara china yang sedang menyamar sampai ke pihak militer China.


Pihak militer lantas memerintahkan tentaranya yang masih berada di Indonesia untuk menyelidiki penyebab kematian delapan tentara tersebut.


Tentara menyamar sebagai tim Investigasi.


Setelah mereka selesai melakukan hasil investigasi dan olah TKP. Mereka tak menemukan bukti bahwa ke delapan rekannya tewas di bunuh,akan tetapi murni bunuh diri.


Tim Imvestigasi melaporkan hasil pemeriksaan itu ke pihak Militer pusat.


Pihak militer pusat china mendapatkan laporan tersebut menjadi pusing. Karena laporan tim investigasi tak menemukan indikasi pembunuhan.

__ADS_1


Mayjen Tang Shin salah satu tentara yang pusing mendapatkan laporan tersebut. Dirinya tak menyangka ke delapan orang yang di kirim tewas bunuh diri setelah tiba di Papua.


__ADS_2