SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
TABUNGAN MEMBENGKAK.


__ADS_3

Kamar kos Bayu.


Sulis duduk lalu menekan hapenya.


"Malam sayangku.." suara Alvin.


"Malam juga sayangku " ucap Sulis.


"Ada apa nelpon malam - malam... Kangen ya..?" suara Alvin.


"Iya sayang... Aku juga mau ngomong sayang..." ucap Sulis.


"Mau ngomong apa? sayang minta jatah lagi?" suara Alvin.


"Itu sayang yang minta jatah terus," ucap Sulis.


"Lalu apa donk sayang?" suara Alvin.


"Besok malam aku mau ikut bersama teman - temanku ke ancol. Boleh ya boleh..." ucap Sulis.


"Maaf sayang...Ada kerabat keluarga akan berkunjung kerumah.Jadi aku akan memperkenalkan dirimu dengan kerabat keluargaku..." suara Alvin.


"Jadi gak bisa neh yank?" ucap Sulis.


"Gak bisa sayang...kalau kita jalan berdua saja gak masalah..." suara Alvin.


"Ya udah deh" ucap Sulis lalu mematikan hapenya.


"Aku gak bisa ikut mas..." ucap Sulis lesu ke Bayu yang asik nonton tivi.


"Iya..." ucap Bayu.


"Kok gitu seh mas..." ucap Sulis.


"Lah terus aku harus bilang apa?" ucap Bayu tak melihat ke arah Sulis.


Kemudian Sulis duduk di depan Bayu.


"Aku pengen pergi sama mas malam mingguan..." ucap Sulis.


"Ya sudah... Minggu depan saja kita jalan - jalannya." ucap Bayu.


"Beneran mas ? hanya kita berdua..." ucap Sulis.


"Iya beneran..." ucap Bayu.


"Kemana mas?" ucap Sulis.


"Kemesjid... Soalnya di mesjid akan ada acara maulid..." ucap Bayu.


Sulis mengelitiki Bayu.


Ha....Ha....Ha...Ha...Ha...Ha... Bayu tertawa.


"Geli Lis...." ucap Bayu.


"Biarin.... Aku pikir mas mau mengajakku selain ke mesjid" ucap Sulis sambil menggelitiki Bayu.


Ha...Ha...Ha...Ha...Ha...


"Ampun Lis......" ucap Bayu.


Sulis menghentikan aksinya.


"Hem.... Ya deh aku mau,tapi mas duduknya di sampingku ya..." ucap Sulis.


"Gak bisa duduk berdua Sulistyo Maharani..." ucap Bayu.


"Kenapa gak bisa? Aku dan Daniel saja bisa duduk berdua di Gereja.." ucap Sulis heran.


"Tempat laki - laki dan perempuan itu di pisah saat acara maulid nabi.." ucap Bayu.


"Seperti Shalat donk..." ucap Sulis.


"Yups... Betul itu sayang..." ucap Bayu.


"Sayang....?


"Mas tadi bilang sayang ke aku?" ucap Sulis memastikan tak salah dengar.


"Iya... Emang kenapa?"ucap Bayu.


Sulis memeluk Bayu.


"Lis...Jangan main peluk...Kita bukan muhrim..." ucap Bayu.


Sulis melepaskan pelukannya.


"Maaf mas...." ucap Sulis.


Sulis duduk menempel ke Bayu.


"Mas..." ucap Sulis.


"Iya Lis..." ucap Bayu.


"Gak jadi...." ucap Sulis lalu menyenderkan kepala di bahu Bayu.


"Kamu mau tidur di sini?" ucap Bayu.


"Iya mas...Mas tidur di sini juga ya...?" ucap Sulis.


"Maaf Lis...Aku gak bisa.... Takut ada Jin datang,tahu - tahu aku ngen**tin kamu lagi..." ucap Bayu.


"Aku malah berharap ada Jin datang mas..." ucap Sulis.


"Aseem..." ucap Bayu.


Bayu berdiri,lalu mengambil perlengkapan Shalat.


"Mas mau kemana?" ucap Sulis.


"Ke kamarmu lah..." ucap Bayu.


Sulis berdiri.


"Ikuut..." ucap Sulis.


"Gak jadi... Aku ke mesjid aja..." ucap Bayu.


"Ikuuut..." ucap Sulis.


"Jancoook..." ucap Bayu.


"Aku ikut mas kemana pun mas pergi" ucap Sulis.


"Ya Allah... Mengapa masih ada Jin di kossanku ini.." ucap Bayu dalam hati.


"Ya sudah...Aku mau telpon ibuku dulu..." ucap Bayu.


"Eh....!!!??Gak jadi mas...Mas tidur aja di sini... Biar aku tidur di kamarku " ucap Sulis.


Sulis kemudian pergi tak lupa mengambil kunci yang dia gantungkan di kusen pintu.


"Sial... Kalau beneran dia nelpon ibunya bisa gawat.. Aku gak bisa dekat dengan Bayu lagi..." ucap Sulis dalam hati.


"Alhamdulilah...." ucap Bayu sambil mengusap dadanya.


Bayu kemudian menutup pintu lalu mematikan tivi kemudian tidur.


Jam 03.00.


Bayu terbangun.Kemudian Bayu mengambil air wudhu,lalu shalat sunnah,selesai shalat,Bayu berzikir.


Perlahan tapi pasti,kekuatan di dalam diri Bayu yang awalnya ingin mengusai diri Bayu,kini kekuatan itu patuh terhadap Bayu atas saran dari Ibunya mengamalkan amalan yang di ajarkan oleh KH. Abdul Hadi Zahid.Hana sengaja memberikan amalan itu karena usia Bayu sudah lebih 17 tahun dan tidak sakit ketika hari lahir. Bayu masih sakit hanya ketika hari ulang tahunnya.


Tak terasa suara lantunan orang ngaji terdengar.


Bayu menyudahi zikirnya. Lalu membangunkan Bimo,Lukman,Daniel,dan Sulis.


Daniel dan Sulis meminta pada Bayu untuk di bangunkan.


Setelah itu Bayu,Lukman dan Bimo ke mesjid.


Sulis bersama Daniel menyiapkan sarapan. Berbekal buku resep memasak,Sulis mencoba membuat masakan.


Setelah Bayu,Lukman,dan Bimo selesai shalat,mereka berlari - lari hanya memakai celana pendek dan kaos,baju koko dan Sarungnya di lepas,agar tak terkena keringat,setelah 20 menit berlari,mereka kembali ke kossan lalu bersih - bersih kemudian mandi,setelah itu sarapan bersama.


---***---


Kampus


Jam 11.10


Bayu,Sulis,Bimo dan Daniel menunggu Lukman keluar dari kelasnya duduk di taman kampus.


"Tumben Lukman lama...." ucap Bimo.


"Paling kebelet dia..." ucap Bayu.


Bayu melihat seekor kucing persia warna abu - abu berjalan memghampiri dirinya. Nampak kucing itu mengusap - usap kepalanya di kaki Bayu.


Bayu mengambil lalu menggendongnya.


"Manis.....Kamu kucingnya siapa?" ucap Bayu.


Meeooong...Meeoong.....

__ADS_1


"Oooo... Kucingnya orang..." ucap Bayu.


"Kamu ngerti bahasa kucing Bay?" ucap Daniel.


"Enggak..." ucap Bayu.


"Kirain ngerti" ucap Daniel.


"Kamu mau ikut aku gak nis..." ucap Bayu.


"Aku mau dong di gendong juga..." ucap Sulis.


Meoong....Meeoong....


"Kamu loh sering di gendong sama Bayu Lis.." ucap Bimo.


"Aku pengennya pas sadar Bo..." ucap Sulis.


"Bo....Gendong Sulis..." ucap Bayu.


"Siap pak Kyai..." ucap Bimo.


"Gak...Gak...Aku gak mau di gendong sama kamu Bimo..." ucap Sulis menghindar dari Bimo.


Nampak Bimo mengejar Sulis.


Seorang gadis celingukan kesana kemari, di kawal 2 bodyguard.


"Manis.....


Meeooong...


"Kamu mau choki - choki apa enggak.?" ucap Bayu.


Meeoong...


Bayu merogoh kantong saku bajunya untuk memgambil choki - choki,lalu di gigit ujungnya. Kemudian menyodorkan choki - choki ke mulut kucing persia.


Nampak kucing itu menjilati choki - choki yang di berikan oleh Bayu.


Tiba - tiba gadis yang di kawal 2 bodyguard memakai jas hitam berkacamata menghampiri Bayu.


Bimo dan Sulis berhenti berlari ketika Bayu di hampiri seorang gadis cantik. Gadis itu adalah Mei Lien Han.


"Kenapa Kevin bersama dengan orang yang gak di kenal?Biasanya dia gak mau di gendong atau pun di pegang orang yang gak di kenal" ucap Mei Lien Han dalam hati penasaran melihat kucing kesayangannya di gendong oleh Bayu.


"Maaf,....Itu kucing gue..." ucap Mei Lien Han.


Bayu menoleh ke Mei Lien Han.


"Sepertinya aku pernah lihat,tapi di mana ya..." ucap Bayu dalam hati.


"Hellloooo... Lu dengar apa lu tuli..." ucap Mei Lien Han yang melihat Bayu diam saja.


"Kalau ini kucing mbak,apa buktinya?" ucap Bayu.


"Di kalungnya ada tulisan Kevin..." ucap Mei Lien Han.


Bayu memeriksa kalung kucing persia tersebut,dan benar saja. Di kalung itu terdapat tulisan Kevin. Bayu memberikan kucing persia tersebut.


Sulis dan Bimo memghampiri Bayu.


"Maaf,aku hanya untuk memastikan saja,apakah kucing ini beneran milik mbak apa bukan.." ucap Bayu.


"Oke..." ucap Mei Lien Han lalu berjalan menjauhi Bayu.


Saat Mei Lien Han berjarak 25 meter dari Bayu.


"Maniiss....." ucap Bayu memanggil kucing tersebut.


Kucing persia itu melompat dari pelukan Mei Lien Han lalu berlari ke arah Bayu.


"Loh kok...!!!kucingnya mau ku panggil ke sini?" ucap Bayu heran.


"EH.....!!!?? Mei Lien Han terkejut saat kucingnya melompat. Ia melihat kucingnya berlari ke arah Bayu,lalu melompat di pangkuan Bayu.


"KEVIIIN....." teriak Mei Lien Han.


Namun kucing itu tak bergeming di panggil oleh Mei Lien Han.


Mei Lien Han kembali menghampiri Bayu.


Tak lama kemudian Lukman muncul.


"Sory... Tiba - tiba aku kebet BAB tadi." ucap Lukman.


Bayu mengusap badan kucing persia.


"Lu apakan kucing gue hingga dia nurut sama lu..?" ucap Mei Lien Han.


"Aku kasih choki - choki aja mbak..." ucap Bayu.


"Iya... Aku bawanya cuman choki - choki saja,jika aku bawa makanan kucing ya aku kasih makanan kucing.." ucap Bayu sambil mengucap kucing persia.


Mei Lien Han mengambil kucingnya yang berada di pangkuan Bayu.


Lalu berjalan menjauhi Bayu.


"Maniss.... " ucap Daniel mencoba memanggil kucing Mei Lien Han.


Kucing itu tak menanggapi.


"Kok gak mau datang dia Bay?" ucap Daniel heran.


"Gak tahu..." ucap Bayu.


"Coba kamu panggil lagi Bay" ucap Daniel.


"Maniisss...." ucap Bayu nyaring.


Kucing persia kembali melompat lalu berlari ke arah Bayu.


"Cowok sialaan..... Berani - beraninya gangguin aku..." ucap Mei Lien Han marah melihat kucing kesayangannya kembali menghampiri Bayu.


Mei Lien Han kembali mendatangi Bayu.


"Waaah... Mas hebat... Bisa manggil kucing" ucap Sulis.


"Kucingnya lagi konslet tuh Lis..." ucap Bimo.


"Bisa jadi... Kan Bayu juga sering konslet" ucap Daniel.


"Jangkreek..." ucap Bayu.


Mei Lien Han kembali mengambil kucingnya di pangkuan Bayu.


"Lu jangan lagi manggil kucing gue.. Jika Lu masih manggil...Gue akan menghajar lu..." ucap Mei Lien Han.


Kemudian Mei Lien Han berjalan menjauhi Bayu.


"Mengapa aku merasa lebih dekat dengan dia. Tapi aku tak menyukai dia,jatuh cinta pun tidak" ucap Bayu dalam hati penasaran dengan perasaan yang di alaminya itu.


"Yuk Bay...Kita pulang..." ucap Lukman.


"Ayoo..." ucap Bayu.


Mereka pun pulang bersama - sama.


---***---


Di rumah mewah.


Nampak Mei Lien Han berebah di kasur.


"Mengapa kucingku tiba - tiba menurut sama itu cowok,dan ketika gue ingin marah sama dia,tiba - tiba rasa marahku hilang di depan dia. Padahal gue gak pernah bertemu sebelumnya. Seolah - olah gue sudah lama mengenal dia.." ucap Mei Lien han dalam hati.


Pintu kamar terbuka Mei Lien Han. Ternyata yang membuka itu adalah ibunya.


"Lien'er... Kenapa tadi kamu pulang - pulang membanting pintu nak?" ucap sang Ibu.


"Aku lagi kesal ma..." ucap Mei Lien Han.


"Kesal sama siapa? cowok apa cewek?" ucap sang Ibu.


"Cowok ma..." ucap Mei Lien Han.


"Cowok? apa cowok itu menggoda dirimu Lien'er?" ucap sang ibu.


Mei Lien Han bangun.


"Dia gak godain aku ma..." ucap Mei Lien Han.


"Lah terus... Kenapa kamu kesal sama itu cowok?" ucap sang ibu.


"Si Kevin kabur,lalu aku cari kesana kemari..


"Sampai di taman,aku lihat si Kevin di gendong sama cowok ma..." ucap Mei Lien Han.


"Kevin kucing pesia Abu - abu kah sayang?" ucap sang ibu.


"Iya... Kevin jika ketemu orang asing gak akan mau di sentuh. Ini malah Kevin mau di sentuh ma..." ucap Mei Lien Han.


"Lalu...Apa yang membuatmu kesal Lien'er sayang...." ucap sang ibu.


"Ketika aku ambil Kevin dari itu cowok... Tiba - tiba cowok itu manggil Kevin dengan sebutan Manis... Eeeeh...Kevin melompat dari gendonganku ma...Lalu Kevin berlari ke arah itu cowok,terus duduk di pangkuan cowok itu lagi.." ucap Mei Lien Han.


"Hem.... Aneh... Biasanya Kevin gak mau,Ayahmu saja memanggil Kevin gak mau datang.." ucap sang ibu.

__ADS_1


"Iya itu dia ma... Lalu aku ambil lagi si Kevin.


"Lalu aku dengar temannya ada yang manggil si Kevin dengan panggilan manis...Si Kevin tidak lompat,tapi begitu cowok itu manggil,si Kevin kembali lompat ma...Makanya aku kesal" ucap Mei Lien Han.


"Oooo...Begitu ceritanya... Apakah Kamu kenal dia nak?" ucap sang ibu.


"Aku gak kenal ma...Tapi anehnya ketika aku marah karena dia manggil si Kevin tiba - tiba saja rasa marahku itu lenyap ma.. di depan dia." ucap Mei Lien Han.


"Nanti mama akan cari tahu siapa pemuda itu nak..." ucap sang ibu.


"Buat apa ma?" ucap Mei Lien Han.


"Ya buat perhitungan saja,biar kamu gak di ganggu sama dia lagi.." ucap sang ibu.


"Gak usah ma...Biar aku sendiri yang mengatasinya..." ucap Mei Lien Han.


----***---


Bayu berhenti di dekat ATM.


"Kok berhenti Bay?" ucap Daniel.


"Uangku sisa 50 rb..." ucap Bayu.


"Ooo... Mau ke ATM kah?" ucap Daniel.


"Iya..." ucap Bayu.


Bayu berjalan ke ATM,lalu masuk ke dalam.


Ketika Bayu mengecek saldo tabungannya.


"EH....!!!??? Bayu terkejut.


Bayu melihat nominal di tabungannya bertambah banyak. Seingat Bayu,duitnya tersisa 15 juta,tapi kini membengkak menjadi 315 juta.


"Kok jadi banyak uangku?


"Apakah pakde yang mentransfer uang padaku?"ucap Bayu dalam hati.


Lalu Bayu mengambil 1 juta,Kemudian keluar dari ATM.


Di jalan,Bayu memikirkan perihal uang tabungannya.


Setelah Bayu sampai di kossan.Bayu menghubungi Bejo.


"Haloo Bayu...Piye kabaree..."suara Bejo.


"Apik kang...


"Kang...." ucap Bayu.


"Opo....Minta di ajarin ajian baru lagi kah Bay?" suara Bejo.


"Enggak kang... Apa pakde ada di sana?" ucap Bayu.


"Ada...Neh lagi minum kopi di sampingku.."suara Bejo.


"Aku mau ngomong sama bapakmu kang" ucap Bayu.


"Bentar..." suara Bejo.


"Yoo leee....Ono opo?" suara pak Kartolo.


"Maaf pakde..Apa pakde transfer uang le tabunganku?" ucap Bayu.


"Enggak lee... Kalau pakde transfer takutnya gak berkah,sebab duit pakde bukan dari hasil halal saja,tapi campur aduk dengan yang tidak halal" suara pak Kartolo.


"Aku pikir pakde yang transfer,karena di tabunganku ada uang 300juta pakde.." ucap Bayu.


"Itu rejekimu lee... Mungkin ada orang dermawan yang memberikan uang itu padamu" suara pak kartolo.


"Ooo.. Begitu ya pakde..Ya sudah kalau begitu.. Assalam mu'alaikum pakde..." ucap Bayu.


"Wa'alaikum salam.." suara pak Kartolo.


Bayu mematikan hapenya,lalu menghubungi ibunya.


Sulis masuk ke kamar Bayu,lalu duduk sender di bahu Bayu.


"Asslam mu'alaikum sayang" suara Hana.


"Wa'alaikum salam warahmatullah ibuku sayang..." ucap Bayu.


"Gimana kabarmu nak?" suara Hana.


"Alhamdulillah baik bu..Bu..." ucap Bayu.


"Iya sayang.." suara Hana.


"Apakah ibu ada transfer uang ke Bayu?" ucap Bayu.


"Ibu belum ada transfer nak? apakah uangmu habis nak?" suara Hana.


"Masih ada bu... Terakhir sisa 15 juta 200 ribu.. Tadi Bayu mampir di ATM. Pas Bayu lihat saldonya.. Tiba - tiba menjadi 315juta bu..." ucap Bayu.


"EH....!!!??? Sulis terkejut mendengar perckapan Bayu dengan ibunya di telpon.


"Apaaaa!!!??? suara Hana terkejut.


"Bayu terkejut bu... Bayu pikir itu dari pakde. Pas Bayu tanya gak ada transfer ke Bayu.. Makanya Bayu nelpon ibu untuk menanyakan uang yang masuk di tabungan Bayu" ucap Bayu.


"Ibu belum ada transfer loh sayang.." suara Hana.


"Kalau bukan dari ibu dan pakde,siapa yang transfer bu?" ucap Bayu.


"Ibu juga gak tahu sayang... " ucap Hana.


"Bayu gak berani ambil uang itu" ucap Bayu.


"Mungkin ada seorang dermawan baik hati yang memberikan uang itu nak.."suara Hana.


"Ooo... Gitu ya bu..." ucap Bayu.


"Iya... Bagi saja ke teman - teman dan jangan lupa sebagian di sedekahkan nak" suara Hana.


"Iya bu.. Dah dulu ya bu... Assalam mu'alaikum" ucap Bayu.


"Wa'alaikum salam warahmatullah...Cium dong.." suara Hana.


"Emmmuaachh..." ucap Bayu.


"Makasih sayang.."suara Hana.


Sulis diam saja sambil menonton tivi.


"Lis..." ucap Bayu.


"Iya mas.." ucap Sulis.


"Kamu pernah dapat transferan dari orang yang gak dikenal apaenggak" ucap Bayu.


"Gak pernah mas... " ucap Sulis.


"Kalau seumpama kamu dapat transferan dari orang gak di kenal,kamu apakan uang itu Lis?" ucap Bayu.


"Aku pakai buat kebutuhanku lah mas...


"Emangnya mas dapat uang transferan dari orang gak di kenal" ucap Sulis.


"Iya... Jumlahnya 300 juta" ucap Bayu.


"Banyak banget mas....Bisa buat beli mobil itu" ucap Sulis.


"Aku gak suka menghamburkan duit untuk hal yang tidak penting Lis.." ucap Bayu.


"Aku boleh minta gak mas?" ucap Sulis.


"Boleh...Mau berapa?" ucap Bayu.


"Terserah mas mau ngasih berapa" ucap Sulis.


"Sms aja no rekenimu dan nama Banknya...Nanti aku kirim Lis jika aku ke ATM..." ucap Bayu.


"Makasih ya mass...." ucap Sulis.


Emmmuaachh..... Sulis mencium pipi Bayu.


"Main nyosor aja..." ucap Bayu.


"Mau ku sosor lagi kah mas?" ucap Sulis.


"Enggak..." ucap Bayu.


---***---


pukul 17.10.


Nampak Daniel menghubungi seseorang.


Sedangkan yang lain sedang membantu Bayu menyiapkan makan,yang seharusnya biasa di lakukan habis isya' jadi di majukan karena habis magrib mereka akan berangkat. Sedangkan Sulis telah di jemput oleh Alvin.


Daniel mendatangi teman - temannya.


"Kata Hinata,dia minta jemput di hotelnya." ucap Daniel.


"Okee... Ambil sendok Nil...Aku lupa ambil tadi..." ucap Bayu.

__ADS_1


Daniel mengambil sendok.


Kemudian mereka makan bersama.


__ADS_2