SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
APAKAH DARI JIANG.


__ADS_3

Nampak Bayu berebah di rerumputan setelah dirinya shalat. Ia memandang langit,banyak bintang bertaburan.


" Siapa yang memasang lampu itu ya.."


" Sungguh indah..." ucap Bayu dalam hati.


Xiang berjalan ke arah Bayu berebah di rerumputan sambil membawa buku,lalu duduk di samping Bayu.


" Apakah kamu sudah memutuskan.?" ucap Xiang.


Bayu menoleh sebentar ke Xiang lalu melihat ke langit.


Sementara ada beberapa siswa yang melihat mereka.


"Bukannya itu Xiang dan Jiang?"


" Iya...Kok Xiang mau duduk dengan pria tak di kenal? Sedangkan yang di kenalnya aja dia tidak mau ikutan"


" Entahlah..."


" Apa mungkin Jiang berusaha merayu Xiang?"


" Tidak mungkin...Aku lihat Jiang duduk duluan di situ.."


Itulah percakapan para siswa yang melihat Bayu dan Xiang duduk berdua.


" * Maaf... Bukannya aku tidak mau.."


" *Aku mendapat tawaran menjadi tentara...Jadi aku tidak bisa.." ucap Bayu.


Xiang melihat wajah Bayu.


" Jika aku yang meminta,pasti bisa..Apakah kamu mau tinggal bersamaku?" ucap Xiang.


Bayu menoleh ke Xiang.


"* Mengapa kamu ingin sekali menjadikan aku mengajarimu..Apakah tidak ada orang lain yang bisa mengajarimu?" ucap Bayu.


" Ada...Tapi mereka menjelaskannya sangat rumit,aku tidak bisa langsung paham.." ucap Xiang.


Bayu melihat ke langit lagi.


" * Aku belajar dulu di sini..."


" * Sebab tadi pak Tang Shin akan memasukkanku di sekolah.." ucap Bayu.


" Tang Shin yang pangkatnya Mayor Jendral itu.? " ucap Xiang memastikan.


Bayu duduk lalu melihat wajah Xiang.


"* Kamu kenal dia?" ucap Bayu.


" Iya..Aku mengenalnya.."


Xiang melihat arah depan.


" Karena peristiwa itu,seluruh timnya tewas..." ucap Xiang.


" * Peristiwa apa?" ucap Bayu.


" Rahasia..." ucap Xiang.


" * Ooo...Peristiwa rahasia..."


Bayu melihat ke arah depan.


" *Rahasia itu apa?" ucap Bayu.


" Orang lain tidak boleh tahu..." ucap Xiang.


"* Kenapa kamu tahu..?" ucap Bayu.


" Karena aku ada di sana.."


" Sebentar lagi musim dingin.." ucap Xiang.


"* Musim dingin..?"


" * Apakah akan ada putih - putih itu yang namanya..."


" Heemm..." ucap Bayu.


"Salju... " ucap Xiang.


" * Iya salju...Apakah ada salju?" ucap Bayu.


" Iya... Apakah kamu belum pernah lihat salju?" ucap Xiang.


"* Belum... Yang aku lihat hanya sungai dan pasar saja..." ucap Bayu.


" Kamu pakai parfum apa?" ucap Xiang sambil melihat ke arah Bayu.


Bayu melihat ke arah Xiang.


" Parfum? Aku tidak memakai parfum..Hanya sabun mandi saja. " ucap Bayu.


" Masa seh? Tapi aku mencium aroma bunga. Bahkan ketika kamu berkeringat,tetap wangi." ucap Xiang memgendus tubuh Bayu,ia mencium aroma wangi bunga.


"* Kalau tidak percaya silahkan periksa barangku. " ucap Bayu.


" Apakah kamu sudah mempunyai kekasih?" ucap Xiang.


Bayu melihat ke arah depan.


" *Belum... Aku hanya ingin sendiri.." ucap Bayu.


" Apakah ada wanita yang menyukaimu?" ucap Xiang.


" * Ada... Bahkan dia mengajakku bercinta,tapi aku tidak mau..." ucap Bayu.


" Kenapa tidak mau..?" ucap Xiang.


"* Ya tidak mau,dia melepaskan semua pakaiannya,lalu aku pasang kembali pakaiannya.." ucap Bayu.


" Apa kamu tidak menyukai wanita?" ucap Xiang.


"* Suka...Cuman aku gak mau .."


" * Oh iya..Aku lihat kamu memisahkan diri dari teman - temanmu"


"*Mengapa kamu tidak bergabung dengan teman - temanmu.?" ucap Bayu.


" Aku hanya ingin menyendiri dan berusaha agar aku pintar "


" Kalau kamu...Kenapa menyendiri?"ucap Xiang.


" * Malas berkumpul. Dan juga aku tidak kenal mereka. Aku hanya tahu namanya saja.." ucap Bayu.


Xiang menyodorkan tangannya.


" Kita belum berkenalan,namaku Xiang Lien Qing..." ucap Xiang.


Bayu menyambut tangan Xiang.


"* Namaku Jiang..." ucap Bayu. Lalu melepaskan jabatan tangannya.


" Apa margamu?" ucap Xiang.


" * Marga? Marga itu apa?" ucap Bayu.


" Nama keluarga.." ucap Xiang.


"* Aku tidak punya marga,namaku hanya Jiang saja.." ucap Bayu.


" Apakah kamu mau ikut bersamaku?" ucap Xiang.


" * Ikut kemana? " ucap Bayu.


" Kerumahku.. Menjadi guru pribadiku.." ucap Xiang.


" kalau aku ikut dia...Yang ada orang jahat akan menemukanku..Lebih baik aku jadi tentara saja.." ucap Bayu dalam hati.Bayu merasa aman jika berada dalam markas tentara.


" * Maaf...Aku tidak bisa.." ucap Bayu.


Bayu memgambil buku tulis dan pensil,lalu menggambar di halaman bagian belakang yang masih kosong.


" Kamu sedang apa?" ucap Xiang.


" * Menggambar.." ucap Bayu.


Xiang diam memperhatikan Bayu menggambar di bawah sinar lampu.


Gambaran Bayu sudah mulai nampak terlihat.


" Itu kan wajahku..!" ucap Xiang.


" * Iya...Itu wajahmu..." ucap Bayu terus memggerakkan pensil.


" Kamu pandai menggambar.." ucap Xiang.


"* Aku tidak pandai...Ini masih buruk..."


"* Jika ada pensil warna akan lebih bagus.." ucap Bayu.


Setelah selesai memggambar,Bayu memberikan buku itu pada Xiang.


Cuuup....


Xiang mencium pipi Bayu.


" * Kenapa kamu cium pipiku?" ucap Bayu.


" Sebagai ucapan rasa terima kasihku.."


" Aku baru kali ini di berikan gambar sebagus ini..." ucap Xiang.


" * Itu sebagai permintaan maafku,karena tidak bisa ikut denganmu.." ucap Bayu.


" Iya..."


" Aku akan menunggumu selesai dalam pelatihan.." ucap Xiang.


"* Kenapa menungguku?" ucap Bayu.


" Rahasia..." ucap Xiang.

__ADS_1


" Jancook..." ucap Bayu.


" Jancok???"


" Apa itu jancok..?" ucap Xiang.


"* Jika kita kesal kepada seseorang,maka aku mengucapkan kata jancok...Begitu.." ucap Bayu.


" Kamu kesal padaku?" ucap Xiang.


"* Iya...Kamu bilang rahasia..." ucap Bayu.


" JANCOOK....." teriak Xiang.


" * Kenapa kamu teriak? Apa kamu lagi kesal?" ucap Bayu.


" Iya...Aku sangat kesal sekali sama orang yang telah membunuh keluargaku.."


" Sampai sekarang..Aku belum menemukan siapa pelakunya.."ucap Xiang.


"* Kok sama..." ucap Bayu sambil melihat ke arah Xiang..


" Sama apanya?" ucap Xiang melihat ke arah Bayu.


" * Keluargaku juga di bunuh,tapi pelakunya sudah tewas..." ucap Bayu.


" Jancok...." ucap Bayu dan Xiang serempak.


Ha....Ha....Ha....Ha....Ha...Ha....Ha... Bayu dan Xiang tertawa.


Tak lama kemudian mereka berhenti tertawa.


" Ternyata kita memiliki nasib yang sama.." ucap Xiang.


"* Iya..."


Bayu merebahkan tubuhnya di rerumputan,Xiang juga ikut berebah.


" * Aku bingung,setelah kematian orang tuaku.."


" * Aku memutuskan untuk pergi meninggalkan desa.." ucap Bayu sambil memandang langit.


" Apa nama desamu?" ucap Xiang.


" * Aku tidak tahu...Yang jelas rumahku berada di pinggiran sungai.."


" * Tiap pagi mencari ikan,lalu menjual ke pasar..." ucap Bayu.


" Setelah dari pasar kamu pergi kemana?" ucap Xiang.


" * Di rumah saja,membantu ayahku membelah kayu,kadang membaca buku.." ucap Bayu.


Xiang menoleh ke Bayu.


" Apakah kamu punya nomor handphone?" ucap Xiang.


"* Punya...Tapi handphoneku di sita oleh kapten Wong...Aku hanya mengambil kartunya saja.." ucap Bayu.


" Berapa nomor telponmu?" ucap Xiang.


Bayu menoleh ke Xiang.


" * Aku tidak tahu.. " ucap Bayu.


" Kenapa tidak tahu..Apa kamu tidak menghapal nomormu sendiri?" ucap Xiang.


"* Aku di belikan oleh bibi angkatku..." ucap Bayu.


" Ooo..Begitu..."


Xiang lantas bangkit lalu menulis nomor hape pribadinya di kertas,kemudian merobek kertas itu.


" Ini..." ucap Xiang sambil memberikan kertas.


Bayu bangun lalu melihat kertas itu.


" * Apa ini?" ucap Bayu.


" Di situ ada nomor telponku..." ucap Xiang.


Bayu melihat nomor Xiang,lalu menghapalnya,kemudian mengantongi.


Mereka terdiam,entah siapa yang memulai,wajah mereka saling mendekat lalu mereka berciuman.


Jika saja Bayu tidak hilang ingatan,dan tahu gadis yang di sampingnya adalah orang yang membunuh Ayub. Maka Bayu akan langsung membunuhnya.


Bayu tersadar lalu melepaskan ciumannya.


"* Maaf... " ucap Bayu lalu pergi meninggalkan Xiang menuju baraknya.


Xiang menatap punggu Bayu.


" Mengapa aku mencium dia...?"


" Apakah aku jatuh cinta pada dia...?" ucap Xiang dalam hati.


***


Pagi hari.


Sementara di sisi Bayu.


Bayu memasukkan semua pakaiannya ke dalam tas. Lalu berjalan keluar.


Di depan barak,ada kapten Wong,Mayor Jendral Tang Shin dan 3 tentara lainnya.


Kapten Wong mengembalikan hape milik Bayu dan juga pisau dapur.


" Terima kasih pak.." ucap Bayu.


" Beri hormat kepada kaptenmu Jiang.." ucap Mayor Jendral Tang Shin.


Bayu memberi hormat kepada kapten Wong. Kapten Wong membalasnya dengan memberi hormat juga.


" Hati - hati di sana...Dan jaga dirimu baik - baik.." ucap kapten Wong.


"* Siap pak..." ucap Bayu.


Kapten Wong mengeluarkan kartu di dalam kantong bajunya,lalu memberikan ke Bayu.


" Ini adalah kartu identitasmu dan juga kartu anggota militer.." ucap Kapten Wong.


Bayu menerima kartu itu lalu melihat tahun kelahirannya.


"* Maaf pak...Kenapa umurku 18 tahun.."


"* Aku minta di samakan dengan bapak.." ucap Bayu.


" Tidak bisa Jiang...Dari bentuk fisikmu,kamu berumur 18 tahun." ucap Kapten Wong.


" Tua sekali pak...Kenapa tidak 100 tahun saja.." ucap Bayu.


" Jiang...." suara Xiang.


Bayu melihat ke arah suara Xiang. Nampak Xiang berlari lalu berhenti.


" Ini untukmu..." ucap Xiang memberikan sebuah kotak di bungkus kertas.


"* Apa ini..?" ucap Bayu.


" Hadiah..."


"Setelah sampai di sana..Buka saja.." ucap Xiang.


"* Baiklah...Terima kasih..." ucap Bayu.


" Sama - sama" ucap Xiang.


Cup....


Xiang mencium pipi Bayu lalu pergi meninggalkan Bayu.


" Gadis aneh..."


" Senang betul mencium pipiku.." ucap Bayu dalam hati.


" Ayo kita pergi.." ucap Mayor Jendral Tang Shin.


" * Siap...Kemana pak?" ucap Bayu.


" Markas tentara yang lainnya..." ucap Mayor Jendral Tang Shin.


Bayu memberi hormat kepada kapten Wong.


"* Terima kasih kapten Wong.." ucap Bayu lalu menurun lengannya.


" Iya...Pergilah.." ucap kapten Wong.


Bayu berjalan mengikuti Mayor Jendral Tang Shin.


" Apakah kamu mengenal nona Xiang?" ucap Mayor Jendral Tang Shin.


" * Siap... Aku baru mengenalnya pak.." ucap Bayu.


" Kamu pria beruntung di dekati nona Xiang..."


" Banyak pria yang mengejar dia,setelah dia outus dari kekasihnya.." ucap Mayor Jendral Tang Shin.


Bayu diam saja tak menjawab.


Mereka kemudian naik mobil yang berbaris. Ada 4 mobil. Bayu dan Mayor Jendral Tang Shin masuk ke dalam mobil ke 3.


Kemudian mobil itu meninggalkan markas tentara menuju markas tentara lainnya.


Bayu memgeluarkan kartu identitas yang di berikan kapten Wong.


" Mayan....Dapat identitas...Jadi aku gak perlu khawatir lagi jika ada petugas yang bertanya..." ucap Bayu dalam hati.


Kemudian memasang kartu sim ke hapenya,lalu menghidup hapenya.


" Jika sedang dalam proses belajar dan latihan... Di larang membawa handohone." ucap Mayor Jendral Tang Shin.


" * Siap pak...Kalau sekarang aku boleh menelpon pak?" ucap Bayu.


" Kamu mau menelpon siapa?" ucap Mayor Jendral Tang Shin.

__ADS_1


" * Bibi Ling Ling pak..."


Bayu menekan tombolnya lalu menelpon Ling Ling.


Tuuut....Tuuuut...Tuuut...


"* Halloo... " ucap Bayu.


" Jiang....Kamu itu?" suara Ling Ling.


" * Iya bi...Ini aku Jiang..." ucap Bayu.


" Kenapa nomormu tidak aktif?" suara Ling Ling.


" * Handphone Jiang di ambil bi...Ini baru di kembalikan.." ucap Bayu.


" Siapa yang ambil? Oh iya..Kamu ada di mana sekarang.." suara Ling Ling.


" * Pak Wong bi...Ini lagi di mobil bi ke markas tentara...Aku jadi tentara sekarang.." ucap Bayu.


" Haaah....Apaaaa....!!"


" Kamu jadi tentara..." suara Ling Ling.


" * Iya bi...Paman Fai di mana bi..?" ucap Bayu.


" Ada... Dia masih tidur..."


" Gak ada kamu,dia ngeluh terus..." suara Ling Ling .


"* Mengeluh kenapa bi...?" ucap Bayu.


" Dia sendirian yang belanja,tidak ada yang bantu angkatin" suara Ling Ling.


"* Oh iya bi...Maaf ya bi,aku pergi tanpa pamit.."


" * Aku takut sendirian terlalu lama,dan aku ingin berkeliling kota.." ucap Bayu.


" Iya....Jaga dirimu baik - baik...Jangan berikan nomorku pada orang lain,kalau bisa kamu hapal saja nomorku ya Jiang..." suara Ling Ling.


"* Siaap laksanakan " ucap Bayu.


" Aku kangen sekali padamu..." suara Bibi.


" * Aku juga kangen sama bibi..." ucap Bayu.


" Kalau mau ke sini..Telpon dulu ya.." suara Ling Ling.


"* Iya bi..." ucap Bayu.


" Apakah kamu mau bicara pada pamanmu?" suara Ling Ling.


" * Lain kali saja bi...Sudah dulu ya bi...Da...Da bibiku yang cantik..." ucap Bayu.


" Da...Da...Tampan...Jaga dirimu baik - baik.." suara Ling Ling.


Bayu menekam tombol merah. Lalu memghapal nomor Ling Ling kemufian memghapus nomor tersebut,setelah itu memasukkan nomor Xiang di hapenya. Setelah selesai,ia mematikan hapenya agar batreinya awet.


Bayu melihat kotak pemberian Xiang,lalu ingin bungkus kado tersebut karena penasaran.


" Nanti sajalah setelah sampai di sana..." ucap Bayu dalam hati.


" Cincinmu bagus....Itu batu apa?" ucap Mayor Jendral Tang Shin yang melihat di jari tangan Bayu terdapat cincin.


" * Batu apa ya...."


Bayu memperhatikan cincinnya. Lalu menoleh.


"* Aku gak tahu pak..." ucap Bayu.


" Boleh aku lihat..." ucap Mayor Jendral Tang Shin.


Bayu mengulurkan tangannya,kemudian memperhatikan batu tersebut.


" Seperti batu safir,tapi..."


" Warna dan coraknya berbeda..." gumam Mayor Jendral Tang Shin. Lalu melepaskan tangan Bayu.


Kemudian Mayor Jendral Tang Shin memberi tahu larangan dan kewajiban para tentara,serta tata tertib saat menjalani pelatihan kepada Bayu.


Setelah menempuh perjalanan panjang,akhirnya mereka tiba di sebuah markas militer. Disana juga ada siswa dan siswi calon tentara.


Bayu berjalan mengikuti Mayor Jendral Tang Shin yang menunjukkan tempat saat Bayu menjalani latihan.


Mereka masuk ke dalam salah satu kelas.


Seorang pria yang berdiri di depan kelas melihat Mayor Jendral Tang Shin masuk ke dalam kelas memberi hormat.


" Dia bernama Jiang,dan ini berkasnya dia..."


" Didik dia hingga menjadi seorang yang ahli.." ucap Mayor Jendral Tang Shin.


" Siap pak..." ucap pria itu.


" Jiang..." ucap Mayor Jendral Tang Shin.


" *Siap pak..." ucap Bayu.


" Pak Long Pheng ini akan mengajarkanmu.."


" Belajarlah yang rajin...Ketika sudah mahir..."


" Aku akan menemuimu.." ucap Mayor Jendral Tang Shin.


" *Siap pak...Aku akan belajar hingga aku berhasil.." ucap Bayu.


" Bagus...Aku serahkan Jiang padamu...Dia belum mendapatkan kamar.."


" Aku pergi dulu.." ucap Mayor Jendral Tang Shin lalu pergi keluar.


4 jam kemudian.


Bayu berada di dalam kamarnya.


Lalu membuka hadiah pemberian Xiang.


Nampak 5 buah buku di dalam kertas kado yang sampingnya telah terbuka.


" Buku ternyata..."


" Pantesan agak berat tadi..." ucap Bayu dalam hati.


****


Di sisi Hana.


Hana berjalan - jalan bersama pengawalnya di malam hari. Ia berharap akan menemukan Bayu.


Lalu Hana melihat sebuah kedai makan yang tulisannya sangat Familiar,namun hurufnya di pisah dan gambarnya juga sering ia lihat.


" Phe Chel A Yam ?"


" Apakah ada TKI yang berjualan pecel Ayam" ucap Hana dalam hati.


Karena penasaran,Hana berjalan ke kedai itu lalu masuk dan duduk di kursi. Ia melihat kertas menu di meja.


Seorang wanita yang tak lain Ling Ling memghampiri Hana.


" Selamat datang..." ucap Ling Ling.


Hana memperhatikan Ling Ling.


" * Aku pesan 1 porsi,nasi spesial dan minumnya teh hangat..." ucap Hana.


" Baik..Di tunggu.." ucap Ling Ling lalu membalikkan badannya.


"* Tunggu..." ucap Hana.


Ling Ling kembali menghadap Hana.


" Iya...Ada apa nona..?" ucap Ling Ling.


" * Apakah yang memasak ini tenaga kerja dari indonesia?" ucap Hana.


" Bukan...Kami sendiri yang membuatnya.." ucap Ling Ling lalu pergi meninggalkan Hana.


Tak lama kemudian,pesanan Hana datang.


Hana memperhatikan makanan itu,lalu mencicipi sambalnya.


" Sama...." gumam Hana.


" Silahkan..." ucap Ling Ling.


"* Apakah kalian pernah ke indonesia?" ucap Hana.


" Tidak...Aku tidak pernah datang ke indonesia..." ucap Ling Ling.


" * Katakan sejujurnya padaku..."


" *Kalian mendapat resep makanan ini dari mana?" ucap Hana.


" Itu rahasia..." ucap Ling Ling lalu meninggalkan Hana.


" * Apakah dari Jiang?.." ucap Hana.


Ling Ling terkejut,karena ia dan Fai Long tak pernah memberi tahu orang lain perihal Jiang.


Ling Ling membalikkan badan lalu berjalan ke arah wanita yang memakai pakaian tertutup.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG.


Apakah Ling Ling akan mengatakan bahwa resep itu dari Jiang atau tidak.


Kita saksikan setelah iklan yang mau lewat ini.

__ADS_1


__ADS_2