SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
DATANG MENGOBATI


__ADS_3

"Kok pusing...Bukannya itu bagus.." suara Sekar.


"Pusing ngatur aja mbak.." ucap Bayu dalam hati.


"Buat jadwal saja... Beres dah...." suara Sekar.


"Kupikir tadi kalian beneran sebulan di Lampungnya.." ucap Diana.


"Ide bagus.... Suwun yo mbak..." ucap Bayu dalam hati.


"Enggak...Kan kalian mau menikah hari sabtu nanti.." ucap Khalisa.


"Oh iya...Ku dengar dari kakek,sayang membunuh semua penjahat itu sama ibu ya..?" ucap Diana.


"Sama ibu?...Ibu mas ikut membebaskan ibu adek?" ucap Khalisa.


"Iya sayang...


"Mas sama ibu saja yang pergi bebasin..Kalau pakai pengawal,takutnya mereka ada yang mati terbunuh...Sebab mereka memakai senjata api.." ucap Bayu.


"Mas tertembak apa enggak?" ucap Khalisa.


"Tertembak lah dek...Kalau satu orang yang nembak,mas masih bisa menghindari...


Khalisa lantas membuka kaos Bayu,lalu memeriksanya.


"Mas gakpapa dek..." ucap Bayu.


"Katanya mas tertembak... Kok gak ada bekas lukanya " ucap Khalisa heran,karena tak melihat bekas luka.


"Suami kita kebal senjata kak..." ucap Hinata.


"Ooo...Begitu... Tapi tunggu dulu...


"Kenapa waktu itu mas bisa berdarah saat kena benda tajam?" ucap Khalisa heran dan penasaran.


"Mas lepas ilmuku dek..Makanya bisa terluka..Setelah itu ya mas pakai lagi ilmu kebalnya." ucap Bayu berbohong,sebab tak jauh dari Bayu ada pengawal yang sedang berjalan.


"Ooo...Begitu...


"Mas...Adek laper..." ucap Khalisa.


"Kebetulan... Mas juga lapar...Yuk kita makan.." ucap Bayu.


Mereka berjalan ke dapur. Nampak bu Yuli sedang memotong sayuran.


"Masak apa bu?" ucap Bayu.


"Sayur sop nak.." ucap bu Yuli.


"Sini bu...Aku bantu..." ucap Khalisa.


"Gak usah.. Ibu bisa sendiri nyonya bos..." ucap bu Yuli.


"Gakpapa bu...Aku dah biasa membantu ibuku di dapur.." ucap Khalisa.


Akhirnya Khalisa,Hinata dan Diana memasak di dapur.


Bayu mengambil teh kotak di dalam kulkas, lalu mengambil Choki - choki di lemari. Setelah itu duduk di sofa ruang keluarga sambil menunggu mereka selesai memasak.


Tak lama kemudian muncul Paijo,ia duduk di dekat Bayu.


"Kang...Sudah di obatin apa belum itu bapaknya teman sampeyan?" ucap Bayu lalu memakan choki - choki di tangannya.


"Belum...Dia nunggu kamu Bay..." ucap Paijo.


Bayu melihat jam tangannya,


"Habis shalat Ashar gimana kalau kita ke sana?" ucap Bayu.


"Bentar...Aku hubungi temanku..." ucap Paijo.


Paijo lantas mengambil hapenya lalu menghubungi temannya.


"Iya Bay...Ada di rumah dianya.." ucap Paijo.


Lalu muncul Daniel bersama Lukman.


"Biyuuh....Tak golek i tibakno nang kene.." ucap Daniel.(Ku cari ternyata ada di sini).


"Ada apa Niel? Oh iya...Pembangunananya sudah berapa persen?" ucap Bayu.


"Baru 60 % ..


"Boleh pinjam mobil BMWmu kah Bay?" ucap Daniel.


"Pakai aja Niel...STNKnya ada di kotak kunci..Emang kamu mau kemana?." ucap Bayu.


"Mau pulang kampung Bay...Sabtu siang setelah acara nikahmu,aku langsung pulang kampung...Ada perlu.." ucap Daniel.


"Ooo...Gitu...Kenapa gak pakai mobil Lamborghini aja Niel...Biar keren gitu.." ucap Bayu.


"Gak ah...Itu kan mobil kesayanganmu,belum lagi itu boros BBMnya..." ucap Daniel.


"Irit itu...." ucap Bayu.


"Irit apamu Bay...Itu loh CCnya gede...Terus aku belum bisa mengendalikannya..Takut nabrak.." ucap Daniel.


"Irit...Tapi separo jalan kamu dorong mobilnya.." ucap Bayu.


"Gak keroso Rabu depan poso yoo.." ucap Lukman.(Gak terasa Rabu depan puasa yaa)


"Waasssuu...Lempoh aku dorong mobilmu Bay.." ucap Daniel.


"He eh.... Mancingkah puasa nanti?" ucap Bayu.


"Jangkreek...


"Yang ada aku mokel(batal puasa) Bay..." ucap Lukman.


"Naik perahu lah...Kalau haus tinggal minum air laut.." ucap Bayu.


"Jancoook...


"Mending aku tidur...." ucap Lukman.


Bimo datang menghampiri lalu duduk di samping Paijo.


"Eh Bay.... Gimana ceritanya tuh adiknya Lisa di bunuh?" ucap Daniel.


"Iya itu Bay...Kasihan looh...


"Kok tegone mateni arek cilik.." ucap Bimo.


" Aku gak tahu,kenapa mereka tega berbuat seperti itu. Ku pikir hanya aku saja,gak tahunya Keluarga Sandi juga ikut kena.


"Sempat aku emosi di buatnya" ucap Bayu.


"Sek...Sek...Sek...


"Sandi kenapa Bay?" ucap Bimo.


"Itu... Ibunya tewas,terus adiknya di culik..." ucap Bayu.


"Buseet daah...Terus ..Terus...Terus?" ucap Daniel.


"Aku emosi sama Sandi...Soalnya aku dapat sms isinya gak terima jika ibunya di penjara dan tewas,dia akan menuntut balas.." ku pikir sms iseng. Eh gak tahunya aku dapat kabar dari teman yang jaga di depan rumah bila yang jaga ibu mertuaku gak ada kabar,biasanya tiap 30 menit selalu kasih kabar,begitu di cek... 2 temanku tewas,Wahid juga tewas,ibu metuaku gak ada di TKP.


"Jadi aku berpikir itu ulah Sandi,terus aku emosi,kemudian aku kesana,ku bantai para penjaga,aku tanya sama pembantunya,si Agus gak ada di rumah.


"Soalnya aku berpikir ibunya Putri di bawa kesana,lalu polisi datang,dia nembak aku,tak balas tembak,lalu ku bunuh semua... Karena sudah aku peringatkan..


Pas aku keluar dari rumah Agus,Dia menelponku.. Aku tanya aja langsung di mana ibu mertuaku,dia bilang gak melakukan itu,malah menuduhku menculik adiknya Sandi.


"Ya aku jawab gak ada nyuruh.. Dia tanya ada dapat sms nomor asing,baru di situ aku sadar,bahwa pelakunya bukan mereka.


"Sebelum kejadian,itu aku shalat malam minta petunjuk siapa yang telah meneror keluargaku,


Alhamdulillah di beri tahu.


Bayu menceritakan kejadian itu hingga selesai.


"Kamu bisa lihat orang dari jauh Bay?" ucap Lukman.


"Bisa Man.... Asal aku pernah ke sana,kalau belum ya aku harus mencari dulu " ucap Bayu.


"Hemmm.... Jangan - jangan dia itu manusia setengah Harimau Bay..." ucap Paijo.


"Bisa jadi kang...Soalnya aku lihat tangannya itu seperti Harimau.." ucap Bayu.


"Suku bangsa Harimau " suara Sekar tiba - tiba muncul.


"Mbak tahu mereka?" ucap Bayu dalam hati.


"Dulu aku sempat bertarung melawan salah satu dari mereka,..


"Mereka bisa berubah wujud menjadi seekor Harimau..." suara Sekar.


"Begitu...Terus...Mbak menang apa kalah?" ucap Bayu dalam hati.


"Menang dong...Tapi tak secepat kamu dan ibumu..." suara Sekar.


Khalisa datang menghampiri mereka.


"Semuanya....


"Ayoo makan.." ucap Khalisa.


"Aseeek.....Lama aku gak merasakan masakannya Lisa.." ucap Bimo.

__ADS_1


Mereka pun berdiri lalu berjalan ke meja makan keluarga.


Setelah sampai mereka duduk,Khalisa mengambilkan nasi untuk Bayu.


"Oh iya...Setelah shalat Ashar aku dan kang Paijo pergi ketempat teman ..." ucap Bayu.


"Cewek apa cowok teman mas?" ucap Khalisa.


"Cowok dek..." ucap Bayu.


"Aiiissh... Kalau cewek pasti dia gak mau ." ucap Bayu dalam hati.


"Ya jelas gak mau lah Bayu....Jika aku menjadi dia...Pasti aku akan ikut bila temanmu itu seorang wanita.." suara Sekar.


"Tahu gak Lis...


"Semenjak kamu pergi...Bayu seperti orang streess... Biasa gak merokok,malah merokok.." ucap Lukman.


"Seriuss...?" ucap Khalisa setengah tak percaya


"Benar tuh Lis.... Aku aja lihat Bayu merokok kaget..Pas kita mau metik mangga....Terus gitu banyak diemnya.


"Pas si Wedus bilang kamu pergi ,kaget aku.." ucap Bimo.


"Hem.... Setelah itu... Ada cewek yang dekatin Awan gak Bo? ucap Khalisa.


"Banyak yang dekatin...Tapi Bayu cuek,katanya masih sayang sama kamu Lis,meskipun kamu gak ada.." ucap Bimo.


"Setiap hari ada aja cewek yang ngasih makanan ke Bayu,si Kebo yang makan Lis.." ucap Lukman menimpali.


"Lah...Dari pada basi...Ya aku makanlah.." ucap Bimo.


"Assalam mu'alaiakum..." suara Sulis di depan rumah.


"Wa'alaikum salam..." ucap mereka serempak.


"Kalian SMAnya satu sekolah sama Awan gak?" ucap Khalisa.


"Dek...Habis shalat Ashar mas mau jalan sama kang Paijo ke rumah teman..." ucap Bayu.


"Ya satu sekolahan lah Lis... Neh Kudaniel ikut kita juga..." ucap Lukman.


"Iya mas.." ucap Khalisa.


"Diamput...Kalian loh yang maksa aku..." ucap Daniel.


Sulis datang menghampiri mereka.


"Makan Lis..." ucap Bayu.


"Sudah makan aku mas...


"Kapan mas datangnya" ucap Sulis.


"Baru aja Lis..." ucap Bayu.


Sulis duduk di kursi,lalu mengambil gelas air ,kemudian menuangkan air putih.


"Mas...." ucap Sulis.


"Iya..Ada apa Lis?" ucap Bayu.


"Mamaku mau menemuiku..." ucap Sulis.


"Bagus dong... Suruh datang aja ke sini ..." ucap Bayu.


"Gakpapa kah Mas jika mamaku datang kerumah mas...?" ucap Sulis.


"Ya gakpapa...Kamu kan keluargaku... Jadi ya gak masalah...


"Oh iya...Mamamu sudah di beri tahu soal pernikahanmu Lis?" ucap Bayu.


"Sudah mas...Tapi mamaku ke sini sendirian saja,takut ketahuan oleh papaku..." ucap Sulis.


Paijo dan Lukman meninggalkan meja makan. Di ikuti Bimo dan Daniel sambil membawa gelas dan piring.


"Jam berapa datangnya Lis?" ucap Bayu.


"Besok sekitar jam 10 an lah mas.Besok aku gak masuk kuliah,oh iya..


"Ibu mana mas?." ucap Sulis tak melihat keberadaan Hana.


"Masih di Lampung Lis..." ucap Bayu.


Diana mengambil piring dan gelas kotor milik Bayu dan Hinata.Lalu berjalan ke dapur.Di susul Khalisa.


Bayu melihat jam tangannya.


"Yomesan...Yuk shalat...Bentar lagi Ashar.." ucap Bayu.


"Hai...." ucap Hinata.


"Oh iya mas...


"Aku turut berduka cita ya.... Maaf kemarin gak bisa datang..." ucap Sulis.


"Iya Lis..." ucap Bayu.


***


Di ruang shalat.


Satu persatu datang untuk shalat Ashar bersama.


Nampak Hinata berjalan bersama Diana memakai mukena.


Setelah semuanya berkumpull,mereka pun shalat. Bayu bertindak sebagai imam.


10 menit kemudian Mereka selesai shalat.


"Dekat gak kang rumahnya?" ucap Bayu.


"Kalau naik motor sekitar 30 menit lah Bay...Soalnya rumahnya itu masuk gang..." ucap Paijo.


"Mobil bisa masuk apa enggak..?" ucap Bayu.


"Bisa..." ucap Paijo.


"Ya sudah ....Kita ke sana naik motor aja.Aku ganti baju dulu.." ucap Bayu.


Bayu berjalan ke kamar untuk mengganti pakaian.


Saat Bayu masuk kamar,ia melihat Khalisa sedang merapikan barang - barang.


Bayu berjalan ke lemari pakaian,ia memgambil jaket dan celana panjang. Setelah itu ia memakainya.


"Mas...Ini perhiasan taruh di lemari besi ya..." ucap Khalisa.


"Iya..Kodenya tanggal,bulan dan tahun jadian kita..." ucap Bayu.


"He...He...He...He...Adek lupa mas. " ucap Khalisa.


Bayu memberi tahu kode lemari tersebut.


Kemudian Khalisa menekan tombol lemari Besi,lampu hijau menyala. Kemudian Khalisa membuka pintu lemari tersebut.


Nampak tumpukan emas batangan,uang,dan surat - surat penting lainnya di dalam lemari besi.


"Eh....!!!??? Khalisa terkejut saat melihat isi lemari besi tersebut.


"Banyak banget mas emasnya..." ucap Khalisa.


"Ya banyak lah dek....Itu pemberian kakek buyut..


Bayu memghampiri Khalisa.


"Mas pergi dulu ya cantik..." ucap Bayu sambil memyodorkan tangan.


Khalisa berdiri lalu menyambut tangan Bayu. Kemudian menciumnya.


"Iya mas...Hati - hati...Jangan sampai malam ya pulangnya..." ucap Khalisa.


"Tergantung keadaan dek...Soalnya mas naik motor...Gak naik mobil..." ucap Bayu.


"Iya mas...Nanti telpon ya kalau mas pulangnya malam" ucap Khalisa.


"Siap sayang ..." ucap Bayu.


Bayu berjalan ke kamar mandi untuk wudhu,selesai wudhu ia keluar kamar menuju teras rumah.


Saat di teras,Bayu melihat Paijo sudah siap di atas motornya.


"Aku ambil Helm dulu kang..." ucap Bayu.


Bayu berjalan ke garasi untuk mengambil Helm.


Setelah mengambil Helm,Bayu kembali kemudian naik sepeda motor yang di tumpangi Paijo.


"Ayoo jalan...


Paijo menjalankan sepeda motor Shogunnya.


Lalu berhenti di pos jaga.


"Kalian gak usah mengawalku..." ucap Bayu.


Salah satu pengawal membuka pintu gerbang.


"Siap Bos..." ucap pengawal.

__ADS_1


Paijo kembali menjalankan motornya.


"Sudah berapa lama sakitnya itu kang?" ucap Bayu.


"Sudah sebulan Bay..." ucap Paijo.


Setelah menempuh perjalanan,akhirnya mereka sampai di tempat tujuan di sebuah rumah perkampungan.


Di teras rumah terdapat mobil angkot.


Bayu dan Paijo turun dari sepeda motor,kemudian melepas Helm.


Seorang pemuda menghampiri mereka.Pemuda itu terkejut melihat wajah Bayu.


"Assalam mua'alaikum..." ucap Bayu..


"Wa'alaikum salam..." ucap pemuda tersebut.


Lalu mereka bersalaman..


"Bayu...." ucap Bayu saat bersalaman.


"Edo...


"Mari masuk ko...." ucap pemuda itu.


"Aku uduk wong cino kang..Aku iki wong jowo.." ucap Bayu.


"Maaf aku paham bahasa jawa.." ucap Edo.


"Bayu ini bukan orang cina,tapi orang jawa broo.." ucap Paijo.


"Ooo...Begitu...Marii masuk..." ucap Edo.


Mereka kemudian masuk kerumah.


Bayu melihat tak ada hal yang ganjil di rumah itu.


Ada seorang gadis remaja duduk bersama anak kecil di kursi tamu. Gadis itu nampak terpesona melihat wajah Bayu.


Edo mengantar Bayu dan Paijo ke kamar ayahnya.


Setelah sampai,Bayu melihat seorang bapak - bapak terbaring di kasur yang letakkan di lantai.Di temani seorang ibu - ibu.


Bayu berjalan jongkok menghampiri ayahnya Edo.Lalu melepas jaketnya. Bayu hanya memakai Kaos lengan pendek dan celana panjang.


"Nama saya Bayu pak...Saya ke sini mencoba menyembuhkan penyakit bapak.. Kalau boleh tahu,nama lengkap bapak siapa,dan nama ayah bapak...


Ayahnya Edo lantas memberi tahu.


"Baiklah....Bismillah...


Bayu menyentuh kaki ayahnya Edo,lalu membaca amalan yang di berikan oleh pak KH. Mustafa.


Bayu menggerakkan tangannya,dari ujung jempol sampai pangkal paha.


Saat menyentuh tumit,Bayu merasakan sesuatu. Lalu menahan telapak tangannya.


Paijo dan Edo melihat Bayu mengobati.


Nampak 2 paku berukuran 2 " keluar dari tumit,lalu batu kerikil. Bayu tak merasakan lagi,lalu memggerakkan telapak tangannya ke atas sambil membaca amalannya.


Paijo dan Edo terkejut melihat ada paku dan kerikil.


Bayu kembali merasakan sesuatu,lalu keluar lagi paku 3 biji.


Kemudian Bayu beralih di kaki sebelahnya.


Nampak paku keluar dari saat Bayu menempelkan telapak tangannya.


Setelah itu Bayu memeriksa tubuh yang lain.


"Alhmadulilah..." ucap Bayu ketika selesai mengobati ayahnya Edo.


Bayu mengambil botol berisi air mineral. Lalu membuka tutupnya.


Bayu membaca sesuatu,setelah selesai,Bayu meminumkan air itu pada ayahnya Edo.


"Di minum dulu pak..


Ayahnya Edo meminum air tersebut.


"Coba bapak gerakin kakinya pak..." ucap Bayu.


Ayah Edo mencoba menggerakkan kakinya.


Nampak ayahnya Edo bisa menggerakkannya, sebelumnya tak bisa di gerakin.


"Alhamdulillah....


Ayahnya Edo bangun,lalu memeluk Bayu.


"Terima kasih nak...Kamu telah menyembuhkanku..." ucap ayahnya Edo.


"Yang menyembuhkan itu Allah pak..Saya hanya perantara..." ucap Bayu.


Ayahnya edo melepasakan pelukannya.


"Terima kasih nak...


"Ibu sudah putus asa...


"Sudah berobat ke sana kemari,tapi gak membuahkan hasil.." ucap ibunya Edo.


"Iya bu...


"Oh iya... Ada garam kasar gak bu?" ucap Bayu.


"Gak Ada...Buat apa garam ?" ucap ibunya Edo.


"Buat pagar rumah,supaya tak ada yang bisa memgirim ilmu hitam kerumah ini...


"Jika tak ada,pakai air saja.." ucap Bayu.


"Bayu...Bisa gak kamu balikin itu santetnya ke pemiliknya?" ucap Edo.


Bayu menggelengkan kepala.


"Bah...Lu ini kok nyuruh pak Kyai balikin santet..." ucap Bayu.


"Jika aku mengirim balik,sama aja aku seperti mereka..." ucap Bayu.


"Eh.....!!!??? Mereka terkejut atas ucapan Paijo barusan.


"Maafkan saya pak Kyai.." ucap Edo.


"Jancoook...Aku bukan Kyai.. Sampeyan percaya ucapannya kang Paijo bisa musrik loh..." ucap Bayu.


"Diaaampuuut...." ucap Paijo.


"Kang....Siapkan air di ember,jangan lupa gayungnya..." ucap Bayu.


"Iya pak ustadz..." ucap Edo.


Edo lantas berjalan ke belakang untuk mengambil air.


"Aku tinggal dulu ya pak...Ibu..." ucap Bayu.


"Iya pak ustadz.." ucap mereka.


"Ku acungi 2 jempol kamu Bay...Bisa ngobatin orang kena santet.." suara Sekar.


Bayu mengambil jaketnya,lalu berjalan jongkok menuju pintu,setelah melewati pintu,nampak Edo datang membawa ember berisi air.


Bayu mengambil ember tersebut,lalu berjalan ke luar.


Saat sudah berada di teras,Bayu mengucapkan amalannya untuk memasang pagar ghaib.


Lalu menyiram air itu sekeliling rumah,lalu menyiram ke mobil angkot.


Selesai memasang pagar ghaib,Bayu duduk di kursi tamu.


"Di minum tehnya pak ustadz..." ucap ibunya Edo.


"Iya bu...


Bayu mengambil gelas berisi teh.


"Bismilah..." ucap Bayu lalu meminum teh tersebut.


"Pak ustadz tinggal di mana?" ucap ayahnya Edo.


"Dekat sini saja pak....


"Oh iya... Aku pamit undur diri pak...Mau magrib.." ucap Bayu lalu berdiri.


Ayahnya Edo mengeluarkan amplop,ke.udian memberikan pada Bayu saat bersalaman.


"Iya pak ustadz,terima kasih atas bantuannya.." ucap ayahnya Edo.


"Sama - sama pak.." ucap Bayu.


Bayu menangkupkan tangan ke ibunya Edo,lalu bersalaman ke Edo.


Saat bersalaman,Bayu memberikan amplop tersebut lalu memegang tangan Edo yang hendak menolak amplop tersebut.


"Assalam mua'laikum..." ucap Bayu.


"Wa'alaikum.....

__ADS_1


__ADS_2