
Di sebuah jalan yang jauh dari kota Bengkulu.
Pukul 9.35
Nampak seorang wanita mengendarai mobil Hardtop warna merah melintasi perkebunan teh. Berbekal sebuah peta yang ia beli di toko buku mengenai wilayah kota Bengkulu,wanita itu menuju ke desa Kamayan.
Wanita itu adalah Hana Oktaviana Han.
Mobil Hardtop itu milik Malik,sedangkan mobil Ferari Hana di bawa oleh Malik.
Sengaja Hana memakai mobil itu karena medan yang akan di laluinya sangat berat,tak semulus jalan raya.
Di dalam mobil Hana terdapat peralatan dokter dan macam - macam obat untuk penyamaran.Sebelum Hana berangkat,Hana di beri tahu oleh Malik tentang obat - obatan tersebut bagaimana dosisnya dan fungsi obat tersebut,serta memberi catatan kecil.Juga ada beberapa bahan makanan untuk bekal Hana.
Hana di beri kursus singkat saat nanti berada di desa Kumayan agar lancar saat menjalankan aksinya.
Nampak beberapa orang desa melintas jalanan itu memakai sepeda motor,ada pula yang memakai sepeda pancal.
Lalu ada persimpangan jalan,Hana bingung karena di peta tidak ada jalan bercabang.
Hana menghentikan mobilnya,lalu turun dari mobil.
Ada seorang bapak - bapak mengendarai sepeda pancal hendak melewati Hana dari arah belakang.
"Pak..."ucap Hana sambil memberi kode agar berhenti.
Bapak itu berhenti di samping Hana.
"Iya...Ada yang bisa saya bantu?" ucap bapak itu.
"Maaf pak..Saya mau ke desa Kamayan,akan tetapi saya bingung jalan menuju desa itu..." ucap Hana.
"Ooo...Desa Kamayan..
"Mbak lurus saja,nanti melewati hutan,lalu ada pertigaan jalan,ibu belok kanan lalu lurus aja...Nanti ketemu desa Kamayan." ucap bapak itu.
"Terima kasih pak...Maaf saya merepotkan bapak.." ucap Hana.
"Iya...Sama - sama" ucap bapak itu.
Hana masuk kembali dalam mobil,lalu menjalankan mobil tersebut.
Tak lama kemudian Hana melewati daerah hutan yang masih asri.
"Belok kanan lalu lurus...
Ketika Hana melihat pertigaan jalan ia membelokan mobilnya.
"Mayan jauh juga ya....
Hana merasakan guncangan saat mobilnya melewati jalan yang rusak.
"Jika aku bawa si Merah maka Bayu bisa curiga kalau mobilnya rusak....
Setelah menempuh perjalanan akhirnya Hana sampai di gerbang desa Kamayan.
"Alhamdulilah akhirnya sampai...
Hana melihat sebuah warung,lalu ia menghentikan mobilnya lalu turun ,untuk menanyakan rumah kepala desa.
Ada 4 orang pria duduk santai sambil mengobrol di warung itu.Salah satunya ada manusia Harimau yang bernama Datuk Tunggal.
__ADS_1
"Permisi pak..Maaf mengganggu,rumah kepala desa ada di mana ya." ucap Hana
Datuk Tunggal memperhatikan Hana.
"Ada di sana ,mbak lurus saja,Sebelah kanan nanti ada rumah cat warna hijau,itulah rumah kepala desa." ucap pria 1.
"Terima kasih banyak pak..." ucap Hana lalu pergi.
Datuk Tunggal melihat plat kendaraan yang di kendarai Hana.
"Bukan orang Jakarta..." ucap Datuk Tunggal dalam hati.
Malik menyuruh Hana mengganti plat kendaraan jika sudah berada luar kota, memakai plat palsu yang sudah di siapkan oleh Malik di dalam mobil.
Tak lama kemudian Hana melihat cat rumah warna hijau,lalu ia menghentikan mobilnya.
"Bismillah...Semoga urusanku lancar...Amin ya Allah...
Hana turun dari mobil lalu berjalan ke rumah kepala desa.
Nampak ada seorang ibu - ibu duduk bersama anak kecil. Ibu itu menyisir rambut anak.
"Permisi..." ucap Hana.
Ibu itu menoleh ke Hana.
"Iya..." ucap ibu itu.
"Maaf bu...Apakah ini rumah kepala desa..." ucap Hana.
"Benar... " ucap ibu itu.
"Saya Viana dari Universitas kedokteran bu..." ucap Hana.
"Silahkan duduk..." ucap ibu itu.
Hana duduk di kursi.
"Maaf...Suami saya sedang di kantor,sejam lagi akan pulang..." ucap ibu itu
"Iya gakpapa bu...
"Apakah di sini ada penginapan bu...Sebab saya sedang melakukan tugas kuliah saya," ucap Hana.
"Ada mbak...
"Hem...Biasanya anak - anak yang melakukan tugas kuliah menginap di rumah Datuk Putra Kumbang...
"Mari saya antar mbak kesana " ucap ibu itu.
Hana mengikuti ibu kerumah Datuk Putra Kumbang.
Suasana desa Kamayan masih asri,udara sejuk.
Nampak anak - anak kecil berlarian bermain mobil - mobilan yang di tarik pakai tali.
Tak lama kemudian mereka sampai di rumah Datuk Putra Kumbang.
Istri kepala desa memberi tahu pada Datuk Putra Kumbang memgenai Hana.
Datuk Putra Kumbang menerima Hana. Sebab desa itu jauh dari Puskesmas.
__ADS_1
Hana berkenalan dengan keluarga Datuk Putra Kumbang.
Istri kepala desa pamit undur diri.
"Maaf Datuk,saya mau mengambil mobil saya,sebab perlengkapan saya ada di mobil.." ucap Hana.
"Oh iya silahkan..." ucap Datuk Putra Kumbang.
Hana berjalan menuju mobilnya.
***
Sore hari.
Hana bercengkrama dengan istri Datuk Putra Kumbang yang bernama Cempaka di teras rumah setelah Hana selesai shalat Ashar.
Di meja terdapat pisang rebus dan singkong rebus.
"Sudah berapa lama desa ini tak mempunyai puskesmas bu..." ucap Hana.
"Sudah lama sekali desa ini tak mempunyai puskesmas...
"Dulu ada seorang dokter muda.Setiap seminggu 2 kali,dokter itu datang kesini untuk mengecek kesehatan warga desa...
"Hanya berjalan 8 bulan. Dokter itu berpamitan,karena dia di pindah tugaskan...
"Setelah itu dokter yang kesini hanya sebulan sekali..." ucap Cempaka.
"Ooo...Begitu..." ucap Hana.
"Sepertinya aku harus usul ke kakek untuk membangun puskesmas,siapa tahu kakek mau melakukannya..." ucap Hana dalam hati.
Tak terasa malam pun tiba.
Hana berada dalam kamar tidur hendak tidur,ia berencana besok pagi menjalankan aksinya mencari informasi mengenai Susanto dan juga Putra Alam Gumara.
Baru saja Hana hendak memjamkan mata.
Tiba - tiba Hana mendengar suara keributan di luar.
"Kenapa di luar ribut sekali...
Hana mengambil jilbabnya,lalu memakainya. Kemudian Hana memakai cadar lalu keluar dari kamar.
Nampak Cempaka berada di teras rumah,suara keributan berada jauh dari rumah Datuk Putra Kumbang,Hana mendekati Cempaka lalu bertanya karena penasaran.
"Maaf bu...Kenapa tadi ribut sekali.?.."
"Ada Puyang ,warga di sini mengejar Puyang tersebut." ucap Cempaka.
"Puyang ?" ucap Hana bingung. Sebab baru kali ini mendengar nama itu.
"Puyang itu orang yang memiliki ilmu hitam,agar tetap cantik dengan cara kepalanya terpisah dari badan,lalu organ tubuh bagian dalam ikut kepala,..." ucap Cempaka.
"Ooo...Itu namanya Puyang..." ucap Hana.
"Di tempatku malah Kuyang..." ucap Hana dalam Hati.
Ingin rasanya Hana ikut mengejar makhluk tersebut,akan tetapi takut penyamarannya terbongkar.
"Sial...Tanganku jadi gatel ingin menyerang itu Kuyang..." ucap Hana dalam hati.
__ADS_1
Hana kembali ke dalam kamarnya. Besok pagi,Hana akan berkeliling desa untuk melihat - lihat seluk beluk desa Kamayan,siapa tahu Hana bertemu dengan target yang ia cari.