SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
MENYAMPAIKAN KE KHALISA


__ADS_3

"Setelah acara pernikahanku dengan Putri dan Ayu mbah..." ucap Bayu.


"Baiklah..." ucap Jien Li.


"Oh iya...Apa mbah tahu siapa yang melakukan teror itu?" ucap Bayu.


"Aku tidak tahu Bay...Dari tim penyelidik,belum menemukan siapa pelakukanya..." ucap Jien Li.


"Bagaimana jika itu ulah mereka?" ucap Bayu.


"Bukan mereka...Mereka bergerak tidak sendiran saat beraksi,terutama saat di Mall itu.." ucap Jien Li.


Nampak Bayu berpikir.


"Apakah mereka tertarik dengan mata pelangi saja mbah?" ucap Bayu pelan.


"Tanyakan pada ayahku Bay....Dia tahu semuanya..." ucap Jien Li,lalu pergi meninggalkan Bayu.


"Sepertinya iya...Aku harus berhati - hati dalam mengeluarkan kekuatanku.."ucap Bayu dalam hati.


Kemudian Bayu menghampiri kakek buyutnya.


"Mbah buyut..


Zhang menoleh ke Bayu.


"Bisa bicara sebentar..." ucap Bayu.


"Bisa....Mau bicara soal apa?" ucap Zhang.


"Privasi..." ucap Bayu.


"Oke..." ucap Zhang kemudian menjauh dari kerumunan.


Zhang berjalan ke arah pintu lift,di ikuti Bayu.


Lalu Zhang menekan lantai 3.


Setelah sampai di lantai 3, Zhang berjalan ke arah ruang studio musik.


Zhang membuka pintu lalu masuk ke dalam di ikuti Bayu. Pintu otomatis tertutup dengan sendirinya.


Zhang duduk di sofa, Bayu duduk di samping Zhang.


"Kamu mau bicara soal apa Bay?" ucap Zhang.


"Apa kakek tak curiga bahwa yang melakukannya itu dari musuh mbah buyut?" ucap Bayu.


"Tidak...Jika mereka yang melakukannya,pasti tak hanya 1 orang. Mereka akan menggunakan lebih dari 5 orang yang terkuat untuk memgetahui apakah targetnya memiliki mata pelangi apa tidak,jika terbukti maka mereka segera memberi tahu yang lainnya yang mengawasi dari kejauhan.


"Tak lama setelah itu mereka akan menculik keluarga kita satu persatu ketika berada di luar perumahan ini...Karena perumahan ini merupakan benteng pertahanan keluarga kita.." ucap Zhang.


"Ooo...Begitu..Jika kita habisi mereka gimana mbah buyut?" ucap Bayu.


" Menghabisi mereka itu....Tak semudah membalikkan telapak tangan Bayuu.....


"Mereka bekerja dalam intansi pemerintahan yang di jaga para aparat dan juga preman di sana...Akan sangat sulit menembus pertahanan mereka.." ucap Zhang.


"Jika Bayu mendatangi mereka dan membantai mereka gimana mbah buyut?" ucap Bayu.


"Tidak bisa Bayu..Mereka akan menyelidikimu...Jika kamu melakukannya,maka bisa - bisa Indonesia dan China akan berperang.." ucap Zhang.


"Begitu ya....


"Oh iya...Selain mata pelangi,apakah mereka tertarik dengan mata lainnya?" ucap Bayu.


"Iya...Maka dari itu,jangan keluarkan kekuatanmu di depan umum, mereka sangat terobsesi dengan kekuatan yang bisa merubah warna bola mata kita.


"Apa kamu ingin menghabisi mereka?" ucap Zhang.


"Iya...Bayu ingin hidup normal seperti biasanya mbah buyut,tanpa di kawal...." ucap Bayu.


"Pengawalan itu wajib kuberikan,agar kalian aman dan tak sembarangan menggunakan kekuatan kalian...


Akhirnya Bayu paham mengapa kakek buyutnya memberikan pengawalan kepada keluarganya.


"Musuh kakek buyut juga tak hanya dari tiongkok saja,di indonesia juga ada...Mereka adalah musuh dalam bisnis... Bila ketahuan mereka melakukan itu,maka aku tak akan tinggal diam...Anak buahku akan menghabisinya bersama keluarganya...


Zhang Yong Han berdiri.


"Jadi kamu gak usah khawatir masalah keselamatan calon istrimu dan keluarga calon mertuamu,karena kami sudah menjaga mereka... Oh iya


"Pelaku yang bunuh diri itu tak sesuai dengan identitas yang dia bawa,setelah di cek di KTP,KTP itu milik seorang pemuda yang telah lama menghilang.Jangan berbuat gegabah dulu.Teman - temanmu juga sudah berjanji tak akan memberi tahukan kepada yang lainnya.." ucap Zhang


"Iya mbah buyut.." ucap Bayu.


Kakek buyut Bayu berjalan kearah pintu dan keluar dari ruang studio.


"Baiklah...Aku akan mencari tahu sendiri siapa dalang di balik semua ini bila kakek buyut belum menemukan siapa pelakukanya.." ucap Bayu.


Kemudian Bayu keluar kamar studio musik.


1 jam kemudian.


Di kamar tidur,Bayu duduk bersila di lantai membaca mantra ajian rogoh sukmo.Untuk mencari tahu kebenaran masalah yang menimpanya.


Sukma Bayu keluar dari raganya,kemudian sukma Bayu menghilang dari dalam kamar.


***


Rumah Johan.


Bayu muncul di teras,lalu masuk ke dalam rumah untuk mencari informasi,apakah Alvin diam menyuruh orang untuk melukai dirinya apa tidak.


Setelah sampai di dalam kamar Alvin,Bayu melihat Alvin menindih seorang wanita cantik.


"Jancook...Malah ngentuu....Pantesan saja Sulis meninggalkanmu Vin....Alvin....


Bayulalu pergi dari kamar Alvin.


Bayu muncul di kamar orang tua Alvin.


"Kosong...Gak ada siapa -siapa..


Bayu berpindah lagi dari kamar satu ke kamar lainnya.


Saat Bayu masuk ke dalam kamar tidur adik perempuan Alvin,Bayu melihat pakaian berserakan lalu adiknya Alvin tidur memakai piyama tipis,selimutnya tersibak.


Bayu memalingkan muka lalu pergi menjauh.


"Juancook....Aku salah masuk kamar...Waassuuuu...


Kemudian Bayu memutuskan menghampiri para pengawal Alvin.


30 menit kemudian.


Bayu tak mendengar satupun para pengawalnya membicarakan soal dirinya dan juga kekasihnya.


"Sial...Dari tadi ku tungguin gak ada yang ngomong masalahku....


Akhirnya Bayu memutuskan untuk kembali ke rumah.


***


Di kamar Bayu.


Bayu kembali lagi ke raganya.


"Para pengawal pak Johan tak ada bicarakan soal penyerangan itu..


Bayu berdiri lalu berjalan ke tempat tidur.


"Seandainya aku tahu letak rumahnya,pasti aku samperin satu persatu keluarga Mahendra...


Bayu menghela nafasnya.Lalu naik ke tempat tidur.


"Nanti aku akan minta daftar nama para pengusaha yang ada di indonesia... Bila aku sudah dapat,maka aku akan memeriksanya sendiri..." ucap Bayu.


***


Pukul 3.15


Bayu terbangun seperti biasanya,saat Bayu hendak mengangkat tangan untuk shalat sunnah,ia mendengar suara langkah kaki.

__ADS_1


"Siapa yang jalan kesini?...


Bayu mengurungkan niatnya untuk shalat,lalu mengecek siapa yang yang datang..


Nampak Hinata berjalan ke arah Bayu memakai mukena warna putih.


"Ayu...!!


Bayu tahu itu Ayu meskipun lampu ruangan belum di nyalakan semuanya,sebab Bayu menebak dari tinggi badan saja.


Kemudian Bayu melanjutkan aktifitasnya yang sempat tertunda.


Ayu shalat sunnah sendirian di belakang Bayu.


Selesai Hinata shalat sunnah,


"Bayu san...." ucap Hinata.


Bayu menoleh ke arah Hinata.


"Iya sayang ...Ada apa?" ucap Bayu.


"Ano....Bagaimana jika musuh ayah mengikuti lalu merusak acara kita?" ucap Hinata.


"Tenang saja sayang...Kakek buyut juga memikirkan hal itu,jadi mereka akan menambah pasukannya lagi dan memperketat penjagaan." ucap Bayu.


"Tapi aku takut...Mereka akan datang kesini lagi.." ucap Hinata.


"Hem.....Bagaimana bulan madu kita ke jepang yank..?" ucap Bayu.


"Heeeeee...!!!??


"Kenapa bulan madu di sana Bayu san?" ucap Hinata.


"Ya aku pengen lihat rumahmu sayang...Nanti sayang ajari aku bahasa jepang lagi ya...Mumpung aku gak kuliah.." ucap Bayu.


"Hai..." ucap Hinata.


"Sayang jangan kasih lihat mata emas sayang ke orang lain ya..Agar kita selamat.." ucap Bayu.


"Iya...Bayu san juga...Jangan keluarin mata merah dan hitam lagi kepada orang lain..." ucap Hinata.


"Iya Ayu san..


Bayu mengambil buku Iqra' lalu meja kecil.


Kemudian meja kecil di taruh di depan Hinata.


"Sekarang sayang belajar ngaji,tadi kan gak sempat belajar ngajinya..." ucap Bayu.


Tak terasa waktu hampir mau subuh,Bayu meluhat jam tangannya.


"Cukup sayang...Aku mau bangunin mereka dulu.." ucap Bayu.


"Hai...." ucap Hinata.


Bayu kemudian berdiri,lalu berjalan memghampiri kamar teman - temannya.


Satu persatu mereka datang untuk shalat subuh berjamaah.


Setelah semuanya berkumpul,shalat subuh pun di mulai.


20 menit kemudian.


"Sayang mau ke Lampung hari?" ucap Hana.


"Iya bu...." ucap Bayu


"Bawa saja sekalian Baju gantimu,lalu menginaplah di hotel...Sebab acaramu sebentar lagi...Jadi jangan banyak jalan - jalan - apa lagi itu perjalananmu sangat jauh.." ucap Hana.


"Iya bu..." ucap Bayu.


"Kalian kalau mau ikut Bayu silahkan..." ucap Hana pada teman - teman Bayu.


"Aku belum buat surat izin bu..." ucap Paijo.


"Kalau kalian pergi,maka ibu akan minta izin ke dosen kalian..." ucap Hana


"Aku mau bu..." ucap Bimo dan Sulis.


"Oh iya sayang,Apakah di Cefemu sudah di pasang pagar ghaib?" ucap Hana.


"Sudah bu...Jika mereka hendak mencelakai usaha Bayu,Bayu tak tinggal diam..." ucap Bayu.


***


Pukul 7.10


Nampak Bayu pergi bersama Hinata dan Diana akan pergi ke lampung. Tak lupa mereka membawa senjata Shuriken untuk berjaga - jaga,kecuali Sulis. Karena Sulis belum mahir menggunakan Shuriken.Bayu membawa Baju gantinya,dan juga pakaian saat ia akan nikah yang sudah di persiapkan oleh Hana.Lalu mereka naik mobil yang sudah siap berangkat,karena sebelumnya Bayu sudah memberi tahu akan ke Lampung.


*Diana \= Mei Lien


Bayu semobil dengan Hinata,Melisa dan Diana ,Sedangkan yang lainnya ada mobil lain.


6 unit mobil Pajero sport keluar dari pagar rumah Bayu.


Saat hendak keluar gerbang perumahan,ada mobil 2 patwal polisi yang stanby di pos gerbang, lalu salah satu mobil patwal mengawal mereka.


Mobil mereka lanjut berjalan lagi hingga sampai di pelabuhan Merak.


Mobil iringan Bayu melewati antrian karena mereka di kawal polisi.


Lalu mereka menunggu kapal Fery satunya selesai bongkar muat,salah satu polisi bersama pengawal mendatangi salah sah satu petugas jaga pelabuhan,agar rombongannya yang di kawal tak ikut serta bersama penumpang lain demi keselamatan yang mereka kawal. Petugas jaga pun mengiyakan karena pengawal mengeluarkan kartu serta membawa senjata laras panjang.


Akhirnya rombongan Bayu masuk ke dalam kapal Fery yang baru saja selesai bongkar muat.Setelah semua mobil rombongan Bayu Masuk dalam kapal,Kapal Fery itu pun bertolak ke pelabuhan Bakauheni


Di kapal,Bayu dan yang lainnya keluar dari mobil.


Lalu mereka naik ke lantai atas. Bayu membawa plastik yang berisi Pop Mie ,teh kotak dan Choki - choki.


Diana melihat Bayu berjalan memakai sandal jepit saat naik tangga.


"Yank...." ucap Diana.


"Ya..." ucap Bayu.


Mereka kini berada di lantas atas.


"Apakah sayang tak punya sandal yang lebih bagus..?" ucap Diana


"Enggak...


"Aku malas pakai sandal bagus yank... " ucap Bayu.


"Kenapa gak mau pakai sandal yang bagus ?" ucap Diana.


"Dulu pernah punya,terus hilang saat shalat jum'at... Setelah itu aku kapok pakai sandal bagus...Mending pakai sandal jepit...Kalau hilang gak masalah,aku beli lagi.." ucap Bayu.


Nampak teman - Bayu meminta air panas,mereka membawa sendri gelas dan kopi sashet.Paijo memesan rokok.


"Aku tinggal dulu ya..." ucap Bayu,lalu menghampiri teman - temannya.


"Bay....Masih mau jamu lagi gak?" ucap Paijo.


"Jamu apa dulu kang?" ucap Bayu.


"Jamu seperti waktu itu..." ucap Paijo.


"Juancook...Itu bukan Jamu...Tapi racuun kang...Asli gak tahu kalau itu minuman keras..." ucap Bayu.


"Emang kamu gak pernah minum kah Bay?" ucap Paijo penasaran.


"Enggak kang ..Kalau lihat pernah....Itu pun rata - rata yang aku lihat yang mabok itu minumannya Topi Miring,terus Anggur cap orang tua,sama bir bintang kang...Terus botol yang kulihat itu gak sama seperti yang kulihat saat orang - orang mabok,." ucap Bayu.


Lalu Bayu duduk di samping Daniel yang sedang menatap layar laptopnya.


Bayu mengintip layar laptop Daniel.


"Lagi ngapain kamu Niel?" ucap Bayu.


"Lagi nyoba retas situs kecil Bay...Ne aku uji coba aplikasi yang aku buat.." ucap Daniel.


"Wuiiih...Canggih dong..

__ADS_1


"Bisa retas situs luar negeri apa belum Niel?" ucap Bayu.


"Belum Bay...Ne aku coba retas yang lokal dulu,kalau berhasil semua,maka aku berani retas situs luar negeri..." ucap Bayu.


"Ya...Ya...Ya... Jangan sampai ketahuan loh ya...Sebab yang meretas akan meninggalkan jejaknya.." ucap Bayu.


"Makanya itu Bay...Aku coba situs lokal dulu,memakai aplikasi buatannku..


"Jika aku berhasil melewati 5 seleksi,maka aku bisa meretas situs terbesar di seluruh dunia.." ucap Daniel.


"Woow...Amazing..." ucap Bayu.


"Paling seng di retas situsse mbah Sugiono...Yo kan Niel?" ucap Lukman.


"Jancook... " ucap Daniel.


"Iso retas situs bola tangkas Niel?" ucap Paijo.


"Bola tangkas? Situs apaan itu kang?" ucap Daniel.


"Itu situs taruhan pakai uang.."


Bayu menoleh ke Paijo,


"Aku gak main itu,itu kata temanku..." ucap Paijo,agar Bayu tak salah duga.


"Ooo...Itu mah situs besar kang,harus benar - benar menguasai ilmu IT....Ne aja aku baru belajar..." ucap Daniel.


"Terus game sampeyan gimana?" ucap Bayu.


"Sudah tadi ku mainkan Bay,habis itu tak close lagi..Biar hilang stresku." ucap Daniel.


"Yo wes...Aku mau belajar bahasa jepang lagi " ucap Bayu .


Bayu berdiri kemudian emghampiri Hinata bersama lainnya yang berada di dalam ruangan.


"Ayu san...Kita lanjut lagi belajar bahasa jepangnya yuk..." ucap Bayu.


Sulis berjalan menjauhi Hinata bersama Melisa.


"Kalian mau kemana?" ucap Diana.


"Mau cari cemilan.." ucap Sulis


"Di periksa dulu sebelum di beli..." ucap Bayu.


"Siap bos..." ucap Sulis.


Hinata mengambil buku catatan yang ia tulis semalam...Lalu beralih tempat duduk di kursi yang Bayu dudukin.


Bayu melihat isi buku catatan tersebut.


"Hampir mirip honocoroko yank?" ucap Bayu.


"Beda jauh Bayu san..Ini nama huruf Hiragana lalu yang ini Katakana" ucap Hianata.


"Kenapa gak jadi satu yank...Contoh seperti kita ini pakai ABCD semua...Jadi mudah untuk belajar.."ucap Bayu.


"Sayang kalau mau protes...


"Datang saja ke kaisaran Jepang...Siapa tahu usulan sayang di dengar sama yang mulia Kaisar...Benar gak Ayu san.."ucap Diana.


"Yang ada kepalaku terpisah sebelum bicara... Aseemm..." ucap Bayu.


Kemudian Bayu lanjut belajar bahasa jepang dan cara pengucapannya.


Tak terasa suara klakson kapal terdengar.


Bayu dan Lainnya bersiap - siap menuju mobil.


Setelah menempuh jarak yang jauh,akhirnya rombongan Bayu akan memasuki komplek perumahan rumah Khalisa.


Nampak beberapa petugas kepolisian menjaga jalan masuk menuju rumah Khalisa.


Mobil mereka turut di periksa,takut ada barang asing masuk dalam perumahan itu. Setelah itu mereka melanjutkan lagi perjalanannya.


Setelah Sampai,Bayu turun dari mobil tanpa menunggu pengawal membuka pintu.


Bayu berjalan bersama Hinata dahulu,untuk membicarakan masalah pribadi.sedangkan yang lain menunggu di mobil.Bayu memakai jaket,didalam jaket terdapat Shuriken dan Kunai


Nampak 5 orang pengawal keluarga Han duduk di kursi.


"Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.


"Wa'alaikum salam bos..."ucap para pengawal


"Khalisanya ada di rumah..." ucap Bayu.


"Ada bos...Masuk saja..." ucap salah satu pengawal.


Bayu kemudian masuk ke dalam pagar lalu berdiri depan pintu.


Bayu hendak mengetuk pintu,tapi pintu terbuka, yang membuka pintu adalah Khalisa karena Khalisa mendapat laporan dari pengawal melalui radio HT yang di taruh dalam rumah.,Bayu terdorong kedepan ,lalu menabrak Khalisa.


Khalisa menahan Bayu.


"Maaf yank...Gak sengaja...Tadi aku mau ngetuk pintu..." ucap Bayu.


"Ya gakpapa kok...


Khalisa tak ada melihat orang lagi selain Bayu dan Hinata.


"Sayang berdua?" ucap Khalisa untuk memastikan.


"Ada seh...Cuman aku mau ngomong masalah yang pentingbdulu sayang,habis itu mereka keluar dari mobil." ucap Bayu.


"Masalah apa yank....?" ucap Khalisa.


"Bisa kita ngobrolnya di kamarmu yank...Soalnya ini privasi..." ucap Bayu.


"Ayoo..." ucap Khalisa.


Bayu dan Hinata masuk dalam rumah,lalu Kahalisa menutup pintu rumah tak lupa mengunci pintu.


"Ibu kemana yank?" ucap Bayu.


"Ibu sedang di rumah depan,bantuin buat kue..


Khalisa membuka pintu kamar tidur lalu mereka masuk dan khalisa menutup pintu kamar.


Mereka fuduk di lantai.


"Sayang mau cerita apa?" ucap Khalisa penasaran.


"Sebelumnya aku minta maaf padamu yank...


"Sebenarnya...Aku ke Lampung itu melarikan diri.." ucap Bayu.


"Sayang burunon Polisi? ucap Khalisa.


"Dengarin aku selesai bicara dulu ya sayang,baru sayang yang bicara...Jangan di potong pembicaraanku.." ucap Bayu.


"Baiklah.." ucap Khalisa.


Bayu kemudian bercerita soal dirinya pertama kali bertemu dengan Diana/ Mei Lien,lalu saat Diana masuk rumah sakit,dan saat Bayu tak sengaja minum alkohol,dan Diana menggunakan kesempatan itu untuk memberikan apa yang ia jaga saat Bayu Mabuk.


Khalisa tahu bahwa Bayu tak sukamabuk,ia terkejut saat mendengar ucapan Bayu.


Bayu menceritakan apapun mengenai dirinya dan juga Diana.


Khalisa nampak mengeluarkan air mata di pipinya.


"Sekarang keputusan sayang ada di tangan sayang...


Hinata tahu,Khalisa akan menampar Bayu,tapi dia diam saja,karena itu juga kesalahan Bayu karena ceroboh.


Plaaaakkk...... Khalisa menampar wajah Bayu.


"Yank....."


Plaaaak...... Khalisa menampar pipi Bayu lagi.


Bayu mengeluarkan Kunai di balik jaketnya.

__ADS_1


"Bunuh aku...Jika itu bisa memaafkan kesalahanku...." ucap Bayu tak berani menatap.


__ADS_2