
Pagi hari.
Suasana di langit Jakarta cerah berawan.
Bayu yang ingin pergi ke Jogja,harus menunda dulu. Sebab keluarga Naruto akan datang kerumahnya.
Sementara di sisi pembangunan mesjid,sudah mencapai 95%. Pembangunan itu terus di kebut siang dan malam,agar cepat selesai. Agar bisa di gunakan.
Nampak Bayu berada di taman samping rumahnya,tempat biasa ia sering berlatih.
Bayu memegang senjata api jenis pistol semi otomatis. Ia memasukkan peluru dalam magazin. Setelah selesai mengisi,Bayu menarik bagian atasnya kebelakang. Lalu membidik sasaran yang jaraknya 70 meter.
Door.....
Dooor....
Doorr...
Doorr...
Bayu memghentikan tembakannya,lalu memgambil teropong untuk melihat lebih jelas hasil tembakannya.
" Aisshh..."
" Masih pencar - pencar.."
Bayu kembali menembak,tapi ke target sebelahnya.
Door...
Door....
Doorr..
Bayu menghentikan tembakan,lalu mengambil teropongnya.
" Mayan..." ucap Bayu mengetahui hasil tembakannya cukup bagus dari yang pertama.
Bayu menguarkan magazin,lalu mengisi ulang pelurunya.
Nampak Bimo berjalan mendekati Bayu.
" Bay..." ucap Bimo.
" Hemm..." ucap Bayu sambil mengisi peluru.
" Wong tuane Clara mau menemui aku di sini.Jika enggak..Mereka gak akan mengizinkan lagi bertemu dengan Clara Bay" ucap Bimo.
" Ooo..." ucap Bayu.
" Tapi aku isin Bay..." ucap Bimo.
Bayu meletakkan pistolnya lalu menoleh ke Bimo.
" Berani berbuat,harus berani bertanggung jawab.." ucap Bayu.
" Preeet.... "
" Kamu habis menikmati tubuh sorang gadis lalu kamu kabur,gitu kok bilangin orang harus bertanggung jawab."suara Jalu muncul tiba - tiba.
" Diampuut..." ucap Bayu dalam hati.
" Apa kamu serius dengan Clara?"
" Atau kamu hanya ingin menikmati tubuhnya saja?" ucap Bayu.
" Aku serius sama Clara Bay..."
" Cuman..." ucap Bimo
" Cuman apa Bim?" ucap Bayu.
" Aku isin banget..." ucap Bimo.
" Malu kenapa?"
" Malu kita anak desa terus orang miskin?" ucap Bayu.
" He eh..." ucap Bimo.
" Kapan orang tuanya Clara mau datang?" ucap Bayu.
" Kalau bisa hari ini Bay.." ucap Bimo.
" Begini saja..."
" Jika mereka datang kemari.."
" Kamu harus bisa mastikan kepada orang tuanya,bahwa dirimu layak menjadi pendamping hidupnya.."
" Kuliah yang benar,dan kerjamu harus rajin.."
" Aku akan membantumu membuat usaha.."
" Kamu mau usaha apa Bim?" ucap Bayu.
" Pengen punya sawah Bay" ucap Bimo.
" Gak pengen jadi pengusaha gitu?" ucap Bayu.
" Itu kan juga pengusaha Bay..." ucap Bimo.
" Ya sembaranglah..." ucap Bayu.
" Tapi nganu Bay..." ucap Bimo.
" Nganu opo Bim?" ucap Bayu.
" Keluarga Clara itu bukan orang islam Bay.." ucap Bimo.
" Jiangkrek...."
" Kenapa baru bilang sekarang Bim..."
" Terus kenapa kamu langsung pelet dia.." ucap Bayu.
" Aku jatuh cinta sama dia Bay..." ucap Bimo.
" Ya sudah..."
" Jika mau datang ke sini..Datang aja.."
" Sebab nanti sore rombongan keluarga mbah Naruto ke sini Bim..." ucap Bayu.
" Iya...Ini aku hubungi Clara dulu Bay.." ucap Bimo.
" Ya..." ucap Bayu.
Bayu mengambil pistolnya,sementar bimo memgambil hapenya yang ia kantongi lalu menelpon Clara.
Door....
Dooor...
Doorr...
Doorr....
Doorrr...
Door...
Door...
Dooorr...
Bayu menghentikan tembakannya,lalu melihat hasil tembakannya menggunakan teropong.
" Mayaan...Ada kemajuan.." ucap Bayu dalam hati.Ia melihat tembakannya berada dalam 1 titik saja.
Bimo menghampiri Bayu.
" Bay...Mereka akan ke sini sekitar jam 11" ucap Bimo.
" Oke...."
" Kasih tahu mama...Kalau orang tua Clara akan ke sini.."
" Sama pengawal yang berjaga di depan.."ucap Bayu.
" Iya Bay...." ucap Bimo lalu pergi meninggalkan Bayu.
Setelah Bimo pergi,muncul Ayu bersama Diana.
Bayu mengambil shuriken,lalu melempar ke papan target.
Wuuut.....
Wuuutt...
Wuuutt..
Jleb....
Jleb...
Jleb...
Shuriken menancap saling berhimpitan.
" Sayang jadi pergi ?" ucap Diana.
" Iya...." ucap Bayu.
Tiba - tiba hape Bayu berdering nada panggil.
Bayu mengecek hapenya.
Nampak panggilan dari luar daerah.
" Ini kode daerah mana ya" ucap Bayu bingung dengan kode nomor yang menelpon dirinya.
" Coba kulihat sayang.."
__ADS_1
Bayu memberikan hapenya ke Diana.
" Aku gak tahu sayang.." ucap Diana.
Ayu mengambil hapenya Bayu.
" Ini Jepang di daerah Osaka shujin.." ucap Ayu mengenal kode wilayah tersebut.
" Osaka...!!" ucap Bayu.
Ayu menerima panggilan tersebut. Tapi keburu panggilan tersebut mati.Ia takut jika itu nomor keluarganya yang menghubungi.
Tak lama kemudian hape Bayu kembali berdering. Ayu menerima panggilan tersebut.
" Halo..Assalam mu'alaikum. " suara pria.
"Wa'alaikum salam... Ini siapa? " ucap Ayu memakai bahasa Jepang.
" Satoru.. Apakah ini Hinata ?" suara Satoru.
" Iya.. Benar..." ucap Ayu.
" Apakah suamimu ada di sana..? "
" Aku ingin bicara dengannya.." suara Satoru.
" Ada.."
"Shujin...Satoru ingin berbicara.." ucap Ayu sambil memberikan hapenya.
Bayu menerima lalu meletakkan di telinganya.
" Haloo.." ucap Bayu.
" Assalam mu'alaikum..." suara Satoru.
"# Wa'alaikum salam...Maaf saya tidak tahu kalau itu nomor anda.." ucap Bayu.
Bayu mendengar ada suara oranh sedang mengaji.
" Iya tidak apa - apa.."
" Kapan anda kembali ke Jepang lagi?" suara Satoru.
" # Saya tidak tahu kapan akan ke sana lagi.. "
"#.Saya mendengar ada suara orang sedang membaca Al Qur'an di sana.." ucap Bayu.
" Iya...Saya sedang berada di mesjid..."
" Kemarin saya mengucapkan 2 kalimat sahadat..."
" Saya ingin menghubungi anda kemarin.."
" Tapi saya tunda dulu.." suara Satoru.
" Alhamdulillah...Dia masuk islam" ucap Bayu dalam hati.
" Sejak anda memberikan buku Al Qur'an..."
" Banyak sekali pertanyaan - pertanyaan muncul di kepala saya..."
" Lalu Saya baca buku itu hingga selesai.."
" Kemudian saya pergi ke mesjid yang berada di Kobe.."
" Kebetulan ada seorang pria tua di sana.."
" Saya menanyakan pertanyaan itu pada beliau.."
" Beliau menjawab secara mudah..."
" Lalu beliau bertanya,dari mana saya mendapat buku itu.."
" Saya jawab dari suami teman saya.."
" Ini saya sedang belajar puasa..."suara Satoru.
" # Alhamdulillah..."
"# Semoga puasamu lancar ya..." ucap Bayu.
" Amiin...Jika anda berkunjung ke Jepang.."
" Hubungi saya ya.." suara Satoru.
" # Insya Allah..." ucap Bayu.
" Assalam mu'alaikum..." suara Satoru.
" Wa'alaikum salam warah matullah.." ucap Bayu.
Panggilan terputus.
Bayu mengantongi hapenya.
" Dia masuk islam shujin?" ucap Ayu.
Bayu kembali mengisi magazin pistolnya.
Lalu menembak ke papan target.
Dooor....
Dooor...
Door...
Diana mengambil teropong di dekat Bayu yang sedang menembak.
Dooor...
Door...
Dooorr...
Bayu menyudahinya.
" Tembakan sayang bagus.. Hanya berada di satu titik saja..." ucap Diana memuji suaminya.
" Ini kan berkat sayang yang melatihku..." ucap Bayu.
" Coba shujin menembak benda yang bergerak.." ucap Ayu.
" Hemm boleh..."
" Pakai apa yomesan..?" ucap Bayu.
" Pakai apa saja,lalu di gantung..Kemudian di goyangkan..." ucap Ayu.
Bayu mencari tali dan benda untuk di gantung. Ia menemukan tongkat kayu dan tali. Kemudian tongkat itu di gantung. Setelah itu di goyang oleh Ayu. Selesai menggoyang,Ayu segera menyingkir.
Bayu yang sudah siap menembak,lantas menarik pelatuknya.
Door....
Tembakannya meleset.
Door...
Meleset lagi.
" Jiangkrek....Benda bergerak malah agak susah.." ucap Bayu dalam hati.
" Tahan shujin..." ucap Ayu agak nyaring.
Bayu tak menembak lagi,Ayu kembali menggerakkan tongkat yang bergantung. Lalu berlari ke arah Bayu
" Berikan pistol itu shujin.." ucap Ayu.
Bayu memberikan pistol yang ada di tangannya.
Dooor.....
Tembakan Ayu mengenai tongkat.
Doorr....
Dooorr...
Dooorr...
Tembakan Ayu tak meleset.Hingga tongkat kayu itu terkoyak terkena peluru.
Bayu dan Diana menepuk tangan.
Prokk...Prokk...Prook...Prokk...Prook... ( suara tepukan tangan)
" Wiiih... Yomesan hebat..." ucap Bayu.
" Iya...Aku saja belum tentu bisa..." ucap Diana.
Ayu tersipu malu karena di puji.
Kemudian Bayu mencoba lagi. Diana mengisi magazin peluru.
Begitu tongkat di goyang oleh Ayu,dan Ayu sudah menyingkir.
Lantas Bayu menembak ke arah tongkat kayu.
Door...
Tembakan Bayu meleset.
Dooorr...
Tembakan Bayu mengenai tongkat kayu.
Door...
Dooor...
Door...
__ADS_1
Bayu berhasil memgenai tongkat kayu itu.
" Yomesan...Coba gerakin lagi.."
Ayu kembali menggerakkan tongkat kayu yang sudah tak berbentuk. Kemudian menyingkir.
Bayu membidik tali yang mengikat,ia menghitung dengan cepat kecepatan peluru dan gerakan tali,begitu dapat. Bayu menarik pelatuknya.
Doooor....
Peluru melesat dengan cepat ke arah tali.
Tassssh....
Peluru itu berhasil mengenai tali,lalu putus.
" Kalau sayang ikut lomba... Bisa menang tuh.." ucap Diana.
Ayu memghampiri Bayu.
" Gak ah yank..."
" Mending aku nembakin lubang sayang aja..." ucap Bayu.
" Sayang pengen..?" ucap Diana.
" Puasa yank..." ucap Bayu.
***
Ruang tamu.
Bayu duduk bersama Bimo dan bu Intan menunggu kedatangan orang tua Clara. Karena Bayu mendapat kabar dari Bimo bahwa orang tua Clara sebentar lagi akan sampai.
Bayu hanya memakai kaos bergambar pohon jengkol,celana panjang. Sedangkan Bimo memakai pakaian yang bagus. Bu Intan memakai pakaian biasa.
" Bay...Kenapa kamu pakai baju itu.." ucap Bimo.
" Gakpapa Bim..."
" Lagian mereka bukan pejabat..."
" Santai aja lagi " ucap Bayu.
" Gugup aku Bay..." ucap Bimo.
" Kalau gugup,mending gak usah pacaran sama Clara.." ucap Bayu.
" Diampuut..." ucap Bimo.
Tak lama kemudian.
Muncul sebuah mobil,lalu mobil itu berhenti.
Keluar 3 orang dari dalam mobil. 2 orang usianya hampir setengah abad,satu lagi masih muda ,mereka adalah Clara dan kedua orang tuanya.
Kedua orang tua Clara melihat rumah Bayu sangat takjub.
" Kenapa tidak bilang bahwa pacarmu orang kaya" ucap ibunya Clara.
Mereka kemudian berjalan menuju pintu rumah.
Nampak Bayu berdiri di pintu.
" Selamat siang..." ucap ayahnya Clara.
" Iya siang juga pak...Silahkan masuk..." ucap Bayu.
Ibunya Clara memperhatikan Bayu dari bawah ke atas.
Mereka kemudian masuk ke dalam.
Bimo dan bu Intan berdiri menyambut mereka.
Bu Intan bersalaman ke ayahnya Clara,lalu cipika cipiki ke ibunya Clara dan ke Clara.
Lalu mereka duduk.
" Maaf... Kami datang kemari secara mendadak.." ucap ayahnya Clara.
" Iya tak apa - apa.." ucap bu Intan.
" Saya ayahnya Clara..."
" Dan ini istri saya..." ucap ayahnya Clara.
" Saya ibu angkatnya nak Bimo..." ucap bu Intan.
" Maaf.. Tadi anda bilang Bimo adalah anak angkat ibu?" ucap ibunya Clara.
" Iya benar... Meskipun anak angkat,saya menganggap Bimo ini anak kandung saya.."
" Dia sering membantu saya dalam menjalankan bisnis yang sedang saya kerjakan.." ucap bu Intan.
" Ooo...Begitu..." ucap ibunya Clara.
Bayu menghampiri mereka.
" Maaf om...Tante...Mau minum apa?" ucap Bayu.
" Saya kopi gulanya sedikit saja..." ucap ayahnya Clara.
" Saya Jus apel..Apakah ada." ucap ibunya Clara.
" Ada bu..."
" Non Clara mau minum apa? ucap Bayu
" Saya tidak minum pak..." ucap Clara canggung. Sebab ia mengetahui bila Bayu adalah pemilik rumah itu,dan Bayu juga yang meladeninya,bukan pembantu. Ia tak memberi tahukan kepada orang tuanya atas saran dari Bimo.
" Yo wes..." ucap Bayu lalu pergi meninggalkan ruang tamu.
" Kenapa bukan dia saja yang jadi pacarnya Clara..."
" Tapi..."
" Sayang dia hanya pembantu" ucap ibunya Clara dalam hati.
Mereka kemudian mengobrol santai.
Bimo nampak canggung. Dia diam saja. Hanya bu Intan yang meladeni ucapan kedua orang tua Clara.
Bayu muncul lalu meletakkan minuman dan makanan ringan.Tak lupa Bayu membawakan minuman teh Kotak.
" Silahkan di minum..." ucap bu Intan.
Bu Intan mengambil teh buatan Bayu. Sebab ia tak puasa karena halangan.
Kedua orang tua Clara mengambil gelas,lalu meminumnya.
Clara mengambil teh Kotak.
Tiba - tiba Melisa muncul bersama Nuan Wei, Suyin,Yueyin,dan Fhengyin Zhi di pintu depan
" Assalam mua'laikum..." ucap Melisa.
" Wa'alaikum salam " ucap Bayu,bu Intan dan Bimo.
Mereka menghampiri Bayu.
" Kak...Lebaran nanti kita ikut ya ke Jogja..." ucap Melisa.
" Iya Mel..." ucap Bayu.
Bayu memegang tangan Melisa lalu berjalan ke dalam ruang keluarga karena ada tamu.
" Ada apa kak?" ucap Melisa.
" Ada tamu...Gak enak di lihat.." ucap Bayu.
Ibunya Clara melihat para gadis cantik berpakaian bagus menghampiri Bayu menjadi heran.
" Mengapa para gadis itu mengerubungi pembantu itu ya.." ucap ibunya Clara dalam hati.
" Mas....Tolongin adek bentar mas..." suara putri di lantai 2.
" Iya dek....." suara Bayu.
Ibunya Clara menoleh ke Clara.
" Apakah kamu mengenal pemuda yang memakai kaos jelek itu?" ucap ibunya Clara.
" Kenal ma" ucap Clara.
" Siapa dia?"
" Mengapa di kerubungi banyak wanita?" ucap ibunya Clara yang penasaran akan sosok pemuda tampan yaitu Bayu.
" Hemm...Ituuu..." Clara.
Clara gugup di tanya mengenai Bayu. Meskipun ia terkena pelet semar mesem dari Bimo. Ia masih punya rasa terhadap Bayu. Meskipun itu hanya sedikit saja.
" Dia adalah Bayu..." ucap bu Intan.
" Ooo...Bayu...." ucap ibunya Clara.
" Maaf.... "
" Ini mengenai hal pribadi..."
" Apa keyakinan nak Bimo ini?" ucap ayahnya Clara.
" Saya islam om..." ucap Bimo.
" Islam...!!! " ucap ibunya Clara terkejut.
.
.
.
@@@@BERSAMBUNG@@@@
__ADS_1