SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
NANTI AKU AKAN CERITA


__ADS_3

Pagi Hari sebelum matahari terbit.


Rumah Hana.


Rumah Hana tidaklah bagus dan mewah,ia membeli rumah itu agar kedua istri Bayu aman dari penjahat yang mengincar keluarganya.


Rumah itu berdinding batu bata belum di plester,lantainya dari semen. Memiliki 5 kamar tidur 2 kamar mandi dan 3 wc yang terpisah. Tak ada plafon,atapnya dari genteng tanah liat.


Di samping kiri dan kanan serta depan rumah Hana adalah rumah pengawal. Mereka bertugas menjaga keluarga Bayu,mereka menyamar sebagai warga biasa. Tak menunjukkan seragam seperti yang biasa mereka pakai. Senjata api laras panjang di simpan di tempat yang aman. Hanya pistol yang mereka bawa.


Aisyah yang tidur sendirian di kamar tidur di bangunkan suara ketukan pintu. Aisyah membuka matanya.


" Aisyah...."


"Bangun sayang.." suara Hana.


" Iya bu..." ucap Aisyah.


Aisyah bangun,lalu beranjak dari tempat tidur menuju keluar kamar.


Hoooaaamm....


Aisyah menguap. Selama tinggal bersama Bayu,dirinya bangun kesiangan. Karena setiap malam selalu bercinta dengan Bayu.Kini Aisyah harus bangun pagi seperti yang dulu ia lakukan saat di rumahnya.


Ceklek...Kriiieeet...


" Sebentar lagi adzan Subuh..Lekas lah ke kamar mandi.." ucap Hana.


" Iya bu.." ucap Aisyah.


" Jangan lupa pakai pakaian penutup auratmu,apakah kamu membawa pakaian yang di belikan oleh Bayu saat di Bali?" ucap Hana.


" Eh...!!! Aisyah terkejut,bagaimana ibunya Bayu bisa tahu.


" Bagaimana ibu bisa tahu bajwa saye di belikan pakaian" ucap Aisyah.


" Aku adalah ibunya...Jadi ibu tahu apa yang di lakukan oleh Bayu.Jadi.."


" Nanti kamu pakai pakaian penutup aurat itu ya sayang.." ucap Hana.


" Baik bu.." ucap Aisyah.


" Pintar...Ibu tinggal dulu.." ucap Hana.


Aisyah mengambil pakaian syar'inya,laku berjalan ke kamar mandi. Ia tahu letak kamar mandi itu,karena semalam Hana memberi tahu letaknya.


Di saat akan masuk kamar mandi.


Pintu kamar mandi terbuka,nampak Ayu baru selesai mandi tak memakai jilbab,sebab rambutnya basah.


Aisyah melihat ke arah Ayu,dan Ayu melihat ke arah Aisyah.


Ayu diam tak menyapa,karena tadi malam ia tak menemui Aisyah. Ayu berjalan ke arah kamar tidurnya.


" Seperti istri Bayu yang satunya" ucap Aisyah dalam hati,lalu masuk dalam kamar mandi.


Setelah shalat Subuh.Aisyah keluar kamar memakai pakaian tertutup. Ia bingung harus melakukan apa,biasanya ia pergi ke daour untuk memasak membantu ibunya.


Akhirnya ia memutuskan untuk ke dapur.


Aisyah melihat Hana sedang berada di dapur bersama Ayu.


" Maaf...Saye bingung nak perbuat apa,biasanye saya pergi ke dapur membantubibu saya.." ucap Aisyah.


" Ini...Bantulah mengupas bawang bersama Ayu.." ucap Hana.

__ADS_1


Aisyah mendekati Ayu lalu menyodorkan tangannya untuk berkenalan.


Ayu menyambut tangan Aisyah.


" Aisyah..." ucap Aisyah.


" Ayu..." ucap Ayu.


Aisyah duduk di kursi yang terbuat dari bambu. Kursi itu lebarnya 80 cm,panjangnya 2 meter.Tingginya hanya 60 cm. Tak ada penyangga.


Aisyah mengambil pisau kecil yang tergeletak, yang tadi di pakai oleh Hana. Sementara ,Ayu memotong sayuran.


Diana menjaga anaknya dan juga anak Ayu. Mereka berganti - gantian menjaga jika ada perlu.


Aisyah tak berani banyak bicara,karena dirinya merasa sungkan.


" Kamu berapa saudara?" ucap Ayu memulai obrolan.


" Tiga saje.." ucap Aisyah.


" Terus kamu yang keberapa?" ucap Ayu.


" Saye yang ke tiga,Kakak pertama saye seorang wanita,lalu abang saye.." ucap Aisyah.


" Apakah mereka sudah menikah semua?" ucap Ayu.


" Sudah..." ucap Aisyah.


" Apa yang di lakukan suamiku di rumah pacarnya?"


Aisyah terdiam.


" Tolong ceritakan kepadaku,karena aku ingin tahu..." ucap Ayu.


" Ceritakan ke kami sayang..."


" Baiklah..."


" Pagi hari Bayu pergi ke markas militer.."


" Sore hari pulang.."


" Dia membawakan makanan untuk kami."


" Saye tinggal di rumah dinas bersama 3 orang gadis.." ucap Aisyah.


" 3 orqng gadis?? Siapa mereka ? Apakah mereka sama sepertimu yang berasal dari Malaysa?" ucap Ayu.


" Tak...Mereka gadis asli china," ucap Aisyah.


" Terus.." ucap Ayu.


" Setiap hari ketika Bayu di rumah kita berzina.." ucap Aisyah.


" Apakah Bayu berzina dengan 3 gadis itu?" ucap Hana.


" Betul..."


" Bayu menzinahi ke tiga gadis itu..."


" Selepas seminggu atau 2 minggu,3 gadis itu di ganti dengan yang baru. Gadis itu masih perawan..Kemudian Bayu menzinahi gadis perawan itu.." ucap Aisyah.


" APAAAAAAA......!!!!!" ucap Ayu dan Hana nyaring karena terkejut,mendengar pengakuan Aisyah. Mereka berpikir hanya Aisyah dan pacar Bayu saja yang Bayu setubuhi,begitu mendengar pengakuan Aisyah,Ayu danHan sangat terkejut.


" Be...Be...Benarkah yang kamu katakan itu Aisyah?" ucap Hana tak percaya.

__ADS_1


" Itu benar bu...Demi Allah...Saya tak berdusta apa yang saya katakan adalah kebenaran,dan saya melihatnya langsung." ucap Aisyah.


" Ya Allah....Mengapa Bayu sampai begini.." ucap Hana.


Hana marah mendengar Bayu melakukan itu pada para gadis yang masih perawan.Sampai ia melepas jilbabnya dan menyingkir peralatan dapur di depannya.


Klontaaaang.....


Suara berisik itu mengakibatkan Imam dan Bintang terbangun,lalu menangis.


Ayu segera menemui Imam untuk mendiamkannya.


Hana terduduk,airmatanya keluar membasahi pipinya.


Para pengawal yang terjaga mendengar suara berisik dari dapur segera berlari ke pintu dapur.


Dok....Dok....Dok....


" Bu...."


" Bu Hana...Apakah anda baik - baik saja..." suara pengawal


Aisyah bingung harus berbuat apa,di satu sisi,Hana terduduk wajahnya di benamkan di kedua pahanya tak memakai jilbab,di sisi lain ada pria yang menggedor pintu samping rumah.


" Tak terjadi apa - apa...." ucap Aisyah.


" Apa yang terjadi di dalam.." suara pengawal.


" Ibu Hana tadi menjatuhkan barang..." ucap Aisyah.


" Buka pintunya..." suara pengawal.


" Maaf...Saye tak bisa....Ibu Hana tak memakai jilbabnya.." ucap Aisyah.


Diana muncul lalu melihat ibu mertuanya terduduk di lantai sambil menangis,lalu melihat Aisyah.


" Kalian pergilah....Di sini aman.." ucap Diana.


" Siap.." suara pengawal.


Diana menghampiri Hana.


" Bu..."


Namun Hana tetap menangis.


Diana melihat ke arah Aisyah.


" Apa yang sebenarnya terjadi?" ucap Diana.


" Tadi saya bekisah tentang Bayu.." ucap Aisyah.


Hana mendongakkan kepalanya,nampak wajahnya basah akibat air matanya yangbterus mengalir.


" Jangan lanjutkan cerita itu.." ucap Hana marah.Ia tak mau mendengar lagi cerita itu. Jika di lanjutkan akan semakin sakit yang Hana rasakan.


Hana kembali menenggelamkan wajahnya ke pahanya.


Diana mengambil jilbab ibu mertuanya,lalu meletakkan di kepalanya,agar auratnya tidak terlihat.


Setelah itu Diana berjalan ke kamarnya,di mana Ayu sedang memberi air susu pada Imam agar berhenti menangis.


Ayu yang menyusui Imam juga mengeluarkan airmatanya. Ia sedih mengetahui bahwa Bayu bersikap seperti itu pada para gadis.


" Kak...Sebenarnya ada apa?"

__ADS_1


" Mengapa ibu menangis sampai melepas jilbabnya " ucap Diana pelan.


" Nanti aku akan cerita.." ucap Ayu.


__ADS_2