SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
MEMBELI CINCIN PERNIKAHAN


__ADS_3

Bayu menceritakan pertemuannya dengan Putri hingga di rumah Putri, tapi tidak memberitahu siapa pembunuh pengawalnya.


Mereka terkejut saat Bayu bilang bertemu ayahnya.


"Jadi.Agus ayahmu Bay...?" ucap Lukman.


"Secara hukum iya...Tapi aku masih membencinya dia..." ucap Bayu.


"Terus ...Nanti kamu nikah...Dia di undang apa enggak?" ucap Bimo.


"Itu urusan ibuku Bo..." ucap Bayu.


Bayu meminum teh kotak hingga habis.


"Bapaknya Ayu sudah di hubungi apa belum Bay?" ucap Daniel.


"Hem...Kalau aku seh belum ada hubungi,gak tahu yang lain..Soalnya aku gak punya nomor hapenya..." ucap Bayu.


"Oh iya...Kamu bisa ngomong jepang gak Bay?" ucap Bimo.


"Bisa Mo...." ucap Bayu


"Serius bisa...?" ucap Bimo tak percaya,sebab selama ini Bayu tak pernah ngucapin bahasa jepang.


"Jepaaaaaang....


"Bisa kan..." ucap Bayu.


"Juaaancoook...." ucap Bimo,Lukman dan Daniel.


"Bukan itu....Wooo...Wedhuus." ucap Bimo.


"Lah terus apa...Kan tadi kamu bilang bisa ngomong jepang gak..Ya to.." ucap Bayu.


Bimo memggaruk - garukkan kepalanya.


"Bahasa Jepang Bay... Koyok awakmu ngomong bahasa inggris..Yeess...No..ngono loh..." ucap Lukman.


"Ooo...Koyo kae...Aku yo ora iso...Aku durung belajar kok..


"Kalian besok gak kuliah?" ucap Bayu.


"Ya kuliah Bay...." ucap mereka serempak.


Bayu mematikan musiknya.


"Aku mau tidur duluan...ngantuk..." ucap Bayu lalu pergi.


Teman - temanya juga ikut masuk kedalam.


***


Selesai Shalat subuh,Sulis melipat sejadahnya.


"Jam berapa tadi malam sampainya mas?" ucap Sulis.


"Gak lihat jam aku lis..." ucap Bayu.


"Sabtu kemarin keluarga kang Rahman ke sini mas...Lalu mereka pulang karena mas gak ada di rumah..." ucap Sulis.


"Ooo...Gitu....


"Apakah ibumu ada menghubungimu Lis ?" ucap Bayu.


"Ada mas..Tapi jarang...Hanya sms saja.." ucap Sulis.


" Syukurlah..." ucap Bayu.


"Habis lebaran idul Adha...Kita menikah.." ucap Sulis.


"Selamat ya Lis..." ucap Bayu.


***


Di kampus.


Jam istirahat.


Bayu keluar kelas menuju kantin bersama Sulis tanpa di kawal,karena Bayu ingin bebas tanpa kawalan di dalam kampus.


Cintya duduk bersama teman - temannya melihat Bayu saat memesan makanan.


"Itu kan Bayu..." ucap Cintya dalam hati,lalu berdiri lalu berjalan ke arah Bayu.


"Mas.."ucap Cintya.


Bayu menoleh ke Cintya.


Cintya duduk di depan Bayu.


"Iya Cin..." ucap Bayu.


"Mas kemana saja...,kok gak ada kelihatan " ucap Cintya.


"Aku gak kemana - kemana ,Aku sedikit ada perlu..." ucap Bayu.


Mei Lien datang bersama Daniel.


Mei Lien duduk di sampinng Bayu.


Semenjak Cintya tahu identitasnya Mei Lien.Mei Lien tak bisa bilang kalau Bayu pacarnya.


Daniel memesan makanan untuk dirinya dan juga Mei Lien.


"Minggu kemarin aku kerumahmu,tapi mas gak ada.." ucap Cintya.


"Iya..Sulis sudah memberitahuku saat selesai shalat subuh..


"Nanti pulangan mampir gak Bay?" ucap Paijo.


"Bentar...


"Sulis tinggal serumah dengan mas kah?" ucap Cintya.


"Yo mampir lah Kang ..Sudah sampai mana pembangunanya?"


"Iya...Sulis tinggal serumah denganku," ucap Bayu.


"Baru jadi lantai Satu Bay..." ucap Paijo.


"Kok bisa Bay..." ucap Cintya.


"Sulis ini keluargaku...


Bayu menoleh ke samping.


" Ya gak Lis..." ucap Bayu.


"Iya mas...." ucap Sulis.


Hape Nokia Bayu berdering,lantas Bayu memgambil hapenya yang ada di kantong celana.


Nampak panggilan kakek buyutnya.


"Ya mbah buyut..." ucap Bayu.


"Kamu mau undang artis siapa Bay?" suara Zhang.


"Bayu pengennya seh Didi kempot mbah buyut..."ucap Bayu.


"Oke....Apakah ibumu sudah cerita mengenai keluarga kita?" suara Zhang.


2 wanita cantik menghampiri Bayu dari belakang.


"Belum mbah....Nanti Bayu akan tanya" ucap Bayu.


Sepasang telapak tangan menutup mata Bayu .


"Besok...Kamu gak usah masuk kuliah..Fokus dulu sama pernikahanmu....


"Siapa seh yang iseng ini?" ucap Bayu dalam hati penasaran siapa yang menutup matanya.


" Oh iya,Wali nikahmu nanti siapa Bay? " suara Zhang.


"Pak KH. Syukron mbah buyut..." ucap Bayu.


"Baiklah...Itu saja yang mau kakek buyut sampaikan.." suara Zhang.


"Iya mbah buyut...


Panggilan terputus.


Bayu memegang lengan tangan yang menutup matanya.


Bayu merasakan tangan yang ia pegang kulitnya lembut.Dan mencium aroma wangi parfum yang ia kenal.


"Mel....?" ucap Bayu.


"Lain Bay..." ucap Lukman.


"Siapa seh ini?

__ADS_1


"Ayu san..." ucap Bayu.


"Lain Bay..." ucap ucap Daniel.


"Lah terus siapa dong kalau bukan Melisa dan Ayu ?soalnya aku mencium wangi parfum yang sama. "


Yang menutup mata Bayu kemudian memeluknya.


Bayu menoleh kekiri,lalu ke kanan.ia melihat Melisa,sekarang ia tahu siapa yang ada di belakangnya.


"Tumben Ayu san kesini?" ucap Bayu.


"Di ajakin oleh Mel sayang.." ucap Hinata.


"Sayang...!!??? Wanita itu pacarnya Bayu...!!" ucap Cintya dalam hati terkejut.


"Kalian bolos?" ucap Bayu,karena Melisa membawa tas.


"Tidak...Aku... Di beri izin oleh pihak yayasan untuk acara kita.." ucap Hinata.


"Mas sudah bertemu dengan Lisa..?" ucap Cintya.


"Sudah...Kemarin kita habis dari sana..."ucap Bayu.


"Dia siapa sayang?" ucap Hinata menatap ke arah Cintya.


"Teman yank....Berkat orang tuanya dia,aku bertemu dengan Putri.." ucap Bayu.


Hinata menegapkan badan ke arah Cintya.Lalu membungkuk.


"Terima kasih sudah membantu kekasihku.." ucap Hinata. kemudian menegapkan badannya lalu berdiri di belakang Bayu,kedua tangannya di taruh pundak Bayu.


Cintya berdiri lalu pergi meninggalkan Bayu.


"Oh iya... Sayang sudah hubungi ayah?" ucap Bayu.


"Belum...." ucap Hinata.


"Nanti sayang hubungi ya...Soalnya aku gak bisa bahasa jepang.." ucap Bayu.


"Sayang mau aku ajari?" ucap Hinata.


"Ya mau lah...


"Man teman...Aku tinggal dulu ya..Soalnya aku ada perlu.." ucap Bayu.


"Iya Bay..." ucap mereka serempak.


Bayu berdiri hendak membayar makanannya.


"Kamu pergi aja,gak usah bayar,nanti aku yang bayarin..." ucap Paijo.


"Oalah...Suwun kang...


"Ayo Mei..." ucap Bayu sambil menyentuh pundaknya Mei Lien.


"Eh...!!!?? Mei Lien terkejut,sebab ia melamun.


"Kemana ?" ucap Mei Lien.


"Ke toko emas.Soalnya aku mau beli cincin" ucap Bayu.


Mei Lien kemudian berdiri dari tempat duduknya.


Kemudian Bayu,Mei Lien,Hinata dan Melisa pergi meninggalkan kantin menuju parkiran mobil. Stelah itu mereka meluncur ke toko emas. Mereka pergi bersama para pengawal.


Di dalam mobil,Bayu dudu di tengah.Kiri kanan ada Mei Lien dan Hinata.


"Ayu san..Apakah cara pengucapan bahasa jepang itu sama dengan bahasa indonesia ?" ucap Bayu.


"Berbeda sayang..." ucap Hinata.


Hinata kemudian memberi tahu dasar - dasar bahasa jepang,lalu Bayu mengikuti ucapan Hinata.


Awalnya Bayu agak susah mengucapkan apa yang di ucapkan oleh Hinata.


Tak lama kemudian mereka sampai di Mall.


Bayu dan yang lainnya turun dari mobil.Para pengawal tak membawa laras panjang,hanya pistol saja yang terselip di balik jas hitamnya.


"Ooo...Jadi ini namanya Mall..." ucap Bayu melihat - lihat suasana di luar Mall.


"Emangnya kak Bayu gak pernah pergi ke Mall?" ucap Melisa.


"Enggak dek...Kalau mau belanja ya ke pasar ..


Bayu menoleh kanan dan kiri.


"Om...Makasih ya...Aku suka hadiahnya om.." suara gadis itu.


"Iya donk...Yuk kita ke hotel.." ucap pria tersebut.


"Ayo om...Om ketagihan ya.." ucap gadis tersebut.


"Iya...Punyamu sungguh enak.."ucap pria itu lantas mereka masuk dalam mobil.


"Buset dah... Masih bocil sudah berani begituan..."ucap Bayu dalam hati.


"Ayo kak...." ucap Melisa.


Mereka kemudian berjalan menuju pintu masuk Mall.


Bayu melihat suasana di dalam Mall.Terdengar suara alunan musik.


"Di mana toko emasnya ya....


Bayu mencari plang penjual emas.


"Mending aku kepasar,kelihatan plang tokonya,lah ini...Bikin kepala pusing nyariin" ucap Bayu dalam hati sambil celingukan.


"Toko mas sebelah mana?" ucap Bayu karena baru kali ini ke Mall.


"Di lantai 2 yank..." ucap Mei Lien.


Saat hemdak naik eskalator,Bayu memperhatikan kaki orang menginjakkan kaki,lalu Bayu memgikutinya.


Bayu menoleh ke arah Mei Lien.


Mei Lien nampak memikirkan sesuatu.


Awalnya Mei Lien tak melihat Bayu lalu menoleh ke arah Bayu.


"Kenapa yank..?" ucap Mei Lien.


"Gakpapa yank.. " ucap Bayu lalu melihat kedepan lagi.


Setelah melewati eskalator,Bayu berjalan di samping Mei Lien.


"Sayang mikirin apa ?"


Mei Lien tak menjawab.


"Ya sudah...Nanti pas di mobil saja ceritanya.." ucap Bayu.


Tak lama kemudian,mereka sampai di toko mas.


Bayu melihat - lihat perhiasan yang di pajang di etalase.Lalu melihat cincin.


"Pak..Tolong ambilkan cincin ini pak...


Karyawan itu mengambilkan apa yang di minta oleh Bayu.


Bayu mengambil cincin tersebut.


Seorang pria memakai jaket,bertopi dan memakai masker menghampiri toko emas di dekat Bayu,lalu bertanya - tanya pada karyawan toko emas.


"Ayu san...Mana tanganmu,aku pengen tahu pas apa enggak ini cincinnya...


Hinata mengulurkan tangannya,lalu Bayu memasukkan cincin tersebut.Namun cincin itu terasa longgar.


Kemudian Bayu mengambil cincin lainnya.


Setelah pas,Bayu memisahkan cincin tersebut.


"Mei...Sekarang giliranmu " ucap Bayu.


Mei Lien menyodorkan tangannya.


Pria bertopi menunjuk pehiasan yang ada di dekat Bayu lalu berjalan menghampiri Bayu,sambil memasukkan tangan kanan ke dalam kantong jaket.


Salah satu pengawal melihat salah satu pengunjung toko emas yang memakai topi merasa curiga,lantas menahan pria itu sambil mengeluarkan pistol.


"Aku pikir dia tak membelikan aku cincin,ternyata aku salah .." ucap Mei Lien dalam hati melihat Bayu memasangkan cincin emas di jarinya.


"Keluarkan yang ada di dalam kantong jaketmu" ucap pengawal sambil menodongkan pistol.


Bayu melihat pengawalnya yang sedang berbicara pada seorang pria bertopi,diam memperhatikan saja.


Lantas pria bertopi itu gugup,lalu kabur dari tempat tersebut.


Pengawal yang menahan pria bertopi melihat orang itu kabur segera mengejarnya.

__ADS_1


"BERHENTI...." teriak pengawal sambil mengejar.


Hinata yang melihat melihat kejadian lantas cepat - cepat menarik rok panjangnya lalu di selip kan di pinggang agar mudah berlari,


Nampak celana legging panjang Hinata kelihatan lalu Hinata mengambil Shurikennya di dalam tas ,Tasnya di taruh di atas etalase kemudian berlari mengejar pria bertopi.


"Sial....Kalian tunggu di sini.." ucap Bayu lalu berlari ikut mengejar.


Nampak kejar - kejaran di dalam Mall.


Pria bertopi menabrak orang di depannya.


Bruuk...Orang yang di tabrak terjatuh.


Hinata yang hendak melempar Shuriken melihat - lihat keadaan,ia tak ingin melukai orang tak bersalah,ia terus mengejar pria bertopi tersebut.


Bayu berlari mengambil jalan pintas.


Saat di rasa pas untuk melempar,Hinata langsung melesatkan Shurikennya.


Wuuuut.....Sebuah Shuriken melesat ke arah pria bertopi.


Jleb..... Shuriken berhasil menancap di punggung pria bertopi.


"Arrrraaaggghhh......Pria itu mengerang kesakitan di bagian punggung,namun ia terus berlari Sambil memegang punggungnya,ia merasakan benda yang menancap di punggungnya lalu mencabutnya lalu melempar sambil berlari.


Tiba - tiba Bayu muncul di depan pria bertopi,lalu memukul dada orang tersebut.


Buugghh....Pria itu terjengkang,dan jatuh ke lantai.


Bayu berjalan ke arah pria bertopi tersebut,di susul Hinata dan pengawalnya. Beberapa pengunjung melihat mereka.


Hinata menurunkan rok panjangnya.


Pria itu mengambil sesuatu di dalam kantong celananya. Ia merasa tak bisa kabur lagi,


Pria itu membuka masker lalu memasukkan sesuatu dalam mulutnya.


Petugas keamanan Mall datang menghampiri.


"Ada apa ini?" ucap petugas keamanan.


"Siapa yang menyuruhmu..." ucap Bayu pada pria yang tergeletak di lantai.


Pengawal Bayu menghampiri petugas keamanan Mall sambil menunjukkan kartu anggota.


"Pria ini mencurigakan,karena memasukkan tangan ke dalam jaket dan menghampiri bos kami,lalu aku tahan dan kusuruh untuk mengeluarkan apa yang tersimpan di dalam kantong jaketnya..."ucap pengawal belum sempat menyelesaikan ucapannya


Pria yang di kejar nampak mengeluarkan busa dari mulutnya,lalu kejang - kejang dan tewas.


"Juancookkk...Dia menelan racun..." ucap Bayu.


Petugas keamanan Mall dan pengawal Bayu melihat ke arah pria yang tergeletak di lantai.


Petugas keamanan lantas memanggil teman - temannya melalui radio HT.


"Bajingaaan...Seandainya aku tahu dia hendak bunuh diri,pasti aku akan introgasi dia...Kalau begini caranya ya aku gak bisa tahu...


"Juancook tenan og..." ucap Bayu dalam hati.


Petugas keamanan Mall memakai sarung tangan karet lalu memeriksa kantong jaket pria itu,ia menemukan pisau Lipat,lalu memeriksa kantong lainnya untuk mencari dompetnya. Setelah dapat,ia memeriksa dompet tersebut.


Mei Lien dan yang lainnya muncul lalu Mei Lien dan Melisa menghampiri Bayu.


"Kenapa dia sayang?" ucap Mei Lien.


"Dia menelan racun..Padahal mau aku tanya,siapa yang menyuruhnya.." ucap Bayu.


"Ayo Kak kita pulang..." ucap Melisa.


"Aku belum bayar sama memilihkan cincin untuk Putri dik.." ucap Bayu.


"Sudah ku bayar yank...Cincin untuk Putri biar Ayahku yang membelikannya yank " ucap Mei Lien.


"Tidak...Aku gak mau...Aku ingin membelinya sendiri untuk pernikahan nanti.." ucap Bayu.


"Eh....!!!???Itu untuk cincin nikah yank?" ucap Mei Lien terkejut,ia pikir hanya cincin biasa saja.


"Iya...Memangnya kenapa Yank?" ucap Bayu heran.


"Sudah ku pakai sama Ayu.." ucap Mei Lien.


Bayu menepuk keningnya.


"Asem....Aku juga lupa bilang ke mereka.."ucap Bayu dalam hati.


"Maaf yank aku gak tahu..." ucap Mei Lien.


"Ya gakpapa..." ucap Bayu.


Bayu berjalan menghampiri Hinata.


"Tadi sayang ada lempar senjata?" ucap Bayu.


"Hai..." ucap Hinata.


"Ayoo kita cari dulu senjata itu.." ucap Bayu.


Mereka kemudian mencari Shuriken milik Hinata.


Melisa melihat Shuriken itu di bawah pakaian yang di gantung berjejer.Kemudian memungutnya.


"Kak...Mel sudah dapat.." ucap melisa lalu berjalan menghampiri Bayu bersama pengawal.


Mereka kemudian berjalan lagi ke toko emas.


"Seandainya tadi pengawal tidak tahu,maka bisa celaka...


"Aku gak tahu siapa yang menjadi sasarannya..


"Jika saja aku,maka aku tak perlu khawatir..


"Kalau targetnya bukan aku... Bisa - bisa salah satu wanita yang. bersamaku akan mati.." ucap Bayu dalam hati.


Hinata memgembalikan cincin yang ia pakai ke Bayu.


"Pakai saja yank,kalau sayang suka.." ucap Bayu.


"Tidak...Aku ingin Bayu san yang memakaikan lagi cincin ini saat kita nikah..." ucap Hinata.


Mei Lien ikut melapaskan cincin yang ia pakai lalu di berikan pada Bayu.


"Sama...Aku juga.." ucap Mei Lien.


"Yo Wes..." ucap Bayu.


Bayu memisahkan cincin itu agar tak tertukar.


Sesampai di toko as,Bayu membeli cincin lagi dan meminta kotaknya. Setelah itu membayar memakai ATM.


Selesai membayar,mereka kemudian berjalan ke arah pintu keluar.


Bayu meningkatkan kewaspadaanya,ia tak mau kejadian itu terulang kembali.


Bayu mencurigai ibunya Sandi dan ibunya Alvin. Sebab mereka membenci dirinya.


Tiba - tiba hapenya berdering, Bayu memgambil hapenya.


Nampak panggilan dari pak Adi komandan pasukan pengawal keluarga Han.


"Assalam mua'alaikum pak Adi...Ada apa?" ucap Bayu.


"Wa'alaikum salam bos...Maaf ganggu..Apakah bos ada kirim makanan ke keluarga bu Intan." suara pak Adi.


"Tidak pak...Saya tak ada mengirim makanan maupun barang ke keluarga bu Intan..Emangnya kenapa pak?" ucap Bayu.


"Ini ada paket makananan,katanya kurir..Bos yang memesan.." suara pak Adi.


"Jangan di terima dan jangan di makan pak...


"Buang saja makanan itu,sebab barusan ada yang hendak mencelakai kami.."ucap Bayu.


"Siap bos..Laksanakan..."suara pak Adi.


Bayu mematikan penggilan telpon,lalu mengantongi hapenya.


"Ada yang mencoba mencelakai keluarga Putri..


"Apakah ibunya Sandi..? tapi ibunya Alvin dan keluarganya juga seperti dendam padamu" ucap Bayu dalam hati sambil berjalan memikirkan kejadian yang barusan menimpanya.


Sesampai di dalam mobil.Mereka masuk ke dalam mobil.Lalu mobil yang mereka tumpangi berjalan menjauhi Mall.


"Sayangku Mei Lien...Aku minta maaf sebelumnya..Aku akan menikahimu setelah aku menikah dengan Putri dan Hinata.." ucap Bayu agar Mei Lien tak berpikir kalau dia akan menikah bersama Hinata dan Putri.


"Iya sayang...Aku tahu kok..Yang penting sayang menikahiku.." ucap Mei Lien.


"Iya...Dan sebelum menikah...Sayang harus mengikuti agama yang aku percaya,jika berbeda,maka kita tak bisa menikah.." ucap Bayu.


"Iya sayang....Nanti tuntun aku ya mengucapkan 2 kalimat sahadat.." ucap Mei Lien.


"Iya sayang..." ucap Bayu.

__ADS_1


__ADS_2