
Kaibo kembali.
" Berapa nomor ponselmu.? Ucap Kaibo.
" 0813*******" ucap Marthen.
Kaibo mengetik nomor Marthen,lalu memiscol.
" Itu nomorku...
" Besok..Kita bertemu di sini, Dan..."
" Ku bawa uangnya.." ucap Kaibo.
" Okee..." ucap Marthen.
" Oh iya...Aku dengar Bayu itu seorang tentara,apakah itu benar?" ucap Kaibo.
" Bukan..Dia itu preman " ucap Marthen.
Marthen melihat mobil jemputannya sudah datang.
" Tuuh...Jemputan lu sudah datang.." ucap Ivan.
Kaibo membalikkan badan lalu berjalan ke mobil jemputan Marthen. Ia memasang sebuah pelacak kecil di mobil tersebut.
" Iya...Gue cabut duluan ya gaaeesss.." ucap Marthen.lalu masuk ke dalam mobil.
Di sisi tim Fei Long yang bernama Shilin.
Shilin berada di depan Universitas B*******
Tempat di mana Bayu pernah kuliah di tempat itu.
Shilin mendatangi satu persatu. Baik itu mahasiswa maupun Mahasiwi yang berada di luar gerbang,sebab ia tak di perbolehkan masuk oleh petugas keamanan kampus. Namun,dirinya belum mendapatkan jawaban yang memuaskan.
Shilin tak patah arang mencari Jiang/Bayu.
Shilin berjalan ke 2 gadis yang berhenti di pinggir jalan naik sepeda motor.
" Permisi mbak...Apakah kenal Bayu.." ucap Shilin.
" Tidak...Gue gak kenal.." ucap salah satu gadis tersebut lalu pergi.
Tak jauh dari Shilin,ada Alex bersama teman - temannya sedang mengobrol di pinggir jalan.
Kaibo yang melihat Alex yang memakai pakaian Mahasiswa lantas berjalan mendekati.
" Permisi mas...Maaf saya ganggu.."
Alex yang berbicara dengan temannya berhenti bicara lalu melihat ke arah Shilin,begitu juga teman - temannya.
" Saya dari jawa tengah mau bertemu dengan Bayu" ucap Shilin.
" Bayu siapa? Di sini banyak yang bernama Bayu.." ucap Edo.
"Bayu juga dari jawa tengah...Apakah Bayu yang ku kenal itu ya" ucap Alex dalam hati.
" Dia menawarkan pekerjaan,tapi hapeku hilang dalam perjalanan. Alamatnya ada di hapeku yang hilang itu..Alu hanya ada fotonya saja.." ucap Shilin.
" Mana fotonya?" ucap Alex.
Shilin memgeluarkan foto Bayu yang memakai pakaian setelan jas ke Alex.
" Apakah mas kenal..?" ucap Shilin.
" Kenal banget.... Lu satu desa dengan Bayu?" ucap Alex.
" Iya... Saya satu desa...Di mana ya rumahnya Bayu mas?" ucap Shilin.
" Di perumahan Golden Hills...Atau gak lu datang aja ke Cafe Mantan...Dia kadang ada di sana.." ucap Alex.
" Cafe Mantan...Maaf mas...Saya tidak hapal kota jakarta. Tolong tuliskan alamatnya mas.." ucap Shilin.
Shilin sengaja bersikap ramah,agar lawan bicaranya memberi tahu dan seolah - olah dirinya adalah teman Bayu sesuai rencana dan arahan dari Fei Long.
" Sebentar..."
Alex mengambil buku dan pulpen lalu menulis alamat. Setelah itu memberikan ke Shilin.
" Ini...Itu alamat Cafe Mantan dan juga tempat tinggalnya.." ucap Alex sambil memberikan kertas ke Shilin.
Shilin menerima kertas itu dan melihat tulisan di kertas.
" Terima kasih mas..." ucap Shilin.
" Yaa sama - sama..." ucap Alex.
Shilin berjalan meninggalkan Alex lalu menghubungi Fei Long memakai bahasa china. Sebelumnya ia pernah berada di indonesia,sehingga tahu percakapan orang indonesia.
" Halo pak..." ucap Shilin.
" Iya...Apakah kamu sudah dapat informasi..?" suara Fei Long.
" Sudah pak..Bayu tinggal di perumahan Golden Hills dan bekerja di Cafe Mantan.." ucap Shilin.
" Alamatnya di mana?"
Shilin memberi tahu alamatnya.
" Oke...Tetap waspada dan hati - hati.." suara Fei Long.
" Siap pak..." ucap Shilin.
Panggilan berakhir.
***
Di sisi Fei Long.
Fei Long yang baru saja di telpon oleh Shilin melihat tulisan alamat yang di sebut oleh Shilin.
Hua Yan Chen membuka peta yang ia beli,lalu mencari alamat tersebut.
" Cafe Mantan letaknya di sini pak...Sedangkan perumahan Golden Hills ada di sini.." ucap Hua Yan Chen sambil menunjuk.
" Heemm...Lumayan cukup jauh.."
" Kita cari penginapan di sini saja"
Fei Long menunjuk peta.
" Jadi kita bisa mengawasi 2 tempat itu.."ucap Fei Long.
__ADS_1
" Dengan begini...Aku bisa cepat menemukan Jiang jancook..." ucap Fei Long dalam hati.
Fei Long mengirim pesan ke seluruh Timnya untuk berkumpul di tempat yang ia tentukan. Setelah itu Fei Long keluar dari penginapan.
Malam harinya,Fei Long bersama seluruh timnya berkumpul untuk merencanakan rencana berikutnya,karena telah menemukan alamat Bayu .
--0-0-0--
Di sisi Bayu setelah 2 hari Fei Long berhasil menemukan tempat Bayu.
Pagi hari pukul 10.15.
Nampak Bayu berada di kapal,memegang joran. Dikailnya terdapat ikan Tembang yang berusaha kabur,namun tak bisa karena tersangkut kail. Ikan Tembang itu ia dapat hasil merinta,lalu di buat umpan hidup.
" Sampai sekarang belum ada kabar.."
" Dari bandara dan pelabuhan juga gak ada..."
" Heemmm..."
Tiba - tiba ikan Tembang di sambar ikan yang cukup besar.
" Jancooook....!!!" ucap Bayu terkejut.
Reel pancing berderit nyaring.
Bayu berusaha menyelamatkan ikan Tembang yang di makan ikan besar tersebut.
Karena senar leader yang di pakai berukuran 20 Lb saja.
Taasssshhh..... Senar putus.
" Aseem....Ikan apa yang makan ikan Tembangku.." ucap Bayu penasaran karena tak sempat melihat ikan yang menyambar ikan Selarnya.
Ia telah memiliki 2 rencana untuk mengatasi masalahnya.
Bayu merakit pancing karena nilonnya putus.
Di saat akan memasang umpan ikan Tembang hidup,ponselnya berdering nada panggil.
Bayu mengambil ponselnya yang di letakkan di dekat kemudi kapal.
Nampak panggilan dari Paijo.
" Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam..Bay.." suara Paijo.
" Opo kang.." ucap Bayu.
" Kamu punya teman yang namanya Slamet dari kampung apa enggak Bay..?" suara Paijo.
" Slamet"
Bayu mengingat - ingat temannya yang ada di kampung. Ia teringat punya teman yang bernama Slamet.
" Slamet siapa kang?" ucap Bayu.
" Iya Slamet aja..Dia datang ke Cafe mencarimu.." suara Paijo.
" Coba suruh Lukman atau Daniel kang untuk melihat orangnya.." ucap Bayu.
" Mereka ada kegiatan di kampus Bay...Makanya aku nelpon kamu.." suara Paijo.
" Dia duduk di meja berapa kang?" ucap Bayu.
" Oke kang...Nanti aku ke sana untuk mengecek.Suwun kang" ucap Bayu.
" Yooo.." suara Paijo.
Panggilan berakhir.
" Slamet dari kampung...Slamet Widodo apa Slamet Prasetyo ya..."
" Lebih baik aku ke sana aja.." ucap Bayu.
Bayu merebahkan tubuhnya,lalu menggunakan ajian Rogoh Sukmonya untuk melihat orang yang di maksud.
***
Cafe Mantan.
Nampak seorang pria memakai masker duduk sendirian di meja nomor 34,pria itu adalah Shilin.
Bayu muncul di dekat meja 34,lalu melihat ke arah Shilin dan memperhatikan dengan seksama.
" Slamet kulitnya gak kayak gini.."
Bayu melihat di telinga sebelah kiri. Bayu tahu alat itu adalah radio HT.
" Siaal...Mereka berhasil menemukan tempat usahaku..
Bayu memutuskan kembali ke raganya.
Setelah sukmanya kembali,Bayu menelpon Paijo.
Tuuuut....Tuuuut...Tuuut.....
" Hallo Bay..." suara Paijo.
" Kang....Tolong beritahu orang yang mengaku Slamet itu,bahwa aku sudah berhenti di Cafe,dan beri tahu ke pengawalku yang berjaga di sana untuk mengikuti orang yang mengaku Slamet ." ucap Bayu.
" Jadi dia bukan temanmu Bay?" suara Paijo.
" Iya kang...Dia bukan temanku,kasih tahu juga ke pengawal untuk memberi tahu ke yang lainnya.." ucap Bayu.
" Oke Bay..." suara Paijo.
" Suwun kang..." ucap Bayu.
****
Cafe Mantan.
Fei Long bersama Hua Yan Chen dan Shilin ke Cafe Mantan.
Fei Long duduk di meja nomor 42 dengan Hua Yan Chen.
Sementara Shilin duduk di meja nomor 34.
Tak jauh dari Fei Long,ada.CCTV yang mengarah ke dirinya. Kamera CCTV itu berbentuk seperti lampu.
Fei Long mengambil kertas menu yang telah di Laminating,lalu melihat daftar menu.
__ADS_1
Ada tulisan Pecel Ayam di daftar menu tersebut.
" Rupanya Jiang bekerja di Cafe ini,pantas saja bisa memasak...Dan menunya sangat banyak sekali.." ucap Fei Long dalam hati.
Seorang pemuda yang merupakan karyawan Cafe memghampiri meja Fei Long.
" Selamat datang di Cafe Mantan.. Bapak dan Ibu pesan apa?" ucap Pelayan.
" Sop Konro dan Coto Makasar, teh hangat dua.." ucap Hua Yan Chen. Sengaja pesan makanan itu karena penasaran.
" Baik...Kami akan mengantar makanan itu." ucap pelayan lalu pergi.
Fei Long memperhatikan sekitar dan juga Shilin.
" Semoga saja Jiang ada di sini.." ucap Fei Long dalam hati.
15 menit kemudian.
Fei Long melihat ke arah Shilin yang di hampiri seorang pria. Kemudian pria itu pergi setelah mengucapkan beberapa kata.
" Apa yang di katakan pria itu?" ucap Fei Long bertanya ke Shilin menggunqkan radio HT.
" Bayu sudah berhenti pak..." suara Shilin.
" Apakah kamu tidak bertanya,dia sekarang kerja di mana?" ucap Fei Long.
" Sudah pak..Dia jawab tidak tahu.." suara Shilin.
" Oke...Setelah ini jangan tanya tentang Jiang,cukup sebagai pengunjung saja.." ucap Fei Long.
Fei Long menyalakan rokok,lalu menghisapnya.
" Sepertinya ada yang melindungi Jiang.." ucap Hua Yan Chen pelan.
" Iya...Aku tahu itu nona Hua..." ucap Fei Long.
*Di sisi Bayu.
Bayu telah berada di Cafe Mantan,ia saat ini baru masuk ke dalam ruang control CCTV.
" Kang...Munculkan layar yang menyorot meja 34" ucap Bayu berkata pada anak buahnya yang memonitor CCTV.
" Siiap bos.." ucap anak buah Bayu.
Awalnya gambar layar terlihat kotak - kotak,kini hanya 2 kotak saja.
Bayu memperhatikan layar tersebut.
" Jika dia pakai HT,pasti ada temannya.." gumam.Bayu.
Bayu memegang mouse,lalu membuka layar CCTV yang lainnya di sekitar meja 34.
" Kalian ada di mana.." ucap Bayu pelan sambil menekan tombol mouse.
Di layar telihat wajah Fei Long sedang merokok,Bayu mengklik pindah ke kamera lainnya.
" Eeh...!!! Bayu tersadar,lalu mengembaljkan ke kamera sebelumnya.
Nampak Fei Long berbicara dengan wanita di sebelahnya.
" Jancoook...Dia juga ikut....Waassssuuu..." ucap Bayu kesal.
" Kenapa bos..." ucap anak.buahnya.
" Gakpapa kang..." ucap Bayu.
Bayu bingung ketika melihat Fei Long juga ada bersama dengan militer China.Apakah ia harus membunuh Fei Long,sementara dulu ia pernah di tolong olehnya.
" Aseeem....Kenapa dia bisa ikut seh...Jadi aku gak bisa membunuhnya , Jancook...Waaasssuuu..." ucap Bayu dalam.hati.
" Kang...Jika pria itu pergi,beri tahu aku.." ucap Bayu sambil menunjuk ke layar.
" Siap bos.." ucap anak buah Bayu.
Bayu pergi meninggal ruang CCTV,tak lupa mengambil radio HT.
" Jika ku bunuh Fei Long,mbak Ling Ling jadi janda,dan anaknya gak punya bapak,jika gak kubunuh...Maka akan sangat berbahaya bagi keluargaku..." ucap Bayu dalam hati.
Bayu berjalan ke ruang peristirahatan,
Di saat Bayu berjalan.
" Oh iya..Kan aku ada Kumala Sari.."
" Jadi aku gak perlu buang - buang tenagaku memgikuti Fei Long.." ucap Bayu dalam hati.
Setelah sampai Bayu duduk di tempat tidur.
" Kumala Sari...Cantik..Datanglah..."
" Kumala Sari...." ucap Bayu sengaja memanggil Kumala Sari.
Kumala Sari muncul di depan Bayu memakai pakaian kebesarannya.
" Assalam mu'alaikum.." ucap Kumala Sari.
" Wa'alaikum salam " ucap Bayu.
" Ada apa sayang memanggilku?" ucap Kumala Sari.
" Aku minta tolong..Sebentar.."
Bayu menggunakan ajian rogoh sukmonya.
" Ayo ikut aku sayang..." ucap Bayu.
Kumala Sari mengikuti Bayu. Sesampai di meja Fei Long.
" Sayang ikuti pria ini sampai dia ke tempat tidur..Apakah sayang bisa..?" ucap Bayu.
" Bisa sayang..." ucap Kumala Sari.
"Pinter...Setelah dia ke tempat tidur,temui aku ya sayang..." ucap Bayu.
" Iya sayang..Apakah sayang akan membunuh dia?" ucap Kumala Sari.
" Gak usah...cukup ikuti dan kembali menemuiku ya sayang" ucap Bayu.
" Baik sayang..." ucap Kumala Sari.
Bayu kembali ke raganya.
Tak lama kemudian.
__ADS_1
" Bos..."
" Mereka pergi.." suara anak buah Bayu di radio HT.