
(Note. Tanda * Bayu memakai bhsa China.)
Nampak sebuah mobil berhenti di stasiun bahan bakar.
Mobil itu di tumpangi Bayu dan Fang Long.
Fang Long keluar dari mobil,lantas mengisi bahan bakar.
" Katanya Zhouzu dekat..."
".Kok jauh begini ya.."
" Apa aku salah jalan...Seharusnya ke kanan,tapi aku ke kiri.." ucap Bayu dalam hati.
Bayu tak hapal jalan raya,sehingga ia asal berlari,yang penting menuju kota.
Setelah mengisi bahan bakar,mereka melanjutkan lagi perjalanan.
" * Apa masih jauh paman?" ucap Bayu.
" 30 menit lagi...."
" Jika aku sendirian,maka akan berhenti untuk istirahat, berhubung ada teman mengobrol,maka ngantukku hilang.."ucap Fang Long.
Di balik punggung Fang Long,terdapat sepucuk senjata api jenis pistol semi otomatis.
" * Iya paman..." ucap Bayu.
" Kamu bisa menyetir mobil?" ucap Fang Long.
" * Tidak bisa paman..." ucap Bayu.
Fang Long menepikan mobilnya.
" Aku akan mengajarimu..." ucap Fang Long.
"* Kalau nabrak gimana paman...?" ucap Bayu.
" Aku percaya kamu pasti bisa..."
Fang Long keluar dari mobil.
" Ayo keluar..." ucap Fang Long.
Bayu keluar dari mobil.
"* Aku takut paman..." ucap Bayu.
" Tidak usah takut...Kamu berlari malam - malam sendirian saja berani.. Masa menyetir mobil tidak berani..." ucap Fang Long.
Bayu berjalan ke samping mobil lalu masuk,Fang Long juga masuk.
" Perhatikan..Itu gas, lalu itu rem dan itu kopling.." ucap Fang Long.
" * Gas itu apa paman?" ucap Bayu.
Fang Long menepuk keningnya.
" Sudah penah naik motor?"
Bayu menggelengkan kepala.
" Ya ampun...Kamu ini sungguh aneh..."
" Gas itu untuk menambah kecepatan.."
" Rem untuk menghentikan mobil.."
" Kopling untuk memasukkan transmisi..."
" Paham?" ucap Fang Long.
" * Sedikit paman.." ucap Bayu.
" Putar kunci mobil itu bersamaan dengan Kopling...Kopling kamu injak perlahan."
Bayu memgikuti arahan Fang Long.
Mesin pun menyala.
" Sekarang tekan kopling lalu gerakan tuas ini.."
Bayu melakukan apa yang di suruh. Fang Long memegang tangan Bayu lalu mbantu menggerakkan.
" Lepas perlahan kopling,lalu tekan gas perlahan..."
Mobil itu berjalan perlahan.
" Baguus.."
" Tekan sedikit lagi gasnya.."
" Sekarang lepas gas,lalu injak kopling,gerakan tuas ini.."
" Lepas kopling lalu tekan gas secara perlahan.." ucap Fang Long.
"* Jika mobil rusak bagaimana paman?" ucap Bayu.
" Paling kita ke rumah sakit..." ucap Fang Long.
" Juancoook...." ucap Bayu.
" Apa itu Jancok..?" ucap Fang Long.
" * Itu ucapan bila kita kesal paman..." ucap Bayu.
" Jancoook...." ucap Fang Long.
" * Paman juga kesal...?" ucap Bayu.
" Iya...Aku kesal dengan salah satu musuhku.." ucap Fang Long.
Bayu menambah transmisi lagi.
"* Musuh itu apa paman?" ucap Bayu.
"Musuh itu orang yang menjadi pesaing atau lawan kita. "
" Eh...!!! Kamu bisa menyetir rupanya.." ucap Fang Long baru menyadari,sebab sudah 3 tikungan di lewatin.
" * Belajar paman...Kalau mobil ini rusak,kita akan di makamkan..." ucap Bayu.
" Jancoook..."
" Ha.....Ha....Ha...Ha...Ha...Ha..." ucap Fang Long lalu tertawa
" Asem...Tangan dan kakiku kok gerak sendiri ya...?" ucap Bayu dalam hati barusan menambah kecepatan mobil.
Bayu menyalip mobil di depannya.
" Waaah...Kamu berbohong padaku..."ucap Fang Long.
"* Aku tidak tahu paman..."
"* Aku tidak ingat,apakah aku dulu pernah menyetir mobil atau tidak.Ini tangan dan kaki aku bergerak sendiri." ucap Bayu.
" Serius?" ucap Fang Long tak percaya.
" Serius paman..."
" * Aku bisa memasak saja juga heran,tanganku bergerak sendiri ketika melihat bahan masakan.." ucap Bayu.
" Apa kamu Amnesia?" ucap Fang Long.
" * Amnesia itu apa paman?" ucap Bayu.
" Lupa ingatan.." ucap Fang Long.
" * Aku tidak tahu paman.... Sebab aku hanya ingat sebagian saja,sebagian hilang paman.." ucap Bayu.
" Jangan cepat,sebentar lagi lampu merah kita belok.."
Bayu menuruti ucapan Fang Long.
" Siapa nama Ayah dan Ibumu?" ucap Fang Long.
"* Ada di kertas paman,tapi kertas itu basah..Lalu rusak.." ucap Bayu berbohong.
" Nama Kakek dan Nenekmu?" ucap Fang Long.
Bayu menghentikan mobilnya,karena lampu warna merah.
__ADS_1
" * Kakek Anming dan Nenek Xoulang paman.." ucap Bayu.
" Pemuda yang misterius..."
" Tapi kenapa dia bersikap seperti itu..?"
" Apakah dia hanya berpura - pura saja" ucap Fang Long Dalam hati.Ia juga memasang sikap waspadanya.
Lampu hijau menyala menggantikan lampu merah.
" Belok kanan..."
Bayu membelokkan mobilnya ke kanan.
" Apakah kamu sudah berkeluarga?" ucap Fang Long.
" * Aku tidak tahu paman..." ucap Bayu.
" Mengapa tidak tahu..?" ucap Fang Long.
" * Tidak ingat..." ucap Bayu.
" Apa kamu punya surat izin mengemudi?" ucap Fang Long.
Ciiiiiiiiiiiiit......Bayu mengerem mendadak.
Bayu menatap ke Fang Long.
" *Paman siapa?"
" * Jika paman ingin mengetahui identitasku,aku akan keluar dari mobil ini...Karena aku tidak ingat apa - apa?" ucap Bayu.
" Tidak...Tidak...Tidak..."
" Lanjutkan saja..." ucap Fang Long.
" Sial...Sungguh aneh sekali pemuda ini.."
" Jika dia seorang polisi atau tentara,tidak mungkin akan bersikap seperti itu.." ucap Fang Long dalam hati.
Mobil mereka memasuki daerah perkotaan. Fang Long memberitahu arah mana tempat tinggalnya dan memberi tahu Bayu jangan terlalu ngebut,jika ngebut maka polisi akan datang memghampiri.
Bayu menuruti ucapan Fang Long.
Tak terasa mereka sudah tiba di depan sebuah bangunan tingkat 3.
" Ayo turun..." ucap Fang Long.
" *Sudah sampai paman?" ucap Bayu.
" Sudah...Kamu mau pergi kerumah sakit?" ucap Fang Long.
" * Tidak paman..." ucap Bayu.
Bayu keluar dari mobil,lalu memberikan kunci mobil pada Fang Long.
" Tunggu di sini,aku akan memarkirkan mobilku....." ucap Fang Long.Lalu masuk kemobil dan meninggalkan Bayu.
10 menit kemudian,Fang Long muncul.
Bayu mengikuti Fang Long. Mereka masuk ke bangunan tingkat tiga,nampak di papan reklame bertuliskan kedai makanan.
" Iya...Dia buka usaha makanan..." ucap Bayu dalam hati.
Setelah Fang Long membuka pintu,mereka masuk ke dalam,Fang Long menutup pintu kembali. Lalu mereka berjalan menuju lantai 2.
Bayu melihat meja dan kursi tersusun rapi.
" Besok pagi...Buatkan kita nasi goreng...Aku ingin makan masakanmu.." ucap Fang Long.
" Iya paman..." ucap Bayu.
" Ini kamarmu..." ucap Fang Long membuka pintu kamar lalu menyalakan lampu kamar.
Bayu masuk ke dalam.
" Anggap saja rumah sendiri...Di sana kamar mandinya.." ucap Fang Long.
" Iya paman..." ucap Bayu.
" Baiklah...Aku tinggal dulu..." ucap Fang Long.
Bayu menutup pintu lalu meletakkan buntalan kain di lantai,kemudian berebah di kasur.
" Lumayan capek juga..."
" Semoga mereka tak mencariku..."
Bayu melihat jam tangannya.
" Heemmm...Masih ada waktu..."
" Lebih baik aku turu wae..."ucap Bayu dalam hati.
Bayu memejamkan matanya.
Di saat waktu mau masuk shalat Subuh,Bayu membuka mata lalu melihat jam tangannya.
Kemudian Bayu berjalan ke kamar mandi,lalu wudhu.
Selesai wudhu Bayu duduk di ranjang.Ia melihat kukunya sudah panjang,lalu mengambil potongan kuku.
Bayu melepas cincinnya secara reflek ketika akan memotong kuku.
" Kenapa setiap kali aku mau potong kuku aku lepas cincinku ya..?"
Bayu merasa heran atas sikapnya sendiri tanpa keinginannya.
" Coba ah...Tak pakai saja.."
Bayu memakai cincinnya kembali lalu memotong kukunya.
" Jancook....Gak bisa aku potong..."
Bayu melepas cincinnya.
Lalu memotong kukunya.
" Oooo...Jadi karena ini aku melepas cincinku.."
" Untung gak aku taruh dalam kuburan...Jika tidak..Maka aku akan menyesal..." ucap Bayu dalam hati memgetahui cincinnya mempunyai kekuatan.
Selesai memotong kuku,Bayu berdiri lalu shalat.
Selesai shalat,Bayu berdiam diri karena tidak tahu mau ngapain. Biasanya ia pergi ke sungai menjala ikan,tapi kini dirinya di rumah orang yang baru di kenal.
" Hemm....Apa aku bersih - bersih saja ya..."
" Bersih - bersih sajalah dulu..." ucap Bayu dalam hati.
Bayu keluar kamar,lalu pergi ke lantai dasar.
Ia melihat ruangan itu sedikit kotor,lalu mencari alat untuk bersih - bersih. Begitu dapat,Bayu segera membersihkan tempat itu.
Di sisi Fang Long.
Fang Long mengawasi Bayu dari layar CCTV yang ia pasang.
" Sepertinya dia dapat di andalkan selama aku pergi.." ucap Fang long dalam hati memperhatikan Bayu membersihkan lantai dasar.
1 Jam kemudian.
Fang Long muncul bersama istrinya menemui Bayu yang nampak duduk santai,karena sudah selesai membersihkan ruangan.
" Jiang...."
Bayu menoleh ke arah Fang Long.
" Perkenalkan...Dia istriku Ling Ling..." ucap Fang Long.
Bayu melihat seorang wanita cantik,rambutnya sepunggung,muka oval,badan langsing. Kulit putih mulus. Lalu Bayu melihat ke arah Fang Long.
"* Aku Jiang bibi..." ucap Bayu.
" Sekarang aku ingin kamu memasak nasi goreng..." ucap Fang Long.
"* Dapurnya di mana paman..?" ucap Bayu.
" Mari...Ikut aku..." ucap Ling Ling.
Bayu mengikuti Ling Ling.
__ADS_1
Setelah sampai di dapur.
" Di sini semua bahan perlengkapan..."
" Itu beras,itu bumbu dan di dalam kulkas terdapat berbagai macam sayuran dan daging.." ucap Ling Ling.
" * Kayu bakarnya di mana bi?" ucap Bayu tak melihat tungku api.
Ling Ling menggelengkan kepala melihat Jiang.
" Itu kompornya Jiang..Jadi tidak perlu kayu bakar.."
Ling Ling menunjuk kompor gas di dekat Bayu.
" Apakah kamu belum pernah melihat dan memakai kompor gas?" ucap Ling Ling.
"* Belum bi...Aku hanya memakai kayu bakar saja..." ucap Bayu.
" Di rumahmu... Apa saja yang memakai listrik?" ucap Ling Ling.
"* Lampu bi...Itu pun hanya 2 lampu saja.. Sebab kami pakai alat yang butuh sinar matahari..." ucap Bayu.
" Ooo...Begitu..." ucap Ling Ling akhirnya memahami,jika Bayu belum pernah memakai peralatan listrik untuk memasak. Lantas Ling Ling memberitahu ke Bayu memgenai nama alat,dan kegunaanya.
" Beras takaran segini..Lalu airnya segini. Kemudian tutup dan tekan tombol ini ke bawah..."
" Ketika nasi sudah matang, tombol ini naik sendiri....Tunggu 10 menit,baru bisa di makan nasinya.."
" Apakah kamu paham?" ucap Ling Ling.
Fang Long hanya diam memperhatikan istrinya mengajari Bayu.
" * Paham bi..." ucap Bayu.
" Coba kamu praktekkan..." ucap Ling Ling.
Bayu mengambil beras,lalu mau mencuci beras bingung,karena ia tak melihat gentong air atau sumur.
" * Sumurnya ada di mana bi...?" ucap Bayu.
Ha....Ha....Ha....Ha...Ha...Ha... Fang Long tertawa melihat Bayu.
" Kamu ketemu dia dimana suamiku?" ucap Ling Ling.
" Di jalan...Kalau tidak percaya tanya saja.." ucap Fang Long.
Ling Ling membuka keran air.
" Buka keran ini..." ucap Ling Ling.
"* Jancook...Itu bisa memgeluarkan air " ucap Bayu.
Ha....Ha....Ha...Ha...Ha...Ha...Ha.. Fang Long tertawa lagi.
Bayu mencuci beras itu. Di saat hendak mencuci beras,Bayu melipat bajunya.
Setelah berasnya bersih,ia menakar air lalu memasukkan ke dalam Magic com tak lupa mematikan air. Kemudian menekan tombolnya.
Bayu membuka lemari pendingin. Kemudian mengambil ayam beku,sayuran,lombok,tomat. Kemudian menutup kembali.
Lalu mengambil bahan bumbu seperti bawang merah,bawang putih,kecap,minyak wijen dan lain - lain.
Fang Long dan Ling Ling memperhatikan Bayu.
" Apa kamu yakin dia bisa memasak..?" ucap Ling Ling pelan.
" Yakin...Sedangkan untuk menyetir mobil saja,dia bilang tidak bisa,tapi nyatanya bisa..." ucap Fang Long.
Bayu melakukan akrobat,ia memutar mutar pisau,lalu memotong bahan yang sudah ia kupas.
Tak...Tak...Tak...Tak....Tak...Tak...Tak...Tak...
( suara pisau mengenai telenan).
Bayu memotong bahan itu sangat cepat.
Lalu memotong daging ayam.
" Sepertinya dia koki dari restoran..." ucap Ling Ling.
" Bisa jadi...." ucap Fang Long.
Tiba - ada seekor cicak di plafon,Bayu melihat cicak itu. Lalu mengambil pisau kecil kemudian melempar pisau itu ke plafon.
Wuuuut.....
Jleeb.... Pisau menancap memgenai cicak.
Fang Long dan Ling Ling terkejut melihat Bayu melempar pisau mengenai cicak.
" Siapa dia ?...Apakah dia pasukan khusus?" ucap Fang Long dalam hati.
" Apa kamu pernah ikut latihan militer ?" ucap Ling Ling.
" *Tidak tahu...Kenapa bi..?" ucap Bayu.
" Kamu bisa melempar pisau itu tepat ke cicak itu..." ucap Ling Ling.
" Hemmm... Latihan sendiri bi..." ucap Bayu.
1 jam kemudian.
Masakan nasi goreng telah jadi. Lalu Bayu mengantar nasi itu ke Fang Long dan Ling Ling yang duduk menunggu.Tak lupa teh hangat.
Fang Long dan Ling Ling memperhatikan nasi goreng buatan Bayu. Kemudian memakan nasi goreng tersebut.
" Heemmm...."
" Enak sekali...."
" Kamu pandai memasak..." ucap Ling Ling memuji.
" * Terima kasih..." ucap Bayu.
" Selain nasi goreng.. Apa lagi yang bisa kamu buat?" ucap Ling Ling.
" * Masak ikan,ayam,Mie." ucap Bayu.
" Aku ingin mencobanya " ucap Ling Ling.
" Aku makan dulu ya bi...Baru masak...Lapar perutku.." ucap Bayu.
" Iya..Setelah makan,masaklah makanan itu.." ucap Ling Ling.
" Siap bi..." ucap Bayu.
Bayu kembali ke dapur,lalu memakan nasi goreng yang ia buat tadi.
Selesai makan,Bayu membuat pecel ayam. Dan membuat ikan goreng.
Tak sampai 1 jam. Pecel ayam dan ikan goreng jadi,lalu Bayu mengantarkan ke Ling Ling.
" Aww..." Ling Ling mengaduh kesakitan di jarinya,karena hendak memgambil daging ayam. Namun masih panas.
" Pakai sendok bi...Lalu tunggu sebentar supaya tidak panas.." ucap Bayu.
Setelah agak dingin,Ling Ling dan Fang Long mencomot ayam tersebut lalu memakannya,kemudian mengambil daging ayam lalu mencocolkan ke sambal.
" Heeemmm....."
" Ayamnya enak... Saus sambalnya juga enak..." ucap Fang Long.
" Iya...Ikannya juga enak..Bumbunya terasa..." ucap Ling Ling .
" Kamu di terima kerja sini.." ucap Fang Long.
" Kita berjualan ini saja bagaimana suamiku?"
" Di sini belum ada yang menjual makanan seperti ini.." ucap Ling Ling.
" Boleh..." ucap Fang Long.
Tiba - tiba Bayu ingin buang air besar.
"* Maaf,aku permisi dulu..Mau ke kamar mandi.." ucap Bayu lalu lari ke kamar mandi karena tidak tahan.
" Apakah kamu yakin dia bukan mata - mata?" ucap Ling Ling.
" ku rasa dia bukan mata - mata,tapi di lihat keterampilan melempar pisau,aku agak ragu.." ucap Fang Long.
" Ya kita lihat saja...Jika dia mata - mata,maka aku akan membunuhnya.." ucap Ling Ling.
__ADS_1
" Iya...Tapi kurasa dia bukan mata - mata " ucap Fang Long.