
Xiang menyuruh pelayannya memanggil dokter untuk datang. Pelayan itu menuruti ucapan Xiang.
Setelah rasa sakit yang Bayu rasakan perlahan hilang,ia mengambil obat di tangan Aisyah lalu menaruh dalam mulutnya,Aisyah menyodorkan gelas berisi air mineral di bibir Bayu.
Bayu segera meminum air tersebut.
" Bismilah..." ucap Bayu dalam hati.
Glek... Glek...Glek...
" Sayang...Apakah kamu tidak apa - apa..?" ucap Xiang.
" * Aku tidak apa - apa sayang...Tadi kepalaku terasa sakit sekali...Sekarang tidak..." ucap Bayu lalu berdiri.
" Sebentar lagi akan ada dokter kemari..." ucap Xiang.
Tak lama kemudian seorang pria yang juga dokter pribadi Xiang datang bersama seorang pelayan.
"* Pak dokter...Aku tidak apa - apa...Sekarang aku sudah baikan..." ucap Bayu.
" Aku takut sayang kenapa - kenapa..." ucap Xiang.
" * Aku sudah sehat..Lihatlah..."
Bayu menggerakkan tubuhnya,melompat - lompat,lalu push up kemudian berdiri.
" * Aku sehat sayang...Jadi kamu tidak usah khawatir.." ucap Bayu.
" Periksa pacar saya dokter.." ucap Xiang.
" Baik nona.." ucap pak dokter.
" Jancok...." ucap Bayu.
" Silahkan duduk tuan...Aku akan periksa anda..." ucap pak dokter.
Mau tak mau Bayu menuruti ucapan Xiang. Sebab Xiang juga lagi sakit.
Bayu duduk di tepi tempat tidur,lalu dokter itu memeriksa Bayu.
Setelah selesai memeriksa.
" Pacar nona baik - baik saja..Tidak sakit.." ucap pak dokter.
" Terima kasih.." ucap Xiang.
" Aku permisi dulu nona,jika butuh bantuan,telpon saja.." ucap pak dokter.
" Iya.." ucap Xiang.
Dokter itu meninggalkan kamar Xiang.
" Ibu...Bayu telah mengingatmu kembali...Bayu kangen bu.." ucap Bayu dalam hati.
Namun masih ada yang mengganjal di hatinya. Sebab ia tak bertemu dengan ayahnya saat datang ke Bali.
" Ayah..."
" Apakah aku punya ayah..."
"Jika punya.."
" Ada di mana dia...Kenapa dia tak datang menemuiku..Apakah ayahku telah tiada.?" ucap Bayu lirih.
Bayu berdiri lalu berjalan ke pintu.
" Sayang mau kemana?" ucap Xiang.
Bayu menghentikan langkahnya lalu menoleh ke Xiang.
" * Mau keluar sebentar sayang.." ucap Bayu.
" Iya..Mau kemana?" ucap Xiang.
" * Di depan rumah saja..Setelah itu aku kembali." ucap Bayu.
Bayu lanjut melangkahkan kakinya.
Setelah sampai di teras Bayu duduk di lantai,lalu mengeluarkan ponselnya. Ia menekan ponsel tersebut lalu meletakkan ponselnya di telinga.
Tuuut....Tuuuut...Tuuuut...
" Sayang..Apakah kamu baik - baik saja.." suara Hana.
" Injih bu... Maeng sirahku loro tenan bu.." ( iya bu..Tadi kepalaku sakit banget bu.)
" Kulo sampun eling kaleh jenengan..Pas kulo loro panas.." ucap Bayu sengaja memakai bahasa jawa.(Saya sudah ingat dengan anda,pas saya sakit panas)
" Alhamdulilah...Jadi sayang ingat ibu ?" suara Hana.
" Injih leres...Mung kulo bingung..Nyopo kulo mboten nemu romo?" ucap Bayu.(Iya benar..Namun saya bingung. Kenapa saya tidak bertemu ayah)
"Ibu sampun pegatan sayang...Nanging romomu tasek wonten.." suara Hana.( Ibu sudah cerai sayang..Tapi ayahmu masih ada)
" Tak pateni disek.." ucap Bayu(Ku matikan dulu)
Bayu mematikan panggilan lalu menelpon lagi,agar tak bisa di lacak.
Tuuut...Tuuut..Tuuut..
" Kenapa di matikan sayang?" suara Hana.
" Ben gak konangan..." ucap Bayu.(Agar tidak ketahuan)
" Apa sayang sudah ingat ilmu Fiqih?" suara Hana.
" Dereng.." ucap Bayu.(belum)
" Ibu mohon padamu...Jangan berhubungan badan dengan wanita yang belum sayang nikahin secara sah..Itu dosa besar sayang.." suara Hana.
" Duso gede?" ucap Bayu.(dosa besar)
" Suatu perbuatan yang di benci oleh Allah,dan sayang bisa masuk neraka...Ibu mau sayang berjanji..Jangan melakukan itu lagi..Apakah sayang mau berjanji pada ibu..?" suara Hana.
" Sial...Ternyata itu to yang di maksud Aisyah.." ucap Bayu dalam hati.
" Sayang...Kenapa diam? Apakah sayang mau berzina lagi dengan Aisyah dan pacar sayang? "
" Ibu mohon padamu jangan lakukan itu ya sayang...Ibu mohoooon...."suara Hana.
Pengawal mendekati Bayu.
" Maaf tuan..Di panggil oleh nona.." ucap pengawal.
Bayu mematikan ponselnya dan mencabut batreinya agar ibunya tak menghubungi dirinya. Lalu berlari masuk ke dalam rumah.
Sesampai di dalam kamar Xiang.
Bayu berjalan menghampiri Xiang.
" * Ada apa sayang?" ucap Bayu.
" Aku ingin sayang di sini saja...Jangan kemana - mana" ucap Xiang.
" * Iya..." ucap Bayu.
Bayu mengambil tas pemberian Malik lalu membuka tas tersebut.
Nampak tas itu berisi 1 buku novel dan alat kosmetik bermerk.
" Perasaan gak begini deh isinya..." ucap Bayu dalam hati. Ia mengambil buku itu. Nampak Buku itu bertuliskan Novel cinta berbahasa inggris. Lalu Bayu mengeluarkan alat kosmetik.
" Jancok...Sepertinya tertukar.." ucap Bayu. Sebab sebelum ia tahu di dalamnya ada 3 buku
Aisyah mengambil kain kompres lalu memasukkan dalam baskom dan memerasnya,lalu meletakkan kembali di kening Xiang. Ia juga memeriksa kondisi tubuh Xiang dengan menempelkan punggung tangan di leher Xiang tak seperti saat pertama ia sentuh.Panas tubuh Xiang berangsur turun.
" Sayang ngapain?" ucap Xiang.
Bayu mendekati Xiang lalu memperlihatkan alat kosmetik dan buku novel ke Xiang.
"* Ini untukmu .." ucap Bayu.
" Letakkan di meja sayang..." ucap Xiang.
Bayu meletakkan buku dan kosmetik itu di atas meja,lalu mengambil tas kopernya.
10 menit kemudian setelah Bayu selesai merapikan barang - barangnya,Ia duduk di tepi ranjang lalu menempelkan punggung tangan di leher Xiang.
" Panasnya perlahan turun..." ucap Aisyah.
" Iya..Ibuku juga sepertimu...Beliau mengoleskan minyak bawang ke tubuhku saat sedang sakit panas.." ucap Bayu.
" Kalian membicarakanku?" ucap Xiang.
"* Tidak sayang..."
"* Apa yang di lakukan Aisyah sama seperti ibuku saat aku sedang sakit demam..." ucap Bayu.
" Tanyakan padanya...Apakah dia mau kembali ke Malaysa atau tidak" ucap Xiang.
" * Sayang mau memulangkan dia?" ucap Bayu.
" Iya...Aku teringat ibuku...Dia sama seperti ibuku sayang..." ucap Xiang.
" Xiang berkata...Apakah kamu ingin kembali pulang?" ucap Bayu.
" Saya bingung nak pilih mana...Jika pilih tinggal di sini,saya kepikiran ibu saya.."
" Jika pulang...Saya kepikiran dirimu..." ucap Aisyah.
" Saya sarankan pulang...Nanti Saya akan kesana..Dan saya..."
" Saya akan menghubungimu..." ucap Bayu.
" Baiklah...Saya nak ingin pulang." ucap Aisyah.
"* Dia ingin pulang.." ucap Bayu.
" Katakan padanya jangan ceritakan kejadian ini pada siapapun. Jika tidak,aku akan mengirim orang untuk membunuhnya.." ucap Xiang.
"Dia bilang jangan bilang ke siapa pun,jika tidak. Dia akan mengirim orang untuk membunuh kalian.." ucap Bayu.
" Baiklah...Saya janji tidak akan memberi tahu siapapun. " ucap Aisyah.
" * Dia berjanji tidak memberi tahu siapapun.." ucap Bayu.
" Bagus...." ucap Xiang.
Xiang tahu bahwa Bayu mencintai Aisyah dan Aisyah mencintai Bayu meskipun Bayu tak mengatakan pada dirinya. Jika Aisyah pergi,maka hilanglah wanita yang Bayu cintai.Ia tak mau Bayu mencintai wanita lain.
" Syukurlah..."
" Dia mau memulangkan Aisyah...Jadi aku gak perlu repot - repot mencari cara memulangkan Aisyah.." ucap Bayu dalam hati.
" Setelah aku sembuh...Aku akan memulangkan Aisyah ." ucap Xiang.
" * Iya sayang..."
__ADS_1
" Dia bilang..Setelah dia sembuh..Dia akan memulangkanmu.."
"* Aku ke dapur dulu ya sayang"ucap Bayu.
" Sayang mau apa di dapur?" ucap Xiang.
" * Mau masak..." ucap Bayu.
" Telpon saja sayang...Aku tidak mau sayang pergi dari sini..." ucap Xiang.
" * Baiklah..." ucap Bayu.
Bayu meraih telpon rumah lalu memberikan ke Xiang.
30 menit kemudian.
Makanan yang di pesan Xiang datang lalu di antar ke dalam kamar Xiang.
Bayu mengambil piring, lalu nasi dan sayur sop. Setelah itu mendudukan Xiang.
" * Sayang makan ya..." ucap Bayu.
" Aku tidak lapar sayang..." ucap Xiang.
Bayu memgambil lauk lalu duduk di samping Xiang.
"* Supaya sayang cepat sembuh..Cairan infus itu hanya sedikit mengandung nutrisinya." ucap Bayu sambil menyodorkan sendok berisi nasi dan sayuran.
Xiang membuka mulutnya,lalu Bayu memasukkan makanan ke dalam mulut Xiang.
Bayu menoleh ke Aisyah.
" Makanlah ya amar...Dari tadi kamu belum makan.." ucap Bayu.
" Iya habib albi.." ucap Aisyah.
Aisyah mengambil piring lalu menyondok nasi.
" Tidak ada rasanya sayang..." ucap Xiang.
" * Namanya juga sedang sakit..Pasti tidak ada rasanya.." ucap Bayu asal bicara,sebab ia lupa.
10 kali suapan,Xiang menyudahinya. Karena merasa sudah kenyang,lalu Bayu makan.
Aisyah kembali ke kamarnya untuk mandi dan mengganti pakaiannya.
" Sayang..." ucap Xiang.
" * Iya..." ucap Bayu.
" Jawab dengan jujur..." ucap Xiang.
" Asem...Apa lagi ini.."
" Apakah pengawalnya melaporkanku saat menelpon ibuku..." ucap Bayu dalam hati.
" Apakah sayang mencintai dia..?" ucap Xiang.
"Syukurlah..."ucap Bayu dalam hati lega.
" * Dia siapa sayang..?" ucap Bayu.
" Aisyah..." ucap Xiang.
" Sial...." ucap Bayu dalam hati.
" Aku wanita dan dia juga wanita..."
" Aku selalu memantau sayang meskipun aku tidak ada di rumah.." ucap Xiang.
" * Iya...Aku mencintainya...Maaf.." ucap Bayu.
" Sudah aku duga...Ternyata memang benar,bahwa Jiang mencintai wanita itu.." ucap Xiang dalam hati.
" Besok aku akan memulangkan dia..." ucap Xiang.
Xiang meraih ponsel genggamnya yang tak jauh darinya,ia menghubungi anak buahnya untuk memgurus keberangkatan Aisyah.
Seorang pria datang sambil membawa tas kecil.pria itu adalah dokter yang tadi memeriksa Bayu.
Dokter itu memeriksa kondisi kesehatan Xiang.
" Sial...Cepat sekali dia memulangkan Aisyah.." ucap Bayu dalam hati.
" *Sayang... Boleh aku memberi saran..." ucap Bayu.
" Saran apa itu sayang?" ucap Xiang.
" * Jangan kembalikan dia ke Malaysa langsung... Jika sayang lakukan itu,maka pihak kepolisian akan melacak sayang.."
" * Aku menyarankan bawa dia ke Jakarta,agar pihak kepolisian Malaysa tidak mengetahuinya.." ucap Bayu.
" Benar juga yang di katakan Jiang,jika aku pulangkan langsung ke Malaysa. Pasti akan ketahuan." ucap Xiang dalam hati.
" Heemmm... Baiklah.."
" Aku akan mengirim dia ke Jakarta" ucap Xiang lalu menelpon lagi.
" Syukurlah dia menuruti ucapanku..Tinggal aku memberi tahu ke ibu.." ucap Bayu dalam hati.
Dokter memberi obat penenang di selang infus agar Xiang tertidur. Karena Xiang harus banyak - banyak istirahat.
Xiang merasakan kantuk ,ia berusaha tetap sadar. Namun tak bisa. Akhirnya ia tertidur.
" * Apa yang anda berikan kepada kekasihku?" ucap Bayu.
" Nona Xiang harus banyak - banyak istirahat..." ucap pak dokter.
Kemudian pak dokter meninggalkan kamar Xiang.
" Asek....Akhirnya aku bisa memberi tahu ke Aisyah..." ucap Bayu dalam hati merasa senang.
Bayu berjalan ke arah kamar Aisyah.
" Maaf tuan...Tuan mau kemana?" ucap pelayan wanita yang menjaga Xiang.
Bayu menghentikan langkahnya,lalu melihat pelayan wanita yang tadi bertanya kepada dirinya.
"* Mau keluar sebentar.." ucap Bayu.
" Maaf tuan...Tadi nona berpesan,tuan jangan meninggalkan kamar nona.." ucap pelayan.
" * Dia sedang tidur...Jadi tak masalah aku tinggal dulu."
" * Nanti aku kembali ke sini.." ucap Bayu.
" Maaf tuan aku di perintahkan agar tuan tetap di sini.." ucap pelayan itu.
Bayu menghampiri pelayan tersebut.
"* Jika kamu menghalangi jalanku dan melaporkan pada pacaraku"
Buuuugghhh...Bayu memukul perut wanita itu. Wanita itu memegang perutnya setelah di pukul oleh Bayu,wanita itu merasakan sakit yang luar biasa hingga ia terduduk di lantai.
Bayu duduk jongkok.
."* Aku akan membunuhmu ..."
" *Atau...Kamu mau aku bunuh sekarang?" ucap Bayu.
" Ma..Ma..Maf tuan..Maaf.." ucap pelayan itu.
"* Kalian harus janji padaku,tidak mengatakan pada pacarku.."
"* Jika pacarku tahu,aku akan membunuh kalian.." ucap Bayu lalu berdiri dan berjalan ke araha meja belajar Xiang untuk mengambil kertas dan pulpen,lalu mengambil kaset CD lagu pop Malaysa,kemudian berjalan ke arah kamar Aisyah.
Setelah sampai di depan pintu kamar Aisyah.Bayu mengetuk pintu kamar.
Tok...Tok...Tok...
" Aisyah..." ucap Bayu.
Tok.....Toook....Took....
Ceklek....krriiiieeeet.... Pintu terbuka.
Nampak rambut Aisyah basah.
" Ada apa habib albi?" ucap Aisyah.
" Ikut aku sebentar..." ucap Bayu lalu jalan.
Aisyah yang memakai celana pendek dan baju kaos mengikuti Bayu.
Bayu berjalan ke arah ruang keluarga.
Sesampai di ruang keluarga,Bayu menyalakan DVD Player dan sound sistem. Lalu memasukkan kaset CD kedalam DCD Player.
Bayu bangkit lalu berjalan ke kursi sofa.
" Duduk sini.."
Aisyah duduk di samping Bayu.
" Saya ada kabar penting untukmu.." ucap Bayu pelan.
Muncul suara alunan musik pop Malaysa dari speker.Suara itu tak sampai kedengaran ke dalam kamar Xiang.
" Kabar penting apa?" ucap Aisyah.
" Besok Xiang akan membawamu ke Jakarta."
Aisyah terkejut mendengar berita itu.
" Saya akan hubungi ibuku,agar kamu di jemput oleh keluargaku.." ucap Bayu.
" Mengapa secepat itu?" ucap Aisyah.
" Dia tahu kalau kita saling cinta..Maka dari itu dia memulangkanmu..." ucap Bayu.
" Saya senang dan sekaligus sedih..Senang saya bisa kembali oulang,dan sedih beroisah denganmu..." ucap Aisyah.
Bayu memegang rambut Aisyah lalu mengusapnya.
" Saya pun sedih harus berpisah denganmu..Tapi"
" Jika kamu tetap di sini, disana ada ibumu yang sangat mengkhawatirkanmu sayang.."
Bayu menulis nomor ponsel di kertas. Lalu memberikan ke Aisyah.
" Hapalkan nomor ini..."
Aisyah menerima kertas tersebut lalu menghapalnya.
" Itu nomor ibuku.." ucap Bayu.
5 menit kemudian.
__ADS_1
" Apakah sudah hapal?" ucap Bayu.
" Sudah..." ucap Aisyah.
Bayu mengambil kertas itu,lalu memakannya agar aman. Jika dibuang,bisa di ambil oleh pelayan Xiang dan Xiang bisa mengetahuinya.
" Coba sebutkan..."
Aisyah menyebut nomor itu.
" Pintar.." ucap Bayu.
" Heemmm..Sebelum saya kembali pulang..Saya nak ingin berzina dengan sayang.." ucap Aisyah.
Bayu teringat ucapan ibunya.
" Maaf sayang..Saya tak bisa.." ucap Bayu.
" Kenapa sayang tidak mau?"
" Apakah habib albi sudah bosan sama saya dan tidak cinta lagi?" ucap Aisyah.
" Ibuku berpesan untuk tidak berhubungan badan jika belum menikah" ucap Bayu.
Aisyah mengeluarkan rudal Bayu di balik celananya.
" Saya ingin berzina untuk terakhir kalinya sayang...Besok saya tidak bisa bertemu lagi denganmu.."
" Saya mohon..." ucap Aisyah.
" Sial..."
Aisyah memasukkan rudal Bayu dalam mulutnya.
" Apa yang harus aku lakukan" ucap Bayu dalam hati bingung. Di satu sisi ia ingin menuruti ucapan ibunya,di satu sisi dia sangat mencintai Aisyah dan besok akan ke Jakarta.
Aisyah melepas celananya,lubangnya telah basah karena ia sangat ingin bercinta dengan Bayu. Aisyah naik ke sofa lalu memegang rudal Bayu yang basah akibat air liurnya. Ia menempatkan ujung rudal ke lubangnya dan
Blessshh.... Rudal Bayu amblas di dalam lubang Aisyah.
Aisyah menggerakkan pinggulnya.
" Maafkan Bayu bu...Bayu berzina dengan Aisyah...Sebab besok dia akan pulang ke Jakarta." ucap Bayu dalam hati.
Akhirnya Bayu kembali bercinta dengan Aisyah. Suara Aisyah tersamarkan dengan lagu pop Malaysa dalam bentuk MP3.
Aisyah di buat keluar berukang kali. Ia sangat menikmati momen terakhirnya bersama Bayu. Begitu juga Bayu,ia sangat menikmati persetubuhan itu,karena besok dia tidak akan bercinta lagi.
Setelah Bayu mengeluarkan cairannya di dalam lubang Aisyah.Ia mencabut rudalnya.
Aisyah merasakan ada yang hilang dalam lubangnya.
Bayu menggendong tubuh Aisyah untuk di bawa ke kamar.
" Saya tak jadi pulang.."
" Saya ingin selalu bersamamu" ucap Aisyah.
" Jangan..."
" Jika kamu tak pulang,aku akan membencimu dan melupakanmu.." ucap Bayu sambil berjalan. Sengaja Bayu berkata seperti itu agar Aisyah pulang kembali kerumahnya.
Aisyah tak mampu bicara lagi setelah Bayu berkata. Jika dirinya memaksa,Bayu benar - benqr akan membenci dirinya. Belum lagi pacarnya Bayu.
Bayu meletakkan Aisyah di tempat tidur,lalu menempelkan wajahnya di telinga Aisyah.
" Saya sangat mencintaimu,saya mohon kembalilah pulang...Selepas itu saya akan menghubungimu,tapi tidak tiap hari agar Xiang tidak mengetahuinya." ucap Bayu pelan.
" Iya habib albi....Maafkan sayang." ucap Aisyah pelan.
Bayu menarik selimut untuk menutupi tubuh telanjang Aisyah.
Cuup..... Bayu mencium kening Aisyah.
" I Love You.." ucap Bayu pelan.
" Love you to.." ucap Aisyah pelan.
Bayu berjalan keluar untuk kembali keruang keluarga.
Sesampai di ruang keluarga,Bayu memakai pakaiannya,lalu memungut pakaian Aisyah,dan mematikan alat elektronik.
Setelah itu Bayu berjalan ke arah kamar Xiang.
Sesampai di dalam kamar Xiang,Bayu melihat Xiang masih terlelap tidur.
Bayu berebah di samping Xiang,lalu memejamkan matanya.
***
Nampak matahari sudah menampakkan dirinya.
Aisyah sudah memasukkan barang bawaaannya,tak lupa ponsel pemberian Bayu.
Kondisi Xiang sudah membaik,suhu badannya telah normal kembali.
" * Jam berapa Aisyah akan pergi sayang?" ucap Bayu.
" Jam 11 pesawatnya sayang..." ucap Xiang.
"* Aku akan mengantarnya sampai dia masuk ke pesawat.." ucap Bayu.
" Aku ikut..." ucap Aisyah.
"* Sayang masih sakit.." ucap Bayu.
" Aku sudah merasa sehat sayang...Coba sentuh tubuhku.." ucap Xiang.
Bayu menyentuh tubuh Xiang,Bayu merasakan suhu tubuh Xiang kembali normal.
"* Baiklah...Setelab itu sayang di rumah saja,jangan pergi ke mana - mana..."
" * Aku akan memberi tahu Aisyah..." ucap Bayu lalu berjalan ke kamar Aisyah.
" Beritahu dia,jangan beritahu namaku ke orang lain" ucap Xiang.
" * Iya sayang..." ucap Bayu.
Setelah sampai di depan pintu,Bayu membuka pintu.
Nampak Aisyah sedang berdandan,tapi tak memakai Jilbab.Bayu berjalan menghampiri Aisyah.
" Tadi Xiang memberitahuku..Jam 11 pesawatnya...Dan dia menyuruhmu jika ada yang bertanya nama pacarku jawab saja Qinglin Yan Shang..." ucap Bayu.
" Iya habib albi..." ucap Aisyah.
Bayu berjalan ke kamar mandi . Setelah ia masuk dalam kamar mandi. Bayu memeriksa,apakah ada kamera CCTV atau tidak.
Setelah memeriksa tak ada CCTV atau alat rekam lainnya,Bayu mengeluarkan ponselnya,lalu menghidupkannya untuk menghubungi ibunya.
Tuuut....Tuuut...Tuuu.
" Haloo..." suara Ayu.
" Ibu ada di mana?" ucap Bayu.
" Ada shujin,shujin sedang apa? Kapan shujin pulang dan berkumpul...Aku kangen...Ingin seperti dulu.." suara Ayu.
" Stop jangan bicara dulu,ini penting,aku tak ada waktu..Jangan potong pembicaraanku dan segera beritahu ibu."
" Beritahu ke ibu...Aisyah jam 11 akan ke Jakarta, jemputin dia..Tapi jangan ibu yang datang,harus orang lain..Agar ibu aman..Sudah itu aja.Maafkan aku tak bisa berbicara banyak.Cepat beritahu ibu yomesan.." ucap Bayu.
" Baik shujin aku.." suara Ayu,Bayu mematikan panggilannya dan mencabut batreinya. Bayu menekan tuas closet dan mencuci tangan. Setelah itu keluar dari kamar mandi.
Baru saja keluar dari kamar mandi,Xiang muncul,karena pintu tidak di kunci.
****
Bayu dan Xiang mengantar Aisyah ke Bandara memakai Helikopter,agar lebih cepat sampainya dan tidak terjebak macet. Setelah itu mereka naik mobil khusus bandara.
Seaampai di dalam bandara. Mereka berjalan ke arah petugas pemeriksaan tiket.
Bayu mengeluarkan kartu identitas Militernya.
"* Saya hanya mengantar...Tidak ikut terbang.." ucap Bayu.
Petugas itu mempersilahkan Bayu.
Xiang menunjukkan kartu khususnya ke petugas. Petugas yang melihat kartu Xiang lantas membungkukkan badannya.
" Silahkan nona..." ucap petugas.
Xiang berjalan santai melewati petugas.
" Jancok...Dia pakai kartu apaan.." ucap Bayu dalam hati.
20 menit kemudian mereka berada di ruang tunggu.
" Sampaikan salamku pada ayah dan ibumu.." ucap Bayu.
" Iya..." ucap Aisyah.
Aisyah harus dengan berat hati berpisah dengan Bayu pria pujaan hatinya.
" Kalian bicara apa?" ucap Xiang.
" * Aku bilang,titip salam kepada orang tuanya.." ucap Bayu.
Tak lama kemudian,suara speker memberitahukan bahwa penumpang tujuan jakarta segera masuk dalam pesawat.
Mereka pun berjalan menuju pesawat.
Sesampai di dalam pesawat,Aisyah memeluk Bayu.
" Saya akan merindukanmu..." ucap Aisyah pelan.
" Saya pun..." ucap Bayu pelan.
Aisyah melepaskan pelukannya,lalu memeluk Xiang.
" Thank you..." ucap Aisyah.
" Welcome.." ucap Xiang.
Aisyah melepaskan pelukannya.
" Kami pergi dulu..." ucap Bayu
Bayu dan Xiang berjalan keluar pesawat.
Setelah Bayu keluar dari pesawat. Pintu pesawat di tutup.
" Semoga kamu bertemu dengan orang tuamu sayang...Maafkan aku tak bisa bersamamu "
" Tapi aku janji...Suatu saat kita akan bersatu bersama keluargaku.." ucap Bayu dalam hati sambil melihat pesawat itu meninggalkan bandara.
Sengaja Bayu ikut ke bandara untuk memastikan bahwa Aisyah benar - benar baik - baik saja...Tidak di buang atau di bunuh oleh Xiang.
__ADS_1
" Akhirnya...Dia telah pergi..." ucap Xiang dalam hati lega. Ia merasa senang membuat wanita itu berpisah lagi dengan Bayu.