
Jepang.
Negara yang mempunyai empat musim. Yaitu musim semi,musim panas,musim gugur dan musim dingin.
Saat ini berada di musim semi. Yang mana kelopak bunga Sakura bermekaran di negara yang berjulukan matahari terbit tersebut.
Nampak sebuah pohon Sakura yang berada di halaman rumah Kakashi bermekaran.
Rombongan mobil yang di tumpangi Bayu tiba di kediaman rumah Kakashi.
Satu persatu orang keluar dari mobil,termasuk Bayu.
" Alhamdulilah...Akhirnya sampai..." ucap Bayu.
" Iya mas...Gak terasa sudah sampai..."
Putri melihat pohon Sakura 10 meter darinya.
" Itu pohon Sakura ya mas?" ucap Sakura lalu menunjuk.
" Emboh dek...." ucap Bayu.
Kakashi beserta keluarganya datang menghampiri.
" Selamat datang Bayu-san..." ucap Kakashi.
Bayu menghadap ke Kakashi lalu membungkukkan setengah badan,kemudian menegapkan kembali. Setelah itu menghampiri Kakashi lalu bersalaman tak lupa cium tangan,Kakashi memeluk Bayu. di ikuti Ayu dan yang lainnya.
Ki Kartolo menjabat tangan Kakashi.
" Kita bertemu lagi..." ucap Ki Kartolo.
" Eee....Anda siapa...?" ucap Kakashi mencoba memakai bahasa indonesia.
" Saya Ki Kartolo Pakdenya Bayu,yang waktu itu hadir di acara pernikahan Bayu...Moso kowe lali" ucap Ki Kartolo.
" # Paman tertua Bayu ayah..." ucap Bayu.
" # Iya..."
" Saya Kakashi Hatake ayahnya Hinata.."
" Selamat datang di rumah saya.." ucap Kakashi.
Kemudian di susul ayahnya Daniel.
Setelah bersalaman mereka kemudian masuk ke dalam rumah.
" Jepang koyok ngene yo Bay..." ucap Bejo sambil berjalan.
" He eh kang..." ucap Bayu.
" Terus gunung Fuji di mana Bay?" ucap Bejo.
" Ya di tempatnya kang...Dia gak bisa pindah tempat.." ucap Bayu.
" Jancook..."
" Kalau itu aku tahu,gunung gak akan bisa pindah...Wasssuu..." ucap Bejo.
Setelah itu mereka duduk di sebuah ruangan.
"# Kakek kemana yah?" ucap Bayu.
" # Sedang dalam perjalanan..."
"# Oh iya...Nanti keluarga teman - teman Bayu-san akan ayah inapkan di hotel.."
"# Sebab rumah ayah tidak mampu menampung.." ucap Kakashi.
" # Iya ayah..."
" Semuanya...Khusus keluara pak Joseph,Pakde,paklek sunaryo, dan paklek Pon..."
" Mengke panjengengan sedoyo nginep nang hotel..,"( Nanti anda semua menginap di hotel)
" Amergi daleme ayah mertuo kulo mboten saget nampung..." ucap Bayi.(Sebab rumah ayah mertua saya tidak sanggup menampung).
Muncul para wanita satu persatu memakai pakaian khas jepang membawa nampan berisi makanan dan minuman,lalu di letakkan di depan rombongan Bayu.
" Kalau aku nyasar gimana Yu?" ucap ayahnya Lukman bernama Sunaryo.
" Akan ada pemandu yang mengarahkan paklek..."
" Bayu harap semuanya mematuhi peraturan pemandu itu agar tidak tersesat.."
" Silahkan di nikmati makanan yang telah di suguhkan "ucap Bayu.
Ki Kartolo mengambil sumpit,lalu mencoba memakainya.
" Kok angel men to...Ngajak gelut iki..." ( kok susah banget sih...Ngajak berantem ini)
Ki Kartolo nampak kesal karena tak bisa menggunakan sumpit.
" Gawe tangan wae lah..." ucap Ki Kartolo.
Akhirnya Ki Kartolo makan menggunakan jari tangan. Begitu pula dengan ke dua orang tua Lukman dan Bimo. Serta yang lainnya,karena tak biasa memakai sumpit. Sementara pak Joseph dan istrinya bisa memakai sumpit.
Bayu melihat jam tangannya.
" Bentar lagi Dzuhur..."
Kemudian Bayu teringat jika jam tangannya belum di atur di zona waktu jepang.
" Jiangkreeek...Lali aku...Iki wes dzuhur..." ucap Bayu.
" Makan aja dulu mas...Habis itu kita shalat." ucap Putri.
Setelah selesai makan.
" # Ayah...Paman...."
" # Bayu mau ibadah dulu..." ucap Bayu.
Kakashi dan Hiroshi menganggukkan kepala.
Bayu dan ke tiga istrinya berdiri lalu berjalan setengah membungkuk.
" Mau kemana Bay?" ucap Bejo.
" Shalat dulu kang..." ucap Bayu.
" # Permisi... Saya ingin ibadah dulu.." ucap bu Hana.
" Silahkan..." ucap Kakashi.
Bu Hana dan bu Intan meninggalkan ruangan untuk shalat.
" Pak Kakashi...Saya mau merokok..."
" Apakah ada tempat untuk merokok..?" ucap Bejo.
Penerjemah dari Kakashi memberi tahu ke Kakashi.
" # Jika merokok... Anda merokoknya di teras saja.." ucap Kakashi. Kakashi tak suka ada bau asap rokok di ruangannya.
Penerjemah memberi tahu ke Bejo.
" Terima kasih." ucap Bejo lalu berdiri.
" Arep nangdi le..?" ucap Ki Kartolo pada Bejo.
" Nang ngarep pak...Ngudut.." ucap Bejo.
" Enteni bapak..." ucap Ki Kartolo. Lalu meminum teh. Setelah itu berdiri.
Ki Kartolo dan Bejo berjalan ke teras rumah.
Begitu sampai di bawah pohon,mereka mengeluarkan rokoknya lalu menyentuh ujung rokok dengan jari telunjuk. Tak lama kemudian,ujung rokok sudah membara.
" Untung Bayu wes ngomong sak durunge sangu rokok yo le..." ucap Ki Kartolo.
" Iyo pak...Yen gak di omongi yo susah cari rokok di sini..." ucap Bejo.
10 menit.
Muncul rombongan mobil,lalu berhenti. Kemudian orang - orang di dalam mobil keluar.
" Sopo kuwi le...?" ucap Ki Kartolo.
" Emboh pak...Kulo mboten kenal..." ucap Bejo.
Nampak keluarga Kakashi melihat ke arah Ki Kartolo dan Bejo,lalu mereka masuk ke dalam rumah.
" Kuwi mbahnya Ayu..." ucap Ki Kartolo.
" Kok bapak tahu kalau dia mbahnya Ayu?" ucap Bejo.
" Rambutte wes ubanan kabeh..." ucap Ki Kartolo.
" Yen tonggone piye pak..?" ucap Bejo.
" Yo emboh..." ucap Ki Kartolo.
Bejo mengeluarkan hapenya,ia melihat jika hapenya tak memiliki sinyal.
" Jiangkreek...Sinyalle ilang..." ucap Bejo.
" Yo tuku kono le..." ucap Ki Kartolo.
" Gak iso pak...."
" Oh iyo....Bapak ndang ngadek,aku poto buat kenang - kenangan" ucap Bejo.
Ki Kartolo lantas berdiri,lalu Bejo memfoto ayah tirinya.
" Nah....Sekarang gantian aku pak..." ucap Bejo.
" Carane piye le.." ucap Ki Kartolo gaptek dengan teknologi.
" Pencet seng iki pak..." ucap Bejo sambil memberi tahu.
Ki Kartolo mengarahkan kamera ke Bejo.
Nampak Bayu menggunakan ajian Rogoh Sukmo menghampiri Ki Kartolo.
" Pakde...." ucap Bayu.
" Opo le..." ucap Ki Kartolo.
" Sudah selesai kan merokoknya.." ucap Bayu.
" uwes...." ucap Ki Kartolo.
" Masuk ke dalam pakde,di tunggu oleh keluarga Ayu...." ucap Bayu.
" Iyoo..." ucap Ki Kartolo.
Bayu menghilang.
Ki Kartolo dan Bejo berjalan masuk ke rumah Kakashi.
***
Di dalam ruangan.
Bayu duduk bersama ke tiga istrinya, menunggu kedatangan Ki Kartolo dan Bejo.
Tak lama kemudian Ki Kartolo dan Bejo datang lalu duduk.
__ADS_1
"# Maaf semuanya... Saya datang kemari tidak hanya dengan keluarga saya saja.."
" # Di sini ada keluarga dari sahabat saya..."
Bayu memperkenalkan rombongannya ke keluarga Kakashi.
" # Dan yang paling utama adalah..."
"# Guru yang mengajarkan ilmu tangan api juga ikut hadir.."
" # Beliau adalah pak Kartolo...". Ucap Bayu.
Semua keluarga Hatake melihat ke arah Ki Kartolo.
" Jadi...Dia adalah guru Bayu - san."ucap kakek Naruto.
" # Benar sekali kakek..." ucap Bayu.
Keluarga Hatake tak menduga,bahwa mereka bisa bertemu langsung dengan gurunya Bayu.
30 menit kemudian.
Keluarga Daniel,Bimo dan Lukman di bawa ke Hotel.
Sementara keluarga Ki Kartolo menginap di rumahnya Kakashi.
Nampak di salah satu ruangan,kakek Naruto,kakek Kiyoshi mengobrol dengan Ki Kartolo di dampingi Bejo menggunakan penerjemah. Bejo sengaja mendampingi ayah tirinya,sebab ayah tirinya bila bicara suka pakai bahasa jawa ketimbang bahasa indonesia,sementara penerjemah tidak paham bahasa jawa.
Malam hari pukul 19.45
Bayu bersama Ayu dan keluarga Hatake berkumpul.
Bayu membagikan selebaran kertas HVS berisi kalimat bahasa jawa.
" # Ini bacaannya apa Bayu - san.." ucap Akihiro.
" # Semuanya perhatikan ke saya..."
Semua orang memperhatikan Bayu.
" # Kertas itu berisikan kalimat.."
" # Kalimat itu wajib di baca,sebelum makan di saat buka puasa dan mau sahur.."
" # Kertas satunya berisikan waktu,kapan boleh makan dan minum dan kapan tidak boleh makan dan minum"
"# kertas ketiga adalah perihal yang tidak boleh di lakukan..."
" # Lihat kembali halaman pertama,lalu ikuti ucapanku..."
Bayu membaca kalimat yang ada di kertas.
Keluarga Hatake mengikuti ucapan Bayu. Awalnya mereka agak susah mengikutinya.
Bayu dengan sabar mengajari mereka,
Setelah Bayu selesai mengajari cara memgucapkan kalimat tersebut.
" #Awalnya,kalian akan terasa berat menjalankan puasa . Setelah 3 hari akan terasa ringan,asal kalian benar - benar berniat untuk melakukannya...."
" #.Apakah ada yang ingin bertanya lagi?ucap Bayu.
" Bayu - san... " ucap seorang pria dewasa yang merupakan pamannya Ayu bernama Himura.
"# Iya paman Himura -san.." ucap Bayu.
" Eeee... Poin pertama itu..Apakah bisa puasanya itu di sambung..?"
" 2 hari puasa,besoknya tidak.." ucap Himura.
" # Tidak bisa paman... Puasa itu wajib di lakukan selama 21 hari berturut -turut.."
" # Apakah ada lagi yang mau bertanya?"
Shizuka mengangkat tangannya.
"# Iya Shizuka..."ucap Bayu.
" Anoo...Apakah Bayu mau menambah istri lagi?" ucap Shizuka.
" Jangkreek..." ucap Bayu dalam hati.
" # Tidak.... Saya tidak menambah istri lagi, cukup 3 saja.." ucap Bayu.
"# Bayu - chan...Kakek akan melakukan puasa ini setelah Bayu - chan kembali ke indonesia.." ucap Kiyoshi.
" # Iya tidak apa kakek..." ucap Bayu.
" Kakek dengar,kalian naik pesawat dalam waktu kurang dari 3 jam...Apakah itu benar?" ucap Naruto.
"# Iya...Itu benar kakek..." ucap Bayu.
" Bagaimana caranya...? "
" Sedangkan jarak dari Jepang ke negara kalian sangatlah jauh.." ucap Naruto.
"# Mungkin pesawatnya memakai mesin baru,sehingga jadi cepat sampainya..." ucap Bayu beralasan.
20 menit kemudian.
Bayu berada di dalam kamar bersama ke tiga istrinya.
" Besok kita ke mana mas?" ucap Putri.
" Gak tahu...Mas ikut aja.."
" Di mana tempat wisata di sini yomesan..?" ucap Bayu.
" Ada banyak shujin... Ada istana , ada Kema Sakuranomiya, ada Kastil, ada turnamen Sumo.." ucap Ayu.
" Kita ke istana yuk mas...Adek pengen lihat..." ucap Putri.
" Ayoo..." ucap Bayu.
***
Nampak Bayu beserta keluarganya bersiap - siap akan pergi ke tempat salah satu objek wisata. Mereka pergi menggunakan mobil.
Keluarga Ki Kartolo ikut serta dalam rombongan tersebut.
Satu persatu naik mobil,lalu mobil itu berjalan meninggalkan kediaman Kakashi.
"Oh iya...Bimo dan yang lainnya gimana mas?" ucap Putri.
" Mereka juga akan kesana dek...." ucap Bayu.
Setelah menempuh perjalanan,akhirnya mereka sampai di bekas isatana kaisar Jepang,yang sekarang di jadikan objek wisata.
Nampak pohon Sakura di sepanjang taman istana bermekaran.
" Waaah.....Indahnya mas...." ucap Putri tatkala melihat pohon Sakura tersebut.
Tak hanya rombongan Bayu saja yang ada di sana,para warga Jepang pun ikut hadir di sana.
Mereka duduk di kursi sembari menikmati pemandangan bunga Sakura. Para penjaga keluarga Hatake mengawasi keluarga Bayu.
Bu Hana mendekati pohon Sakura,lalu mengambil kelopak bunga yang telah gugur.
" Jadi begini yang namanya bunga Sakura itu.."
" Jika di tanam di rumah bisa gak ya...?" gumam bu Hana.
Tak lama kemudian muncul rombongan kelarga teman - teman Bayu.
Bayu melihat ke arah teman - temannya. Kali ini mereka tidak di temani gadis Jepang seperti sebelumnya,karena Bayu yang meminta agar teman - temannya tak di sediakan wanita tersebut.
Bayu menghampiri Lukman dan Daniel.
" Bagus banget sini Bay..." ucap Paijo.
" Iyo kang..." ucap Bayu.
" Sayang rek....Cintya gak ada di sini..." ucap Paijo.
" Ya jika kalian jadi nikah...Maka aku akan memberi tiket untuk bulan madu ke sini.." ucap Bayu.
" Serius Bay...?" ucap Paijo.
" Iyoo..." ucap Bayu.
" Bay..." ucap Daniel.
" Opo Niel..." ucap Bayu.
" Nganu...." ucap Daniel.
Bayu paham yang di maksud Daniel.
" Aku yang minta agar gak ada cewek yang menemani kalian..."
" Kalian kesini liburan,belum lagi ada orang tua kalian...Bila mereka tahu,maka mereka akan marah padaku,terutama ibuku.." ucap Bayu.
" Kok kamu tahu Bay yang mau ku bilang?" ucap Daniel.
" Hanya menebak saja..." ucap Bayu.
Ketiga istri Bayu,Nabila,Nadya dan saudara perempuannya datang menghampiri Bayu.
" Mas...Kita kesana yok..." ucap Putri sambil menunjuk bangunan besar.
" Ayoo..." ucap Bayu.
Bayu dan yang lain berjalan ke arah bangunan.
" Sayang....Ikuti mereka yuk..." ucap Clara.
Saat Bayu dan yang lainnya akan masuk istana,seorang pengawal memghampiri penjaga istana. Lalu rombongan Bayu masuk tanpa membayar.
" Istana ini yang mengelola adalah keluargaku shujin..." ucap Ayu.
" Ooo...Begitu..."
" Bisa di tinggali dong..." ucap Bayu.
" Shujin mau tinggal di istana ini..?" ucap Ayu.
" Enggak...." ucap Bayu.
Mereka pun masuk ke dalam istana.
" Wuuiiih.... Bagus banget...." ucap Suyuin Wei.
" Kita foto yuk sayang..." ucap Diana.
" Ayok..." ucap Bayu.
Diana memberikan kameranya ke pengawal.
Lalu Bayu dan yang lainnya berdiri. Pengawal pun memfoto.
50 menit kemudian,mereka puas mengelilingi kastil tersebut dan berfoto lalu kembali ke posisi semula.
Bayu melihat ada 5 orang mengelilingi Ki Kartolo.4 pria dan 1 wanita.
" Wuuih....Pakde ada penggemarnya neh..." ucap Bayu.
" Penggemar opo toh lee..." ucap Ki Kartolo.
" Lah itu..." ucap Bayu.
__ADS_1
" Mereka itu kaget lihat pakde,kok ada orang pake blankon di Jepang. Mereka pikir pakde itu orang jepang yang pernah ke Jawa...Ngono..." ucap Ki Kartolo.
" Oalah...Ngono to..."
Bayu melihat ke seorang pemuda yang berasal dari indonesia.
" Sampeyan liburan atau kerja di sini kang?" ucap Bayu.
" Saya kuliah di sini...Kalau dia kerja di sini.." ucap pria itu lalu menunjuk rekannya.
" Ooo...Begitu..."
" Nihon ni nagaku iru?" ucap Bayu ( Sudah lama di jepang)
" Bisa bahasa jepang ..!?" ucap pria itu terkejut.Ia pikir bahwa Bayu tak bisa bahasa jepang.
" Sedikit...." .
2 orang pria mencoba mendekati Putri dan Nuan Wei untuk berkenalan.
" Hai....Boleh kenalan..." ucap salah satu pria .
Bayu menoleh ke 2 orang tersebut.
" Watashinokazoku o jama shinaide.." ucap Bayu. ( Jangan ganggu keluarga saya).
Pengawal keluarga hatake menghampiri 2 orang itu.
"# Kalian macam - macam..." ucap pengawal.
Lalu pengawal menyibakkan jasnya,nampak sebuah pistol terselip. ke dua pria itu melihat ke arah pengawal yang memperlihatkan senjata di balik jasnya.
" Watashi o yurushite " ucap salah satu pria yang mendekati Putri sambil setengah membungkuk lalu menegapkan kembali. ( maafkan saya).
" Kami ke sini hanya ingin liburan,bukan untuk berkenalan dengan kalian...Sekarang kalian pergilah sebelum pengawal saya membunuh kalian..." ucap Diana tak ingin liburannya di ganggu.
Orang - orang itu segera pergi meninggalkan rombongan Bayu.
Lukman dan Daniel berjalan menghampiri rombongan,lalu duduk" Sayang rek...Ora gowo pancing" ucap Lukman.
" Emang kenapa Man?" ucap Bayu.
" Aku ndelok ono iwak guedi nang kono Bay..." ucap Lukman lalu menunjuk ke sebuah arah.(Aku lihat ada ikan besar di sana Bay).
" Habis ujian aja... Kita mancing...Gimana?" ucap Bayu.
" Hemm...Oke...." ucap Lukman.
" Bar iki arep nangdi le?" ucap Ki Kartolo.( Habis ini mau ke mana le).
" Hemm... Pulang..Besok lanjut lagi jalan - jalan pakde..." ucap Bayu.
Ki Kartolo memgeluarkan gelas seng yang ia bawa dari rumah,lalu menunangkan air.
Tak lama kemudian air itu mendidih,lalu Ki Kartolo memasukkan kopi dan gula.
" Nang kene gak ono warung kopi yo le.." ucap Ki Kartolo sambil mengaduk minuman kopinya.
" Wonten pakde...Nanging tebih..." ucap Bayu.( Ada pakde..Tapi jauh).
Tak lama kemudian mereka pun makan siang bersama.
Setelah Bayu selesai makan,Bayu melihat ada seorang wanita memainkan gitar sambil bernyanyi di dekat tembok.
Bayu menghampiri wanita tersebut,lalu mengeluarkan dompetnya.
Bayu meletakkan seribu Yen di wadah depan gadis itu.
Ayu datang memghampiri wanita yang sedang bermain gitar sambil bernyanyi.
"#Anoo..Boleh saya pinjam gitarnya." ucap Ayu.
Wanita itu menghentikan aksi.
" Boleh......" ucap wanita itu lalu memberikan gitar akuistik kepada Ayu.
Ayu memberikan gitar itu pada Bayu.
" Shujin..." ucap Ayu sambil menyerahkan gitar.
" Baiklah..." ucap Bayu mengerti maksud istrinya.
Bayu mulai memetik gitar untuk mengetahui nadanya. Karena kurangvpas,Bayu mengatur gitar tersebut. Setelah itu Bayu memainkan gitar.
Ayu menyanyikan lagu di iringi gitar yang di maenkan Bayu.
Setelah selesai Ayu bernyanyi.
Bayu kembali memetik gitarnya,ia teringat lalu Peterpan,lalu Bayu menyanyikan ke versi Jepang.
Wakare banashi wo shiyou ka 🎶
mou kimi ni wa kori gori sa🎶
yarinaoshi wa mou muri de🎶
Saudara Bayu datang memghampiri Bayu. Nuan Wei memfoto Bayu yang sedang bernyanyi.
bokura ni wa koreshika nai 🎶
Teman - teman Bayu datang menghampiri.
mou modoranakatta kankei🎶
kyori wo tori hajim tanda🎶
tsurai kokoro futa wo shite🎶
kimi wo seni shitanda🎶
sayonara itashii hito🎶
tsumetai yoru ni ame ga furu🎶
omoi denagarete🎶
tokashite kiete kure🎶
Setelah selesai bernyanyi.Bayu mengembalikan gitar itu pada wanita tersebut.
Prook....Prook....Proook....Proookk.. ( suara tepuk tangan).
" Lagunya sungguh bagus... Kalau boleh saya tahu..Itu lagu dari mana?" ucap wanita itu penasaran,sebab ia belum tahu lagu tersebut.
" # Dari indonesia,yang menyanyikan lagu itu adalah Ariel peterpan." ucap Bayu.
" Apakah anda orang indonesia?" ucap wanita itu.
" # Iya...Kami berasal dari indonesia, hanya istri saya yang asli dari Jepang..." ucap Bayu.
" Heeeee...!!!" wanita itu terkejut,ia pikir Bayu adalah orang Jepang.
" Lagi kak..." ucap Melisa.
" Kamu aja Mel...Yang nyanyi.." ucap Fhegyin.
" Aku gak bisa nyanyi.." ucap Melisa.
" Ya sudah...Mau lagu apa?" ucap Bayu.
" Lagu Ebit kak...Tapi versi Jepang.." ucap Melisa.
" Baiklah..." ucap Bayu.
Bayu kembali memetik gitar,lalu bernyanyi lagu Ebiet versi Jepang.
1 jam kemudian,mereka memutuskan untuk kembali.
***
Rumah Kakashi.
Pukul 16.30.
Bayu duduk bersama Akihiro. Bejo berjalan memgamati tanaman bonsai bersama Ki Kartolo.
" Iki opo jenenge le?" ucap Ki Kartolo.
" Kalau gak salah ini bonsai pak.." ucap Bejo.
" Oalah...Bonsai to...Apik tenan.." ucap Ki Kartolo.
" Pakde mau kah?" ucap Bayu.
" Emmoh lee...Gak iso ngerawat..." ucap Ki Kartolo.
Datang Kiyoshi bersama Naruto dan penerjemahnya.
" Apakah anda tertarik dengan tanaman ini?" ucap penerjemah.
" Yo tertarik,nanging aku gak iso ngerawat... Iki umure wes pirang tahun..?" ucap ki Kartolo.
Bejo menerjemahkan ke bahasa indonesia.
" Yang itu berumur 12 tahun.." ucap penerjemah.
" Biyuuh...Wet cilik ngene umure 15 tahun.." ucap Ki Kartolo lalu mengeleng - gelengkan kepala.
" Lah...Jenenge wet bonsai pak..."
" Makin lama maka makin mahal harganya jika di jual.." ucap Bejo.
" Wet pelem ( mangga) iso di bonsai gak le?" ucap Ki Kartolo.
" Gak iso pak.." ucap Bejo.
" Yen wet kambil piye?" ucap ki Kartolo. ( Kalau pohon kelapa bisa gak).
" Gak iso pak.." ucap Bejo.
" Iso kang...." ucap Bayu.
" Mosok iso Bay..?" ucap Bejo.
" Bisa...Asal masih berbentuk tunas kelapa,terus kita potongin dahannya,nanti jadi itu..."
" Soalle aku duwe nang omah... " ucap Bayu.
" Tenanne..." ucap Bejo.( Serius)
" Tenanan kang... Yen gak percoyo, ndelok wae nang omah,nanging sak iki wes emboh rupane koyok opo,soalle gak ono seng ngerawat.." ucap Bayu. ( Serius kang..Kalau tidak percaya, lihat aja di rumah, tapi sekarang ini tidak tahu bentuknya seperti apa,soalnya tidak ada yang merawat).
" Yen wet gedang(pohon pisang) iso gak le..." ucap ki Kartolo.
" Gak iso pakde... Yen gedangnge kang Bejo iso di bonsai pakde" ucap Bayu.( Kalau pisangnya kang Bejo bisa di bonsai pakde)
" Jiaancoook... " ucap Bejo.
" Opo iso...Lah wong Bejo ra duwe gedang ngono" ucap Ki Kartolo. ( Apa bisa...Lah Bejo gak punya pisang gitu).
" Mosok pakde.." ucap Bayu.
" He eh... Gedangnge di gondol karo kuntil anak.." ucap Ki Kartolo.
" Diamput...Waasssuu..." ucap Bejo.
Ha....Ha....Ha...Ha...Ha...Ha....Ha...Ha..." Bayu dan ki Kartolo tertawa.
" Sesuk dolan nangdi Bay?" ucap Bejo.
__ADS_1
" Gak tahu...Tergantung para cewek aja . Kita ngikut aja kang.." ucap Bayu.
Sedangkan penerjemah bingung,sebab ia tak bisa bahasa jawa.Hanya bisa bahasa indonesia saja.