SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
HANA AKAN PULANG


__ADS_3

Jakarta.


Rumah Bayu.


Putri istri Bayu yang pertama hendak pergi menuju kuburan ayahnya. Ia sangat rindu ingin berkunjung ke pusara ayahnya yang sempat tertunda.


Nampak Putri berjalan ke mobil yang sudah siap menunggu.


Setelah Putri masuk ke dalam mobil. Pengawal menutup pintu. Mobil barisan depan mulai bergerak. Lalu mobil yang di tumpangi Putri juga bergerak menuju Lampung.


Putri membuka hapenya,lalu membuka folder foto.


Nampak foto ia bersama Bayu,lalu ia mencari foto ayahnya.


" Ayah..."


" Seandainya ayah masih hidup..."


" Ayah akan melihat cucu ayah,yang aku kandung ini..."


Lalu Putri melihat foto Bayu.


" Mas....Adek pergi dulu ya.."


" Adek ingin menjenguk ayah..."


" Adek kangen sekali ingin bertemu dengan ayah..."


Putri mencium hapenya.


" Kapan mas pulang?"


" Adek kangen sekali mas.."


" Adek harap saat adek melahirkan nanti,mas ada di samping adek untuk melihat anak kita lahir.." ucap Putri dalam hati.


Mobil rombongan Putri memasuki pelabuhan untu menyebrang ke pulau Sumatra.


Di saat rombongan Putri masuk ke dalam kapal Fery. Seorang pria mengambil hapenya,lalu menelpon.


Tuuut....Tuuutt...Tuuut...


" Halo.." suara pria.


" Mereka sudah naik kapal Fery." ucap pria itu.


" Bagus...Kamu lihat dia berada di mobil yang mana..Kalau bisa,kamu putus remnya." suara pria.


" Oke..." ucap pria itu.


Panggilan berakhir.


Pria itu diam - diam memgawasi rombongan keluarga Bayu.


Pria berjalan ke bawah untuk melihat mobil rombongan Putri.


Nampak 4 orang pengawal Putri berjaga di mobil.


" Sial...Mobilnya di jaga..." ucap pria itu dalam hati.


Lantas pria itu naik ke atas lagi.


Ketika kapal mau bersandar.


Pria itu segera turun,dan mengawasi mobil mobil rombongan Putri sambil merokok.


Tak lama kemudian,Putri bersama rombongan turun,lalu Putri masuk ke dalam mobil.


Pria itu melihat sebentar lalu melihat ke arah lain.


Pintu kapal Fery terbuka. Setelah jembatannya terhubung dengan kapal,satu persatu mobil berjalan keluar dari kapal Fery.


Pria itu menelpon kembali.


Tuuut....Tuuut....Tuuut...


" Bagaimana..." suara pria.


" Gue gak bisa mutusin remnya,Mobilnya di jaga,dia berada urutan ke 3." ucap pria itu.

__ADS_1


" Bagus..." suara pria.


Panggilan berakhir.


Di perjalan rombongan Putri. Langit nampak mendung pekat. Tanda akan ada hujan.


Mobil rombongan Putri terus melaju ke Lampung.


Di belakang rombongan Putri ada 2 truk yang jaraknya 20 meter.


Perlahan truk itu menyalip kendaraan di depan.


Rintik hujan mulai turun. Perlahan hujan itu makin deras.


Rombongan mobil Putri berjalan di jalan poros.


Kini mobil truk itu berhasil di belakang rombongan Putri.


Di dalam mobil,Putri tertidur,karena hawa dingin mendera dan juga hujan turun sangat deras.


50 meter lagi ada tikungan,dari arah depan tak ada kendaraan yang lewat.


Truk itu langsung menyalip mobil pengawal yang berada di belakang.


Hal yang tak di duga oleh para pengawal. Mobil truk itu menabrak badan truk ke mobil yang di tumpangi Putri.


BRAAAAAK...


Mobil yang di tumpangi oleh Putri oleng ke kiri,lalu menabrak pagar pembatas.Kemudian terjun bebas kejurang.


Para pengawal terkejut,terutama mobil yang paling belakang.


Truk melaju setelah berhasil membuat mobil yang di tumpangi Putri masuk ke jurang.


Truk yang berada di belakang mobil pengawal segera menyalip setelah melewati tikungan. Kebetulan jalanan sepi.


Mobil pengawal yang berada di bagian depan segera melajukan mobilnya untuk mengejar truk yang telah menabrak mobil rombongannya.


Namun sayang terhalang mobil truk yang lain yang sama - sama menyalip.


Disaat mau menyalip,ada rombongan mobil truk tronton dari arah berlawanan.


Di belakang truk tronton ada mobil lainnya yang mengular.


" Sial....Aku gak bisa mengejar..." ucap pengawal 1 yang menyetir.


" Sabar....Jangan tergesa - gesa.." ucap pengawal 2 yang di samping temannya mengemudi.


" Semoga nyonya Putri tidak apa - apa.." ucap pengawal 3.


"Kosong..." ucap pengawal 2 melihat kosong dari arah berlawanan.


Namun masih terhalang oleh mobil truck yang di depannya.


Tiiiin....Tinnn...Tiiin....


Trick di depan tidak mau mengalah.


" Jancok....Bajingan....." ucap pengawal 1 kesal.


Tiiiiiiiinnnnn.......Tiiinnn......Tiiinnnn......


Namun sayang,truck di depannya tidak mau mengalah.


Di saat ada pertigaan jalan,truck itu belok ke kanan sebuah Jalan perkampungan.


Pengawal lantas membanting stir ke kiri lalu melaju kembali.


Segera saja pengawal 1 melaju dan menyalip mencari truck tersebut.


" Kemana dia..." ucap pengawal 1 tak melihat mobil truk yang habis menabrak mobil rombongannya.


" Mungkin dia ada di sana... percepat saja..Tapi hati - hati..." ucap pengawal 2.


Pengawal 2 melihat truk yang sama seperti yang menabrak rombongannya.


" Itu dia..." ucap pengawal 2.


Pengawal 1 segera melaju dan berhasil mengejar,lalu memasang tanda agar truk itu berhenti.

__ADS_1


Mobil truk itu berhenti. Kemudian para pengawal turun.


Saat para pengawal melihat mobil itu tak mengalami lecet,mereka merasa jengkel.


" Kenapa kalian memberhentikanku.." ucap supir truk ke salah satu pengawal.


" Apakah kamu habis menabrak?" ucap pengawal 2.


" Tidak...Aku sangat berhati - hati,kalau tidak percaya. Silahkan anda periksa,apakah mobilku ada lecetnya.." ucap supir truk.


Setelah selesai memeriksa,tak ada bekas benturan.


" Maaf,kami sedang mengejar truk yang mirip dengan bapak...Truck itu telah menabrak rombongan kita.." ucap pengawal 2.


Supir truk masuk ke dalam mobil,lalu melanjutkan perjalanan.


" Jancoook....Aku gagal..."


" Apa yang harus kita katakan pada keluarga Bayu..." ucap pengawal 1.


" Kita berterus terang saja,lagian kita sudah berusaha memgejar pelakunya.."


" Kita lapor ke polisi,siapa tahu pelakunya belum jauh.." ucap pengawal 2.


Mereka kemudian menghubungi polisi untuk mencegah mobil truk dan menyebutkan ciri - cirinya. Serta menghubungi keluarga Bayu.


---***---


China.


Nampak Hana duduk termenung di sebuah kamar hotel sambil memegang ponsel. Ia tak bisa lagi menghubungi Bayu. Setiap kali menghubungi,selalu saja nada operator yang menjawab.


Hana merasa menyesal,ketika akan bertemu Bayu,seandainya saja ia tak membawa senjata. Mungkin Bayu tidak akan kabur darinya.


" Ya Allah... Tolong sembuhkan penyakit putra hamba,agar hamba bisa berkumpul kembali.." ucap Hana dalam hati.


Tiba - tiba hapenya berdering. Hana mengira itu adalah telpon dari Bayu.


Begitu ia lihat ke layar,nampak panggilan dari Jien Lie Han.


Hana menerima panggilan tersebut.


" Hallo..." ucap Hana.


" Hana....Bagaimana...Apakah kamu menemukan Bayu.." suara Jien Lie.


" Iya...Aku menemukannya..Tapi.." ucap Hana.


" Tapi apa Hana..." suara Jien Lie.


" Bayu mengetahui bahwa aku membawa senjata,yang seharusnya tidak ku bawa.."


" Bayu masuk anggota Militer.." ucap Hana.


" Aku punya kabar buruk untukmu.." suara Jien Lie.


" Kabar apa itu ?" ucap Hana.


" Putri..." suara Jien Lie.


" Putri...? Ada apa dengan Putri paman..." ucap Hana.


" Putri kecelakaan..." suara Jien Lie.


"APAAAAA......!!!!!!!" ucap Hana nyaring. Dirinya sangat terkejut mendengar kabar itu.


" Di perjalanan menuju Lampung,ada truk yang menyenggol mobil yang di tumpangi Putri..."


" Saat di perjalanan ke rumah sakit,Putri menghembuskan nafas terakhirnya.." suara Jien Lie.


" Innalilahi wainna ilaihi raji'un...." ucap Hana.


" Kalau bisa pulanglah dulu...Nanti kamu bisa kembali ke China..." suara Jien Lie.


"Baiklah...Hana akan pulang.." ucap Hana.


Panggilan terputus.


Hana bingung,bagaimana Hana memberi tahu Bayu bahwa istri tercintanya telah meninggal dalam kecelakaan.

__ADS_1


__ADS_2