SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
AKU JUGA LUPA


__ADS_3

Hinata Kazumi Hatake.



Perkenalkan,namaku Hinata Kazumi Hatake. Aku seorang putri dari salah satu gengster di negara Jepang.


Saat ini aku berada di jakarta,berkat bantuan temanku. Aku datang kejakarta karena mendengar cerita dari salah satu temanku yang pernah pernah liburan di jakarta.Aku pun tertarik,ingin sekali ke jakarta. Akan tetapi ayahku selalu menolaknya. Aku bosan liburan di Osaka maupun di Kyoto. Jadi aku putuskan pergi diam - diam saja.


Aku saat ini berada di kamar hotel,Aku membawa senjata shurikenku untuk jaga - jaga. Aku sempat di bawa oleh petugas keamanan bandara saat tiba di jakarta. Aku hanya bilang bahwa itu cindera mata untuk teman - temanku yang ada di jakarta, karena mereka memesannya. Syukurlah mereka percaya. Lalu aku di bebaskan.


Aku bingung mau melakukan apa,lalu aku coba cari tempat liburan yang terkenal di internet.


Banyak sekali tempat liburan di jakarta.


Lalu aku melihat Ancol.


"Baiklah.... Besok aku akan Ancol" ucapku.


Perutku tiba - tiba keroncongan.


"Sial... Aku lupa makan siang gara - gara menempuh perjalanan ke sini..." ucapku.


Lalu aku putuskan untuk mencari makanan di luar. Soal uang,aku sudah menukarkan mata uangku dengan mata uang negara Indonesia oleh temannku sebelum aku berangkat ke indonesia.


Aku terus berjalan kaki sambil menikmati pemandangan kota jakarta memakai jaket yang ada penutup kepala serta masker,terus melihat salah satu stand makanan khas indonesia yang bertuliskan Soto lamongan dan pecel lele,pecel ayam.


Aku lebih suka jajan di pinggir jalan ketimbang di restoran.


Karena penasaran,aku pun singgah ke atand makanan itu.


"Eee.. Permisi pak... Saya pesan Pecel ayam dan pecel Lele.." ucapku.


"Makan di sini atau di bungkus neng?" ucap penjual.


"Ma...Ma..Maaf..Neng i....I...Itu apa pak?" ucapku karena tak paham.


"Neng itu mbak,nona,perempuan masih muda... Begitu neng.... Nasinya nasi biasa atau nasi uduk" ucap penjual.


"Ooo.. Begitu..." ucapku.


"Nasi uduk?? Nasi apa itu,lebih baik aku mencoba saja,siapa tahu enak" ucapku dalam hati.


"Makan di...Di..sini saja pak..Nasinya na...Nasi U...Ujuk" ucapku.


"Minumnya es teh,teh panas,es jeruk atau air putih." ucap penjual.


"Teh ta....Tawar hangat..." ucapku.


"Di tunggu ya neng." ucap penjual.


Selagi penjual itu membuat pesanan untukku,aku memperhatikan sekeliling,takut musuh ayahku mengejarku dan membunuhku sambil meletakkan tangan kiriku di balik baju yang memegang shuriken untuk berjaga - jaga.


Aku melihat 4 orang pemuda 1 wanita masuk dalam stand makanan yang aku kunjungi.Aku terkejut salah satu pemuda itu. Karena parasnya tak seperti orang indonesia.


"Mengapa dia berbeda dari teman - temannya,apa dia bukan orang asli sini.." ucapku dalam hati.


"Pak... Aku pesan 3 pecel ayam yang paha,2 soto .minumnya esteh 3,teh hangat 1,jeruk hangat satu.." ucap Bayu.


"Niel...Kamu ulang tahunnya tiap hari saja..." ucap Sulis.


"Mana ada ulang tahun tiap hari..." ucap Daniel.


"Sopo ngerti awakmu bendinone ulang tahun..Ya gak Bo..." ucap Bayu.


"Kok dia bisa berbahasa daerah ini? apa jangan - jangan dia asli orang sini" ucapku dalam hati memperhatikan pemuda berkulit putih bersih.


"He eh... " ucap Bimo.


"Jancooook..." ucap Daniel.


Tak lama kemudian pesenanku sudah jadi. Aku memperhatikan makanan itu.


"Ooo... Jadi ini yang namanya pecel ayam dan pecel lele.." ucapku dalam hati.


Kemudian aku mencomot ayam goreng tersebut.


"Aaaauuu.....


Ternyata daging ayam itu panas,aku pun meniup - niup jariku karena terasa panas di jariku.


"Tunggu agak dingin mbak kalau mau makan,jangan terburu - buru..." ucap Bayu.


"Adobaisu arigato" ucapku spontan memakai bahasa jepang.(terima kasih atas sarannya) sambil membukkan badanku.


"Anda orang jepang?" ucap Sulis.


"I..Iya...Sa..Saya dari jepang.." ucapku.


"Ooo... Dari jepang...Namaku Sulis.." ucap Sulis sambil menyodorkan tanganya.Karena Sulis duduk dekat Hinata.


Aku pun menerima tangan dia lalu berjabat tangan.


"Na..Namaku Hinata.." ucapku.


"Anda kerja atau liburan di sini?" ucap Sulis.


"Li..Liburan.." ucapku.


"Jangan di ajak ngobrol terus Lis...Nanti makanannya keburu dingin" ucap Bayu.

__ADS_1


"Ya maaf...Aku baru pertama kali berkenalan dengan orang jepang mas.." ucap Sulis.


Aku pun mencomot daging ayam lalu mencocolkan ke sambal.saat hendak memasukkan daging ayam kemulut.


"Lepas dulu maskernya mbak"ucap Bayu.


"Eh....!!!??? Aku terkejut. Lalu aku melepas maskerku.


"Sial... Rupanya dia memperhatikanku,tapi mengapa tak ada menolehku" ucapku dalam hati saat melihat pemuda tersebut.


"Bay... Habis magrib saja kita ke ancol,jadi nanti kita bisa berada di depan panggung." ucap Lukman.


"Hem.... Oke..Tapi kita makan dulu sebelum berangkat ke ancol.." ucap Bayu.


"Ancol?? Bukannya itu tempat yang aku mau kunjungi.." ucapku dalam hati.


"Ma..Maaf.. Kalian mau ke ancol?" ucapku.


"Iya... Kamu mau ke Ancol Hinata?" ucap Sulis.


"I...Iya... Tapi saya tak tahu tempatnya.." ucapku.


"Sama kita saja,tapi kita ke ancolnya besok menjelang malam." ucap Sulis.


"Kenapa tidak di pagi hari saja kesananya?" ucapku.


"Kita mau lihat konser Didi kempot,acaranya malam hari" ucap Sulis.


Pesenan mereka sudah datang.


"Hemm....Aku kesana sendirian atau sama orang sini ya? Kalau sendirian aku takut nyasar. Kan aku belum mengenal daerah sini" ucapku dalam hati.


Lalu aku memutuskan untuk ikut bersama mereka.


"Bo..Boleh saya ikut bergabung bersama kalian ke ancol?" ucapku.


"Mas....Dia mau ikut kita... Bagaimana?" ucap Sulis.


"Hem.....Aku seh boleh,tapi aku gak tahu 3 semprul ini bolehin apa enggak." ucap Bayu.


"Aku yes...." ucap Bimo.


"Aku juga yes... Kalau rame - rame kan enak. Tambah seru lagi..." ucap Daniel.


"Aku nderek apa kata pak kyai saja.." ucap Lukman.


"Iya boleh Hinata... Beraoa nomor hapemu?" ucap Sulis.


Aku memberikan nomo hapeku pada gadis yang bernama Sulis.


"Kok nomormu aneh Hinata.. Apa nomor itu dari jepang?" ucap Sulis.


"Hai....." ucapku sambil menganggukkan kepala.


"Hai itu iya..." ucapku.


"Mbak makan saja,jangan dengarin celotehan temanku ini. Nanti makanan mbak keburu dingin.." ucap Bayu.


"Hai..." ucapku sambil menganggukkan kepala.


Dan benar saja,makananku sudah dingin karena aku mengobrol dengan seorang gadis.


"Enak... Nasinya juga enak,asin,gurih... Seperti ada wangi rempah..." ucapku dalam hati menikmati makanan tersebut.


Setelah selesai aku makan,mereka juga selesai makan.


"Hinata,..." ucap Sulis.


"Hai...." ucapku.


"Nomormu di ganti saja pakai nomor di indonesia,agar aku bisa menghubungimu.." ucap Sulis.


"Kenapa saya harus ganti nomor telpon?" ucapku heran.


"Karena... Kalau aku nelpon kamu akan terkena roaming internasional,dan itu memakan pulsa sangat banyak.." ucap Sulis.


"Ooo... Begitu.... Tapi saya tidak tahu di mana penjual nomor telpon di sini" ucapku.


"Ikut kita saja,nanti kita mampir ke tempat penjual nomor telpon." ucap Sulis.


"Hai... Saya mau..." ucapku.


Akupun berjalan bersama mereka.


Salah satu pria mendekatiku.


"Boleh kenalan?" ucap Daniel.


"Boleh.." ucapku.


"Namaku Daniel" ucap Daniel sambil menyodorkan tangannya.


Akupun memyambutnya


"Hinata" ucapku.


Lalu yang lain juga ikut berkenalan denganku. Tapi anehnya saat pemuda yang aku dengar bernama Bayu tak menyodorkan tangan kepadaku,ia hanya menangkupkan tangan saja.


"Kamu datang ke indonesia bersama siapa Hinata?" ucap Daniel.

__ADS_1


"Sendiri " ucapku.


"Serius kamu sendirian?" ucap Daniel.


"Hai... Saya datang ke sini sendirian. " ucapku.


"Jakarta itu kejam loh,apa lagi kamu cewek cantik...Seharusnya kamu ada teman" ucap Daniel.


"Saya bisa menjaga diri saya sendiri" ucapku.


"Niel...kamu bonceng Hinata ya.." ucap Bayu.


"Siap pak Kyai..." ucap Daniel.


"Hinata...." ucap Daniel.


"Hai..." ucapku.


"Kamu sama aku saja...."ucap Daniel.


"Hai..." ucapku.


Akupun duduk di sepedanya Daniel.


Tak terasa aku sudah sampai di tempat penjualan nomor telpon.Aku bingung mau pilih yang mana,sebab banyak pilihan.


"Kamu pilih saja Hinata" ucap Sulis.


"Hai....." ucapku.


Aku menunjuk kartu yang nomornya 0857.


Lalu penjual itu memberikan kartunya padaku.


"Berapa kang?" ucap Daniel.


"Ceban bang..." ucap penjual.


Aku mengganti kartu hape,lalu kartu lama aku simpan.


"Ceban itu berapa kang?" ucap Bayu.


"10 ribu bang.." ucap penjual.


Daniel membayar kartu yang aku beli.


"Arigatogozaimashita.." ucapku pada Daniel.(Terima kasih) .


"Artinya apa itu Hinata?" ucap Sulis.


"Terima kasih" ucapku.


"Hinata tinggal di mana?" ucap Daniel.


"Saya di hotel Cempaka Mas." ucapku.


"Aku antar pulang ya..." ucap Daniel.


"Saya bisa pulang sendiri..." ucapku menolak tawaran Daniel.


"Kita antar Hinata pulang" ucap Bayu.


"Baiklah jika kalian yang mengantar saya kembali ke hotel" ucapku.


Aku mau tak mau menerima tawaran mereka.


Aku pun naik di sepeda Daniel.


Setelah sampai di dekat hotel tempat aku menginap.


"Turun saya di sini..." ucapku pada Daniel.


Daniel memberhentikan sepedanya.


Kemudian Aku turun.


"Terima kasih telah mengantar saya pulang" ucapku sambil membungkukkan badan.


"Sama - sama" ucap mereka serempak.


Aku oun masuk ke hotel tempat aku menginap.


Sesampai di kamar hotel.


Aku duduk di kasur sambil mengingat di stand makanan yang aku singgahi.


"Mengapa Bayu memiliki aura yang begitu kuat,aku hampir saja memeluknya jika tak dapat menahan diriku..." ucapku dalam hati.


----***---


Rombongan Bayu.


"Lis...Bukannya kamu besok jalan sama Alvin?" ucap Bayu sambil mengayuh sepeda.


"Oh iya....Aku lupa Mas...." ucap Sulis sambil menepuk keningnya.


"Terus gimana tuh?" ucap Bayu.


"Kenapa mas gak ingatin aku tadi?" ucap Sulis.

__ADS_1


"Aku juga lupa,baru ingat sekarang..." ucap Bayu.


"Hemm....Nanti aku telpon Alvin saja mas...Siapa tahu dia mau membatalkannya" ucap Sulis.


__ADS_2