SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
MEMBUAT PERJANJIAN


__ADS_3

Istana Kumala Sari.


Nampak beberapa bangun berdiri, namun hanya satu yang paling besar di antara bangunan yang ada. Bangunan itu merupakan milik sang Ratu penguasa air terjun kedung pedut.Bangunan itu bergaya kerajaan jawa.


Bayu berjalan ke arah pintu gerbang yang di jaga 2 pengawal yang berdiri.


Saat Bayu tiba,kedua pengawal duduk jongkok,kaki sebelahnya menyentuh tanah.


" Selamat datang yang mulia raja..." ucap kedua penjaga.


" Iya....." ucap Bayu.


Bayu berjalan melewati ke dua penjaga tersebut.


Nampak Kumala Sari berjalan bersama para dayangnya ke arah Bayu.


Bayu menghentikan langkahnya,menjaga jarak dengan Kumala Sari.


" Selamat datang suamiku...." ucap Kumala Sari.


" Ada pakaian kering apa enggak?"


" Bajuku basah..." ucap Bayu.


Kumala Sari menggerakkan tangannya.


Seketika Bayu memakai pakaian lain,yang bernuansa pangeran kerajaaan.


" Bagaimana suamiku..?" ucap Kumala Sari.


Bayu merasakan pakaiannya kering,lalu melihay ke tubuhnya.


" Laaah.... "


Bayu memeriksa dompetnya,namun tak di temuka.


" Endi dompetku.." ucap Bayu lalu melihat ke Kumala Sari.


Nampak Kumala Sari memegang dompet Bayu,lalu berjalan ke arah Bayu kemudian memberikan dompet ke Bayu. Setelah itu menggandeng Bayu menuju singgasananya.


Bayu mencium aroma bunga pada Kumala Sari. Lalu melihat belahan gunung kembar. Bayu segera memalingkan wajahnya ke arah lain.


" Tadi aku lihat ada orang yang jualan sate di pasar..."


" Terus ku perhatikan dia bukan penghuni sini.."


" Kok bisa ada manusia ada di sini?" ucap Bayu.


" Serius suamiku?" ucap Kumala Sari.


" Ngapain aku bohong...Gak ada gunanya..." ucap Bayu.


Kumala Sari merangkul Bayu. Tiba - tiba Bayu tak menyentuh tanah.


" Jiangkrek...Aku di bawa terbang.." ucap Bayu dalam hati.


Kumala Sari terbang ke arah pasar.


" Sate apa yang dia jual?" ucap Kumala Sari.


" Sate Gagak...Aku tawar...Dia gak mau kasih.." ucap Bayu.


Setelah sampai,Kumala Sari turun.


Nampak para penghuni alam Ghaib yang melihat Kumala Sari segera bersujud.


Kumala Sari melihat sekeliling. Namun ia tak menemukan penjual sate yang di maksud oleh Bayu.


" Mana...? Kok tidak ada" ucap Kumala Sari.


" Emmboooh....Aku gak tahu..."


" Tadi itu ada disana " ucap Bayu lalu menunjuk di tempat pria yang menjual sate gagak.


Kumala Sari berjalan ke arah yang di tunjuk oleh Bayu sambil menggandeng lengan Bayu.


Bayu melihat bekas tusuk sate berada di tanah.


" Itu bekasnya..." ucap Bayu sambil menunjuk.


Kumala Sari mengambil tusuk sate dengan kekuatannya.


Nampak tusuk sate itu melesat ke arah Kumala Sari.


Begitu Kumala Sari memegang tusuk sate tersebut,ia mencium tusuk sate tersebut.


" Iya...Ini sate burung gagak...." ucap Kumala Sari lalu membuangnya.


" Apakah penjualnya itu manusia?" ucap Bayu.


" Iya....Dia manusia." ucap Kumala Sari.


" Kok bisa ada di sini?" ucap Bayu heran dan penasaran.


" Dia melakukan ritual khusus,sehingga bisa mencapai di sini. Bila satenya laku semua,maka dia pergi menghilang.." ucap Kumala Sari.


" Ooo....Begitu..."


" Aku baru tahu..." ucap Bayu.


Kumala Sari kembali merangkul Bayu,lalu terbang menuju istananya.


Setelah sampai,mereka duduk di kursi singgasana.

__ADS_1


Nampak para penari sedang berlenggak lenggok menari di hadapan Bayu dan Kumala Sari.


Di meja tersedia berbagai macam buah buahan.


Bayu mengambil sebiji anggur, lalu membaca do'a makan.


" Asli..."


Bayu merasakan buah anggur yang di makan adalah asli,bukan halusinasi seperti di film Suzana..


" Kirain palsu.." ucap Bayu dalam hati.


Lalu Bayu berzikir di dalam hati agar tak terkena ilmu tipu daya Kumala Sari.


" Apakah ibumu ikut suamiku?" ucap Kumala Sari.


" Enggak...Ibu lagi ada perlu.."


" Oh iya....Mana yang cantik janjikan?"


" Aku sudah memenuhi janjiku.." ucap Bayu.


" Aku akan memberinya...Tapi dengan satu syarat.." ucap Kumala Sari.


" Diampuut...Malah pakai syarat lagi.." ucap Bayu dalam hati.


" Apa syaratnya sayang..." ucap Bayu.


" Sayang tinggal di sini bersama para istrimu.." ucap Kumala Sari.


" Yang ada kalian semua kepanasan jika aku dan para istriku tinggal di sini..." ucap Bayu.


" Kepanasan gimana?" ucap Kumala Sari penasaran.


" Ya kita baca Al Qur'an..Contohnya..." ucap Bayu lalu membaca ayat - ayat Al Qur'an.


Nampak para anak buah Kumala Sari yang sedang menari berhenti ketika mendengar Bayu melantunkan Al Qur'an dan kepanasan.


Kumala Sari perlahan juga merasa kepanasan.


" Cukup suamiku..." ucap Kumala Sari.


Bayu menghentikannya.


" Bagaimana cantik? " ucap Bayu.


Nampak Kumala Sari berpikir.


" Aku ingin tiap malam Jum'at hadir di sini,menemaniku.." ucap Kumala Sari.


" Gak bisa cantik...Jaraknya jauh..."


" Bagaimana kalau sebulan sekali..." ucap Bayu mencoba bernegosiasi.


" Baiklah...Jika kamu gak hadir,maka aku akan mengambil cincin itu kembali dan juga yang di pakai ibumu.." ucap Kumala Sari.


" Insya Allah..."


" Aku akan menemanimu seharian,tapi tidak di tempat tidur.." ucap Bayu.


" Kenapa tidak mau menemaniku di tempat tidur,apakah kamu tidak sayang denganku lagi?" ucap Kumala Sari.


" Sial...Aku harus jawab apa..." ucap Bayu dalam hati.


Lalu Bayu memiliki ide.


" Aku sayang kepadamu,akan tetapi....Apakah cantik bersedia masuk agamaku,terus tiap malam membaca Al Qur'an seperti yang aku baca tadi...?"


" Jika sanggup,maka kita menikah sesuai agamaku..." ucap Bayu.


Nampak Kumala Sari berpikir.


Bayu kembali mencomot buah anggur lalu memakannya.


" Baiklah....Tapi kamu 2 hari menemaniku di sini..Bagaimana suamiku?" ucap Kumala Sari.


" Oke...Setuju..."


" Mulai bulan depan aku datang ke sini menemanimu.." ucap Bayu.


" Kenapa tidak sekarang suamiku?" ucap Kumala Sari.


" Cantik ingin ibuku datang lalu menghajar cantik?" ucap Bayu.


" Tidak..Tidak...Ya sudah...Mulai bulan depan kamu harus datang kemari menemaniku..." ucap Kumala Sari tidak ingin bertarung lagi dengan ibunya Bayu.


Bayu melihat seorang gadis yang sedang menari,ia baru pertama kali melihat gadis tersebut.


" Apakah cantik mengambil tumbal lagi di air terjun?" ucap Bayu menatap wajah Kumala Sari.


" Tidak...Gadis itu dari orang tuanya yang menumbalkan anak gadisnya kepadaku.." ucap Kumala Sari.


" Kenapa gak minta tumbal pemuda..?" ucap Bayu.


" Jika pria,maka ku tempatkan di pemukiman.."


" Rata - rata pemuda yang aku temui,tidak sama sepertimu....Entah mengapa aku jatuh cinta padamu...Apakah kamu memakai pelet?" ucap Kumala Sari.


" Jiangkreeek..."


"Pelet dari mana?"


" Kalau pelet ikan aku punya,jika pelet untuk memikat wanita aku tak punya..." ucap Bayu.

__ADS_1


Mereka diam sambil menikmati aksi penari.


Lalu Bayu teringat cerita tentang Nyi Loro Kidul penguasa laut Selatan.


" Apakah cantik kenal dengan penguasa laut bernama Nyi Loro Kidul?" ucap Bayu.


" Eh....!!!?? Kumala Sari terkejut.


" Bagaimana sayang tahu tentang dia?" ucap Kumala Sari.


" Aku hanya dengar saja,belum pernah bertemu...Apakah dia ada dan nyata?" ucap Bayu.


" Iya...Dia ada dan nyata..." ucap Kumala Sari.


" Apakah cantik pernah bertemu..?" ucap Bayu.


" Pernah...Dan kami pernah bertarung" ucap Kumala Sari.


" Siapa yang menang?" ucap Bayu.


" Dia yang menang...Sebab dia membawa banyak pasukannya..." ucap Kumala Sari.


" Kalau pendekar mesum kenal gak?" ucap Bayu.


" Pendekar mesum...??? Siapa itu sayang..?" ucap Kumala Sari.


" Ngakunya seh namanya Jalu..." ucap Bayu.


Nampak Kumala Sari mengingat - ingat.


" Nyopo jenengku di sebut..." suara Jalu tiba - tiba muncul.


Bayu kembali memakan buah Anggur.


" Aku pengen tahu aja pakde....Siapa tahu dia kenal..." ucap Bayu dalam hati.


" Aku aja gak kenal " suara Jalu.


" Aku belum pernah bertemu..." ucap Kumala Sari.


" Oh iya cantik... Sepuluh tambah sepuluh bagi dua berapa?" ucap Bayu memgetes ilmu memghitung Kumala Sari.


" Aku tidak tahu sayang..." ucap Kumala Sari.


" Pantesan...Pakde dan Bejo bisa mengetahui jika ada yang di rasuki...." ucap Bayu dalam hati.


" Cantik...Aku kembali dulu ya..." ucap Bayu


" Kenapa terburu - buru suamiku sayang..." ucap Kumala Sari.


"Besok aku mau ke makam kakekku..."


" Aku belum pernah mengunjunginya,karena tidak ada yang memberi tahuku..." ucap Bayu.


" Baiklah...Bulan depan sayang ke sini ya.." ucap Kumala Sari.


" Iya sayang..." ucap Bayu.


Bayu berdiri dari tempat duduknya,Kumala Sari juga imut berdiri.


" Mari aku antar sayang menuju rumah pak tua itu.." ucap Kumala Sari lalu merangkul Bayu.


" Emangnya bisa?" ucap Bayu.


" Bisa....Pejamkan matamu sayang.." ucap Kumala Sari.


Bayu memejamkan matanya.


Bayu dan Kumala Sari menghilang dari singgasana.


Tak lama kemudian mereka muncul di depan gapura rumah ki Kartolo.


" Buka matamu sayang.." ucap Kumala Sari.


Bayu membuka matanya.


" EH.....!!!?? Bayu terkejut.


" Ini beneran rumah pakdeku..?" ucap Bayu.


" Benar....Jika sayang mau ke istana,panggil namaku 3 kali,aku akan datang menemui sayang..." ucap Kumala Sari.


" Oke....Matur suwun yoo cantik..." ucap Bayu lalu berjalan ke arah rumah ki Kartolo.


Kumala Sari menghilang.


Nampak Ki Kartolo bersama ke tiga istri Bayu berada di teras rumah menunggu kedatangan Bayu.


Ketika mereka melihat Bayu berjalan,mereka segera berlari ke Bayu,lalu Ayu memeluk Bayu karena lebih dulu sampai ke Bayu.


" Mas...Kok lama sekali..." ucap Putri.


" Ya maaf...Tadi ngobrol - ngobrol sama dia.." ucap Bayu.


" Apakah sayang berhubungan badan dengan dia..?" ucap Diana yang melihat pakaian Bayu tak sama saat Bayu pergi tadi.


" Gak ada sayang...." ucap Bayu.


"Terus itu pakaiannya siapa?" ucap Diana.


" Tadi bajuku basah,terus aku bilang ke dia,ada pakaian kering apa enggak,bajuku basah.."


" Dia memberikan pakaian ini...Daripada aku masuk angin sayang,ya aku pakai saja..." ucap Bayu.

__ADS_1


" Apakah mas dapat cincinnya...?" ucap Putri.


" Dapat dek..." ucap Bayu.


__ADS_2