
Aku gak tahu harus berbuat apa.Karena hilang ingatan,aku yang seorang prajurit,jika janji pantang bagiku mengingkari.
Untuk Aisyah,tentu saja aku harus tanggung jawab,karena aku telah berjanji padanya.
Lalu apa yang harus aku lakukan kepada Melisa,gadis yang sudah aku anggap sebagai adikku sendiri,setiap hari selalu bertemu,mengobrol,membantu mengerjakan tugas sekolahnya. Nikahi Mel?.
Tentu saja,karena aku harus tanggung jawab. Tapi yang jadi persoalan,apa kata sahabatku,keluargaku,tetanggaku nanti.
Bajingaaan. Aku mengutuk diriku sendiri. Sebagai pria dan juga kepala rumah tangga,sungguh tega melakukan hal tak senonoh pada adikku.
Seandainya waktu bisa aku putar kembali,aku tak akan mengambil kalung pemberian Putri setelah selesai membunuh musuh keluargaku yang telah tega membunuh anak pertamaku,yaitu Ayub.
Ku pegang kepalaku menggunakan kedua tangan. Aku pusing dengan kejadian yang menimpa padaku.
" Ya allah....Kenapa masalah selalu datang menerpaku...Hamba ingin hidup seperti dulu,3 istri,tak ada lagi wanita yang menjadi pendamping hidupku" ucapku dalam hati.
" Mel bingung kak.."
" Mel ingin gugurkan saja bayi yang ada dalam perut Mel.."
" Tapi Mel gak tahu caranya kak.."
" Mel juga gak berharap kakak akan menikahi Mel..."
" Karena Mel yang salah kak.."ucap Melisa melisa menundukkan kepala sambil memainkan jarinya.
Aku menoleh ke Melisa dan Kulihat ada tetesan air menetes dari wajah Melisa.
Ku usap pelan rambutnya Melisa.
" Kakak akan menikahimu Mel..."
" Maafkan kakak ya Mel.." ucapku.
Melisa menoleh ke arahku. Benar dugaanku,Melisa menangis.
" Keluarga Mel gak tahu kalau Mel hamil kak..."
Ku usap wajahnya.Air mata Melisa masih keluar.
" Pukul perut Mel kak,biar bayi di dalam perut ini mati.." ucap Melisa.
"Jangan....Kakak gak mau Mel melakukan itu.."
Melisa memelukku. Ku balas pelukannya.
" Kakak akan bertanggung jawab..."
" Apakah ada yang tahu tentang kehamilanmu Mel?"
Melisa melepaskan pelukannya lalu menggelengkan kepala.
" Sebenarnya Mel yang putusin pacarku kak...Dia gak selingkuh..Maaf ya kak,tadi Mel bohong. "
" Tapi untuk kehamilan Mel ini memamng Mel hamil kak.."
" setelah dari Bali,Mel gak ada hubungan badan dengan pacar Mel.." ucap Melisa.
" Ayo ikut kakak.." ucapku.
" Kemana kak?" ucap Melisa.
" Ke kemar ibu" ucapku.
" Mel takut kak..." ucap Melisa.
"Gak usah takut..." ucapku sambil mengusap air mata Melisa.
Ku pegang pergelangan Mel.
"Mel takut kak..." ucap Melisa.
" Tenang aja Mel.. Jika gak cepat di selesaikan. Maka ayah dan ibumu pasti marah besar ke Mel dan juga ke kakak..Ayo lah Mel yang cantik " ucapku.
Melisa berdiri,lalh aku berjalan sambil memebang tangan Melisa.
Begitu sampai di luar,Aisyah berdiri,rupanya tadi dia duduk di lantai.
" Aisyah...Maafkan aku.."
" Besok saja aku cerita..Ada hal yang lebih penting yang harus aku selesaikan.." ucapku lalu berjalan menuju kamar ibuku.
Setelah sampai di depan pintu kamar ibuku.Ku ketuk pintu kamarnya.
Took...Toook...Took...
" Bu....Ini Bayu bu.." ucapkku.
Ku ketuk lagi pintunya.
Toook...Toook...Toook....
" Iya sayang...Sebentar..." suara ibuku.
Tak lama kemudian.
Cekleek...Kriiieeet...
Nampak ibuku memakai pakaian tidur,tak lupa jilbab dan cadarnya.
" Ada apa sayang...?" ucap ibuku.
" Bayu ada perlu bu...Penting.." ucapku.
Ibuku melihat ke arah Melisa.
" Masuk..."
Kamipun masuk ke dalam,lalu ibuku mengunci pintu.
Aku dan Melisa menjauh dari pintu,lalu ibuku memghampiri kami.
" Apakah ini berhubungan dengan Melisa nak?" ucap ibuku.
" Iya bu..."
" Bayu ingin menikahi Melisa bu" ucapku.
Ibuku melihat ke arah Melisa yang menundukkan kepala,tak berani melihat ke arah ibuku.
" Apakah setelah kalian berhubungan badan di Bali,Mel telat datang bulan?" ucap ibuku.
" Iya bu..." ucap Melisa.
__ADS_1
" Buset dah...Ibuku punya indra ke 6..Padahal aku belum bilang kalau Mel hamil" ucapku dalam hati.
Aku pun tahu jika ibuku menahan amarah pada Melisa,dari suara ibuku yang tak biasanya.
Ku lihat ibuku mondar mandir setelah mendengar jawaban dari Melisa. Lalu berhenti dan melihat ke arahku.
" Segera kamu pergi ke rumah Melisa" ucap ibuku.
" Benar kan dia marah,manggil aku aja pakai kata kamu..." ucapku dalam hati.
" Iya bu.." ucapku.
" Maafin Mel bu..."
"Mel gak berharap untuk menikah dengan kak Bayu.." ucap Melisa masih menundukkan kepala,tak berani menatap ibuku.
" Ibu akan tunggu di sini..Sebelum jam 10.." ucap ibuku.
Ku pegang tangan Melisa untuk segera ke rumahnya. Melisa menurut.
" Besok pagi,jangan pergi,kumpul di kamar ibu" ucap ibuku.
Ku hentikan langkahku,lalu menoleh ke arah ibuku.
" Iya bu.." ucapku.
Ku lanjutkan lagi berjalan keluar kamar ibuku bersama Melisa.
Setelah sampai di teras rumah kita naik mobil yang tadi di naiki oleh Melisa.
"Oh iya Mel..Kenapa kamu baru tahu jika ada Aisyah di rumah kakak?"ucapku mencoba mencair suasana yang tegang.
" Mel ada perlu kak.." ucap Melisa masih menundukkan kepala sambil memainkan jarinya.
" Kok Mel bisa tahu kakak ada di rumah..? " ucapku.
" Mel nelpon pengawal yang berjaga di rumah kakak,apakah kak Bayu sudah pulang.."
" Setiap nelpon,kakak gak ada di rumah.."
" Tadi Mel nelpon,katanya kakak di rumah,."
Mobil yang ku tumpangi masuk ke haman rumah Melisa. Oh iya,perumahan Golden Hills masih memiliki tanah yang kosong belum di bangun yang sangat luas.Sehingga bisa di bangun rumah lagi.
"Mel langsung ke sini kak" ucap Melisa.
Mobil berhenti,lalu kita keluar dari mobil,kemudian berjalan.
" Assalam mu'alaikum..." ucapku saat masuk rumah. Meskipun aku tahu orang tua Melisa Non muslim,aku tetap mengucapkan salam islami.
" Tunggu di sini kak..Mel akan panggilkan ayah dan ibu.." ucap Melisa.
" Iya..." ucapku.
Melisa masuk ke dalam,sementara aku berdiri saja. Sebab Melisa tak menyuruhku duduk. Ya walaupun mereka keluargaku,aku harus menjaga tata kerama dalam bertamu.
Sambil menunggu,pikiranku kemana - mana.Jika aku jadi menikah dengan Melisa,otomatis ada enam istriku. Eh...Ada tujuh ya. Si Xiang juga.
Tapi Xiang aku mencoba melupakannya. Seandainya aku tahu dia gadis dari keluarga musuhku,aku gak akan jatuh cinta pada dia dan menikah dengan dia,tapi. Nasi sudah menjadi bubur. Aku mencintainya,sekarang aku belajar melupakannya.
Kulihat paman Zhao(ayah Melisa) datang bersama Melisa.
Oh iya,ayahnya Melisa tak ada saat aku liburan ke Bali.
" Kenapa kamu berdiri aja Bay..?" ucap paman Zhao.
" Gak di suruh duduk sama Mel paman" ucapku.
" Silahkan duduk..."
Lalu aku duduk di sofa.
" Ada apa malam - malam kemari?" ucap paman Zhao.
" Bismillah.." ucapku dalam dalam hati.
" Begini paman..."
" Saat Bayu lupa ingatan,kan Bayu liburan ke Bali bersama Aisyah dan teman- teman.Bayu sekamar dengan Aisyah."
Ayahnya Melisa diam menyimak.
" Nah pas malam itu,Bayu menemui istri Bayu"
" Bayu di beri tahu oleh mbah Zhang.."
" Jika istriku ada di kamar sebelah."
" Di sana ada Melisa.."
" 1 Jam Bayu ada di kamar itu,lalu Bayu kembali ke kamar Bayu,karena aku khawatir dengan Aisyah"
" Sebab Bayu berjanji hanya 1 jam saja.."
" Melisa ikut dengan Bayu.."
" Sesampai di kamar.."
" Aisyah mengajakku bercinta. Bayu terima ajakannya seperti biasa,kemudian Mel bilang padaku..,
" Bahwa Bayu pernah berjanji akan menyetubuhinya sebelum Bayu berangkat ke China.." ucapku.
" Lalu Mel kamu setubuhi...Begitu maksudmu Bay?" ucap paman Zhao.
"Benar paman,maafkan Bayu.."
" Bayu seorang prajurit,pantang bagi Bayu mengingkari janji Bayu.."
" Karena kejadian itulah,sekarang Melisa hamil paman.." ucapku.
Paman Zhao melihat ke arah Melisa yang menunduk,tak berani menatap. Lalu menghela nafasnya.
" Jika saja Bayu tidak lupa ingatan,Bayu tidak akan melakukannya. Karena Bayu menganggap Melisa sebagai adik kandung Bayu sendiri paman"
" Dan juga Bayu tak berani melakukannya pada wanita lain yang bukan istri Bayu.."ucapku.
" Ya ampun Mel...Mel..."
" Kenapa kamu lakukan itu nak.."
"Papah kecewa sekali padamu.." ucap paman Zhao.
"Maafin Mel pah..."
__ADS_1
" Mel melakukan itu karena Mel ingin memberikan kesucian Mel,karena kak Bayu menyelamatkan nyawa Mel saat penyerangan di kampus waktu itu.." ucap Melisa sambil menunduk.
" Terus ini bagaimana... ?"
" Paman percaya padamu Bayu.."
" Saat Mel mengjnap di rumahmu,tak masalah,aku beri dia kebebasan."
" Paman mendapat laporan bahwa kamu sangat menyanyangi Melisa seperti adik sendiri. "
" Apakah Diana tahu hal ini?" ucap paman Zhao.
"Belum paman.."
"Besok baru di beri tahu.."
" Akibat dari peristiwa itu,Mel hamil paman.." ucap Bayu.
"APAAAAAA.......!!!! "ucap paman Zhao nyaring terkejut.Lalu melihat ke arah Melisa.
" Kenapa kamu ceroboh sekali Mel..?" ucap paman Zhao.
" Mel pikir aman pah..." ucap Melisa.
Paman Zhao meletakkan telapak tangan kanan di kening,lalu bersandar.
" Ayahnya Mel pusing,apa lagi aku..." ucapku dalam hati.
" Cihuuy...Dapat apem lagi..."suara Jalu tiba - tiba muncul di kepalaku.
" Juancook..." ucapku dalam hati.
" Tinggal di pilih...Apem..Apem...Apem..." suara Jalu.
" Lalu bagaimana dengan Tommy? "Ucap paman Zhao.
" Mel sudah putusin dia pah.." ucap Melisa.
" Tunggu..."
" Kamu hamil sama Bayu atau pacarmu Mel?" ucap paman Zhao.
"Dengan kak Bayu pah.."
" Kesucian Mel..
" Mel berikan ke kak Bayu.."
" Setelah itu Mel telat datang bulan hingga sekarang.." ucap Melisa.
" Bayu...Ku serahkan masalah ini padamu." ucap paman Zhao.
" Bayu menunggu keputusan dari Ayu dan Diana paman.." ucapku.
" Baiklah...."
" Aku mau istirahat dulu..." ucap paman Zhao.
" Paman gak marah?" ucapku melihat ayahnya Melisa bersikap tenang.
" Kamu ingin aku marah - marah hingga semua orang dengar?" ucap paman Zhao.
" Enggak paman.." ucapku.
" Sebenarnya aku sangat marah..."
" Melihat Melisa hamil sebelum lulus kuliahnya.."
" Bila orang luar,sudah aku bunuh orang yang menghamili Melisa.."
" Berhubung kamu masih keluarga Han. Itu tak masalah,dan juga aku percaya. Kamu bisa kami andalkan..." ucap paman Zhao lalu berdiri dan berjalan meninggalkanku bersama Melisa.
Klek... Klek...Klek...Klek...Klek... Suara jam dinding terdengar. Aku dan Melisa saling diam.
Ku letakkan kepala di sandaran sofa.
" Ya Allah... Apakah ini ujian untukmu?"
" Punya banyak istri.."
" Pusing kepalaku ya Allah.."
" Pusing ngaturnya,belum lagi masalah pelaku pembunuh Putri belum tertangkap.." ucapku dalam hati.
Ku pejamkan mataku.
" Kak..." ucap Melisa.
" Hemm..."ucapmu masih memejamkan mata.
Ku dengar Melisa berjalan,lalu kurasakan lenganku di pegang,lalu ku buka mataku.
Melisa memegang lenganku dan bersender di bahuku.
" Kakak gak mau nikahin Mel.." ucap Melisa,namun segera ku jawab.
" Kakak tetap akan menikahimh Mel.."
" Aku akan bertanggung jawab.." ucapku.
Melisa merangkulku. Kemudian meletakkan telapak tangan di atas tongkat kesaktianku,yang membuat wanita bertekuk lutut di hadapanku,selalu minta untuk aku gerakkan .
" Kak..." ucap Melisa.
" Apa Mel..." ucapku.
Melisa mengusap - usap benjolan tongkatku,kemudian aku sentil tangannya.
" Jangaan..." ucapku.
" Sakit kak.." ucap Melisa mengusap - usap pungung tangan yang tadi ku sentil.
" Kita belum sah.."
" Kakak pulang dulu..."ucapku sambil berdiri.
Melisa memegang tanganku
" Jangan pergi dulu kak.." ucap Melisa.
" Maaf Mel...Sudah malam.."
Melisa melepas pegangan tangannya di tanganku.
__ADS_1
" Besok kan ketemu lagi..Okee.." ucapku lalu berjalan ke pintu.