SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
KEMBALI KE GOLDEN HIILS


__ADS_3

Bayu bersama keluarga dan teman - temannya pergi ke Kediri untuk menghadiri pernikahan Paijo.


Pernikahan Paijo di gelar hari sabtu pagi pukul 8.00. Sehingga Bayu datang di hari kamis,jika hari Jum'at takutnya kemalaman sampainya karena shalat Jum'at dulu,dan besoknya harus pergi ke tempat acara


Keluarga Bayu menginap di rumah penginapan,karena rumah Paijo sangat ramai.


Sore hari.


Bayu bersama istri dan anaknya berjalan ke sumber air yang bernama sumbertowo.



Sumbertowo di desa Sonorejo,kediri.


Sesampai di tempat tujuan,Bayu duduk di bebatuan. Sementara para istri Bayu bermain air.


" Ade ikannya kecil - kecil.." ucap Aisyah.


" Iya...Ikannya gigitin kakiku..." ucap Sulis.


Setelah puas bermain,mereka pun kembali. Bayu menggendong Imam dan Bintang.


" Kenapa mereka melihat ke kite?" ucap Aisyah yang melihat para santri wanita.


" Mereka penasaran sayang..." ucap Bayu.


" Besok kita kemana kak?" ucap Melisa.


" Gak tahu...Yang jelas,besok Jum'atan dulu sayang..." ucap Bayu.


Setelah sampai di rumah Paijo.


Bayu mengobrol dengan Paijo.


" Kang..." ucap Bayu.


" Opo Bay..." ucap Paijo.


" Pondok Pesantren Gedong Sari itu jauh apa enggak kang." ucap Bayu.


" Lumayan ...Mau ke sana kah?" ucap Paijo.


" Iya...Aku penasaran..." ucap Bayu.Karena dirinya ingin memberikan sumbangan.


" Besok aja Bay...Sekalian kita shalat Jum'at di sana.." ucap Paijo.


" Hemm...Ayoook..." ucap Bayu.


15 menit sebelum Magrib.


Bayu berjalan kaki bersama Melisa ke Mesjid di temani 2 pengawal.


Sesampai di mesjid,Bayu bertanya siapa pemimpin pondok pesantren yang ada di seberang mesjid pada seorang pemuda. Pemuda itu memberi tahu ke Bayu.


Setelah selesai ahalat Magrib.


" Mel...Ikut ke situ ( menunjuk rumah) Apa enggak?" ucap Bayu.


" Mau ngapain kak?" ucap Melisa.


" Biasa...Kalau gak mau ya gakpapa.." ucap Bayu.


" Gak aah kak....Entar Mel di lihatin terus..." ucap Melisa.


" Ya sudah kalau sayang gak mau...Aku kesana sendirian ya." ucap Bayu.


" Iya sayang.." ucap Melisa.


Bayu berjalan ke rumah pak Kyai yang memimpin yayasan pendidikan Islam Al Hidayah.


Sementara Melisa berjalan kaki di temani 2 pengawal ke rumah Paijo.


" Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu berdiri di depan rumah pimpinan yayasan.


" Wa'alaikum salam warah matullah..." ucap seorang bapak - bapak yang rambutnya sudah beruban,Bayu tahu pria itu adalah pimpinan yayasan.


" Monggo mlebet..." ucap pak Kyai.


" Injih pak pak...." ucap Bayu.


(.Note..: Langsung saya translate ke bahasa indo saja percakapan Bayu yang menggunakan bahasa jawa kromo inggil)


Bayu masuk ke dalam rumah,lalu bersalaman tak lupa cium tangan.


" Monggo pinarak..." ucap pak kyai.( silahkan duduk).


" Iya pak kyai..."


" Nama saya Bayu.."


" Saya datang kerumah pak kyai yang pertama itu bersilaturahmi,dan yang kedua.."


Bayu mengeluarkan amplop di dalam saku.


" Memberikan sumbangan untuk yayasan yang pak kyai pimpin..." ucap Bayu.


" Terima kasih ya nak Bayu..Atas uang sumbangan ini.."


" Bapak menerima uang ini...Bapak do'akan rejekimu mengalir terus.." ucap pak kyai.


" Amiin..." ucap Bayu.


" Di beri kesehatan dan umur yang panjang.." ucap pak kyai.


" Amiin.." ucap Bayu.


" Di beri keselematan dunia dan akhirat.." ucap pak kyai.


" Amiin.." ucap Bayu.


" Dan di berikan jodoh..." ucap pak kyai.


" Ammm....Saya sudah nikah pak kyai." ucap Bayu.


" Oalah...Sudah nikah..." ucap pak kyai.


" Iya pak kyai.." ucap Bayu.


Pak kyai lantas membaca do'a dalam bahasa arab. Bayu mengucapkan kata amin,hingga selesai berdo'a.


" Hemm... Sampeyan tinggal di mana? " ucap pak kyai.


" Jakarta pak kyai..." ucap Bayu.


" Ooo...Jakarta..."


" Sebentar...Yang tadi bersama sampeyan itu istri sampeyan..?" ucap pak kyai.


" Iya pak kyai...Saya pamit undur diri dulu pak kyai.." ucap Bayu lalu berdiri.


" Kok buru - buru.." ucap pak Kyai.


" Di tungguin pak kyai.." ucap Bayu lalu bersalaman lagi tak lupa cium tangan.


" Matur suwon yo nak Bayu.." ucap pak kyai.


" Sama - sama pak kyai..Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam warah matullah.." ucap pak kyai.


Setelah Bayu pergi,pak kyai membuka amplop pemberian Bayu.


" Alhamdulillah...Ada dana buat yayasan ini..." ucap pak kyai dalam hati merasa senang mendapatkan uang bantuan.


***


Pukul 11.40.


Bayu bersama Paijo telah sampai di Pondok pesantren Gedong Sari prambon Nganjuk naik mobil.


Bayu melihat bangunan depan lumayan besar dan memiliki 2 tingkat,ada pohon Palem di depan.



.Setelah itu mereka berjalan masuk ke dalam pondok pesantren.


Hari Jum'at,pondok pesantren itu terbuka untuk umum karena melaksanakan shalat Jum'at. Selain hari Jum'at,ponpes itu tertutup.


(Note: Dulu aku pernah sekolah dan mondok di sini )


Bayu melihat bagian dalam pondok pesantren. Di tengah terdapat bangunan mesjid. Sementara di setiap sisi,ada bangunan yang di gunakan untuk kegiatan belajar dan juga asrama santri.


Ada sebuah bangunan kecil yang bentuknya melingkar,tingginya 1,5 meter. Bayu menghampiri tempat itu karena penasaran.



" Oalah...Ini jam matahari..." ucap Bayu dalam hati.


Selesai shalat Jum'at,Bayu menghampiri Paijo yang duduk bersama 2 pengawalnya di emperan mesjid.


" Aku lihat pondok pesantren ini pengen mondok lagi aku kang.." ucap Bayu.


" Lah...Yen kowe mondok..Terus seng ndek omah piyee..?" ucap Paijo.


" Yo melu mondok..."


" Heemmm...."


Timbul ke inginan Bayu untuk membeli jajan,sebab saat ia mondok jarang jajan.


" Kang...Ke warung dulu yuk.." ucap Bayu.


" Luwe too..?" ucap Paijo.


" Aku pengen beli jajan di warung pondok ini.." ucap Bayu.


" Ayoo..Sekalian aku pengen ngopi.." ucap Paijo.


Bayu mendatangi seorang remaja yang berjalan.


" Kang..Warungnya buka apa enggak?" ucap Bayu.


" Buka..Nang kono buka kang..Seng nang kono tutup" ucap remaja tersebut sambil menunjuk.


" Oke...Suwun "


Bayu melihat tulisan di tembok.


" Komplek Baiturrahman.." ucap Bayu.


Sasampai di warung. Bayu melihat 2 orang pria yang menurutnya usianya sama dengannya.


" Kang...Aku pesan kopi 2..Satu pakai gula yang satu gak usah..." ucap Bayu.


" Yoo..."


Pria itu membuatkan kopi Bayu.


" Sampeyan mondok nang kene ta?" ucap penjual.


" Enggak kang...Aku hanya numpang shalat Jum'at,terus pengen ngopi...Takutnya kepuhunan jika gak minum kopi." ucap Bayu.


" Kepuhunan kuwi opo..Boso endi?" ucap penjual.


" Bahasa banjar...Kepuhunan itu kalau gak di turuti bisa celaka dalam perjalanan.." ucap Bayu.


" Itu mitos...Ojo percoyo koyok hal ngono kuwi.." ucap Penjual.


" Nama sampeyan siapa kang?" ucap Bayu.


" Petruk..." ucap penjual.


" Aku Bayu kang.." ucap Bayu.


Bayu mengambil jajanan,lalu membuka masker dan memakan jajanan.


Petruk memberikan kopi ke Bayu dan Paijo.


Terdengar suara wanita dari balik tembok warung.


" Di sebelah ini pondok putri ya kang?" ucap Bayu.


" Iya..."


" Kowe iso boso jowo? " ucap Petruk.


" Sedikit kang..Kenapa?" ucap Bayu.


" Gakpapa... Di sebelah ada jual roti..Rotinya ueenak..Jika mau beli,masuk aja..." ucap Petruk.


" Emangnya boleh ya kang?" ucap Bayu.

__ADS_1


" Ya boleh kalau mau beli roti,selain itu ya gak boleh.." ucap Petruk.


" Roti apa kang?" ucap Bayu.


" Roti bawwuk..." ucap Petruk.


" Mau ngerjain aku ya kang..." ucap Bayu.


" Ngerjain opo...Aku kan cuman nawarin.." ucap Petruk.


" Aku tahu artinya kang...Gak bakalan mempan,dan aku dah kenyang bermain di pondok Putri.." ucap Bayu.


" Tenane..." ucap Petruk.


" Tenanan kang..." ucap Bayu.


" Wassuu..Kowe iso boso jowo to.." ucap Petruk.


" Ya bisalah..." ucap Bayu.


" Emang kowe pernah melebu pondok pesantren Putri?" ucap temannya Petruk.


" Pernah kang...Bahkan masuk ke dalam kamar mandi juga pernah.." ucap Bayu.


" Enak tuh Bay...Kamu bisa lihatin apem..." suara Jalu.


" Ueedyaann...Cook.."


" Kowe lapo melebu nang kamar mandi arek wedok,ngintip yee.." ucap Petruk.


" Aku gak mikir kesitu pakde..Aku kan masih polos.." ucap Bayu dalam hati.


" Enggak...Cuman ngambil bajunya mbak Nisa terus tak umpetin lalu kabur..." ucap Bayu.


" Terus kalau sekarang..Berani gak masuk kamar mandi pondok putri" suara Jqlu.


" Tenane..." ucap Petruk tak percaya.


" Yo wes yen gak percoyo..."


" Soalle aku yo pernah mondok kang.." ucap Bayu.


" Gak berani pakde...Lagi pula aku dah punya...5 lagi.." ucap Bayu dalam hati.


" Kowe mondok di mana?" ucap temannya Petruk.


" Jawa tengah.." ucap Bayu.


" Kowe melebu nang kamar mandi pondok putri gak di seneni(marahi) sama ustad atau pqk kyai" ucap Petruk.


" Ora kang,cuman di nasehati aja...Soalnya umurku hampir 5 tahun kang...Kalau sekarang ya aku di gebuki jika masuk ke kamar mandi pondok putri.." ucap Bayu.


" Jancook...Pantesan gak di marahi,lha wong jek bocah ngono...Tapi kok iso kowe wani melebu?: ucap Petruk.


" Ya berani lah kang...Soalnya,sandalku sering di umpetin sama mbak Nisa...Jadi ku balas bajunya ku ambil lalu ku sembunyikan..." ucap Bayu.


Ha....Ha...Ha...Ha...Ha..Ha... Petruk dan temannya tertawa.


" Rupamu koyok wong cino ngene..Opo kowe keturunan wong Cino Bay?" ucap Petruk.


" Aku keturunan ibuku kang..." ucap Bayu.


" Jancook..Yo mestilah kowe keturunan ibumu.."


" Terus sampe umur piro awakmu mondok?" ucap Petruk.


" Tamat SD aku keluar kang..." ucap Bayu.


" Sayange...Gak sampe Alfiyah..." ucap Petruk.


" Sudah khatam kang..." ucap Bayu.


" Ngapusi..." ucap temannya Petruk.


" Beneran kang..Sampeyan sudah khatam?" ucap Bayu.


" Sudah.." ucap temannya Petruk.


" Coba kamu baca Alfiyah jika kamu sudah khatam.." ucap Petruk.


Bayu melantunkan kitab Alfiyah dengan irama.


Petruk dan temannya kaget,melihat pemuda berkulit putih bisa melantunkan kitab Alfiyah.


Muncul seorang bapak - bapak memakai sarung,baju kaos dan songkok hitam sambil berjalan. Bapak itu seorang Kyai pimpinan pondok pesantren Gedong Sari.


Kemudian pak Kyai itu mendengar suara Bayu berada di warung melantunkan kitab Alfiyah,lalu masuk ke dalam warung.


Kedua santri melihat pak Kyai masuk dan duduk menundukkan kepalanya,sementara Bayu masih melantunkan kitab Alfiyah.


Bayu menghentikan hapalannya.


" Gimana kang...Aku hapal kan..Coba sampeyan lanjutin.." ucap Bayu.


" Pernah mondok di mana mas.." ucap pak kyai.


" Di jawa tengah pak..." ucap Bayu.


" Ooo..Jawa tengah...Asamane sinten..?" ucap pak Kyai.


" Bayu pak...Kang..Buatin kopi lagi buat bapak ini.." ucap Bayu.


" Gak usah mas...Aku dah ngopi.." ucap pak kyai.


" Nanti kepuhunan loh pak..." ucap Bayu.


" Kepuhunan itu apa mas?" ucap pak kyai.


" Ya kalau gak di turuti bisa celaka di jalan,.." ucap Bayu.


" Mas ini aslinya mana toh?" ucap pak Kyai.


" Jawa tengah pak.."


" Kang...Kita maen tebak - tebakkan..."


" Kalau sampeyan bisa jawab pertanyaanku..Aku kasih uang 100 ribu.."


Bayu mengeluarkan beberapa lembar uang.


" Tapi jika gak bisa jawab..Kopi ini gratis.." ucap Bayu.


" Tebakan opo mas?" ucap pak kyai.


" Waaah..Bagus itu...Ayo kang Ari..Monggo.." ucap pak kyai memanggil nama asli Petruk.


" Kang...Baris ke 239 itu bunyinya apa?" ucap Bayu.


Nampak Petruk/Slamet terdiam dan berpikir.


" Lupa aku..." ucap Petruk.


Bayu mengucapkan kalimat Alfiyah ke 239 .


" Nah..Sekarang gantian sampeyan tanya...Nanti aku jawab.."


" Jika aku bisa jawab,kopi temanku ini gratis... Kalau aku gak bisa jawab tak kasih uang100 ribu.. ucap Bayu.


" Coba sampeyan ucapkan baris ke 632 mas.." ucap pak Kyai.


Bayu mengucapkan kalimat Alfiyah baris 632.


"Bagaimana pak.." ucap Bayu.


" Waaah...Benar...Pinter kamu mas.."


" Siapa yang mengajarimu.." ucap pak Kyai.


" Gus Syafi pak.." ucap Bayu.


" Gus Syafi .. Masnya mondok di pesantren mana?" ucap pak Kyai.


" Pondok pesantren As Syifa pak jawa tengah Jogja " ucap Bayu.


" Pesantren As Syifa...Hemm.."


" Gus Syaifudin kah mas...?" ucap pak Kyai.


" Benar pak...Bapak kenal?" ucap Bayu.


" Kenal...Tapi tidak terlalu akrab.."


" Oooo..Jadi masnya pernah mondok di situ.." ucap pak Kyai.


" Iya pak..." ucap Bayu.


" Apakah masnya hapal Al Qur'an?" ucap pak kyai.


" Alhamdulillah hapal pak.." ucap Bayu.


" Hapal berapa Juz..?" ucap pak kyai.


" Sedikit saja pak..Hanya 30 Juz..." ucap Bayu.


" Masya Allah..."


" Bapak jadi teringat sama anak kecil,badannya putih seperti mas... "


" Dia itu sering berbuat ulah dan onar di pondok putri.."


" Kalau gak salah namanya Bayu..Bayu Saktiawan Mahendra.." ucap pak kyai.


" Itu saya pak..." ucap Bayu.


" Ehhhh.....!!!?? Pak kyai terkejut. Tak menyangka bertemu kembali dengan Bayu.


" Masya Allah ...."


Pak kyai berdiri lalu memeluk Bayu.


" Sudah besar...Bapak gak nyangka bisa bertemu lagi denganmu gus.." ucap pak kyai.


" Bapak pernah berkunjung ke pondok pesantren As Syifa?" ucap Bayu.


" Pernah... Masa kamu dah lupa guss..." ucap pak kyai lalu duduk lagi.


Bayu menggaruk - garukkan rambutnya.


" Lupa pak...Bapak namanya siapa?" ucap Bayu.


" Namaku Ali Murtadlo,gus Ali..." ucap pak kyai.


" Gus Ali..Heemm.."


" Apakah bapak kenal sama pak kyai Imam Asnawi..? " ucap Bayu.


" Itu bapak saya gus.." ucap pak kyai.


" Allaaah huakbar !!!!..Anda putranya pak kyai to pak..." ucap Bayu baru sadar.


" Bukan...Saya santri gus.." ucap pak kyai.


Bayu berdiri lalu bersalaman dan hendak mencium tangan pak kyai,namun pak kyai memeluk Bayu.


" Maaf pak kyai..Saya gak tahu dan lupa.." ucap Bayu.


" Iya...Gak apa - apa..." ucap pak kyai.


Bayu kembali duduk lagi.


" Maaf pak kyai..." ucap Bayu.


" Panggil aja gus Ali..." ucap pak kyai.


" Gak enak to pak..."


" Heemmm...Pak kyai Imam masih ada kah pak kyai..?" ucap Bayu.


" Sudah di panggil sama Allah gus..." ucap pak kyai.


" Innalilahi..."


" Kang...Dulu aku pernah lihat pak kyai ini wajahnya guanteng pool loh kang.." ucap Bayu ke Paijo.


" Sekarang gimana gus..." ucap pak kyai.


" Masih guanteng pool...Ariel peterpan aja kalah..." ucap Bayu.


" Kamu bisa aja guss...."


" Oh iya....Kok gus Bayu tahu tempat ini? Apakah gus di beritahu sama gus Syafi?" ucap pak kyai.

__ADS_1


" Enggak pak kyai...Ini teman saya yang memberitahu pondok pesantren ini.." ucap Bayu.


" Ooo..Begitu..Ayo maen kerumah.." ucap pak kyai.


" Boleh..Kebetulan juga saya ingin bertemu dengan pimpinan pondok ini pak kyai.." ucap Bayu.


" Yang memimpin itu saya gus.." ucap pak kyai.


" Alhamdulillah..Jadi saya gak perlu tanya lagi ke santri sini..."


" Kang...Berapa kopinya sama jajan..Kang..Kamu makan berapa?" ucap Bayu.


" Gak usah gus...." ucap Petruk tetap menundukkan kepalanya.


" Gak usah gimana..Sampeyan yang rugi.."


Bayu memberikan 200 ribu ke Petruk.


" Ini kang....Sisanya sampeyan ambil.." ucap Bayu.


" Benar gus...Tidak usah.." ucap Petruk.


Bayu memegang tangan Petruk dan meletakkan uang itu di telapak tangannya.


" Maaf ya kang,soal yang tadi.."


" Terima kasih...." ucap Bayu.


" Sama - sama gus..." ucap Petruk.


Bayu dan Paijo keluar dari warung,berjalan bersama pak kyai.


" Jancook...Ternyata dia putranya pak kyai..Pantesan aja hapal kitab Alfiyah dan berani masuk kamar mandi pondok putri.." ucap Petruk.


***


Rumah pak kyai Ali.


Bayu duduk bersama Paijo dan pak kyai Ali .


" Silahkan di minum tehnya..." ucap pak kyai. Ali.


" Iya pak kyai..."ucap Bayu


Muncul seorang bapak - bapak memakai songkok putih dan bersurban. Ia adalah seorang kyai pengasuh pondok putri,sedangkan pak kyai Ali pengasuh pondok putra.


Bayu memperhatikan wajah bapak itu.


" Wajahnya mirip gus Ahmad..." ucap Bayu pelan.


" Benar gus...Gimana kabarnya.." pak kyai Ahmad.


Bayu berdiri lalu bersalaman,pak kyai Ahmad memeluk Bayu lalu melepas pelukannya.


Paijo bersalaman dan mencium tangan. Kemudian mereka duduk.


" Sudah lama ya kita tidak bertemu gus..." ucap pak kyai Ahmad


" Hehehehe...Iya pak kyai.." ucap Bayu sambil menggarukkan kepalanya.


" Masih nakal apa enggak gus...?" ucap pak kyai Ahmad


" Tidak pak kyai...."


" Oh iya pak kyai.."


Bayu mengeluarkan 2 amplop,seharusnya satu amplop lagi buat Paijo.


" Ini saya ada rejeki untuk pesantren ini pak kyai..Mohon di terima..." ucap Bayu lalu memberikan uang tersebut.


" Alhamdulilah..Matur suwun guss..." ucap pak kyai Ali dan pak kyai Ahmad.


Kemudian mereka membacakan do'a dalam bahasa arab.


Bayu dan Paijo mengaminkan.


Tiba - tiba ponselnya bergetar panjang,Bayu mengecek ponselnya.


Nampak panggilan dari Diana.


Selesai membaca do'a.


" Maaf pak kyai..Kami harus pulang..." ucap Bayu.


" Looh...Kenapa buru - buru guus.." ucap pak kyai Ali.


" Istri saya nungguin...Tadi rencananya habis shalat jum'at mampir ke tempat pimpinan pondok sebentar,lalu pulang." ucap Bayu.


" Istrinya gus ada di mana?" ucap pak kyai Ahmad.


"Di penginapan pak kyai..Insya Allah setelah acara nikahan teman saya ini,saya akan ke sini lagi..." ucap Bayu.


"Kapan acaranya gus..?" ucap pak kyai Ali.


" Besok pak kyai.." ucap Bayu.


Akhirnya Bayu dan Paijo keluar dari kediaman rumah pak kyai Ali Murtadlo.


Sebelum kembali ke Jakarta,Bayu kembali lagi ke pondok Pesantren Gedong Sari,akan tetapi hanya bersama Aisyah dan Melisa saja.


****


Hari berganti hari dan Minggu.Tepat di mana Fei Ling berhasil memperoleh informasi keberadan Bayu.


Rumah yang di buat oleh Bayu yang berada di pinggir laut telah jadi.


Bayu dan keluarga telah menempati rumah tersebut.


Bayu berdiri di jalan penghubung dengan rumah istri Bayu lainnya sambil menggendong Imam melihat ikan Koi.



" Tuh Mam...Gede - gede ikannya.." ucap Bayu.


Ayu berjalan menghampiri Bayu.


" Abi.....Imamnya mau mandi...Nanti keburu magrib.." ucap Ayu.


Bayu menyerahkan Imam ke Ayu.


Setelah Ayu pergi membawa Imam,Bayu berjalan ke tempat pakan ikan.


Setelah samoai,Bayu melempar pakan ikan itu ke kolam.


Tiba - tiba Bayu merasakan ponselnya bergetar panjang.


Bayu mengambil ponselnya di kantong celana.


Nampak panggilan dari Fuad.


" Assalam mu'alaikum kang.." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam...Kamu sibuk gak Bay..?" suara Fuad.


" Enggak..Ini lagi ngasih makan ikan..Ada apa kang?" ucap Bayu.


" Begini Bay..."


" Aku baru pulang dari kerjaanku,terus bapak cerita ke aku,jika ada orang yang datang menanyakan orang sambil menunjukkan foto.." suara Fuad.


Deeeg....Bayu tersentak kaget.


" Terus..." ucap Bayu.


" Nah terus...Ida tadi juga bilang bahwa dia di datangi seorang wanita cantik,menanyakan soal kamu Bay..." suara Fuad.


" Ida bilang apa?" ucap Bayu.


" Katanya seh,wanita itu dari Bali dan ada perlu denganmu..Terus dia tanya rumahmu.."


" Ida memberitahu alamat rumahmu.." suara Fuad.


" Ada Ida gak di sana kang?" ucap Bayu.


" Ada...Mau ngomong kah?" suara Fuad.


" Iya kang..." ucap Bayu.


" Halo kak.." suara Ida.


" Dek...Adek bilang apa aja ke wanita itu?" ucap Bayu cemas.


" Ya adek bilang rumah kak Bayu di Jakarta,terus dia nanya alamatnya..Adek jawab gak tahu..Dia tahu nama kakak..." suara Ida.


" Mati aku...." ucap Bayu dalam hati.


" Terus dia minta nomor telpon kakak.Adek kasih lah...Dia memberi adek uang,agar jangan memberitahu kak Bayu...Cewek itu siapa kak? Apakah cewek itu anak orang kaya yang mengejar kak Bayu." suara Ida.


" Bukan...Terus apa lagi dek.." ucap Bayu.


" Sudah...Itu aja kak aee..Kadada dia tanya tanya lagi setelah memberi adek uang.." suara Ida.


" Jika mereka datang lagi,jangan mau ya dek jika di ajakin pergi ke Jakarta sama mereka..." ucap Bayu.


" Enggeh kak..." suara Ida.


" Telpon kakak bila mereka datang...Dan beri tahu ke kang Fuad juga ya dek " ucap Bayu.


" Enggeh kak....Hemm..Nganu..Dia itu siapa sih kak...Kenapa kak Bayu seperti cemas begitu.." suara Ida.


" Kakak belum bisa cerita...Itu saja ya dek..Assalam mu'alaikum.." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam..." suara Ida.


Bayu mematikan panggilan.


Muncul Melisa berjalan mendekati Bayu.


Bqyu mencari kontak kakek buyutnya,lalu menelpon.


Tuuuut....Tuuuut....Tuuut...


" Kak..." ucap Melisa.


Bayu memberi isyarat karena tak bisa di ganggu.


Tuuut...


" Assalam mu'alaikum..." suara kakek Zhang.


" Wa'alaikum salam mbah..Maaf mengggangu..Ini Darurat mbah.." ucap Bayu.


" Darurat kenapa Bay?" suara kakek Zhang.


" Mereka mengirim orang lagi untuk mencari Bayu mbah.." ucap Bayu.


" Apakah keluarga Ida yang memberitahumu?" suara kakek Zhang.


" Iya mbah...Dia tahu nama Bayu,dan juga Ida memberi tahu bahwa Bayu tinggal di jakarta.." ucap Bayu.


" Apakah Ida memberitahu alamat rumah kita?" suara kakek Zhang.


" Tidak mbah..Tadi Bayu sudah bilang ke mereka,bila dia datang lagi telpon Bayu.." ucap Bayu.


" Baiklah...Kakek akan mengirim orang untuk ke sana..."


" Bawa semua istrimu ke perumahan Golden..Tapi tetap di sana,jika mereka sudah kamu singgkirkan.."


" Kamu bisa berkumpul kembali dengan istri - istrimu Bay.." suara kakek Zhang.


" Baik mbah...." ucap Bayu.


Bayu mematikan panggilan. Lalu melihat ke Melisa.


" Ada apa kak?" ucap Melisa.


" Segera kemasi pakaian sayang..." ucap Bayu.


" Kita pergi kemana kak..?" ucap Melisa.


" Kembali ke Golden Hills..." ucap Bayu.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.BERSAMBUNG.


__ADS_2