
Di suatu tempat di Jakarta.
Nampak pria muda kaya duduk di sofa rumahnya. Pria itu bernama Nando.
Nando baru saja menabrak Bimo yang memakai sepeda motor. Ia sengaja melakukan itu sebelumnya telah gagal membuat pria itu celaka dengan bantuann orang bayaran untuk menghajar Bimo.
Flasback sebelum Bimo kecelakaan.
Setelah kejadian Clara meninggalkan Nando di kedai Kopi.
Nando mulai curiga jika Clara punya pria lain selain dirinya.
Sore hari,Nando berada di rumah,lalu ia mencoba menelpon Clara. Namun tidak bisa.
" Siaal... Apa yang sebenarnya terjadi pada Claraku.."
Terlintas di pikiran Nando untuk pergi ke Apartemen Clara.
" Lebih baik aku ke apartemennya saja..."
Nando mengambil kunci mobilnya,kemudian meluncur ke apartemen Clara.
Setelah sampai di apatemen Clara lebih tepatnya di depan pintu.
Nando memencet tombol bel di dekat pintu,ia yakin Clara ada di dalam,karena melihat mobil Clara terparkir di parkiran.
Tak lama kemudian.
" Siapa..." suara Clara.
" Ini gue sayang...." ucap Nando.
" Mengapa lu datang kemari.." suara Clara.
" Sayang... Kenapa kamu jadi berubah begini..."
" Apakah ada cowok lain..." ucap Nando.
" Itu bukan urusan lu...Pergilah..."
" Jangan ganggu gue..." suara Clara.
" Enggak...Gue gak akan pergi dari sini...Gue akan tetap menunggu sayang di sini"
Tak ada jawaban dari Clara.
" Clara...Gue mencintai lu..."
" Gue sangat sayang sama lu... Pliss sayang,bukain pintunya..."
Tak ada suara Clara dari balik pintu.
" Siaal...Mengapa Clara berubah drastis kepada gue..." ucap Nando.
Tak lama kemudian muncul 2 orang security.
" Maaf pak... Ibu Clara sangat terganggu oleh bapak. Kami mohon bapak segera pergi.." ucap salah 1 security.
" Clara itu pacar gue pak...Kan gue sering kesini..." ucap Nando tak ingin pergi.
" Maaf sekali pak..."
" Mohon kerja samanya pak... Atau kami paksa anda keluar dari Apartemen ini.." ucap security satunya.
Mau gak mau Nando pergi dari apartemen Clara.
" Baiklah...." ucap Nando.
" Jangan kembali ke sini lagi ya pak..." ucap security.
" Whaaat....Kenapa gue tidak boleh ke sini lagi?" ucap Nando heran.
" Itu pesan bu Clara kepada kami.. Jadi bapak di black list dari Apartemen ini..." ucap security.
" Bajingaan...." ucap Nando lalu berjalan pergi.
Ke esokan harinya.
Nando memantau Clara dari jauh hingga Clara pulang dari tempat kerjanya. Setiap ia menelpon Clara selalu tidak bisa.
Tak lama kemudian muncul seorang pria berbadan besar menaiki sepeda motor Legenda memasuki Apartemen. Pria itu adalah Bimo. (Badan Bimo seperti kang Cecep di Film Preman Pensiun).
Karena tak ada yang mencurigakan,akhirnya Nando pergi dari apatemen Clara.Ia memutuskan kembali besok.
Esok harinya.
Siang Hari.
Nando kembali mengawasi Clara dari jauh. Clara berada di kedai Kopi sendirian tanpa teman - temannya.
Muncul Bimo menghampiri Clara.Lalu duduk di samping Clara.
" Masa seh itu cowok barunya Claraku"
" Gak mungkin..."
Clara mencium pipi Bimo.
" Bajingaaaaan....."
" Cowok busuk itu pacar barunya Claraku..."
Nando segera menghampiri Clara.
" Sayang....Siapa dia?" ucap Nando.
" Dia adalah pria yang paling aku sayang..." ucap Clara.
" Kowe iki sopo..." ucap Bimo.
" Diam lu jelek...Gue ngomong sama pacar gue..." ucap Nando.
" Pacar...?"
" Sayang...Dia ini pacarmu kah.." ucap Bimo sambil menunjuk Nando.
" Bukan sayang... Aku hanya milikmu seorang..." ucap Clara.
" Tuh dengar..." ucap Bimo.
Nando melihat hal itu menjadi emosi,ia mengepalkan tangannya.
" Sayang...Apakah kamu buta atau gimana?"
" Dia itu jelek dan miskin..." ucap Nando.
" Jangan lihat tampang dan ekonominya bro...Lihat hatinya..." ucap Bimo.
Nando melayangkan pukulan ke wajah Bimo.
Bimo menangkapnya.
" Lu ngajakin gelut..Eh duel.....? " ucap Bimo.
" Iya... Lu takut?" ucap Nando.
"Siapa takut.... Cowok badan kecil koyok ngene kok di wedeni.." ucap Bimo.
Bimo berdiri meladeni Nando. Tinggi mereka sama.Hanya badan saja yang berbeda.
Nando melayangkan tinju ke muka Bimo,Bimo menangkap pergelangan tangan Nando,lalu menendang perut Nando.
Buuuuggghhh....
Nando termundur lalu menabrak meja,lalu terduduk.
Bimo berjalan menghampiri Nando.Lalu melayangkan pukulan ke pipi Nando.
__ADS_1
Buuuuggghh......
" Lemah...."ucap Bimo lalu menghampiri Clara. Setelah itu pergi bersama.
" Bajingaan...."
" Awas pembalasan gue..." ucap Nando sambil memegang pipinya habis kena tinju oleh Bimo. Nampak ada darah mengalir dari sela - sela bibir Nando.
2 hari kemudian.
Nando mencari tahu tentang Bimo,setelah dapat,ia pun menyusun rencana untuk menghajar Bimo.
Sebuah mobil sedan warna merah dan 4 motor parkir tak jauh dari Cafe mantan.
5 orang berdiri di dekat mobil,salah satunya memakai jas dan berdasi. Sisanya merupakan orang bayaran pria berjas tersebut memakai jaket kulit warna hitam. Pria yang memakai jas itu adalah Nando.
" Sebentar lagi dia akan keluar dari Cafe itu.."
Tak lama kemudian Bimo keluar menenteng plastik berisi makanan,kemudian naik ke sepeda motor Legenda.
" Itu orangnya... Kalian ikuti dan cegat dia di jalan sepi.Lalu hajar hingga babak belur." ucap Nando.
" Siap bos..." ucap 4 orang bayaran Nando.
Nando masuk dalam mobil,kemudian 4 orang naik ke sepeda motor.
Mereka mengikuti Bimo dari belakang.
Di saat jalanan agak sepi,4 orang itu menghadang Bimo.
Bimo berhenti karena jalannya di halangi.
Nando hanya melihat dari dalam mobil.
4 orang bayaran segera menghajar Bimo.
2 orang maju menyerang Bimo.
Bimo dengan sigap memasang kuda - kuda,ia menangkis dan menyerang 2 orang tersebut.
1 orang tumbang,lalu 1 orang maju menyerang.
Bimo menghindar tinjuan orang itu lalu memukul perut penyerang dengan sekuat tenaga.
Buuughhh...
Orang yang terkena pukulan termundur,kemudian Bimo melayangkan tendangan.
Buuggh....
Orang itu jatuh tersungkur.
2 orang yang belum maju,akhirnya maju menyerang. Salah satunya berbadan besar dan kekar.
Pria berbadan besar segera menyerang Bimo.
Bimo menghindar.Lalu 2 orang lagi sebelumnya yang menyerang duluan,kini maju maju lagi.
Bimo waspada karena 4 orang sedang mengelilingi dirinya.,di depannya pria kekar,sisanya berbadan biasa saja.
2 orang dari kiri dan kanan menyerang.Bimo menendang sebelah kanan,kemudian pria sebelah kiri memukul punggung Bimo.
Bimo membalik badan lalu memukul pria tersebut.
Pria berbadan kekar menangkap tangan kiri Bimo kemudian tangan kanan Bimo.
Bimo tak bisa berkutik,karena lawannya berbadan kekar.Jika saja badannya kecil,Bimo bisa melepaskan diri.
1 orang maju memukul perut Bimo.
Bimo bisa menahan pukulan tersebut.
Lalu entah kenapa pria berbadan kekar berteriak " AAAAAAAKKKKKHHHHHH.....".
Pria berbadan kekar melepaskan pergelangan tangan Bimo sambil mengibas ngibaskan tangannya.
1 tumbang,sambil meringkuk di aspal menahan rasa sakit. Bimo segera menghajar 2 orang lainnya,karena pria berbadan kekar masih merintih kesakitan akibat memegang pergelangan tangan Bimo.
2 orang tumbang,Bimo berjalan ke arah pria berbadan kekar.
Pria berbadan kekar nampak ketakutan, karena tangannya terluka tanpa sebab,ia tak bisa mengepalkan tangan untuk memukul.Lalu ia berjalan cepat untuk melarikan diri.
Bimo berlari mengejar pria berbadan kekar. Ia berhasil memegang tangan berbadan kekar.
Pria berbadan kekar kembali kesakitan akibat di sentuh oleh Bimo.
Bimo memanfaatkan kesempatan itu,ia segera menghajar pria berbadan kekar tersebut.
Pria berbadan kekar akhirnya tumbang dengan luka di kedua tangannya.
" Gilaaa..."
" Dia bisa melawan 4 orang bayaranku" ucap pria berjas yang melihat aksi Bimo dari dalam mobil.
Bimo dengan beringas menyerang pria berbadan besar yang sudah terkapar di aspal.
" Siapa yang menyuruhmu....Ayo jawab..." suara Bimo terdengar sampai di dalam mobil Nando.
Pria berbadan besar tak menjawab.
Bimo menginjak kuat - kuat dada pria besar tersebut.
Lalu menyerang pria yang sedang merintih kesakitan.
Setelah itu Bimo menyerang lagi ke 2 penyerang sebelumnya yang merintih kesakitan.
Setelah selesai,Bimo naik sepeda motor lalu meninggalkan 4 orang yang menyerang dirinya terkapar di aspal.
Pria berjas turun dari mobil untuk melihat kondisi 4 orang bayarannya.
" Mengapa kalian kalah dengan dia...Dasar gak becus..." ucap Nando lalu pergi meninggalkan mereka yang merintih kesakitan.
" Bajingan... Ternyata dia kuat juga...."
" Aku harus mencari cara untuk memberi pelajaran ke dia..."
" Karena telah mengambil Claraku..."ucap Nando.
Esok harinya Sore hari.
Nando kembali mengawasi Bimo dari kejauhan.
Nampak Bimo keluar dari Cafe bersama teman - temannya naik mobil.
" Bajingaan...Dia naik mobil..."
" Tapi...Mobilnya siapa ya itu?"
" Ikuti sajalah..."
Nando mengikuti rombongan mobil Bimo.
Namun sayang,mobil yang Nando ikuti berhenti. Seorang pria berpakaian hitam,dan berkaca mata hitam turun dari mobil lalu berjalan ke arah mobil Nando yang ikut berhenti.
" Bajingan...Sepertinya mereka tahu gue ikuti..."
Nando segera menancap gas,meninggalkan mobil yang di tumpangi Bimo.
" Gue harus mencari cara lain..."
Esok harinya. Nando tak bisa meninggalkan pekerjaan,karena ada rapat hingga hari sabtu. Nando pulang tengah malam karena lembur. Nando berencana hari minggu mengawasi Aparatemen Clara.
Minggu.
Pukul 8.20.
Nando mengawasi dari kejauhan Apartemen tempat di mana Clara tinggal.
__ADS_1
Tak lama kemudian muncul Bimo naik sepeda motor Legenda.
Sejam kemudian,mobil Clara keluar dari Apartemen.
Nando mengikuti dari belakang.
Mobil Clara berbelok di sebuah supermarket.
Hingga Nando mengikuti mereka berada di dalam supermarket.
Nampak Bimo dan Clara belanja bahan makanan.
Setelah berbelanja,mereka kembali ke apartemen.
Hingga malam tiba,Nando tetap mengawasi Bimo.
Di saat Bimo keluar dari apartemen naik sepeda motor.
Nando mengikuti Bimo dari belakang.
Di saat jalanan agak sepi.
" Ini saatnya gue balas dendam" ucap Nando.
Nando menabrak Bimo dari belakang lalu kabur meninggalkan Bimo yang terkapar.
Flasback off.
" Aku harus menghilangkan barang bukti.." ucap Nando dalam hati.
Nando berencana memperbaiki mobilnya yang penyok karena habis menabrak Bimo.
Esok harinya.
Nando membaca koran harian. Ia melihat berita kecelakaan.
" Mampus deh lu..."
" Makanya jangan ambil pacar orang..." ucap Nando merasa senang melihat pria yang merebut Clara masuk UGD dan tak sadarkan diri.
" Itu mobil lu kenapa Ndo?" ucap seorang pria setengah baya datang menghampiri Nando.Pria itu ayahnya Nando.
" Di tabrak pa...Ini Nando akan bawa ke bengkel..." ucap Nando.
" Kenapa gak yang nabrak mobil lu yang bawa ke bengkel?" ucap ayahnya Nando.
" Dia sudah ganti rugi pa..." ucap Nando.
---***---
Rumah Bayu.
Pukul 6.10.
Bayu bersama keluarga dan teman - temannya duduk di meja makan.
" Dek...Hari ini mas gak ke kampus.." ucap Bayu.
" Mas mau kemana?" ucap Putri.
" Mas mau ke PT. Multi Jaya..." ucap Bayu.
" Sayang mau datangin Clara?" ucap Diana.
" Enggak...Aku mau datangin teman - temannya... Siapa tahu aku dapat informasi sayang.." ucap Bayu.
" Kenapa gak suruh pengawal aja untuk mencari informasinya mas?" ucap Putri.
" Mas mau berusaha sendiri dulu,lagian ini hanya bertanya ke rekan kerjanya saja,setelah itu mas kembali kuliah lagi.." ucap Bayu.
" Habis jam kuliah aja ya mas...Kuliahnya jangan di tinggalin..." ucap Putri.
" Betul itu kak..." ucap Diana.
" Ya deh habis jam kuliah..." ucap Bayu.
Setelah jam kuliah selesai,Bayu mengecek hapenya karena merasakan hapenya bergetar saat dosennya mengajar.
Nampak panggilan tak terjawab dan sms.
Bayu mengecek pesan tersebut,pesan itu memberi tahu bahwa Bimo bisa di jenguk,akan tetapi tidak bisa di ajak banyak bicara.
" Dek...Kerumah sakit yuk..." ucap Bimo.
" Bimo sudah bisa di jenguk mas?" ucap Putri.
" Sudah...Tapi kita gak boleh ngajak dia ngobrol terlalu lama." ucap Bayu.
" Ya udah kalau gitu..." ucap Putri.
Akhirnya Bayu bersama kedua istri dan juga bersama Lukman dan Daniel pergi ke rumah sakit.
Setelah menempuh perjalanan,akhir mereka sampai di dalam kamar rawat inap VIP tempat di mana Bimo di rawat.
Bimo melihat Bayu dan yang lainnya datang menjenguk.
" Halo Bim...Piye kabare.." ucap Daniel.
" Apik..." ucap Bimo pelan.
" Bulek... Apakah pak polisi wonten dugi teng mriki..?" ucap Bayu.( Ada datang ke sini).
" Belum ada Yu..." ucap ibunya Bimo.
" Yen Clara?" ucap Bayu.
" Clara sore kadang rene kadang ora,bengi lagek muleh..." ucap ibunya Bimo.( kadang sore ke sini kadang tidak,malam baru pulang).
" Oooo...Begitu.." ucap Bayu.
" Clara kuwi arek endi Bay?" ucap ayahnya Bimo.
" Kulo mboten ngertos ee paklek.. " ucap Bayu.
" Sayang jadi kah bertemu dengan Clara atau teman - temannya?" ucap Diana.
" Insya Allah jadi sayang..." ucap Bayu.
" Oke... Sayang harus hati - hati dan bawa pengawal.." ucap Diana.
" Siap..." ucap Bayu.
Bayu keluar ruangan untuk menelpon.
Setwlah di luar,Bayu mengambil hapenya untuk menghubungi Clara.
Tuuuut....Tuuuut...Tuuutt...
" Ya halo..." suara Clara.
" Assalam mu'alaiku bu Clara...Maaf saya mengganggu..." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam... Ada apa pak Bayu?" suara Clara.
" Saya ingin bertemu dengan ibu di kantor ibu..Apakah bisa?" ucap Bayu.
" Heemm...Kita ketemuan di luar saja bagaimana? Soalnya saya akan keluar bersama rekan saya.." suara Clara.
" Boleh...Ketemuan di mana bu...?"
Clara memberi tahu lokasinya.
" Baik bu... Saya akan pergi ke sana. Assalam mu' alaikum..." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam..." suara Clara.
Bayu mematikan panggilan lalu masuk kembali ke dalam. Ia berpamitan lalu pergi untuk bertemu Clara.
__ADS_1
" Semoga aja ada informasi yang ku dapat..." ucap Bayu sambil berjalan cepat menuju parkiran.