
Nampak Hana memegang pedang Katana dan pistol,sambil mengihitung.
" LIMAA...." teriak Hana.
Hana berjalan sambil waspada. Lalu mengarahkn pistolnya ke arah pohon.
Dooor....
Peluru melesat dan menegenai bahu seorang pemuda yang bersembunyi di balik pohon.
Muncul puluhan anak panah melesat ke arah Hana.
Hana segera memghindarinya.Lalu melesat ke orang - orang yang bersembunyi.
Nampak seorang wanita berdiri di balik pohon yang ia panjat.Ia tak melihat wanita memakai pakaian tertutup setelah ia melesatkan busur panahnya.
Hana menembak kaki kaki wanita itu,lalu menembak ke arah yang lain.
Door...Door..
Wanita itu terkejut dan merasakan kakinya terasa panas dan sakit.
Hana melesat lagi di depan rumah pria tua.
"* AKU PERINGATKAN LAGI..."
"*KELUAR ATAU AKU BUNUH KALIAN SEMUA.." Teriak Hana.
2 pria muncul dari persembunyianya sambil memegang pedang.
" * Dimana Jiang putraku.." ucap Hana.
" Sudah kami antar ke pos militer.." ucap pria 1.
"* BOHONG..." ucap Hana.
Hana takut,mereka menyembunyikan Bayu,lalu menyekap Bayu agar Bayu menggauli semua wanita di desa itu dan memperoleh keturunan yang matanya sama.
Hana melesat ke arah 2 pria itu sambil memegang erat pedangnya.
Ke dua pria itu terkejut wanita berjubah hitam melesat sambil memegang pedang.
Hana menyerang ke dua pria itu.
Traang....Traangg....
Traang...Traaang...
Craaassah....
Salah satu pria lengannya terkena sabetan pedang Hana.
Traaang.....
Pria itu menyerang Hana,ia mengeluarkan kekuatannya,karena tenaga wanita itu sangat kuat.
Traaangg...
Hana menahan pedang pria itu. Lalu melihat mata pria itu berubah menjadi warna warni, Mata Hana juga bewarna warni tapi hanya bola hitamnya saja,ia belum mengeluarkan semua kekuatannya.
Tatapan mata mereka saling bertemu. Dan mereka sama - sama kaget.
"BERHENTI....." teriak kepala desa yang keluar dari persembunyiannya.
Hana menendang pria itu.
Buuugggh.....
Lalu berjalan ke arah pria tua berambut panjang dan warnanya putih semua.
"* Katakan padaku..."
"* Di mana Jiang..." ucap Hana.
" Tenangkan dirimu nona..."
" Putramu sudah kami antar ke pos militer terdekat..Yang aku katakan adalah kejujuran.." ucap kepala desa.
Pria yang melihat mata Hana lalu mendekati kepala desa,ia membisikkan sesuatu.
" Benarkah yang kamu ucapkan itu?" ucap kepala Desa.
__ADS_1
" Itu benar sekali kakek buyut.." ucap pria itu.
" Apakah kamu ibu kandungnya Jiang?" ucap kepala desa.
" * Iya...Aku ibu kandungnya.." ucap Hana.
Hana tiba - tiba teringat akan keluarga musuh keluarganya.
" Jangan - jangan mereka adalah musuh keluargaku.." ucap Hana dalam hati.
" Namaku Kwang Long Fei Han..." ucap kepala desa memperkenalkan dirinya.
" * Han???....Apakah Han itu margamu?" ucap Hana memastikan.
"Iya...Itu margaku.." ucap Kwang Long.
" Marga kakek juga Han...Apa jangan - jangan dia keluarga kakek.." ucap Hana dalam hati.
" Cicitku melihat matamu sama seperti miliknya,dan juga milik putramu..Jiang."
" Apakah margamu Han?" ucap Kwang Long.
" * Iya...Margaku adalah Han..Namaku Hana Oktaviana Han..." ucap Hana.
Orang - orang yang terluka segera di tolong agar tidak kehabisan darah.
Kwang Long Han mengeluarkan kekuatannya, matanya berubah menjadi warna warni.
Hana yang melihat kaget dan tak percaya.
" Siapa nama kakek buyutmu" ucap Kwang Long.
"* Maaf...Sebelum aku jawab,kenapa kalian mengantarkan Jiang ke pos militer..."
" *Apakah kalian tidak khawatir bila rahasianya terbongkar?" ucap Hana.
" Kami mengira Jiang adalah pengikut aliran sesat yang telah berhasil menemukan salah satu keluargaku.." ucap Kwang Long.
" * Itu bukan karena aliran sesat,tapi itu dari ayahnya Jiang...Ayahnya Jiang mempunyai mata Merah dan Hitam..." ucap Hana.
" Benarkah yang kamu ucapkan itu..?" ucap Kwang Long.
"* Iya...Itu benar..."
"* Rombonganku tidak tahu tentang mata ini,jangan bicara masalah mata itu.." ucap Hana.
" Bulek...Apakah perlu aku membunuh mereka semua?" ucap Bejo.
" Jangan Jo..."
" Tolong kamu obati pria yang terkena sabetan pedangku dengan tapak genimu.." ucap Hana.
Bejo berjalan ke arah pria yang terluka terkena sabetan pedang. Begitu sampai,ia tak jadi menggunakan ilmunya,karena melihat luka pria itu sedang di jahit.
Hana mengambil hapenya lalu menghubungi kakek Zhang.
Tuuut...Tuuut...Tuuut..
" Assalam mu'alaikum Hana - chan.." suara kakek Zhang.
" Wa'alaikum salam... Apakah kakek punya keluarga bernama Kwang Kong Fei Han..?" ucap Hana.
" Kwang Long Fei Han.." suara kakek Zhang.
" Iya kakek...Ada enggak?" ucap Hana.
" Hemm...."
" Enggak ada Hana - chan... Keluargaku di china memakai marga Shang.." suara kakek Zhang.
" Di sini ada orang yang memiliki mata seperti kita..." ucap Hana.
" Se...Se...Serius ?" suara kakek Zhang.
" Iya...Hana serius...Apa kakek mau bicara dengan dia.." ucap Hana.
" Coba berikan hapemu Hana.." suara kakek Zhang.
Hana memberikan hapenya ke Kwang Long.
" * Kakek saya ingin bicara kepadamu.." ucap Hana.
__ADS_1
Kwang Long menerima hape Hana,.
" Namaku Kwang Long Fei Han.,Siapa namamu"
" Kita ucapkan secara bersama - sama bagaimana..."
" Menembus cahaya menerangi kegelapan,Segala yang merintangi akan kami habisi.." ucap Kwang Long membaca kalimat rahasia keluarga Han.
Kwang Long terkejut,mendengar suara pria yang ucapannya sama.
" Ja...Ja..Jadi kamu adalah.."
" Lalu..Siapa wanita yang memakai pakaian tertutup ini.."
" Ooo...Cucumu..Iya...Iya.." ucap Kwang Long. Akhirnya setelah sekian lama menemukan keluarganya yang terpisah.Akibat pemburuan dari kelompok aliran sesat.
Kawang Long mengobrol dengan kakek Zhang.
Kakek Zhang mengetahui kalimat rahasia itu dari surat yang di berikan oleh ibunya.
Sementara Hana membantu orang yang terluka akibat serangannya.
---***---
Di sisi Bayu.
Malam hari.
Bayu berjalan kaki menuju pos selanjutnya. Yang berjarak 20 km. Rute yang ia lewati sangat mudah,tidak ada tebing dan jurang. Hanya pepohonan,sungai,dan danau saja.
" Jika berjalan terus...Aku akan sampai di pos terakhir...Ayook Bayu....Kamu bisa..."
" Eh...Jiang deh...Bayu namaku di indonesia.." ucap Bayu.
Akhirnya Bayu mengetahui nama Aslinya, meskipun tak semua ia ingat. Ia tetap merahasiakan nama itu.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh,akhirnya Bayu sampai di pos terakhir sebelum waktu subuh.
Bayu memberi hormat kepada tentara yang bertugas.
" *Lapor..10021987AD telah menyelsaikan misi. Laporan selesai.." ucap Bayu.
" Di mana rekanmu.." ucap penjaga.
" * Siap....Mereka meninggalkanku pak.." ucap Bayu.
" Siapa saja yang meninggalkanmu?"
Bayu menyebut nama teman - temannya.
" Silahkan beristirahat..." ucap pengawas.
" * Siap...Terima kasih pak..." ucap Bayu.
Bayu segera berjalan menuju sebuah tenda tempat istirahat.
" Dia sangat berani berjalan sendirian di tengah kegelapan malam.." ucap pengawas.
Setelah Bayu sampai,ia meletakkan tasnya,dan melepaskan sepatu,lalu pergi keluar untuk berwudhu.
Di dalam tenda,tidak ada seorangpun di dalam tenda tersebut.
Setelah selesai ia shalat. Bayu pergi ke tenda satunya yang bertuliskan dapur.
Bayu melihat tumpukan makanan,berupa Mie,makanan kaleng,dan air mineral.
Bayu mengambil makanan kaleng yang berisi nasi dan ikan,lalu menyalakan kompor.
" Akhirnya....Aku bisa makan dengan kenyang..." ucap Bayu dalam hati.
30 menit kemudian.
Bayu berada dalam tenda tempat beristirahat. Ia baru saja selesai makan sebanyak 3 kaleng.
Heeeekkkk..... Bayu sendawa.
" Alhamdulilah...Kenyang..."
" Istirahat sebentar,lalu tidur.." ucap Bayu dalam hati.
" Gak ngentu kah Bay..." suara Jalu tiba - tiba muncul.
__ADS_1
Bayu menoleh kanan dan kiri,karena mendengar suara pria. Lalu Bayu keluar tenda,ia tak melihat siapa - siapa. Kemudian masuk lagi ke dalam tenda.