
Di rumah Bayu pukul 17.25
Bayu berada di halaman belakang memberi makan ke dua kambingya setelah selesai belajar bahasa jepang.
Khalisa datang menghampiri Bayu.
"Mas..." ucap Khalisa.
"Iya dek..." ucap Bayu meletakkan pakan kambing lalu menghampiri Khalisa.
"Hem...Tadi adek dah bilang ke Ayu dan Diana..
"Mas saja yang kesana antar Sulis ke rumahnya..Kita gak ikut.." ucap Khalisa.
"Kenapa kalian gak ikut?" ucap Bayu.
"Hem...Kita mau ke Salon sama ke pasar buat beli baju buat lebaran...Gimana mas... Noleh ya...Adek pengen ke salon.." ucap Khalisa.
"Oouhh..Begitu..Ya mas izinin...
"Ambil saja uang yang ada di brangkas itu dek" ucap Bayu.
"Adek gak berani mas..." ucap Khalisa.
"Ya elah...Kenapa gak berani,adek kan istriku..Uangku...Ya uang adek dan juga Ayu serta Diana.." ucap Bayu.
"Mas aja yang ambil...Adek gak mau,meskipun adek bisa buka lemari besi itu.." ucap Khalisa.
"Yo wes...." ucap Bayu.
Bayu mencuci tangan di keran. Kemudian merakul Khalisa.
Emmuaach... Bayu mencium pipi Khalisa.
"Kapan kita ke jepang mas..Adek pengen ke sana?" ucap Khalisa.
"Pas Ayu libur setelah ulangan sayang...Baru kita kesana...Kalau gak selesai ulangan,nanti dia banyak ketinggalan pelajaran..." ucap Bayu.
Bayu berjalan sambil merangkul Khalisa menuju rumah.
Setelah Bayu sampai di meja makan,Bayu tak melihat Melisa.Sebab Melisa ikut makan bersama saat buka puasa.
"Mel kemana dek?" ucap Bayu.
"Gak tahu mas.." ucap Khalisa.
"Melisa pulang kerumahnya bersama Daniel Bay..." ucap Lukman
"Ooo...Begitu...
"Sulis mana..?" ucap Bayu.
"Tuuuh..." ucap Lukman sambil menunjuk.
Bayu membalikkan badan,ia melihat Sulis berjalan ke arahnya. Lalu duduk di kursi.
Tak lama kemudian,waktu magrib pun tiba.Mereka pun berbuka bersama.
---***---
Hari minggu pukul 6.40.
Setelah Sulis shalat tahajud di ruang shalat,ia shalat tahajud sendiri di dalam kamarnya.
Nampak Bayu memakai kaos dan celana panjang berjalan ke arah kamar Sulis.
Tok...Tok...Tok..
"Liis..." ucap Bayu.
"Ya mas...Tunggu sebentar.." suara Sulis.
Tak lama kemudian.
Ceklek...Kriiieet...Pintu terbuka lebar.
"Ada apa mas...?" ucap Sulis.
"Jadi gak kerumahmu..?" ucap Bayu.
"Hem....Gak usah deh mas...Aku takut..." ucap Sulis.
"Gak usah takut...Dah siap - siap sudah,keburu siang..Aku tunggu di bawah ya.." ucap Bayu lalu berjalan ke arah kamar Diana untuk mengambil jaket dan tas.
Setelah Bayu memgambil jaket dan tas ia berjalan ke garasi mobil.
"Pakai mobil apa ya...
Bayu bingung mau pilih mobil apa melihat di garasi banyak mobilnya.
"Pakai Lamborghini,BMW, apa Rubicon ya...
"Heemmm.......
"Rubicon aja lah...Lama gak aku pakai...
Bayu berjalan ke tempat kunci berada,setelah itu ia berjalan ke mobil,lalu memanaskan mesin mobil tersebut sambil menunggu Sulis datang.
10 menit kemudian,Bayu memgeluarkan mobil dari garasi menuju teras rumah. Setelah itu Bayu duduk di teras rumah. Seorang pengawal datang menghampiri Bayu.
"Bos....Bos mau pergi?"ucap Pengawal.
"Iya pak...Aku mau ke Jogja...Bapak gak usah mengawalku,kalian jaga istriku,sebab mereka akan pergi." ucap Bayu.
"Siap bos.." ucap pengawal.
20 menit kemudian Sulis datang memghampiri Bayu.
Bayu mencium aroma parfum yang di pakai Sulis.
"Mas..." ucap Sulis.
Bayu menoleh ke arah Sulis kemudian berdiri, ia melihat Sulis dari atas ke bawah. Sulis memakai pakaian muslimah dan membawa tas,serta memakai make up tak seperti biasanya. Biasanya Sulis tak memakai make up jika di rumah maupun ke kampus.
"Sulis mana?" ucap Bayu sambil menoleh ke dalam rumah.
"Aku Sulis mas..." ucap Sulis.
"Masaa seh...
Bayu melihat wajah Sulis kembali.
"Mbak jangan ngaku - ngaku Sulis....
"Sulis yang ku kenal wajahnya emang cantik... Tapi gak secantik mbak..."ucap Bayu
Muka Sulis bersemu merah,karena dirinya tak pernah di puji oleh Bayu. Di tambah Bayu adalah pria yang di cintainya,meskipun cintanya tak terbalas.
"Gak jadi deh... Aku tidur saja..." ucap Sulis pura - pura ngambek.
"Nah...kalau ngambek begini,baru Sulis yang ku kenal..." ucap Bayu.
Sulis menggelitiki Bayu.
"Ha.....Ha.....Ha...Ha....Ha...Ha....Geli Lis...Ha....Ha...Ha..
Sulis menghentikan aksinya.
"Yuk berangkat" ucap Bayu.
"Loh...Istri mas gak ikut?" ucap Sulis tak melihat ketiga istri Bayu.
"Enggak...Mereka ada perlu..." ucap Bayu.
"Gak jadi deh mas..." ucap Sulis sungkan. Meskipun di dalam hatinya mersa sangat senang bisa berduaan dengan Bayu.
Bayu memegang pergelangan tangan Sulis.
"Eh...!!!??? Sulis terkejut saat Bayu memegang tangannya.
"Gakpapa...Yuk...Keburu siang loh..." ucap Bayu sambil menarik tangan Sulis.
Mau gak mau Sulis mengikuti Bayu.
Pengawal membuka pintu ,lalu Sulis masuk ke dalam ,Bayu menutup pintu.
Kemudian Bayu berjalan menuju pintu kemudi lalu masuk dan menutup pintu.
"Bawa mukena kan kamu Lis..." ucap Bayu sambil memasang sabuk pengaman tanpa melihat Sulis.
"Bawa mas..." ucap Sulis.
Bayu menyalakan mesin mobil.
"Bismilah...Semoga selamet sampai tujuan...Amiin.." ucap Bayu lalu menjalankan mobilnya.
Penjaga membuka pintu pagar saat mobil Bayu akan keluar. Begitu mobil Rubivon keluar,petugas menutup kembali pintu pagar.
"Lis..." ucap Bayu sambil menyetir.
"Iya mas.." ucap Sulis.
"Kamu berapa bersaudara?" ucap Bayu.
"3 mas...." ucap Sulis.
"Kamu nomor berapa?" ucap Bayu.
"Aku yang terakhir mas.." ucap Sulis.
"Ooo gitu...Yang pertama cewek apa cowok?" ucap Bayu.
"Cowok semua mas,aku aja yang cewek..." ucap Sulis.
"Wuiiih...Enak dong cewek sendirian..." ucap Bayu.
"Ya enaklah mas...Aku tuh paling di sayang...
"Apapun yang ku minta,kakak - kakakku selalu menurutinya.."ucap Sulis.
"Mereka sudah berumah tangga apa belum?" ucap Bayu.
"Sudah mas...Yang pertama di kota Jogja,yang ke dua tinggalnya tak jauh dari rumah ortuku.." ucap Sulis.
"Hem...Begitu..." ucap Bayu.
"Oh iya mas..Aku boleh gak ikut ke jepang...
"Aku pengen banget ke sana.Kalau gak boleh ya gakpapa seh.. " ucap Sulis.
"Boleh...Nanti aku juga mengajak teman - teman pergi ke sana....
"Tapi nunggu Ayu selesai ulangan ya Lis" ucap Bayu.
"Kapan ulangan Ayu mas?" ucap Sulis.
"Gak tahu Aku Lis..." ucap Bayu.
Bayu membelokkan mobilnya ke pom bensin,ia mengambil jalur pertamax.
Sulis mengambil kaset CD lagu Pop MP3 lalu memasukkan ke dalam CD player.
Terdengar suara musik lagu Nike Ardila.
Bayu memajukan mobilnya ketika mobil di depannya selesai mengisi,lalu membuka penutup BBM kemudian turun dari mobil.
"Isi full pak.." ucap Bayu.
Setelah selesai mengisi dan membayar,Bayu naik ke mobil.Setelah itu menjalankan mobilnya.
__ADS_1
"Mas...." ucap Sulis.
"Iya Lis..." ucap Bayu.
"Sebenarnya..." ucap Sulis
Bayu menoleh sebentar ke Sulis.
"Sebenarnya apa Lis..." ucap Bayu.
"Sebenarnya aku minta maaf mas.." ucap Sulis.
"Minta maaf soal apa?" ucap Bayu.
"Aku....
"Aku berbohong pada mas malam itu..." ucap Sulis memberanikan diri,sebab ia merasa tak enak hati pada Bayu. Bayu sangat baik pada dirinya.
"Bohong yang mana Lis?" ucap Bayu menoleh sebentar ke Sulis.
"Soal aku kangen sama papaku..." ucap Sulis.
"Iya aku maafkan...Lantas kenapa kamu menangis malam itu.." ucap Bayu.
"Aku...
"Aku...." ucap Sulis.
"Aku apa Lis...Katakan saja....Aku gak akan marah padamu" ucap Bayu.
"Aku meminta pada Allah agar di hilangkan rasa cintaku pada dirimu mas...
"Jujur...Sampai saat ini aku masih mencintaimu mas...
Air mata Sulis keluar.
"Nah loh... Kamu harus tanggung jawab Bay..Dia benar - benar jatuh cinta padamu dan ingin merasakan keperkasaanmu." suara Jalu.
"Jangkreeek..." ucap Bayu dalam hati.
Bayu tak tega melihat wanita menangis,hatinya terasa sakit,sebab ibunya mewanti - wanti, jangan pernah membuat wanita menangis.
Bayu menepikan mobilnya,setelah itu melihat ke arah Sulis.
"Aku dah berusaha memendam perasaanku padamu mas...
"Aku ingin ngekos sendiri agar aku dapat melupakanmu dan berusaha mencintai Ahmad sepenuh hati...
"Tapi...
"Mas larang aku untuk ngekos...
Air mata Sulis mengalir deras,ia meluapkan perasaannya.
"Sakit hatiku mas melihat mas bersama istri mas...
"Aku ingin sekali berada di sisi mas seperti Putri,Ayu dan Diana... aku Ingin di manja dan di sayang oleh mas....
"Seandainya aku bisa memutar waktu,aku akan menerima mas saat mas mau menikahiku. saat di kossan waktu itu." ucap Sulis lalu memgelap air matanya.
"Ya Allah... Kok jadi begini seh...
"Jika aku biarkan dia ngekos...Aku takut dia kenapa - kenapa,sedangkan di kampus saja ada orang yang berusaha mendekati dia... Apakah aku salah bila melakukan itu pada Sulis..." ucap Bayu dalam hati tak tega melihat Sulis menangis.
"Kamu salah Bay...Semakin lama dia tinggal bersamamu,maka dia semakin tersakiti.. Seharusnya biarkan dia tinggal di luar,tapi di jaga.." suara Sekar.
"Aku dah berusaha bersikap biasa padamu mas di depan istri mas dan teman - teman...
"Tapi,di dalam kamar...Aku selalu sedih mas...Apakah aku salah bila aku mencintaimu mas...
"Ternyata dia menangisiku tiap malam,ya Allah...Apa yang harus aku lakukan. Aku tak tega melihat dia bersedih..." ucap Bayu dalam hati.
"Aku gak sanggup mas hidup begini terus menunggu bang Ahmad mengucapkan ijab kabul untukku....
"Perhatian mas padaku,membuatku semakin cinta padamu mas..." ucap Sulis.
"Nanti dia kenapa - kenapa mbak... Dan tidak ada yang mengajari dia dan mengawasi dia..." ucap Bayu dalam hati.
"Dari ucapanmu sudah jelas... Kamu mencintai dan menyanyangi dia,meskipun itu tak kamu ucapkan.." suara Sekar.
"Dia suka nyakitin hati cewek... Tapi sayang dia gak peka..." suara Jalu.
Bayu mengusap air mata Sulis. Sulis melihat ke wajah Bayu.
"Maafkan aku Lis,aku gak bisa menerima cintamu,ku akui aku memang sayang padamu..Tapi rasa sayangku padamu hanya sebatas keluarga saja...
"Aku melakukan itu karena aku takut dirimu kenapa - kenapa...
"Kamu bisa lihat sendiri kan...Ada cowok yang mendekatimu...Padahal kamu sudah bilang punya calon suami...Bila kamu ngekos ,lalu cowok itu datang memghampirimu kemudian berbuat tidak - tidak padamu... Aku yang merasa bersalah..." ucap Bayu.
"Iya mas...Aku lihat itu...Maafkan aku mas.." ucap Sulis.
"Wanita itu gampang rapuh bila berhadapan dengan masalah cinta Bayu... Dia bisa nekat berbuat apa saja.. Bahkan bunuh diri ia lakukan karena terlalu sakit yang ia rasakan.." suara Sekar.
"Mbak...Jangan membuat aku bersalah nah mbak..Aku lakukan itu karena memganggap Sulis itu keluargaku..Dan mereka juga akan menikah.." ucap Bayu dalam hati.
"Kalau gak mau dia sakit hati,kamu ngentuin dia Bay...Di jamin gak sakit hati...Apa lagi tiap hari " suara Jalu.
"Jangkreek..." ucap Bayu dalam hati.
"Dah...Ayo Bay bawa dia ke kamar penginapan.. Mumpung lagi berdua..." suara Jalu.
"Mbak Sekar...Bisa gak mbak membuat dia pikirannya tenang gak ada niat bunuh diri.." ucap Bayu dalam hati.
"Kamu kan seorang calon pemimpin,berusaha dulu...Jika tak mampu...Maka minta tolong pada yang lain..." suara Sekar.
"Mau ku bantu gak Bay..." suara Jalu.
"Jangan mau Bay...Kalau dia bantu...Pasti kamu akan terjerumus...Kamu bisa menyetubuhii Sulis tanpa kamu sadari.." suara Sekar.
"Lah...Aku kan bantu buat Sulis gak bunuh diri,biar dia bersatu dalam kenikmatan..." suara Jalu.
Bayu tak menjawab ocehan makhluk yang bisa bicara pada dirinya,ia mengambil hapenya untuk menghubungi Ahmad.
"Assalam mua'laikum..." suara Ahmad.
"Wa'alaikum salam warah matullah...
"Kang..." ucap Bayu.
"Apa Bay.." suara Ahmad.
"Sulis tinggal bersamamu.. Gimana? bisa apa enggak kang?" ucap Bayu.
"Sulis kenapa Bay?" suara Ahmad.
"Gakpapa... Bisa gak kang?" ucap Bayu.
"Bentar... Aku tanya Babe dulu Bay...Nanti aku telpon..." suara Ahmad.
"Iya...Aku tunggu..." ucap Bayu.
Panggilan berakhir.
"Mass...Ayo lanjut jalan...Aku mau ketemu sama ibuku..." ucap Sulis.
"Gak pengen ketemu sama ayahmu kah Lis..." ucap Bayu.
"Pengen mas...Tapi aku takut...Aku pengen ketemubdi luar saja.." ucap Sulis.
Bayu menyentuh pundak Sulis sambil melihat wajahnya.
"Aku akan menemanimu,bila dia menghajarmu...Aku akan menghajar dia..Jadi...Kamu gak usah takut ya Lis.." ucap Bayu.
"Jangan mas...Mas jangan pukul papaku..Biarkan saja dia memukulku...Karena aku yang bersalah..." ucap Sulis.
"Baiklah....Aku tak akan biarkan itu terjadi,dan aku akan melindungimu..." ucap Bayu.
Bayu mengambil tasnya,untuk mengambil Headsetnya,setelah memasang di hape agar lebih mudah mengobrol saat menyetir.
Setelah selesai memasang,ia menjalankan mobilnya.
10 menit kemudian.
Hape Bayu berdering,Bayu melihat layar hape lalu menerima panggilan tersebut.
"Gimana Kang?" ucap Bayu.
"Gak bisa Bay... Takut ada fitnah dan omongan macam - macam dari tetangga. Soalnya tetangga tahu Sulis berada di rumahmu dan tahu aku akan menikahi Sulis setelah lebaran Haji,jika nanti tinggal di rumahku,otomatis mereka akan bertanya,dan beranggapan negatif..Emang Sulis kenapa Bay?" suara Ahmad.
"Pengen ngekos dia..." ucap Bayu.
"Jangan boleh Bay...
"Oh iya... Gimana Sulis tinggal di tempat keluargamu yang lain Bay" suara Ahmad.
"Ide yang bagus....Nanti aku coba bilang ke dia...Ya sudah kalu gitu kang,soalnya aku lagi nyetir...Assalam mu'alaikum" ucap Bayu.
"Wa'alaikum salam..." suara Ahmad.
Bayu mematikan hapenya.Lalu membuka kaca jendela untuk membayar Tol,setelah itu menutup kaca mobil.
"Lis...Kamu mau gak tinggal di rumah Ayahnya Diana.." ucap Bayu.
"Sungkan aku mas...Soalnya aku tak terlalu kenal..
"Aku tinggal di rumah Annisa aja mas.." ucap Sulis.
"Tadi aku juga sudah bilang begitu Lis ke kang Ahmad,cuman...
"Kata pak H. Ridwan tidak bisa...
"Takut ada Fitnah dan omongan jelek dari tetangga...Sebagian sudah tahu bahwa kalian akan menikah." ucap Bayu.
"Ya sudah mas...Aku tinggal di rumah mas aja." ucap Sulis.
Mereka pun diam tak bicara.
Bayu menoleh ke Sulis. Ia melihat Sulis sedang mengetik kemudian Bayu melihat depan lagi.
Bayu memperbesar volume musik,terdengar alunan musik Jamrud,Bayu ikut bernyanyi untuk meluapkan emosi yang ada di dalam dirinya.
Waktuku mandi sambil nyanyi nyanyi..🎶
Lagu ga karuan malah kayaknya kampungan🎶
Lagi asyik nyanyi ada yang memanggil🎶
Aku lempeng aja malah suara makin tinggi🎶
Ha.....Ha....Haaaaaaa....
Pintu digedor🎶
Kepalaku nongol 🎶(astaghfirullah)
Pak rw datang bawa polisi🎶
Aku diseret dari kamar mandi🎶
Tanpa handuk tanpa baju🎶
Kata mereka nenek sebelah mati 🎶
Waktu ngedenger aku lagi nyanyi🎶
Karena suaraku jantung si nenek kumat lagi🎶.
"Masss..." ucap Sulis agak nyaring sambil memegang lengan Bayu.
__ADS_1
Bayu mengecilkan volume.
"Ada apa Lis?" ucap Bayu sambil menoleh ke Sulis kemudian melihat ke depan.
"Apakah aku harus jujur pada Ahmad?" ucap Sulis.
"Jujur tentang apa dulu.." ucap Bayu.
"Jujur bahwa cintaku lebih besar kepadamu mas,daripada ke Ahmad...Soalnya dia tanya seberapa besar cintaku pada dia dan ke mas." ucap Sulis.
"Jangkrek...Ne cewek jujur amat.." ucap Bayu dalam hati.
"Hem.... Bilang apa ya...
"Aku juga bingung Lis...Soalnya lagi puasa...Kalau bohong... Berdosa,gak berbohong nyakitin dia..." ucap Bayu.
"Nah itu dia mas...Aku juga bingung..." ucap Sulis.
"Bilang ,Kenapa tanya begitu...Apakah kamu gak percaya sama aku ? Jika gak percaya,aku akan mencari cowok lain..Balas aja begitu Lis.." ucap Bayu.
"Hem....Mas pinter juga ya untuk ngeles.." ucap Sulis.
"Untuk menghindari saja Lis..Jadi dia gak akan tanya lagi tentang itu,karena takut kehilanganmu.." ucap Bayu.
Sulis mengetik pesan sesuai ucapan Bayu,lalu mengirim pesan tersebut.
Tak lama kemudian,muncul blasan sms dari Ahmad.
"Iya mas...Dia gak jadi tanya itu,malah dia gak mau aku tinggalin.." ucap Sulis.
Setelah menempuh perjalanan,akhirnya mereka sampai di desa Jati Asih.
"Coba telpon Ibumu Lis...Ada gak ibumu di rumah...Nanti mereka keluar lagi.
"Iya mas..." ucap Sulis.
Sulis memghubungi ibunya.
Tak lama kemudian.
"Mamaku ada di rumah...Papaku juga dirumah mas" ucap Sulis.
"Oke....Kita beli oleh - oleh apa enggak neh Lis?" ucap Bayu.
"Hem....Belikan buah aja mas...Buah Anggur,jika gak ada belikan Melon.." ucap Sulis.
"Siap tuan putri..." ucap Bayu.
Saat Bayu melihat ada penjual Buah. Bayu menepikan mobilnya,lalu turun dari mobil untuk membeli buah.
Setelah selesai membeli buah,Bayu membuka pintu tengah untuk meletakkan buah yang ia beli,lalu menutup kemudian membuka pintu kemudi.
Bayu naik ke mobil,pintu di tutup kemudian Bayu menyalakan mesin mobil dan menjalankan mobilnya.
"Masih jauh kah Lis?" ucap Bayu.
"Bentar lagi mas...Jangan terlalu ngebut..
Tak lama kemudian.
"Masuk di jalan itu mas..." ucap Sulis sambil menunjuk.
Bayu membelokkan mobilnya.
"Terus yang mana rumahmu Lis?" ucap Bayu.
"Di sana mas...
30 meter sebelum rumah Sulis.
"Itu pintu pagarnya mas.." ucap Sulis.
Bayu melihat pintu pagar terbuka,lalu Bayu memasukkan mobilnya. Kemudian berhenti.
"Luas juga halaman rumahnya..." ucap Bayu dalam hati melihat halaman rumah Sulis.
"Mas...Aku takut...Di rumah ada papa..." ucap Sulis.
"Berdo'a dulu... Supaya papamu gak marah padamu..." ucap Bayu.
Sulis pun berdo'a.Selesai berdo'a.
"Mas...Aku masih takuut.." ucap Sulis ketakutan.Sebab ia trauma saat melihat ayahnya waktu itu sangat marah besar. Seumur hidup,ia tak pernah di marahi oleh ayahnya.
"Aku akan menemanimu ,jadi gak usah takut..Ayo turun." ucap Bayu.
Mereka kemudian turun dari Mobil. Bayu memgambil kantong plastik berisi buah anggur,kemudian berjalan memghampiri Sulis.
Sulis memegang lengan Bayu karena ketakutan.
"Selama papamu makan nasi seperti kita,gak usah takut.. Kecuali papamu makannya sesajen..Itu baru boleh takut..." ucap Bayu lalu berjalan.
Sesampai di depan pintu yang terbuka,Bayu mengetuk pintu.
Tok....Tok....Tok....
"Permisi..." ucap Bayu.
Tak lama kemudian,muncul seorang pria berusia 50 an tahun,rambut sebagian memutih dan berkumis. Perut buncit,tingginya hanya setelinga Bayu.Dia adalah ayahnya Sulis.
Sulis menundukkan kepala,tangannya gemetar sambil memegang lengan Bayu.
Ayahnya Sulis melihat Bayu dari atas ke bawah,lalu melihat wanita berjilbab yang menundukkan kepala.
"Sepertinya aku pernah lihat pemuda ini,tapi dimana ya?" ucap ayahnya Sulis dalam dalam hati.
"Anda siapa dan ada keperluan apa?" ucap Ayahnya Sulis.
Ibunya Sulis muncul,ia berdiri di samping suaminya.
"Saya Bayu pak,saya ke sini untuk bersilaturahimi dengan bapak,dan juga mengantar Sulis pak.."ucap Bayu.
Ayahnya Sulis melihat ke arah Sulis.
"Ooo...Rupanya kamu...
Ayahnya Sulis berkata sambil memdelikkan matanya
"Mau ngapain kamu di sini...Kamu sudah aku usir dari rumah ini..
"PERGIIIII KAMU DARI SINI...." ucap ayahnya Sulis marah.
"Jancook....Wajahnya lebih seram dari pada hantu yang aku temui" ucap Bayu dalam hati melihat wajah ayahnya Sulis.
"Bay...Pulang aja yukk.." ucap Sulis lirih sambil gemetaran karena takut terhadap ayahnya.
"Sepurane pak... Sulis ingin sekali bertemu dengan bapak, meskipun bapak tidak menganggap Sulis sebagai putri bapak lagi..." ucap Bayu mencoba membujuk ayahnya Sulis
"Aku tak sudi melihat anak yang durhaka pada agama dan kedua orang tua..PEERGIIII..." ucap ayahnya Sulis.
"Lihatlah Sulis pak...Dia sangat ketakutan melihat bapak,di hatinya masih menyanyangi dan mencintai bapak..Walaupun bapak sudah tidak menganggap Sulis anak bapak lagi." ucap Bayu.
Ayahnya Sulis melihat Sulis gemetaran,muncul rasa iba,meskipun di dalam hatinya sangat marah dan kecewa. Setelah waktu ia memarahi Sulis pertama kali,hatinya menangis. Kini ia memarahi Sulis kembali.
Tiba - tiba Sulis pingsan karena tak kuat menahan siksaan bathin,Bayu menahan tubuh Sulis.
"Lihatlah putri bapak,ia tak kuat menahan rasa rindunya pada bapak hingga pingsan begini" ucap Bayu.
"Bawa masuk ke dalam..." ucap ayahnya Sulis.
Bayu mengangkat Sulis,lalu membawa masuk ke dalam.
"Ma...Buka kamarnya Sulis dan ambilkan minyak kayu putih...
Ibunya Sulis segera membuka pintu kamar.
"Bawa dia masuk ke dalam" ucap ayahnya Sulis.
Bayu meletakkan Sulis di tempat tidur,kemudian ibunya Sulis memberikan minyak kayu putih pada suaminya.
Ayahnya Sulis membuka tutup botol minyak kayu putih,lalu di letakkan di hidung Sulis.
Bayu memperhatikan Ayahnya Sulis,bila berbuat yang mengancam keselamatan Sulis,ia langsung bergerak cepat.
Tak lama kemudian,Sulis siuman,Ia melihat ayahnya dekat dengan dirinya. Sulis langsung bangun ia menghampiri Bayu lalu memeluk Bayu.
"Mas...Pulang yuk..." ucap Sulis gemetaran karena sangat ketakutan.
Bayu membalas pelukan Sulis agar ia tenang sambil mengusap punggungnya.
"Ayoo....." ucap Bayu.
Sulis melepaskan pelukannya,kemudian berjalan ke luar kamar.
"Jika kamu langsung pulang,aku tak akan memaafkanmu,tapi...
Bayu dan Sulis menghentikan langkahnya.
"Bila kamu di sini sampai besok pagi,aku akan memafkanmu.." ucap ayahnya Sulis.
"Tuh dengar Lis...Kamu mau pulang sekarang apa besok?" ucap Bayu.
Ibunya Sulis menghampiri Sulis.
"Sayang...Pulang besok pagi aja ya... Papamu akan memaafkanmu.." ucap ibunya Sulis.
Sulis memeluk ibunya.
"Iya ma....Sulis besok pagi pulangnya..." ucap Sulis lalu menangis.
Ibunya Sulis mengusap punggung Sulis.
"Lis...." ucap ayahnya Sulis.
Sulis melihat ke arah ayahnya.
"Maafin Sulis paa..." ucap Sulis.
"Peluk papa,baru papa akan memafkanmu..." ucap ayahnya Sulis.
Sulis menghampiri ayahnya lalu memeluknya.
Ia mengeluarkan air mata bahagia,yang awalnya rasa takut di dalam dirinya,kini sirna berganti rasa senang dan bahagia.
Ibunya Sulis ikut memeluk Sulis.
"Alhamdulillah...Akhirnya...Ayahnya mau memaafkan Sulis...Terima kasih ya Allah." ucap Bayu dalam hati.
Tak lama kemudian,mereka melepaskan pelukannya.
Ayahnya Sulis,memghapus air mata Sulis,ia tak tega melihat Sulis menangis,karena ia sangat memyanyangi Sulis.
"Kalau gak salah,papa pernah bertemu dengan pacarmu Lis.." ucap ayahnya Sulis.
"Asem...Aku bukan pacarnya Sulis pak" ucap Bayu dalam hati.
"Bayu ini orang yang telah menggauli Sulis pak...Ayo pak...Nikahin mereka...Biar Bayu bisa merasakan jepitan lubangnya Sulis lagi..." suara Jalu.
"Jancoook..." ucap Bayu dalam hati.
"Ha....Ha....Ha...Ha...Ha...Ha....Ha..." suara Jalu tertawa.
"Waktu Sulis masuk rumah sakit itu loh pa.." ucap Sulis.
"Aaaaa.....Iya.... Waktu di rumah sakit... Papa baru ingat...
Ayahnya Sulis menghampiri Bayu. Bayu mengulurkan tangan,ayahnya Sulis menyambut,kemudian Bayu mencium tangan ayahnya Sulis.Ayahnya Sulis memeluk Bayu.
"Yang namanya jodoh gak ke mana - mana....
__ADS_1
"Kalian sudah nikah?" ucap Ayah Sulis.
"Sudah pak..." ucap Bayu...