SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
SAMPAI DI RUMAH KAKASHI


__ADS_3

"Thanks.. But..


"I'm married. That's my wife " ucap Bayu sambil menunjuk istrinya.(Saya sudah menikah. Itu istri saya)


"Ooouh... Iam sory..


"I thought you weren't married " ucap Grace.(saya pikir kamu belum menikah)


"it doesn't matter...(tidak apa - apa)


"Pleased to meet you(Senang berkenalan denganmu)..." ucap Bayu.


"Me, too" ucap Grace.


"Diampuut...Tak kiro sediluk wae...Dilalah suwine ra umum..." ucap Bimo.


Grace menghampiri teman - teman Bayu.


Tak lama kemudian mereka keluar dari pesawat. Pesawat yang mereka tumpangi transit satu kali,setelah itu terbang ke Osaka.Mereka pikir sudah sampai,tak tahunya belum.


Mereka beruntung,karena tidak ada badai salju saat mereka datang, sehingga pesawat yang mereka tumpangi dapat mendarat dengan sempurna,bila ada badai salju maka terpaksa pesawat itu mencari bandara yang lain.


Mereka di sambut cuaca yang dingin tak seperti cuaca di jakarta.


"Diampuut...Adem tenan rek nang kene..." ucap Bimo.


"Namanya juga musim dingin Bim...


"Oh iya Ayu...


"Apakah di rumahmu ada Sake?" ucap Daniel.


"Ada...Jika mau,ayahku bisa membawakan minuman lainnya " ucap Hinata.


"Man...Lapo awakmu di jak mentil karo Grace ora gelem?" ucap Lukman.


"Diampuut... Aku iki bingung..Ora iso boso inggris blas.." ucap Bimo.


"Coba di iyakan aja,nanti kalau dia ngomong kamu jawab yes sama no aja.." ucap Daniel.


"Emmooh..." ucap Bimo.


"Sepertinya dia naksir kamu itu Bim..." ucap Lukman.


Grace berjalan berada di depan mereka yang berjarak 3 meter,lalu Grace menoleh ke Bayu cs.Setelah itu menghampiri Bayu cs.


"Nah loh...Iya kan..." ucap Daniel.


"Asem...Aku ora iso blass..." ucap Bimo.


"How many days have you been in Japan?" ucap Grace.(Kalian berapa hari tinggal di jepang?)


"Berapa hari Bay?" ucap Daniel.


" if there are no obstacles..Two weeks.." ucap Bayu.(Kalau tidak ada halangan 2 minggu.)


"After that?" ucap Grace.(setelah itu)


"Muleh nang omah..." ucap Bayu.(pulang kerumah.)


Grace ????


"Go back to Indonesian.." ucap Daniel.


"Oke...thanks for the information, hope we meet again" ucap Grace lalu berjalan cepat menyusul kedua orang tuanya.


"Seandainya dia tahu kita kerjain gimana ya?" ucap Lukman


"Paling kamu di ajak nikah sama dia " ucap Bayu.


"Diampuut..." ucap Lukman


"Ha...Ha...Ha...Ha...Ha...Ha..Ha..." Bayu dan yang lainnya tertawa kecuali Hana.


Mereka berjalan untuk mengambil tas koper mereka.


Bayu berdiri di samping ayah Grace yang menunggu kopernya.


Bayu dan ayahnya Grace saling menoleh.


Bayu tersenyum sambil memganggukkan kepala lalu melihat ke arah tasnya. Ayahnya Grace pun tersenyum.


Tak lama kemudian Bayu melihat tasnya berjalan di atas mesin yang berjalan,lalu mengambilnya.Lalu mengambil masker di dalam tas koper setelah itu memakainya tak lupa ia memakai kaca matanya.


"Bay..." ucap Bimo.


"Opo Bim.." ucap Bayu.


"Nang kene ono indomie gak yoo.." ucap Bimo.


"Luwe kah wetengmu?" ucap Bayu.


"He eh..


"Panganan nang pesawat ra iso ganjel wetengku.." ucap Bimo.


"Emboh yo..." ucap Bayu.


Setelah mereka mendapatkan tas kopernya masing - masing kemudian mereka berjalan.


"Orang tua Grace ternyata pengusaha...


"Mereka mengajak Grace jalan - jalan sekaligus menjalankan bisnis.." ucap Daniel.


"Bisnis opo Niel..?" ucap Bayu.


"Bisnis kendaraan..." ucap Daniel.


"Ooo....Kendaraaan to..." ucap Bayu.


Begitu mereka melewati pintu keluar,nampak banyak orang berlalu lalang di bandara.


"Wuiiih...Ayu - ayu cewek di sini.." ucap Lukman melihat gadis jepang.


Hinata berjalan menghampiri salah satu mobil taxi. Lalu berbicara menggunakan bahasa jepang dan menyelipkan kata sandi.


"He eh... Mirip yang aku tonton" ucap Daniel.


Setelah itu Hinata berpindah lagi ke Taxi lainnya. Setelah taxi ke 4,barulah Hinata menemukan orang suruhan pamannya. Hinata berjalan menghampiri Bayu.


Salju turun tak seberapa lebat,tapi suhunya membuat Bayu dan yang lainnya lumayan kedinginanan.


"Juancooook...Adem tenan reek...Ngerti ngene aku gowo selimut.." ucap Bimo.(Dingin banget...Tahu gitu aku bawa selimut).


"Ayoo...Saya sudah menemukannya.." ucap Hinata.


Mereka kemudian berjalan ke Taxi yang sesuai kode rahasia. Setelah sampai,mereka masukkan tas dalam bagasi,lalu masuk dalam mobil.


Bayu bersama ketiga istrinya dalam satu mobil.


Mereka di beri Baju tebal oleh sang supir. Lalu mereka memakainya.


"Kira - kira berapa lama kita sampai dik?" ucap Khalisa.


"Hem....Kurang lebih 1 jam..." ucap Hinata.


"Buset dah...Lama banget..." ucap Bayu dalam hati.


"Bay..." suara Sekar.


"Iya mbak..." ucap Bayu dalam hati.


"Sudah sampai di jepang?" suara Sekar.


"Sudah,ini lagi di dalam kendaraan...Mbak Sekar mau lihat?" ucap Bayu dalam hati.


"Iya...Aku penasaran banget Bay..." suara Sekar.


"Oke..Monggo mbak..." ucap Bayu dalam hati sambil menyandarkan kepala di kursi kemudian memejamkan mata.


Tak lama kemudian Sekar menguasai tubuh Bayu. Ia melihat suasana kota Jepang tersebut merasa takjub.


"Biyuuuh.... Apik tenan rekk..." ucap Sekar lirih melihat pemandangan kota Jepang.


Sekar celingukan melihat - lihat suasana kota jepang.


"Mas..." ucap Khalisa.


Sekar tak menjawab,ia asik melihat melihat suasana kota Jepang.


"Ngene yo ternyata kota jepang kuwi..." ucap Sekar takjub.


"Maaasss...." ucap Khalisa agak nyaring.


Sekar menoleh ke Khalisa.


"Ada apa?" ucap Sekar.


"Hem....Saat musim semi kita kesini lagi yuk..


"Adek pengen lihat bunga Sakura..." ucap Khalisa.


"Bunga Sakura itu bunga yang bagaimana?" ucap Sekar bingung,sebab di indonesia tidak ada bunga Sakura.Yang ia tahu Mawar,Melati, Kenanga,Kantil dll.


"Ya bunga atuh mas...Itu bunga khas Jepang,mekar di saat musom semi... Mau ya mauu...Adek pengen lihat.." ucap Khalisa.


"Iyakah...Bagus gak bunganya." ucap Sekar.


"Baguslah bunganya mas..." ucap Khalisa.


"Seriusss....?" ucap Sekar.


"Ya serius mas..." ucap Khalisa.


"Okee...." ucap Sekar.


Sekar kemudian menoleh ke arah depan lalu ke kiri dan ke kanan.


"Aneh...Kenapa dia gak manggil aku adek ya..?" Khalisa heran dengan sikap Bayu.


"Apa jangan - jangan dia di rasuki oleh Kumala Sari?" ucap Khalisa dalam hati.


Setelah puas melihat keindahan kota Jepang.Sekar menyenderkan kepala lalu memejamkan mata.


Tak lama kemudian Bayu kembali menguasai tubuhnya,ia membuka matanya.


Di saat Sekar menguasai tubuh Bayu,Bayu berada di alam Sekar,yaitu pematang sawah yang ada gubuknya.


"Mas...." ucap Khalisa.


"Iya dek..." ucap Bayu.


"Gak jadi..." ucap Khalisa.


"Aneh...Tadi gak ada manggil aku adek,sekarang manggil..." ucap Khalisa dalam hati.Khalisa akan menanyakan perhitungan jika Bayu tetap tak memanggil dirinya adek. Namun berhubung Bayu memanggil adek lagi,maka ia mengurungkannya.


Bayu melihat ke pemandangan kota Osaka.


Nampak warga jepang berjalan kaki,ada pula yang pakaiannya sangat seksi.


"Jancoook..." ucap Bayu lirih lalu melihat ke arah depan lalu menoleh ke arah Hinata.


"Yomesan...Ato dorekurai de tōchaku shimasu ka?" ucap Bayu.(Berapa lama lagi kita akan sampai?)


"Ee...Sugu ni tōchaku shimasu" ucap Hinata.(Sebentar lagi akan sampai.)

__ADS_1


"Bay..." suara Jalu.


"Ono opo Pakde..." ucap Bayu dalam hati.


"Aku pengen ndelok nah Bay..


"Aku Penasaran bange suasana Jepang kuwi koyok opo.." suara Jalu.


Bayu mendengar suara Jalu menjadi iba.Sebenarnya Bayu gak ingin jika makhluk yang Jalu itu berbuat yang tidak,sebab yangbdi bicarakam selalu masalah wanita.


"Pakde harus janji dulu..


"Janji gak boleh bicara,menggoda cewek lain,harus diam di tempat duduk.." ucap Bayu dalam hati.


"Iyooo aku janji..." suara Jalu.


Bayu kembali memejamkan matanya.


Tak lama kemudian,sosok yang bernama Jalu menguasai tubuh Bayu.


Jalu melihat pemandangan kota Jepang merasa takjub,di tambah melihat cewek - cewek cantik. Jika petualangannya memberontak,ingin rasanya menghampiri cewek - cewek itu lalu di ajak berkencan. Tapi apalah daya,dia sudah berjanji pada Bayu untuk diam saja.


"Nasib - nasib....


"Jika aku bisa keluar dari duniaku,pasti aku bisa berpetualang..." ucap Jalu lirih saat melihat cewek cantik.


Jalu melihat ke arah belakang.Ia melihat ketiga istri Bayu memakai cadarnya.


"Diamput...Malah pakai penutup wajah lagi..


Jalu melihat ke arah jendela lagi.


"Sudah belum pakde..." suara Bayu.


"Engko sek Bay...Aku jek durung puas nyawang kota Jepang.." ucap Jalu dalam hati sambil melihat keindahan kota Jepang.(Nanti dulu Bay,Aku belum puas melihat kota Jepang)


***


Sementara di tempat Bayu.


Bayu bersama seorang gadis cantik yang bernama Sekar. Ia bisa berkomunikasi dengan Jalu karena di beri tahu oleh Sekar.


Bayu mencabut tangkai padi di sawah,lalu di selipkan di bibirnya sambil menunggu Jalu selesai menikmati pemandangan kota Jepang.


"Kamu sudah tahu belum Bay tentang orang tua istrimu?" ucap Sekar yang duduk di gubuk.


"Hem...Bayu hanya tahu sedikit saja mbak...


"Yang ku tahu dia kepala preman menguasai kota Jepang." ucap Bayu.


"Wuiiihh...Keren..." ucap Sekar.


Bayu kemudian duduk di samping Sekar.Lalu menoleh ke arah Sekar.


Wajah Sekar cantik alami tanpa polesan bedak. Tak ada jerawat di wajahnya.


Lalu Bayu menoleh ke arah lainnya.


" Jadi ingat di kampung aku mbak jika lihat sawah di sini.." ucap Bayu melihat hamparan sawah yang di tanami padi.


Tak lama kemudian Jalu muncul di samping Bayu.


Bayu menoleh ke arah Jalu.


"Sudah selesai kah pakde?" ucap Bayu.


"Sudah...Apik tenan Bay...


"Akeh wong ayu maneh...


"Terus ngono ono gundukan putih - putih...


"Kuwi opo Bay?" ucap Jalu penasaran.


"Itu namanya Salju pakde..." ucap Bayu.


"Salju..??


"Salju itu terbuat apa?" ucap Jalu.


"Salju itu butiran kristal,yang dingin...


"Jika pakde pernah menaiki puncak gunung tertinggi,pasti ada saljunya..." ucap Bayu.


"Masa seh? ...


"Aku pernah mendaki gunung tapi ra tahu nemu Salju.." ucap Jalu.


"Lah piye gak nemu..Lha wong pakde mendaki gunung kembar terus kok,mangkane gak pernah ndelok salju.." ucap Bayu.


"Diampuut....


"Aku iki pernah mendaki gunung Bromo,Merapi sama gunung apa ya...Lali aku.. Tapi gak ono saljune" ucap Jalu.


"Pakde pernah ke Papua?" ucap Bayu.


"Enggak pernah..." ucap Jalu.


"Di sana ada gunung,yang puncaknya terdapat salju...Jika berhasil sampai di puncaknya.." ucap Bayu.


"Ooo..Begitu ya..." ucap Jalu.


Sekar menepuk pundak Bayu.


****


"Mas....Mas...." ucap Khalisa membangunkan Bayu yang sedang tidur.Ia menepuk pundak Bayu.


Bayu membuka matanya,lalu menoleh ke Khalisa ,pintu mobil terbuka.


Bayu menoleh ke kanan dan ke kiri. Ia melihat rumah begaya tradisional. Ada 5 bangunan dalam 1 pagar . 1 rumah utama,kedua rumah tamu, ke tiga rumah untuk latihan, ke empat rumah Hiroshi,ke lima rumah untuk para penjaga. Hanya bangunan utama dan tempat latihan saja bergaya tradisional,sisanya sudah modern.


"Sudah mas..." ucap Khalisa.


Bayu turun dari mobil lalu meregangkan badannya.


Nampak beberapa orang berjaga ,serta beberapa orang menyambut kedatangan keluarga Bayu.Akan tetapi Bayu tak melihat ayah Hinata,hanya paman Hiroshi saja yang menyambut.


Hiroshi memakai pakaian tradisional Jepang.


Bayu berjalan ke arah Hiroshi bersama keluaraga dan teman - temannya,di samping Bayu ada Hinata.


Saat jarak mereka 3 meter,Hinata berhenti lalu menahan Bayu .


Hinata membungkukkan badan ke arah pamannya.


Bayu mengikuti Hinata,yang lain pun mengikuti,kecuali Hana.


Hiroshi juga membungkukkan badannya sambil berkata.."Watashitachi no ie e yōkoso "


Setelah itu menegapkan badannya.(Selamat datang di rumah kami)


Bayu berjalan ke arah Hiroshi lalu menyodorkan tangannya.


Hiroshi menyambut tangan Bayu.


Bayu menempelkan punggung tangan Hiroahi di keningnya.


Setelah Bayu bersalaman,yang lain pun ikut bersalaman. Hanya Diana,Khalisa dan Hana yang menangkupkan tangan.


"Dōzo irasshai " ucap Hiroshi.(Mari masuk).


"Eee..Ojisan.." ucap Bayu.(Paman)


"Hai.." ucap Hiroshi.


"Papa wa doko? " ucap Bayu.(Ayah ada di mana)


"Demashita, tabun 2-jikan kakarimasu " ucap Horoshi. (sedang keluar , kemungkinan dua jam lagi akan datang).


Mereka kemudian berjalan masuk kedalam rumah.


(Note : untuk memperpendek jumlah kata,maka saya memakai percakapan bahasa indonesia saja,sebab Bayu sudah mahir bahasa jepang.tanda # saat Bayu memakai bahasa Jepang. )


Bayu melihat pemandangan yang di suguhkan. Ia teringat tentang film kartun Samurai X. Gaya rumahnya hampir sama.


"Biyuuh...Podo rek omahe karo nang film" ucap Bayu dalam hati.


Di saat mereka sudah di dalam rumah,hawa dinginnya berkurang di bandingkan jika di luar rumah.Tampak luar seperti rumah Tradisional Jepang,akan tetapi jika masuk ke dalam sudah bergaya separuh modern separuh tradisional.


Nampak 4 orang wanita yang usianya 18 - 20 tahun menyambut mereka memakai pakaian tradisional Jepang.(Bukan baju Geisha).


"#Oh iya...Kalian akan di antar oleh mereka ke kamar masing - masing.." ucap Hiroshi pada ke tiga teman Bayu.


"Kalian nanti di antar ke 3 wanita ini ke kamar masing - masing." ucap Bayu menerjemahkan.


"# Maaf,Saya tinggal dulu sebentar,ada sesuatu yang harus saya kerjakan" ucap Horoshi.


"Hai...Terima kasih paman " ucap Bayu sambil membungkukkan badannya.


Hiroshi meninggalkan Bayu dan yang lainnya,


Mereka berjalan sambil melihat - lihat pemandangan rumah tersebut. Lantainya terbuat dari kayu. Sebagian pintu masih bergaya tradisional,ada pula yang sudah modern.


Ketiga teman Bayu berjalan ke rumah ruang tamu ,sedangkan Hana dan Melisa di rumah utama.


Daniel melirik wanita yang mengantarkan ke tempat tidur.


"Cantiknya... Apa bisa di pakai ya...


"Seandainya aku bisa bahasa jepang..." ucap Daniel dalam hati.


Daniel ingin sekali merasakan wanita jepang seperti yang ia tonton.


"Diampuut... Kalau begini malah teringat film ngentu.." ucap Lukman dalam hati melihat para wanita itu yang parasnya sangat cantik.


Teman - teman Bayu berpisah dengan Bayu.


Bayu berjalan menaiki tangga ke lantai 2.


Bangunan utama memiliki 2 lantai.


Bayu sempat melihat salah satu anak buah Hirosi mempunyai tato di leher.Wajahnya pun sangar.


"Diampuut...


"Punya istri anak seorang gangster seperti ini ya.." ucap Bayu dalam hati.


Bayu memasuki sebuah kamar tidur. Sedangkan Hana dan Melisa di antar seorang gadis ke kamar yang lain.


Hinata membuka kamar tidurnya yang telah lama tidak ia masuki setelah ia pergi ke Jakarta.


Nampak keadaan kamarnya tak berubah seperti waktu ia tinggalkan. Luas kamarnya 4 X 3 memiliki kamar mandi.


Bayu tak melihat springbed di dalam kamar.


"Kasurnya di mana yomesan?" ucap Bayu sambil celingukan mencari kasur.


"Ada di lemari shujin..


"Shujin mau tidur?" ucap Hinata.


"Enggak...Cuman nanya aja.." ucap Bayu.


Kamar Bayu dari yang lainnya terpisah.

__ADS_1


Bayu meletakkan tas dan kopernya. Lalu melihat jadwal shalat yang ia screen shot di hape samsung. Kemudian melihat jam yang ada di meja belajar Hinata.


Ketiga istri Bayu melepas jilbabnya.


"Yok kita shalat dulu..." ucap Bayu.


"Sekarang dah magrib ya mas?" ucap Khalisa.


"Iya,sebelum waktunya habis...


"Kamar mandinya ada dimana yomesan?" ucap Bayu.


"Itu kamar mandinya shujin "ucap Hinata sambil menunjuk.


Bayu masuk dalam kamar mandi.


***


Di tempat teman Bayu berada.


Daniel bersama Bimo dan Daniel serta 3 orang gadis.Mereka berada di bangunan khusus untuk tamu.


Salah satu gadis membuka pintu kamar lalu berkata "# Silahkan masuk tuan..".


Daniel masuk salah satu kamar bersama seorang gadis. Ia tak melihat kasur di dalam ruangan itu.


Daniel menoleh ke arah gadis tersebut.


"Do you can speak english?"


Gadis itu menggelengkan kepala.


"Siall...Kalau dia gak bisa bahasa inggris jadi susah untuk komunikasi..


Lantas Daniel memiliki ide.


"Daniel...(sambil menunjuk dirinya)


"You..(Menunjuk gadis)


"Harumi..." ucap gadis itu.


Daniel meletakkan tas kopernya,lalu melepas jaketnya ,setelah itu ia membuka tas kopernya untuk mengeluarkan peralatan mandi.


"#Apakah tuan ingin mandi ?" ucap Harumi.


"Aku gak ngerti ucapanmu Harumi yang cantik.." ucap Daniel.


Harumi mendekati Daniel lalu memegang peralatan mandi Daniel.


"#Tuan Daniel mau mandi ?" ucap Harumi.


"Ooo...Mandi " ucap Daniel sambil memperagakan mandi.


"Hai..." ucap Harumi.


"Iya...Aku mau mandi.." ucap Daniel sambil memberi isyarat.


"#Apakah tuan Daniel mau saya mandikan?" ucap Harumi.


"Emboooh...


"Kamar mandinya di mana,saya mau mandi.." ucap Daniel.


Harumi berjalan ke sebuah pintu lalu membukanya.


Daniel masuk kedalam kamar mandi,ia melihat bak kamar mandi seperti di hotel.


Daniel menyentuh air tersebut.


"Hangat..." ucap Daniel dalam hati.


Harumi menutup pintu kamar mandi,lalu mendekati Daniel.


Daniel menoleh ke Harumi.


"Kok kamu ikut masuk..?" ucap Daniel heran. Ia belum menutup dan mengunci pintu kamar mandi.


Harumi tak menjawab.Ia melepaskan kancing baju Daniel.


"Eh...!!!?? Daniel terkejut atas tindakan Harumi.


"Sial... Apakah dia mau ngajakin mandi bersama sambil ngentu?" ucap Daniel dalam hati.


Daniel memberanikan diri memegang kedua tangan Harumi.


Harumi diam saja.Lalu Daniel mememegang pinggang Harumi.


"Yesss...Aku bisa ngentuin dia..." ucap Daniel dalam hati kesenangan.Karena mendapat lampu hijau dari Harumi


Daniel membuka pakaian Harumi,lalu Harumi membuka pakaian Daniel.


Mereka kini tak memakai sehelai benang pun.


Daniel menelan ludah saat melihat tubuh polos Harumi. Lalu memberanikan diri meyentuh ujung gunung kembar.


Harumi diam saja,atas tindakan Daniel.


Daniel memainkan ke dua tangannya di puncak gunung kembar Harumi.


Harumi mendesis karena gunungnya di mainkan oleh Daniel.


Hingga akhirnya Daniel ngentuin Harumi,di sebelah kamar Daniel adalah kamar Lukman lalu Bimo.


Bimo dan Lukman yang tak tahan karena gadis yang ikut bersamanya melepaskan bajunya,merekapun berhubungan badan karena tak kuat menahan nafsunya.


Setelah mereka selesai ngentu,mereka pun mandi bersama.


Di dalam kamar mandi Bimo.


Bimo baru saja mengeluarkan lahar panasnya di dalam goa gadis yang bersamanya.


Seumur hidup,ia baru kali ini berhubungan badan. Ia pernah melihat video film biru di komputernya. Hanya sabun sebagai pelampiasan nafsunya. Kini ia dapat merasakan jepitan goa yang nyata dengan seorang gadis cantik.


"Mbook...Aku ngentu karo wong jepang mbook." ucap Bimo dalam hati.


Setelah itu Bimo mandi bersama dengan gadis tersebut.


Di saat mandi,Bimo menyentuh tubuh sang gadis.


---***---


Di dalam kamar Bayu.


Nampak Bayu baru selesai shalat bersama istrinya.


"Ayahmu pergi kemana Yomesan?" ucap Bayu.


"Mengurus bisnisnya shujin...


"Oh iya...Shujin mau mandi atau makan.." ucap Hinata.


"Makan dulu mas...Adek laper.." ucap Khalisa.


"Kita makan dulu yomesan.." ucap Bayu.


Mereka kemudian berjalan menuju ruang makan.


Setelah sampai di ruang makan,mereka kemudian makan bersama.


Tak lama kemudian muncul Hana bersama Melisa,lalu duduk di kursi.


"Paman Hiroshi kemana dik?" ucap Khalisa.


"Ada di rumahnya kak.." ucap Hinata.


Saat mereka selesai makan,ke tiga sahabat Bayu muncul bersama tiga orang gadis.


Wajah mereka nampak cerah.


"Kok kalian baru muncul?" ucap Bayu.


"Mandi dulu tadi Bay...Airnya hangat....Kirain dingin" ucap Daniel.


"Iyoo Bay...Anget tenan banyune..." ucap Bimo.


"Ooo...Habis mandi ta...Pantesan lama banget.." ucap Bayu.


"Jika Bayu tahu aku habis ngentu,bisa gawat.." ucap Lukman dalam hati.


----***-----


Jakarta.


Pukul 19.20.


Paijo nampak berdiri di depan cermin sedang menyisir rambutnya.Ia hendak pergi ke rumah Rahman.


Selesai itu ia berjalan keluar kamarnya menuju lantai bawah.


Baru saja Paijo melangkahkan anak tangga yang terakhir saat turun,bu Intan melihat Paijo.


"Mau kemana Jo?" ucap bu Intan melihat Paijo berpakaian rapi tak seperti biasanya jika di rumah.


"Mau kerumahnya Rahman Ma.." ucap Paijo.


"Mama sendirian dong di rumah.." ucap bu Intan.


"Mama mau ikut?" ucap Paijo.


"Hem...Mama ikut deh..


"Dari pada mama sendirian dirumah..Tungguin ya Jo" ucap bu Intan


"Iya ma..." ucap Paijo.


Paijo lantas berjalan ke dapur untuk mengambil teh kotak ,setelah memgambil teh Kotak ia berjalan ke teras rumah,setelah sampai ia mengeluarkan rokoknya lalu membakar rokok tersebut.


Huuufft.... Asap keluar dari mulut dan hidung.


Paijo menoleh ke pengawal Bayu.


"Kang...Bu Intan mau ikut pergi bersamaku ke rumah Rahman..Tolong beri tahu yang lain ya.." ucap Paijo.


"Oke..." ucap pengawal lalu memberi tahu yang lain memakai radio HT.


Jika bu Intan tidak ikut,maka Paijo pergi naik sepeda motornya.Berhubung ikut,maka Paijo memberi tahu ke pengawal jika bu Intan mau pergi.


Paijo meminum teh kotak tersebut.Kemudian mengeluarkan hapenya.


To Rahman.


Bro...Aku kesana sama ibunya Putri,ini aku lagi nunggu di teras rumah.


Paijo lantas mengirim pesan itu.


Tak lama kemudian hape Paijo berdering nada pesan,ia mengecek hapenya.


From Rahman.


Oke.


Mobil Pajero satu persatu muncul di depan Paijo. Sebanyak 4 unit untuk mengawal bu Intan pergi.


Ketika rokok yang di pegang Paijo sisa seperempat,bu Intan muncul.

__ADS_1


"Ayo Jo..." ucap bu Intan.


Paijo berdiri lalu berjalan ke tempat sampah,setelah itu masuk ke dalam mobil. Perlahan mobil itu bergerak menuju rumah Rahman.


__ADS_2