
Setelah Bayu dari mesjid,ia berjalan bersama seorang pria yang merupakan pemandu wisata sekaligus mata - mata Xiang.pria itu bernama Wang Shun.
" Kenapa tadi kamu ke sana?" ucap Wang Shun.
" *Itu bukan urusanmu...Kamu di sini hanya sebagai pemandu kita" ucap Bayu.
" Kami bertanggung jawab bila ada peserta kami ada yang hilang.." ucap Wang Shun.
" * Aku bukan anak kecil. Yang tidak tahu arah kembali...Bahkan aku bisa melukis wajahmu dalam sekali lihat" ucap Bayu.
Sore harinya
Bayu bersama teman - temannya sedang menikmati makanan khas Indonesia di tepi pantai.
" Makanan di sini enak - enak ya.." ucap pria 1.
" Iya...Mereka sangat ramah sekali.." ucap pria 2.
Bayu melihat tak jauh darinya ada yang bermain sepak bola.Di sampingnya ada Aisyah yang selalu menemani Bayu.
" *Bagaimana setelah ini kita bertanding sepak bola?" ucap Bayu.
" Boleh..Tapi kalau lawannya hanya kita saja tidak seru.." ucap Pria 3.
" * Lihat ke sana.."
Bayu menunjuk arah.
" * Kita ajak mereka bertanding.." ucap Bayu.
" Kalau lawannya orang Indonesia..Baru semangat.." ucap pria 1.
Setelah mereka makan,mereka berjalan ke sekelompok pemuda yang sedang bermain sepak bola. Tanpa Bayu tahu,mereka itu adalah teman - teman Bayu. Ada Bimo,Lukman,Paijo,Daniel,Malik dan beberapa prajurit TNI yang sedang menyamar. Mereka sengaja di datangkan oleh kakek Zhang,agar ingatan Bayu bisa kembali dengan melihat para sahabatnya.
" Boleh kah kami ikut bergabung dengan kalian.." ucap Bayu.
Ketika mereka mendengar Bayu berbicara yang datang bersama rombongannya,mereka menghentikan permaianan lalu berkumpul.
" Pancingan kita berhasil,ingat apa yang aku bilang pada kalian.." ucap Malik pada teman - teman Bayu.
" Boleh..." ucap Paijo.
" * Kita boleh bermain bersama mereka..." ucap Bayu.
Bayu bersama teman - temannya melepas alas kaki,sebab Bayu dan teman - temannya melihat orang yang bermain sepak bola tak memakai alas kaki. Setelah itu Bayu menunjuk siapa saja yang jadi kiper,bertahan dan penyerang. Bayu sebagai tim penyerang.
Permainan pun di mulai. Wasitnya adalah seorang TNI.
" Oper aku Bim.." ucap Lukman.
Bimo mengoper bola ke Lukman,
Di saat bola di oper ke Malik,di dekatnya ada Bayu. Bayu segera melesat mengambil.
Bola berhasil di rebut oleh Bayu. Bayu mengoper ke temannya. Hingga akhirnya Bayu mendapat operan bola di dekat gawang lalu menendang dengan kuat.
" Goooooll......." ucap Bayu kesenangan.
" Waassuu....1 kosong rek.." ucap Paijo.
Lukman mendekati Bimo.
" Sepertinya Bayu tidak mengingat kita Booo.." ucap Lukman pelan.
" He eh...Piye carane yoo..Ben Wedus iki eling maneh.." ucap Bimo pelan.
Permainan pun lanjut kembali.
Tim Bayu kebobolan.
" Jancook..." ucap rekan Bayu yang menjadi kiper.
Teman - teman Bayu yang mendengar umpatan kata Jancok kaget.
" Jangkreek...Mesti si wedus seng ngajari iki.." ucap Daniel.
" Sopo maneh yen uduk wedus seng ngajarii." ucap Bimo.
" Sepertinya dia Bimo.." ucap Bayu dalam hati memperhatikan pemuda bertubuh agak gempal namun gesit dalam bermain bola.Ia mengenali suara itu saat ia menelpon di rumah Ling Ling.
Bayu tak berani menyapa,takut teman - temannya curiga,sehingga ia bersikap biasa saja.
Permainan pun lanjut kembali.
Tiba - tiba sebagian ingatannya muncul,di mana dirinya bermain sepak bola bersama ketiga sahabatnya yang sering ia lakukan di desa baik di lapangan desa,maupun di sekolahan.
Bayu memegang kepalanya yang sakit.
Teman Bayu mengoper bola ke Bayu,tapi Bayu tak bisa mengambil sebab kepalanya terasa sakit,Bimo melihat bola tak di ambil oleh Bayu,langsung mengambil bola itu,lalu di oper ke Lukman.
" Aaaghhhh...Sakiiittt....." ucap Bayu lalu terduduk memegang kepalanya.
Teman - teman Bayu menghampiri,ia tak peduli lawan mainnya.
__ADS_1
" Pak...Anda kenapa...?" ucap pria 1.
Lukman yang hendak menendang bola berhenti,karena lawan mainnya berlari ke arah Bayu.
Bayu melepas pegangan tangan di kepala,lalu menggeleng - gelengkan kepala agar rasa sakit itu hilang.
" Jancoook..."
" * Aku tidak apa - apa.." ucap Bayu.
" Jika bapak sakit,lebih baik berhenti saja dulu.." ucap Pria 2.
Malik menyodorkan obat sakit kepala dan botol air mineral.
" Ini obat sakit kepala.." ucap Malik
Bayu melihat ke arah Malik lalu menerima obat itu dan botol air mineral.
" Terima kasih..." ucap Bayu.
" Sama - sama..." ucap Malik.
Bayu meminum obat itu.Lalu melihat ke arah Bimo,Lukman dan Daniel.
" Awas ya kamu Kebo...Kuda Nil ...Cempe..." ucap Bayu dalam hati.
Permainan lanjut kembali.
Bayu mendapat operan bola dari temannya.Lalu menendang kuat ke arah gawat.
Bola melesat dengan cepat. Hingga kiper itu tak mampu menangkap bola tersebut dan..
" Goooool...." ucap Bayu kesenangan.
" Diampuut...Strikere si Wedus yoo kita kalah.." ucap Lukman.
Ketiga sahabat Bayu tahu,selama bermain sepak bola,Bayu sebagai penyerang.Dan selalu mencetak gool.
30 kemudian mereka berhenti bermain.
Tim Bayu menang telak 7 - 3 dari Tim sahabat Bayu.
" Permainan kalian bagus.." ucap Bayu.
" Kalian juga bagus" ucap Malik.
Mereka bersalaman sebagai tanda persahabatan.
Bayu bersalaman ke Bimo.
" Juancoook.." ucap Bimo kaget. Ketika Bayu memanggil dirinya Bo (Kebo).
" Kowe wes eling to..?" ucap Bimo.
" Ora kabeh.." ucap Bayu,lalu bersalaman ke Lukman,Daniel dan yang lainnya.
Wang Shun yang mendengar ucapan Bayu tidak paham artinya,sebab ia tak belajar bahasa daerah.
Mereka kemudian menikmati kelapa muda.
Bayu duduk bersama teman - temannya dan ketiga sahabatnya.
" Ojo gawe boso indo yo..Ono telik sandi nang kene.." ucap Bayu.( jangan pakai bahasa indo ya..Ada mata - mata di sini)
" He eh...Terus lapo awakmu ora mulih nang kene?" ucap Daniel.( Terus kenapa dirimu tidak pulang ke sini)
" Pengenne yo mulih..Nanging gak iso.."( Inginnya ya pulang. Tapi tidak bisa)
" Aku iki wes dadi wong nang kono..Nanging tak usahakne mulih.." ucap Bayu.( Aku ini sudah jadi orang (Tentara) di sana. akan tetapi aku usahakan pulang).
Aisyah datang lalu duduk di samping Bayu.
" Besok kita pergi lagi ya pak?" ucap pria 1.
" * Iya...Kita melihat candi Borobudur.."
" * Aku penasaran. Mengapa bangunan itu kokoh berdiri,padahal belum ada semen saat zaman itu..." ucap Bayu.
" Mungkin pembangunannya seperti tembok besar di negara kita pak..." ucap pria 2.
Meskipun usia Bayu di bawah anak buahnya,mereka memanggil Bayu pak.Sebab Bayu adalah atasannya.
Bayu mengeluarkan kameranya lalu memberikan ke Bimo
" Tolong fotokan kita..." ucap Bayu.
Bimo menerima kamera itu,lalu berdiri untuk memfoto.
Bayu bersama Timnya dan juga bersama sahabatnya berfoto. Lalu Bayu meminta gantian temannya yang memfoto,agar Bimo ada dalam kamera tersebut.
" Apakah kalian juga berlibur di sini?" ucap Bayu pada ketiga sahabatnya.
" Iya...Kita berlibur ke sini...Mumpung hari libur.." ucap Malik.
__ADS_1
" Kang Malik yang mengajak kita...Oh iya..kita belum berkenalan.." ucap Daniel.
Mereka pun berkenalan.
" Kamu hebat ya Jiang...Bisa bahasa Indonesia,bahasa daerah juga bisa.." ucap Daniel.
" Memang aku hebat dari sananya..." ucap Bayu.
" Jancoook..." ucap Bimo dan Lukman serempak.
" Mereka juga tahu ungkapan rasa kesal kita pak?" ucap pria 1.
" * Iya...Mungkin kata Jancok sampai ke negara Indonesia.."
Bayu melihat matahari akan tenggelam.
"Maaf...Aku harus kembali ke kamar.." ucap Bayu.
" Iya...Tidak apa - apa..Kami juga mau kembali ke kamar..." ucap Lukman.
" * Aku kembali ke kamar mau mandi,sebentar lagi gelap.." ucap Bayu pada Timnya.
Bayu berdiri,di ikuti Aisyah,lalu berjalan ke arah Hotel.
Sesampai Bayu dan Aisyah di kamar.Bayu meluhat Hana berada di tempat tidur,duduk di tepi ranjang,lalu berdiri dan berjalan. Dalam diri Hana nampak amarah.
" Tolong jawab pertanyaan ibu dengan jujur..."
" Apakah Aisyah ini istrimu?" ucap Hana
" Bukan bu...Dia wanita yang aku cinta...Maaf bu...Aku mau sujud dulu.." ucap Bayu.Sebab saat berjalan ke hotel,ia mendengar suara adzan.
Bayu berjalan ke kamar mandi untuk mandi,karena badannya lengket setelah seharian berada di luar,di tambah ia bermain sepak bola.
Setelah mandi,Bayu memakai pakaian ganti lalu keluar kamar mandi.
" Apakah ibu tidak sujud..?" ucap Bayu.
Aisyahbmasuk ke dalam kamar mandi.
" Sudah...Barusan selesai.." ucap Hana.
" Baiklah..Aku sujud dulu bu.." ucap Bayu
Hana tak menjawab,ia memperhatikan Bayu.
Saat Bayu berdiri lalu mengangkat ke dua tangannya,ia tahu Bayu tak menghadap kiblat,ia segera berkata ke Bayu
" Berhenti...Arah kiblat di sana sayang.." ucap Hana.
Bayu menoleh ke Hana.
" Sial...Gak pak Ihsan...Ibu juga.." ucap Bayu dalam hati lalu mengubah arah kiblatnya.
" Sepertinya dia memang lupa ilmu Fiqih..." ucap Hana dalam hati.
Selesai Bayu sujud,Hana mendekati Bayu.
" Apakah sayang lupa ilmu Fiqih?" ucap Hana sambil menahan amarah,ingin ia menampar wajah Bayu. Tapi ia tak tega melakukannya. Dirinya sangat sayang ke Bayu.
" Ilmu Fiqih? "
" Ilmu Fiqih itu apa bu? Maaf aku tidak tahu.." ucap Bayu.
" Sial....Dia beneran lupa..."
" Pantas saja dia menerima ajakan Melisa dan juga bercinta dengan wanita lain yang bukan istri sahnya.." ucap Hana dalam hati.
" Sayang...Apa yang kamu lakukan pada Aisyah .." ucap Hana tak melanjutkan ucapannya karena tiba - tiba pintu kamar Bayu di ketuk.
Took...Tok...Tok....( suara pintu kamar Bayu di ketuk.
" Siapa....?" ucap Bayu nyaring.
" Wang Shun..." suara Wang Shun.
" Maaf bu...Pemandu itu seperti mata - mata...Aku mohon ibu segera pergi.." ucap Bayu.
Mau tidak mau Hana pergi,ia keluar dari kamar Bayu lewat balkon.
Setelah Hana pergi,Bayu membuka pintu kamar.
" * Ada apa?" ucap Bayu.
" 40 menit lagi berkumpul..Kita akan menyaksikan tarian Bali...Besok pagi kita berangkat menuju Candi Borobudur.." ucap Wang Sun.
" Oke..." ucap Bayu.
Wang Shun berjalan ke kamar berikutnya untuk memberi tahu rombongan yang belum di beri tahu.
30 menit kemudian.
Bayu bersama Aisyah berkumpul bersama yang lainnya,kemudian berjalan bersama menuju tempat pentas seni.
__ADS_1
Sesampai di tempat acara,mereka duduk,tak hanya rombongan Bayu saja yang melihat pentas seni tersebut. Ada turis asing juga melihat seni tari itu.