
6 hari kemudian.
Seperti biasa,Bayu berlari pagi dengan kecepatan sedang mengelilingi desa.Dirinya selalu berpindah rute larinya untuk mengecek apakah ada warga miskin yang ada di desa tempat ia tinggal.Jika ada,dirinya akan singgah untul memberikan uang.
Nampak rumah semi permanen seperti tak layak huni. Seorang wanita tua sedang membersihkan beras yang di letakkan di tampah( bulat dari anyaman bambu).
" Samperin aahh..." gumam Bayu saat melihat rumah tersebut.,lalu Bayu berjalan menghampiri wanita tua itu.
Saat jaraknya 3 meter Bayu pun berkata" Assalam mu'alaikum mbah..." Lalu berhenti.
Wanita tua itu melihat ke Bayu.
" Wa'alaikum salam ... Pados sinten le(memcari siapa nak).." ucap wanita tua
" Jenengan mbah.." ucap Bayu.
Wanita tua itu meletakkan tampahnya.
" Wonten nopo lee..." ucap wanita tua.
" Mboten nopo - nopo ( tak apa - apa) mbah..."
Bayu mengeluarkan amplop yang sudah ia persiapkan sebelum berlari pagi.
" Kulo gadah rejeki kagem mbah." ucap Bayu sambil memberikan amplop berisi uang.( Saya punya rejeki untuk mbah)
" Matur suwun lee...Mugi - mugi gusti pengeran seng bales .."ucap wanita tua itu.
" Amiin..." ucap Bayu.
" Kowe anak e sopo...?" ucap wanita tua.
" Bu Viana mbah.." ucap Bayu.
" Seng endi omahe le.?" ucap wanita tua.(yang mana rumahnya nak)
" Cedak wae mbah..." ucap Bayu.( dekat saja mbah).
" Jenengmu sop lee.." ucao wanita tua itu.
" Samudera mbah..." ucap Bayu.
" Monggo pinarak..." ucap wanita tua itu.( silahkan duduk)
" Sepurane mbah..Kulo langsung mawon..Soalle kulo lagi olah raga...Assalam mua'alaikum" ucap Bayu.
" Wa'alikum salam..." ucap wanita tua itu.
Bayu pergi meninggalkan rumah tersebut.
Wanita tua itu membuka amplop pemberian pemuda yang belum ia kenal. Begitu tahu isinya,wanita tua itu langsung bersujud serta mengeluarkan air matanya. Dirinya tak menyangka ada anak muda memberikan uang yang sangat banyak kepada dirinya yang miskin itu.
Di sisi Bayu.
Bayu berlari melewati tapal batas desanya.Dirinya berlari ke desa tetangga melewati pesawahan.
" Sisa 4 amplop..." ucap Bayu sambil berlari.
Saat akan melintasi pertigaan jalan,ada 5 orang pria berdiri. 3 orang menghadap ke 2 orang,salah satunya wanita dan satu lagi pria yang rambutnya hampir semuanya di tumbuhi uban,badan kurus pakaian pun hanya pakaian biasa.
Bayu mendengar percakapan mereka saat akan melewati.
" Utangmu wes akeh loh...Kapan kowe bayarre." ucap pria berbadan buncit,berkumis.
Bayu berhenti lalu mendekati pria yang ia sangka di tagih hutang oleh pria buncit.
" Owalah..Nang kene to jenengan paklek..."
" Sepurane pak,aku mau ngomong sebentar kaleh paklekku ini..."
Bayu menarik pria itu sebelum pria buncit itu bicara. Pria yang ia tarik nampak bingung apa yang sebenarnya terjadi,dan siapa pemuda yang menarik tangannya.
" Sepurane pak,tadi aku dengar bapak itu ada bilang hutang..Apakah bapak ada hutang sama bapak itu.." ucap Bayu pelan setelah agak menjauh.
" Iyoo..Kowe sopo...?" ucap pria itu.
" Saya hanya orang lewat...Berapa hutang bapak?" ucap Bayu.
" Limang yuto enem atus.."
" Sek..sek...Kowe iki sopo to..kowe anak e sopo?"ucap pria itu bingung seperti orang linglung.
Bayu tak menjawab,ia mengeluarkan uang di dalam amplopnya,lalu memberikan ke bapak itu.
" Ini ada 6 juta..Bapak bayar hutang bapak,sisanya ambil saja..." ucap Bayu sambil meletakkan uang itu ke telapak tangan ke pria itu.
Pria itu sungguh terkejut ,ia tak menyangka orang tak ia kenal memberikan uang padanya dalam jumlah yang besar.
" Kowe sopo to lee? Jenengmu sopo..Terus iki duit kowe wenehno aku opo nyilihi aku" ucap pria itu penasaran.( Kamu siapa seh nak..? namamu siapa,terus ini uang kamu kasihkan aku atau pinjami aku)
" Aku hanya orang lewat saja pak,Namaku Samudera,itu duit saya kasih ke bapak...Assalam mu'alaikum.." ucap Bayu lalu melangkahkan kaki untuk berlari lagi.
" Tungguu..."
Bayu menghentikan langkahnya lalu menoleh.Pria itu berjalan mendekati Bayu lalu memeluk Bayu.
" Matur suwun lee..."
" Aku iso bayar hutangku..."ucap pria itu.
" Sami - sami pak.." ucap Bayu.
Pria itu melepaskan pelukannya.
" Omahmu nangdi.." ucap pria itu.
" Orang lewat pak...Assaalam mu'alaikum." ucap Bayu lalu berlari meninggalkan pria itu.
" Wa'alaikum salam.." ucap pria itu memandang pemuda yang tak ia kenal memberikan uang secara percuma lalu pergi meninggalkan dirinya.
Pria itu berjalan kembali ke tetangganya, tetangganya itu merupakan rentenir,ia meminjam uang kepada rentenir itu untuk biaya berobat anaknya karena kepepet dan terpaksa,ia pinjam hanya 3 juta,namun seiring berjalannya waktu,ia belum bisa membayar,dan tetangganya itu selalu menambahkan bunga karena tak mampu membayar.
" Ini duitnya pak Kuro...Lunas enggeh..." ucap pria itu memberikan uang kepada tetangganya.
" Loh..Jarene durung iso bayar.." ucap Kuro.
" Tadi aku di pinjamin uang oleh ponak'anku yang tadi datang.." ucap pria itu.
Pak Kuro menghitung uang yang di berikan.
" Ponak'anmu jenenge sopo ?" ucap pak Kuro.
"Samudra..." ucap pria itu.
Lantas pak Kuro pergi meninggalkan pria itu bersama anak buahnya.
Pria tua itu menarik istrinya untuk masuk ke dalam rumah.
" Pak e...Kowe oleh duit songko endi?" ucap istrinya penasaran.( Kamu dapat uang dari mana)
" Seng geret aku maeng kuwi loh...Dek e ngewenehno aku duit enem yuto..Iki sisane.." ucap pria itu sambil menunjukkan sisa uang yang di berikan Bayu.( yang tadi narik aku tadi itu loh,dianya memberikan aku uang enam juta...Ini sisanya).
" Terus...Arek e endi?"ucap istrinya.( Orangnya mana)
" Wes mlayu buk e.." ucap pria itu.
" Jenenge sopo...Omahe nangdi?" ucap istrinya.
" Jenenge Samudera, dek e ora gelem ngasih tahu rumahnya.." ucap pria itu.
" Kowe kenal opo ora pak?" ucap istrinya.
" Ora..Lha wong pakai masker ngono .." ucap pria itu.
Di sisi Bayu.
" Ya Allah.. Terimalah sedekah hambamu ini sebagai penebus dosa hamba yang telah hamba lakukan saat lupa ingatan.." ucap Bayu dalam hati sambil berlari.
Di saat berlari ia melihat sekumpulan anak sekolahan di lapangan ,memakai kaos olah raga sedang bermain sepak bola. Ada pula yang berdiri di pinggir lapangan.Di dekat lapangan,ada penjual jajanan berjejer.
Bayu berhenti lalu berjalan ke pohon untuk melihat sepak bola,lalu duduk di tanah,kaki di selonjorkan.
" Oalah...Mereka SMP to...Kirain SD..." ucap Bayu melihat tulisan di seragam sekolah yang di kenakan oleh orang - orang yang berada di lapangan.
Ponsel Nokianya berdering lagu Didi Kempot.
Bayu mengambil ponselnya,lalu melihat siapa yang nelpon.
Nampak di layar nama Diana istriku yang menelpon.
" Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam..Sayang di mana?" suara Diana.
" Di hatimu sayang..." ucap Bayu.
" Bi...Serius..." suara Diana.
" Lagi di pinggir lapangan...Istirahat dulu.Habis itu pulang.." ucap Bayu.
" Ooo...Begitu.."
Beberapa pelajar yang tak jauh dari Bayu melihat kearah Bayu. Salah satu pelajar itu mengenal Bayu,meskipun Bayu memakai masker karena pernah melihatnya.
" Sayang bawa uang apa enggak?" suara Diana.
" Bawa...Kenapa sayang.." ucap Bayu.
" Belikan popok ya sayang..."
6 pelajar mendekati Bayu, mereka semua wanita.
" Sisa satu popoknya Bintang.." suara Diana.
" Siap...Ada lagi?" ucap Bayu.
" Assalam mu' alaikum Gus ." ucap salah satu gadis.
Bayu mengarahkan telapak tangan ke pelajar itu.
" Itu saja sayang..Cepat pulang,jangan mampir kemana - mana ya sayang." suara Diana.
" Siap sayang..." ucap Bayu.
" Assalam mu'alaikum sayang..." suara Diana.
" Wa'alaikum salam sayang.."
Bayu mengantongi hapenya lalu berdiri dan melihat ke arah siswi tersebut.
" Wa'alaikum salam...Maaf ada apa ya mbak?" ucap Bayu.
".Sampeyan gus Bayu kan seng ceramah kaleh gus Wafiq..." ucap gadis.1.
" Leres...Wonten nopo mbak..."ucap Bayu.
__ADS_1
" Benar kan dia gus Bayu..." ucap gadis 1 ke temannya.
" Sepurane yo mbak - mbak..."
" Saya tinggal dulu,soalnya saya ada keperluan...Assalam mu'alaikum.." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam..." ucap para gadis.
Bayu lanjut berlari untuk pulang,sambil melihat apakah ada toko besar. Jika toko kecil,popok yang akan di beli oleh Bayu jarang ada,sebab Diana tak mau memakaikan popok yang murahan.
Bayu melihat toko ,tapi tidak searah jalan pulang,ia segera berbelok untuk menuju toko itu.
" Pak...Wonten pampers ukuran M?" ucap Bayu saat tiba di dalam toko.
" itu di situ pampesnya.." ucap pria itu sambil menunjuk.
Bayu berjalan ke arah yang di tunjuk.
Nampak popo bayi,namun mereknya bukan Pampers.
" Asemm...Ini bukan Pampers..."
Bayu berjalan lagi ke pria yang tadi .
" Mereknya Pampers pak yang itu bukan Pampers..." ucap Bayu.
" Gak ada.Adanya itu...Anakku pakai itu aman - aman saja.." ucap pria itu.
" Maaf pak...Harus merek Pampers. Jika tidak kulitnya bisa iritasi.." ucap Bayu lalu pergi meninggalkan toko itu.
Di perjalan pulang,Bayu melihat toko lagi,lalu ia masuk ke toko itu. Namun sayang, popok yang ia cari tidak ada.
Begitu ke toko empat,Bayu melihat merek popok sama,hanya ukurannya beda.
Sesampai di rumah,Bayu tak menemukan popok tersebut,ia menemui Diana.
" Mi...Popoknya gak ada ukuran M,adanya ukuran L dan XL,terus yang ukuran M merek sweety..." ucap Bayu.
" Kirain abi dapat,ya sudah deh..Nanti biar pak Arman ( pengawal) yang beli.." ucap Diana.
Bayu berjalan ke kamar mandi.
1 jam kemudian.
Bayu duduk bersama keluarganya di ruang keluarga sambil nonton TV.
Tiba - tiba.
" Assalam mua'alaikum..." suara pria.
" Wa'alaikum salam.." ucap Bayu.
Bayu berdiri lalu berjalan ke pintu depan.
Nampak seorang pria( bapak - bapak) berdiri. Bayu mengenal bapak itu,bapak itu bernama Sumarno. Di sampingnya Bayu yakini itu istri pak Sumarno.
Sumarno mengulurkan tangan,Bayu menyambut,pak Sumarno hendak mencium tangan Bayu,Bayu langsung menarik tangannya,agar pak Sumarno tidak mencium tangannya,lalu Bayu menangkupkan tangan ke istrinya pak Sumarno.
" Ada apa pak.." ucap Bayu.
" Sepurane gus...Aku wonten perlu kaleh jenengan." ucap Sumarno.
" Monggo melebet pak.."ucap Bayu.(silahkan masuk)
" Inggih gus.." ucap Sumarno
Mereka berjalan ke kursi tamu.
" Silahkan duduk"
Mereka duduk di kursi.
" Ada yang bisa saya bantu pak?" ucap Bayu.
" Begini gus...Kulo gadah acara syukuran pernikahan anak kulo,seng asmane Sumirna.." ucap Sumarno
Bayu mengambil teh Kotak di bawah mejak,lalu meletakkan di meja.
" Ooo..Acara syukuran. Silahkan di minum pak tehnya.." ucap Bayu.
" Injih gus.." ucap istri Sumarno.
" Acaranya itu seminggu lagi.."
" Kulo nyuwun tolong kaleh jenengan untuk menikahkan anak kulo.."ucap Sumarno.
" Hemm..Pak penguhulunya ada kan pak?" ucap Bayu.
" Ada gus.." ucap Sumarno.
" Asem... Besok kan aku harus di jakarta.." ucap Bayu dalam hati bingung.
" Sebentar dulu pak,saya tanya ke istri saya dulu,sebab minggu depan itu saya juga ada perlu.." ucap Bayu.
" Monggo gus.." ucap Sumarno.
Bayu berjalan ke dalam.
Namapk ada ibunya bersama Ayu.
Bayu duduk di samping ibunya.
" Bu...Pak Sumarno mau menikahkan anaknya,"
" Bagaimana bu...?" ucap Bayu.
" Hemmmm..."
" Sayang bantu saja mereka,setelah itu sayang langsung ke Jakarta ya" ucap Hana.
" Baik bu.."
Bayu berdiri lalu berjalan keruang Tamu,lalu duduk di kursi.
" Iya pak,aaya bisa..." ucap Bayu.
" Alhamdulilah...Matur suwun loh gus,sepurane yen kulo ngerepoti jenengan.." ucap Sumarno.
" Mboten nopo - nopo pak..." ucap Bayu.
" Sepurane gus...Sinten seng ngecat dinding daleme jenengan?" ucap Sumarno melihat cat dinding sangat bagus dan enak di pandang.( siapa yang mengecat dinding rumah anda)
" Kulo dewe pak... Soalle gak ono kerjaan,jadi ya melukis dinding.." ucap Bayu.
" Apiik..."
Mereka terdiam sebentar.
" Kulo nyuwun pamit gus.." ucap Sumarno.
" Iya pak.." ucap Bayu.
Mereka kemudian berdiri lalu berjalan ke pintu.
" Assalam mu'alaikum..." ucap Sumarno.
" Wa'alaikum salam warah matullah.." ucap Bayu.
***
Pagi hari.
Nampak sebuah mobil Pajero sport terparkir di pinggir jalan,mobil itu tiba tadi malam,sedangkan mobil lainnya berada di pinggir jalan besar menunggu.
Hana dan kedua istri Bayu telah siap.
Bayu mencium tangan ibunya,lalu kedua istri Bayu mencium tangan Bayu.
" Ingat ya sayang...Jangan menyalakan kompor jika di tinggal pergi,pastikan semua pintu rumah dan jendela terkunci.." ucap Hana.
" Siap...Laksanakan." ucap Bayu sambil berdiri tegap.
Kemudian mereka berjalan lalu masuk ke dalam mobil.
" Assalam mu'alaikum abi..." ucap Ayu dan Diana.
" Wa'alaikum salam..." ucap Bayu.
Kaca mobil tertutup
Sebagian pengawal ikut bersama rombongan tersebut,sisanya akan menjaga rumah Hana di saat Bayu tak ada di rumah.
" Sepi reek..."ucap Bayu melihat rumah ibunya sepi tak ada kedua istrinya dan juga ibunya.
Bayu tak perlu khawatir bila Sulis dan Aisyah tinggal dirumahnya,sebab nanti saat membantu acara pernikahan lalu ada yang bertanya,tinggal jawab bahwa ibu dan kedua istrinya sedang menjemput istri ke empat dan kelima,sesuai apa yang ia ucapkan saat ceramah,yakni memiliki 5 istri. Di tambah Sulis dan Aisyah memiliki nasib yang sama. Sama - sama berhubungan dengan musuh keluarga besarnya.
Nampak 2 pengawal berjalan ke rumah Bayu. Mereka adalah Mansur dan Timothius.lalu duduk di teras.
Siang hari sebelum adzan Dzuhur.
Bayu muncul dari dalam memakai sarung,baju muslim tak lupa songkok warna hitam,lalu mengunci pintu,dirinya akan pergi ke mesjid. Karena istrinya tak ada di rumah.
" Heeelllooooh.....!!!"
" Kirain bapak ikut sama ibu saya.." ucap Bayu melihat 2 pengawal.
" Tidak pak...Kami bertugas menjaga rumah ini biar gak kemasukan maling. Oh iya.."
" Kenapa bapak gak ikut?" ucap Mansur.
Bayu duduk di samping Mansur.
" Kemarin pak Sumarno datang,dia minta tolong ke saya untuk mewakili dia,menikahkan putrinya .."
" Acaranya minggu depan pak.." ucap Bayu.
" Ooo...Begitu.." ucap Mansur.
" Ngomong - ngomong pak mansur sudah berkeluarga apa belum?" ucap Bayu.
" Belum pak.." ucap Mansur.
" Kirain sudah..."
" Ku tinggal dulu ya pak,mau ke mesjid."ucap Bayu.
" Iya pak.." ucap kedua pengawal.
Bayu berjalan ke motor Legendanya.
Sesampai di mesjid,Bayu langsung masuk ke dalam.
Nampak seorang bapak - bapak melihat Bayu.
" Asaalam mu'alaikum gus.." ucap bapak itu.
__ADS_1
" Wa'alaikum salam...Ini sudah masuk Dzuhur kan pak?" ucap Bayu.
" Samoun gus.. Ne mau aku pukul bedugnya." ucap bapak itu.
" Ooo..Begitu.."
" Saya yang adzan ya pak.." ucap Bayu.
" Monggo gus.." ucap bapak itu.
Bayu berjalan ke mic,setelah sampai,ia mencoba mic itu,apakah langsung bisa di gunakan. ia mengetuk mic tersebut,terdengar suara dari speker.
Tak lama kemudian.
Duk..Duk..Duk duk duk duk....Duk.. Duk..
Bayu mengumandangkan adzan dengan irama panjang. Selama dirinya tinggal di desa itu,Bayu tak pernah ikut shalat jamaah di mesjid maupun mushall,kecuali shalat Jum'at saja. Ia sengaja melakukan itu,takut dirinya di tunjuk sebagai pengurus mesjid.
Bayu tak tahu pasti,apakah selamanya tinggal di Sragen,ataukah kembali ke Jakarta.
Setelah Bayu adzan,ia melaksanakan shalat sunnah,setelah itu duduk sambil menunggu jamaah datang.
Tak lama kemudian seorang bapak - bapak iqomat.
Bayu berdiri,lalu para jamaah meminta Bayu sebagai imam. Mau gak mau Bayu menjadi imam.
Selesai shalat dan berdoa,Bayu segera meninggalkan mesjid ,namun seorang bapak - bapak menghampirinya.
" Dengaren (tumben)gus,dzuhuran di mesjid" ucap bapak itu.
" Iya pak...Di rumah gak ada orang,jadi ya saya kemesjid." ucap Bayu.
" Oalah..Ngono.."
" Kenapa gak setiap hari gus shalat di mesjid?ucap bapak itu.
" Sepurane pak,aku sudah lama meninggalkan istri untuk bekerja di luarnegeri,jadii.."
" Ketika saya kembali..Saya ingin shalat bersama keluarga saya aja pak.."
" Saya pulang dulu pak..Assalam mu'alaikum" ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam..." ucap bapak itu.
" Asem...Asem..."
" Kalau aku ke mesjid terus...Yang ada mereka akan menjadikanku sebagai pengurus mesjid."
" Jika sudah lama aku tinggal di sini ya gak masalah.."
" Lha wong aku baru aja tinggal di sini kok,terus aku ingin berjamah bersama dengan keluargaku ucap Bayu dalam hati.
Skip.
Saat akan shalat Ashar,Bayu sengaja tak pergi ke tempat ibadah lebih awal.
Saat terdengar adzan,Bayu segera pergi ke mushala.
Mushalla itu lebih dekat dari rumah ibunya dari pada mesjid.
Sesampai di dalam mushalla,nampak shalat baru akan di mulai.
Selesai shalat,para jamaah heran melihat Bayu shalat di mushalla itu,yang biasanya Bayu tak penah muncul.
Bayu berdiri lalu berjalan keluar.
" Tumben gus...Shalat nang kene.." ucap pria.
" Iya..Pengen aja shalat di sini."
" Gak boleh kah pak?" ucap Bayu.
" Boleh - boleh gus...Gak ada yang ngelarang kok.." ucap pria.
" Kirain gak boleh..."
" Saya pulang dulu pak...Assalam mua'alaikum" ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam.." ucap pria itu.
Sesampai di rumah.
Bayu melihat makanan di dapur,apakah masih ada atau tidak.
Nampak ada sayur dan lauk. Bayu mengecek apakah sayur itu sudah basi apa belum.
" Belum basi.." ucap Bayu dalam hati setelah mengecek.Kemudian Bayu memanaskan sayur tesebut agar tidak basi.
10 menit sebelum masuk adzan magrib,Bayu berjalan kaki ke mushalla sambil membawa botol air mineral,dan 1 bungkus choki - choki untuk berbuka.
Sesampai di Mushala.
" Assalam mu'alaikum.." ucap Bayu melihat 3 pria duduk di emperan Mushala.
" Wa'alaikum salam." ucap ke tiga pria serempak.
Lalu Bayu bersalaman.
" Iniloh orangnya,tanya aja langsung.." ucap pria 1.
" Mau tanya apa pak?" ucap Bayu.
" Ngene loh gus..."
" Pak Nanang itu penasaran,waktu lihat banyak orang di rumah jenengan,ada yang pakai jilbab,ada juga yang tidak,lalu yang tidak pakai jilbab pakaiannya seksi.." ucap pria 2.
" Ooo...Itu.."
" Mereka adalah keluarga besar saya pak.."
" Tidak semuanya islam.." ucap Bayu.
" Oalah....Begitu too.." ucap pria 1.
" Terus kenapa mereka memakai mobil tentara." ucap pria 2.
" Mungkin keluarga mertuaku ada yang menjadi tentara,sehingga mereka bisa menggunakan mobil tentara."
Bayu melihat jam tangannya,waktu Magrib sudah masuk.
Terdengar suara adzan.
" Sudah adzan pak..." ucap Bayu.
Bayu membaca do'a lalu minum air minum yang ia bawa.
Salah satu pria masuk ke dalam untuk adzan.
" Jenengan poso gus?" ucap pria 2.
" Injih pak...Kulo poso.." ucap Bayu lalu membuka choki - choki.
Terdengar suara adzan dari Toa Mushalla.
Seorang bapak - bapak yang rambutnya memutih semua memakai songkok putih menyodorkan tangan ke Bayu.
Bayu menyambut,dan mencium punggung tangan pria tua..
" Karo sopo gus...?" ucap pria tua.
" Tunggu selesai adzan pak.." ucap Bayu.
Selesai adzan di kumandangkan. Lalu terdengar suara shalawatan.
" Saya sendirian aja pak..." ucap Bayu lalu meminum air.
Di saat shalat akan di mulai.
" Monggo gus di imami" ucap pria tua.
" Suaraku elek loh pak.." ucap Bayu.
Pria tua itu lantas menarik Bayu ke tempat imam.
Mau gak mau Bayu menjadi imam.
Selesai shalat magrib. Bayu duduk di teras,ingin mengobrol sebentar dengan tetangganya.
" Sampeyan mondok wes pirang tahun gus?" ucap pria tua.
" Hemm...enem ..Pitu..Wolu.."
" Wolung tahun pak" ucap Bayu.
" Sampeyan apane gus Wafiq..?" ucap pria tua.
" Murid dan guru pak.." ucap Bayu.
" Hemm... Bapak e sampeyan duwe pondok ndek endi?" ucap pria tua.
" Lampung pak.." ucap Bayu.
" Oalah..Lampung to.."
Ponsel Bayu bergetar panjang lalu mengecek siapa yang menelpon. Nampak nama Istriku Ayu menelpon. Bayu menerima panggilan telpon
" Berarti sampeyan asli Lampung.." ucap pria tua.
" Hallo... Assalam mu'alaikum mi..." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam bi.."
" Abi di rumah atau di luar." suara Ayu.
" Lagi di Mushalla..Apa apa mi.." ucap Bayu.
" Tidak ada apa - apa bi,hanya ingin menelpon saja.." suara Ayu.
" Sudah sampai kah mi?" ucap Bayu.
" Belum bi...Masih di jalan.." suara Ayu.
.
.
BERSAMBUNG.
Maaf update 1 bab. Seharin tadi mancing. Alhamdulilah umpan 1 kg udang habis,dan daoat banyak ikannya.
Mancing berdua sama adikku.
Di bantu sama kapten. Jadi bertiga. Sampe rumah habis isya'.
__ADS_1