
1 Januari.
Pukul 5.20.
Nampak Bayu memakai celana training panjang,kaos partai menggerakkan tubuhnya di teras rumah tanpa alas kaki.
" Lama gak olah raga badanku sakit semua...
Bimo,Daniel,dan Lukman berjalan ke teras sambil membawa tas.
" Budal sak iki kah?" ucap Bayu melihat ke tiga sahabatnya.
" Iyooo... " ucap mereka serempak.
" Keburu panas Bay..." ucap Daniel.
Setelah pemanasan selesai,Bayu berlari ke arah gerbang.Ia ingin berlari mengitari komplek perumahan.
" Qola muhammadun huwabnu maliki..🎶🎶
"Ahmadu robbillahi Khoiro Maliki...🎶🎶
Bayu berlari sambil menghapal kembali kitab Alfiyah yang dulu ia pelajari di pondok pesantren dengan alunan nada.
Di saat Bayu mempelajari kitab Alfiyah,Bayu berusia 9 tahun. Ia termasuk santri paling muda dan cepat bisa menghapal kitab.Sedangkan yang lainnya sudah dewasa semua.
Dahulu waktu Bayu bersama yang lainnya berdiri di dalam kelas sambil memegang kitab Alfiyah. Mereka membaca kitab tersebut sebelum memulai pelajaran,sedangkan Bayu tidak memegang kitab itu karena sudah hapal.
Ketika sudah selesai membaca kitab Alfiyah,satu persatu di beri pertanyaan. Bagi yang bisa menjawab maka bisa duduk.
Bayu mendapat giliran pertama karena berdiri di depan ustadz yang mengajar.
Bayu menjawab dengan jawaban yang sempurna lalu duduk di lantai.
Di dalam kelas Bayu hanya ada sebuah papan 1 lembar yang di jadikan meja belajar,duduk beralaskan lantai semen ,papan tulis yang menggunakan kapur tulis. Bayu menulis di buku menggunakan pena celup,bukan pena yang di biasa di jual di toko seperti merk Pilot.
Ketika ada yang tidak bisa menjawab pertanyaan " Masa kamu kalah sama Bayu yang masih bocah ini..." ucap Ustadz.
Santri yang tidak bisa menjawab hanya bisa diam saja,tak berani menjawab.
Bayu cuek saja sambil menggambar,menunggu sesi tanya jawab selesai.
Sekarang.
Setelah selesai pada baris terakhir kitab Alfiyah,Bayu berhenti berlari mengitari komplek perumahan. Bayu istirahat di rerumputan,duduk selonjor.
" Mayan....dapat keringat...
Bayu menoleh kanan dan kiri.
Suasana komplek nampak sepi. Hanya terlihat 2 orang sedang membersihkan jalanan.
" Balik sajalah...
Bayu bangkit berdiri lalu berjalan biasa sambil mendendangkan kitab Alala.
" Faingkana dza syarri fajanib sur a'tan...🎶
" Wa ingkana dza khoirin faqorin hutahtadii..🎶🎶
" Bila ada teman jelek maka jauhilah...🎶🎶
" Bila ada teman yang bagus maka dekatilah..🎶🎶 " ucap Bayu.
" Bila ada cewek cantik maka dekatilah...🎶
" Setelah dapat hatinya barulah di kentu..🎶🎶." suara Jalu.
" Jancoook.... Nyahuut aja pakde ini..." ucap Bayu.
" Apik kan syairku Bay..." suara Jalu.
" Embooh... " ucap Bayu.
" Aku ahli dalam syair loh Bay..." suara Jalu.
Bayu tak menyahuti ucapan Jalu yang terdengar di telinganya.
Bayu melihat 3 orang wanita sedang berdiri di jalanan sambil mengobrol. Ketiga wanita itu adalah asisten rumah tangga.
" Pagi bosss..." ucap salah satu wanita menyapa Bayu saat hendak lewat.
" Pagi juga mbak..." ucap Bayu.
" Kok sendirian aja bos..." ucap wanita itu lagi.
Bayu berhenti berjalan.
" Habis lari pagi mbak...
" Ini mbak mau kemana?" ucap Bayu.
" Kita mau belanja boss...Ini lagi menunggu jemputan.." ucap wanita satunya.
" Ooo... Begitu... Ya sudah... Saya tinggal dulu.." ucap Bayu.
" Iya boss.." ucap ketiga wanita.
Bayu lanjut berjalan lagi ke rumah.
***
Ancol.
Rombongan Bayu sampai di pantai Ancol. Ketiga pembantu Bayu ikut dalam rombongan.
Melisa,dan Paijo tidak ikut dalam rombongan tersebut.
Nampak Bayu menaruh termos berisi nasi dan es di sebuah Gazebo yang di sewakan oleh pihak pengelola.
Bayu melihat ke arah pantai. Nampak ombak di pantai nampak tenang,tak ada gelombang.
" Jangkreek.... Airnya bagus gini..."
" Coba aja ku bisa bawa alat pancingku... Pasti langsung ku lempar umpanku..."
Bayu melihat sebuah lapangan Voli yang kosong.
" Sepertinya bisa neh maen Volli.." ucap Bayu dalam hati.
" Bu... Kenapa kita bawa makanan ke sini.. Kan kita bisa makan di restoran..." ucap Diana.
" Makanan di restoran belum tentu ibu menyukainya Ana...
" Jika kita bawa bekal, maka kita bisa makan ramai - ramai di sini..."
" Jarang loh kita bisa begini..." ucap Hana.
" Maen bola Volli yuk...Mumpung sepi..." ucap Bayu.
" Ayook..." ucap keluarga Bayu.
Bayu juga mengajak ke pengawalnya ikut bermain bola Volli,kemudian Bayu membagi dalam 2 tim. Setelah selesai membagi tim,mereka pun bermain. Pengawal yang tak ikut bermain,berjaga di sekitar lapangan bola Volli dengan senjata lengkap.
" Jangan kencang - kencang loh mukulnya ..
" Ini hanya hiburan saja..." ucap Bayu.
Nampak Diana mulai memukul bola Volli.
Ayu menerima bola,lalu Bayu menyambut kemudian melempar ke atas agar ibunya memukul.
Hana melompat lalu memukul.
Bola di tahan oleh Putri,lalu Joni menyambut dengan ke dua tangan kemudian melambungkan ke atas.
Putri melompat untuk memukul bola.
Pukulan Putri mengenai ruang kosong.
" Horeeee....." ucap Putri kesenangan.
1 jam kemudian.
Mereka istirahat karena kelelahan bermain.
" Seru juga ya shujin...." ucap Ayu.
" Iya yomesan...." ucap Bayu.
Terdengar suara memakai sound sistem dari kejauhan. Karena tak jauh dari rombongan Bayu,ada sebuah konser musik menyambut tahun Baru.
Bayu melihat ke arah pengunjung,tiba - tiba ia melihat seseorang yang ia tahu namanya dari tivi tapi belum pernah bertemu.
" Itu kan kang Parto..." ucap Bayu.
" Kang Parto itu siapa shujin.." ucap Ayu.
Bayu melihat ke Ayu.
__ADS_1
" Kang Parto itu seorang artis,dia membawa acara Opera Van Java yomesan...
" Bentar.. Aku mau kesana dulu..."
Bayu berjalan ke arah Parto,2 pengawal mengikuti Bayu. Bayu menoleh ke pengawalnya.
" Kalian jangan ikut,jagalah keluargaku..." ucap Bayu.
" Siap bosss..." ucap salah satu pengawal lalu kembali.
Timbul niat iseng Bayu.
" Kerjain aaah...."
Setelah Bayu sampai di tempat Parto berada.
" Xiàwǔ hǎo " ucap Bayu menggunakan bahasa cina. ( Selamat siang).
Parto nampak terkejut,lalu melihat Bayu dari atas hingga ke bawah lalu melihat wajah Bayu lagi.
" Maaf neh mas... Eh...Opa...
" Saya tidak bisa bahasa korea..." ucap Parto.
"Nǐ hái zài gōngzuò ma?" ucap Bayu ( Apakah anda masih bekerja.)
Parto menggaruk - garukkan rambutnya.
" Waduh... Saya beneran tidak bisa.."
" Anu... Apakah opa bisa bahasa indonesia.."
" Speak indonesia..." ucap Parto.
" Mboten saget kang Parto..." ucap Bayu.
" Ooo...Mboten saget.."
" Eeeh...!!! Bisa bahasa jawaa..." ucap Parto kaget.
Parto nampak celingukan mencari sesuatu.
" Pados nopo kang..." ucap Bayu.
" Enggak... Saya kira opa membawa kameramen untuk ngerjain saya..." ucap Parto.
Bayu mengulurkan tangannya,Parto menyambut.
" Saya Bayu kang..." ucap Bayu.
" Ooo... Bayu.."
" Asli indonesia atau korea?" ucap Parto.
" Indonesia kang... Maaf kang tadi aku ngerjain sampeyan...Tadi itu saya pakai bahasa cina,bukan korea" ucap Bayu sambil melepas jabatan tangannya.
" Ooo... Bahasa cina...Iya ya..."
" Sudah lama di sini?" ucap Parto.
" Baru 2 jam kang... Kang Parto sama siapa?" ucap Bayu.
" Itu...."
Parto menunjuk keluarganya.
" Sama keluarga..." ucap Parto.
" Ooo... Kirain sama kang Sule,mbak Nunung dan kang Azis..." ucap Bayu.
" Mereka sedang punya acara sendiri..."
" Oh iya... Aku lihat dari mas siapa tadi namanya..." ucap Parto.
" Bayu kang ..." ucap Bayu.
" Oh iya... Mas Bayu..
" Mau gak jadi pemain OVJ...
" Soalnya saya lihat mas Bayu ini sangat cocok.."
" Baru bertemu saja sudah pintar melawak dan mengerjai saya.Di tambah.. Wajah mas Bayu ini sangat tampan..." ucap Parto.
" Matur suwun kang atas tawarannya.."
" Saya gak bisa terima,karena banyak kesibukan..."
" Oooo...Boleh...Boleh..."
" 1 kali foto 1 juta ya..." ucap Parto.
" Kamahalan kang..."
" 1 milyar gimana kang...?" ucap Bayu.
" Ha....Ha...Ha....Ha...Ha..." Parto tertawa.
Bayu meminta tolong kepada orang lain untuk foto bersama Parto. Setelah selesai berfoto.
" Beneran gak mau neh?"
" Lumayan loh.... Nanti mas Bayu bisa terkenal dan masuk tivi.." ucap Parto mencoba merayu Bayu agar bisa menjadi tim OVJ.
Bayu tersenyum.
" Enggak kang... Saya gak mau terkenal..."
" Cukup keluarga,sahabat,dan teman - teman yang mengenalku..." ucap Bayu.
" Baiklah..."
" Mas Bayu ke sini sama siapa?" ucap Parto.
Bayu membalikkan badan lalu menunjuk ke tempat keluarganya berada.
" Itu..."
Ketiga istri Bayu berjalan ke arah Bayu di ikuti 6 orang pengawal.
" Saya sama keluarga dan juga teman - teman kang" ucap Bayu.
" Sayang...." ucap Diana.
"Itu keluargamu?" ucap Parto.
" Iya kang...
" Ada apa yank...?" ucap Bayu.
" Naik banana boat yuk..." ucap Diana.
" Ayook..." ucap Bayu.
" Anda kang Parto ya..." ucap Putri.
" Iya saya Parto...
" Maaf.. Apakah mbaknya ini keluarga dari mas Bayu" ucap Parto.
" Iya kang... Saya istrinya...
" Mas... Foto bareng yuk sama kang Parto.." ucap Putri.
" Ayook..." ucap Bayu.
Bayu dan ketiga istrinya berfoto bersama Parto. Bayu meminta pengawalnya untuk memfoto.
" Mereka adalah istriku kang...
" Eh.....!!!?? Serius..."
Bayu menganggukkan kepalanya.
"Tiga - tiganya? " ucap Parto terkejut dan tak percaya.
" 2 rius kang... Kami tinggal dulu ya kang..."
" Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam..." ucap Parto lalu menggeleng - gelengkan kepala. Melihat Bayu mempunyai 3 istri.
" Kalian bawa baju ganti?" ucap Bayu.
" Bawa shujin..." ucap Ayu.
" Bawa mas..." ucap Putri.
" Bawa sayang..." ucap Diana.
__ADS_1
Setelah sampai di tempat yang di tuju,Bayu dan ketiga istrinya menyerahkan dompet dan juga handphone,agar tidak basah.
Setelah itu mereka memakai jaket pelampung dan naik ke banana boat.
4 pengawal naik ke perahu speed untuk menjaga,dan seorang lagi naik ke perahu speed yang menarik banana boat.
Setelah puas naik banana boat,mereka pergi ke kamar mandi untuk mengganti pakaian. Setelah itu mereka makan bersama - sama.
" Mbak dewi..." ucap Bayu.
" Iya mas..." ucap Dewi.
" Kalau mau naik banana boat,naik aja... Nanti aku yang bayarin..." ucap Bayu.
" Gak mas... Aku gak bawa baju ganti..." ucap Dewi.
Selesai makan,hape Bayu berdering nada panggil.
Bayu mengecek siapa yang menelpon dirinya.
Nampak nama bu Clara muncul.
" Assalam mu'alaikum... " ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam pak Bayu..."
" Maaf saya mengganggu anda lagi.." suara Clara.
" Iya gak apa - apa bu... Ada yang bisa saya bantu bu...?" ucap Bayu.
" Begini pak..."
" Setelah teman - teman saya mencoba makanan yang saya beli,mereka sangat menyukainya.." suara Clara.
" Alhamdulillah... Syukurlah kalau teman - teman ibu menyukainya..." ucap Bayu.
" Besok pagi saya akan ke Cafe bapak untuk mengajukan kerja sama..." suara Clara.
" Sepurane bu..."
" Maksud saya maaf bu..."
" Besok pagi saya ada jam kuliah.."
" Kemungkinan habis Dzuhur saya ada di cafe..." ucap Bayu.
" Ya sudah... Saya akan menemui manajer bapak.." suara Clara.
" Maaf juga bu..."
" Pak Paijo juga kuliah... Siang baru ada di cafe" ucap Bayu.
" Ooo... Begitu..."
" Baiklah... Besok siang saya akan ke sana.." suara Clara.
" Nah... Kalau siang kami ada di Cafe.." ucap Bayu.
" Pak Bayu posisi sekarang ada di mana?" suara Clara.
" Kami berada di pantai bu..." ucap Bayu.
" Pak Bayu bersama pacar bapak?" suara Clara.
" Tidak bu...."
" Saya bersama keluarga dan teman - teman..." ucap Bayu.
" Pak Bayu sudah makan?" suara Clara.
" Sudah bu.. Barusan saya makan pakai ayam goreng..." ucap Bayu.
" Enak tuh pak... Duduk di pantai bareng keluarga lalu makan bersama..." suara Clara.
" Ya iyalah bu..."
" Ibu sendiri sudah makan?" ucap Bayu.
" Sudah... Tadi saya makan sop Konro..." suara Clara.
" Rasanya enak gak bu...?" ucap Bayu.
" Enak sekali..."
" Kemarin saya coba enak,lalu hari ini rasanya masih sama...Tidak ada perubahan.." suara Clara.
" Syukurlah..."
" Oh iya...Mengapa tidak langsung datang saja ke Cafe bu bersama rekan - rekan ibu.." ucap Bayu.
" Jika dekat,kami pasti ke sana pak..Tapi sayang jauh.." suara Clara.
" Ooo...Begitu..." ucap Bayu.
" Di sana ramai gak pak?" suara Clara.
" Rame bu...Tadi saya sempat bertemu dengan kang Parto yang bawakan OVJ." ucap Bayu.
" Iyakah..." suara Clara.
" Iya bu... Terus saya kerjain pakai bahasa cina... Kang Partonya kebingungan gak bisa jawab.." ucap Bayu.
" Terus - terus..." suara Clara.
" Karena kasihan,ya aku udahin aja aktingku.."
" Ku pakai bahasa jawa..."
"Kang Parto celingukan,ia berpikir kalau dirinya di kerjai sambil di rekam...Padahal gak ada yang merekam bu.." ucap Bayu.
" Enak dong...Bisa bertemu artis.." suara Clara.
" Kebetulan aja bu..." ucap Bayu.
" Hem...Hari minggu nanti pak Bayu ada acara atau tidak?" suara Clara.
" Gak tahu bu... Rencanaku seh pergi mancing bu..." ucap Bayu.
" Mancing..." suara Clara.
" Iya bu..."
" Gara - gara Paijo gak ngajakin aku mancing,jadi pengen mancing aku bu..." ucap Bayu.
" Mancing di mana mas..."suara Clara.
" Hem.... Gak tahu...Yang penting naik kapal terus mancing... Gatel tanganku bila gak mancing bu.." ucap Bayu.
" Gatal ya di garuk dong..." suara Clara.
" Tetap gatal bu meski di garuk... Bawaannya pengen mancing. Meskipun mancing hanya 2 jam gak masalah.."
" Pulang gak bawa ikan urusan belakangan,yang penting bisa lempar umpan. " ucap Bayu.
" Beli di pasar aja kalau tidak dapat ikan..." suara Clara.
" Males bu..."
" Rasanya kurang sip jika beli di pasar..Maaf bu... Udahan dulu ya.." ucap Bayu .
" Oh iya...Maaf mas..Ehh...pak... Jadi keasikan ngobrol,padahal saya hanya memberi tahu kalau saya jadi kerja sama dengan pak Bayu." suara Clara.
" Iya gakpapa bu... Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam...." suara Clara.
Bayu mematikan hapenya.
" Siapa tadi itu yank?" ucap Diana.
" Bu Clara yank..."
" Kemarin dia datang memesan banyak makanan..."
" Katanya untuk teman - temannya..."
" Jika teman - temannya menyukai makanan yang kita jual,bu Clara akan mengajukan kerja sama... Begitu..." ucap Bayu.
" Ooo...Begitu..."
" Apakah dia ada menggoda sayang?" ucap Diana menyelidik.
" Tidak ada sayang..." ucap Bayu.
" Apakah mereka menyukainya sayang?" ucap Diana.
" Iya...Mereka menyukainya dan mengajukan kerja sama... Setiap hari kerja kita akan mengirim makanan ke perusahaannya ." ucap Bayu.
" Ooo...Begitu..."
__ADS_1
"Syukurlah..." ucap Diana.