SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
MENGHADIRI SIDANG


__ADS_3

Senin.


Kampus.


Bayu duduk di kursi,di sampingya ada Putri.


Muncul Alex dari pintu lalu menghampiri Bayu.


" Bay..." ucap Alex.


Bayu melihat ke Alex.


" Opo Lex?" ucap Bayu.


" Lu ada ngasih nomor gue ke cewek ya Bay..?" ucap Alex.


" Iya...Kenapa Lex..?" ucap Bayu.


" Jancook..."


" Hape gue di bawa sama cewek gue,gue bawa hape dia..."


" Dia ngomel - ngomel ke gue di kira gue selingkuh...Terus ku telpon tuh nomor..."


" Ngakunya Lisa,dia bilang dapat itu nomor dari Bayu.." ucap Alex.


" Iya...Kemarin aku hadir di ulang tahun teman istriku...Terus ada cewek minta nomorku.."


" Ya aku kasih aja nomormu.." ucap Bayu.


" Anjeeng....Kenapa bukan nomor Rio atau Gabriel atau Rendi yang lu kasih..?" ucap Alex.


" Tiba - tiba yang ingat nomormu aja Lex...Ya aku kasih nomormu" ucap Bayu.


" Lu hapal nomor gue?" ucap Alex.


" Hapal...0813******** " ucap Bayu.


" Njirrr...Gue aja gak hapal...Lu yang hapal.." ucap Alex.


" Kok bisa kamu gak hapal Lex?" ucap Bayu heran.


" Karena gue isi pulsa pakai vocer gesek..Tinggal masukin kode aja..Malas nulis di kertas.." ucap Alex.


Tiba - tiba bu Eva masuk.


" Bu Eva sudah datang Lex.." ucap Bayu.


Alex menoleh ke depan lalu berjalan ke kursinya.


Setelah selesai bu Eva mengajar.


" Vi..." ucap Bayu.


Vivi menoleh ke belakang.


" Apa Bay?" ucap Vivi.


" Sudah terbit apa belum komikmu?" ucap Bayu.


" Sudah...." ucap Vivi.


" Mana...Coba lihat " ucap Bayu.


" Beli dong...Ada banyak di Gramed.." ucap Vivi.


" Ogah aku kesana Vi...Nanti pasukanku ngabisin hadiah Timezone lagi.." ucap Bayu.


" Besok gue bawakan...Lu ke kantin apa enggak Bay?" ucap Vivi.


" Tergantung tuan Putri..." ucap Bayu.


" Ke kantin Vi...Yuuk.." ucap Putri.


" Ayook..." ucap Vivi.


" Mas gak di ajak dek?" ucap Bayu.


Putri memegang lengan Bayu.


" Ayoo mas..." ucap Putri.


Mereka pun keluar kelas menuju kantin.


" Kapan terbitnya komikmu Vi?" ucap Bayu.


"Bulan kemarin... Ini lagi proses ke Vol 2.." ucap Vivi.


" Cerita tentang apa Vi?" ucap Bayu.


" Hem....Seperti Film Sailormon seh Bay..."


" Ada kekuatan,petualangan,misteri gitu.." ucap Vivi.


" Bisa berubah gak,seperti di kartun Dragon Ball?" ucap Bayu.


" Enggak...Nanti lu baca aja komik gue.."


" Kalau gue ceritain entar lu gak jadi baca karena gue dah cerita.." ucap Vivi.


" He eh..." ucap Bayu.


" Oh iya...Gue lihat di tivi,tersangka tabrak lari teman lu sudah di tangkap ya Bay?" ucap Vivi.


" Iya..."


" Dia gak mau ngaku lagi..."


" Terus kepalanya ku jedukkan di meja berulang kali." ucap Bayu.


" Mati dong orangnya Bay.." ucap Vivi.


" Enggak...Paling gegar otak aja..." ucap Bayu.


" Polisinya gak misah gitu lihat lu jedukin kepala tersangka?" ucap Vivi.


" Enggak...Dia hanya diam saja..." ucap Bayu.


Sesampai di kantin,mereka pesan makanan dan minuman.Kemudian duduk sembari menunggu pesanannya datang.


" Bay...Nanti setelah kita dari Cafe mau jenguk Kebo.." ucap Lukman.


" Iya..." ucap Bayu.


" Laura ada di sini gak Bay?" ucap Daniel.


" Enggak...Kamu kangen kah Niel..?" ucap Bayu.


" Jancook...Cewek usil gitu kok di kangenin.." ucap Daniel.


Makanan dan minuman yang mereka pesan datang,lalu di letakkan di meja oleh pelayan kantin.


" Fotomu gue pasang di mading gimana Niel?" ucap Diana.


" Jangaaan...Isin aku Na..."


" Bay...Kenapa gak kamu usir aja sih Laura itu" ucap Daniel.


" Gak tega aku Niel..."


" Dia juga sudah bantu kita nemukan tersangka.." ucap Bayu.


" Makanya...Jangan ngolokin Laura...Sudah tau dia hantu...." ucap Diana.


Uhuuuk....Uhuuuk....Uhuuuk... Vivi kesedakan. Lalu mengambil air minumnya.


" Kalian itu bicarakan hantu?" ucap Vivi.


" Iya...Nama hantunya itu Laura..Neh si Wedus yang bawa dari rumah sakit." ucap Lukman.


" Ooo...Kirain orang,gak tahunya hantu..." ucap Vivi.


***


Cafe Mantan.


Setelah selesai Kuliah,Bayu dan yang lainnya ke Cafe.


Bayu dan Diana berjalan ke lokasi tanah yang mereka beli.


" Ini tanah sampai rumah itu yank..."


" Rumah itu sampai ke gudang kosong,gudang kosong mentok ke rumah cat warna hijau lalu ke Cafe kita.." ucap Diana.


" Luas banget yank..."


" Lalu pangkas rambut itu juga milik kita?" ucap Bayu.


" Iya sayang..." ucap Diana.


" Gendeng...."


Bayu pikir luasnya seperti lahan Cafe Mantan,gak tahunya lebih luas lagi.Bahkan bisa membuat stadion sepak bola.

__ADS_1


" Apa istriku memakai ancaman ya,sehingga pemilik tanah menjualnya" ucap Bayu dalam hati penasaran.


Sebab,tak sampai seminggu. Diana berhasil membeli tanah yang begitu luas.


" Bisa bangun apartemen juga yank.." ucap Diana.


" Dari pada apartemen,mending mesjid yank..."


" Eh...Ngomong - ngomong soal mesjid."


" Paling dekat itu 4 km dari sini ya sayank?" ucap Bayu.


" Gak tahu yank..."


" Kenapa yank?" ucap Diana.


" Ini tanah sangat luas,terus teman - teman jauh dari mesjid. Gimana kalau sebagian bangun mesjid yank.Jadi teman - teman dan orang - orang di sekitar sini gak jauh bila mau shalat jum'at." ucap Bayu.


" Dananya gak cukup sayang bila bangun mesjid.." ucap Diana.


" Iya juga seh..."


Bayu menghentikan langkahnya.


" Hemm...Bila minta bantuan sama keluarga kita gimana yank?" ucap Bayu.


" Sayang beneran mau bangun mesjid?" ucap Bayu.


" Iya..." ucap Bayu.


" Katanya buat perluasan Cafe...Kok mesjid yank.." ucap Diana.


" Cafe cukup 60 meter x 70 meter yank.."


" Sisanya parkir dan mesjid.."


" Bangunannya kita buat 5 lantai."


" Lantai 1 dan 2 untuk umum,lantai 3 dan 4 untuk VIP,lantai 5 buat tempat tinggal.."


" Terus kita pakai lift.."ucap Bayu.


" Jadi Restoran dong yank" ucap Diana.


" Masa seh?" ucap Bayu.


" Iya...Bila sayang memakai metode gitu,seperti restoran berkelas,tapi harganya kaki lima.." ucap Diana.


" Emboh yank... Yang penting nanti papan namanya tetap Cafe Mantan..." ucap Bayu.


" Kenapa gak sekalian di bangun hotel yank?"


" Bawahnya Cafe...Atasnya Hotel.." ucap Diana.


Bayu membalikkan badan lalu berjalan ke arah Cafe.


" Sayang atur saja...Mumet aku..."


" Tapi satu yang aku minta.."


" Sisakan lahan buat bangun mesjid..."


" Sisanya terserah sayang.." ucap Bayu.


" Dananya kurang sayang kalau bangun mesjid.."


" 1 Milyar belum tentu cukup.." ucap Diana.


" Mesjidnya nyusul sayang...Bangun dulu untuk Cafe.."


" Setelah jadi,lalu berjalan Cafenya..."


" Uang keuntungan dari penjualan,kita sisihkan buat bangun mesjid..." ucap Bayu.


" Iya sayang..." ucap Diana.


" Jangan minta Dana dari keluarga kita.Terutama ke mbah Zhang."


" Kita usaha dulu,jika kita gak mampu.."


" Baru minta bantuan.." ucap Bayu.


" Siaap sayang.."


" Kalau buat pondok pesantren gimana yank?" ucap Diana.


Bayu menghentikan langkahnya lalu melihat ke Diana.


" Jika buat pondok pesantren..."


" Dan...."


" Aku belum siap jadi Kyai sayang..." ucap Bayu.


" Kenapa sayang belum siap jadi Kyai?" ucap Diana.


" Jadi seorang Kyai itu berat tanggung jawabnya...Bisa pecah kepalaku..Urus pondok pesantren,urus perusahaan,urus Cafe,urus keluarga,urus ini..Itu...."


" Gak sampai setahun langsung kena stroke.." ucap Bayu lalu berjalan lagi.


" Iya seh..."


" Kakek aja sampai pusing..." ucap Diana.


***


Hari - hari berikutnya Bayu lalui biasa saja,tanpa ada kejadian buruk.


Nando menunggu panggilan untuk di sidang.


Lahan yang di beli Diana perlahan di bangun. Bangunan yang ada di ratakan menggunakan alat berat.


Para pekerja proyek hilir mudik mengerjakan bangunan Cafe Mantan. Siang dan malam di kebut,agar cepat selesai.


Anak buah Bayu tak ada yang membantu, sebab mereka sibuk dengan pekerjaannya.


Hingga persidangan Nando tiba.


Bayu bersama ke tiga istrinya dan teman - temannya hadir dalam persidangan tersebut.


Bayu mengenakan jaket bertudung,kaca mata hitam dan memakai masker diam menyimak sidang tersebut.


Pengacara Bayu membacakan tuntutan terhadap Nando,di sertai barang bukti dan juga saksi. Pak Rian sebagai pemilik bengkel juga ikut dalam persidangan itu.


Pengacara Nando,membela Nando. Ia mengatakan juga memiliki saksi bila Nando tidak bersalah.


" Sepandai - pandainya orang menyimpan bangkai,pasti tercium juga.."


" Sepandai - pandainya kamu berbohong...Pasti ketahuan juga..." ucap Bayu dalam hati.


Hakim mengetuk palu,sidang di lanjutkan 2 hari lagi.Yaitu pembelaan dari pihak Nando.


Bayu bersama rombonganya keluar dari persidangan.


2 Hari kemudian.


Bayu kembali hadir. Namun kali ini Zhang Yong Han ikut hadir dalam persidangan tersebut.


" Mbah kok di sini?" ucap Bayu lalu mencium tangan kakek buyutnya.


" Kakek gak ada kerjaan,jadi ya ke sini" ucap kakek Zhang sambil membawa koper.


Sidang ke 2 pun di mulai.


Para saksi dari kelurga Nando pun di hadirkan.


Mereka bersaksi,bahwa di saat kejadian,Nando bersama mereka sedang berkumpul.


Selesai memberikan kesaksian.


" Yang mulia...Izinkan saya untuk bicara..Sebentar saja.." ucap kakek Zhang.


Hakim melihat ke arah kakek Zhang.


" Silahkan pak.." ucap Hakim.


" Untuk para saksi dari tergugat..."


" Kalian di bayar berapa oleh mereka?"


Kakek Zhang membuka kopernya. Ternyata berisi uang dalam koper itu.


" Ini uang ada 3 milyar..."


" Bila kalian jujur. Maka uang ini bisa menjadi milik kalian.." ucap kakek Zhang.


" Anda pikir bahwa para saksi kami berbohong gitu?" ucap pengacara.


Nampak para saksi dari Nando bimbang.


Lalu salah satu saksi dari Nando berdiri.


" Maaf yang mulia hakim...Saya berbohong..." ucap orang itu.

__ADS_1


Kemudian saksi di sebelahnya juga berdiri.


" Maaf yang mulia..Saya juga berbohong.." ucap orang itu.


Kakek Zhang tersenyum puas.Karena rencananya berhasil.


" Brengsek....Lu sudah gue bayar..Malah lu berhianat..." ucap Nando marah.


" Lihatlah yang mulia,saksi dari tergugat mengatakan bahwa dia di bayar untuk berbohong.." ucap pengacara Bayu.


Dok....Dok....Dok... Hakim mengetuk palu.


" Harap diam..."


Semua yang hadir terdiam.


" Apakah saudara saksi di bayar untuk berbohong?" ucap hakim.


" Benar yang mulia...Saya di bayar oleh Nando untuk memberikan keterangan palsu." ucap orang itu.


" Anda di bayar berapa oleh saudara Nando?" ucap Hakim.


" 5 juta yang mulia..Jika pak Nando bisa bebas maka saya akan di beri uang lagi" ucap orang itu.


" Baik...Akan saya catat ucapan kalian..." ucap Hakim.


" Yang mulia .." ucap kakek Zhang.


Hakim melihat ke arah kakek Zhang.


" Iya..Ada apa pak?" ucap Hakim.


" Izin bicara sebentar..." ucap kakek Zhang.


" Silahkan.." ucap Hakim.


" Saya tidak jadi memberikan uang ini pada orang yang pandai berbohong..Lebih baik uang saya ini akan saya sumbangkan untuk membangun mesjid saja.." ucap kakek Zhang.


" Iya...Itu terserah bapak.." ucap Hakim.


2 orang saksi dari Nando nampak lemas. Mereka pikir akan mendapatkan uang tersebut setelah berkata jujur.


Tak terasa sidang ke dua di tutup. Dan akan di lanjut lagi 4 hari kedepan.


Kakek Zhang menghampiri Bayu lalu menyerahkan koper berisi uang kepada Bayu.


" Ini buat bangun mesjid.." ucap kakek Zhang.


" Siapa yang memberi tahu mbah kalau Bayu ingin bangun mesjid..?" ucap Bayu sambil menerima koper tersebut.


" Siapa lagi kalau bukan istrimu Bayu..." ucap Zhang.


" Apakah Diana minta Dana ke mbah?" ucap Bayu.


" Tidak..."


" Kakek cuman bertanya...Apakah lahan itu di bangun untuk Cafe saja.."


" Lalu Diana bilang,sebagian buat mesjid. Tapi Mesjidnya menyusul jika ada keuntungan dari Cafe.." ucap kakek Zhang.


Bayu menoleh ke Diana.


" Aku gak ada bilang minta Dana loh yank..Aku bicara apa adanya ke kakek pas kakek tanya..Kalau gak tanya ya aku diam saja..." ucap Diana.


" Jangan kamu marahi Diana...Dia gak minta uang pada kakek..."


" Kakek kan sudah bilang...Bila butuh uang,bilang saja ke kakek,Kakek akan kasih berapun yang kamu minta asal tidak buat senang - senang"


" Mungkin yang lainnya juga akan menyusul untuk membantu membangun mesjid itu Bayu.." ucap kakek Zhang.


" Terima kasih mbah..." ucap Bayu.


" Kakek pulang dulu...Asaalam mu'alaikum.." ucap kakek Zhang.


" Wa'alaikum salam warah matullah.." ucap Bayu.


Kakek Zhang berjalan meninggalkan Bayu di iringi oleh para pengawal.


Ke dua orang tua Nando berjalan mendekati Bayu.


" Siapa sebenarnya kalian ini?" ucap ayahnya Nando penasaran.


" Saya adalah orang yang menuntut putra bapak yang telah mencelakai keluarga saya..."


ucap Bayu.


" Ayo mas...Kita pulang.." ucap Putri.


" Ayo..."ucap Bayu.


Mereka pun meninggalkan ruang sidang. Pengacara Nando menghampiri ayahnya Nando.


" Sepertinya,mereka dari orang terpandang pak.. " ucap pengacara.


" Apakah Nando bisa terbebas dari tuntutan mereka?" ucap ayahnya Nando.


" Tidak bisa pak...Bapak lihat sendiri.."


" Mereka dengan mudahnya membawa uang 3 Milyar untuk memancing saksi kita berkata jujur..." ucap Pengacara.


Seorang pria dewasa memakai jas hitam, kaca mata hitam dan masker menghampiri mereka dan berkata" Jika kalian macam - macam dengan mereka, maka kalian akan aku binasakan hingga ke akar - akarnya"


Setelah berkata,pria itu meninggalkan kedua orang tua Nando dan pengacaranya.


" Siapa orang itu?" ucap ayahnya Nando.


" Saya tidak tahu pak.." ucap pengacara.


4 hari kemudian.


Keluarga Han sebagian berhasil menguasai ajian Tapak Geni. Yang tidak berhasil,terpaksa mengulang lagi dari awal. Karena di saat malam ke 21. Mereka tertidur sebentar.


Ruang sidang.


Nampak Hakim membacakan keputusan terhadap Nando.


" Sesuai bukti dan para saksi yang ada,saudara Fernando Buana terbukti bersalah,sengaja mengirim orang untuk melukai Bimo Prasetya menggunakan jasa orang lain dan juga sengaja menghilangkan nyawa Bimo Prasetya dengan menabrak memakai kendaraan roda empat di saat Bimo Prasetya berkendara memakai sepeda motor, Maka sidang ini kami putuskan bahwa saudara Fernando Buana di jatuhi hukuman seumur hidup." ucap Hakim


Dok....Dok...Dok... ( suara palu di ketuk).


Nando yang mendengar keputusan itu langsung lemas.Ia tak menyangka bahwa aksinya di jatuhi hukuman seumur hidup oleh Hakim.Nando berpikir bahwa hukumannya hanya 1 tahun saja.


Pengacara Nando melayangkan banding. Namun di tolak oleh Hakim.


Bayu yang mendengar keputusan hakim hendak protes.


" Jangan protes ya sayang..." ucap Diana.


" Sayang kok tahu kalau aku mau protes.." ucap Bayu.


" Kan sayang pengen dia di hukum mati kan.." ucap Diana.


" Iya...Kalau dia gak mati,aku gak terima.Dia harus mati." ucap Bayu.


" Sabar mas... "


" Hukuman seumur hidup itu seperti hukuman mati...Dia selamanya dalam penjara..." ucap Putri.


" Shujin ingin dia mati?" ucap Ayu.


" Iya...Aku ingin dia mati" ucap Bayu.


" Nanti malam aku akan samperin dia " ucap Ayu.


" Jangan yomesan..." ucap Bayu.


" Kalau Ayu beneran nyamperin Nando bisa gawat.nanti Nando mati dalam penjara karena di bunuh oleh Ayu..." ucap Bayu dalam hati.


Tiba - tiba hape Bayu bergetar panjang,Bayu mengeceknya.


Nampak di layar nama mbah Zhang.


" Assalam mu'alaikum mbah.." ucap Bayu.


" Wa'laikum salam...Apakah sidangnya sudah selesai Bay?" suara kakek Zhang.


" Sudah mbah...Barusan selesai.." ucap Bayu.


" Bila ingin menghajar Nando,datang aja ke lapas... Lalu pukulin dia.." suara kakek Zhang.


" Nanti Bayu di tahan lagi mbah.." ucap Bayu.


" Enggak...Kakek sudah hubungi kepala lapasnya...Tapi jangan sampai dia mati.." suara Zhang.


" Siaaaap 86 mbah..." ucap Bayu kesenangan. Akhirnya bisa memukuli si Nando dengan puas.


" Ya sudah..Itu saja yang mau kakek bicarakan...Assalam mu'alaikum.." suara kakek Zhang.


" Wa'laikum salam warahmatullah..." ucap Bayu.


" Yok mas...Kita pulang..." ucap Putri.


" Ayoook..." ucap Bayu.

__ADS_1


" Awas ya kamu Nando...Kita akan buat pelajaran untukmu..." ucap Bayu dalam hati.


__ADS_2