
Di Gazebo.
Nampak Bayu bersama Khalisa dan Hinata berada di Gazebo.
"Hemm....Gak di ganti gakpapa tapi lebih bagus di ganti Yank.." ucap Bayu.
"Di ganti apa yank..?" ucap Mei Lien.
"Markonah,...Sutinem,...Supingah,...Ngatemi...
Mei Lien menggelitiki Bayu.Karena nama - nama yang di sebut Bayu, Mei Lien tak menyukainya.
"Ha....Ha....Ha...Ha....Geliii....Ampuuuuun...Ha....Ha....Ha...Ha...." ucap Bayu.
Mei Lien menghentikan aksinya.
"Ada nama yang lebih jelek lagi kah yank?" ucap Mei Lien.
"Ada yank...Bentar tak pikir dulu...
Sulis datang bersama Daniel dan Melisa.lalu duduk di kursi.
"Kirana Ailani Damayanti....
"Fiona Zea Hakimah...
"Nurul Hidayah..
"Azzahra Nurdiana Alifya...
"Nur Aisyah Khanza..
"Dah itu saja yank...Malas aku mikir lagi...Jika gak ingin ganti nama ya gakpapa.." ucap Bayu.
"Yang pake Diana bagus tuh..
"Seperti lagu yang dulu sering ku dengar...
"Diana...Diana...kekasiiiihkuu...🎶🎶
."Bilang pada orang tuamu....🎶
"Cincin yang bermata jeli itu...🎶🎶
"Tanda cinta, kasih untukmu...🎶🎶"ucap Daniel lalu bernyanyi.
"Aku seh yes...Kan kak Mei sudah menjadi kekasih hatinya Bayu..." ucap Sulis ikut menimpali.
"Itu lagu Koes plus ya Niel..?" ucap Bayu.
"Iya Bay..." ucap Daniel.
"Kalau gak salah lirik pertamanya itu..
"Di gunung tinggi 'ku temui...🎶
"Benar gak Niel..." ucap Bayu.
"Betul sekali Bay...Kamu hapal lagunya?" ucap Daniel.
"Hapal donk..." ucap Bayu.
Bayu kemudian bernyanyi.
"Di gunung tinggi 'ku temui...🎶
"Gadis manis putri kakek Jien Li...🎶
"Eh.... Mei Lien terkejut nama ayahnya di sebut dalam lagu.
"Cantik, menarik, menawan hati...🎶
Daniel ikut bernyanyi.
"Diana namanya, manja sekali...🎶🎶
Muncul Bimo,Lukman dan Paijo.
"Waktu aku mengikat janji..🎶
Bimo dan Lukman ikut bernyanyi.
'Ku belikan cincin bermata jeli..🎶
Tapi apa yang 'ku alami?...🎶
Paman petani marah, 'ku dibenci..🎶
Diana... Diana...kekasihku.......🎶
Bilang pada orang tuamu...🎶
Cincin yang bermata jeli itu..🎶
__ADS_1
Tanda cinta, kasih untukmu...🎶
Mereka berhenti bernyanyi.
"Tumben nyanyi lagu Koes Plus...Biasanya campur sari.." ucap Paijo.
"Iya aku mau yank..." ucap Mei Lien.
"Mau apa kak Mei?" ucap Bimo menimpali.
"Mau motong perutmu Bo..." ucap Mei Lien.
Bimo langsung memegang perut.
"Jancooook....
"Ojo perutku to...Ini perut pusaka..Tanpa dia hidupku akan terasa hampa..." ucap Bimo.
"Gak sekalian burungnya Mei di hilangkan. Seperti miliknya Sebastian.." ucap Bayu.
"Waasssuuuu..." ucap Bimo
"Ide yang bagus.." ucap Mei Lien..
Ha...Ha....Ha....Ha....Ha....Ha...Ha...Ha...
Mereka tertawa semua.
"Mei Lien akan mengganti namanya menjadi Azzahra Nurdiana Alifya.." ucap Bayu.
Kemudian Bayu menghubungi bu Yuli untuk mempersiapkan slamatan sederhana.
****
Malam harinya.
Di ruang tamu.
Bayu mengumpulkan teman - temannya,tak lupa mengundang keluarga Jien Li dan kakek buyutnya serta pengawal yang tak bertugas untuk acara syukuran sederhana mengganti nama Mei Lien. Karena Mei Lien telah memeluk agama islam.
Bayu memakai baju koko putih,sarung dan songkok kain warna putih.
Mei Lien memakai pakaian seperti Sulis.
Di meja sudah ada makanan khas orang selamatan berupa nasi tumpeng,.lalu tumpukan piring dan sendok,Aqua botol,sup buah dan teh kotak,sisa lauk yang di letakkan di tumpeng,di letakkan di loyang.
Lalu ada kue seperti bolu,agar - agar.
"Assalam mu'alaikum warah matullahi wabarakatuh....
"Selamat malam semua...
"Terima kasih telah datang di rumah sederhana kami.
"Di sini saya sebagai tuan rumah menyelenggarakan acara yaitu pergantian nama Mei Lien Han menjadi Azzahra Nurdiana Alifya...
"Semoga...Dengan gantinya nama tersebut,Azzaahra Nurdiana Alifya menjadi seorang muslimah yang taat pada agama,berbakti pada orang tua dan negara..
Bayu kemudian membaca do'a.
Semua orang mengadahkan tangan sambil berkata Amin,termasuk keluarga Jien Li Han.
Selesai membaca do'a
"Sekarang,silahkan menikmati hidangan yang ada..
"Assalam mu'alaikum warah matullahhi wabarakatuh" ucap Bayu.
Mereka kemudian menikmati hidangan tersebut.
Zhang menghampiri Bayu.
"Apakah Agus ada menghubungimu Bay?" ucap Zhang.
"Belum mbah buyut...
Tiba - tiba hapenya berdering.
Bayu mengambil hapenya.
"Panjang umur...Baru saja di omongin dah nelpon orangnya mbah buyut..." ucap Bayu.
"Semuanya...Diam...
Mereka terdiam,tak ada yang berani bicara.
"Bay..Kamu loud speker suaranya.." ucap Zhang.
Bayu menerima panggilan Agus Irawan.Lalu di loud speaker.
"Assalam mua'alaikum..." ucap Bayu.
"Wa'alaikum salam...
__ADS_1
"Nak Bayu...Ayah sudah tanya pada istriku,bahwa dia tak melakukannya,dia hanya ingin melakukannya. Dan dia bersumpah demi Tuhan....
"Soal makanan dia tak pernah mengirimnya...
Semua orang dapat mendengar jelas suara Agus Irawan.
"Semua fasilitasnya yang ayah berikan padanya...sudah ayah tarik agar dia tak bisa mencelakaimu.." suara Agus Irawan.
"Baiklah...Saya memaafkan anda....Tapi..
"Bila ada keluarga Mahendra lainnya yang mencoba mengusik keluargaku... Saya tak segan - segan membunuh mereka...
"Assalam mua'alaikum..." ucap Bayu.
Bayu mematikan load speakernya.
"Wa'alaikum salam nak.." suara Agus.
Bayu menempelkan hapenya ke mulut.
"Ayah..." suara Bayu pelan.Lalu mematikan panggilan.
"Jadi dia bukan pelakunya..Lalu siapa....? Jika bukan Desi pelakunya.." ucap Zhang penasaran.Karena penyelidikan dari pak Adi belum membuahkan hasil.Dan Zhangvjuga mencurigai istri Agus Irawan.
"Nanti saja itu dipikir mbah...Sak iki ayo ndang madang..." ucap Bayu.(sekerang ayo cepat makan...)
"Jek wareg mbah lee..." ucap Zhang.(masih kenyang)
Bayu menoleh ke arah ibunya.
"Bu...Mbah buyut gak mau makan.." ucap Bayu.
"Bentar...Ibu ambilkan,dan harus habis...Jika tidak habis..Ibu akan menghukum kakek..." ucap Hana,lalu mengambil nasi sebanyak 4 entong
Zhang yang melihat Hana mengambil nasi sangat banyak lalu
"Jancoook...." ucap Zhang.
"Tambahin lagi Hana....Biasanya Ayah itu makannya 10 entong.." ucap Jien Li.
"10 entong muatamu Lii... Emangnya perut ayah perut karet Apa...
Ha....Ha....Ha....Ha...Ha...Ha...Mereka tertawa.
"Kakek bisa ambil sendiri Hana.." ucap Zhang lalu mengambil piring dan sendok.
"Kebesaran paman..Seharusnya pakai sekop..Jangan centong nasi.." ucap Hana.
"Jiangkreeek....Kalian mau menyiksa aku?" ucap Zhang sambil mencomot lauk ayam.
"Iya..." ucap Hana dan Jien Lie serempak.
"Kalian sungguh terlalu.." ucap Zhang pura - pura sedih.
"Tenang saja mbah buyut...Bayu akan bantu..." ucap Bayu.
"Terima kasih Bay...Kamu memang cicit kesayanganku..." ucap Zhang.
"Bayu bantu do'a saja mbah buyut...Biar bisa habiskan..." ucap Bayu.
"Juancooook... Podo wae.." ucap Zhang.
Ha....Ha....Ha...Ha....Ha...Ha... Mereka semua tertawa.
Selesai makan bersama.
Jien Li menghampiri Bayu.
"Bay.." ucap Jien Li.
"Iya mbah..." ucap Bayu.
"Ikut sebentar...
Bayu mengikuti Jien Li menjauh dari kerumunan.
Setelah menjauh dari kerumunan.
"Apakah teman - temanmu tahu akan mata pelangimu?" ucap Jien Li
"Tidak mbah...Mereka hanya tahu mata hitam dan merahku..." ucap Bayu.
"Syukurlah... Oh iya...Kapan kamu menikahi putriku Bay?" ucap Jien Li.
"Setelah acara pernikahanku dengan Putri dan Ayu mbah..." ucap Bayu.
"Baiklah..." ucap Jien Li.
.
.
.
__ADS_1
.BERSAMBUNG.
Maaf gak bisa update banyak. Badanku meriang....