
" Kenapa mbak narik tanganku..." ucap Bayu.
Kumala Sari diam tak menjawab,ia terus menarik tangan Bayu untuk menjauhi dari keluarganya,setelah agak menjauh,Kumala Sari berhenti. Ia mengambil cincin yang ada di jari Bayu dengan kekuatannya,lalu menunjukkan ke Bayu.
" Eh...!!!?? Bayu terkejut saat Kumala Sari menunjukkan cincin Merah Delima.
Bayu memeriksa jarinya.Namun tak menemukan cincin yang biasa melingkar di jarinya.
" Diampuut...Dia ambil cincinnya kembali.." ucap Bayu dalam hati.
" Cincin apa Bay?" suara Sekar tiba - tiba terdengar.
" Cincin Merah Delima mbak..." ucap Bayu dalam hati.
" Ada apa?" ucap Bayu.
" Siapa yang ambil?" suara Sekar.
" Kenapa tadi kupanggil tidak menjawab?" ucap Kumala Sari nampak marah.
" Kumala Sari mbak...Itu cincin pemberian dia" ucap Bayu dalam hati.
" Lah piye arep jawab..Aku engko di sangka wong gendeng,ngomong dewe...Piye to.." ucap Bayu.
Setelah mendengar jawaban Bayu,Kumala Sari tak jadi marah.
" Kenapa kamu jarang kemari?" ucap Kumala Sari.
"Maaf.. Aku sekolah...Ngurus Cafe..Ngurus teman - teman...Belum lagi aku ke Jepang...."
" Belum lama ini keluargaku ada yang meninggal..." ucap Bayu.
Kumala Sari diam tak menjawab.
" Coba kamu rayu dia,jangan buat dia marah jika kamu ingin cincin itu kembali.." suara Sekar.
" Boleh juga usulnya mbak Sekar,coba ah..." ucap Bayu dalam hati.
" Gimana kabar istananya cantik" ucap Bayu.
" Apakah kamu barusan memanggilku cantik.." ucap Kumala Sari.
" Iya... Kalau ganteng kan gak mungkin.." ucap Bayu.
" Istana sepi tanpa kehadiranmu...Aku merindukanmu...Suamiku.." ucap Kumala Sari.
" Aku juga rindu padamu...Maaf ya ...Aku lama tidak mengunjungimu.." ucap Bayu.
Kumala Sari memeluk Bayu.
Bayu bisa merasakan,meskipun Kumala Sari makhluk ghaib.
" Kok aku bisa merasakan pelukannya Kumala Sari ya...Seharusnya kan enggak.." ucap Bayu dalam hati.
Kumala Sari melepas pelukannya.
" Kapan berkunjung ke istana suamiku..." ucap Kumala Sari.
" Gimana ya caranya agar cincin itu kembali.." ucap Bayu dalam hati.
Bayu memiliki ide.
" Cantik mau aku ke istana?"
Kumala Sari menganggukkan kepalanya.
" Aku akan berkunjung jika cantik memberikan cincin yang biasa aku pakai itu kembali..." ucap Bayu.
" Aku akan memberikan cincin ini ( Kumala Sari menunjukkan cincin ke Bayu) Jika kamu datang ke istana...Jika tidak...Maka aku akan menyimpannya kembali..." ucap Kumala Sari.
" Jiangkreek...."
" Kalau dia simpan,bisa celaka aku...Kalau lagi aku butuhkan cincinnya..." ucap Bayu dalam hati.
" Baiklah... Nanti malam aku akan ke istana.." ucap Bayu menyanggupinya.
" Benarkah itu suamiku..?" ucap Kumala Sari.
" Iya... Itu benar cantik." ucap Bayu.
" Baiklah...Aku akan menunggumu di singgasana kita.." ucap Kumala Sari lalu menghilang.
" Jiangkreek....Aku belum ngomong jika ku minta dulu cincinnya malah ilang duluan...." ucap Bayu dalam hati.
Bayu berjalan ke arah tempat keluarganya berada.
Setelah sampai,Bayu duduk di samping Putri.
" Dia kenapa mas? Apakah dia ada ganggu mas lagi?" ucap Putri.
" Enggak dek...Nanti malam mas akan cerita." ucap Bayu.
" Kenapa gak sekarang aja sayang..?" ucap Diana.
" Pribadi sayang...Aku gak mau orang lain dengar ceritaku ini.."
" Melisa kemana dek?" ucap Bayu yang tak melihat keberadaan Melisa.
" Tadi kesana mas..." ucap Putri.
Bayu berjalan ke arah yang di tunjuk oleh Putri.
Di sisi Melisa.
Nampak Melisa melihat Bejo memghampiri seorang gadis cantik. Lalu memperhatikan dan mendengarkan Bejo berbicara pada wanita tersebut.
" Dia pacarnya...Kerjain aah...." ucap Melisa dalam hati lalu menghampiri Bejo.
Setelah sampai,Melisa memegang lengan Bejo.
" Sayang...Rupanya kamu di sini. Aku cari dari tadi kemana - mana gak ketemu..." ucap Melisa.
" Asemm..." ucap Bejo berusaha melepaskan tangan Melisa,tapi Melisa tidak mau melepaskannya.
" Dia siapa sayang..." ucap Melisa.
" Sopo arek iki mas?" ucap wanita itu melihat gadis cantik memegang lengan Bejo kekasihnya.
" Aku pacarnya....Mbak siapa?" ucap Melisa.
" Haaah...!!!?? Pacar...!!??? " ucap wanita itu terkejut.
" Apaan seh Mel..." ucap Bejo.
" Jadi kamu selingkuh di belakangku ya..."
" Kita putus..." ucap wanita itu marah dan kecewa terhadap Bejo.lalu melangkahkan kakinya.
" Diampuut...."
" Sayang...Tungguuuu...." ucap Bejo.Namun tangannya di tahan oleh Melisa.
Melisa langsung menjawab ucapan wanita itu sebelum pergi jauh.
" Jangan putus mbak...Aku bercanda kok..." ucap Melisa.
Wanita itu menghentikan langkahnya,lalu membalikkan badannya.
" Maksudmu apa? Kamu jangan permainkan aku.." ucap wanita itu.
Melisa melepas pegangannya.
" Aku adiknya Bayu dari Jakarta..." ucap Melisa.
" Bayu...?? Bayu endi...?" ucap wanita itu
" Bayu adik keponakanku Sin...Yang sering ke sini..." ucap Bejo.
" Oalah....." ucap wanita itu lalu menghampiri Bejo kembali.
" He...He...He...He....Maaf ya mbak...Tadi aku bercanda..." ucap Melisa.
" Becandamu gak lucu Mel...Aku di putus karo pacarku Sinta..." ucap Bejo.
" Ya di sambung lagi kak..Atau gak pacaran sama Mel aja." ucap Melisa.
" Emmoooh..." ucap Bejo.
" Maaf mas...Tadi aku emosi..." ucap Sinta.
" Iya...Terus kita masih lanjut pacaran apa putus neh?" ucap Bejo.
" Lanjut to mas.." ucap Sinta.
" Kalau dia adiknya Bayu,berarti adikmu juga mas..?" ucap Sinta.
" Iyoo.." ucap Bejo.
Melisa memeluk Bejo dari samping.
" Kapan melamar kak ?" ucap Melisa.
" Jiangkreek... Melamar apanya Mel? Siapa yang ku lamar?" ucap Bejo.
" Aku..Katanya mau melamar Mel." ucap Melisa.
Sinta yang melihat gadis cantik memeluk Bejo cemburu,meskipun Bejo sudah memberi tahu bahwa cewek itu adalah adiknya Bayu. Kecantikannya kalah cantik dengan gadis yang memeluk Bejo.
" Ngawur..." ucap Bejo sambil berusaha melepaskan pelukan Melisa.
" Ya kakak di depan inilah..." ucap Melisa.
" Ooo...Itu mah nunggu Nadya nikah dulu Mel.." ucap Bejo.
" Kok nunggu kak Nadya dulu...Kenapa gak langsung lamar lalu nikah kak?" ucap Melisa.
" Sudah tradisi Mel...Jika anak pertama laki - laki terus yang ke dua itu wanita,maka yang laki - laki menunggu adiknya menikah dulu,takutnya...Adiknya itu lama mendapat jodoh..." ucap Bejo.
__ADS_1
Bayu melihat dan mendengar dari kejauhan ke arah Melisa.
" Itu mah mitos aja kak..." ucap Melisa lalu melepaskan pelukannya.
" Bukan mitos Mel...Tapi itu pernah kejadian..."ucap Bejo.
" Buktinya di keluarga Mel, gak begitu.. Begitu kakak sepupu yang cowok menikah, 4 bulan kemudian adiknya yang perempuan menikah.." ucap Melisa.
" Tetap gak bisa Mel...Orang dulu sama sekarang itu beda..Tapi banyak benarnya apa yang di ucapkan..." ucap Bejo.
" Besok ikut gak kak?" ucap Melisa.
" Kemana?" ucap Bejo.
" Ke KUA...Kita menikah...Mel kan sudah lulus kak.." ucap Melisa.
" Juangkreeeeeek....Waaassssuuuu..."
" Adik sama kakaknya sama aja..." ucap Bejo.
" Kapan kang..." ucap Bayu muncul sambil menghampiri Bejo.
" Kapan apanya Bay...?" ucap Bejo.
Sinta melihat dan memperhatikan Bayu.
" Kata sampeyan nunggu adikku lulus..." ucap Bayu.
" Juancoook... Jangan di dengarin Sin..." ucap Bejo.
Melisa memeluk Bayu.
" Kak Bayu...Kak Bejo ingkari janjinya,katanya nunggu Mel lulus...Baru datang kerumah...Melamar Mel.." ucap Melisa.
" Mas beneran pacaran sama adiknya Bayu?" ucap Sinta.
Melisa berpura - pura menangis.
" Diampuut... Jangan percaya Sin..." ucap Bejo.
" Mas beneran mau nikahin cewek ini " ucap Sinta.
" Bay...Jangan memperkeruh suasana dong..." ucap Bejo.
" Kak Bayu..." ucap Mel.
" Iya Mel..." ucap Bayu.
" Kita sukses ya ngerjain orang pacaran..." ucap Melisa.
" He eh...Tos dulu dong..." ucap Bayu.
Melisa dan Bayu saling menabrakkan telapak tangannya.
" Juancook....Waaaasssuuuu...." ucap Bejo.
" Besok kak Bejo ikut ke Jawa timur apa enggak?" ucap Melisa.
" Aku gak ikut Mel...Cuman ngantar aja..." ucap Bejo.
" Ikut aja kak...Ya...Ikut..."
" Kalau enggak,nanti ayah dan ibuku datang untuk menuntut agar menikahiku..." ucap Melisa.
" Jiangkreeeek...."
" Ojo gowo orang tua to Mel..." ucap Bejo.
" Biarin....Mel takut ada yang ganggu Mel lagi..." ucap Melisa.
" Kan ada pengawalmu Mel....Tuh pengawalmu.." ucap Bejo lalu menunjuk 2 pengawal berdiri tak jauh dari Melisa.
Sinta melihat ke arah yang di tunjuk oleh Bejo.
" Eh....!!!??? Sinta terkejut,orang yang di tunjuk oleh Bejo membawa senjata api laras panjang,seperti polisi.
" Pengawalku gak segesit kang Bejo.." ucap Melisa.
" Kapan - kapan aja Mel..." ucap Bejo.
Melisa memegang lengan Bejo.
" Ayolah kak..." ucap Melisa sambil menggoyang - goyangkan lengan Bejo.
" Aku ada perlu Mel...2 hari lagi tetanggaku ada yang nikahan...Aku di minta bantuin.." ucap Bejo.
" Ya sudah...Jika kak Bejo gak mau ikut,gendong Mel sampai di rumah.." ucap Melisa pura - pura ngambek.
"Lah...Punya kaki ya di pakai dong Mel..."
Melisa kemudian hinggap di punggung Bejo.
" Aseeeemmm..." ucap Bejo.
" Ayo kak...Jalan..." ucap Melisa.
" Iya.... Dia itu ratu di rumah..." ucap Bayu.
Bejo melihat kearah Sinta kekasihnya.
" Ku tinggal dulu ya Sin..." ucap Bejo.
Bejo berjalan ke tempat istrinya berkumpul di warung makanan.
Sinta menghampiri Bayu.
" Apakah adik sampeyan selalu manja begitu Bay..?" ucap Sinta.
" He eh....Aku tinggal dulu ya mbak..." ucap Bayu lalu menyusul Bejo.
Sinta mengikuti Bayu dari belakang.
Setelah sampai di tempat ke tiga istri Bayu.
Melisa memesan pecel dalam keadaan masih di gendong oleh Bejo.
" Bu...Pesan pecelnya...Cabainya 3 aja.." ucap Melisa.
" Turun dong Mel..." ucap Bejo.
" Tunggu jadi pecelnya kak...Baru Mel turun..." ucap Melisa di dekat teliga Bejo.
" Dia siapa shujin..?" ucap Ayu melihat seorang wanita ada di dekat Bayu.
" Calon istrinya kang Bejo yomesan.." ucap Bayu.
Setelah pecel pesanan Melisa jadi. Melisa turun dari punggung Bejo.
" Kak Bejo jangan kabur ya...Mel makan dulu..." ucap Melisa lalu memakan pecel tersebut.
" Diampuut.... Suwi - suwi gegerku remuk..." ucap Bejo.( Lama - lama punggungku hancur).
30 menit kemudian.
Bayu dan keluarganya memutuskan untuk pulang kerumah.
Dalam perjalanan pulang. Melisa di gendong oleh Bejo.
Sinta yang melihat hal itu,nampak ada rasa cemburu di hatinya. Sebab ia tak pernah di perlakukan seperti Melisa.
***
Setelah shalat Isya'.
Bayu bersama ketiga istrinya berada di dalam kamar.
" Aku akan bercerita memgenai Kumala Sari tadi.." ucap Bayu.
" Kumala Sari kenapa Mas?" ucap Putri.
Bayu menunjukkan jari yang biasa ada cincin merah delimanya melingkar.
" Cincin sayang kemana?" ucap Diana.
" Cincin yang biasa aku pakai itu pemberian Kumala Sari saat aku masih SMP.."
" Cincin itu di ambil kembali oleh dia..." ucap Bayu.
" Jadi dia gak mau sayang pakai cincin itu kembali.." ucap Diana.
" Iya...Tapi aku butuh cincin itu sayang...Malam ini aku akan pergi ke Istananya." ucap Bayu.
" Jangan mas....Bahaya...Mas gak usah ke sana.." ucap Putri.
" Betul itu...Jika sayang mau cincin,aku bisa mencarikan untuk sayang...Mau cincin berlian,aku akan beli sayang..." ucap Diana.
" Cincin itu harganya sangat mahal...Bahkan jika 1 ton berlian,tak sanggup menggantikannya sayang.. "ucap Bayu.
Ayu diam saja menyimak. Sebab ia tahu khasiat cincin itu sama seperti kalung milik ibunya Bayu.
" Mas... Kenapa mas mau itu cincin kembali?"
" Apakah mas ingin kembali ke Kumala Sari lagi?" ucap Putri.
" Aku akan mencarikan cincin yang sama seperti punya Kumala Sari.." ucap Diana.
" Cincin itu sangat berguna untukku,jika aku menghadapi serangan musuh..."
" Ambilkan jarum pentul satu aja yomesan.."
Ayu mengambil jarum pentulnya,lalu di berikan ke Bayu.
" Lihatlah ini.." ucap Bayu lalu menusukkan jarum ke jari tangan bagian kulit mati. Nampak jarum itu tembus.
" Kok jarum itu bisa menembus kulit Bayu.." ucap Diana dalam hati.
" Tanpa cincin,aku tidak kebal senjata tajam... Oleh sebab itu. Aku mau ke sana untuk mengambilnya kembali..." ucap Bayu.
__ADS_1
" Jangan mas...Adek gak mau mas kenapa - kenapa..." ucap Putri.
" Aku gak kenapa - kenapa dek...Percayalah kepadaku..." ucap Bayu.
" Jadi sayang kebal senjata karena cincin itu?" ucap Diana.
" Iya sayang..."
" Waktu penyerangan ke clan Uchiha,tanpa cincin..Aku bisa mati karena melindungi Ayu dari tembakan musuh...Semoga saja dia mau mengembalikannya...Jika tidak...Maka akan sangat susah bagiku bila ada musuh menyerang kita." ucap Bayu lalu berdiri.
" Di sini kita aman mas...Gak seperti di tempat lain.." ucap Putri tak rela Bayu pergi ke istana Kumala Sari.
" Apakah adek ingin mas diam saja ketika keluarga kita ada yang menyerang,dan membiarkan pengawal kita banyak yang tewas demi menyelamatkan keluarga kita?" ucap Bayu
Putri terdiam,tak mampu menjawab ucapan Bayu.
Ayu berdiri lalu memeluk Bayu.
" Shujin... Pergilah...Aku merestui shujin..Tapi pulanglah dengan selamat.." ucap Ayu.
Diana ikut berdiri setelah Ayu berbicara.
" Sayang...Pulanglah dengan selamat,aku di sini menunggumu.." ucap Diana.
Bayu melihat ke arah Putri.
" Bagaimana dek.?"
" Jika adek gak mengizinkan maka aku memgikhlaskan saja. Jika keluarga kita ada yang menganggu,lalu aku ikut membantu.."
" Tolong jangan tangisi mayatku nanti bila aku mati menyelamatkan keluargaku.." ucap Bayu.
Putri berdiri lalu memeluk Bayu.
" Maafkan adek mas....Adek egois..."
Putri meneteskan air matanya.
" Adek gak ingin mas mati..." ucap Putri.
" Jadi gimana dek..?" ucap Bayu.
Putri melepas pelukannya.
" Pergilah mas...Kita di sini menunggu mas...Jangan sampai lengah..." ucap Putri.
Bayu menyeka air mata Putri dengan jari jempolnya.
" Baiklah...Mas janji akan kembali...Doa'kan mas ya dek.." ucap Bayu.
Putri menganggukkan kepalanya.
Setelah itu,Ketiga istri Bayu mencium tangan Bayu. Kemudian Bayu keluar menuju air terjun untuk pergi ke istana Kumala Sari.
Di teras rumah,nampak Ki Kartolo mengobrol dengan kakek Naruto yang di dampingi penerjemah.
" Arep nangdi lee?" ucap ki Kartolo saat melihat Bayu keluar pintu lalu berjalan menuju gapura.
" Golek angin pakde...Nang jero sumuk (di dalam gerah)..." ucap Bayu.
Setelah Bayu melewati gapura rumah Ki Kartolo. Bayu segera melesat ke arah air terjun dengan berlari.
Ketika sampai di pintu masuk tempat wisata,nampak ada seorang pria yang biasa bertugas menjaga tempat wisata tersebut.
" Kang.....Aku ono perlu..." ucap Bayu ketika menghampria pria tersebut.
" Yoo..." ucap pria itu.
Bayu berlari lari menuju kolam air terjun.
Pencahayan lamou tempat wisata hanya memakai bola lampu TL.
Ketika sampai di kolam air terjun. Bayu merasakan hawa dingin yang menusuk ke dalam tubuhnya. Kemudian Bayu duduk jongkok lalu berwudhu.
Selesai wudhu,Bayu berdo'a agar dirinya di antar ke istana Kumala Sari,kemudian Bayu memceburkan diri ke dalam kolam tersebut. Tak lupa memgambil nafas dalam - dalam sebelum melompat.
BYUUURRRRRR.........
Bayu berenang menuju dasar kolam sambil memejamkan matanya. Hingga Bayu merasakan dirinya muncul dari permukaan air.
Bayu membuka matanya,ia melihat suasana berubah tak seperti saat dirinya masuk ke dalam kolam air terjun.
" Alhamdulilah...Sampai juga.."
Bayu menepi ke pinggir kolam.
" Juancook...Adem pooll.....Waasssuuu..."
Kemudian Bayu berjalan ke arah istana Kumala Sari.
Nampak kuntil anak berpakaian merah terbang melayang melihat ke arah Bayu,lalu tertawa cekikikan.
Bayu melihat ke arah Kuntil anak tersebut sambil berjalan.
" Gak ada yang lucu mbak kunti......"
Kuntil anak melesat ke depan Bayu.
Nampak mukanya menyeramkan,bau busuk menyengat di hidung Bayu.Rambut panjang hingga ke lutut.
" Minggir atau aku hajar..."
Kuntil anak itu tak mau minggir.
Buuuuuggggghhhhh...(Bayu menendang Kuntil anak tersebut.)
Kuntil anak terpental ke belakang hingga menabrak pohon yang tak jauh darinya.
" Aku sudah bilangkan..."
Bayu melanjutkan lagi jalannya.
" Oh iya...Kenapa aku gak minta dasternya ya..."
" Bajuku kan basah..."
Bayu menghentikan langkahnya,lalu menoleh ke arah Kuntil anak yang sedang duduk di dahan pohon setelah di tendang oleh Bayu.
" Tapi...Jika aku minta bajunya...Dia pakai apa dong...? Masa telanjang gitu.."
" Terus aku di laporin sama pihak keamanan para dedemit dengan kasus pencabulan.."
Bayu membalik badannya lagi,lalu berjalan ke arah istana Kumala Sari.
Nampak Bayu melewati perkampungan bangsa makhluk halus.
Saat Bayu melewati sebuah pasar,Bayu mencium aroma khas daging di panggang.Lalu terdengar suara pria.
" Sate....Sate....Sate...." suara pria.
Bayu melihat ke sumber suara tersebut lalu datang menghampiri.
Nampak seorang pria dewasa sekitar umur 30 an,membakar sate.
Bayu memperhatikan pria itu.
" Dia manusia...Tapi kok ada di sini ya...Aneh.." ucap Bayu dalam hati.
" Ini sate apa?" ucap Bayu.
Pria itu melihat ke arah Bayu. Ia merasa heran dengan paras Bayu yang tidak seperti makhluk ghaib lainnya.
" Sate gagak mas..." ucap pria itu.
" Berapa...?" ucap Bayu.
Pria itu menunjukkan 1 lembar uang kepada Bayu.
" Ini uangnya...Tapi mas harus isi penuh karung ini dengan uang seperti ini.." ucap pria itu.
" Jancookk...Mahal banget mas..." ucap Bayu.
" Carinya susah..." ucap pria itu.
Muncul kuntil anak berpakaian putih di samping Bayu.
" Berapa satenya..." ucap Kuntil anak.
Pria itu menahan rasa takutnya,sebab wajah kuntil anak itu sangat memyeramkan.
Pria itu menunjukkan uang 1 lembar,sama seperti Bayu. Pria itu menyuruh Kuntil anak mengisi karung dengan uang.
" Emang kuntil anak punya uang?" ucap Bayu dalam hati heran dan penasaran.
Kuntil anak menghilang.
" 10 ribu boleh gak mas...Aku pengen..." ucap Bayu menawar.
" Gak bisa mas..." ucap pria itu.
Bayu mengeluarkan dompet lalu mengeluarkan kartu ATMnya.
" Pakai kartu debit bisa gak mas..?" ucap Bayu.
Pria itu melihat ke Bayu,ia pun heran terhadap Bayu. Apakah bangsa makhluk ghaib punya mesin ATM.Kok ada makhluk ghaib bisa memiliki kartu ATM.
" Di sini ada ATMnya kah mas?" ucap pria itu.
" Gak tahu...Aku sudah lama gak kesini " ucap Bayu.
" Lah...Masnya dari mana?" ucap pria itu heran.
" Dari Jakarta...Dah dulu ya mas...Aku pergi dulu...Assalam mua'alaikum..." ucap Bayu lalu meninggalkan pria itu.
" Eh....!!!?? pria itu terkejut saat mendengar Bayu mengucapkan salam.
" Dia itu hantu apa manusia..? Lalu kenapa dia bisa bawa kartu ATM dan dia bilang dari jakarta." ucap pria itu dalam hati.
__ADS_1
Pria itu hendak mengejar Bayu,namun tiba - tiba muncul kuntil anak membawa sejumlah uang lalu memasukkan ke dalam karung. Pria itu memgurungkan niatnya.