
Bayu berjalan ke arah Zhang Yong Han.
Setelah sampai.
" Kek...." ucap Bayu.
Zhang Yong Han menoleh ke arah Bayu.
" Iya Bay... Ada apa?" ucap Zhang.
" Begini...Apakah kakek dan yang lainnya mau Bayu ajarkan ilmu tangan api?" ucap Bayu.
" Tumben mau mengajarkan kakek ilmu itu..."
" Apakah Bayu mau minta sesuatu dari kakek?" Zhang.
" Enggak kek... Kalau mau nanti Bayu ajarin..." ucap Bayu.
" Hemmmm...."
" Kakek mau..." ucap Zhang.
" Mumpung semua ngumpul di sini,maka.."
" Bayu akan memberitahunya mbah..." ucap Bayu.
" Nanti dulu Bay...."
" Sudah makan apa belum?" ucap Zhang.
" Sudah mbah tadi siang..." ucap Bayu.
" Makan dulu sana..." ucap Zhang.
" Injih mbah..." ucap Bayu.
Bayu berjalan ke meja makan.
Nampak Bimo mengambil kue yang telah di hidangkan.
" Rame yo Bay..." ucap Bimo.
" He eh..."
" Wes mangan po durung?" ucap Bayu.
" Wess... Ini aku nyemil..." ucap Bimo.
Bayu mengambil piring,setelah nasi dan lauk,tak lupa sambal.
Bayu berjalan ke kursi yang ada ada mejanya.
Saat Bayu makan,seorang wanita menghampiri Bayu lalu duduk. Bayu melihat wanita tersebut lalu menunduk melihat makanannya.
" Bibi Liena... Gimana kabarnya bi..." ucap Bayu.
" Baik...."
" Besok kamu kemana Bay..." ucap Liena.
Bayu melihat ke arah bibinya.
" Ke Ancol bi..."
" Bibi mau ikut?" ucap Bayu.
Liena tersenyum.
" Tidak..."
" Bibi hanya tanya saja..."
" Oh iya... Di mana temanmu yang satunya Bay... Kok tidak kelihatan.." ucap Liena.
" Ke Gereja bii...Bibi sudah makan" ucap Bayu.
" Sudah...." ucap Liena.
Hape bayu berdering nada panggil. Bayu mengambil hapenya.
Nampak nomor yang belum tersimpan muncul di layar.
" Clara..."
" Halo..." ucap Bayu.
" Assalam mu'alaikum pak Bayu..Maaf mengganggu.." suara Clara.
" Wa'alaikum salam... Gak seberapa ganggu seh bu..."
" Ini saya lagi makan...Ada apa bu?" ucap Bayu.
" Begini..."
" Sushi yang saya panaskan mengapa daging ikannya jadi matang..."suara Clara.
Bayu menepuk keningnya.
" Kok sebelas dua belas sama Sulis ya..."
" Apa dia gak bisa masak...?" ucap Bayu dalam hati.
" Ya kalau ibu panaskan ya jadi matang bu...."
" Maaf bu... Saya pikir ibu beli sop Konro atau Coto Makasar gitu..." ucap Bayu.
" Yang coto Makassar dan sop Konro juga ada.."
" Ini saya beli sushi 2 porsi saja..." suara Clara.
" Ini ibu ada di mana?" ucap Bayu.
" Saya tinggal di apartemen pak..Sendirian..." suara Clara.
" Pantesan...." ucap Bayu dalam hati.
" Apakah pak Bayu sedang merayakan malam tahun baru?" suara Clara.
" Iya bu... Ini semua pada ngumpul...
" Kalau ibu mau gabung ya silahkan datang kesini..." ucap Bayu.
Diana menghampiri Bayu sambil membawa piring berisi ikan bakar tanpa nasi. Kemudian duduk di samping Liena lalu mengobrol.
" Tidak pak...terima kasih..."
" Heeemmmm...."
" Kalau boleh saya tahu pak Bayu tinggal di mana " suara Clara.
" Saya tinggal di gubuk bu...Dindingya dari anyaman bambu..." ucap Bayu.
" Serius pak..." suara Clara.
" Gak kok... Saya bercanda...
" Saya hanya numpang saja di rumah manajer..." ucap Bayu.
" Ooo... Begitu..." suara Clara.
" Kok gak udahan seh ngobrolnya.... Asem...
" Asemm...." ucap Bayu dalam hati.
" Kalau pak Bayu nawarin sore tadi,mungkin saya akan pergi kesana..." suara Clara.
" Maaf bu...."
" Saya lanjut makan dulu ya... Keburu gak enak makananku.." ucap Bayu.
" Oh iya...Maaf pak...Malah jadi keterusan ngobrolnya..." suara Clara.
" Iya gakpapa bu...Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam..." suara Clara.
Bayu mematikan hapenya. Lalu menyendok nasi.
Saat Bayu hendak memasukkan makanan.
" Siapa yang nelpon yank..." ucap Diana.
Bayu meletakkan kembali sendoknya.
" Bu Clara... Tadi siang datang ke Cafe..." ucap Bayu lalu mengambil sendoknya lagi.
" Bu Clara itu siapa?" ucap Diana.
Bayu kembali meletakkan sendoknya,tak jadi makan.
" Gak tahu yank... Soalnya baru ketemu..
" Terus dia mau pesan makanan untuk besok..
" Ku bilang aja kalau besok itu Cafe tutup...
" Ku makan dulu ya sayang..." ucap Bayu lalu lanjut makan.
" Iya..." ucap Diana.
Terdengar suara orang berkaraoke.
Di saat suapan terakhir,terdengar suara orang - orang menyebut nama Ayu untuk bernyanyi.
Bayu menoleh ke sumber suara tersebut.
Nampak Ayu berdiri sambil mic tanpa kabel.
Kemudian terdengar suara alunan musik organ tunggal. Yaitu lagu kokoro no tomo.
Ayu pun bernyanyi mengikuti irama.
Semua orang terdiam mendengarkan Ayu bernyanyi.
"Ai wa itsumo rarabai.." 🎶🎶
"Tabi ni tsukareta toki..."🎶🎶
__ADS_1
"Tada kokoro no tomo to..."🎶🎶
"Watashi o yonde " ucap Bayu mengikuti Ayu bernyanyi.
Bayu mengikuti Ayu bernyanyi hingga selesai.
Prook....Prook....Prook...( suara tepuk tangan).
" Nah sekarang gantian Bayu yang bernyanyi..
" Setuju..." suara Edwin memakai mic.
" SETUJUU....." suara semua orang.
" Jancook... Aku juga kena..." ucap Bayu dalam hati.
" Mana Bayu...." suara Edwin.
Orang - orang nunjuk ke arah Bayu.
" Nah... Sini Bay...Jangan malu - malu...
" Nanti kamu bisa nambah istri lagi jika malu.." suara Edwin.
" Jancoook...."
" Waassssuuu...." ucap Bayu.
Ha....Ha....Ha...Ha...Ha....Ha.... ( sebagian orang tertawa).
Mau tak mau Bayu menghampiri Edwin.
" Kenapa do'ain aku nambah istri lagi..."
" 3 aja pusing..." ucap Bayu ketika sampai di tempat Edwin berada.
" Mau nyanyi apa Bay?..." ucap Edwin.
" Gak tahu.."
Bayu melihat gitar akuistik lalu mengambilnya.
" Mau nyanyi pembunuhan saja..." ucap Bayu.
Seorang pengawal membawakan kursi untuk bayu duduk serta gagang mic.
Bayu duduk di kursi.
" Lagu pembunuhan...?
" Ini tahun baru Bay... Masa iya lagu pembunuhan..." ucap Edwin.
Pengawal menaruh mic di depan Bayu.
" Ya biar tahun ini kita bunuh semua kejadian negatif,agar tahun depan tak ada kejadian negatif menimpa kita..." ucap Bayu.
" Amiiin....." suara Bimo dan Lukman.
" Semoga tahun depan di beri kesehatan,panjang umur dan semua pekerjaan berjalan lancar..." ucap Bayu
"Amiiin....." ucap semua orang
" Semoga yang punya proyek tak ada hambatannya..." ucap Bayu
"Amiiin...." ucap semua orang.
" Bagi yang belum mendapat jodoh,tahun depan akan mendapat jodohnya..." ucap Bayu.
"Amiiiin...." ucap semua orang
" Lah kok amin semua... Apa mau nikah lagi?.."
Ha....Ha...Ha....Ha...Ha...( suara tawa semua orang).
" Semoga tahun depan perusahan kita semakin baik dari tahun sebelumnya.."
"Amiinnn.... " ucap semua orang.
" Baiklah..."
Jreeeng.....( suara gitar)
" Aku akan membawakan sebuah lagu tentang pembunuhan..."
" Lagu ini sangat menyayat hati... "
" Siapkan tissu jika tidak tahan dengan lagu yang aku nyanyikan ini.."
Jreeng...( suara gitar)
" Potong bebek angsa..."🎶
" Masak di kuali..."🎶
Bayu mendengar berbagai umpatan,namun Bayu cuek saja.Ia terus memainkan gitar sambil bernyanyi.
" Nona minta dansa..."🎶
" Dansa empat kali..."🎶
" Sorong ke kiri.."🎶
" La...La...La...Laaaaaaa...."🎶
" Sorong ke kiri..."🎶
🎶
" Sorong ke kanan.."🎶
" La..Lala...La...Laaa...La..."🎶
" Terima kasih..." ucap Bayu.
" Jancoook....Waasssuuu...." suara Bimo dan Lukman.
" Lagu yang kamu bawakan membuatku menangis Bay..." ucap Edwin pura - pura sedih.
" Jangkreek...." ucap Bayu.
" Bebek yang ku sayang malah kamu bunuh.."
" Lalu di potong - potong.."
" Terus di masak kuali..."
" Aku tak tega memakannya Bay..." ucap Edwin.
" Ya sudah..."
" Tak ganti aja lagunya..."
" Lagu terbaru yang baru - baru ini lagi meledak albumnya di Jakarta ..."
" Hingga mak lampir ikut menyanyikan lagu itu..."
Ha....Ha...Ha....Ha...Ha...( sebagian orang tertawa).
Bayu memainkan gitarnya.kemudian bernyanyi...
" Yen in tawang ono lintang..."🎶🎶
" Cah Ayu..."🎶🎶
Semua orang terdiam mendengarkan irama gitar dan nyanyian Bayu.
" Kamu belajar gitar dari siapa Bay..?" ucap Edwin ketika Bayu selesai bernyanyi.
" Belajar dari Daniel,dari gus Wafiq siapa lagi ya..."
Bayu mengingat - ingat kembali.
" Oh iya.. Dari mas Legi...Selebihnya Bayu belajar sendiri sambil mengingat kejadian waktu bersama kekasihku yang dulu pergi meninggalkan Bayu..." ucap Bayu.
" Siapa nama kekasihmu itu Bay...?" ucap Edwin
" Kekasihku yang dulu pergi meninggalkan Bayu..."
" Sekarang sudah Bayu temukan,yaitu Putri.." ucap Bayu.
" Oooo... Putri..."
" Putri istrimu itu kah Bay?" ucap Edwin.
" Iya paman..." ucap Bayu.
" Weeee.... Ternyata benar yang di katakan banyak orang.."
" Jodoh tak kan kemana..."
" Meskipun dia pergi ke ujung dunia sekalipun.."
" Yang namanya jodoh...Pasti akan bertemu kembali..."
" Jika jodohmu di ambil orang.."
" Itu masalah gampang.."
" Pergi ke dukun... Urusan menjadi lancar.." ucap Edwin.
Ha....Ha....Ha....Ha....Ha...( semua orang tertawa).
" Semuanya... Khususnya keluarga Han..."
" Bayu punya kabar yang bagus buat kalian.." ucap Zhang memakai mic.
" Kabar apa itu kakek?" ucap Edwin.
" Bayu...Katakanlah pada mereka" ucap Zhang.
" Istrimu hamil Bay...?" ucap Edwin.
Bayu mengambil mic dari gagangnya.
" Bukann..."
" Dengarkan Bayu dulu..."
__ADS_1
" Mungkin kalian sudah dengar mengenai kegiatan Melisa di rumahku..."
" Yaitu mempelajari ilmu Tapak Geni atau tangan api..."
" Bayu mengajari ilmu itu kepada ketiga sahabat Bayu,Diana,Ayu dan juga Melisa..."
" Sekarang..."
" Bayu akan mengajari kalian..." ucap Bayu.
" Intruksi Bayu..." ucap Edwin.
" Ya paman..." ucap Bayu.
" Aku gak tahu tentang ilmu itu,coba jelaskan secara rinci.." ucap Edwin.
" Baiklah..."
" Ilmu tangan api itu adalah ilmu yang dapat membuat kulit lawan kita melepuh..."
" Telapak tangan kita panas bagaikan besi yang membara." ucap Bayu.
" Coba perlihatkan ilmu itu Bay..."ucap Edwin.
" Tolong bawakan satu sendok aja kemari sama gelas berisi air putih...."
Salah seorang pengawal berlari mengambil sendok dan gelas berisi air,lalu memberikan pada Bayu.
" Terima kasih..."
Bayu meletakkan mic di gagangnya.
" Perhatikan air dalam gelas ini..."
" Ini adalah air putih biasa..."
Bayu mencelupkan sendok ke dalam gelas.
Kemudian membaca mantra dalam hati.
" Air ini akan muncul gelembung,lalu mendidih..."
Semua orang melihat gelas yang di pegang oleh Bayu.
Pelahan air di dalam gelas mulai panas. Hingga air itu mendidih.
" Eh iya... Mendidih.."
" Bagaimana bisa...Padahal hanya sendok saja.."
" Entahlah..Aku tak tahu.."
" Oh iya... Bayu kan punya keluarga angkat seorang dukun..
"
" Iya..Aku ingat.."
Bayu meletakkan gelas di meja,kemudian menghentikan ajiannya. Setelah itu mengambil mic.
" Jika berminat angkat tangannya..." ucap Bayu.
Seluruh keluarga Han mengangkat tangannya.
Bayu melihat ke arah keluarga besarnya.
"Baik...."
" Ajian ini syaratnya cukup mudah.."
" Hanya menjalankan puasa mutih selama 21 hari.."
" Puasa mutih itu adalah puasa hanya makan nasi putih dan air putih saja tanpa bahan yang lain..."
" Dari subuh hingga menjelang magrib kalian tidak boleh makan dan minum."
"Setelah adzan magrib hingga sebelum adzan subuh..."
" Kalian boleh makan dan minum..."
" Sebelum makan dan minum,kalian akan Bayu berikan catatan yang harus di baca sebelum makan dan minum.."
" Selama puasa..."
" Bagi yang wanita tidak boleh sedang halangan.."
" Tidak boleh berhubungan badan untuk semua orang.."
" Di malam hari ke 21..."
" Kalian harus bergadang hingga subuh..."
" Tidak boleh tidur meskipun hanya 1 menit saja...Saran Bayu.. Lebih baik di kerjakan bersama - sama agar bisa bertahan hingga subuh.."
" Jika kalian melakukannya sendirian... Maka kalian bisa tertidur..
" Jika kalian melanggar kalian akan gagal.."
" Yang menentukan berhasil tidaknya itu adalah kalian..Bukan Bayu.."
" Jika masih berminat,silahkan mendaftar ke Kakek..." ucap Bayu.
" Hambar dong Bay jika makan nasi putih saja tanpa ada campuran yang lain" ucap Edwin.
" Ya memang begitu..."
" Tujuannya agar dalam tubuh kita bersih dari segala makanan dan minuman yang membahayakan tubuh kita.Dan satu hal lagi..."
" Jika kalian berhasil menguasainya.."
" Jangan di gunakan untuk berbuat onar maupun kejahatan..Jangan pamer ke orang lain,anggap saja kalian tidak memiliki ilmu itu.."
" Jika kalian melakukan kejahatan,maka Bayu akan memotong tangan kalian.."
" Ada yang mau bertanya..?."
Semua diam tak bersuara.
" Baiklah... Jika semua sudah paham maka Bayu akan kembali untuk menikmati hidangan di meja..." ucap Bayu lalu menaruh mic kemudian berjalan ke arah meja yang terdapat makanan dan minuman.
Edwin kembali bersuara.
" Ayoo siapa yang mau nyanyi lagi..."
Satu persatu orang maju ke depan untuk bernyanyi hingga pukul 23.59.
" 1 menit lagi akan menuju tahun baru..."
" Semoga tahun baru ini ,menjadi tahun yang lebih baik dari tahun sebelumnya.." ucap Edwin.
"Amiiin......" ucap semua orang.
" Kita hitung bersama - sama..."
" Sepuluh..."
" Sembilan..."
" Delapan.."
" Tujuh..."
" Enam.."
" Lima..."
Para pengawal bersiap di posisi untuk menyalakan kembang api.
"Empat..."
" Tiga..."
" Dua..."
" Satu...."
" Selamat tahun baru...." ucap Edwin.
Suara petasan pun mulai berbunyi.
Tak hanya di kawasan perumahan Golden Hills saja yang menyalakan kembang api.
Akan tetapi,setiap sudut kota Jakarta ikut menyalakan kembang api.
Langit di ibu kota Jakarta nampak indah sekali. Karena muncul kembang api.
Bayu berdiri bersama ke tiga istrinya menyaksikan kembang api meledak di angkasa.
Kembang api yang di gunakan keluarga Han tidaklah ukuran kecil. Mereka menggunakan kembang api berukuran besar.Sehingga suara yang di timbulkan cukup menggelegar.
DUUUUAAARRRR......
DUUUUUAAAARRR.....
DUUUAAARRR...
DUUUUUAAARRR....
DUUUUUAAARRR.....
DUUUUAAAARRR....
" Besar banget petasannya..." ucap Bayu melihat kembang api meledak di angkasa.
" Itu kecil sayang..."
" Nanti yang terakhir baru besar..." ucap Diana.
Kurang lebih 10 menit kembang api keluarga Han berbunyi.
Begitu petasan kembang api yang terakhir meluncur ke angkasa.
DUUUUUUUAAAAAAAAAAAARRRRRRRR.....
Suara kembang api terbesar menggelegar di angkasa.
" Jancoook... Besar banget.."
__ADS_1
" Jika mengenai orang bisa mati itu." ucap Bayu dalam hati.
Setelah selesai acara kembang api,satu persatu kembali kerumah,termasuk rombongan Bayu.