
Pagi hari yang cerah nampak terlihat di salah satu desa yang berada dalam kawasan Yogjakarta. Desa itu tempat di mana Bayu di besarkan.
Hari ini adalah hari di mana umat islam merayakan hari kemenangan,di mana dalam 1 bulan penuh mereka berpuasa.
Suara takbir berkumandang di seluruh penjuru tanah air,bahkan luar negri
Nampak orang - orang berjalan menuju mesjid,ada juga yang ke lapangan untuk melaksanakan shalat idul fitri.
Sebagian pasukan keluarga Han sudah berangkat ke Cina lebih dulu,begitu juga keluarga Hatake dan para pasukannya.Mereka tinggal menunggu komando dari Bayu. Sebab, Bayu adalah pemimpin operasi tersebut.
Bayu bersama keluarganya dan para pengawal berjalan kaki memakai pakaian shalatnya pergi ke mesjid. Warga di sekitar rumah Bayu juga ikut berbondong - bondong ke mesjid. Bayu sengaja membawa keluarga Hatake ke Jogja karena lebaran di Jakarta sangat sepi,di tambah hanya di rumahnya saja yang merayakan lebaran,sementara yang lain adalah keluarganya yang notabene non islam.
Kakek Naruto yang pertama kali melaksanakan shalat idul fitri nampak takjub melihat umat islam berbondong - bondong ke tempat ibadah di pagi hari. Ia merasa bangga,karena 1 bulan ia dapat menjalani ibadah puasa,yang awalnya terasa berat. Namun ia tetap berusaha. Ia pantang menyerah.
Meskipun kakek Naruto memeluk islam,Bayu tak serta merta memberi tahu yang lain,bahwa selain islam akan masuk neraka selamanya. Ia menunjukkan bagaimana agama Islam di mata keluarga Hatake. Agar yang lainnya segera cepat menyusul untuk memeluk agama islam tanpa paksaan.
Keluarga Hatake yang non islam juga ikut ke mesjid, mereka sangat penasaran sekali terhadap ibadahnya Bayu.
Sesampainya di mesjid.
Bayu bersama kakek Naruto menggelar sajadah,lalu duduk.
Sementara keluarga Hatake yang lain menunggu di luar. Ada yang memfoto,ada juga yang memvideo.
" # Kakek..."
" # Nanti kita shalat dulu,setelah itu khutbah pertama memakai bahasa jawa..."
" # khutbah ke dua memakai bahasa arab. ".
Kakek Naruto memganggukkan kepala.
"# Kakek masih ingat niat shalatnya?" ucap Bayu.
" Masih..." ucap kakek Naruto.
Tak lama kemudian,shalat idul fitri di mulai.
Mereka semua berdiri lalu imam memulai takbir pertamanya.
Setelah selesai acara shalat idul fitri,mereka berbaris bersalaman. Kemudian setelah selesai,mereka pulang kerumah.
Di samoing rumah Bayu terdapat tenda meja dan kursi plastik yang biasa di pakai pada sebuah acara pernikahan. Agar keluarga besarnya dapat berkumpul dan makan bersama.
Setelah sampai di rumah.
Acara sungkeman pun di mulai.
Bayu mencium tangan ibunya sambildusuk membungkuk. Ia meminta maaf jika ada salah dalam perbuatan maupun ucapannya selama ini.
Ayu memberitahu pada kakek Naruto.
Setelah acara sungkeman maaf - maafan. Mereka berkumpul di samping rumah untuk sarapan bersama.
Nampak tumpukan lontong ,Sayur,dan berbagai lauk serta buah - buahan terhidang di meja.
Akiro mengambil satu ketupat,lalu memperhatikan bungkus ketupat tersebut.
" Kalau tidak salah... Ini daun kelapa" ucap Akiro.
"# Iya paman...Itu daun kelapa yang masih muda bewarna kuning.." ucap Bayu.
" Bagaimana cara membuatnya ?" ucap Akiro.
" #Ya di anyam pakai tangan paman.." ucap Bayu.
" Bisa kamu mengajari saya Bayu - san..." ucap Akira.
"#Nanti akan Bayu ajarkan paman.." ucap Bayu.
Tetangga Bayu berkunjung ke rumah. Bu Hana menyambutnya. Mereka masuk ke dalam rumah. Keluarga yang di bantu oleh Bayu juga datang. Mereka telah sukes membudi daya ikan berkat uang yang di berikan oleh Bayu. Mereka tak melupakan jasa Bayu yang telah membantunya.
Bayu hanya memiliki waktu sehari saja di Jogja. Sebab malamnya,ia harus berangkat ke Jakarta untuk terbang ke Cina memakai maskapai perusahaan cina. Bayu memanfaatkan momentum tersebut.
Biasa Bayu jarang menjahili keluarga Han. Nampak Bayu menjahilinya,dengan memasukkan sambal ke dalam makanan.
Selesai makan bersama.
Bayu bersama keluarganya berkunjung ke rumah tetangganya. Kali ini ia membawa banyak pasukan. Sehingga rumah tetangganya itu tak muat menampung. Makanan tradisional ludes di makan oleh rombongan Bayu.
Bayu yang melihat mereka menghabiskan makanan hanya bisa mengusap dadanya.
" Ya Allah...Jika aku bawa semua keluarga Han kemari,apa gak langsung tutup rumah tetanggaku karena kehabisan kue di meja. " ucap Bayu dalam hati.
" Sepurane paklek...Dulur - dulurku baru kali ini melihat makanan seperti ini" ucap Bayu yang tak enak hati dengan sikap keluarga Hatake dan juga para gadis dari keluarga Han.
" Ya gakpapa Bay....Namanya juga makanan..Ya di makan..." ucap pria dewasa.
Kemudian Bayu berpamitan untuk berkunjung ke rumah tetangga yang lain,tak lupa Bayu mengeluarkan amplop putih berisi uang.
" Opo iki.." ucap pria dewas yang melihat Bayu memberikan amplop pada dirinya.
" Rejeki paklek...Ojo di tolak.." ucap Bayu.
" Gak usah repot - repot" ucap pria dewasa sambil mengantongi amplop pemberian Bayu.
Mereka kemudian berjalan di rumah sebelahnya.
Rombongan Bayu yang melihat makanan yang berbeda dari rumah pertama langsung mengambil setelah bersalaman.
Tak sampai 5 menit. Makanan itu pun ludes di makan. Keluarga Hatake sangat menyukai makanan tradisional tersebut. Karena di buat secara alami. Seperti Tape,Rengginang, kerupuk gadung, nogosari, dll.
Tak lupa juga Bayu berkunjung ke rumah Bimo dan Lukman.
Kedua orang tua Lukman dan Bimo menyambut kedatangan keluarga Hatake. Sebagian mengenali keluarga Bimo dan Lukman,sebagian belum.
Nampak rumah Lukman penuh hingga meluber di emperan rumah.
Bayu duduk bersama Lukman.
" Kapan kowe berangkat Bay?" ucap Lukman.
" Nanti sore aku pulang ke Jakarta dulu Man..."
" Besoknya baru terbang ke sana.." ucap Bayu.
" Sakjane aku pengen melu Bay.." ucap Lukman.
" Jangan Man...Aku takut kamu kenapa - kenapa" ucap Bayu.
" Aku iso bela diri Bay...Shuriken juga bisa.." ucap Lukman.
" Kalau musuh bawa senjata api gimana?" ucap Bayu.
" Paling aku mati..."
" Matiku menolong teman..." ucap Lukman.
" Nah...Itu yang gak aku inginkan..."
" Kamu tetap di sini..."
" Lanjutkan usahaku bersama kang Paijo dan yang lainnya.."
" Oh iya...Nanti aku minta tolong...Antarkan amplop ke pondok pesantrennya pak kyai Syukron ya Man.." ucap Bayu.
" Siap Bay.." ucap Lukman.
" Nanti kamu ke sana bersama kakek Naruto dan Ayu saja..." ucap Bayu.
Setelah Bayu selesai ke rumah Bimo,Bayu memtuskan pergi ke tempat pondok pesantren tempat yang dulu ia menimba ilmu.
__ADS_1
Sesampai di pondok pesantren. Bayu di sambut hangat oleh pimpinan pengasuh pondok pesantren. Mereka sangat senang sekali Bayu tak melupakan mereka. Mereka menganggap Bayu bagian dari keluarganya.
Sebab Bayu sering kali datang ke rumah itu hanya untuk minta izin pergi keluar untuk pergi memancing. Kadang Bayu tidur di rumah itu di kala dirinya memasuki hari lahirnya jika ibunya tak datang ke pondok pesantren. Mereka juga menyembunyikan rahasia mengenai mata Bayu dari orang lain atas permintaan ibunya Bayu.
Pimpinan pondok pesantren sangat menyayangkan atas keputusan Bayu di saat dirinya ingin sekolah SMP dan tidak mondok lagi. Berbagai usaha agar Bayu tetap mondok meskipun ia sekolah di SMP,tetapi Bayu bersikeras tetap tidak mau,karena ingin menjaga ibunya. Akhirnya mereka luluh juga. Mereka tahu jika ibunya Bayu adalah seorang janda. Hidup sendirian tanpa kerabat keluarga terdekatnya. Mereka tak berani menyinggung tentang ayahnya Bayu atas permintaan ibunya Bayu.
Bayu memberikan sejumlah uang kepada pimpinan pondok pesantren tersebut. Setelah itu ia berkeliling pondok pesantren bersama kakek Naruto untuk mengingat kembali memorinya saat ia masih kecil sudah berada di dalam pondok pesantren.
" # Di sana itu adalah kamar saya kakek.." ucap Bayu sambil menunjuk sebuah bangunan.
Setelah puas berkeliling pondok pesantren,mereka mutuskan untuk pulang kerumah.
waktu terus berputar. Tak terasa matahari segera tenggelam karena telah lelah menyinari desa tempat di mana Bayu di besarkan.
Pukul 19.40.
Bayu bersama keluarganya bersiap - siap akan pulang ke Jakarta.
Namun .asih ada tamu yang berkunjung ke rumah Bayu.
Bu Hana mau tak mau meladeni dahulu. Sebab yang datang dari desa sebelah. Tak mungkin ia memgusirnya.
Sebuah mobil bewarna biru berhenti di dekat rumah Bayu. Lalu pintu terbuka. Nampak kedua orang tua Sulis keluar dari mobil. Mereka ingin mengetahui soal Sulis,mereka saat ini tak tinggal di rumahnya atas saran dari kakek Zhang. Karena nyawanya terancam.
Kedua orang tua Sulis berjalan ke rumah Bayu.
" Assalam mu'alaikum.." ucap ayahnya Sulis.
" Wa'alaikum salam..."
" Mari masuk..." ucap bu Hana melihat kedua orang tua Sulis.
Kedua orang tua Sulis masuk ke dalam rumah lalu duduk terpisah dari ruang tamu.
" Maaf mbak...Kita datang kemari.."
" Kami hanya ingin menanyakan Sulis...Bagaimana perkembangannya" ucap ayahnya Sulis.
" Besok Bayu dan yang lainnya akan ke sana.Untuk mencari mereka kang." ucap bu Hana.
" Apakah sudah dapat informasi?" ucap ibunya Sulis.
" Belum..."
" Kami masih berusaha mencarinya.. "
" Di sana sudah ada tim yang mencari..." ucap bu Hana.
" Tolong cepat temukan Sulis mbak..."
" Aku sangat cemas sekali...." ucap ibunya Sulis.
" Iya mbak....Do'akan saja,agar kami cepat menemukan mereka..." ucap bu Hana.
Bayu yang melihat kedua orang tua Sulis menghampiri.
30 menit kemudian.
Bayu bersama rombongannya bertolak ke Jakarta. Ia sebenarnya ingin memgajak keluarga Hatake pergi ke rumah ki Kartolo. Tapi,berhubung ia harus pergi ke cina,maka mau tak mau membatalkannya.
Setelah menempuh perjalanan yang jauh. Akhirnya mereka tiba di rumah.
Bayu bersama ke tiga istrinya masuk ke dalam kamar. Ia sebelumnya sudah menulis surat untuk ke tiga istrinya,dan juga ibunya. Yang ia letakkan di lemari besi. Jaga - jaga jika dirinya tewas terbunuh.
Bayu membuka lemari besi,lalu mengambil sebuah amplop bewarna coklat. Kemudian menutup kembali tak lupa menguncinya.
Bayu berjalan ke tiga istrinya yang duduk di tempat tidur.
" Istri - istriku..."
" Besok aku akan pergi untuk menyelamatkan Sulis.."
" Do'akan semoga lancar ya.." ucap Bayu.
" Iya shujin.." ucap Ayu.
" Iya sayang..." ucap Diana.
" Dan untuk yomesan..."
" Setelah ku pergi,nanti kamu pergi bersama Lukman ke pondok pesantren..."
Bayu menyerahkan amplop coklat tersebut ke Ayu.
" Ini nanti berikan ke pak kyai Syukron..."
" Katakan pada beliau bahwa ini dari almarhum kakek Kiyoshi untuk pondok pesantren.." ucap Bayu.
" Baik shujin.." ucap Ayu.
" Ayo kita tidur..." ucap Bayu.
" Sebelum mas pergi.."
" Kita bermain dulu gimana mas?" ucap Putri.
" Ayooo....." ucap Bayu menyanggupinya.
Lalu mereka pun bercinta. Pertama Bayu bermain dengan Putri,lalu Diana dan terakhir Ayu.
Selesai bercinta,mereka kemudian tidur dalam satu selimut.
Pukul 3.10.
Bayu terbangun dari tidurnya. Ia melihat jam tangannya.
" Shalat gak ya..."
" Hemmm...."
Bayu yang tidak memakai pakaian sehelai benang pun termasuk ke tiga istrinya memegang tubuh Putri dan Ayu.
Timbul rasa ingin bercinta lagi.
" Tapi kalau bercinta lagi,nanti malah kesiangan.."ucap Bayu dalam hati.
Akhirnya Bayu memutuskan untuk segera mandi. Setelah itu ia shalat tahajud.
Selesai shlat subuh berjamaah. Bayu berkeliling rumahnya. Ia melihat Dewi sudah memulai aktifitasnya.
" Ceweek...."
" Lagi apa..."ucap Bayu.
" Tumben mas nyamperin mbak..." ucap Dewi.
" Gakpapa... Pengen aja..."
" Sudah punya pacar apa belum mbak.." ucap Bayu.
" Kasih tahu gak ya...." ucap Dewi.
" Gitu yaa sama adiknya sendiri maen rahasia - rahasiaan.." ucap Bayu.
" Sudah mas..." ucap Dewi.
" Siapa...Siapa mbak namanya?" ucap Bayu.
" Muhammad...."
" Bayu samudra..." ucap Dewi mengerjai Bayu.
__ADS_1
" Diampuut...." ucap Bayu.
" Gak kok mas....Aku belum punya,cuman.." ucap Dewi.
" Cuman apa mbak...?" ucap Bayu.
" Ada dua cowok yang menyukaiku...Aku bingung...Pilih yang mana.." ucap Dewi.
" Pilih dua - duanya aja mbak...Tapi kalau nikah harus pilih salah satu.." ucap Bayu.
" Nah itu dia mas...Aku bingung..." ucap Dewi.
" Mbak bangun tengah malam... Lalu shalat minta petunjuk.. Siapa tahu Allah memberikan petunjuk ke mbak..." ucap Bayu.
" Iya mas.." ucap Dewi.
" Ya sudah ku tinggal dulu mbak..." ucap Bayu.
Bayu berjalan ke arah dapur.
Nampak seorang pembantunya yang bisa di dapur sedang memotong sayuran. Dia adalah bu Yuli.
Bayu berjalan mengendap - endap di belakang bu Yuli. Begitu sampai,Bayu menutup mata bu Yuli.
" Siapa ini...Jangan ganggu dong..."
Bayu diam saja masih menutup mata bu Yuli.
" Nyerah...Nyerah..."
Bayu melepaskan tangannya.
Bu Yuli memutar tubuhnya,ia melihat Bayu berdiri di dekatnya .
" Oalah...Yu..Bayu...Ibu pikir Dewi tadi.." ucap bu Yuli.
" Emang mbak Dewi sering usilin ibu?" ucap Bayu.
" Dulu sering..."
" Minta di masakin apa ini?" ucap bu Yuli.
" Heemm...."
" Ayam gorenng di kasih saus kecap dan sambal..."
" Oh iya.. Sekalian taruh dalam kotak makanan mau Bayu bawa ke pesawat bu..." ucap Bayu.
" Tumben bawa bekal..." ucap bu Yuli.
" Makanan di pesawat gak enak...Masih enak masakan ibu.." ucap Bayu.
" Tentu dong...Siapa dulu yang masak..." ucap bu Yuli.
***
Tibalah saatnya,Bayu akan pergi ke Cina.
Rombongan Bayu masuk ke dalam mobil.
Satu persatu mobil keluarga Han berjalan meninggalkan rumah Bayu.
Di dalam mobil yang di tumpangi Bayu.
" Mas...Nanti jangan lupa makan ya.." ucap Putri.
" Iya dek...Kalau gak makan ya lapar lah.." ucap Bayu.
" Jika sudah sampai di sana.."
" Hubungi kita ya sayang.." ucap Diana.
" Iya sayang..." ucap Bayu.
Ayu sebenarnya ingin ikut menemani Bayu. Akan tetapi dirinya sedang hamil. Ia takut terjadi apa - apa terhadap janin bayinya.
Setelah menempuh perjalanan panjang, mereka tiba di Bandara.
Mereka kemudian masuk ke dalam bandara. Ketiga istri Bayu juga ikut,mereka melewati pemeriksaan tiket. Akan tetapi mereka tidak di periksa,karena sebelumnya pengawalnya sudah memberitahukan bahwa mereka hanya mengantar sampai di ruang tunggu.Tidak sampai naik ke pesawat.
Nampak Bayu duduk bersama ke tiga istrinya,Bayu menoleh ke Putri.
" Adek pengen oleh - oleh apa?" ucap Bayu.
" Adek gak pengen oleh - oleh..Yang adek inginkan..Mas pulang dengan selamat.." ucap Putri.
Bayu menoleh ke Ayu.
" Yomesan.." ucap Bayu.
" Sama seperti kak Putri shujin.." ucap Ayu.
" Sayang..?" ucap Bayu.
" Sama seperti kak Putri" ucap Diana.
Setelah lama menunggu,tiba - tiba terdengar suara dariboengeras suara,bahwa penumpang pesawat tujuan ke Cina di harapkan naik ke pesawat.
Bayu berdiri di depan ketiga istrinya. Ketiga Istri Bayu ikut berdiri.
Bayu jongkok ke arah perut Putri.
"Ayah pergi dulu ya..."
Bayi mencium perut Putri. Lalu menggeser ke Diana.
" Ayah pergi dulu..."
Bayi mencium perut Diana. Lalu menggeser ke Ayu.
" Ayah pergi dulu..." ucap Bayu.
Bayu mencium perut Ayu lalu berdiri tegak.
Ketiga istri Bayu memeluk Bayu.Kemudian melepaskan pelukannya. Nampak air mata mereka keluar di ketiga istri Bayu.
" Aku pergi dulu ya...Jaga diri kalian baik...Baik.." ucap Bayu nerusaha tegar berpisah dengan istrinya.Ia melambaikan tangan kemudian Bayu berjalan menuju pesawat,baru 5 langkah Bayu menghentikan langkah,lalu menoleh kebelakang.
Nampak ketiga istrinya masih melihat ke arah Bayu sambil menangis. Dengan berat hati,Bayu meninggalkan keluarganya demi menyelamatkan Sulis dan juga membunuh musuh besar keluarga Han. Agar keluarganya selamat. Jika tidak,maka lambat laun akan ketahuan,dan itu sangat membahayakan keluarganya.
Bayu membalik badannya lalu berjalan lagi menuju pesawat. Nampak air mata keluar dari mata Bayu. Ia sedih harus berpisah sementara dengan keluarganya.
Ketiga istri Bayu berjalan ke jendela kaca melihat pesawat yang di tumpangi Bayu.
Tak lama kemudian. Pesawat itu mulai bergerak dan berjalan meninggalkan bandara.
Setiap detik ketiga istri Bayu menyaksikan pesawat itu,hingga pesawat itu menghilang.
" Adek menunggumu mas..." ucap Putri dalam hati.
Kemudian ketiga istri Bayu berjalan meninggalkan ruang tunggu menuju rumah.
****
Bayu pergi ke China dengan misi menyelamatkan Sulis dan membunuh seluruh keluarga musuh besarnya keluarga Han.
Bayu tidak tahu,rintangan apa saja yang ia hadapi di sana.
Ucapan pria tua di pembangunan Mesjid belum sepenuhnya terjadi. Kematian Ayub hanya sebagian rasa luka di hati Bayu.
Kita istirahat sejenak,karena iklan mau lewat.
__ADS_1
Bagi yang mau iklan silahkan hubungi nomor 081240008500..( Nomor ngasal ketik 😊) .